UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
EFEK PENGUNYAHANPERMEN KARET GULA DAN XYLITOLTERHADAP STATUSSALIVA
Latar belakang. Rongga mulutsebagai pintumasuk makanan ke dalam tubuh selalu dibasahi oleh saliva setiap harinya. Saat ini banyak produk permen karet yang beredar di masyarakat yang mengandung gula dan xylitol. Banyak orang yang gemar mengunyah permen karet dengan kurang memperhatikan komposisinya baik yang mengandung gula ataupun xylitol sehingga kurang mengetahui efek masing-masing jenis permen karet tersebut terhadap kesehatan rongga mulut.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pengunyahan permen karet gula dengan permen karet xylitol
terhadap status saliva yang terdiri dari volume, pH, dan viskositas saliva.
Metode penelitian. Subjek penelitian berjumlah 30 orang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing 10 orang, terdiri dari kelompok mengunyah permen karet gula, xylitol, dan kontrol dengan mengunyah ape I. Pengambilan saliva dilakukan pagi hari dan siang hari. Subjek mengunyah 2 butir permen karet dan tidak diperbolehkan untuk makan dan minum 1 jam sebelum mengunyah. Subjek diinstruksikan meludah ke dalam pot saliva selama 10 menit dalam interval setiap 1 men it. Pengukuran volume saliva menggunakan pipet volume, pH saliva dengan menggunakan pH meter, dan viskositas saliva dengan menggunakan viskometer Ostwald hari ke-1 dan ke-4. Analisis data dengan uji statistik Mann-Whitney.
Hasil. penelitian menunjukkan adanya peningkatan bermakna volume dan viskositas saliva pada pengunyahan permen karet xylitol dan gula. Derajat keasaman (pH) saliva menurun setelah mengunyah permen karet gula sedangkan pada perm en karet xylitol relatif stabil.
Disimpulkan bahwa permen karet xylitollebih baik untuk kestabilan status saliva dibandingkan permen karet gula. Maj
Ked Gt, Juni 201118(1): 21-2
MINERAL TRIOXIDEAGGREGATESEBAGAI PENUTUP PERFORASI AKAR LATERALPREMOLAR MANDIBULA DISERTAI RESTORASI ONLEI RESIN KOMPOSIT
Latar belakang. Kegagalan memperoleh arah preparasi saluran akar yang lurus merupakan salah satu penyebab utama perforasi akar lateral. Pemakaian mineral trioxide aggregate (MTA) pada penutupan perforasi akar lateral memberikan kerapatan yang lebih baik dibandingkan bahan yang lain.
Tujuan. Penulisan laporan ini untuk melaporkan penutupan perforasi akar lateral menggunakan MTA pada perawatan saluran akar gigi premolar dua kanan mandibula nekrosis pulpa dilanjutkan restorasi onlei resin komposit sehingga !ungsi gigi dapat tereapai kembali. .
Kasus dan penanganan. Pasien laki-Iaki berusia 35 tahun datang ke klinik Konservasi RSGM Prof. Soedomo dengan keluhan ingin melanjutkan perawatan gigi belakang kanan bawahnya yang pernah dirawat di dokter gigi sebelumnya tetapi tidak selesai. Pada pemeriksaan CE negati!, perkusi positi!, palpasi dan mobilitas negati!. Gambaran radiogra! terlihat adanya area radiolusen pada 1/3 akar lateral bagian mesial. Diagnosis gigi 45 adalah karies profunda dengan nekrosis pulpa disertai perforasi akar lateral. Preparasi saluran akar dilakukan dengan teknik crown down menggunakan protaper hand use. MTA setebal 3 mm ditempatkan dalam saluran akar yang mengalami perforasi akar lateral dan selanjutnya saluran akar diobturasi dengan teknik single cone. Tiga bulan setelah penutupan perforasi akar lateral, pasien tidak ada keluhan serta pada pemeriksaan perkusi, palpasi dan mobilitas negati! kemudian dilanjutkan dengan restorasi onlei resin komposit.
