UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
PERAWATAN MALOKLUSI PSEUDO KELAS III DENGAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TEKNIK BEGG
Latar Belakang: Maloklusi Pseudo kelas III ditandai dengan hubungan yang tidak harmonis antara relasi anteroposterior rahang dan posisi mandibula terhadap maksila. Ketidak harmonisan tersebut dapat disebabkan karena mandibula yang normal dengan maksila retrusif. Maloklusi pseudo kelas III mempunyai perhitungan yang menunjukkan bentuk antara klas I dan skeletal klas III. Perbedaannya hanya pada sudut goniaI dimana pada skeletal klas III sudutnya lebih tumpul, sedangkan pada sampel pseudo klas III, sudut goniallebih mirip dengan klas I. Perawata nortodontik dengan alat cekat teknik Begg dapat juga untuk untuk merawat maloklusi Angle kelas III, termasuk maloklusi skeletal yang menyertainya. Tujuan: memaparkan perubahan dental dan skeletal setelah perawatan dengan alat cekat teknik Begg. Kasus: perempuan 20 th mengeluhan gigi-gigi rahang atas ada yang tumbuh dibelakang dan rahang bawah nyakil se-hingga mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Diagnosis: Maloklusi Angle Klas III subdivisi serta hubungan skeletal klas III dengan maksila retrusif dan mandibula protusif disertai Crossbite: 12, 11, 21, 22 terhadap 34, 32, 31, 41, 42, 43. Perawatan: menggunakan alat cekat teknik Begg tanpa pencabutan. Kesimpulan: Hasil menunjukkan crowded terkoreksi, overjetdan overbite terkoreksi, relasi molar menjadi klas I. Maj Ked Gt,Desember 201118(2): 163-16
Ekstraksi Ciri dan Identifikasi Citra Otak MRI Berbasis Eigenbrain Image
In this research, we exctract and identify MRI brain images based on eigenbrain image.
MRI brain images are used to be input for feature extraction and identification. Feature
extraction is done by using the eigenbrain image. For all reference images, we find mean image
and eigenbrain image, and the results are stored. If there is test image, we will find the nearest
distance of eigenbrain between test image and reference images. The feature extraction is used
to identify the image is whether the normal brain image or the brain image with tumor. The
results show that the method successfully classifies MRI images into tree clusters: normal,
glioma, and metastase. The input test images can be identified accurately 100% for image sizes
from 256 x 256 pixels to 64 x 64 pixels
EKSPRESI GEN CYP19 DALAM KULTURSEL OSTEOBLAS DARI PERIODONTITISTULANG ALVEOLARAGRESIF DISTIMULASI DENGAN VITAMIN D DAN ATAU DEKSAMETASON
Latar Belakang. Estrogen mengatur homeostasis tulang dan disekresikan oleh gonad dan ekstragonad. Selain itu,androgen diubah menjadiestrogen oleh enzim aromatase P450 yang dihasilkan oleh sitokrom P450 aromatase. Ini diproduksi oleh gen sitokrom CYP19.Vitamin D berperan dalam mengatur homeostasis kalsium dan ekspresi gen aromatase langsung. Deksametason bertindak sebagai anti inflamasi, menghentikan peradangan dan meningkatkan kecepatan penyem6uhan. Kerusakan parah tulang alveolar di periodontitis agresif dapat te~adi di usia muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji ekspresi gen CYP19daiam kultur sel osteoblas periodontitis agresif tulang alveolar pasien dengan stimulasi vitamin D dan atau deksametason. Metode. Fragmen tulang alveolar dari pasien periodontitis agresif dikultur dalam dimodifikasi F-12 medium dilengkapi dengan serum janin sapi (FBS) 20%, antibiotik (penisilin streptomisin) 5%, dan fungizone 2%. Sel-sel osteoblas yang tumbuh
dalam kultur dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok 1: kultur diperlakukan non, kelompok 2: diperlakukan dengan vitamin D 10-6 moVL,kelompok 3: diperlakukan dengan deksametason 10.7mol/L, dan kelompok 4: diperlakukan dengan kombinasi vitamin D den deksametason pada dosis yang sarna. Setelah 24 jam perlakuan dihentikan, semua kelompok kultur yang diamati dengan teknik imunositokimia dan menghitung persentase CYP19 ekspresi gen dan sel oeteoblas dalam kultur. Hasilnya menunjukkan bahwa persentase rata-rata CYP19 ekspresi gen untuk kelompok 1, 2, 3, dan 4 adalah 44.18, 38.66,35.26 dan 31.13%, masing-masing ,dan perbedaan yang signifikan antara perlakuan dengan
RESTORASI MAHKOTAJAKET PORSELIN FUSI METAL DENGAN INTI-PASAKTUANG LOGAM PADAKASUS FRAKTUR MAHKOTA-AKARPULPATERBUKA
Latar belakang. Trauma yang mengakibatkan fraktur mahkota-akar dengan terbukanya pulpa masih dapat direstorasi, untuk menghindari pencabutan gigi. Pilihan perawatan tergantung pada hubungan fragmen fraktur yang tertinggal pada soket dengan crest alveolar, keterlibatan pulpa, tahap erupsi gigi dan pembentukan apeks serta kebutuhan estetik pasien.
