UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    HUMAN SECURITYDALAM NEGARA DEMOKRASI: PERSPEKTIF MEDIA STUDIES

    Get PDF
    The aim of this article is to explain the relation between human security and media studies when looking at the problem of security in Indonesia, a country experiencing a process of democratization. In the media studies, human security problem has been coveraged by media only as discourses and news without relating it with human security problem. Connecting human security and media becomes very important because media has a very important role in constructing the public and StCj.te\u27sopinion. This article analyses the news in the media and gives also the context about the State and the problems related to human security. It is concluded that media has a very big role when talking about human security because it has economic, political and cultural interest. Keywords: Human Security, Media, DemocraticState Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan keterkaitan antara keamanan manusia atau human security dengan kajian media atau media studies dalam melihat persoalan keamanan di Indonesia sebagai negara yang sedang menuju proses demokratisasi. Dalam kajian media, masalah-masalah keamanan manusia seringkali diberitakan tetapi lebih menekankan pada aspek analisis wacana atas peristiwa tanpa menghubungkannya dengan persoalan keamanan manusia. Menghubungkan human securitydengan media menjadi penting karena media berperan besar sebagai pembentuk opini masyarakat dan negara. Kajian ini dilakukan dengan cara menganalisis berita di media, memberi konteks tentang negara dan masalahmasalah yang menjadi pokok dalam keamanan manusia. Simpulan yang ditarik antara lain adalah bahwa media sangat berpengaruh dalam kajian keamanan manusia karena memiliki pelbagai kepentingan, ekonomi, politik, dan kebudayaan. Kata Kunci: KeamananManusia, Media, Negara Demokras

    GENDER JUSTICE AND CULTURAL DIMENSION OF RELIGION A Proposal to Apply the Prophetic Tradition (the Hadith) in Promoting Gender Justice among Indonesian Muslims

    Get PDF
    Dengan melihat Agama sebagai interpretasi budaya dalam suatu masyarakat, seperti dikatakan Clifford Geertz, paper ini mengusulkan pendekatan interpretasi terhadap teks-teks hadits Nabi Muhammad Saw daripada pendekatan dekonstruksi kritis. Pendekatan interpretasi menekankan pada pemaknaan yang secara positif mendukung gagasan keadilan gender, baik dengan mendasarkan pada seleksi metode-metode interpretasi klasik, maupun aplikasi metode-metode kontemporer yang ditawarkan pemikir Muslim progresif. Karena pendekatan ini tidak menggugat otoritas Hadits yang secara budaya telah diterima mayoritas Muslim sebagai sumber kedua setelah AI-Qur\u27 an, maka kerja-kerja advokasi kultural dalam menegosiasikan keadilan gender diasumsikan bisa lebih maksimal dan relatif bisa lebih leluasa. Dengan demikian, penerimaan sumber agama yang dianggap otoritatit dan interpretasi atasnya yang saya anggap sebagai dimensi budaya dari agama tersebut, hams dipertimbangkan dalam kerja-kerja advokasi keadilan gender bagi masyarakat Muslim Indonesia. Kata Kunci: Islam, Budaya, Hadits, Keadilan Gender, dan Interpretasi. By arguing that religion as interpretative culture of people in their context, suggested by Clifford Geertz, this paper proposes an interpretation-oriented approach to the texts of the hadith of the Prophet Muhammad rather than a critical-deconstructive approach. The interpretation-oriented approach focuses on positive reading towards the hadith that advQCates issues of gender justicewhether through selecting classical methods of interpretation or applying contemporary methods suggested by progressive Muslims. As this approach does not challenge the authority of the hadith, which is accepted culturally by majority of Muslims as second source after the Quran, cultural works for gender justice are assumed to be relatively more flexible and can be further maximized. By doing so, I argue that this cultural dimension of religion -accepting its sources and working on the field of interpreting themshould be considered in promoting gender justice among Indonesian Muslims. Keywords: Islam, culture, hadith, gender equality, and interpretation

    RESTORASI ESTETIK RESIN KOMPOSIT DENGAN COLOR MODIFIER PADA GIGIINSISIVUS SENTRAllS MAKSllA HIPOPlASIA ENAMEL KAVITAS KElAS IV

