UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    LEVEL HORMON TRIIODOTHYRONINE DAN THYROKSIN SAAT ESTRUS DAN OVULASI PADA SAPI BALI

    Get PDF
    The thyroid hormone governs growth, differentiation and metabolism in nearly all somatic tissues. Abnormal thyroid hormone levels have been reported to lead to infertility or reduced reproductive function. One of speculated roles of thyroid hormones currently under review is the direct regulation of steriodogepesis within the ovarian follicular cellslby the hormone. The aim ofthe study was to detect the level triiodotryronin (T3) and thyroxine (T4) of Bali cattle at estrus and ovulation time. The study was conducted using four Bali cattle. All the treated cattle had the same age (approxymately two years) and kept in healthy conditon. Estrus detection was performed daily and the ovulation time was detected by ultrasonography. Blood samples were collected from jugular vein at estrus and ovulation time. Serum level of triiodothironine and thyroxine were assayed using enzime linked immunosorbent assay (ELISA). The results showed that level T3 at estrus and ovulation time were 1,46 ng/dl:l: 0,173 and 1,98 ng/ml:l: 0,41, respectively. Level ofT4 at estrus time and ovulation time were 10,43:1: 0,442 and 10,48:1: 0,896, respectively. Ratio T3/T4 was 0,14:1: 0,011 at estrus time and 0,19:1: 0,03 at ovulation time. The level T3, T4 and ratio T3/T4 were not different s~gnificantly (p>0,05) between at estrus and ovulation time. The present study concluded the, T3 and T4 may have direct stimulatory effects on ovarian function

    Rekayasa Material Akustik Ruang Dalam Desain Bangunan Studi Kasus: Rumah Tinggal Sekitar Bandara Adisutjipto Yogyakarta

    Get PDF
    This research was conducted to determine the conditions and manipulate the acoustic material by the mathematical experiment method, the calculations was using a specific formula by replacing the value of the material acoustic sound coefficient. Thefocus of this research was analyzing the sound absorption and noise reductions of acoustic materials used in residential around Adisutjipto airport of Yogyakarta then proceed with the analysis of sound absorption and noise reduction of coconut palm fiber designed acoustic materials based on building physical theory. The results showed that the low sound absorption and noise reduction of the acoustic material inside the sample chamber was due to the material used had a sound reflector characteristic, so to optimize the noise reduction it was needed an additional layer of acoustic material used in the fields. The high sound absorption and noise reduction of the coconut palm fiber designed materials caused by these materials had sound-absorbing properties. The addition of coconut palm fiber layer for acoustic material could optimize the noise reduction. In addition, the coconut palm fiber acoustic material could be used as an alternative sound dampening material at high frequencies that could potentially reduce the waste ofnature

    Dinamika Pemanfaatan Laban Kampung Berscjarab \u27Luar Batang\u27 -Jakarta Utara

    Get PDF
    The dynamic of land utilization is related to the changes of land function. In this context, the morphological study is implemented to uncover the changes in land functions in Kampung Luar Batang, North Jakarta, Indonesia. Kampung Luar Batang is a historical kampung which was established by VOC in Batavia under the influence of the existence of a Moslem missionary, AI-Habib /lusein bin Abubakar Allaydrus, and accelerated by the its strategic geographical location close to urban economic centers. Historically, Luar Batang has been a place for laborers\u27 settlement, VOC defense fort, port of transit for migrants, pilgrimage center and rental dwelling that is surrounded by illegal housing. Each function was not chronologically appeared, but developed in multi-layered manner. In fact the historical meanings of Luar Batang were not obtained through in depth literature study, since the availability of references about the kampung is very limited. This study is an effort to uncover the physical elements of the kampung from historical perspective, based on the maps documentation and empirical study. The graphical abstraction model presented at this paper is an attempt to clarify the dynamic of land utilization

