Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Students’ perception of teaching strategies implemented in critical reading class
The aim of this study is to find out students’ perception of teaching strategies implemented in critical reading class. This study is descriptive qualitative method. The subject of this research is English Department students’ from batch 2022. The instrument used in collecting the data is interview with the lecture and questionnaire to the students’. The result of the study is majority of the students’ had positive perception to the strategy implemented in class. However some of them disagree with the effectiveness of strategy implemented in critical reading class
Prarencana pabrik green surfaktan metil ester sulfonat dengan kapasitas produksi 50.000 ton/tahun
Bahan baku utama dalam pembuatan deterjen bubuk yaitu surfaktan, Linear Alkil Sulfonat (LAS) yang berbahan dasar minyak bumi. Surfaktan ini membuat limbah deterjen sulit di degradasi dan mencemari lingkungan serta membahayakan
makhluk hidup yang habitatnya di perarian. Untuk mengatasi hal tersebut, dibuatlah green surfaktan yang berbahan dasar minyak nabati yaitu Metil Ester Sulfonat (MES). Surfaktan ini memanfaatkan Crude Palm Oil (CPO) yang dimana Indonesia
merupakan penghasil terbesar CPO. Untuk menggantikan surfaktan LAS, kapasitas produksi MES akan mencukupi 14% total kebutuhan, yaitu 50.000 ton/tahun. Strategi pemasaran yang akan dilakukan pada produk MES yaitu dengan menggunakan beberapa strategi diantaranya adalah business to business (B2B), direct selling. Pabrik MES berdiri dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT) dengan nama perusahaan PT. Mestro Indonesia. Kapasitas produksi pabrik yaitu sebesar 50.000 ton/tahun per tahun dan mulai beroperasi pada tahun 2027 dengan masa konstruksi selama 2 tahun. Setiap tahun pabrik ini akan beroperasi selama 330 hari dengan waktu
proses produksi selama 24 jam setiap harinya. Pabrik MES ini akan berlokasi di Deli Serdang, Sumatera Utara yang memiliki luas area sebesar 50.000 m2 dan jumlah tenaga kerja sebanyak 170 orang. MES akan dibuat dengan dua bahan utama, yaitu metil ester (ME) dan sulfur trioksida (SO3). Metil ester akan dibuat dari CPO dengan proses Transesterifikasi
menggunakan katalis NaOH. Dan SO3 dibentuk melalui reaktor converter SO3. Bahan ini cenderung murah dan menghasilkan limbah yang aman ketika dibuang ke lingkungan.
Proses transesterifikasi membentuk ester dari trigliserida dalam CPO dan metanol. Metanol dicampur dengan katalis NaOH lalu ditransesterifikasi dengan CPO dan menghasilkan metil ester untuk di reaksikan dengan SO3. SO3 diperoleh melalui pembakaran sulfur dengan udara berlebih, pembakaran sulfur dilakukan dengan udara berlebih membentuk SO2, selanjutnya SO2 diubah menjadi SO3 di dalam converter. SO3 yang dihasilkan di reaksikan dengan metil ester didalam reaktor sulfonasi, sehingga membentuk metil MES. MES yang dihasilkan akan di keringkan
menggunakan spray dryer sehingga berbentuk bubuk. Proses transeterifikasi menggunakan katalis NaOH dibandingan katalis KOH karena harganya jauh lebih murah, serta proses sulfonasi menggunakan gas SO3 dibandingan oleum karena
konversi reaksi yang jauh lebih tinggi.
Kesimpulan prarencana pabrik MES adalah:
Kesimpulan prarencana pabrik MES adalah:
Nama Perusahaan
:
Bentuk
Produk
Kapasitas
Bahan baku utama
Tipe operasi
Utilitas:
• Air
:
:
:
:
:
:
PT. Mestro Indonesia
Perseroan Terbatas (PT)
Metil Ester Sulfonat
50.000 ton/tahun
CPO dan Sulfur
Kontinyu
Air sanitasi
Air proses
Air Pendingin
= 10,56 m3/hari
= 10,22 m3/hari
= 528,47 m3/hari
xiv
• Listrik
:
• Bahan bakar :
Jumlah Karyawan
:
Lokasi pabrik
:
Air umpan boiler
888,93 kW
= 190,3 m3/hari
IDO = 20,2019 m3/tahun
170 orang
Deli Serdang, Sumatera Utara
Fixed Capital Investment (FCI)
= Rp644.158.337.387,08
Working Capital Invesment (WCI)
Total Production Cost (TPC)
Penjualan per tahun
Analisa ekonomi:
= Rp602.182.293.305,12
= Rp2.435.631.974.460,74
= Rp2.840.027.481.452,60
Rate of Return Investment (ROI) sebelum pajak
Rate of Return Investment (ROI) sesudah pajak
Rate of Equity (ROE) sebelum pajak
Rate of Equity (ROE) setelah pajak
Pay Out Time (POT) sebelum pajak
Pay Out Time (POT) setelah pajak
Break Even Point (BEP)
= 38%
= 31%
= 50%
= 41%
= 3 Tahun 5 Bulan
= 3 Tahun 8 Bulan
= 46
Pengaruh managerial overconfidence, kompetisi, dan transaksi pihak berelasi terhadap manajemen laba akrual
Manajemen laba menjadi salah perilaku manajemen yang sulit untuk dideteksi saat belum terjadi, terutama manajemen laba akrual yang dimana dapat dilakukan melalui transaksi luar biasa dengan menunda ataupun mempercepat
pengakuan atas transaksi yang terjadi. Pihak pemberi kewenangan (prinsipal) dapat dipastikan menginginkan tujuan awal mula tercapai, sedangkan pihak yang diberikan wewenang atau agen terkadang tidak memikirkan hal ini dan lebih mementingkan posisi atau keuntungan untuk diri sendiri dibandingkan kepentingan pihak prinsipal. Dengan adanya konflik kepentingan yang muncul antara pihak prinsipal dan agen ini dapat menyebabkan terjadi manajemen laba akrual yang dipengaruhi oleh beberapa variabel seperti pengambilan keputusan akibat managerial overconfidence, kompetisi yang dihadapi perusahaan dengan pesaing,
dan juga transaksi dengan pihak berelasi yang ada dalam perusahaan. Penelitian ini dilakukan guna menguji beberapa faktor – faktor yang diperkirakan dapat menjadi variabel penyebab manajemen perusahaan melakukan manajemen laba akrual. Penelitian akan berfokus pada perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan laporan keuangan tahun 2020-2022. Teknik analisis data yang diterapkan pada penelitian ini adalah uji asumsi klasik, uji kelayakan model, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa managerial overconfidence, kompetisi dan transaksi pihak berelasi merupakan variabel yang tidak berpengaruh secara langsung dan bukan merupakan faktor penyebab utama terjadinya praktik manajemen laba akrual dikarenakan terdapat faktor – faktor lain yang mempengaruhi