Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
    20869 research outputs found

    Laporan Praktek Kerja Lapangan Apotek Hastuti Farma

    Get PDF

    Laporan Praktik Kerja Lapangan Apotek Kunthi 12 Magetan

    Get PDF

    Junzi sebagai model kepemimpinan berdasarkan etika keutamaan Konfusius dalam Lunyu (The Analects)

    Get PDF
    Krisis kepemimpinan yang semakin parah di Indonesia saat ini terbukti dengan adanya kasus korupsi di berbagai level lembaga pemerintahan dan penegak hukum. Berbagai macam pertanyaan akan muncul mengenai bagaimana menjadi pemimpin negara yang baik. Melihat sejarah Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta tergolong sebagai pemimpin yang baik dalam kemerdekaan Indonesia. Selain dari sejarah, adalah perlu mempelajari kepemimpinan dari ajaran klasik masyarakat Timur. Salah satunya adalah ajaran Konfusius (551-479 SM). Ajaran Konfusius berpusat pada moralitas. Di dalam Lunyu (the Analects), karya dari Konfusius, dibahas junzi atau orang yang berkeutamaan sebagai pemimpin masyarakat yang harmonis atau ideal. Bertolak dari hal-hal tersebut, penulis tertarik untuk mendalami junzi sebagai model kepemimpinan berdasarkan etika keutamaan Konfusius. Tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk menyelami junzi sebagai model kepemimpinan berdasarkan etika keutamaan Konfusius dalam Lunyu. Jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah refleksi filosofis pemikiran filsuf. Metode analisis teks adalah metode intepretasi dengan rujukan utama Understanding the Analects of Confucius (a new translation of Lunyu with annotations). Penelitian ini menggunakan metode intepretasi teks untuk memahami gagasan junzi sebagai model kepemimpinan berdasarkan etika keutamaan Konfusius dalam Lunyu (the Analects). Berdasarkan penelitian, ajaran Konfusius yang berpusat pada moralitas tergolong dalam etika keutamaan. Kemudian, di dalam ajaran Konfusius dijelaskan bahwa keharmonisan sosial di masyarakat dapat tercapai jika pemimpinnya adalah seorang junzi (orang yang berkeutamaan). Junzi bukanlah perkara mereka yang dilahirkan dari golongan aristokrat dan bangsawan, tetapi lebih mengarah pada orang yang bermoral. Dibutuhkan pembentukan diri (self-cultivation) lewat proses belajar untuk menjadi seorang junzi. Seorang junzi tidak mengerjar kekayaan dan kedudukan, tetapi bagaimana menjadi orang yang berintegritas dan keberhasilan dalam pembentukan diri. Dalam Lunyu, junzi dibandingkan dengan xiao ren atau orang rendahan secara moral. Ada beberapa prinsip dasar yang perlu dicapai oleh seorang junzi, yaitu tianming (mandat dari surga), ren (kebaikan sejati atau kemanusiaan), li (ritual), yi (keadilan atau ketepatan), dan zheng ming (pembetulan nama). Kemudian, junzi dibentuk pertama kali di dalam keluarga di mana dia belajar patuh kepada orang tua (filial piety). Keharmonisan sosial yang terwujud berkat kepemimpinan seorang junzi berasal dari kekuatan moral yang mempengaruhi orang-orang yang dipimpinnya mengarah kepada kebaikan. Seorang pemimpin yang berkeutamaan akan lebih mendahulukan kesejahteraan sosial rakyatnya. Seorang junzi akan menggunakan keutamaan li sebagai tolak ukur kebudayaan dan memimpin dengan ren. Oleh karena itu, junzi yang merupakan personifikasi inti ajaran moral Konfusius memiliki karakteristik sebagai model kepemimpinan berdasarkan etika keutamaan Konfusius. Hal ini terlihat dalam self-cultivation, keteladanan, pembudayaan li, dan penerapan yi