    PENATALAKSANAANHIPERPIGMENTASIGINGIVA DAN MAHKOTAGIGI KLINIS PENDEK DENGAN SURGICAL SCALPEL TECHNIQUEPADAGIGI ANTERIOR

    Get PDF
    Latar belakang. Warna gingiva normal, mencerminkan kesehatan mulut dan mempunyai peranan penting dalam kedokteran gigi estetik. Jika terdapat kelainan warna, seperti gingiva yang kehitam-hitaman yang sering dikeluhkan pasien, dapat merupakan suatu masalah walau bukan suatu masalah medis. Kadang-kadang pewarnaan gingiva ini diperparah dengan adanya mahkota gigi klinis yang pendek. Ada beberapa macam teknik depigmentasi untuk mengatasi masalah ini. Tujuan. Laporan kasus ini bertujuan menghilangkan hiperpigmentasi gingiva dengan menggunakan teknik sederhana dalam waktu minimal serta tidak terlalu sulit dilakukan tapi masih cukup memuaskan bagi pasien. Kasus. Pasien perempuan umur 18 tahun mengeluh gingiva berwarna gelap dan mahkota gigi tampak pendek yang mengganggu penampilan dan ingin diperbaiki. Diagnosis dari kasus ini adalah hiperpigmentasi gingiva dengan mahkota gigi klinis pendek. Pada kasus ini digunakan teknik bedah skalpel untuk mengkoreksi hiperpigmantasi gingiva dan mahkota gigi klinis pendek tersebut. Pasien sangat puas dengan penampilan gingivanya yang baru. Kesimpulan. Teknik bedah skalpel dapat mengatasi hiperpigmentasi gingiva da~ahkota gigi klinis pendek. Maj Ked GiJuni 201118(1): 35-3

    PROTESA MAKSILOFASIALDENGAN HOLLOW BULB PADAKASUS KLAS I ARAMANV UNTUK REHABILITASI PASCA HEMIMAXILLECTOMY

    Get PDF
    Latar belakang. tindakan hemimaxillectomyakan menimbulkan terjadinya defect yang menyebabkan gangguan bicara (sengau), penelanan, pengunyahan, estetik dan kejiwaan. Tujuan. untuk menginformasikan cara rehabilitasi defect atau cacat pada wajah dengan protesa maksilofasial hollow bulb untuk mengembalikan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik dan kejiwaan penderita. Kasus dan penanganan. pasien pria berusia 43 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo atas rujukan dari dokter THT RS. Dr. Sardjito. Saat datang pasien merasa terganggu dengan adanya pembengkakan di dalam mulut, kemudian dilakukan pemeriksaan subyektif dan obyektif. Hemimaxillectomydilakukan oleh dokterTHT RS. DR. Sardjito. Obturator pasca bedah dipasang segera setelah operasi. Dua minggu pasca operasi, dibuatkan obturator interim, kemudian dibuatkan protesa maksilofasial klas I Aramany dengan hollow bulb setelah 2 bulan pasca operasi. Hollow bulb adalah rongga yang dibuat pada protesa maksilofasial untuk menutup rongga mulut, rongga hidung dan defect. Pada waktu insersi diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan. Kontrol dilakukan 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian. Hasil pemeriksaan dan evaluasi setelah 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian protesa maksilofasial hollow bulb diketahui retensi, stabilisasi, oklusi dan pengucapan lebih baik. Kesimpulan. setelah menggunakan protesa maksilofasial hollow bulb pasca hemimaxillectomy, pasien dapat berbicara dan mengunyah dengan normal. Protesa maksilofasial hollow bulb juga dapat mengembalikan estetik yang hilang, membantu proses penyembuhan jaringan,serta psikologi pasien. Maj Ked GiJuni 201118(1): 53-5

    PERAWATANTRANSPOSISI PADAMALOKLUSIKELAS III SKELETALDISERTAICROSSBITE DAN DEEPBITE DENGANTEKNIKSTRAIGHT WIRE (Terhadap Insisivus Lateral Dengan Caninus Regia Kiri Maksila)