    Get PDF
    Tuntutan akan estetika dalam masyarakat modern semakin meningkat. Hal ini juga berpengaruh dalam bidang kedokteran gigi yang erat kaitannya dengan bidang estetika. Perkembangan resin komposit dengan color modifier membantu operator dalam menghasilkan warna-warna diluar warna yang umum pada resin komposit. Tujuan dari laporan kasus ini adalah pengenalan mengenai penumpatan menggunakan teknik penunjang menggunakan color modifier sehingga dapat mengembalikan keadaan gigi yang mengalami kelainan perkembangan disertai adanya kavitas karies menyerupai keadaan alamiahnya. Pada laporan kasus ini dipaparkan penumpatan pada pasien wanita pada gigi sental insisif atas dengan kavitas karies kelas IV disertai dengan keadaan hipoplasia pada bagian enamelnya. Presedur dalam cara preparasi, pemilihan warna, teknik penumpatan serta cara modifikasi pada pemilihan warna sangat menentukan keberhasilan untuk mendapatkan restorasi komposit yang memiliki estetika yang baik. Pada laporan kasus ini akan dibahas mengenai kiat-kiat dalam menentukan design preparasi,cara melakukan penumpatan menggunakan mock-up palatal, menentukan warna dengan tepat, tehnik penumpatan dengan cara layeringserta cara memodifikasi dan mengkombinasikan warna komposit mengunakan colormodifieragar mendapatkan suatu restorasi estetik yang menyerupai gigi yang mengalami keadaan enamel hipoplasia. Kesimpulan pada laporan kasus ini adalah penumpatan estetik menggunakan resin komposit dengan color modifierakan didapatkan suatu restorasi yang sesuai dengan nilai-nilai estetika yang sesuai, sehingga mendapatkan hasil tumpatan pada suatu kavitas karies kelas IV, yang sealamiah mungkin ,sesuai dengan keadaan dan keinginan pasien tersebut

    PERAWATAN BLEACHING INTRAKORONA, PERBAIKAN KONTUR DAN RESTORASI RESIN KOMPOSIT PADA GIGI YANG MENGALAMI PERUBAHAN WARNA AKIBAT TRAUMA

    Get PDF
    Gigi non vital yang mengalami diskolorasi akibat trauma merupakan salah satu indikasi perawatan bleaching intrakorona. Bahan bleaching intrakorona merupakan oksidator yang kuat karena daya penetrasi untuk menembus bahan organik pada tubulus dentin sehingga dapat mendorong zat warna keluar. Laporan kasus ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa perawatan bleaching intrakorona sebagai alternatif perawatan gigi yang mengalami diskolorasi yang disebabkan oleh trauma dan dengan dilakukannya perbaikan kontur serta restorasi resin komposit mampu menghasilkan keserasian gigi diskolorasi tersebut dengan gigi tetangganya. Pada kasus ini, seorang wanita dewasa yang telah dilakukan perawatan endodontik sebelumnya dengan baik secara klinis dan radiografis, dilakukan bleaching intrakorona dengan menggunakan opalescenceendoyang mengandung hidrogen peroksida 35%. Penatalaksanaan kasus meliputi pemberian barier semen ionomer kaca dengan tepat, bersihkan kamar pulpa dari bahan restorasi lama, aplikasi bahan bleaching, pemberian cotton pellet kedl, dan restorasi sementara dengan teknik double seal. Lalu pasien dikontrol setelah lima hari dan diulangi satu kali yaitu hingga mencapai warna yang diinginkan pasien dan sesuai dengan gigi tetangganya. Pada evaluasi setelah dua kali aplikasi bahan bleaching, gigi tersebut telah mengalami perubahan warna. Restorasi resin komposit dilakukan satu minggu setelahnya untuk menunggu warna menjadi stabil dan dilakukan perbaikan bentuk gigi. Kesimpulan dari laporan ini adalah gigi yang berubah warna dapat diatasi dengan melakukan bleaching intrakorona yang efektif dan efisien bila dibandingkan dengan perawatan vinir ataupun mahkota

