UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
PENGARUH DAYA ANTIBAKTERI SILER SALURAN AKAR BERBAHAN DASAR SENG OKSID EUGENOL, KALSIUM HIDROKSIDA DAN RESIN TERHADAP BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya antibakteri siler saluran akar berbahan dasar seng oksid eugenol, kalsium hidroksida dan resin terhadap bakteri Enterococcus faecalis. Penelitian menggunakan 16 cawan petri dibagi 4 kelompok: kelompok I siler berbahan dasar seng oksid eugenol, kelompok II siler berbahan dasar kalsium hidroksida, kelompok III siler berbahan dasar resin dan kelompok IV kontrol. Pengenceran larutan bakteri Enterococcus faecalis dengan kepadatan bakteri 10.sCFUlml. Masing-masing kelompok dicari MIC (Minimum Inhibitor Consentrasl). MIC masing-masing kelompok dimasukkan ke 1 tabung reaksi berisi larutan bakteri Enterococcus faecalis kepadatan bakteri 10.sCFU/ml, diinkubasi 24 jam. Larutan dilusi ditanam di media agar Mac Conkey, diinkubasi 24 jam. Jumlah koloni yang tumbuh pada media
agar, dihitung menggunakan alat colony counter. Data dianalisis menggunakan uji Anava satu jalur dan uji-t (pSO,05). Hasil penelitian rerata dari daya antibakteri siler saluran akar terhadap Enterococcus faecalis (pSO,05) berturut-turut, kelompok I 40.0:f: 26.58 CFU/ml, kelompok II 50.0 :f:32.93 CFU/ml dan kelompok III 79.0:f: 9.56
CFU/ml. Uji Anava terdapat pengaruh daya antibakteri siler saluran akar terhadap Enterococcus faecalis yang bermakna (pSO,05) dan uji-t terdapat perbedaan daya antibakteri siler saluran akar terhadap Enterococcus faecalis yang bermakna (pSO,05).Kesimpulan daya antibakteri tertinggi berturut-turut adalah siler saluran akar berbahan dasar seng oksid eugenol, kalsium hidroksida dan terendah resin
PERBEDAAN KEKUATAN FLEKSURAL FIBER REINFORCED COMPOSITE DENGAN STRUKTUR LENO WEAVE DAN LONG LONGITUDINAL POLYETHYLENE PADA GIG I TIRUAN CEKAT ADHESIF
Fiber reinforced composite (FRC) adalah bahan yang dapat digunakan untuk pembuatan gigi tiruan cekat adhesif, bahan ini merupakan bahan dasar resin yang diperkuat oleh substruktur fiber yang bertujuan untuk meningkatkan sifat mekaniknya. Fiber reinforced dari FRC terdiri dari bermacam-macam struktur serat, perbedaan struktur serat dapat mempengaruhi kekuatan mekanis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kekuatan fleksural antara fiber reinforced composite dengan sruktur leno weave polyethylene dan fiber reinforced composite
dengan struktur long longitudinal polyethylene.
Penelitian menggunakan 20 subjek penelitian plat FRC dengan ukuran 2 x 2 x 25 cm yang dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I, fiber leno weave polyethylene. Kelompok II, fiber long longitudinal polyethylene. Keduanya dilapisi resin komposit flowable pada bagian dasar dan atas fiber dengan tinggi masing-masing 0,5 mm kemudian disinar 40 detik. Bagian atas resin komposit flowable kemudian diberi resin komposit konvensional sampai setinggi
mold dan disinar 40 detik. Kemudian subjek penelitian dilakukan uji kekuatan fleksural dengan universal testing machine. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kp-kuatan fleksural FRC dengan sruktur leno weave polyethylene dan FRC dengan struktur long longitudinal polyethylene (
STRATEGI PENGEMBANGAN KOMODITAS STUDI TENTANG BUDAYA EKONOMI DI KALANGAN PENGUSAHA BATIK LAWEYAN
Batik is an Indonesian national culture that receives recognition from UNESCO as world cultural heritage. The village ofbatik Laweyan became the center of the oldest and traditional batik industry in Indonesia. Batik Laweyan survive because of its efforts to develop a solid economic culture and adaptive characteristic of village communities who work on royal batik Laweyan Pajang and as a batik merchant.