    Get PDF
    Latar belakang. Perawatan transposisi gigi perlu mendapatkan perhatian khusus dikarenakan kompleksitas perawatannya, sehingga sebagian praktisi cenderung memilih pilihan yang lebih mudah dengan mencabut gigi yang\u27transposisi. Tindakan ini memberikan efek yang irreversible dan dapat merugikan pasien. Tujuan. Memberikaninformasitentang perawatan kasus transposisi gigi unilateralgigi insisivus lateraldan caninus regio kiri maksila pada maloklusi kelas III skeletal crossbite dan deepbite dengan alat cekat sistem straight wire. Kasus. Pasien laki-Iaki berusia 24 tahun, pekerjaan mahasiswa, datang ke klinik Orthodonsia FKG UGM. Pada pemeriksaan subjektif pasien merasa terganggu penampilannya diakibatkan gigidepan atas yang berjejal dan gigi bawah yang lebih maju daripada gigi atasnya. Diagnosis final adalah maloklusi kelas III skeletal dengan crossbite dan deepbite disertai transposisi lengkap gigi !.2...dan!~ Penanganan. Reposisi gigi !.2...dan!..3dilakukan secara bertahap, disediakan ruangan terlebih dahulu dengan distalisasi gigi ! a , diikuti dengan rotasi dan labialisasi gigi !..2. Maloklusi kelas III skeletal dengan crossbite dan deepbite dirawat dengan penggunaan peninggi gigitan posterior disertai retraksi regio anterior mandibula memanfaatkan ruangan yang ada. Kesimpulan. Perawatan transposisi gigi unilateral dari gigi insisivus lateral dan caninus pada regio kiri maksila kasus maloklusi kelas III skeletal dengan crossbite dan deepbite dapat dilakukan dengan menggunakan alat ortodontik cekat sistem straight wire dan meningkatkan estetik pasien. Pemilihan jenis perawatan dilakukan dengan mempertimbangkan usia pasien yang masih muda, hasil perhitungan determinasi lengkung yang mendukung, tingkat kooperatifitas pasien yang baik., dan pasien mengharapkan perawatan dapat dilakukan tanpa intervensi bedah. Maj Ked Gt,Juni 201118(1): 63-6

    PENGARUH PENAMBAHAN FLUOR PADA RESIN AKRILIK TERHADAP KEKERASAN BASIS GIGITIRUAN SEBAGIAN

    No full text
    Latar Belakang. Penelitian ini adalah salah satu efek pemakaian gigi tiruan sebagian adalah mudah terjadinya karies pada gigi yang masih tinggal. Hal ini karena kecenderungan terbentuknya plak pada permukaan gigi dan abrasi karena klamer pada gigi penyangga. Usaha untuk mencegah karies gigi adalah melakukan tindakan fluoridasi. Macam fluor yang sering digunakan adalah sodium fluorida 2,27% (NaF2). Bahan yang sering digunakan untuk membuat plat dasar gigi tiruan sebagian adalah resin akrilik yang komponennya mengandung polimetil metakrilat. Tujuan. Penulisan ini untuk mengetahui fluoridasi melalui gigi tiruan yaitu dengan meneliti penambahan fluor pada resin akrilik terhadap sifat kekerasan basis gigi tiruan sebagian. Metoda. Subyek penelitian berupa 40 plat resin akrilik kuring panas dan kuring dingin yang dicampur dengan sodium fluorida (NaF2), ukuran 20 x 15 x 2,5 mm. Pencampuran sodium fluorida dan resin akrilik dengan perbandil\u27lgan 1 : 3. Pada kelompok 1 resin akrilik kuring panas dicampur dengan sodium fluorida, kelompok II akrilik resin kuring dingin dicampur dengan sodium fluorida, kelompok 3 resin akrilik kuring panas tanpa penambahan sodium fluorida, dan kelompok 4 resin akrilik kuring dingin tanpa penambahan fluor. Uji kekerasan dilakukan dengan menggunakan alat Micro Vickers Hardness Tester. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik anava 2 jalur. Hasil penelitian. Menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna kekerasan resin akrilik kuring panas dan resin akrilik kuring dingin (p 0,05). Kesimpulan. Penelitian ini adalah penambahan sodium fluorida pada resin akrilik kuring panas dan pada resin akrilik kuring dingin tidak mempengaruhi kekerasan basis gigi tiruan sebagian. Maj Ked GiJuni 201118(1): 113-11

    KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SOSIAL KEARIFAN LOKAL BUDIDAYAUBI JALAR DI KALANGAN SUKU ARFAK KABUPATEN MANOKWARI

    Get PDF
    The aimed of this research are to find a man/woman, who made a figure by sweet potato Arfak farmers in social learning about indigenous knowledge on sweet potato cultivation, understand the process of social learning about indigenous knowledge on sweet potato cultivation, analyzed the effectiveness of social learning about indigenous knowledge on sweet potato cultivation and analyzed factors that affect to effectiveness of social learning about indigenous knowledge on sweet potato cultivation. Method of this research is descriptive analyze with 120 sweet potato farmers samples were randomly obtained from 2 district and 4 villages at Manokwari regency. This study resulted that parent is the only one figure in social learning process about indigenous knowledge on sweet potato cultivation. The effectiveness rate on Arfak tribe farmer is high and it\u27s affected by age and self efficacy. The effect of s~lf efficacy on social learning effectiveness is reinforced by social support provided by parents. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tokoh yang dijadikan figur oleh petani ubi jalar Suku Arfak, termasuk faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keefektifan di dalam proses pembelajaran sosial kearifan lokal pada budidaya ubi jalar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis, menggunakan responden sebanyak 120 petani ubi jalar Suku Arfak yang diperoleh secara acak sederhana dari 2 kecamatan dan 4 desa di Kabupaten Manokwari. Penelitian ini menghasilkan satu tokoh, yaitu orangtua sebagai figur dalam proses pembelajaran sosial kearifan lokal budidaya ubi jalar. Tingkat keefektifan yang dicapai oleh petani Suku Arfak tergolong tinggi dipengaruhi oleh faktor umur dan efikasi diri. Pengaruh efikasi diri terhadap keefektifan pembelajaran sosial kearifan lokal budidaya ubi jalar ini diperkuat dengan adanya dukungan sosial yang diberikan oleh orangtua

    DESIGNING CULTURALLY CONSCIOUS ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION TO FOSTER ASIAN ECONOMIC DEVELOPMENT

    Get PDF
    Creating an Asian model of alternative dispute resolution which considers Asian cultures is important. A mere adoption of western standard will less likely accommodate Asians unique way of handling disputes. Culture-related problems can be avoided if international commercial mediation or arbitration is tuned in to cultural needs and expectations. Penyusunan model alternatif penyelesaian sengketa gaya Asia yang mengakomodasi budaya setempat penting untuk dilakukan. Penerapan standar barat tidak selamanya cocok dengan cara unik orang Asia dalam memandang suatu sengketa. Konflik kultural dapat dihindari apabila mediasi atau arbitrase bisnis internasional disesuaikan dengan kebutuhan budaya setempat

    TANAH DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU HUKUM

    Get PDF
    This article overviews the values that underlie land control and ownership regulations. There are three value systems: communal, individual and Islam. Indonesia develops communal system by still accommodating individual system perspective. However, Indonesia is trapped into liberalism/capitalism idea in which land is seen as commodity. Tulisan ini mengkaji tata nilai yang melandasi sistem pengaturan penguasaan dan pemilikan tanah. Secara universal, terdapat tiga sistem tata nilai yaitu komunalistik, individualistik dan Islam. Indonesia mengembangkan tata nilai berbasis komunalistik namun memberi tempat pada individualistik. Meskipun demikian, ternyata saat ini Indonesia terjebak dalam sistem liberalisme/kapitalisme

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