    TRIOXIDE AGGREGATE (MTA) STUDIPUSTAKA

    Get PDF
    Penggunaan MTA menjadi bahan pilihan pada berbagai perawatan endodontik, seperti pengisian retrogard, perbaikan perforasi, bahan pengisi saluran akar, apeksifikasi dan kaping pulpa. Tujuan studi pustaka ini untuk mengulas penggunaan bahan MTA pada perawatan kaping pulpa. Kalsium hidroksida merupakan bahan yang umum digunakan pada perawatan kaping pulpa, memiliki biokompatibilitas yang baik, pH tinggi, bersifat antibakteri dan merangsang pembentukan jembatan dentin. Kekurangan kalsium hidroksida adalah tidak dapat beradhesi baik dengan dentin dan mengalami degradasi sehingga pembentukan jembatan dentin menjadi celah terjadinya kebocoran dan invasi bakteri ke jaringan pulpa. Mineral Trioxide Aggregate (MTA) menjadi bahan pilihan untuk keberhasilan perawatan kaping pulpa. Pada beberapa penelitian menyatakan MTA merupakan bahan yang biokompatibel, memiliki kemampuan sealing yang baik, menginduksi pembentukan jaringan keras, tidak larut pada jaringan mulut, dan mengeras pad a keadaan lingkungan yang lembab. Berbagai penelitian klinis yang meggunakan MTA sebagai bahan kaping pulpa menunjukan pembentukan jembatan dentin lebih tebal dan cepat dan tingkat peradangan yang lebih rendah, bila dibandingkan dengan perawatan menggunakan kalsiumhidroksida. . Hasil studi pustaka menunjukan bahwa MTA dapat menjadi bahan pilihan pada perawatan kaping pulpa. Perawatan MTA menunjukan sedikit peradangan pulpa dan pembentukan jembatan dentin yang lebih baik. Namun waktu pengerasan MTA yang lama menjadi bahan pertimbangan

    SPECIES GRAPTOPHYLUM PICTUM SEBAGAI OBAT PENYAKIT GIGI DI PEDALAMAN PULAU SIBERUT

    Get PDF
    Pedalaman pulau Siberut jauh dari segala fasilitas kesehatan modern. Masyarakat suku Mentawai yang tinggal disana mempunyai cara tradisional untuk melakukan pengobatan berbagai macam penyakit termasuk penyakit gigi. Si Kerei adalah dukun di pulau Siberut yang bertindak sebagai "medicine man" dan penyelenggara acara adat. Dalam mengobati penyakit, si Kerei mempergunakan bahan obat dari tumbuhan yang ada di dalam hutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan senyawa obat yang terdapat pada tanaman yang dipakai oleh si Kerei sebagai obat. Menurut si Kerei dari wilayah pulau Siberut utara sampai selatan, didapatkan tanaman Species Graptophylum pictum yang dipakai untuk mengobati gigi. Tanaman diperiksa di laboratorium untuk mengetahui golongan senyawa yang terdapat di dalamnya. Dilakukan pemeriksaan skrining fitokimia pada Species Graptophylum dan hasilnya didapatkan kandungan flavonoid, trepenoid. steroid dan minyak atsiri. Trepenoid berkhasiat sebagai anti jamur, anti bakteri, antiseptik dan analgetik. Steroid berguna sebagai anti inflamasi. Flavonoid berkhasiat sebagai antipiretik. Minyak atsiri berguna sebagai antibakteri, penenang. Kesimpulan bahwa Species Graptophylum pictum mengandung banyak zat yang bisa menyembuhkan penyakit gigi. Si Kerei bisa melakukan pengobatan sakit gigi dengan menggunakan tanaman tersebut tanpa harus menggunakan fasilitas pengobatan modern yang sulit I jarang bisa didapatkan di pedalaman pulau Siberut

    An Examination of the Mediating Effect of Islamic Work Ethic on the Relationships between Transformational Leadership and Work Outcomes

    Get PDF
    Abstract: This study investigates the role of Islamic work ethic as mediator between transformational leadership and work outcomes (organizational commitment, job satisfaction and turnover intention). This study used a sample of 370 employees from 60 Islamic microfinance institutions in Central Java, Indonesia. The results of Structural Equation Modeling (SEM) indicate that transformational leadership has a positively significant impact on Islamic work ethic. The findings also noted that Islamic work ethic directly and positively affect both organizational commitment and job satisfaction on the one hand, and negatively influences turnover intention on the other. Overall the model supported that Islamic work ethic has a significant role to mediate the the relationship betweem transformational leadership and work outcomes. Implication, limitation and suggestion for future research are discussed. Abstrak: Studi ini meneliti peran efek mediasi dari etika kerja Islam dalam hubungan antara kepemimpinan transformasional dan hasil kerja (kepuasan kerja, komitmen organisasi dan intensi untuk keluar). Studi ini menggunakan sampel sebanyak 370 karyawan dari 60 lembaga keuangan mikro Islam di Jawa Tengah, Indonesia. Hasil dari persamaan struktural (SEM) menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap etika kerja Islam. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa etika kerja Islam memiliki pengaruh positif langsung terhadap komitmen organisasi dan kepuasan kerja, dan berpengaruh negatif terhadap intensi untuk keluar. Secara keseluruhan model mediasi dari etika kerja Islam dalam hubungan antara kepemimpinan transformasional dan hasil kerja didukung secara empiris. Artikel ini juga mendiskusikan implikasi, keterbatasan serta saran pada penelitian selanjutnya

    Aktivitas antihiperurisemia ekstrak air jinten hitam (Coleus ambonicus Lour) pada mencit jantan galur balb-c dan standardisasinya = Antihyperurisemia activity of water extract of black seed (Coleus ambonicus Lour) in ...