Tujuan. Tujuan dari laporan kasus ini adalah untuk menunjukkan bahwa gigi yang mengalami fraktur mahkota-akar dengan terbukanya pulpa dapat dipertahankan dengan perawatan endo-restorasi menggunakan mahkota jaket porselin fusi metal (PFM) dengan retensi inti-pasak tuang logam.
Kasus. Pasien wan ita berusia 22 tahun mengalami fraktur mahkota-akar dengan pulpa tertJuka pada gigi 12 karena terjatuh dari motor. Kasus ini dirawat dengan melakukan pulpektomi, gingivektomi pad a bagian palatal serta restorasi mahkota jaket PFM dengan retensi inti-pasak tuang logam.
Kesimpulan. Trauma pada gigi yang menyebabkan fraktur mahkota-akar dengan terbukanya pulpa dapat dirawat dengan restorasi mahkota jaket PFM disertai retensi inti-pasak tuang logam, setelah sebelumnya dilakukan pulpektomi, sehingga gigi sberfungsi kembali secara optimal. Maj Ked GiJuni 201118(1): 58-6
KONSEP DIRI REMAJA DALAM FILM INDONESIA: ANALISIS WACANAATAS FILM REMAJA INDONESIA TAHUN 1970-2000-AN
Film is a system of representation, which provides information of social dynamics during the period, when the film is produced and distributed. This study is aimed to identify and reveal how teenage selfconcept is discursively constructed through film imagery and narrative in the context of Indonesian society. This study focuses particularly on the physical and psychological teenage self-concept. Corpus of analysis are eight teenage films which were produced in the period of 1970s to the 2000s. By applying Norman Fairclough\u27s critical discourse analysis, the close examination of the teenage films reveals that there are similarities, modification and differences in the way in which teenage self-concept has been constructed from decade to decade. This study also identifies that teenage self-concept has been constructed through various discourses, among other things, through discourse of good vs\u27bad teenager, of role model seeking and of teenage lifestyle.
Film merupakan sistem representasi yang bisa menjadi jendela untuk melihat dinamika kehidupan masyarakat pada kurun waktu ketika film dibuat. Kajian dalam tulisan ini merupakan kajian tentang teks film yang bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan merumuskan bagaimana konsep diri remaja dalam konteks masyarakat Indonesia dikonstruksi dan diwacanakan melalui citra dan narasi film. Korpus kajian adalah delapan film remaja yang diproduksi dalam kurun waktu empat dekade yaitu dari tahun 1970-an hingga 2000-an. Konsep diri remaja yang dianalisis dalam kajian ini meliputi konsep diri fisik dan konsep diri psikologis. Dengan menggunakan model analisis wacana kritis dari Norman Fairclough, kajian mendalam terhadap kedelapan film tersebut menunjukkan adanya persamaan modifikasi dan juga perbedaan konstruksi konsep diri remaja dari dekade ke dekade khususnya melalui wacan
KODE ETIK JURNALISTIK DALAM PRAKTIK FOTOJURNALISME: KASUS KAMPANYE PEMILIHAN PRESIDEN 2009 DIINDONESIA
Journalistic photos appear on newspaper for news purposes. In many cases, there are many parties having interested in using the mass media for their vested interest. Regarding the photo uses for individual interests, the photos of the candidates of President and Vice-President in the 2009 election in Indonesia were examples of the photo uses containing symbols of photos manipulated and presented in public sphere. Hence, the photos also reflected power relations within the society which is full of interests. This study attempts to describe that the photojournalistic appearing on the media during the 2009 election time were intensively used by the candidates who were also the modal owners. The photos were not presented as they were but rather composed as requested by the candidates for the purposes of image building. For some reasons including media survival in the global era with high competition and pragmatic motivations, some media have shown that they lose their "independency." This study also shows that journalistic photos could record the existence of values and interests in those appearing on newspaper. The campaign of 2009 election of President and Vice President of Indonesia which was framed in journalistic photos is a social reality indicating a drama analogy and performance.
