UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
SELEKSI KASUS DAN PERAWATANORTODONTIK PADAGIGI KANINUS MAKSILA IMPAKSI
Latar Belakang : Seleksi kasus merupakan hal utama sebelum melakukan perawatan ortodontik terhadap gigi kaninus maksila impaksi. Hanya gigi kaninus maksila impaksi yang erupsi ke bidang oklusal dan berada di ruangnya yang dapat dilakukan perawatan ortodontik. Konsultasi kepada Ahli Bedah Mulut mengenai teknik surgical exposure akan memberikan manfaat bagi
Ortodontis dalam melakukan perawatan ortodontik. Teknik pembedahan yang tepat akan membuat proses perawatan ortodontik lebih singkat dengan hasil memuaskan. Teknik Begg merupakan salah satu teknik ortodontik yang dapat digunakan untuk merawat gigi kaninus impaksi. Tujuan: Memaparkan teknik perawatan ortodontik dengan alat cekat teknik Begg pada gigi kaninus maksila impaksi yang erupsi ke bidang oklusal. Kasus : Perempuan 18 th disertai gigi kaninus maksila kanan impaksi. Perawatan: 1. Perawatan ortodontik dengan teknik Begg tahap pertama. 2. Surgical exposure oleh Ahli Bedah Mulut. 3. Perawatan ortodontik teknik Begg tahap kedua dan ketiga. Kesimpulan: Perawatan orotoclontik dengan teknik Begg mampu menempatkan gigi kaninus impaksi pada lengkung gigi yang baik. Maj Ked GiDesember 201118(2): 152-15
PERAWATANCROSSBITE POSTERIOR PADAMALOKLUSI ANGLE KLAS III DENGAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TEKNIK BEGG
Latar Belakang: Crossbite posterior merupakan hubungan abnormal dari gigi-gigi posterior secara bukolingual pada rahang atas atau bawah pada saat kedua lengkung gigi berada dalam oklusi sentrik yang dapat terjadi pada satu atau kedua sisi rahang. Posterior crossbite adalah maloklusi yang paling sering muncul pada masa gigi susu dan awal gigi bercampur. Tujuan
Perawatan: mengoreksi crossbite posterior dan mengembalikan fungsi pengunyahan yang baik. Kasus: perempuan 20 tahun dengan maloklusi Angle klas III disertai crossbite posterior kanan, crowding rahang atas dan bawah. Penanganan: menggunakan alat cekat teknik Begg dengan pencabutan gigi premolar I rahang atas kiri, kedua premolar I rahang bawah, cross elastik, toe-in, dan toe-out digunakan untuk koreksi crossbite. Kesimpulan: Perawatan crossbite posterior dengan teknik Begg menunjukkan
hasil yang cukup memuaskan. Prognatik mandibula berkurang, crossbite terkoreksi, overjet normal, overbite normal, dan fungsi
pengunyahan menjadi lebih baik. Maj Ked Gt, Desember 201118(2): 191-194
Komparasi Karaktcrisik Menara Pendingin Menggunakan Bebcrapa Tipc Susunan Pipa-Pipa Scbagai Pendistribusi Cairan
The aims of the experiments are to characterize of the cooling tower by using the bank of
the pipes as the fluid distributor. The cooling tower is constructed by the rectangle of glasses
which it has 9 cm x 9 cm in cross section and 100 cm in height. The fluid distributors are
constructed by pipes in 5/8 inch of nominal diameter. There were jive types of the packing
namely the fluid distributor without baffle, fluid distributor with one baffle, the fluid distributor
with two baffles, the fluid distributor with three baffles and the fluid distributor with four
baffles.
The experiments have been done by flowing the hot water from the top of cooling tower
through the fluid distributor, on the other hand, the air cooler is flown above through the fluid
distributor opposite to the water flow direction. This process makes the exchanging of the heat
between air and water on the fluid distributor. The variables varied in this experiments are the
inlet water temperature, Tw(45, 50, 55 and 60°C), the height offluid distributor, Z (30.5, 61
and 91.5 mm), the ratio of water/air massflow, mwlma (3.624,5.888 and 7.700) and the number
of baffle (without baffle, one baffle, two baffles, three baffles and four baffles).
