UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    PERBEDAAN KEBOCORAN APIKAL PENGISIAN SALURAN AKAR MENGGUNAKAN SISTEM RESILON DAN SISTEM GUTA PERCA PADA SALURAN AKAR YANG KERING DAN BASAH

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keboeoran apikal pengisian saluran akar menggunakan sistem Resilon dan sistem guta perea pada saluran akar yang kering dan basah. Subjek penelitian menggunakan 28 gigi premolar mandibula. Subjek penelitian dipreparasi dengan teknik crown down menggunakan file K3. Subjek penelitian seeara aeak dibagi menjadi 2 kelompok yang masingmasing terdiri dari 14 gigi, yaitu kelompok I terdiri dari saluran akar kering dan kelompok II terdiri dari saluran akar basah. Tiap kelompok tersebut dibedakan lagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok A dan kelompok B yang masing-masing terdiri dari 7 gigi. Kelompok A saluran akar diisi dengan sistem guta perea sedangkan kelompok B saluran akar diisi dengan sistem Resilon. Semua kelompok disimpan dalam inkubator pada suhu 37"C selama 7 hari dengan kelembaban relatif 100%. Seluruh permukaan akar dilapisi dua lapis eat kuku dan satu Japis malam perekat keeuali 2 mm bagian apikal dan direndam larutan biru metilen 2% selama 1 minggu pad a suhu 37"C. Selanjutnya cat kuku dibersihkan dan digunakan teknik clearing untuk dapat mengamati penetrasi larutan pewarna. Penetrasi wama diamati menggunakan mikroskop stereo dengan perbesaran 60 kali dalam satuan mikrometer. Penetrasi warna dari larutan biru metilen merupakan indikator te~adinya kebocoran apikal. Hasil penelitian menunjukkan rerata keboeoran apikal pengisian saluran akar menggunakan sistem guta perea dalam keadaan kering adalah 1.182,86 um sedangkan dalam keadaan basah adalah 2.348,57 um. Rerata keboeoran apikal pengisian saluran akar menggunakan sistem Resilon dalam keadaan kering adalah 1.028,57 um sedangkan dalam keadaan basah adalah 1.422,86 um. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan kebocoran apikal pengisian saluran akar menggunakan sistem Resilon keadaan kering, sistem Resilon keadaan basah, dan sistem guta perea dalam keadaan kering namun kebocoran apikal pengisian saluran akar menggunakan sistem guta perea dalam keadaan basah lebih tinggi dari pada kelompok yang lain

    PENGARUH KONSENTRASI ALKOHOLSEBAGAIBAHAN IRIGASI TERHADAP KEKUATAN GESER PELEKATAN SEMEN RESIN PADA DENTIN SALURAN AKAR PASCA PERAWATAN ENDODONTIK DENGAN SILER SENG OKSIDA EUGENOL

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik obturasi saluran akar dengan kondensasi lateral, warm gutta-percha, dan carrier-based gutta-percha terhadap kebocoran apikal. Subyek penelitian menggunakan 30 gigi premolar mandibula. Semua subyek dilakukan preparasi saluran akar dengan teknik crown down menggunakan Protaper hand use. Selanjutnya secara aeak, subyek dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 10 gigi. Kelompok pertama diobturasi dengan kondensasi lateral, kelompok kedua dengan warm gutta-percha (Sistem B), dan kelompok ketiga dengan carrier-based gutta-percha (Thermafil). Semua subyek diletakkan dalam tempat yang diberi kapas basah, kemudian disimpan dalam inkubator pada suhu 3\u27fC selama 14 hari. Pada hari ke-15 dilakukan pelapisan dengan eat kuku beJ.\u27ling2 lapis dan stickywax 1 lapis kecuali 2 mm dari foramen apikal. Subyek dimasukkan ke tabung centrifuge 12 ml yang berisi larutan biru metilen 2%, kemudian dilakukan centrifuge selama 3 menit dengan kecepatan 800 rpm. Selanjutnya subyek dipotong longitudinal. Penetrasi warna biru metilen merupakan indikator te~adinya kebocoran apikal, diamati menggunakan mikroskop stereo dengan perbesaran 60 kali dalam satuan mikrometer (IJm). Penetrasi warna yang diukur ialah penetrasi terpanjang dari apeks ke korona. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya kebocoran apikal pada ketiga teknik obturasi saluran akar. Kelompok kondensasi lateral mempunyai rerata kebocoran apikal paling tinggi (8976 :t 550,78 IJm), diikuti Sistem B (6336 :t 430,07 IJm)dan Thermafil yang mempunyai rerata kebocoran apikal paling rendah (3420 :t 460.43 IJm). Hasil uji ANAVA satu jalur menunjukkan bahwa teknik obturasi saluran akar dengan kondensasi lateral, Sistem B dan Thermafil berpengaruh terhadap kebocoran apikal (