    Get PDF
    Telah dllakukan pengujian aktivitas antihiperurisemia secara in vivo dan standardisasl ekstrak air biji jinten hitam (Coleus ambonicus Lour). Ekstrak kering biji jinten hitam, lalu dilakukan pengujian antihiperurisemia secara in vivo terhadap mencit putih jantan\u27 galur Balb-C yang diinduksi dengan kalium oksonat dosis 250 mg/kgBB. Hasil pengujian antihiperurisemia menunjukkan bahwa ekstrak tunggal biji jinten hitam dosis 200 mg/kgBB memiliki efek menurunkan kadar asam urat yang cukup signifikan. Hasil. Penelitian menunjukkan bahwa kadar asam urat dalam serum dalam kontrol negatif, positif, dan perlakuna, masing-masing sebesar 3,100 :i: 0,346 mg/dL, 0,200 ± 0,100 mg/dL dan 1,200 ± 0,561 mg/dL. Standardisasi meliputi parameter non spesifik dan spesifik. Hasil menunjukkan parameter spesifik, kadar fenolat total dalam ekstrak biji jinten hitam sebesar 0,664 ± 0,035 % dan kadar total flavonoid sebesar 0,400 ± 0,018 %. Hasil penetapan parameter non spesifik menunjukkan bahwa susut pengeringan, kadar air, kadar abu, kadar abu tidak larut asam, cemaran logam berat Pb dan Cd, dan cemaran aflatoksin berturut turut adalah 14,93-14,99%, 6,09-7,89%, 7,12-7,49%, 5,20-6,66%, 6,405 ± 0,211 ppm, 0,0096 ± 0, tidak terdeteksi. Effect of water extract of black seed on uric acid metabolism in hyperuricemia mice models were studied. The influence of water extract of black seed on uric acid biosynthesis was examined using mice treated by 250 mg/ body weight potassium oxonate intra peritoneal. The result showed that water extract of black seed (200 mg/kg body weight, per oral) have a significant effect in reduction in plasma uric acid levels in comparison to negative control, but less active than positive control (allopurinol). The levels of uric acid in mice plasma for negative control,blackseed extract and positivecontrolwere 3.100 ± 0.346 mg/dL, 0.200 ± 0.100 mg/dL dan 1.200 ± 0.561 mg/dL, respectively. The standardization performed by determined specific and non specific parameters based on National Bureau of Food and Drug, Republic of Indonesia. Specific parameters of water extract of black seed are phenolic content, and flavonoid content are 0.664 ± 0.035 % and 0.400 ±0.018 %, respectively. Non specific parameters of water extract of black seed are loss of weight, water content, ash content, ash insoluble acid content, heavy metals contamination (Pb and Cd), and aflatoxin residue are 14.93-14.99%, 6.09-7.89%, 7.12-7.49%, 5.20- 6.66%, 6.405± 0.211 ppm, 0.0096± 0, not detected, respectively

    PERAN MODAL INSANI, KAPABILITAS PEMBELAJARAN DAN INOVASI TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN FARMASI INDONESIA

