Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Pengaruh berbagi pengetahuan terhadap kinerja guru SMAN 6 Kota Madiun
Berbagi pengetahuan adalah proses sistematis transmisi pengetahuan dan konteks multidimensi dari seseorang atau organisasi ke individu atau organisasi lain yang membutuhkannya dengan menggunakan berbagai teknik dan media. Berbagi pen- getahuan merupakan salah satu cara yang dilakukan guru dalam meningkatkan ki- nerja guru. Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh positif ber- bagi pengetahuan terhadap kinerja guru SMAN 6 Kota Madiun. Penelitian ini me- rupakan penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru-guru di SMAN 6 Kota Madiun berjumlah 35 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dengan skala Likert dan kuesioner penelitian ini terbukti valid dan relia- bel. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier seder- hana dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa berbagi pengetahuan berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja guru SMAN 6 Kota Madiun yang dibuktikan dari nilai thitung sebesar 5,553 > ttabel 1,69092
Studi kuantitatif deksriptif keterlibatan pemilih pemula dalam pemilihan umum 2024 di kota Surabaya
Keterlibatan pemilih pemula dalam pemilihan umum merupakan suatu hal yang penting, keterlibatan memberikan dampak yang baik bagi masa depan suatu bangsa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran keterlibatan pemilih pemula dalam Pemilihan Umum 2024 di Kota Surabaya. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif. Subjek penelitian (N=138) adalah pemilih pemula yang berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dengan menggunakan skala likert yang dibuat sendiri oleh peneliti. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah sebanyak 45,7% pemilih pemula terlibat aktif dalam Pemilihan Umum yang berada di kategori tinggi dan 38,4% pemilih pemula berada di kategori sangat tinggi. Terdapat 5,8% pemilih pemula yang berada di kategori sedang dan sangat rendah. Sisanya sekitar 4,3% pemilih pemula berada di kategori rendah
Pengaruh social media marketing dan brand image terhadap minat beli sepeda listrik Uwinfly di Ngawi
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh social media marketing dan brand image terhadap minat beli sepeda listrik Uwinfly pada masyarakat Kabupaten Ngawi. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 masyarakat Kabupaten Ngawi yang berminat membeli produk sepeda Listrik Uwinfly dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui Google Form kepada masyarakat Kabupaten Ngawi yang berminat membeli produk sepeda Listrik Uwinfly. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan program software SPSS versi 25. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel social media marketing dan brand image berpengaruh signifikan positif terhadap minat beli konsumen sepeda listrik Uwinfly. Nilai koefisien determinasi sebesar 62,7% artinya variabel independen social media marketing dan brand image berpengaruh terhadap variabel dependen minat beli sebesar 62,7% sedangkan sisanya 37,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini
Hubungan kualitas pelayanan program tuberkulosis paru dengan tingkat kepuasan dan kualitas hidup pasien tuberkulosis paru
Hambatan program TB Paru meliputi peningkatan kasus baru, rendahnya keberhasilan pengobatan, kualitas pelayanan kurang optimal, dan TB sebagai penyebab utama kematian setelah setelah ISPA. Ketidakberhasilan pengobatan disebabkan perilaku buruk petugas, jarak yang jauh, rendahnya dukungan dan ketidakpatuhan pengobatan. Masalah kepuasan pasien mencakup informasi tidak jelas, jadwal obat bentrok dengan jam kerja, waktu tunggu >30 menit. Masalah kualitas hidup yaitu efek samping obat, rendahnya motivasi berobat, pekerjaan, usia dan komordibitas. Rendahnya kualitas pelayanan berdampak pada kepuasan dan kualitas hidup pasien TB. