Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
    20869 research outputs found

    Newletter Totus Tuus

    Get PDF

    The correlation between grammar mastery and writing ability of the eleventh graders

    Get PDF
    In the English language, one of the productive skills to deliver ideas is writing. Writing is a common way in daily life to deliver information or ideas to the readers. In order to compose good writing, several components are required to build whole meanings, one of them is grammar. Grammar is a structure of words in sentences which produce whole meanings as a byproduct. Not having the correct grammar in sentences can lead to confusion and misunderstanding. Therefore, the researcher assumed that there is correlation between grammar mastery and writing ability. To find out if there is a positive correlation between students’ grammar mastery and writing ability, the researcher conducted correlational research with the population of the eleventh graders. The instruments used are grammar test and writing test. First, the researcher used Analysis of Variance (ANOVA) to select the sample. Then, the researcher conducted a tryout test to see the validity, reliability and item analysis of the instrument. After that, the researcher administered the grammar test and writing test to the chosen sample of eleventh graders and analyzed the score using Pearson Product Moment formula. According to the analysis, the correlation coefficient score is 0.72, which is considered to be a high or strong correlation. This means that Ho is rejected and Hi is accepted. Therefore, it can be concluded that there is a positive and strong correlation between grammar mastery and writing ability. Also, having good grammar mastery will help learners to be able to compose good writing

    Prarencana pabrik pembuatan 1,2-propanediol dari bahan baku gliserol dengan metode dehidrasi-hidrogenolisis dengan kapasitas 102.407 ton/tahun

    Get PDF
    Pada industri kosmetik, farmasi, cat, makanan dan minuman, diperlukan agen pelarut, pengental, pelembap serta agen pengemulsi yang dimana senyawa organik 1,2-propanediol (propilen glikol) dapat mendukung kebutuhan yang diperlukan oleh industri. Saat ini belum ditemukan pabrik propilen glikol di Indonesia sehingga memungkinkan untuk didirikan untuk mengurangi aktivitas impor untuk memenuhi kebutuhan industri yang ada di Indonesia, maka dari itu direncanakan untuk mendirikan pabrik propilen glikol dengan jumlah kekosongan pasar produk propilen glikol sebesar 102.407 ton pada tahun 2028. Bahan baku yang digunakan dalam proses yaitu dengan menggunakan gliserol murni yang diambil dari produk samping proses biodiesel yang semakin meningkat saat ini di Indonesia. Strategi pemasaran yang akan dilakukan pada produk propilen glikol yaitu dengan menggunakan beberapa strategi diantaranya adalah business to business (B2B), direct selling. Pabrik propilen glikol berdiri dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan nama perusahaan PT. Proglin Indonesia. Kapasitas produksi pabrik yaitu sebesar 102.407 ton per tahun dan mulai beroperasi pada tahun 2028 dengan masa konstruksi selama 2 tahun. Setiap tahun pabrik ini akan beroperasi selama 330 hari dengan waktu proses produksi selama 24 jam setiap harinya. untuk mencapai kapasitas produksi tersebut dibutuhkan kapasitas bahan baku gliserol murni sebesar 16.473,64 kg/jam. Pabrik propilen glikol ini akan berlokasi di Gresik, Jawa Timur yang memiliki luas area sebesar 326.176,12 m2 dan jumlah tenaga kerja sebanyak 1.885 orang. Proses produksi dimulai dengan proses dehidrasi-hidrogenasi pada gliserol untuk membentuk membentuk 1,2-Propanediol (Propilen glikol). Proses dipilih dengan metode one pot reaction pada bahan baku gliserol dikarenakan proses ini lebih efisien dikarenakan menggunakan 1 jenis reaktor dan penggunaan gliserol sebagai bahan baku memiliki potensi besar untuk menjadi bahan baku alternatif terbarukan. Proses ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi ekonomi dan lingkungan. Dibandingkan dengan proses secara konvensional yaitu menggunakan bahan baku propilen oksida yang dimana senyawa ini cenderung mahal dan sulit untuk ditemukan. Utilitas yang digunakan dalam tercapainya proses produksi meliputi air yang diambil dari sungai Bengawan Solo dengan kebutuhan air sebesar 3.853,93 m3/hari, saturated steam dengan kebutuhan 565.206,84 kg/hari, IDO sebesar 26.143,97 m3/tahun, solar 46,88 m3/tahun, batu bara sebesar 18.942,09 ton/tahun dan listrik dengan kebutuhan power sebesar 2.029,82 kW. Sedangkan untuk pengolahan limbah, dihasilkan campuran limbah cair dan gas akan dibuang ke lingkungan oleh karena tidak melebihi batas ambang adapun untuk limbah padatan akan dijual untuk menambah pendapatan Berdasarkan perhitungan analisa ekonomi, didapatkan bahwa pabrik 1,2-Propanediol ini layak untuk dibangun. Mengacu pada data cashflow yang bernilai positif, perusahaan memiliki pengeluaran yang lebih kecil dibanding penghasilan yang menyebabkan perusahaan ini akan mendapatkan keuntungan yang semakin besar setiap tahunnya. Prarencana pabrik 1,2-propanediol dari bahan baku gliserol murni sebagai berikut: Nama perusahaan : PT. Proglin Indonesia Bentuk perusahaan : Perseoran Terbatas (PT) Produk utama : 1,2-PDO atau propilen glikol (98,5%) Kapasitas produksi : 102.407 ton/tahun Bahan baku utama : Gliserol murni Tipe operasi : Kontinu Utilitas : Air : 3.853,93 m3/hari Listrik : 2.029,82 kW Bahan bakar Batu bara : 18.942,09 ton/tahun Solar : 46,88 m3/tahun IDO : 26.755,53 m3/tahun Jumlah tenaga kerja : 1.885 orang Lokasi pabrik : Kawasan Industri Gresik (Jalan Beta Maspion) Luas pabrik :326.176,12 m2 Hasil ekonomi 1. Fixed Capital Investment (FCI) = Rp6.596.343.945.819 2. Working Capitasl Investment (WCI) = Rp3.240.860.026.918 3. Total Production Cost (TPC) = Rp4.250.601.020.150 4. Penjualan per tahun = Rp6.657.633.804.556 Analisa ekonomi dengan metode discounted cash flow 1. Rate of Return Investment (ROI) sebelum pajak = 13,27% 2. Rate of Return Investment (ROI) setelah pajak = 7,77% 3. Rate of Equity Investment (ROE) sebelum pajak = 27,16% 4. Rate of Equity Investment (ROE) setelah pajak= 16,18% 5. Pay Out Time (POT) sebelum pajak = 5 Tahun 6 Bulan 6. Pay Out Time (POT) setelah pajak = 7 Tahun 1 Bulan 7. Break Even Point (BEP)= 50,99

