Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
    20869 research outputs found

    Pengembangan mesin pengayak bahan pupuk tablet dengan dimmer

    Get PDF
    Teknologi memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan kualitas produksi dalam pertanian, membutuhkan pengembangan yang sesuai agar efisiensi kerja dan hasil produksi dapat optimal. Namun, seringkali, teknologi yang telah diciptakan belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pekerja di lapangan, sehingga dapat menghambat proses produksi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan dan penyesuaian mesin pengayak bahan pupuk tablet, sebuah perangkat vital dalam industri pupuk tablet, yang digunakan oleh salah satu perusahaan pertanian di Bogor yaitu PT. Agro Indah Permata 21. Mesin pengayak bahan pupuk tablet saat ini menghadapi kendala utama, yaitu ketidakmampuan untuk mengontrol kecepatan putaran motor AC saat dihidupkan. Keadaan ini menyebabkan mesin beroperasi pada kecepatan maksimal secara langsung, memberikan dampak negatif terhadap kinerja operasional dan keamanan mesin. Dalam rangka mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem kontrol kecepatan pada motor AC mesin pengayak bahan pupuk tablet dengan menerapkan dimmer Watt. Metode penelitian melibatkan perancangan dan implementasi sistem kontrol menggunakan dimmer pada motor AC, disertai dengan analisis dampaknya terhadap kinerja mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dimmer memberikan kontrol yang efektif terhadap kecepatan putaran motor AC, memungkinkan operator untuk mengatur kecepatan secara selektif sesuai dengan kebutuhan operasional. Implementasi dimmer juga membawa dampak positif terhadap peningkatan keselamatan operasional dan umur mesin. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efisiensi operasional mesin pengayak bahan pupuk tablet di industri pupuk tablet. Implikasi praktis dari pengembangan sistem kontrol kecepatan ini meliputi peningkatan stabilitas operasional, pengurangan tekanan pada struktur mesin, dan peningkatan keamanan kerja bagi operator. Dengan demikian, penelitian ini menjadi langkah penting dalam mengoptimalkan peran teknologi dalam mendukung pertanian modern

    Pengembangan teknologi pengisian pupuk cair hayati kemasan botol 1 liter semi otomatis berbasis timer fotek TM50-4D

    Get PDF
    PT AIP21 adalah perusahaan yang memproduksi pupuk hayati cair. Proses pengemasan pupuk cair hayati ke dalam botol masih secara manual sehingga proses produksi berjalan lama dan banyak membutuhkan tenaga kerja. untuk mengatasi kendala diatas maka dibuatkan teknologi berupa alat pengisian pupuk cair kedalam botol semi otomatis berbasis timer Fotek TM50-4D. hardware utama yang digunakan pada alat ini terdiri dari timer, relay, pompa air, dan solenoid valve. Cara kerja dari alat diawali dari setting waktu timer yang sesuai dengan takaran 1 liter yaitu selama 13,7 detik kemudian menekan tombol reset untuk memulai pengisian. Saat telah mencapai setting time maka timer akan berhenti dan proses pengisian selesai. pembuatan alat ini mempercepat pekerjaan pengisian pupuk cair kedalam botol yang sebelumnya dilakukan secara manual dengan membutuhkan waktu pengemasan pupuk cair selama 1 menit perbotol menjadi 12 botol dalam 4 menit. Sehingga dalam sehari alat ini dapat mengemas sebanyak 2880 liter dan dapat memenuhi target harian sebesar 2400 liter perhar

    Proses pengolahan permen keras BR di PT. X Panjang Jiwo Surabaya

    Get PDF
    Permen merupakan salah satu produk olahan gula yang banyak digemari masyarakat. PT X Panjang Jiwo merupakan salah satu perusahaan di bawah naungan Y Group yang berdiri sejak tahun 1976. PT X Panjang Jiwo tersebar di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Kota Surabaya. PT X Panjang Jiwo yang terletak di Surabaya memproduksi produk olahan gula seperti permen keras. Bahan baku utama yang digunakan untuk pembuatan permen keras adalah gula, sirup glukosa, dan air dengan tahap pengolahan meliputi penimbangan, pencampuran, pelarutan, evaporasi, aerasi, rooping, pencetakan, dan pengemasan. Kemasan yang digunakan berupa kemasan primer, sekunder, dan tersier. Baik bahan baku, bahan kemas, maupun produk jadi disimpan di gudang dengan sistem penyimpanan FIFO (First In First Out). PT X Panjang Jiwo menggunakan sumber energi berupa listrik, air, gas, dan sumber daya manusia untuk menunjang proses produksi. Sanitasi diterapkan mulai dari sanitasi pekerja, gudang, pabrik, hingga lingkungan. Pengendalian mutu dilakukan mulai dari bahan datang, diolah, hingga menjadi produk jadi. Limbah yang dihasilkan PT X Panjang Jiwo berupa limbah cair, padat, dan limbah B3. PT X Panjang Jiwo bekerja sama dengan vendor untuk mengolah limbah B3

    Level of thinking skills used on the task and exercises in the reading section in english textbooks “English for Nusantara: Grade 7” in Kurikulum Merdeka

    Get PDF
    Student understanding to the materials being taught are crucial. The quality of the resources used in teaching-learning activities become one important point to have. Good exercises and activities would be a good help to ensure the student understanding of the materials, it helps the students practice their skills and understand the materials they learned. Because of the importance of having good exercise questions, the textbooks published by the government have been analyzed to determine whether the exercise questions utilize Low Order Thinking Skills (LOTS) or High Order Thinking Skills (HOTS). This research aims to find out the level of thinking used in reading sections tasks and exercises in the book “English for Nusantara: Grade 7”. The study used qualitative descriptive approach. The finding revealed that the reading sections in the textbook, predominantly focused on Lower-Order Thinking Skills, with a significant majority of questions categorized under the C1 (Remember) and C2 (Understand) levels of the revised Bloom’s Taxonomy. Out of 121 items 69 items fall under the C1 (Remember) level, followed by the C2 (Understand) level with 37 items This pattern aligns with previous studies that got similar result. This implies that while the current curriculum effectively builds basic comprehension and recall abilities of the students by having the majority of the questions at lower-order levels of thinking skill, the usage of higher-order levels of thinking is far lower than the lower-order thinking skills

    20,784

    full texts

    20,869

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