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan kualitas pelayanan program TB Paru dengan tingkat kepuasan dan kualitas hidup pasien TB Paru. Rancangan penelitian ini kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Variabel independen kualitas pelayanan, dependen kepuasan pasien dan kualitas hidup. Populasi penelitian sebesar 100 pasien TB Paru diPuskesmas Kota Surabaya. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 52 responden. Instrumen di penelitian yaitu SERVQUAL, PSQ-18, dan WHOQOL-BREF yang sudah uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan TB Paru mayoritas kualitas pelayanan baik 34 orang 65%, kepuasan sebanyak 49 responden 94% merasa puas, kualitas hidup sedang 28 repsonden 54%. Hasil uji rank spearman, p value = 0,000 α (α = 0,05) tidak ada hubungan kualitas pelayanan terhadap kualitas hidup. Didapatkan hasil adanya hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan pasien pada aspek (Reliability) dan (empathy). Pelayanan baik yang memenuhi 5 dimensi pelayanan dapat menyebabkan peningkatan kepuasan pasien, sedangkan kualitas hidup pasien tetap rendah karena faktor eksternal dan ekonomi meski pelayanan sudah baik
Perancangan usulan tata letak gudang stok dan sistem pengelolaan stok dengan metode class based storage
Grand Keisha Hotel merupakan hotel bintang empat yang berada di Yogyakarta. Salah satu permasalahan yang ada dalam hotel adalah penyimpanan dan penataan barang pada gudang belum teratur, pemisahan pada produk food dan non food akan memiliki dampak baik dalam menjaga kualitas barang, meminimalkan kerusakan dan memudahkan saat pencarian barang di dalam gudang. Maka dari itu diadakan usulan perbaikan perancangan tata letak gudang penyimpanan dengan memisahkan produk food dan non food serta sistem pengelolaan barang dengan metode Class Based Storage. Hasil dari penelitian ini adalah pemanfaatan pada ruangan menjadi optimal, karena rak terisi dengan maksimal dan penataan produk pada rak menjadi teratur. Dengan adanya rak dan pallet jalur lintasan menjadi lebih luas, menjadikan aktivitas di dalam gudang lebih leluasa dan tidak ada gangguan
Developing higher-order thinking skills (HOTS) reading comprehension questions for E phase of merdeka curriculum
This study utilized a developmental study that aims to produce a product that can be used effectively for school purposes. In this case, this study was made to aim as a contribution in improving HOTS reading comprehension questions for a specific book, "Work in Progress".
The "Modul Pengembangan Soal Keterampilan Berfikir Tingkat Tinggi" published by the Ditjen Dikdasmen was used as a guideline in developing the questions. The questions were focused on the book "Work in Progress" which is a book for grade X published by the Kemdikbudristek which is limited to only 4 chapters in the first semester. The questions developed for each chapter are three questions that represent three HOTS levels from Bloom's Taxonomy.
In the process of developing the questions, the answer model and scoring rubric are needed to help assess whether the questions are in accordance with the specified levels. Validation by expert was also conducted to determine whether the questions made were appropriate or not. There are several revisions needed so that finally the questions made can be better and in accordance with the provisions
Pengaruh acupressure shenmen (HT7) dan aromaterapi jasmine terhadap insomnia pada pasien kanker
