UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    OVERDENTURE ALTERNATIF PERAWATAN PADA LANSIA TIDAK BERGIGI

    Get PDF
    Menjadi tua adalah kenyataan hidup yang tidak bisa dielakkan, terjadi penurunan pada kesehatan medis dan kapasitas fungsional pada lansia dibandingkan dengan anak-anak. Kapasitas fungsional adalah penting untuk mempertahankan rutinitas kehidupan sehari-hari dan interaksi sosial pada lansia. Selain itu, gigi adalah penting untuk menjalankan aktivitas harian dengan baik, fungsi utamanya dalam kehidupan mungkin mempengaruhi kegiatan rutin harian langsung adalah berbicara dan makan yang dilakukan dengan dukungan dari gigi. Kurangnya kesehatan gigi telah dilaporkan berhubungan dengan cacat fisiko penurunan mental, rheumatoid arthritis dan penyakit jantung. Namun, belum bisa dipastikan apakah kesehatan gigi memiliki efek langsung pada dari faktor-faktor lain, misalnya untuk gaya hidup. Selain itu, kesehatan rongga mulut dan gigi mungkin akan menghasilkan aktivitas otak yang lebih besar, sehingga kemampuan yang lebih luas dalam ekspresi dan interaksi sosial (Mollaoglu, Alpar, 2005). , Banyak pasien lansia memperlihatkan perawatan gigi sangat kurang sehubungan dengan jumlah gigi, penyakit periodontal dan karies yang menyebabkan pembuatan gigi tiruan cekat tidak mungkin dilakukan. Selama lebih dari 100 tahun, pengobatan yang tersedia hanya gigi tiruan konvensional. Namun demikian, keluhan mengenai kurangnya stabilitas dan retensi gigi tiruan pada rahang bawah, bersamaan dengan kemampuan mengunyah menurun, telah umum pada lansia ini (Assunqao et ai, 2007). Umumnya, implan lebih banyak dibutuhkan untuk mendukung gigi tiruan penuh overdenture. Faktor lain untuk dipertimbangkan termasuk kesehatan pasien, kemampuannya untuk menjalani prosedur pembedahan dan biaya (Vogel, 2008). Perawatan overdenture dengan\u27 dukungan implan memberikan peningkatan yang signifikan dalam stabilitas, retensi, kekuatan dan efisiensi pengunyahan dan kesehatan mulut yang mungkin terkait dengan kualitas hidup pasien (Assunqao et ai, 2007)

    PENDAMPINGAN KELOMPOK TERNAK BRAJAGAMA, TAMANTIRTO, KASIHAN, BANTUL, YOGYAKARTA DALAM MANAJEMEN PETERNAKAN TERPADU

    Get PDF
    Integrated animal farming management system has been disseminated at animal farming group Brajagama, Tamantirto, Kasihan, Bantul. The purpose of the activity was to enhance the skill of the farmer especially on animal precopulatory behavior detection, planting and processing of green fodder, animal waste processing, recording and improvement of the farm-animal stall. This activity used the Focus Group Discussion (FGD) method to deliver the program. At the end of the program, it was shown that the farmers skill on animal precopulatory behavior detection were improved, more green fodder was available, the farmers could produce organic fertilizer from their animal waste and the farmers knowledge on animal farming management in general was better

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MENUJU DESAMANDIRI ENERGI MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH BUAH JAMBU METE DAN UMBI-UMBIAN MENJADI BIOETANOL DI DESA KARANGMOJO, KECAMATAN KARANGMOJO, KABUPATEN GUNUNG KIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

    Get PDF
    A community empowerment activity was carried out in Karangmojo Village, Karangmojo District, Gunung Kidul Regency, Yogyakarta Province through trainings of bioethanol production from cashew fruit garbage and cassavaas well as the aspect of entrepreneurship and the economics of bioethanol. This activity began with socialization on the production of bioethanol, economical aspects, dangers of abuse of bioethanol and bioethanol distiller construction for small entrepreuners with the involvement of the Joint Group of Farmers (Gapoktan), elements of ruralcommunities of Karangmojoand KuliahKerjaNyata-Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (KKNPPM)2010 Universitas Gadjah Mada students. The following step was a workshop on installation and production of bioethanol from cashew fruit garbage and cassava. Activities ended with a demonstration of bioethanol stove in front of Karangmojo Authorities (MUSPIKA) and bioethanol promotion through internet. From the results of this research and activity, it can be concluded that: Karangmojo village community positively responded the activities of empowerment. This activity resulted in a collaboration between Universitas GadjahMada and Farmers Group of Karangmojo village. However, a simple distillation installation was constructed in this village

    PENGENDALIAN TERPADU PENYAKIT KARAT TUMOR PADA TANAMAN SENGON (PARASER/ANTHESFALCATAR/A)DI HUTAN RAKYAT, KECAMATAN PRINGSURAT,TEMANGGUNG, JAWA TENGAH