    Teachers’ Academic Qualifications and Their Levels of Proficiency on the Essential Teaching Skills: A Survey Study Among Teachers of Early Childhood Education Programs

    Get PDF
    This paper reports on a study which aims at describing the levels of teaching proficiency among the ECCE (Early Childhood Center Education) teachers based on their essential teaching skills in preparing lesson plans, carrying out teaching and learning activities, and assessing learning. This study involved ECCE teachers having a linear educational background (i.e., a bachelor’s degree in early childhood education) and those having a non-linear educational background (i.e., a non a bachelor’s degree in early childhood education). This study is descriptive quantitative in nature employing a survey design. There were 170 ECCE teachers in Sawahan, Nganjuk, East Java participating in this study. Of these participants, 120 had a linear educational background and 50 had a non-linear educational background. The research data were collected using a questionnaire with 30 questions. The results of the study showed that among the teachers involved in the study, 85.88% could be said to be very proficient, 2.94% could be said to be proficient, 8.82% teachers could be said to be less proficient and 2.36% of the teachers could be said to be not proficient. There is no difference in the levels of teaching proficiency between teachers who have linear and non-linear educational background because teachers who do not have linear educational background have got competency enrichment opportunities through teacher trainings, seminars, sharing knowledges with colleagues, and practices in ECCE teacher organizations

    An Analysis Of Junior High Student’s Science Process Skills After Covid-19

    Get PDF
    This research aims to analyze the science process skills (SPS) of junior high school students after 2 years of distance learning or post-COVID-19. The research method used is a descriptive quantitative method using multiple choice questions with 30 items and 4 answer options with 5 SPS indicators: operationalizing definitions, designing experiments, identifying and controlling variables, formulating hypotheses, and describing and interpreting data. The SPS instrument was given to 28 9th grade students of private junior high school in Surabaya. The results obtained were that the indicator of operationalizing definitions was 33.40% with a low category, designing experiments was 38.89% with a low category, identifying and controlling variables was 40.00% with a low category, formulating hypotheses was 33.00% with a low category, and describing and interpreting data was 44.00% with a low category. The questions 2 and 4 with the indicators of recognizing and controlling variables and articulating hypotheses yielded the fewest correct answers from the students. On question 25, students with the indicator of detecting and controlling variables received the majority of the right responses

    Prosedur audit penilaian aset tetap pada koperasi karyawan KSPP

    Get PDF
    Laporan Tugas Akhir ini dibuat untuk menganalisis pelaksanaan prosedur audit atas aset tetap Koperasi karyawan (Kopkar) KSPP yang merupakan salah satu klien Kantor Akuntan Publik (KAP) PKF Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan Surabaya. Topik ini dilatarbelakangi oleh pentingnya perhitungan beban penyusutan dan akumulasi penyusutan selama tahun berjalan. Penekanan audit atas aktiva tetap adalah pada perolehan dan penghapusan di tahun berjalan. Apabila terjadi kesalahan pada perolehan aktiva tetap maka kesalahan tersebut akan melekat hingga masa manfaat aset selesai. Hasil dari audit atas aktiva tetap pada Kopkar KSPP adalah Kopkar KSPP melakukan kesalahan perhitungan beban penyusutan dengan metode garis lurus selama tahun 2022. Hal ini menyebabkan akumulasi penyusutan tahun 2022 menjadi overstated dan nilai buku tahun 2022 menjadi understated. Kopkar KSPP seharusnya menghitung dasar penyusutan menggunakan nilai perolehan dikurangi nilai sisa dan bukan menggunakan akumulasi penyusutan 31 Desember 2021 untuk beberapa asetnya. Auditor telah mengajukan purposed adjustment atas kesalahan perhitungan beban penyusutan dan telah disetujui oleh Kopkar KSPP sehingga nilai aset tetap menjadi wajar