    MUKOSITIS PADA PASIEN ANAK LEUKEMIA LIMFOBLASTIK AKUT YANG MENJALANI PROTOKOL KEMOTERAPI INDONESIA 2006 RESIKO TINGGI DAN STANDAR PADA FASE INDUKSI (Kajian di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta)

    Get PDF
    Protokol perawatan pasien leukemia limfoblastik Akut di RSUP Dr. Sardjito menggunakan Protokol Kemoterapi Indonesia 2006 yang terdiri atas dua protokol yaitu resiko tinggi dan resiko sedang. Kedua protokol ini mempunyai fase awal yang sama yaitu fase induksi yang mempunyai tujuan merusak sel leukemia sebanyak mungkin. Salah satu efek samping dari kemoterapi adalah mukositis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan angka kejadian mukositis dan derajat keparahan oral mukositis pada pasien yang menjalani protokol kemoterapi resiko standar dan tinggi serta untuk mengetahui lokasi mukositis berdasarkan jaringan keratin. . Penelitian ini menggunakan pendekatan metode cross-sectional. Subyek penelitian adalah 12 pasien Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) usia 2-10 tahun yang menjalani kemoterapi fase induksi dengan protokol resiko standar dan resiko tinggi. Derajat keparahan oral mukositis dinilai berdasarkan kriteria modifikasi WHO dan OAG. Lokasi mukositis diperiksa dengan membagi berdasarkan jaringan keratinnya yaitu mukosa berkeratin dan tidak berkeratin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan angka kejadian mukositis pada pasien yang menjalani kemoterapi resiko standar dibandingkan dengan resiko tinggi. Derajat keparahan mukositis pada pasien yang menjalani kemoterapi resiko standar berbeda dengan pasien yang menjalani resiko tinggi. Mukositis lebih sering terjadi pada mukosa tidak berkeratin dibandingkan dengan mukosa berkeratin. Kesimpulan yang didapat yaitu angka kejadian mukositis pada kemoterapi resiko standar lebih sering dan lebih berat dibandingkan kemoterapi resiko tinggi

    Keadilan Gender dan Hak-hak Reproduksi di Pesantren

    Get PDF
    This study was intended to understand how the phenomenon of gender equity and . reproductive rights in pesantren using the theoreticalframework of attitude. The researchwas conducted in a qualitative approachthrough a case study method. Sources of data consisted of interviewed subjects, 18 FGD subjects, and survey of 327 subjects. Subjects were varying from pesantren\u27s supervisor, teacher, manager and doctor of pesantren\u27s Community Health Center, and santri itself. Data was also obtained from the observation of the supervisors\u27 behaviors and the pesantren\u27s environment. Subjects tended to agree in distinguishing the male andfemale gender role basedon what\u27s happening, different from the religious teachings they learned which tended to be gender fair. Regarding with women reproductive cases, subjects tended to be gender biased based on the interpretation of religious texts although they admitted that it was hard to be manifested in behavior, example: prefering monogamous marriage,never beating women, and not promoting early marriage. Subjects, agreed and understood that women had different, and yet more complex anatomical processes and functions, however their health service were just considered the same as men

    CORRELATION BETWEEN MAGNESIUM SERUM LEVELS AND PEAK EXPIRATORY FLOW IN CHRONIC ASTHMA PATIENTS

    Get PDF
    Background: Magnesium Serum in some previous studies had been related to asthma events and severity levels. Correlation between magnesium serum levels and severity of asthma was controversies. It might be influenced by race, genetic pattern, diet and demography factor. Objective: The objective of this study was to know relationship between magnesium serum levels and predictive PEF (Peak Expiratory Flow) in chronic asthma patients in Yogyakarta. Method: This was a cross-sectional studysubjects were asthma patients who visited Pulmonology Outpatient Department in Dr. Sardjito General Hospital Yogyakarta, from September 2004 - March 2005. We performed clinical evaluation, magnesium serum levels (normal 0.65 mmol/L-1.04 mmol/L), predictive PEF and medications. Correlation between magnesium serum levels and PEF were analyzed by Pearson correlation test. This study used analysis of variance (anova) to analyze mean difference among more than 2 groups and multiple regressions to know the variables which influenced serum magnesium levels. Result: There were 62 asthma patients in this study. There was no hypomagnesaemia. The mean of magnesium was 0.89 ± 0.08 mmol/L. Results showed that serum magnesium levels and predictive PEF had weak correlation (r= 0.281p=0.027). There was no significant correlation between admission rate to Emergency Room due to asthma by magnesium levels (r=0.029 p= 0.8). Conclusion: Results showed weak relationship serum magnesium levels and PEF in chronic asthma patients