Keywords: Cultural economics, Strategy Entrepreneur, Fashion Laweyan
Batik merupakan ciri khas budaya bangsa Indonesia yang mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Kampung batik Laweyan merupakan kampung batik tertua dan menjadi pusat industri batik tradisional di Indonesia. Batik Laweyan bertahan karena berhasil mengembangkan suatu kultur ekonomi yang solid dan adaptif. Ciri khas komunitas kampung batik Laweyan dari mulai kerajaan Pajang sampai sekarang sebagai pedagang batik..
Kata kunci: Budaya ekonomi, Strategi Pengusaha, Batik Laweya
Pengukuran Kinerja Pembangunan Sektor Pendidikan Dasar di Indonesia
Education is an important issue, both regionally and globally. This research describes the measurement of the development performance in basic education in Indonesia (by the year 2000 and 2007) considering the compulsory of 9 years education (Wajardiknas Policy) which launched in 1994, but lost its pamourduring the reform and early of autonomy era. The launching of Inpres. No. 5/2006 has strengthen the policy and sincronized it to the MGDs related to education which should be accomplished in 2015. This research is a secondary data analysis using data from IFLS 2000 and 2007. Some of the results of this research is that there was an increasing in the educational expenses, but the number of students who should be paid for it have decreasing significantly. The government should pay more attention on the APM in Junior High which still lower than the national target. Students coming from poor families also should have more attention from the government in finishing their education, especially in relation with the educational expenses.
Keywords: Basic Education, Wajardikdas Policy, and Local Autonomy
Pendidikan menjadi isu penting, baik secara nasional maupun global. Penelitian ini mendeskripsikan hasil pengukuran kinerja pembangunan pendidikan dasar di Indonesia (tahun 2000 dan 2007) mengingat kebijakan Wajardiknas 9 Tahun yang dicanangkan tahun 1994 kehilangan pamornya saat reformasi dan masa awal otonomi daerah. Terbitlah Inpres No. 5 Tahun 2006 untuk menguatkan kembali kebijakan itu dan kembali mengarahkan tujuan MDGs bidang pendidikan di tahun 2015. Penelitian ini merupakan analisis data sekunder Sakerti 2000 dan 20Q.7 yang diolah secara cross sectional. Hasil penelitian ini, antara lain, adalah peningkatan biaya pendidikan secara drastis, tetapi secara kuantitatif jumlah siswa yang dipungut biaya pendidikan menurun secara signifikan. APM untuk SMP juga masih jauh dari target nasional sehingga dibutuhkan perhatian ekstra dari pemerintah. Siswa miskin juga perlu mendapat perhatian untuk menuntaskan pendidikan, terutama dari segi pembiayaan.
