Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Pengaruh motivasi dua faktor herzberg terhadap kinerja karyawan PT Bank BPR Jatim Cabang Magetan
Motivasi merupakan hal yang penting karena peran SDM dalam mendukung perilaku karyawan agar bekerja giat dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Motivasi Dua Faktor Herzberg Terhadap Kinerja Karyawan PT Bank BPR JATIM Cabang Magetan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan populasi Karyawan pada PT Bank BPR JATIM Cabang Magetan. Penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala likert dan teknik analisis data adalah regresi berganda dan uji hipotesis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor motivator dan faktor hygiene berpengaruh secara signifikan dengan arah positif terhadap kinerja karyawan PT bank BPR Jatim Cabang Magetan. Nilai uji koefisien determinasi (R²) sebesar 49,2%, artinya faktor motivator dan faktor hygiene mampu mempengaruhi variabel kinerja karyawan sebesar 49,2% dan masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan sebesar 50,8%
Alur pelaksanaan kontrak kerjasama dengan pelanggan pada PT Rekaindo Global Jasa Madiun
Penelitian ini dilakukan pada PT Rekaindo Global Jasa yang bergerak di bidang jasa konsultan engineering dan support komponen kereta api. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tugas, tanggung jawab dan langkah-langkah dalam proses kontrak dengan pelanggan di PT Rekaindo Global Jasa Madiun. Kontrak adalah suatu peristiwa dimana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya pada satu orang atau lebih sehingga terjadi perbuatan hukum yang mana para pihaknya sepakat untuk melaksanakan suatu hal. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan secara langsung dengan melakukan wawancara terhadap Penanggung Jawab Divisi Pemasaran PT REKA, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi dokumen yang ada di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada alur kontrak kerjasama dengan pelanggan dilakukan atas dasar perjanjian, pengadaan barang dan negosiasi dalam proses perolehan kontrak. Proses penyusunan dokumen kontrak bermula dari penerimaan surat permintaan penawaran harga, lalu diadakan rapat peninjauan penawaran. Hasil dari rapat peninjauan penawaran menjadi notulen rapat yang digunakan sebagai dasar penerbitan dokumen bill of material, dokumen harga penawaran vendor, dokumen jam operasional dan delivery time. Ketiga dokumen tersebut diolah oleh Divisi Pemasaran kedalam format surat penawaran harga. Dokumen surat penawaran harga yang sudah terbit dapat diajukan kepada pelanggan. Negosiasi akan diajukan oleh pelanggan ketika tidak menyetujui dari harga yang ditawarkan. Kontrak akan diterbitkan pelanggan bila sudah menyetujui dari harga yang ditawarkan
Aktivitas content creator dalam proses produksi content di media sosial Instagram dan Tiktok @widyamandalahall
Content creator merupakan seseorang yang menyiptakan suatu ide yang kreatif dan juga menarik untuk ditampilkan di suatu sosial media ataupun platform lainnya. Widya Mandala Hall merupakan sebuah gedung baru yang berada di bawah naungan Yayasan Widya Mandala Surabaya yang yang berbentuk seperti “diamond” dan terletak di daerah Surabaya Timur. Dalam melakukan promosi, salah satu cara yang digunakan Widya Mandala Hall yaitu promosi di sosial media. Sosial media yang digunakan yaitu Instagram dan Tiktok. Sosial media merupakan suatu bentuk media yang berbentuk foto, video, teks yang dapat digunakan untuk membagikan informasi secara online kepada Masyarakat. Terkait proses produksi promosi di kedua platform tersebut, terdapat tiga tahap yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca produksi
Analisis Jalur: Gangguan Fungsi Nefron Tikus (Rattus Norvegicus) Akibat Mengkonsumsi Partikel Mikroplastik Polietilena
Laporan praktik kerja profesi apoteker di Klinik Pratama Gotong Royong I Jalan Manyar Kartika IV/2-6 Surabaya 02 Mei 2023 – 03 Juni 2023
Laporan Praktek Kerja Profesi Apoteker di PT. Otto Pharmaceutical Industries Jl. Dr. Setiabudi KM 12.1, Gudangkahuripan, Kab. Bandung Barat, Jawa Barat 04 September – 27 Oktober 2023
Pengaruh omnichannel interaction terhadap omnichannel usage intention melalui cognitive experience dan affective experience pada bisnis kosmetik avasence
Omnichannel atau pemasaran terintegrasi adalah sistem yang
muncul pada era digital. Omnichannel merupakan evolusi dari sistem
sebelumnya yaitu multi channel strategy, multi channel strategy adalah
strategi channel distribusi dan pemasaran dengan menggunakan lebih
dari satu channel. Setelah memasuki era digital dimana teknologi digital
semakin berkembang munculah Omnichannel strategy sebagai evolusi dari
multichannel strategy. Omnichannel sama seperti multichannel styrategy hanya
saja setiap channel pada sistem omnichannel terintegrasi dengan tujuan
meningkatkan pengalamaman pelanggan agar lebih baik. Banyak brand