    Get PDF
    Industri farmasi adalah industri yang berbasis ilmu pengetahuan yang padat riset dengan knowledge product sebagai determinan keunggulan daya saing. Dalam industri farmasi, modal insani adalah aset strategis yang merupakan pilar kompetensi organisasional yang menciptakan nilai untuk memenuhi kepuasan pelanggan. Modal insani adalah kunci untuk menghadapi persaingan dan kunci untuk dapat melakukan inovasi. Dalam konteks ini, penguasaan ilmu pengetahuan adalah sangat krusial bagi perusahaan farmasi, Perusahaan akan memiliki keunggulan daya saing jika mereka tahu bagaimana memperluas, menyebarkan dan menggali pengetahuan internal dan tahu bagaimana melindungi dari peniruan yang dilakukan oleh pesaing. Untuk itu, baik pembelajaran individual maupun kolektif diperlukan oleh perusahaan untuk mengintegrasikan berbagai macam teknologi sekaligus pada saat yang sama untuk memperkuat kompetensi intinya. Pembelajaran juga memperkuat kapasitas absorbsi yang pada gilirannya membuat perusahaan mampu menyerap pengetahuan dari sumber-sumber eksternal untuk dikombinasikan dengan kapabiltas internal perusahaan. Dalam industri farmasi, kapabilitas inovasi termasuk inovasi proses atau inovasi produk mempunyai peran penting yang signifikan dalam menciptakan keunggulan daya saing. Tanpa kapabilitas inovasi, perusahaan farmasi akan stagnan karena tiqak mampu merespons permintaan pasar yang sangat dinamis. Kapabilitas pembelajaran mempunyai korelasi yang sangat erat dengan keberhasilan inovasi. Proses pembelajaran organisasional mempunyai korelasi yang kuat dengan kinerja organisasional. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran strategis modal insani, kapabilitas pembelajaran dan inovasi terhadap kinerja perusahaan farmasi Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui studi lapangan dimana pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural EquationModeling (SEM) menggunakan program Lisrel 8,7. Penelitian ini menemukan bahwa perusahaan farmasi yang memiliki modal insani, kapabilitas pembelajaran dan inovasi yang kuat mempunyai kinerja organisasional yang prima dengan daya saing yang berkelanjutan. Tiga variabel ini diketemukan sebagai determinan kritikal dari keunggulan daya saing perusahaan farmasi Indonesia. Pharmaceutical industry is strongly konwledge-based and research-intensive with knowledge product as the competitive advantages determinant.In the pharmaceutical industry, human capital is strategic assets as the main pilar of organizational competence in creating values to satisfy its customer\u27s need. Human capital is the key for competitiveness and the key for making innovations. In this contex, knowledge mastery is very crusial to pharmaceutical company. A company can have competitive advantage if they know how to extend, disseminate, and exploate knowledge internally and know how to protect it from being imitated by its competitors. For doing this, individual as well as collective learning in the company is needed in order to integrate different streams of various technologies, which at the same time strengthen its core competence.. Learning will also strengthen its absorbtive capacity, which in turn enables the company to absorb knowledge form external sources to be combined with internal capabilities have been possessed by the company. Wi~in pharmaceutical industry, innovation capability, eitherin terms of innovation process or products, play signifikan important role in creating competitive advantage. Without innovation capability, a pharmaceutical company will be stagnant because it will not be able to respond the the demands of hightly dynamic market. Learning capabilitycloselyrelates to innovation outcome. Orgaizatuional learning process has very strong relationship with organizational perfommance. This research tested the strategic roles of human capital, learning and innovation capabilities to Indonesian pharmaceutical companies. This research was carried out through field study, while the data process and analysis was done with Structural Eqution Modeling (SEM) using Lisrel8.7 program. This research found that pharmaceutical companies with veru strong human capital, and superior learning and innovation capacities had excellent organizational performance with sustainable competitiveness.. These three variables were found to be critical determinants of competitiw advantage of Indonesian pharmaceutical companies

    LETHAL CONCENTRATION 50% (LC-50) EMPAT ISOLAT Edwardsiella tarda PADA IKAN AIR TAWARDI INDONESIA

    Get PDF
    The aim of this study was to determine pathogenicity of Edwardsiella tarda isolates from different regions based on lethal concentration 50% (LC-50). Lethal Concentration 50% test conducted to found out the concentration level of Edwardsiella tarda infection to infected fish. Isolates E. tarda were taken from Tilapia (Yogyakarta), catfish (Semarang and Jambi), tortoise imports (Brazil), goldfish (Pontianak). Lethal concentration (LC-50) tested in tilapia, catfish, pangasius, Celebes rainbow, and carp. Based on LC-50 showed that the highest pathogenicity of Edwardsiella tarda atypical isolates caused high level mortality in the infected fish and acute mortality. Viability data offish counted with Dragstedt-Behrens method was to identify LC-50. Lethal Concentration 50% value from 5 isolates of Edwardsiella tarda variated from 105till I08eelVmL. This result showed that isolates atypical of Edwardsiella tarda was the pathogenic bacteria to aquatic animal. Lethal Concentration 50% test showed that isolates from Pontianak was the highest pathogenic to carp which 1,8x 105 cell/mL until 6-7 days observation

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