    No full text
    Gall rust disease caused by gall rust fungus (Uromycladium tepperianum), is one of the most devastate disease of sengon (Falcataria moluccana (Miq.) Barneby & J.W. Grimes) both in plantation and community forest in Indonesia. Status of the disease,particularly in Java island have been at epidemic level. Integrated gall rust disease management control using some appropriate techniques regarding pruning practice, applying fertilizer, applying fungicide before and during new planting, also application fungicide of gall at the coppice stem have been conducted. Applying 200 g/trees of NPK fertilizer on 2 years age of sengon trees combine with cassava,coffee and papaya at the community forest able to significantly reduce the incidence of gall rust disease at the stem. Pruning practice is able to reduce about 30%- 40%of gall rust disease incidence after four month application. Aplication using systemic fungicide before and during planting were able to reduce 33%to 45%gall rust disease in the new planting of sengon in the field. However, application of fungicide every one week on the coppice stem, were not successful to reduce gall development after two times application

    Ethical Ideology and Ethical Judgments of Accounting Practitioners in Malaysia

    Get PDF
    Abstract: The paper intends to explore the ethical ideology and ethical judgments of accounting practitioners in Malaysia. The objectives of this study are twofold. First, the paper intends to examine the factors that contribute to the different ethical ideology among Malaysian accounting practitioners. Second, it aims to investigate the influence of demographic factors and ethical ideology on ethical judgments of accounting practitioners. The study used Forsyths (1980) Ethics Position Questionnaire instrument to examine the ethical ideology of the accountants and adopted ethics vignettes used by Emerson et al. (2007) to assess the ethical judgments of the respondents. From the statistical analysis, this study found that age and gender have a significant impact on ethical judgment but not on ethical ideology. In addition, idealism and relativism have a significant influence on ethical judgment, especially in a legally unethical situation. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ideologi dan pertimbangan etik dari para praktisi akuntansi di Malaysia. Tujuan dari penelitian ini terbagi menjadi dua. Pertama, bertujuan untuk meneliti faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perbedaan ideologi etik diantara para praktisi akuntansi di Malaysia. Kedua, bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor demografi dan ideologi etik terhadap pertimbangan etik di antara praktisi akuntansi. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner Ethics Position Questionnaire Instrument (Forsyths 1980) untuk menguji ideologi etik para akuntan dan mengadopsi sketsa etik yang digunakan (dalam Emerson dkk. 2007) untuk menguji pertimbangan etik dari para responden. Dari analisis statistik, penelitian ini menemukan bahwa usia dan gender memiliki dampak yang signifikan terhadap pertimbangan etik namun tidak pada ideologi etik. Selain itu, idealisme dan relativisme memiliki pengaruh signifikan terhadap pertimbangan etik, terutama pada situasi dimana tidak ada etika hukum

    The Impact of Financial, Non-Financial, and Corporate Governance Attributes on The Practice of Global Reporting Initiative (GRI) Based Environmental Disclosure

    Get PDF
    Abstract: Business entities are able to exert their influence on particular stakeholders for the benefit of their interest by managing the information they disseminate to the public, particularly if there is no regulation on such issue in place. Accordingly, the extent of accounting information disclosed to the public, specifically voluntary environmental information, is determined by the internal characteristics of the business entities. The objective of this research is to test the financial, non-financial, and corporate governance attributes of Indonesian public companies which contribute to the extent of environmental information disclosure in Indonesia. This research measured the extent of Indonesian public companies environmental disclosure using Environmental Disclosure Index (EDI) as a dependent variable. The index is developed from the parameters under environmental protocols of the Global Reporting Initiative (GRI) G3 framework. Samples of 35 Indonesian public companies are purposively chosen for each of the year from 2005-2008 to form a total of 140 observations. The testing results conclude that size of company, economic performance, and industry sensitivity positively affect environmental disclosure. This research is limited by an assumption that Indonesian public companies employ annual report as the primary means to publicize financial and non-financial information to public. Abstrak: Entitas bisnis dapat menggunakan pengaruh mereka pada pihak tertentu untuk kepentingan mereka dengan mengelola informasi yang mereka sebar-luaskan kepada publik, terutama jika tidak ada peraturan mengenai masalah tersebut. Dengan demikian, sejauh mana informasi akuntansi diungkapkan kepada lingkungan masyarakat, khususnya informasi lingkungan sukarela, ditentukan oleh karakteristik internal dari badan usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji atribut tata kelola keuangan, nonkeuangan, dan perusahaan perusahaan publik Indonesia yang berkontribusi pada tingkat pengungkapan informasi lingkungan di Indonesia. Penelitian ini mengukur tingkat pengungkapan lingkungan perusahaan publik menggunakan Environmental Disclosure Index (EDI) sebagai variabel dependen. Indeks ini dikembangkan dari parameter di bawah protokol lingkungan dari kerangka Global Reporting Initiative (GRI) G3. Contoh dari 35 perusahaan publik terpilih di Indonesia untuk setiap tahun dari 2005-2008 untuk membentuk total 140 observasi. Hasil pengujian menyimpulkan bahwa ukuran perusahaan, kinerja ekonomi, industri dan sensitivitas positif mempengaruhi pengungkapan lingkungan. Penelitian ini dibatasi oleh asumsi bahwa perusahaan-perusahaan publik Indonesia menggunakan laporan tahunan sebagai sarana utama untuk mempublikasikan informasi keuangan dan non-keuangan kepada publik