The experimental results show that in the ratio of water/air mass flow rate which is lower,
the increasing of the numbers of baffle cause the decreasing of the characteristic. Mean while,
in the ratio of water/air mass flow rate which is higer, the increasing of the numbers of baffle
cause the increasing of the characteristic. The cooling tower without the fluid distributor has
the average characteristic is 13.4% and the average effectiveness is 16.2%. For the cooling
tower with the fluid distributor has the average characteristic is 31.5% and the average
effectiveness is 25.0%
THERESTORATIVECOSMETICCONSTITUENTSOF Fragraea fragrans FRUITS
This paper describes 3-hydroxyurs-12-en-28-oic acid and its structural isomer 3-hydroxyo/ean-12-en-28-oic acid isolated from Fragraea fragrans fruits and their biological activitiesanti-tumor, anti-inflammation,anti-microbial, and anti-fungal included their ultra violet photo-protective effect after exposed under sunlight radiation. They are
useful for cosmetic ingredient. The above triterpenes are very promoting compounds for leukemia L1210 anti-tumor due to limited reports dealing with this type triterpenoid anti-tumor test. They significantly gave IC50value of 5.78
JJg/mLagainst leukemia L1210cells, relatively closed to IC50value of drugs, 4.0 JglmL [12-13,17J
IMPACTS OF URBAN DEVELOPMENT PRESSURE ON COASTAL LOCAL COMMUNITIES IN TANZANIA
The study examined the socio-economic and cultural impacts of urban development pressure on coastal local communities in Tanzania, in line with the implementation of Human Rights and the National Land and Human Settlement Development Policy, and suggests measures to manage or prevent the adverse impacts and enhance beneficial impacts. Social Impact Assessment principles were employed to study the impacts of urban development pressure on Kaole, Ununio and Kilwa-Masoko. Qualitative data from 12 informants, 6 Focus Groups, and quantitative datafrom 150 heads of household and their spouses were collected using a
semi-structured questionnaire. Data was analysed using the SPSS computer software. It wasfound out that impacts included low incomes, insecurity over land, food insecurity, poor access to social services, and vulnerability to poverty. Apart from Kilwa-Masoko, there were no programmes to avoid negative impacts of
urban development. It is recommended that land allocation processes should properly implement Human Rights and the National Land and Human Settlement Development Policy
PENGUNVAHANPERMEN KARET GULA DANXVLITOL MENURUNKAN PEMBENTUKAN PLAK GIGI
Latar belakang. Plak gigi adalah deposit lunak yang terdiri dari kumpulan berbagai macam mikroorganisme pada permukaan gigi yang berada dalam suatu polimer matriks bakteri. Pengunyahan perm en karet dapat membersihkan gigi dari debris dan plak gigi, mencegah terjadinya penyakit gingivitis dan periodontal, meningkatkan pH plak gigi, dan merangsang pengeluaran saliva.
Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pengunyahan permen karet gula dan xylitol terhadap pembentukan plak gigi.
Metode penelitian. Subjek penelitian yang digunakan adalah mahasiswa universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan rentang usia 18-24 tahun sebanyak 30 subjek. Kelompok subyek dibagi menjadi tiga yaitu mengunyah perm en karet gula, permen karet xylitol, dan kontrol (masing-masing kelompok sebanyak 10 subjek). Data yang diambil adalah indeks plak gigi (Podshadley dan Haley Indeks) kemudian dianalisis dengan statistik Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna pembentukan plak gigi antara mengunyah permen karet xylitol, gula, dan kontrol salama tujuh hari. ·
Disimpulkan. bahwa pengunyahan permen karet gula dan xylitol dapat menurunkan indeks plak gigi. Maj Ked Gt, Juni
201118(1): 11-1
PEMBUATANGIGITIRUAN LENGKAP OBTURATOR RAHANG ATASPADAKASUS KELAS III ARAMMANY DENGAN PENGUATMINI DENTAL IMPLANT UNTUK PROTESA RAHANG BAWAH
Latar belakang. Kasus Edentulous dengan defek maksilofasial pada geriatri merupakan kasus yang komplek dan menyangkut estetika serta fungsi rongga mulut. Penggunaan hollow bulb dan implant untuk memberikan retensi merupakan alternatif cara yang dapat digunakan dalam perawatan defek maksilofasial dan sisa lingir alveolar yang tipis.
