UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    PERBEDAAN KEKERASANMIKRO RESIN KOMPOSIT NANO DAN NANOHIBRID PADAPENGGUNAANOBATKUMUR DENGAN DANTANPAKANDUNGAN.ALKOHOL

    Get PDF
    Saat ini di masyarakat pemakaian obat kumur berkembang pesat dan sudah menjadi rutinitas untuk menjaga kebersihan mulut.Obat kumur ada yang menggunakan alkohol sebagai pelarut ataupun tanpa alkohol. Obat kumur akan berkontak dengan mukosa mulut, gigi dan bahan restorasi. Perkembangan terbaru dari restorasi resin komposit salah satunya berhubungan dengan teknologi nanD yaitu resin komposit nanD dan nanohibrid. Resin komposit ini mempunyai sifat mekanis yang lebih superior. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada perbedaan kekerasan mikro resin komposit nanD dan nanohibrid pad a penggunaan obat kumur dengan dan tanpa kandungan alkohol. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 30 sam pel resin komposit untuk resin komposit nanD dan nanohibrid (masing-masing 15 sampel) dengan bentuk silinder yaitu tinggi 2 mm dan diameter 5 mm. Sampel dibagi menjadi 6 kelompok secara acak yang masing-masing kelompok terdiri dari 5 sampel. kemudian direndam pada obat kumur beralkohol, tanpa alkohol dan saliva buatan (kontrol) selama 24 jam.Kekerasan mikro permukaan resin komposit terhadap obat kumur diuji dengan Vickers microhardness testerdan hasilnya dianalisa menggunakan analisis varian dua jalan dan dilanjutkan dengan uji Tukey untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kekerasan mikro resin komposit nanD yang direndam obat kumur mengandung alkohol lebih rendah dari pada resin komposit nanohibrid yang direndam obat kumur mengandung alkohol. Hasil perhitungan statistik menggunakan AN OVA dua jalan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada kekerasan mikro pada resin komposit nanD dan nanohibrid pada penggunaan obat kumur dengan dan tanpa kandungan alkohol (

    PENGAMBILAN GIGI KANINUS DAN GIGI SUPERNUMERARY YANG TERPENDAM PADA MAKSILA

    Get PDF
    Latar belakang: Suatu kasus impaksi gigi dapat menyebabkan maloklusi, dan kelainan oklusi akan semakin bertambah dengan bertambahnya usia. Impaksi Gigi kaninus merupakan gigi kedua setelah gigi molar ketiga yang berfrekuensi tinggi untuk mengalami impaksi, persentasenya sekitar 12%-15% dari populasi. Gigi supernumerary adalah gigi tambahan/berlebih, sehingga jumlah gigi yang terbentuk dalam rahang lebih banyak dari jumlah normal. Terjadinya impaksi gigi kaninus dan supernumerary seeara bersamaan jarang terjadi. Tujuan: Menambah wawasan dibidang bedah mulut minor, terutama dalam menangani suatu kasus impaksi gigi kaninus dan supernumarary untuk perawatan orthodonti. Kasus dan penanganan: Dilaporkan seorang pasien, wanita, berusia 38 tahun yang baru menyadari menyadari kelainan malokklusinya dengan keluhan gigi depannya bertambah maju akibat adanya impaksi gigi kaninus dan impaksi gigi supernumerary. Pasien dikonsulkan dari Bagian Orthodonti ke Bagian Bedah Mulut untuk penanganan impaksi gigi kaninus dan supernumerary dengan kemungkinan untuk mempertahankan gigi kaninus melalui pembedahan. Dengan berbagai pertimbangan, penderita pada akhirnya menjalani operasi pengambilan gigi kaninus dan gigi supernumerarydi Bagian Bedah Mulut RSGM Prof.Soedomo. Langkah-Iangkah diagnosis, operasi dan berbagai kemungkinan komplikasi juga turut disertakan didalam pembahasan. Kesimpulan: Pengambilan gigi kaninus dan gigi supernumerary yang terpendam merupakan pilihan perawatan jika tidak memungkinkan untuk dilakukan exposure pada impaksi gigi kaninus pada maksila. Maj Ked GiDesember 201118(2): 167-17