    UTILIZATION OF FLYASH WASTE AS REINFORCEMENT OF ALUMINUM MATRIX COMPOSITE PRODUCED USING POWDER METALLURGY (Pemanfaatan Limbah Abu Terbang sebagai Penguat Aluminium Metal Matrix Composite Dibuat dengan Cara Meta/urgi Ser

    Get PDF
    Aluminum matrix composite (AMe) has been prepared from aluminum fine powder as a matrix and fly ash waste as reinforcement. In this research the amount of fly ash as much as 2.5,5, 7.5 and 10 wt% was added to the aluminum fine powder. The mixture was compacted using uniaxial with a pressure of 100 MPa and it was pressureless sintered in argon atmosphere at various temperature of 500°, 525°, 550°,575° and 600°C. Bending strength of AMC was determined using four point bending, hardness was tested using Vickers method, wear rate was tested using pin on disk method, porosity was tested using Archimedes method and the micro structure was observed using SEM. The result shows that fly ash can be used as reinforcement of AMC. The bending strength and Vickers hardness of AMC increase, wear rate and porosity of AMC decrease with increasing the fly ash content up to 7.5 wt%, while fly ash higher than 7.5 wt% causes a decrease. Porosity, bending strength, wear rate and hardness of AMC are 5.4%, 68.5 MPa, 0.0571 mg/(MPa.m) and 62.6 VHN, respectively. It shows that bending strength, hardness and wear resistance of AMC are higher than pure aluminum

    ANALISIS DIAZINON SECARA DIFERENSIAL PULSA VOLTAMETRI DIBANDINGKAN DENGAN KROMATOGRAFI Diazinon Analysis with Differential Pulse Voltametry Compared to Cltromatography)

    Get PDF
    Telah dilakukan penelitian penentuan diazinon dari sampel tanah pertanian di beberapa kecamatan Kabupaten Nganjuk Jawa Timur menggunakan elektroda kerja tembaga amalgam padat (CuSAE) secara diferensial pulsa voltametri (DPV) dibandingkan dengan metode kromatografi. 100 g sampel tanah pertanian yang dihaluskan dengan ukuran 100 mesh diekstraksi menggunakan aseton. Ekstraksidilakukan menggunakan ekstraktrorsoxhlet dengan 10kali sirkulasi. Hasil ekstraksi sebagian ditambahkan surfaktan SDS untuk dianalisis secara voltametri menggunakan elektroda CuSAE dan sebagian dianalisis menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC). Analisis voltametri dilakukan pada pH 3 dengan elektrolit pendukung CaCI2 menggunakan standar adisi. sedangkan analisis dengan HPLC menggunakan grafik standar. Berdasarkan data voltamogram dan kromatogramyang telah diolah dengan program origin 7.0 menghasilkan perolehan kembali rata-rata diazinon (97.40±1.02) % pada voltametri dan (100.98±1:7.10) % pada HPLC. Analisis diazinon kedua metode dibandingkan dengan uji t (thitung = 0.4785 < ttabel = 2.31) sehingga tidak ada perb\u27edaan hasil antara metode voltametri dan HPLC

    ISOLASI DAN KARAKTERISASI JAMUR PENDEGRADASI ZAT PEWARNA TEKSTIV) (Isolation and Characterization of dye-degradingfungi)