Kata kunci: pendidikan dasar, kebijakan Wajardiknas, otonomi daera
PENENTUAN WAKTU AKHIR SINERESIS PADA BEBERAPA BAHAN CETAK IRREVERSIBLE HYDROCOLLOIDS ALGINAT
Bahan cetak irreversible hydrocolloids alginat akan mengeluarkan cairan bila dibiarkan diudara terbuka pada temperatur kamar yang dikenal dengan proses sineresis. Ada beberapa laporan mengenai efek sineresis pada perubahan dimensi pada bahan cetak ini dan kebanyakan dalam waktu beberapa hari setelah pelepasan cetakan. Tujuan pengamatan ini adalah untuk mendapatkan waktu akhir proses sineresis dan kehilangan berat cetakan sehubungan dengan kehilangan cairan yang menguap oleh proses sineresis pada beberapa bahan cetak alginat. Bahan cetak alginat Hong Ye, Hygedent Normal Set, New Gin, dan Hygedent Chromatic Fast Set dipergunakan dalam pembuatan 10 sampel alginat untuk masing-masing merk berbentuk balok pada master cast metal. Sampel dibiarkan diudara terbuka dan dilakukan penimbangan berturut-turut segera setelah dikeluarkan dari cetakan (menit 0), menit ke 15, 30, 45, jam pertama, ke 2,3,4,24,48,72,96, 120, 144, 168, 192,216 dan 240. Analisa perbedaan persentase kehilangan berat dari keempat macam bahan cetak alginat dipergunakan uji statistik Anova One Way dengan tingkat kemaknaan (a=0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa pada bahan cetak alginat merk Hong Ye terjadi rerata kehilangan berat 66,75% dengan waktu akhir sineresis pada jam ke 144, Hygedent Normal Set 67,88% dan 144 jam, New Gin 66,93% dan 192 jam dan Hygedent Chromatic Fast Set 64,51% dengan waktu akhir sineresis 192 jam. Persentase kehilangan berat pada bahan cetak Hong Ye dan New Gin tidak terdapat perbedaan yang bermakna sedang bahan cetak yang lain terdapat perbedaan yang bermakna. Dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa persentase kehilangan berat pada hasil cetakan bahan cetak alginat yang dibiarkan di udara terbuka berkisar diantara 64,51-67,88% dengan waktu \u27akhir sineresis berkisar diantara 144-192 jam setelah cetakan dilepaskan
KOMBINASI PEMUTIHAN INTRAKORONAL DAN EKSTRAKORONAL PADA GIGIINSISIVUS PERTAMA KIRI MAKSILA AKIBAT DISKOLORASIINTRINSIK
Diskolorasi gigi anterior seringkali menimbulkan masalah estetik. Salah satu teknik mengatasi diskolorasi adalah pemutihan gigi. Teknik pemutihan gigi dibagi menjadi ekstrakorona dan intrakorona. Tujuan laporan kasus ini untuk melihat keberhasilan pemutihan gigi kombinasi teknik intrakorona dan ekstrakorona pada kasus diskolorasi intrinsik.
Pada kasus ini, pria berusia 45 tahun mengalami diskolorasi gigi 21 yang sangat mengganggu penampilannya akibat terbentur saat kecelakaan 20 tahun yang lalu. Pemeriksaan klinis menunjukkan diskolorasi intrinsik hitam keunguan pada gigi 21 yang belum pernah dirawat sebelumnya. Pemeriksaan radiografis menunjukkan lesi periapikal pada gigi 21 dan tidak terdapat lesi karies. Pemeriksaan vitalitas gigi 21 dengan electric pulp tester tidak memberikan reaksi, perkusi dan palpasi tidak ada kelainan. Pemutihan intrakorona dilakukan pad a gigi 21 dengan teknik walking bleach menggunakan Natrium Perborat. Sebelum pemutihan dilakukan, gigi 21 dirawat endodontik terlebih dahulu dan dilakukan pembentukan barrier. Setelah pemutihan intrakorona, perawatan dilanjutkan dengan pemutihan ekstrakorona pada enam gigi anterior maksila untuk mendapatkan estetik yang baik.
Kesimpulan laporan kasus ini menunjukkan teknik kombinasi pemutihan intrakorona dan ekstrakorona
dapat mengatasi diskolorasi intrinsik gigi. Pemutihan gigi dapat menimbulkan efek samping, antara lain resorpsi eksternal akar, fraktur korona, iritasi jaringan lunak dan kerusakan restorasi komposit. Efek sam ping dapat dihindari apabila pengisian saluran akar dan pembuatan barrier baik serta prosedur pemutihan dilakukan secara benar dan teliti
PERLINDUNGANHUKUMBAGI PE.IABATPEMBUATAKTATANAH (pPAT) BERKAITANDENGANKATA-AKTAYANG DIBUATNYA DIKOTA YOGYAKARTA
The research aims at identifying the training and monitoring for Land Deed Officials (pPAT) in performing their tasks, legal protection for PPAT, as well as legal measuresfor PPAT in relation with sanctions imposed upon them.