    KANDIDIASIS DI MULUT AKIBAT KHEMOTERAPI DAN PENATALAKSANAANNYA

    Get PDF
    Latarbelakang : Kandidiasis(kandidosis) adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh spesies Candida biasanya Candida albicans. Faktor predisposisi yang memicu kandidiasis adalah terganggunya ekologi mulut karena antara lain pemakaian antibiotika, kortikosteroid, penyakit kronis dan keganasan, beberapa gangguan darahterapi radiasi di leher dan kepalakhemoterapileukemia, obat sitotoksik, juga kebersihan mulut yang buruk. Tujuan : Melaporkan kasus kandidiasis dimulut karena khemoterapi dan penatalaksanaannya. Kasus dan penatalaksanaannya: Seorang anak laki laki umur 3 tahun 11 bulan penderita Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) sedang dalam perawatan khemoterapi menderita kandidiasis di mulut sehingga mengalami disfoni dan disfagia. Makanan dimasukkan lewat hidung. Klinis pasien terlihat lemah infus lewat tangan. Dalam mulut terlihat patch putih tebal menutupi permukaan dorsal dan ventrallidah, palatum durum dan molle, mukosa pipi kanan kiri dan gingiva rahang atas dan bawah. Pasien disedasi untuk dilakukan pengerokan lapisan kandida dimulutpemberian Nystatin solution dan ketokonazol dilanjutkan. Pengerokan psedomembran kandidiasis telah memberikan hasil yang memuaskan , .satu miggu kemudian rongga mulut pasien sudah terlihat bersih, pasien sudah dapat makan minum melalui mulut, juga sudah dapat berbicara lagi/ tidak serak. Kesimpulan : Pembersihan jamur dengan pengerokan telah dilakukan, kandidiasis pseudomembranosa dapat diangkat dan mulut pasien sudah bersih, pasien dapat makan dan berbicara lagi. Maj Ked Gt, Desember 201118(2): 173-17

    FORMULA ESTABLISHMENT OF COLORLESS Pb(lI) COMPLEX, WITH N-BENZOYL-N-PHENYLHYDROXYLAMINE(BPA). USINGATOMIC ABSORPTION SPECTROSCOPY

    Get PDF
    A new method for determination of stoichiometry of colorless complexes using atomic absorption spectrophotometric technique in continuous variation method and slope ratio method was described here. This method can be used in same manner as that of mole ratio method and slope ratio method. In this method atomic absorption spectroscopy was used instead of UV-Vis spectrophotometry. Atomic absorption spectrophotometric technique is superior to UV-Vis spectrophotometryas it can be applied to colorless soluble complexes. Pb(l/) and nbenzoyl- n-phenyl hydroxylamine react to form colorless complex at pH 6.5, which can be easily determined by this method. It was found that Pb(l/) forms 1:2 complex with n-benzoyl-n-phenyl hydroxylamine and is quantitatively extracted back to aqueous solution for AAS analysis

    THE ROLE OF VEGETATION COVER AND CATCHMENT CHARACTERISTICS II . ON BASE FLOW IN BALI ISLAND

    Get PDF
    Studies of the role of combined vegetation cover and catchment characteristics on base jlow condition are required to address the controversy of correlation between vegetation and hydrological properties. Objectives of the research were: 1) to assess the hydrological role of vegetation on basejlow conditionand 2) to study the influence of vegetation cover in relation to catchment characteristics on the basejlow. Field survey, digital filter method, remote sensing technique, and statistical analysis were used to derive and assess the correlation among variables. Results of the research were: 1) a negative significant correlation between vegetation cover and basejlow recession coefficient, despite thefact that it is not a singlefactor and related to various catchment characteristics2) vegetation cover is not a single factor in determining the basejlow characteristics, since it also involves drainage density and infiltration rate

    PERAWATANSALURAN AKAR SATU KUNJUNGAN PADA NEKROSIS PULPA DISERTAIMAHKOTAPORSELIN FUSI METAL DENGAN PASAKFIBER (Terhadap Gigi Insisivus Pertama Dan Kedua)