    Representasi black superhero dalam film Marvel Studio Black Panther (2018 & 2022) dan Avengers: Infinity War (2018)

    Get PDF
    Marvel Studio sebagai industri film superhero Hollywood seringkali menampilkan orang kulit putih sebagai karakter utama. Meskipun demikian mulai memunculkan superhero kulit hitam yang masih dianggap tidak biasa karena konstruksi sosial yang terbentuk di Amerika Serikat bahwa kulit hitam masih dianggap sebagai kaum inferior. Tujuan dari penelitian tersebut untuk mengetahui bagaimana representasi black superhero pada film Black Panther (2018), Black Panther: Wakanda Forever (2022), dan Avengers: Infinity War (2018). Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotik Roland Barthes untuk mencari makna denotatif, konotatif, dan mitos. Peneliti menganalisis bahwa penggambaran kulit hitam melalui tiga segi menurut Guerrero yang mencakup kecerdasan, kepribadian, dan emosional. Penggambaran superhero kulit hitam dalam film digambarkan dekat dengan teknologi futuristik yang menunjukkan keunggulan kecerdasan sains dari orang kulit hitam. Ironisnya orang kulit hitam secara stereotip terdiskriminasi dengan gambaran perilaku primitif ditandai dengan adegan yang menampilkan budaya, tradisi, kepercayaan animisme dan dinamisme yang menentang prinsip modernisme dan sains serta emosi yang tidak stabil dan kasar yang secara tidak langsung melekat pada indentitas dari orang kulit hitam

    Studi fenomenologi: persepsi anonimitas pemain dalam penggambaran gender karakter Dungeons & Dragons #Shattermoon Tales di Discord

    Get PDF
    Komunitas #Shattermoon Tales adalah sebuah perkumpulan pengguna Discord yang memainkan sebuah permainan roleplay bernama Dungeons & Dragons. Permainan ini serta media Discord mendorong pemain untuk membentuk dan memerankan karakter sebagai identitas virtual mereka. Beberapa pemain memilih untuk melakukan gender swapping yaitu membentuk karakter dengan gender yang berbeda dari gender mereka di dunia nyata. Penelitian ini menggunakan teori computer-mediated communication (CMC), persepsi anonimitas, identitas gender, gender swapping, dan gender fluidity. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi dengan teknik pengumpulan data in-depth interview dan observasi untuk menarik pemaknaan dari fenomena yang dibahas. Peneliti menemukan bahwa para pemain memiliki pemaknaan berbeda akan pengalaman gender swapping dan penggambaran gender mereka. Aksi ini dilihat sebagai bentuk ekspresi gender diri sebenarnya, tantangan untuk menggambarkan gender yang akurat, serta sebagai bentuk pengembangan kemampuan menulis dalam roleplay. Hasil dari aksi ini memperkenalkan berbagai bentuk gender fluidity yang dialami oleh para pemain melalui karakter mereka. Anonimitas yang disediakan media sosial menjadi pendorong utama bagi para subjek untuk melakukan gender swapping. Persepsi anonimitas pemain menentukan seberapa besar pemisahan ekspresi gender pemain antara dunia virtual dengan dunia nyata. Peneliti menyimpulkan bahwa persepsi pemain atas anonimitas dunia virtual memberi mereka kebebasan untuk menggambarkan gender dalam permainan roleplay D&D sesuai pemahaman dan idealisme mereka