The thesis adopts empiricaljuridical researchmethod.The data employed are primary and secondarydata. Secondary data were obtained through library study, while primary data were obtained through interview. The interviewswere conducted with the informants and respondents from Land Office and PPAT, of which their servicearea covers Yogyakarta Municipality.The analysis appliedin the research is qualitative method, which is analyzingthe data qualitatively and presentingthe results descriptively.Meanwhile,in order to make the conclusion for the research, deductive method was employed, which is making specific research conclusion.By using the method,the researchwas expectedto provide clear and holistic pictures on the appropriateness of conceptual principles used in research title.
Training and monitoringfor PPAT were performedby Land Office and professional organization of PPAT namely Association of Land Deed Official (IPPAT), but so far in progress are only preventive training. Legal protection obtainedby PPAT concerning the deeds they madeare in the formsof warning or corrections fromL and Officeto avoidlegal problems related to the deedsmade by PPAT.Mean while,legal protection obtained throughI PPAT so far is only in the form of legal assistances which are preventive in nature given to PPAT when there is legal problem which does not have strong legal base yet One of legal measuresthat can be carriedout is by submittingobjectionsto Land Officeif the person concernedgets direct warning. In case of written warning, there has not been any legal measure taken. Whereas, in case of honorable and dishonorable termination,legal measurethat can be carriedout is submitting self defenseto the Minister
SISTEMMINA-HORTIKULTUR BUDIDAYA LELEDUMBO DALAM KOLAM TERPAL-BATAKO DAN TANAMAN SAYURAN PADA POTVERTIKAL
"Sistem Mina-Hortiku/tur" is an integrated fish/aqua-horticulture system. The system was applied on the cultivation of catfish and vegetable plants, which used environmentally friendly and sustainable technologies. The applied technologies were based on the research, which were consisted of the catfish cultured in palko (terpal-batako) ponds and the using of the ponds water as plants fertiliser and the vegetable plants (mustard and salad) cultured in vertical pots. The trial application of the system confirmed that the palko ponds were easy to make at various size. In addition, it also can be moved and rebuilt easily.The organic and inorganic contents of the catfish pond water could be used as a source of plants fertilizer.
The vertical pot was constructed next to the ponds so that the pond water could be readily applied as the fertilizer. This fish/aqua-horticulture system has a potency to be implemented in household scale as well as industrial scale
Sustainability of TQM Implementation Model In The Indonesias Oil and Gas Industry: An Assessment of Structural Relations Model Fit
Abstract: This study purposively is to conduct an empirical analysis of the structural relations among critical factors of quality management practices (QMPs), world-class company practice (WCC), operational excellence practice (OE), and company performance (company non-financial performance or CNFP and company financial performance or CFP) in the oil and gas companies operating in Indonesia.
The current study additionally examines the relationships between QMPs and CFP through WCC, OE, and CNFP (as partial mediators) simultaneously. The study uses data from a survey of 140 strategic business units (SBUs) within 49 oil and gas contractor companies in Indonesia. The findings suggest that all six QMPs have positive and significant indirect relationships on CFP through WCC and CNFP. Only four of six QMPs have positive and significant indirect relationships on CFP through OE and CNFP. Hence, WCC, OE, and CNFP play as partial mediators between QMPs and CFP. CNFP has a significant influence on CFP. A major implication of this study is that oil and gas managers need to recognize the structural relations model fit by developing all of the research constructs simultaneously associated with a comprehensive TQM practice. Furthermore, the findings will assist oil and gas companies by improving CNFP, which is very critical to TQM, thereby contributing to a better achievement of CFP. The current study uses the Demings principles, Hayes and Wheelwright dimensions of world-class company practice, Chevron Texacos operational excellence practice, and the dimensions of company financial and nonfinancial performances. The paper also provides an insight into the sustainability of TQM implementation model and their effect on company financial performance in oil and gas companies in Indonesia.