Tujuan. dari pembuatan protesa GTL ini ialah untuk mengembalikan fungsi pencernaan rongga mulut sehingga dapat mengembalikan kemampuan mencerna dan mengolah makanan. Pembuatan GTL diupayakan untuk dapat retentif dan stabil sehingga protesa dapat bermanfaat sebagai instrumen rehabilitatif dalam rongga mulut.
Kasus. Pasien laki-Iaki usia 70 tahun datang ke klinik prostodonsia FKG UGM dengan keluhan gigi tiruan lengkap yang longgar dan tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga makanan dan minuman dapat keluar dari hidung melalui lubang di area palatum yang timbul kurang lebih 2 bulan sebelum datang ke RSGM.
Penanganan. Setelah dilakukan proses bedah pengangkatan tumor oleh Onkologis selanjutnya dilakukan perencanaan pembuatan GTL. Paska operasi pasien mengenakan GTL sementara dari GTL lama pasien yang diperbaiki. Proses selanjutnya ialah pembuatan GTL baru untuk mengganti GTL lama yang rusak. Setelah GTL selesai dibuat, dilakukan insersi dan dilanjutkan dengan pemasangan mini dental implant untuk rahang bawah. Satu minggu berikutnya dilakukan pemasangan metal housing implant pada fitting surface gigi tiruan lengkap rahang bawah sehingga implant dan gigi tiruan menjadi satu kesatuan gigi tiruan lengkapdengandukunganimplant. \u27
Kesimpulan. Kontrol2 minggu dan satu bulan menunjukan implant masih stabil dan tidak ada keluhan pada pasien. Pasien dapat menggunakan gigi tiruannya untuk makan dan minum. Darl pemeriksaan subjektif diketanui bahwa dan makanan ataupun minuman tidak lagi keluar melalui hidung pasien. Maj Ked GiJuni 201118(1): 68-7
RESTORASI RESIN KOMPOSIT DENGAN PASAKFIBER REINFORCED COMPOSITE UNTUK PERBAIKAN GIGI INSISIVUS SENTRALIS MAKSILA PASCATRAUMA
Lalar belakang. Trauma pad a gigi dapat menyebabkan injuri pulpa dengan atau tanpa kerusakan mahkota atau akar. Pulpektomi menjadi pilihan perawatan pada fraktur mahkota yang membutuhkan restorasi kompleks. Gigi pasca perawatan saluran akar biasanya telah kehilangan struktur jaringan keras yang cukup banyak sehingga membutuhkan retensi intrakanal berupa pasak untuk mendukung restorasi akhir. Pasak Fiber Reinforced Composite (FRG) memiliki flexure dan fatigue strength yang lebih besar, modulus elastisitas yang mendekati dentin, kemampuan untuk membentuk monoblok (kompleks akar-pasak) dalam saluran akar, dan meningkatkan estetik jika dibandingkan dengan pasak logam. Resin komposit memiliki warna dan translusensi yang menyerupai dentin dan email sehingga mampu menghasilkan estetik yang baik pada gigi anterior
Tujuan. Melaporkan restorasi resin komposit dengan pasak FRG untuk memperbaiki gigi insisivus sentralis maksila yang mengalami fraktur mahkota kompleks pasca trauma.
Kasus dan penanganan. Perempuan 20 tahun, gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila mengalami Fraktur Ellis klas III akibat kecelakaan. Gigi 11 pulpitis ireversibel dan gigi 21 nekrosis pulpa. Kedua gigi malposisi. Dilakukan pulpektomi atau perawatan saluran akar multi kunjungan. Resin komposit dengan pasak FRG customized digunakan sebagai restorasi akhir.