    Gambaran subjective well-being purnawirawan TNI Angkatan Laut

    Get PDF
    Pensiun merupakan program yang menjanjikan pembayaran berupa uang dengan berkala setelah individu berhenti dalam bekerja akibat batas maksimum usia yang telah ditentukan. pensiun memilik tahapan antara lain tahap pra-pensiun, states honeymoon, states disengagement, states re-orientation, states stabilitas, dan states terminasi. Dalam TNI Angkatan Laut, pensiun telah diatur oleh peraturan Kasal Nomor Perkasal /33/IV/2010 tentang administrasi pemisahan prajurit yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan organisasi sehingga perlu untuk diganti. Subjective well-being merupakan konsep luas mencakup kesenangan, suasana hati yang negatif rendah, dan adanya kepuasaan hidup yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran subjective well-being pada purnawirawan TNI Angkatan Laut yang ditinjau dari pangkat perwira menengah (PAMEN). Pendekatan yang digunakan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu in depth interview dan teknis analisis data deductive thematic analysis. Informan penelitian ini adalah seorang purnawirawan TNI Angkatan laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang purnawirawan khususnya pada pangkat perwira menengah memiliki subjective well-being di masa pensiunnya, namun terdapat beberapa hambatan yang terjadi. Namun, hambatan yang terjadi pada setiap individu berbeda-beda

    K-Pop: Well-being Booster bagi Remaja

    Get PDF

    Comparative analysis of in-situ and ex-situ synthesis of coconut husk cellulose nanofiber/copper-based metal-organic frameworks for curcumin uptake and release

    Get PDF
    As a prominent global producer of coconut (Cocos nucifera L.), Indonesia yields an annual output above 6 million tons of coconut husk waste (CHW). This research uses CHW to fabricate the cellulose nanofibers (CNF) / copper- 1,3,5-benzene tricarboxylate (Cu-BTC) composite to address the generated environmental issue using in-situ and ex-situ synthesis. The impact of different synthesis methods on composite properties and curcumin uptake/ release performance is examined. The isolated CNF exhibits a fibrous morphology with a ca. 10 – 100 nm diameter, while the Cu-BTC particles are cubical with a side length of 4.1 µm. All CNF/Cu-BTC composites, resulting from the in-situ synthesis (C1) and ex-situ synthesis (with the crosslinkers of (1) triethylamine (C2); (2) citric acid (C3); (3) glutaraldehyde (C4)), display a flower branch-like topography, with Cu-BTC surrounding the CNF matrix. The C1 shows better dispersity of Cu-BTC on the CNF surface, while the two seem to aggregate in C2, C3 and C4. The curcumin uptakes of CNF, Cu-BTC, C1, C2, C3, and C4 are observed at 40.77 mg/g, 150.67 mg/g, 386.03 mg/g, 688.71 mg/g, 347.35 mg/g, and 294.84 mg/g, respectively. Among the composites, C2 exhibits higher uptake capabilities. This is due to the presence of triethylamine as an organic linker in C2, which provides more binding sites. Compared with the single component (CNF and Cu-BTC), the enhanced curcumin uptake of composites is credited to their three-dimensional interior structure, which increases the number of binding sites. The uptake performance of all composites follows a modified pseudo-first-order law and multilayer mechanism. The curcumin and composite interactions are driven by Van Der Waals interaction, hydrogen bonding for the first layer, and ion exchange for the upper layers. The release study of curcumin from composites shows slow release, and C2 has the highest release, with 36.7 % at pH 7.4 and 39.1 % at pH 5.

    An analysis of the active learning approach in "totto-chan: the little girl at the window" novel

    Get PDF
    Active learning is an educational approach where learners are participating actively in the learning process. This learning approach is also reflected in a novel entitled “Totto-chan: The Little Girl at the Window” by Tetsuko Kuroyanagi. Kuyoyanagi wrote the novel based on her real childhood experience of going to a school that implemented an unusual educational system, where the extraordinary founder and principal believed that a teacher's primary role is to encourage students in constructing their own knowledge based on their unique individual experiences. The objective of this research was to identify the depiction of the active learning approach implemented by Mr. Kobayashi in the novel. The main theory used in exploring the events in this novel was the active learning approach which is derived from constructivism. The writer used a qualitative research design by employing literary analysis to achieve the objective. The data contained important fragments of the story which show the form of active learning approach used in the novel. The result of this study found that the learning approach applied by Mr. Kobayashi in the novel contained seven principles of active learning according to Barnes (1989): (1) Purposive, (2) Reflective, (3) Negotiated, (4) Critical, (5) Complex, (6) Situation-driven, (7) Engaged. In other words, Mr. Kobayashi succeeded in implementing the active learning approach in Tomoe Gakuen as Totto-chan and the other students enjoyed studying there

    20,784

    full texts

    20,869

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