Insomnia adalah keluhan umum dikalangan pasien kanker akibat efek samping dari pengobatan, respon awal terdiagnosis, serta faktor pemicu seperti sesak napas, cemas, nyeri, dan kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh acupressure shenmen (HT7) dan aromaterapi jasmine terhadap insomnia pada pasien kanker. Penelitian ini menggunakan rancangan Pre-Eksperimental dengan One Group Pre Test-Post Test Design. Populasi penelitian ini sebanyak 153 responden di Puskesmas Kedungdoro, Puskesmas Kalijudan, Puskesmas Mulyorejo, dan Puskesmas Rangkah Surabaya. Sampel yang digunakan penelitian ini sebanyak 21 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan yaitu acupressure shenmen (HT7) dan aromaterapi jasmine. Kedua terapi ini diberikan 2 kali dalam seminggu selama 2 minggu. Instrumen yang digunakan yaitu Insomnia severity index (ISI). Hasil penelitian menunjukan nilai pre-test yaitu 14,76 ± 3,097, nilai post-test yaitu 7,57 ± 2,580 dan nilai selisih adalah -7,19 ± 2,040. Sebelumnya dilakukan uji normalitas p-value >0,05 dan dilanjutkan uji hipotesis menggunakan paired sample t-test diperoleh nilai sig (2-tailed) p-value=0,000 (<0,05) artinya ada pengaruh yang signifikan pemberian acupressure shenmen (HT7) dan aromaterapi jasmine terhadap insomnia pada pasien kanker. Acupressure shenmen (HT7) merangsang hipotalamus melepaskan hormon dan mengaktifkan kelenjar pineal untuk mengeluarkan hormon melatonin dan endorfin sehingga dapat membantu meningkatkat kualitas tidur dan dapat mengatasi insomnia sedangkan aromaterapi jasmine mengandung senyawa linalool sehingga dapat merangsang hipotalamus untuk melepaskan hormon serotonin enkefalin, dan endorfin yang dapat membantu menurunkan insomnia
Penerapan strategi pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3 - 4 tahun di TKK Taman Rini Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia 3-4 tahun di TKK Taman Rini Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data observasi yang dilakukan merupakan observasi langsung dengan cara mengobservasi secara langsung di TKK Taman Rini Surabaya pada kelas 3-4 tahun dengan pedoman observasi yang telah disesuaikan dengan strategi pembelajaran. Teknik Wawancara dilakukan dengan wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara, wawancara yang dilakukan dibedakan menjadi dua yaitu wawancara strategi pembelajaran dan wawancara kemampuan bahasa anak. Teknik dokumentasi diperoleh dari foto pembelajaran yang diambil pada saat observasi dan pada saat wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah menerapkan berbagai macam strategi pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak diantaranya kemampuan bahasa anak diketahui bahwa masih terdapat anak yang kemampuan bahasanya belum berkembang dengan baik
Pengolahan tepung premiks Blend'O vanila PT Selaras Husada Sidoarjo
PT. Selaras Husada Sidoarjo adalah perusahaan yang membuat berbagai jenis tepung premiks. Struktur dari organisasi PT. Selaras Husada termaksud struktur organisasi lini yang dipimpin oleh Direktur. Pegawai yang bejerja terbagi menjadi pegawai tetap, pegawai tidak tetap, dan karyawan kontrak. Tepung premiks merupakan campuran tepung siap pakai yang terbuat dari beberapa bahan dalam bentuk bubuk. Bahan baku tepung premiks vanila Blend’O terdiri dari tepung terigu, gula, susu bubuk, pengemulsi lesitin kedelai, dan pensabil gum xanthan. Bahan tambahan yang digunakan terdiri dari perisa sintetik, pewarna sintetik tartrazine Cl. 19140, dan kuning FCF Cl. 19585. Proses pengolahan premiks Blend’O terdiri dari penimbangan bahan baku dan bahan tambahan, peletakan dalam karung, pencampuran dalam mixer, dan pengisian dalam kemasan standing pouch. Kemasan tepung premiks vanila Blend’O memiliki ukuran 15 x 45 cm dengan tebal 0,1 mm dan memuat keterangan-keterangan produk. Mesin dan peralatana utama untuk proses produksi meliputi timbangan, mixer, dan mesin pengemas. PT. Selaras Husada memanfaatkan daya listrik sebesar 23.000 W sebagai kapasitas terpasangnya. PT. Selaras Husada menerapkan Good Manufacturing Practices (GMP) dan sanitasi pangan sesuai dengan standar HACCP codex CXC-1-1969. PT. Selaras Husada melaksanakan sanitasi berupa sanitasi ruang, sanitasi pekerja, dan sanitasi alat. Tindakan pengendalian mutu dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pengendalian mutu bahan baku, pengendalian mutu selama proses produksi, dan pengendalian mutu produk jadi