besar yang sudah menerapkan strategi ini semenjak masa pandemi
karena strategi ini sangat cocok untuk digunakan di era digital ini. Bisnis
baru atau UMKM banyak yang sudah mulai menggunakan stategi ini
sehingga peniliti ingin meneliti seberapa besar minat pelanggan dalam
menggunakan pemasaran terintegrasi atau omnichannel
Penelitian ini ditujukan kepada Avasence. Avasence adalah
bisnis kosmetik baru yang sudah menerapkan Omnichannel sehingga
peneliti ingin meneliti seberapa besar minat pelanggan dan calon
pelanggan Avasence dalam menggunakan sistem Omnichannel yang telah
dibuat oleh Avasence. Pada penelitian ini peneliti akan meneliti
seberapa besar minat pelanggan dalam menggunakan strategi
Omnichannel dengan menggunakan empat variabel, 15 indikator dan 168
sampel yang digunakan dalam penelitian. Keempat variabel tersebut
adalah Omnichannel Interaction, Cognitive Experience, Affective Experience dan
Omnichannel Usage Intention. Penelitian ini menemukan hasil bahwa
Omnichannel Interaction tidak berpengaruh signifikan terhadap
Omnichannel Usage Intention namun Omnichannel Interaction berpengaruh
positif terhadap Omnichannel Usage Intention melalui Cognitive Experience
dan Affective Experience
Leader’s paradox mindset, organisational change capability, and performance: a multi-level analysis
Purpose – This study aims to propose a multi-level (bottom-up) analysis to build an organizational change capability (OCC) development model by integrating paradox and social cognitive theories. Using these theories, OCC (Level 2) is influenced by the leader’s paradox mindset (Level 1) and collective PsyCap (Level 2). The study also examined the moderating effect of magnitude to change on the effect of leader’s paradox mindset onOCC.
Design/methodology/approach – The proposed hypotheses were tested empirically using data from 327 respondents and 48 work teams from 21 leading private higher education institutions in Indonesia. To analyze the data, a multi-level analysis was conducted with Mplus software. Findings – The results showed that, in a cross-level relationship, leader’s paradox mindset had a
positive effect on OCC, whereas OCC mediated the effect of leader’s paradox mindset on organizational change performance. On an organizational level, collective PsyCap affected OCC, and
OCC significantly mediated the relationship between collective PsyCap and organizational change performance. Moreover, the authors found a moderating effect of magnitude on change of leader’s paradoxmindset to OCC. Originality/value – This study used a multi-level analysis to evaluate the mechanisms of influence of leader’s paradox mindset (bottom-up) on OCC and the moderation effect of magnitude to change in an
Indonesian context
Financial Technology in Recovery: Behavioral Usage of Payment Systems by Indonesian MSMEs in the Post-Pandemic Era
The COVID-19 pandemic’s outbreak hastened the digital transformation within Indonesian MSMEs. The crisis necessitated
an immediate transition to online platforms to sustain business activities, driving many MSMEs to surmount previous reluctance and embrace digital technologies. This research focused on the determinant of intention and use behaviour of fintech payment system among Indonesia MSME’s. This study highlights the importance and urgency of understanding the evolving dynamics of digital adoption among Indonesian MSMEs in the post-COVID era, using the UTAUT to shed light on these specific factors. The approach used in this research is quantitative. The sampling technique used was purposive sampling which has selection criteria MSMEs that have engaged with fintech payment systems for at least one year. The sample size calculation utilized the Slovin formula, incorporating a margin
of error of 5% got 399 respondents of MSMEs from Surabaya, Indonesia. Data analysis techniques used are the SEM-PLS using
SmartPLS-4. The result finding indicate that Performance Expectancy, Effort Expectancy, and Social Influences significantly influence Behavioural Intention. However, Facilitating Conditions do not have a notable impact on either Behavioural Intention or. In addition,
Behavioral Intention significantly influence Use Behaviour of fintech payment system in MSMEs. This research enhances theoretical understanding by utilizing the UTAUT model in a novel context, this study not only extends the model’s relevance but also definitively ascertains the influence of factors such as performance expectancy, effort expectancy, social influence, and facilitating conditions on the acceptance of FinTech payment solutions. Practically, this study offers government to make MSMEs valuable guidance on formulating digital strategies and surmounting obstacles in FinTech integration. Further exploration into these facets is required in future studies and that policy formulation should better align with the unique necessities of MSMEs during their digital transformation processes