    Prosedur audit atas beban operasional dan non operasional pada PT ABC

    Get PDF
    Laporan Tugas Akhir ini disusun untuk memaparkan hasil prosedur audit atas beban operasional dan non operasional pada PT ABC. Tujuan dilakukan audit ini adalah untuk memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan yang disajikan oleh pihak manajemen telah bebas dari salah saji material dan disusun sesuai dengan prinsip serta standar akuntansi yang berlaku. Oleh karena itu, Laporan Tugas Akhir ini berisi penjelasan terkait alur prosedur audit khususnya akun beban operasional dan non operasional pada PT ABC. Melalui seluruh tahapan prosedur audit serta pengujian substantif dan pengendalian internal yang telah dilakukan selama Praktik Kerja Lapangan (PKL) di KAP Long Setiadi, tidak ditemukan adanya salah saji yang material. PT ABC juga bersikap kooperatif selama proses pengauditasn berlangsung dengan memberikan seluruh dokumen yang dibutuhkan, sehingga dapat didapati kesimpulan bahwa PT ABC telah mencatat bebannya secara wajar. Laporan Tugas Akhir ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi program studi, KAP Long Setiadi, PT ABC, dan pengguna yang lain

    Prosedur audit piutang usaha atas PT I

    Get PDF
    Laporan Tugas Akhir ini disusun untuk memahami prosedur audit atas akun piutang usaha PT I yang merupakan salah satu klien KAP PKF Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan Surabaya. Topik dari laporan tugas akhir ini dilatarbelakangi terkait dengan prosedur audit piutang usaha. Piutang pada umumnya berasal dari penjualan secara kredit, piutang dapat berupa piutang usaha atau wesel tagih.Istilah piutang sendiri mencakup semua klaim uang terhadap entitas lain, termasuk orang, perusahaan, dan organisasi lain. Pengujian internal dan pengujian substantif dilakukan untuk menguji kewajaran atas piutang usaha PT I. Selama kegiatan Praktik Kerja Lapangan dilakukan, auditor mendapat temuan bahwa PT I belum melakukan penyesuaian nilai piutang usaha atas penjualan ekspor terhadap kurs tengah Bank Indonesia. Respon auditor adalah melakukan Jurnal penyesuaian terhadap piutang usaha dengan menggunakan Kurs tengah Bank Indonesia Per 31 Desember 2022. Hal ini dilakukan agar nilai piutang usaha yang disajikan dalam laporan keuangan telah tepat dan benar

    Representasi perlawanan perempuan terhadap budaya patriarki dalam film Yuni

    Get PDF
    Pada kehidupan nyata, budaya patriarki masih mendominasi perempuan, gambaran tentang diskriminasi, batasan perempuan, serta hak-hak perempuan masih banyak ditemukan di Indonesia sehingga menjadikan perempuan selalu dinomorduakan. Munculnya budaya patriarki ini membuat para perempuan melawan budaya patriarki yang disebut gerakan feminisme. Penelitian ini membahas tentang Representasi Perlawanan Perempuan Terhadap Budaya Patriarki Dalam Film Yuni. Dalam penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Metode penelitian analisis Semiotika model Charles Sanders Pierce, sehingga menghasilkan korelasi antara subjek dan objek berbentuk tanda secara verbal dan non-verbal dalam setiap potongan scene ataupun dialog yang ditunjukan di film Yuni. Fokus penelitian ini terletak pada perlawanan perempuan, hasil dari penelitian ini dibagi menjadi tiga yaitu hak seksualitas perempuan, perlawanan dalam pernikahan dini, dan hak kebebasan berekspresi. Penulis mendapatkan gambaran bahwa perlawanan perempuan dalam film Yuni dengan cara Yuni menolak stigma-stigma masyarakat tentang perempuan dan ranah domestik perempuan, menolak tentang pernikahan dini sebagai salah satu cara terbaik untuk masa depan perempuan, dan menolak simbol keperawanan perempuan menjadi nilai utama perempuan

    20,784

    full texts

    20,869

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