    DISPARITAS PENDAPATAN, KEMISKINAN DAN KETAHANAN PANGAN MASYARAKAT TRANSMIGRAN DI KECAMATAN TANJUNG SELOR, BULUNGAN = Income Disparity, Poverty and Food Sustainability of Tanjung Selor Sub-District, Bulungan\u27s Transmigrat

    Get PDF
    The objective of the study is to understand disparity rate of income, poverty category, and food sustainability within transmigration community. This study was taken infzve residential units of transmigration in Tanjung Selor subdistrict, with 80 households as respondents. The result suggests that income distribution within transmigration society is evenly distributed (Gini Coefficien

    DAMPAK KEBIJAKAN TARIF DAN NON-TARIF TERBADAP PERMINTAAN DAN DAYA SAING TUNA INDONESIA DI PASAR UNI EROPA, AMERIKA DAN JEPANG = The Impact of Tariff and Non-Tariff Policy on Demand and Competitiveness of Tuna Commodity i

    Get PDF
    The objective of this study is to analyse the impact of implementation tariff and non-tariff policy also the other factors on demand and competitiveness Indonesia\u27s tuna commodity. Panel data was implemented in this research because beside used anually time series data during the period 1983-2008 also used cross section data which describe the demand and competitiveness condition of Indonesia\u27s tuna commodity in three major market. Equation models in this research were estimated with Generalized Least Square (GLS) method withfzxed effect to analyse all of demand and competitiveness of export tuna in three major market and Ordinary Least Square (OLS) method to analyse demand and competitiveness of export tuna in each market. Meanwhile the competitiveness of tuna is measured using Revealed Comparatif Advantage (RCA) index. The results show that export price in European union and shrimp price in Japan are main factors the demand of Indonesia\u27s tuna export in three major market. The change of Gross Domestic Product (GDP) Japan has not been influenced the demand of Indonesia\u27s tuna export to these country because Japan\u27s import of fishery product from Indonesia has been donefrequently and Indonesia\u27s market share is very high. Export tuna from Indonesia is competing with export tuna from Thailand in European and Japan market while with export tuna from Philippines in USA market. Tariff policy more reduce and didn\u27t influenced on demand and competitiveness. Thisfinding were confirmed by significancy which more little than non-tariff policy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penerapan kebijakan tarif \u27dan non-tarif serta beberapa faktor lainnya terhadap permintaan dan daya saing tuna Indonesia. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan data panel karena selain menggunakan data runtut waktu (1983-2008) juga menggunakan data silang yang menggambarkan kondisi permintaan dan daya saing tuna di ketiga pasar yaitu Uni Eropa, Amerika dan Jepang. Model persamaan dalam penelitian ini diestimasi dengan metode data panel (Generalized Least Square/ GLS dengan efek tetap) untuk menggambarkan seluruh permintaan dan daya saing ekspor tuna ke tiga pasar dan metode Ordinary Least Square (OLS) untuk menggambarkan kondisi permintaan dan daya saing tuna di masing-masing pasar. Pengukuran daya saing tuna dengan menggunakan indeks Revealed Comparatif Advantage (RCA). Hasil analisis menunjukkan bahwa harga ekspor di Uni .Eropa dan harga udang di Jepang merupakan penentu utama permintaan tuna Indonesia di pasar produktif. Impor perikanan Jepang akan produk tuna dari Indonesia yang sudah rutin dilakukan dan besamya pangsa pasar tuna Indonesia di Jepang menyebabkan perubahan pendapatan nasional (GDP masyarakat Jepang) tidak mempengaruhi permintaan tuna Indonesia ke negara tersebut. Indonesia bersaing dengan Thailand di pasar Uni Eropa dan Jepang serta bersaing dengan Filipina di pasar Amerika. Kebijakan tarif semakin tidak berpengaruh terhadap permintaan dan daya saing tuna Indonesia ke pasar produktif yang dibuktikan dengan nilai signifIkansi yang lebih keeil dibandingkan kebijakan non-tarif yang diberlakukan

    ANALISIS KETERPADUAN PASAR BERAS DI KABUPATEN MANOKW ARI = Analysis of Rice Marketing Integration in Manokwari Regency

