UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
Pengujian Model Peranan Kecakapan Hidup terhadap Kesehatan Mental
The aim of this study was to test conceptual model that showed the role of life skills to mental health. Participants of this study was teachers (N=260) from various provinces in Indonesia who arefollowing event by Diknas in Jakarta.Life skills was measured by Life Skills Scale that consist six life skill dimensions, while mental health was measured by the Life Satisfaction Scale and Quality of Life Scale. Those measurement model each variables was tested by measurement model of Structural Equation Model/SEM that produces thefit model (X2=23.20p>O:O5 and X2=11.54p>O.O5).Analysis using SEM showed that model has goodness fit indices (X2=S2.13 p>O.OS).The role of life skills that includes six dimensions: emotional skills, social skills, self-esteem, communication, critical thinking and problem solving are able to predict individual mental health. These results provide strong support to the activities of mental health improvement of individuals through life skills programs
Regret and Topical Accounting: Is Cyclical Bidding the Bases of the Laboratory Winner\u27s Curse?
Penelitian ini menguji pengaruh siklus pengambilan keputusan pada penawaran individu dalam eksperimen lelang. Eksperimen sebelumnya melibatkan proses pelelangan yang terdiri atas sejumlah sesi dalam jangka waktu yang relatif singkat, dimana informasi tentang nilai sebenarnya dari objek yang dilelang diberikan secara langsung, sehingga jumlah dana yang dipegang oleh peserta lelang dapat disesuaikan seketika. Kemenangan dan kekalahan dalam sebuah lelang dapat menimbulkan emosi positif dan negatif. Karena orang memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan pengalaman afektif, siklus keputusan dalam eksperimen dapat berpengaruh dalam keputusan individu pada penawaran berikutnya. Hipotesa yang diajukan adalah bahwa penyesalan dan akuntansi mental dapat menjelaskan arah dari anomali dalam keputusan tersebut. Penyesalan atas kegagalan untuk bertindak dalam putaran tender sebelumnya akan menaikkan tingkat pengambilan resiko pada babak berikutnyadan akuntansi topikal lebih mendominasi pengambilan keputusan daripada akuntansi minimal dan akuntansi komprehensif. Selain itu, referencedependence utility menyebabkan prefensi resiko berbeda-bedasesuai dengan konteks pengambilan keputusan: risk-seeking dilakukan ketika mengalami kerugian, sementara risk-aversion dilakukan setelah mendapatkan keuntu-ngan. Secara umum penelitian ini mendukung dugaan-dugaan tersebut. Subjek menjadi lebih agresif setelah mengalami kerugian dalam tahap sebelumnya. Sementara penyesalan dapat diamati pada subjek yang mengajukan penawaran kedua tertinggi ketika aspek winner\u27s curse tidak manifes, dana spek penyesalan ini menyebabkan naiknya penawaran pada putaran berikutnya. Akibatnya regret menyebabkan subjek menjadi korban winner\u27s curse. Pada aspek psikologis, akuntansi topical teramati lebih banyak dilakukan individu dari pada akuntansi komprehensif. Temuan ini berimplikasi keraguan atas validitas klaim adanyafenomena winner\u27s curse dalam eksperimen lelang
C O R R E L AT I O N S B E T W E E N S E R U M L E V E L O F M AT R I X METALLOPROTEINASE-9 (MMP-9) AND SERUM LEVEL OF TROPONIN-I IN PATIENT WITH ACUTE CORONARY SYNDROME (ACS)
Background: The pathophysiology of acute coronary syndromes (ACS) is now accepted as the rupture or erosion of an atherosclerotic plaque, which initially occurs at the shoulder of the plaque and is followed by intra-plaque thrombosis then spread to the vascular lumen and cause total partial vascular occlusion. MMP-9 is an extracellular matrix degrading enzyme that plays a crucial role in the breakdown of the fibrous cap of plaque and subsequent rupture in the pathogenesis of ACS. Cardiac troponins are currently the most sensitive and specific biochemical markers of myocytes necrosis.
