Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Aktivitas desainer grafis dalam pembuatan desain desk name tag Surabaya Suites Hotel
Profesi sebagai Desainer grafis saat ini banyak dibutuhkan dalam berbagai bidang, khususnya dalam bidang perhotelan. Saat ini banyak dijumpai hotel yang menggunakan jasa desaier grafis. Terdapat beberapa aktivitas yang biasa dilakukan seorang desainer grafis salah satunya adalah membuat Brand Identity Manual yang bertujuan untuk memberikan detail mengenai sebuah hotel. Brand Identity Manual juga dapat digunakan sebagai alat dalam proses rebranding yang sedang berlangsung. Rebranding dalam dunia perhotelan dapat dilakukan untuk meningkatkan citra suatu perusahaan di mata masyarakat dan sebagai langkah untuk bersaing dengan kompetitor
Representasi stereotip terhadap punk dalam film Bomb City
Stereotip merupakan label yang melekat pada suatu kelompok di tengah masyarakat. Terdapat beberapa film yang mengangkat tema mengenai stereotip. Khususnya stereotip terhadap kelompok punk sebagai sebuah kelompok marjinal. Subjek dalam penelitian adalah film Bomb City dengan objek yaitu stereotip terhadap anggota punk. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode teori analisis segitiga Charles Sanders Pierce. Peneliti melakukan analisis terhadap karakter dan penampilan punk yang menjadi dasar stereotip dari masyarakat. Analisis tersebut ditemukan dalam beberapa cuplikan scene dengan menggunakan metode semiotika milik Charles Sanders Pierce yang mengategorikan teori triangle meaning yang terdiri dari sign, object, interpretant. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa stereotip yang ada di masyarakat akan selalu merugikan kelompok lain. Alasan dari adanya stereotip tersebut berdasarkan perbedaan fisik, penampilan dan gaya hidup. Dengan adanya alasan tersebut masyarakat dengan mudah memberikan stereotip pada suatu kelompok khususnya kelompok punk. Stereotip yang diberikan oleh masyarakat selalu bermuatan negatif dan cenderung merugikan kelompok punk
Aktivitas pembuatan konten instagram @onso.kids
Perkembangan teknologi internet mempermudah cara marketing dari setiap perusahaan. Tidak hanya mempermudah, kemajuan teknologi ini membuka cara-cara baru dalam melakukan marketing ataupun branding dalam perusahaan. Cara-cara baru ini salah satunya adalah melalui social media atau media social,
yang berupa: Instagram, Facebook, Twitter, Tik Tok dll. Media sosial ini memiliki caranya masing-masing dalam menggunakannya. Instagram memiliki algoritma dimana penggunanya harus selalu aktif dalam media sosial ini, dengan begitu engagement konsumen yang didapatkan juga banyak. Onso.Kids menyadari betapa pentingnya media sosial dalam mem-brandingkan brand mereka dan mempermudah marketing untuk mencapai target pasar yang diinginkan. Onso.Kids dalam melakukan tugasnya memiliki sebuah tim, yang terdiri dari
ketua, marketing, dan content creator. Peran content creator dalam tim adalah untuk memproduksi kontenkonten untuk Onso.Kids yang kemudian akan di edit atau design lalu diunggah ke media sosial lainnya. Onso.kids dalam mengevaluasi hasil menggunakan insight yang diberikan media sosial tersebut, dimana di dalam insight tersebut ada engagement dari konsumen yang juga menjadi salah satu pertimbangan evaluas
Proses perkembangan konsep diri pada individu yang pernah mengalami represi kekidalan
Konsep diri merupakan referensi bagaimana individu memandang dirinya,
tidak hanya secara fisik tapi juga pandangan terhadap akademik atau
pekerjaan, dan perspektif sosial namun juga mengenai hal yang personal
dalam hidup individu. Individu yang pernah mengalami represi kekidalan
tentunya perlu memiliki konsep diri yang positif untuk dapat menjaga
kesehatan mentalnya dari pengalaman negatif yang dialami. Pengalaman
negatif merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi konsep diri
individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana
perkembangan konsep diri pada individu yang pernah mengalami represi
kekidalan. Metode kualitatif adalah metode yang digunakan peneliti,
peneliti melakukan wawancara kepada dua informan yang merupakan
seorang yang kidal, pernah mengalami represi kekidalan, serta memiliki
konsep diri yang positif saat ini. Melalui pendekatan fenomenologi,
didapatkan hasil penelitian bahwa kedua informan memiliki konsep diri
yang positif saat ini di karenakan adanya pemaknaan yang dilakukan
dengan positif terhadap pengalaman negatif seiring bertambahnya usia.
Faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri kedua informan
adalah kepercayaan terhadap kompetensi, pengalaman hidup, interaksi
dengan lingkungan, serta citra diri. Perkembangan konsep diri kedua
informan menjadi positif sangat dipengaruhi oleh dukungan keluarga saat
berada pada jenjang pendidikan sekolah dasa
Synergistic effect of kappa-carrageenan and konjac flour in enhancing physicochemical and organoleptic properties of wheat-based edible straw
The development of edible straws is an affordable solution to reduce the use of plastic tableware as well as a promising innovation to promote an eco-friendly lifestyle. This study was aimed at producing wheat-based edible straw made by combining high-protein wheat flour with kappa-carrageenan, konjac flour, salt and water. All ingredients were introduced to mixing, kneading, resting, dough rolling, dough flattening, molding, and baking. The effect of six different proportions of kappa-carrageenan and konjac flour
(100:0, 80:20, 60:40, 40:60, 20:80, 0:100) on the physicochemical and organoleptic properties of wheat-based edible straw was evaluated. The water content of edible straws from all treatments ranged from 7.07-8.12%. Among the six treatments, the maximum synergy of kappa-carrageenan and konjac flour in producing high gel strength and desired edible straw characteristics was obtained from the proportion of 60:40 with the produced edible straw possessed the lowest water activity (aw), percentage of water absorption at
tested temperatures (0-5, 25-30, and 65-70oC), turbidity, and fracturability. The results of the organoleptic evaluation showed that the panelists slightly liked and could accept the aroma and color of wheat-based edible straw made with the proportion of kappacarrageenan and konjac flour 60:40
The mystery formulas in Agatha Christie's novels
Literature has been used nowadays in people’s everyday lives. No matter what
the genre of the literature, it will always have patterns or formula. The patterns or
formula helps the readers to understand the story better and to have a feel of
satisfaction. This study’s research questions are “how does the application of the
mystery formula theory in Agatha Christie’s novels?” and “is the formula that is used
in the novel relevant to the mystery formula theory?” The objectives of the study are
to find out the application of mystery formula aspects in Agatha Christie’s novels,
and to connect the mystery formula theory by Edgar Allan Poe with Agatha Christie’s
novels. This study uses the mystery formula theory by Edgar Allan Poe to make a
connection on Agatha Christie’s novels. To collect the data, the researcher will read
the novels several times in order to find the connection of mystery formula then the
data will be classified according to the mystery formula theory. The data then will be
used to reveal the settings, characters, plot, theme, and the mystery formula that is
used in Agatha Christie’s novels using the theory by Edgar Allan Poe. The results
were that all of the four novels, which are “The Murder at the Vicarage”, “The Pale
Horse”, “Crooked House”, and “The Mystery of the Blue Train”, did not have a
connection to the mystery formula aspects since one of the novels did not match the
mystery formula theory by Edgar Allan Poe. The formula aspects that were applied in
each novel was different from one another. The conclusion from the study was that all
the four novels did not have a connection with the mystery formula aspects by Edgar
Allan Poe
Hubungan dukungan sosial dengan tingkat kepatuhan pasien kanker yang menjalani oral kemoterapi
Ketidakpatuhan pengobatan pasien kanker yang menjalani oral kemoterapi dapat menyebabkan sel kanker menyebar keseluruh tubuh. Dukungan sosial merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat kepatuhan pasien kanker yang menjalani oral kemoterapi. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi penelitian sebanyak 69 responden pasien kanker di Puskesmas Pacarkeling, Puskesmas Rangkah dan Puskesmas Kedungdoro Surabaya. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan sejumlah 6 responden dari Puskesmas Rangkah, 12 responden dari Puskesmas Pacarkeling dan 4 responden dari Puskesmas Kedungdoro, sehingga total sampel sebanyak 22 responden. Variabel independen penelitian adalah dukungan sosial sedangkan variabel dependen adalah tingkat kepatuhan. Instrumen penelitian yaitu kuisioner Descriptive Statistics of Social Support untuk variabel dukungan sosial dan Oral Chemotherapy Adherence Scale untuk variabel tingkat kepatuhan. Hasil penelitian memaparkan bahwa mayoritas responden mendapat dukungan sosial tinggi berjumlah 17 responden (77%) dan tingkat kepatuhan tinggi berjumlah 19 responden (86%). Hasil uji statistik rank spearmen dengan menggunakan α = 0,05 didapatkan nilai p = 0,032 (< α) dan koefisien kolerasi sebesar 0,457 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat kepatuhan. Dukungan sosial dari keluarga, saudara, sahabat, dokter, perawat, kerabat dan semua orang yang berupa dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan instrumental dan dukungan informatif dapat meningkatkan kepatuhan pasien kanker
Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) model inkuiri terbimbing berbantuan PHET pada pokok bahasan teori kinetik gas untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik SMA Kartika Wijaya Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik berbantuan PhET dengan menggunakan model Inkuiri Terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (Analysis-Design-Development-Impelement-Evaluation). Selain LKPD, penulis juga mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Rencana Evaluasi (RE). Perangkat Pembelajaran telah divalidasi oleh validator dan di uji cobakan di kelas XI IPA 2 SMA Kartika Wijaya Surabaya. Hasil validasi perangkat pembelajaran oleh validator pada rencana pelaksanaan pembelajaran memperoleh skor 3,29 dengan kategori “valid”, lembar kerja peserta didik memperoleh skor 3,19 dengan kategori “valid”, dan rencana evaluasi memperoleh skor 3,14 dengan kategori “valid”. Kepraktisan perangkat pembelajaran dilihat dari keterlaksanaan RPP yang diamati oleh guru fisika memperoleh skor 3,82 dengan kategori “sangat baik”. Peningkatan hasil belajar peserta didik dengan N-Gain Score 0,65 dengan kategori “sedang” dan hasil respon peserta didik memeperoleh rata-rata akhir sebesar 3,51dengan kategori “sangat baik”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan lembar kerja peserta didik model inkuiri terbimbing berbantuan PhET pada pokok bahasan teori kinetik gas ini tergolong layak, praktis, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XI IPA 2 di SMA Kartika Wijaya Surabaya
Pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) dengan model discovery learning pokok bahasan alat-alat optik untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMPK St.stanislaus 2 surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan menggunakan model Discovery Learning untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Model pengembangan yang digunakan yaitu model ADDIE (Analysis-Design-Development-Implement-Evaluation). Selain LKPD penulis juga mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Rencana Evalusi (RE) yang berfungsi untuk penunjang pembelajaran di kelas. LKPD, RPP dan RE di validasi oleh ahli sebelum diujicobakan. Hasil validasi RPP memperoleh skor sebesar 3,18 dengan kategori “valid”, LKPD memperoleh skor sebesar 3,06 dengan kategori “valid”, dan RE memperoleh skor sebesar 3,12 dengan kategori “valid”. Hasil keterlaksanaan RPP memperoleh skor 3,04 dengan kategori “baik”. Hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dengan rata-rata N-Gain Score 0,61 denngan kategori “sedang” dan hasil respon peserta didik yang didapatkan 3,32 dengan kategori “baik”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan lembar kerja peserta didik (LKPD) dengan model Discovery Learning pada pokok bahasan alat-alat optik dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMPK Santo Stanislaus 2 Surabaya
Uji efek gel sekretom sel punca mesenkimal terhadap jumlah sel fibroblas dan kepadatan kolagen pada luka bakar Tikus Galur Wistar
Sekretom sel punca mesenkimal memiliki kandungan growth factor, sitokin, metabolit dan lipid bioaktif yang berguna untuk mengatur respon inflamasi, merangsang peningkatan produksi kolagen untuk mempercepat remodelling matriks ekstraseluler, mempercepat epiralisasi untuk meningkatkan ketebalan epidermis, merangsang fibroblas dan keratinosit, memiliki kemampuan yang sangat baik untuk mendorong migrasi dan dengan demikian mempercepat penutupan pada luka. Sediaan gel dipilih karena memberikan sensasi dingin yang dapat membantu mendinginkan area luka bakar, sehingga membantu mengurangi rasa sakit dan meredakan peradangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian gel yang mengandung sekretom sel punca mesenkimal terhadap jumlah sel fibroblas dan kepadatan kolagen pada tikus putih jantan galur Wistar yang diberi luka bakar. Sebanyak 18 ekor tikus yang telah mengalami luka bakar digunakan sebagai subjek penelitian, dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol negatif dengan basis gel, kontrol positif dengan Bioplacenton®, dan kelompok perlakuan yang menggunakan gel sekretom sel punca mesenkimal. Pengamatan dilakukan pada hari ke-3 dan hari ke-7. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik One-way Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol negatif dibandingkan dengan kelompok kontrol positif dan kelompok kontrol perlakuan. Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa gel sekretom sel punca mesenkimal efektif dalam mempercepat penyembuhan luka bakar