Kesimpulan. Kasus premolar dua kanan mandibula yang mengalami perforasi akar lateral dapat disembuhkan dengan penggunaan MTA sebagai bahan penutup perforasi. Evaluasi pasea pengaplikasian MTA dilakukan pada bulan ke-3 menunjukkan hasil yang eukup memuaskan dengan ditandai daerah radiolusensi yang mengeeil pada daerah perforasi. Maj Ked GiJuni 201118(1): 98-10
PENGARUH KONSENTRASI ASAM ASETAT DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP MUTU KOLAGEN LIMBAH KULIT IKAN NILA HITAM
The objective of the research was studied the effect of acetic acid concentration and extraction time on the collagen quality of black tilapia leather. Black tilapia leather was processed into collagen as an alternative to increasing value-added of fisheries industry waste. Collagen of black tilapia was extracted by the treatment of acetic acid molarity, each: 0.25 M, 0.50 M, and 0.75 M (A factor) and extraction time of16 and 48 hours (Bfactor). Based on the analysis of variance is known that the interaction of those treatments (AB) didn\u27t significantly effect on the yield (p>0.05). Collagen extraction of tilapia leather with 0.75 M of acetic acid at 16 hours, produces the greatest yield (5.97%), with denaturation temperature is 35.75°C, and quantitative composition of glipine, alanine, and glutamic amino acids were: 5395.82 ppm (52.99%),2979.15 ppm (22.08%), and 1684.42 ppm (7.45%). Based on the analysis of SDS-PAGE is known that the collagen contained were a component and f3 component, so that collagen of tilapia leather has type I collagen
ANALISIS KADAR LOGAM DAN CARA MUDAH MENGENALI UDANG YANG TERAKUMULASI LOGAM: STUDI KASUS TENTANG UDANG DI SUNGAI DONAN CILACAP, JAWA TENGAH (Metal Content Analysis and Easily Recognize for Shrimps that Accumulates of Met
Penelitian tentang Analisis Kadar Logam dan Cara Mudah Mengenali Berbagai Udang yang Terakumulasi Logam dilakukan dengan: mengidentjfikasi berbagai jenis udang, menganalisis kadar logam dan menganalisis secara morfologi berbagaijenis udang terkait dengan morfologi tubuhnya. Penelitian dilakukan di sepanjang Sungai Donan Cilacap dengan cara menangkap berbagai jenis uang di sepanjang sungai tersebut setiap musim. Analisis kadar logam dilakukan di Laboratorium Kimia Analitik UGM, identifikasi dan analisis morfologi udang dilakukan di Laboratorium Teknik Kimia UMP. Hasil identifikasi diperoleh enam jenis udang yaitu udang Tepus, Pletok, Jahe, Peci, Sikat, dan Wuku. Berdasarkan hasil analisis morfologi (warna tubuh) menunjukkan semua jenis udang yang berasal dari lokasi sekitar tailing semen dan pertamina berwarna lebih gelap (kehitaman atau hitam kemerahan), dan yang berasal dari lokasi sungai yang memiliki tanaman bakau adalah cerah dan segar (wama lebih kelihatan bening). Hasil analisis kadar logam jenis Cd dan Pb pada semua udang tidak terdeteksi, sedangkan analisis kadar Cu terdeteksi pada udang Pletok, Wuku dan Sikat dengan kadar melebihi baku mutu kesehatan 0, I ppm. Rata-rata kadar Cu pada udang tersebut sebesar 66,256 ppm per 1000 gram udang kering. Dari hasil analisis morfologi (bentuk tubuh) dari semuajenis udang baikyang terakumulasi logam maupuntidak memiliki bentuk yang sarna, sehingga tidak dapat menjadi patokan dalam mengenali udang yang tercemar logam. Berdasarkan penelitian di atas dapat disimpulkan udang yang terakumulasi bahan pencemar di atas standar keamanan pangan berwama hijau kehitaman dan merah kehitaman, sedangkan udang yang tidak terakumulasi bahan pencemar berwarna putih segar
ENKAPSULASI DAN STABILIT AS PIGMEN KAROTENOID DARI Neurospora intermedia N-l = (Encapsulation and the Stability of Carotenoidsf rom Neurospora intermedia N-l)
Neurospora sp merupakan spesies fungi yang dilaporkan menghasilkan pigmen karotenoid, yaitu metabolit sckunder yang termasuk kelompok pigmen yang berwama kuning, jingga atau merah jingga. Pada penelitian ini telah dilakukan enkapsulasi pigmen karotenoid Neurospora intermedia N-I menggunakan kopolimer gelatin-maltodekstrin. Suspensi dari campuran ekstrak karotenoid dengan kopolimer gelatin-maltodekstrin, dikeringkan dengan alat spray drier sehingga diperoleh serbuk karotenoid GME (gelatin-maltodekstrin-ekstrak) dan diuji stabilitasnya terhadap pengaruh penyimpanan RH 20-30%, selama 5 minggu. Hasil enkapsulasi ekstrak karotenoid diperoleh serbuk GME dengan nilai EY (encapsulation yields)± 48%. Mikroenkapsulasi ekstrak karotenoid tersebut dapat meningkatkan kelarutannya dalam air dan stabil pada kondisi RH 20-30%, stabilitas menurun mulai pada minggu ke 3. Analisis KCKT terhadap serbuk GME menunjukkan penurunan kandungan β-karoten sekitar 30%, sctclah penyimpanan 5 minggu. Analisis SEM terhadap serbuk GME menunjukkan partikel yang berbcntuk bulat dan berlekuk di permukaan dengan ukuran ±1 µm.