Kesimpulan. Restorasi resin komposit dengan pasak FRG customized memberikan hasil yang memuaskan secara estetik dan fungsional untuk merestorasi gigi insisivus sentralis pasca trauma dan perawatan saluran akar. Maj Ked GiJuni 201118(1): 92-9
PERAWATANSALURAN AKAR ULANG PASCAPENGISIAN SALURAN AKAR DENGAN AMALGAM DAN PERFORASI LATERAL DISERTAI RESTORASI MAHKOTAPENUH PORSELIN FUSI METAL DENGAN INTI PASAKFIBER (Pada Insisivus Sentralis Kanan Dan Kiri Maksila)
Kegagalan perawatan saluran akar dapat mengakibatkan beberapa masalah baru yang mengganggu fungsi dari gigi yang telah dirawat. Perawatan saluran akar ulang bertujuan menghilangkan bahan dari saluran akar serta memperbaiki kerusakan yang iatrogenik maupun patologik oleh karena kegagalan perawatan sebelumnya.
Tujuan. Penulisan laporan untuk mengevaluasi hasil perawatan saluran akar ulang pada gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila non vital pasea pengisian saluran akar dengan amalgam disertai restorasi mahkota penuh porselin fusi metal dengan inti pasak fiber.
Kasus. Pasien laki-Iaki berusia 23 tahun datang ke Klinik Konservasi Gigi FKG UGM ingin memperbaiki gigi depan atas yang berubah warna. Gigi tersebut 5 tahun yang lalu pernah dirawat karena mengalami trauma akibat jatuh. Pada pemeriksaan objektif, tampak gigi 11 dan 21 fraktur 1/3 mahkota, tampak berubah warna, dan tampak bahan amalgam pada dasar kavitas. Pada pemeriksaan radiografis gigi 11 dan 21, .terlihat gambaran radiopak (amalgam) memanjang pada saluran akar, tidak terlihat pengisan saluran akar, dan tampak perforasi lateral pada gigi 11. Diagnosis gigi 11 dan 21 adalah fraktur Ellis kelas III non vital.
Penanganan: Prosedur perawatan yang dilakukan adalah penutupan perforasi lateral gigi 11 menggunakan MTAperawatan saluran akar satu kunjunganrestorasi akhir mahkota penuh porselin fusi metal dengan inti pasak fiber. Evaluasi setelah satu bulan menunjukkan tidak ada keluhan, perkusi dan palpasi negatif, oklusi normal, gigi 11 dan 21 kembali berfungsi normal, terutama fungsi estetis.
Kesimpulan: Perawatan saluran akar ulang dan restorasi pada kasus ini dapat mengembalikan fungsi mastikasi, fonetik, estetik, maupun perlindungan terhadap jaringan pendukung pad a gigi tersebut. Maj Ked GiJuni 201118(1): 103-10
MANIFESTASIIDENTITAS ISLAM SUKU BAJO DALAM NASKAH LONTARAK ASSALENNA BAJO
The Bajo people are known as the sea wanderers because they always wander the sea. However, beside their unique characteristic as the sea people, the Bajoare also known as Muslims. Therefore, Islam becomes the important element in their identity either reflected in their daily life or already written in the LontarakAssalennaBajomanuscript as the form of self-narration of their life history. Islam was accepted through negotiation and development process with their identity construction. The Bajopeople were not Muslim by their origin before they became the sea wanderer people. They received the influence of Islam from the land people surrounding them as a result of their contact with the land people.
Suku Bajo dikenal sebagai suku pengembara laut karena kebiasaan hidupnya yang mengembara di lautan lepas. Namun demikian, di samping karakteristiknya yang unik sebagai pengembara laut tersebut, suku Bajo temyata beragama Islam. Dengan demikian, Islam telah menjadi bagian dari identitas orang Bajo, yang tercermin dari kehidupan mereka sehari-hari maupun tercantum dalam naskah "LontarakAssalenna Bajo"sebagai catatan tentang kehidupan masyarakat Bajo yang ditulis oleh mereka sendiri. Islam diterima oleh orang Bajo tidak secara serta merta, namun melalui proses negosiasi dan perkembangan terus-menerus. Orang Bajo bukanlah orang Islam dari awal sebelum mereka menjadi pengembara laut, namun mereka menerima pengaruh Islam dari orang-orang darat di sekitamya sebagai akibat dari hubungan mereka dengan orang-orang darat