    Get PDF
    This research was aimed to investigate 1) rice marketing channel in ManokwariRegency2) marketing margin in Manokwari regencyand 3) market integration of rice in Manokwari regency. Primary and secondary data were collected in this research. Primary data were applied in analysis of rice marketing channel, and marketing margin, while secondary data of rice price for the period of 2004- 2010 were applied in analysis of market integration. Augmented Dickey Fuller (ADF), and regression method were implemented in analysis of this research. Result of the analysis show thatthere are nine rice marketing patterns or local rice marketing channels in Manokwari regency. The longest channel was involved three institutions such as village level rice millerlhuller, regency wholesaler and retailer which have the largest marketing margin too. Most farmer utilize the sixth rice marketing pattern on marketing channel, involving two intermediate middleman such as rice millerlhuller and regency retailer. The channel has low marketing margin which motivated farmer for producing rice due to largest share of price accepted by farmers. Analysis of rice market integration at Manokwari regency show that rice price at wholesale level is integrated with that at retaillevel. Penelitian ini bertujuan ootuk mengetahui 1). Jalur pemasaran beras produksi Kabupaten Manokwari2). Marjin pemasaran beras produksi Kabupaten Manokwaridan 3). Tingkat keterpaduan pasar beras di Kabupaten ManokwariPenelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer ootuk mengetahui saluran, dan margin pemasaran sedangkan data sekunder ootuk mengetahui keterpaduan pasar dengan menggunakan data harga beras tahoo 2004- 2010. Metode analisis yang digunakan adalah analisis Augmented Dickey Faller (ADF), dan analisis regresi. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat sembilan pola pemasaran atau saluran pemasaran beras produksi Kabupaten Manokwari. Saluran terpanjang melibatkan sebanyak tiga lembaga perantara yaitu penggilingan, pedagang penampoog kabupaten dan pengecer kabupaten. Saluran yang panjang ini mempooyai margin pemasaran yang terbesar pula. Petani paling banyak menggunakan pola pemasaran beras pads saluran pemasaran yang keenam, yang melibatkan dua pedagang perantara yaitu penggilingan dan pedagang pengecer kabupaten. Persentase margin dari seluruh saluran tergolong rendah, hal ini akan mendorong petani ootuk lebih memproduksi beras karena harga yang diterima oleh petani menguntungkan, ini dapat dilihat dari share harga yang diterima oleh petani yang relatif tinggi. Analisis keterpaduan pasar beras produksi Kabupaten Manokwari menunjukan bahwa terdapat integrasi seeara vertikal antara harga beras di tingkat eeeran dan harga beras di tingkat grosir

    ANALISIS EKONOMI RUMAH TANGGA PETANI NELAYAN DALAM MENDUKUNG STRATEGI PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN KAWASAN PANTAI BARON KABUPATEN GUNUNG KIDUL = Economic Analysis of Fishermen-Farmer\u27s Household for Supporting Sustainable L

    Get PDF
    This study aims to determine the outpouring of fishermen-farmer\u27s work time in earning a living income contributionoffishing as a livelihoodstrategydone byfishermen-farmercomparedto the total householdincome, improvement of poverty rate and welfare of fishermen-farmer \u27s household, and livelihood sustainability viewed from the availability of natural resources. Basic method used was descriptive analytical method Sampling method used was snowball sampling. The number of sample used was 60 respondentsfrom three kinds offishermen status (owner of ship, fishermen laborer andfishing groudfishermen). Outpouring of work time was analyzed by t test using one sample t test. The changeli of poverty rate and welfare offishermen-farmer\u27s family were calculated by poverty concept of Sayogyo, BPS, GSR (Good Service Ratio) and NTPRP (Farmers Household Income Exchange), then analyzed by t test using paired two sample for means. The income contribution offarm andfishing as a livelihood strategy was described by the percentage of contribution to the total household income. Futhermore, the natural resources sustainanbility was measured by Ecological Footprint concept. The results showed that fishermen-farmer\u27s household had achieved of sustainable livelihood Tujuan penelitian ini adalah mengetahui curahan waktu kerja petani nelayan dalam mencari nafkah, kontribusi pendapatan usaha nelayan sebagai strategi penghidupan yang dilakukan petani nelayan terhadap total pendapatan rumah tangga, perubahan tingkat kemiskinan dan kesejahteraan rumah tangga petani nelayan, dan keberlanjutan penghidupan dilihat dari sumber daya alam yang tersedia. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Pengambilan sampel menggunakan metode snowball sampling. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 60 responden dari berbagai status nelayan (pemilik kapal, buruh nelayan, dan nelayan darat). Curahan waktu kerja petani nelayan dianalisis dengan uji t menggunakan one sample t test, perubahan tingkat kemiskinan dan kesejahteraan rumah tangga dihitung dengan menggunakan konsep kemiskinan Sayogyo, BPS, GSR (Good Service Ratio) dan NTPRP (Nilai Tukar Pendapatan Rumah Tangga Petani) yang dianalisis dengan uji t menggunakan paired two sample for means, kontribusi pendapatan usaha nelayan sebagai strategi penghidupan diketahui dengan menghitung persentase kontribusinya terhadap total pendapatan rumah tangga, dan keberlanjutan sumber daya alam dihitung menggunakan konsep Ecological Footprint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga petani nelayan telah mencapai penghidupan berkelanjutan

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