Neurospora sp. a species of fungi was reported containing the carotenoid pigments, the secondary metabolite of the yellow. orange or red-orange pigments group. On this research, the carotenoid pigments of Neurospora intermedia N- J has been encapsulated by a copolymer of gelatin-maltodextrins. The encapsulated products were dried by a spray drier and the carotenoid powder was determined its stability to the storage influence at RH 20-30%, for 5 weeks. Encapsulatiotion product of carotenoids extract obtained the GME powder with EY value± 48%. Microencapsulation of this extract was increased the water solubility and stable at RH 20-30% condition. the stability was decreased start at the third week. HPLC analysis of GME powder showed the decreasing of β- carotene about 30%,"\u27qfier storage for 5 weeks. SEM analysis of GME powder showed the globular shape and dents on the surface of particles, with
size ±1 µ
PEMET AAN ELEKTROPORASI PADA JARINGAN BIOLOGIS TERPAPAR DENYUT LISTRIK (Electroporation mapping on electric pulse exposed biological tissue)
Elektroporasi jaringan telah dipakai sebagai teknik untuk memudahkan masuknya molekul-molekul ke dalam sel dengan memberikan denyut listrik pada suatu luasan jaringan dalam tubuh. Kesuksesan suatu elektroporasi ditentukan oleh prosedur penerapan, property dan obyek paparan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat peta elektroporasi pada jaringan biologis tertentu yang terpapar denyut listrik. Jaringan biologis dimodelkan sebagai bahan dielektrika dengan parameter konduktivitas dan permitivitas. Medium dielektrika ini adalah suatu sistem elektrostatik yang memiliki model matematis berbentuk persamaan diferensial parsial. Metode elemen hingga (Finite Element Method, FEM) digunakan sebagai cara untuk penyelesaian masalah. Hasilnya berupa grafik yang memperlihatkan potensial dan medan listrik. Dari simulasi numerik diperoleh hasil bahwa kerapatan medan lebih tinggi pada tempat di sekitar elektroda dan lebih rendah di tempat lainnya yang jauh dari elektroda. Melalui simulasi numeris, suatu peta elektroporasi reversible jaringan biologis yang terpapar denyut medan listrik dapat dibuat dan dapat digunakan sebagai petunjuk bagi praktisi untuk terapi berbasis elektroporasi dengan lebih akurat, berhasil, dan aman.