Abstrak: Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis empiris hubungan struktural antara faktor-faktor kritis dari praktik-praktik kualitas manajemen (QMPs), praktik perusahaan kelas dunia (WCC), praktik keunggulan operasional (OE), dan kinerja perusahaan (kinerja-non-keuangan perusahaan atau CNFP dan kinerja-keuangan perusahaan atau CFP) di perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di Indonesia.
Tambahan studi ini meneliti hubungan antara QMPs dan CFP melalui WCC, OE, dan CNFP (sebagai mediator parsial) secara bersamaan. Studi ini menggunakan data dari survei terhadap 140 unit bisnis strategis (SBU) dengan 49 kontraktor perusahaan minyak dan gas di Indonesia. Dari temuan menunjukkan bahwa enam QMPs memiliki hubungan positif yang tidak langsung dan signifikan terhadap CFP melalui WCC dan CNFP. Hanya empat dari enam QMPs memiliki hubungan positif yang tidak langsung dan signifikan terhadap CFP melalui OE dan CNFP. Oleh karena itu, WCC, OE, dan CNFP berperan sebagai mediator parsial antara QMPs dan CFP. CNFP yang mempunyai pengaruh signifikan pada CFP. Implikasi utama dari penelitian ini adalah, bahwa manajer perusahaan minyak dan gas perlu mengenali betul hubungan model struktural, dengan mengembangkan konstruk penelitian secara bersamaan yang dikaitkan dengan praktik TQM yang komprehensif. Selanjutnya, dari temuan, akan membantu perusahaan minyak dan gas dalam meningkatkan CNFP, yang sangat penting untuk TQM, sehingga berkontribusi untuk pencapaian kinerja yang lebih baik dari CFP. Studi ini menggunakan prinsip-prinsip Deming, Hayes dan Wheelwright berdimensi praktik perusahaan kelas dunia, praktik keunggulan operasional Chevron Texaco, dan dimensi kinerja-keuangan dan non-keuangan perusahaan. Paper ini juga memberikan wawasan tentang keberlanjutan model implementasi TQM dan efeknya pada kinerja keuangan perusahaan di perusahaan minyak dan gas di Indonesia
The Causality between Corporate Governance Practice and Bank Performance: Empirical Evidence from Indonesia
Abstract: The aim of this study is to examine the existence of causality between corporate governance practice and performance of commercial banks in Indonesia. We also investigate the influence of age, capital adequacy, and type of commercial banks on bank performance and examine the influence of the bank size, foreign ownership, and listing status on corporate governance practice. The result shows that corporate governance practice, bank size and capital adequacy ratio have positive influences on bank performance in Indonesia. However, bank performance does not influence corporate governance practice.
This study also finds that regional banks have better performance than private banks. The results of the study support the Central Banks efforts to enhance CG practices in the banking sector, to strenghten banks capital base and its policy to encourage banks to merge to become larger.
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah menguji hubungan timbal-balik antara praktik tata kelola dan kinerja bank umum di Indonesia. Pengujian dilakukan dengan melihat pengaruh dari umur, indikator kecukupan modal, tipe bank terhadap kinerja bank dan selanjutnya dilihat pula pengaruh dari ukuran bank, kepemilikan asing, dan status terdaftar di bursa terhadap praktik tata kelola bank tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tata kelola, ukuran bank, dan rasio kecukupan modal memiliki pengaruh positif terhadap kinerja bank di Indonesia. Tetapi, kinerja bank tidak memiliki pengaruh terhadap praktik tata kelolanya. Studi juga menemukan bahwa bank pemerintah daerah memiliki kinerja lebih baik dibandingkan bank swasta nasional.
Hasil penelitian ini mendukung usaha Bank Indonesia dalam meningkatkan praktik tata kelola di dalam sektor perbankan, untuk memperkuat modal dasar bank dan kebijakan Bank Indonesia dalam mendorong bank untuk melakukan merger dan menjadi semakin besar.