    Get PDF
    Industri tekstil tidak saja menghasilkan sandang yang merupakan kebutuhan primer manusia, tetapi juga mengeluarkan limbah yang berpotensi sebagai penyebab pencemaran lingkungan. Komponenutama limbah industri ini adalah berbagaijenis zat pewama tekstil. Penelitian inibertujuan untuk memperoleh isolat-isolat jamur yang mampu mendegradasi beberapajenis zat pewama tekstil. Isolasi dilakukan menggunakan metode surface plating di atas medium Potato Dextrose Agar, dan seleksi kemampuan degradasi pewarna berdasarkan atas toleransi terhadap konsentrasi zat pewama, serta besar dan kecepatan dekolorisasi beberapa jenis zat pewama. Sebagai parameter awal digunakan enam zat pewama tekstil. Isolat-isolat unggul kemudian diidentifikasi awal berdasar atas morfologi mikroskopis terhadap miseliumnya.Dalam penelitian inijuga digunakan beberapa kultur mumijamur pembusuk putih sebagai pembanding. Dalam penelitian ini digunakan limbah cair dan padat beberapa industri tekstil dan industri pulp & paper, tanah gambut dari Kalimantan Tengah dan Riau, tanah sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir, serta tanah seresah hutan. Dari berbagai sumber tersebut diperoleh 101 isolat jamur. Uji dekolorisasi kualitatif terhadap 6 zat pewama menghasilkan 6 isolat unggul yang mampu mendekolorisasi lebih dari tigajenis pewama dengan kecepatan relatiftinggi. Masing-masing isolat unggul memiliki spesifikasi dalam daya dekolorisasi terhadap ke 6 jenis pewama. Identifikasi awal terhadap isolat unggul menunjukkan bahwa mereka berasal dari genus Aspergillus, Cladosporium, Penicillium dan Stachybotrys. Sedangkan uji terhadap kultur jamur pembusuk putih sebagai pembanding menghasilkan 2 kultur unggul, yaitu: Phanerochaete chrysosporium dan Pleurotus astreatus. Secara umum kemampuan dekolorisasi isolat-isolat jamur kebanyakan masih di bawah kemampuan kedua kultur mumi tersebut, namun beberapa isolat justru memiliki kemampuan lebih tinggi dibandingkan kultur pembanding

    PEMANF AATAN PIROPILIT SEBELUM DAN SESUDAU AKTIV ASI SEBAGAI ADSORBEN PADA PROSES PENURUNAN BILANGAN PEROKSIDA DAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS MINYAK JELANT AU (The Utilization of Pyrophilite Before and After Activation as an

    Get PDF
    Telah dilakukan penclitian dengan tujuan : 1). Mcngetahui perubahan karakteristik piropilit meliputi intcnsitas scrapan gugus aktif OH- dan luas permukaan. 2). Mengetahui ada tidaknya pengaruh variasi jenis dan masa adsorben terhadap penurunan kadar asam lemak bebas dan bilangan peroksida minyak jclantah. Penelitian ini tcrdiri atas dua tahap : 1). Pcmbuatan adsorben yakni piropilit sebelum dan sesudah aktivasi. 2). Adsorpsi asam lemak bebas dan senyawa peroksida minyak jelantah. Analisis hasil pcnclitian tahap I) dilakukan dengan Spektrofotometer IR dan "Surface area analyzer", tahap 2) dengan mctodc statistik analisis varian dua arah. Hasil penelitian tahap I) menunjukkan ada perubahan karaktcristik piropilit yakni peningkatan intensitas serapan gugus aktif OH dan luas permukaan sebelum sesudah aktivasi berturut-turut 10-20 % menjadi 20-30 % dan 8,374 m²/g menjadi 11,790 m²/g. Untuk pcnelitian tahap 2) menunjukkan tidak ada interaksi antara jenis dan masa adsorben sedangkan masing-masing variabe! temyata ada pengaruh yang signifikan. Hal ini ditunjukkaI1bahwa pada masa adsorbcn 5 gram, sebelum dan sesudah aktivasi asam Icmak bebas mengalami penurunan dari 0,6693 % mcnjadi 0,4131 % dan 0,3731 % sedangkan bilangan peroksida dari 1,1889 meqlKg menjadi 0,4973 meq/Kg dan 0,4632 meq/Kg lias been studied with the aim of: 1). Knowing the characteristic changes in absorption intensity piropilit include active ON-groups and surface area. 2). Determine whether there is the influence of adsorbent type and period of decreased levels offree fatty acid and peroxide numbers used cooking oil.study consisted o{ two stages: 1). Making the piropilit adwrbent before and after activatioin. 2). Adsorption offreefatty acid and peroxide compound used cooking oil. Analysis of the results of the study phase 1) performed with 1R spectrophotometer and "Surface area analyzer", phase 2) with statistical Method of two-way analysis of variance. The results o{stage I) showed no change in the characteristics of the increased intensity of the absorption piropilit active OH-groups and surface area before and after activation respectil\u27ely 10-20% to 20-30% and 8.374 m²/g to 11.790 m²/g. For the study phase 2) showed 110interacthm between species and the adwrbent while each variahle there was a significant influence. It is shown that during the adsorbent 5 grams, before and after activation of free fatty acids decreased from O.6693 % to 0.4131% and 0.3731%, while the number 0{1. 1889 meq peroxide/kg to 0.4973 meq/Kg and O.4632 meq/Kg

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