    Get PDF
    Perawatan saluran akar satu kunjungan dapat memperkeeH risiko kontaminasi bakteri dan mikroorganisme serta menghemat waktu perawatan. Restorasi gigi insisivus maksila pasea perawatan saluran akar harus mempertimbangkan sisa jaringan keras yang masih ada. Tujuan laporan kasus ini adalah untuk untuk menginformasikan hasH restoras1 gigi 21 dan gigi 22 yang nekrosis pulpa paska perawatan saluran akar satu kunjungan. Pasien perempuan 18 tahun datang ke klinik Konservasi Gigi RSGM FKGUGMinginmerawat gigidepan atas yang berlubang dan warnanya hitam. Berdasarkan pemeriksaan subyektif, obyektif dan radiografis diperoleh diagnosis gigi 21 dan gigi 22 nekrosis pulpa disertai lesi periapikal. Dilakukan perawatan saluran akar satu kunjungan, paska perawatan saluran akar gigi 21 dan gigi 22 direstorasi mahkotajaket porselin dengan pasak fiber. HasHevaluasi klinis saat kontrol tidak ada keluhan rasa sakit gigi, warna gigi serasi dengan gigi tetangga dan pasien merasa puas. Maj Ked Gt, Juni 201118(1): 82-8

    PROTESA MAXILLOFACIALTHERMOPLASTIC NYLON DENGAN HOLLOW BULB PADAKASUS KLAS I ARAMANY PASCAHEMIMAXILLECTOMY

    Get PDF
    Latar Belakang. Operasi pembedahan yang dilakukan pad a daerah wajah akan mengakibatkan cacat wajah, gangguan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik serta kejiwaan penderita dan dapat timbul masalah pada rehabilitasinya. Bahan protesa maxillofacial thermoplastic nylonini digunakan sebagai alat rehabilitasi pasca hemimaxillectomy karena bahan ini selain non toxic juga ringan dan lentur. Tujuan. Penulisan laporan ini untuk menginformasikan bahwa defek atau cacat pada daerah wajah dapat dibuatkan suatu protesa maxillofacial gigi tiruan sebagian dan juga sebagai obturator dengan hollow bulb untuk mengembalikan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik serta kejiwaan penderita. Laporan Kasus. Pasien laki-Iaki berusia 19 tahun datang ke RSGM Prof. Soedomo atas kemauan sendiri karena merasa terganggu dengan adanya cacat wajah akibat operasi pembedahan palatumnya. Operasi hemimaxillectomy dilakukan oleh dokter THT R.S Bethesda dan obturator pasca bedah sudah dipasang setelah operasi. Dua minggu kemudian dibuatkan protesa maksilofasial resin akrilik dengan hollow bulp. Setelah 6 bulan menggunakan obturator resin akrilik pasien merasa sakit dan tidak nyaman karena ada kekambuhan jaringan sehingga dilakukan operasi lagi. Kemudian dibuatkan obturator definitif kerangka logam dengan hollow bulb tetapi hanya bertahan selama 3 bulan pasien merasa kesakitan, dalam pemeriksaan obyektif tampak defek mengalami pengkerutan ada infiltrasi jaringan. Operasi yang ketiga dilakukan kembali kemudian dibuatkan obturator definitif dari bahan thermoplastic nylon dengan hollow bulp. Pembahasan. Bahan Thermoplastic nylon untuk protesa maxillofacial dengan hollowbulp dipilih karena merupakan bahan yang non toxic, ringan dan stabil. Saat insersi diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan. Kontrol dilakukan 1 minggu dan 1 bulan kemudian tidak tampak iritasi jaringan lunak, pengunyahan lebih stabil karena alat lebih ringan dan tidak goyang, sehingga lebih nyaman. Kesimpulan. Protesa maxillofacial thermoplastic nylon dengan hallow bulb merupakan alat rehabilitasi yang dapat mengembalikan estetik, fungsi bicara, mengunyah dan membantu proses penyembuhan jaringan dari trauma psikologis penderita. Maj Ked Gi: Juni 201118(1): 108-11

    PERAWATANSALURAN AKAR SATU KUNJUNGAN PADA GIGIMOLARPERTAMAKANAN MANDIBULANEKROSIS PULPA DENGAN ABSES PERIAPIKALDAN FISTULA

    Get PDF
    Latar belakang. Perawatan saluran akar satu kunjunganmerupakan perawatan yang prosesnya diselesaikan dalam satu kunjungan. Hal ini memberikan keuntungan untuk memperkecil resiko kontaminasi bakteri dan mikroorganismedalam saluran akar serta menghemat waktuperawatan. Tujuan. Penulisan laporan kasus ini adalah untuk untuk menginformasikanhasil evaluasi perawatan saluran akar satu kunjunganpada gigimolar pertama kanan mandibuladengan abses periapikaldan fistula. Kasus. Pasien perempuan berusia 29 tahun datang ke klinikKonservasiGigiRSGMFKGUGMinginmerawat gigibawah kanan yang berlubang. Berdasarkan pemeriksaan subyektif,obyektifdan radiografis diperoleh diagnosis gigi molar pertama kanan mandibula nekrosis pulpa dengan abses periapikaldan fistula. Perawatan yang dilakukan perawatan saluran akar satu kunjungan, dilanjutkandengan preparasi onlei PFM. Kesimpulan. Kasus gigimolarpertama kanan mandibuladengan abses periapikaldan fistuladapat dirawatdengan perawatan saluran akar satu kunjungan.Perawatan saluran akar dengan baik dan sempurna serta dengan pemilihanteknik,bahanbahan irigasidan obturasi yang tepat serta dikerjakandengan asepsis akan meningkatkankeberhasilan perawatan. MajKed Gt, Juni 201118(1): 117-12