Objective: To know the correlation between serum level MMP-9 and serum level of Troponin-I in patients with ACS Method: Study design was cross sectional. Data were collected by consecutive sampling from patients in ICCU ward of RSUP Dr. Sardjito General Hospital, Yogyakarta, from June 2008-August 2010. A questionnaire was used to collect information from patient. After admission, peripheral venous blood was drawn once and measured concentration of serum level of MMP-9 and Troponin-I before definitive thrombolysis. Data were expressed as means ± standard deviation (SD). Correlation between serum level of MMP-9 and serum level of Troponin-I were assessed using Spearman\u27s rank correlations test. A value of
Kajian Metode Subjective Global Assessment (SGA) dan Nutrition Services Screening Assessment (NSSA) sebagai prediktor lama rawat inap dan status pulang
ABSTRACT
Background: Assessment of nutrition status of newly hospitalized patients is an initial stage of nutrition intervention which will bring effects to the duration of stay and the history of patients diseases during hospitalization. Appropriate nutrition intervention as part of the care of patients can be used as an indicator of the quality of hospital service.
Objective: The study aimed to identify preliminary nutritional status of newly hospitalized adult patients using Subjective Global Assesment (SGA) methodits effects to length of stay and status of discharge and compare the ability of SGA and NSSA indicators for predicting length of stay and status of discharge of adult patients.
Method: This observational study used prospective cohort study design. It was carried out at Anuntaloko Hospital of Parigi, District of Parigi Moutong, Central Sulawesi from July to September 2008. Subject consisted of 162 patients comprising 82 undernourished patients and 80 well - nourished patients based on assessment using SGA method. Data analysis used bivariate and multivariate, receiver operating characteristics (ROC) curve and diagnostic methods using computer program.
Result: The majority of newly hospitalized patients were undernourished (50.6%)preliminary status of patients assessed using SGA method could affect length of stay, relative risk (RR)=3.67 but not status of discharge (RR=0.97). The predictive ability of SGA indicator, area under the curve (AUC)=0.81 and maximum sum of sensitivity and specificity (MSS) =1.57 was better than NSSA indicator (AUC=0.76 and MSS 1.43) for predicting length of stay. The capacity of SGA indicator (AUC=0.50 and MSS=1.01) was better than NSSA indicator (AUC=0.49 and MSS=0.98) for predicting discharge status of patients.
Conclusion: SGA and NSSA indicators could be implemented in assessing preliminary nutrition status of newly hospitalized adult patientsSGA indicator had better ability to predict length of stay and discharge status than NSSA indicator.
KEYWORDS nutrition status, length of stay, discharge status, Subjective Global Assessment (SGA), Nutrition Services Screening Assessment (NSSA
RECALL ANGGOTA DPR DAN DPRD DALAM DINAMIKA KETATA NEGARAAN INDONESIA
Partai politik memiliki wewenang untuk me-recall anggotanya dari parlemen, bahkan mencabut keanggotaan seseorang dari partainyaapabila anggota tersebut melanggar kebijakan partai. Hal ini dikarenakan pencalonan anggota parlemen diusulkan oleh partai poUlik. Namun, putusan Mahkamah Konstitusi telah mengubah mekanisme nomor urut menjadi suara terbanyak dolam menentukan siapa yang duduk di parlemen
PEMBERIAN REMISI TERHADAP NARAPIDANA KORUPTOR DAN TERORIS
Penghukuman terhadap tindak pidana korupsidan terorismesebagai extraordinary crime, seharusnya dilakukan penjatuhan hukumanmaksimum.Sistempemasyarakatan di Indonesia menempatkan remisi menjadi hak semua narapidana. Teori absolut (pembalasafl/penjeraan) sudah lama ditinggalkan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia, karena dianggap tidak sesuai dengan perikemanusiaan
\u27KONFLIK PEMANFAATAN SUMBER DAYAAIR UNTUK (RIGASI DI KECAMATAN MINGGIR KABUPATEN SLEMAN\u27
Berlakunya PP No. 20 Tahun2006 tentang Irigasi memberi peluang kepada petani dalam menetukan jenis usaha pertanian. Diversifikasi pertanian berdampak pada terjadinya konjlik kepentingan dalam pemanfaatan sumber daya air untuk irigasi. Tanpa pengaturan, pengawasan, dan pengenda/ian yang baik akan muncul konflik dalam pemanfaatan sumber daya air. khususnya di Kecamatan Minggir. Kabupaten Sleman
PEMBUKTIAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA LINGKUNGAN DAN KORUPSI KORPORASI DI INDONESIA DAN SINGAPURA
Since 1951 corporation has been a subject of criminal law in Indonesia, indicating that corporations can be held criminally accountable. Yet until 2010 there has only been one case that names a corporation as defendant, and there has never been a case where the corporation must serve as a convict.