Tissue electroporation is a technique that facilitates the introduction of molecules into celIs by applying an electric pulse to certain areas of body. The success of electroporation is determined by procedur of application and the properties of the exposure and object. The aims of this research is to develop an electroporation map on a specific biological tissue being electric pulse exposed. The biological tissue is modeled as dielectric medium with conductivity and permittivity. This medium as a system of electrostatic, modeling of this system leads to get a mathematical model in the form of.partial different equation problems. A Finite Element Method (FEM) is used as a tool to solve the problem. The simulation results are graphical presentations showing the potential dan electric field. It is also shown that the density of the field is higher in the location near electrode and smalIer in remote location. A map of electroporation, based on the map of electric field exposure is then can be used as a guidance to practitioner for accurate, successfulIy and safe electroporation therapy
The Role of Inter Ethnic Marriage on Trust and Caution
Kepercayaan sallgat penting dalam relasi sosial. Ketidakpercayaan akan menjadi berbahaya bila tidak dikelola atau ditransformasi untuk menjadi kepercayaan. Oleh karena itu, perlu ada upaya-upaya untuk meminimalisasi ketidakpercayaan dan meningkatkan kepercayaan. Secara teoritis, persilangan kategori berpotensi mengurangi ketidakpercayaan dan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan. Untuk membuktikan teori dan harapan tersebut, penelitian ini diarahkan unt-uk membuktikan peran persilangan kat-egori, dalam bent-uk perkawinan ant-ar etnis, terhadap kepercayaan dan ketidakpercayaan. Survai dilakukan dengan sampel siswa SMA, mahasiswa, dan pekerja. Kategori etnis ayah dan ibu dari responden (Jawa - Non Jawa) dipersilangkan sehingga diperoleh dua kategori non persilangan dan dua kategori persilangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa persilangan kategori anak, sebagai hasil perkawinan antar suku, mengindikasikan tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bukan persilangan. Pada sisi lain, efek persilangan terhadap ketidakpercayaan ternyata tidak signifikan
Kajian Psikologis Mengenai Komunikasi Berbasis Paperless Office UGM
Paperless Office or PLO was created to facilitate work demands, which strongly requires speed, accuracy and also relates with issues concerning paper use reduction in several organizations in, the world. In the Faculty of Psychology UGM, PLO has already been used since 2009. Has this particular technology actually fulfilled the aforementioned expectations above? If it has, then what types of issues are well discussed through this system? Are there issues that are difficult to discuss using this system? Why is that so? This study aims to describe use of PLO systems among staffs in lhe Faculty of Psychology UGM. Both quantitative and qualitative methods are applied in the study. (Juantitative method was conducted using descriptive technique towards the PLO databasefollowed by the categorization of the users, discussed topics that support daily office work, as well as the completeness and order of topics that are discussed. Following the categorization of users, data collection was further carried out by interviewing faculty members to explore reasonsfor not using the system. Other issues that are to be studied include thefluent exchange of information for each of the discussed topics basedfrom the categorizationprocess. Content analysis is performed towards the dataobtainedfrom this interview.The results of the analysis demonstrate that PLO usage reaches 84%. Topics most interestingly discussed concern social topics,for example news of an ill member, birth of a baby, and promotion. The topic least responded to, related with academic career opportunities. The percentage of PLO usage provides a description related to the cultural issues that holdimportance in innovationdiffusioninofficework
PERMINTAAN MINYAK KELAPA SAWIT INDONESIA OLEH REPUBLIK RAKYAT CHINA = Indonesian Palm Oil Demand by The People\u27s Republic Of China
The aims of this study was to determine the factors that affect demand for Indonesian palm oil by the People\u27s Republic of China, which is the ratio of Indonesian palm oil prices in Malaysia, the income per capita of the China, China\u27spopulationandtheprice of sunfloweroil , as wellas to knowthe trendof demandfor Indonesianpalm oil by the China. This study uses secondary data which was implemented in 2008-2009. Results of research showed that the number of people significantly affected the number of Indonesian palm oil demand by the People\u27s Republic of China. While the trend analysis results indicate that the demandfor Indonesian palm oil by the People\u27s Republic of Chinafor the next 3 years will increase.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan minyak kelapa sawit Indonesia oleh Republik Rakyat China (RRC), yaitu rasio harga minyak kelapa sawit Indonesia dengan Malaysia, pendapatan per kapita RRC, jumlah penduduk RRC dan harga minyak bunga matahari, serta untuk mengetahui trend permintaan minyak kelapa sawit Indonesia oleh RRC. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dilaksanakan pada tahun 2008 - 2009.Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk secara signifIkan mempengaruhi jumlah permintaan minyak kelapa sawit Indonesia oleh republik Rakyat China. Sedangkan basil analisis trend menunjukkan bahwa permintaan minyak k~lfpa sawit Indonesia oleh Republik Rakyat China untuk 3 tahun mendatang akan meningkat