    KONDISI LlNGKUNGAN, PERILAKU HIDUP SEHAT, DAN STATUS KESEHATAN BALITA DI INDONESIA

    No full text
    This research aims to study the enviromental condition, healthy life behaviour of mothers and health status of children in Indonesia. This research uses secondary data analysis from Indonesia Demographic and Health Survey 2007. Three main indicators in here are the house condition which sourced from household questionnaire, healthy life behaviour of mothers and health status of children which sourced from ever married women\u27s questionnaire. Data was processes and analyzed with desriptive statistic, inference and binary regression. One of the result is that some houses were in good condition although some still did not have latrine facility. Mothers also had performed a healthy life behaviour, such as washing hands before preparing food and did not smoke. Keywords: enviromental condition, healthy life behaviour of mothers, health status of children Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kondisi lingkungan tempat tinggal, perilaku hidup sehat ibu, dan status kesehatan balita di Indonesia. Penelitian ini menggunakan analisis data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2007. Tiga indikator utama yang digunakan adalah kondisi tempat tinggal yang diambil dari daftar pertanyaan rumah tangga, perilaku hidup sehat ibu dan status kesehatan balita yang diambil dari daftar pertanyaan perempuan pernah kawin. Data diolah dan dianalisis dengan statistik deskriptif, inferensi, dan regresi binari. Salah satu hasil penelitian ini adalah kondisi tempat tinggal cukup baik walaupun ada yang belum memiliki jamban. Ibu pun terbiasa berperilaku sehat, seperti terbiasa mencuci tangan sebelum mengelola makanan dan tidak merokok. Katakunci: tempat tinggal, perilaku sehat ibu, kesehatan balit

    PENANGANAN DISKOLORISASI FRAKTUR MAHKOTA GIGI AKIBAT TRAUMA DENGAN KOMBINASI BLEACHING INTRAKORONAL DAN RESTORASI RESIN KOMPOSIT KELAS IV

    Get PDF
    Tujuan laporan kasus ini untuk mengevaluasi kombinasi tindakan bleaching intrakoronal dengan restorasi kelas IV pada diskolorisasi gigi akibat trauma untuk mendapat hasil estetik yang maksimal dan mengembalikan fungsi gigi. Kasus ini terjadi pada seorang wanita yang mengalami trauma pada gigi insisivus pertama kanan maksila sembilan tahun yang lalu dan sudah dilakukan perawatan saluran akar, tidak terlihat kelainan periapikal pada radiographnya. Perubahan warna terjadi pada seluruh permukaan gigi tersebut dan pada bagian distal gigi terdapat diastema dengan gigi tetangganya. Penatalaksanaan kasus meliputi pembukaan kavitas, peletakkan barrier, bleaching intrakoronal menggunakan hidrogen peroksida 35%, penutupan kavitas menggunakan double seal dan restorasi akhir dengan restorasi resin komposit kelas IV. Proses bleaching intrakoronal dilakukan selama empat hari, proses bleaching dapat diulang sampai mendapat warna gigi yang diinginkan. Restorasi resin komposit kelas IV dipilih sebagai restorasi akhir karena gigi tersebut fraktur sepertiga insisal dan terdapat diastema, sehingga dengan menggunakan restorasi komposit fungsi dan estetik gigi dapat dikembalikan. Perawatan menggunakan kombinasi bleaching intrakoronal dan restorasi resin komposit kelas IV dapat menjadi altematif perawatan gigi akibat trauma. Aplikasi penyesuaian warna dalam perawatan ini lebih mudah daripada restorasi indirek dan hasil yang didapat memuaskan. Perawatan kombinasi mempunyai beberapa keuntungan seperti waktu kunjungan sedikit, biaya murah dan reparasi yang mudah

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