Sejak tahun 1951 korporasi telah dijadikan sebagai salah satu subjek hukum pidana di Indonesia, yang berarti korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana. Namun hingga tahun 2010 baru satu kasus yang menyertakan korporasi sebagai terdakwa, dan belum pernah ada korporasi yang berhasil dijadikan sebagai terpidana
PENGARUH EKSTRAK ETANOLIK KULIT BATANGJAMBU METE (Anacardium occidentale Linn) SEBAGAI BAHAN KUMURTERHADAP DAYA PERLEKATAN C. albicans PADAPLAT RESIN AKRILIK
Latar belakang: Candia albicans adalah mikroorganisme yang berkoloni melekat pada permukaan gigi maupun gigi tiruan. Obat kumur mengandung bahan terapeutik yang berfungsi sebagai antibakteri. Kulit batang jambu mete antara lain mengandung senyawa fenolik yang dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui apakah ekstrak etanolik kulit batang jambu mete sebagai bahan kumur berpengaruh terhadap daya perlekatan C. albicans pada plat resin akrilik. Metode penelitian: Ekstrak kulit batang jambu mete diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dan menggunakan etanol sebagai pelarut. Bahan kumur ekstrak kulit batang jambu mete dibuat dengan komposisi bahan kumur standar dengan menambahkan ekstrak etanolik kulit batang jambu mete dengan konsentrasi 1%,2%,3%,4% dan 5% sebagai agen antibakteri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan plat resin akrilik yang dibuat bentuk disk dengan ukuran diameter 10 mm dan tebal 2 mm sebanyak 24 buah, yang dibagi dalam 6 kelompok yaitu 5 kelompok perlakuan dengan menggunakan bahan kumur yang mengandung ekstrak kulit batang jambu mete dan 1 kelompok kontrol menggunakan bahan kumur standar. Seluruh plat resin dimasukkan dalam tabung C. albicans 10 CFU/mL selama 5 menit, kemudian plat diambil dan dimasukkan dalam larutanl bahan kumur standar sebagai kontrol dan larutan bahan kumur yang mengandung ekstrak kulit batang jambu mete untuk kelompok perlakuan selama 3 menit dan digetarkan. Cairan kemudian diambil sebanyal 0,1 ml dan ditanam pada piring petri dengan agar saboruraud dan diinkubasi selama 48 jam. Perhitungan koloni dilakukan menggunakan counter. Hasil penelitian: Hasildaya perlekatan pada bahan kumur standar 1912,50:1:14,93pada bahan kumur dengan ekstrak 1% = 1757,50:1:20,126%= 1335:1:17,083%=12204%= 915:1:22,17dan 5%= 670,00:1:38,37.Analisis varian satu jalur memperlihatkan pengaruh yang bermakna ekstrak etanolik kulit batang jambu mete terhadap daya lekat C. albicans pada plat resin akrilik (
KANDIDIASIS PSEUDOMEMBRAN PADA LIDAH AKIBAT PEMAKAIAN OBAT KUMUR HEKSETIDIN SERTA PENATALAKSANAANNYA
Latar Belakang: Candida albicans merupakan flora normal mulut yang paling sering menyebabkan penyakit infeksi. Jika flora normal rongga mulut terganggu keseimbangannya, misalnya karena terapi antibiotik, penyakit yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh (misalnya AIDS), kondisi lokal yang jelek, akan menyebabkan mikroorganisme oportunis bermultiplikasi dan menyebabkan terjadinya suatu infeksi. Tujuan: Melaporkan kasus kandidiasis pseudomembran pada lidah akibat pemakaian obat kumur serta penatalaksa-naannya. Kasus dan penatalaksanaannya: Kasus kandidiasis pada lidah sebagai akibat pemakaian obat kumur yang mengan-dung heksetidin 0,1% dalam jangka waktu lama yaitu sekitar satu bulan. Penatalaksanaan dengan pemberian suspensi nistatin 100.000 UI topikal selama satu minggu cukup efektif mengatasi infeksi, medikasi diteruskan sampai dua minggu setelah gejala hilang. Kesimpulan: Pemakaian obat kumur dalam jangka waktu.lama dapat menyebabkan infeksi oportunistik yaitu kandidiasis pseudomembran. Medikasi dengan nistatin topikal cukup efektif untuk mengatasi infeksi ini. Maj Ked GiDesember 201118(2): 178-18