Keywords: Code of Ethics, Journalistic Photo, Campaign of Election of the President, Indonesia
Foto-foto jurnalistik hadir dalam media cetak (koran) untuk sebuah pemberitaan. Oalam banyak kasus, disadari atau tidak, ada pihak-pihak yang berkepentingan menggunakan media sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan tertentu. Hal itu tampak pada foto-foto calon presiden pada pemilu 2009 yang merefleksikan simbol-simbol yang diangkat, \u27dimanipulaS1\u27, dan kemudian dihadirkan ke publik. Oi samping itu, foto tersebut merefleksikan hubungan kekuasaan dalam suatu masyarakat yang sarat dengan kepentingan-kepentingan. Oalam studi ini ditunjukkan bahwa foto jurnalistik telah dimanfaatkan secara intensif oleh pemilik modal yang juga calon-calon presiden dan wakil presiden. Foto-foto mereka tidak ditampilkan apa adanya dalam surat kabar, tetapi dikomposisikan sesuai dengan tujuan dan citra yang ingin dibangun oleh para calon. Oalam tekanan kelangsungan hidup media yang berat, dan dalam dunia yang berubah menjadi lebih pragmatis, serta kompetisi yang semakin ketat antarmedia, maka media secara perlahan kehilangan sifat "independennya". Media hidup dari pesanan-pesanan dan dari hal-hal yang sederhana berupa iklan hingga pesanan nil ai, dan kepentingan yang diusung oleh hadirnya suatu surat kabar. Oengan demikian, foto sebagai media mampu merekam serangkaian nilai dan kepentingan. Kampanye pemilihan presiden 2009 yang dibingkai dalam foto merupakan realitas sosial yang tampak analog dengan drama sosial dan dengan suatu performance.
Kata Kunci: Kode Etik, Foto Jurnalistik, Kampanye Pemilihan Presiden, Indonesi
REGIONAL AUTONOMY PROLIFERATION OF REGION AND PSEUDO LOCAL GOVERNMENT IN INDONESIA
Makalah ini membahas sisi lain dari dampak negatif bahkan kegagalan dari pelaksanaan kebijakan desentralisasi di Indonesia. Salah satu penyebab tuntutan untuk membentuk daerah baru adalah Rent Seeking, di mana elit lokal dan politisi lokal mencoba untuk mendapatkan kembali kekuasaan melalui pembentukan daerah baru. Tapi satu hal yang diabaikan oleh para sarjana adalah keberadaan seorang pengusaha lokal yang juga bermain dalam pembentukan daerah baru. Kehadiran mereka tidak tampak begitu nyata dibandingkan dengan kehadiran elit lokal dan elit partai, karena mereka mengambil peran belakang layar sebagai pihak pemberi dana, kelompok ini kemudian disebut sebagai black market. Keberadaan black market di daerah selalu dibutuhkan oleh elit lokal dan elit politik daerah sebagai satu kekuatan untuk merebut kembali kekuasaan.
Kata Kunci: Otonomi Daerah, Desentralisasi, Pemerintahan Daerah, Pengusaha lokal, dan Pembentukan daerah barn
This paper discusses the other side of the potential negative effects, even the failure of the implementation of the decentralization policy in Indonesia. One cause of the demands to establish a new area is rent seeking, where local elites and local politicians try to regain power through the formation of new regions. But one thing overlooked by scholars is the existence of a local businessman who also played in the formation of new regions. Their presence did not look so real rompared to the presence of local elites and party elites, because they take a role behind the scenes as lenders, the group was later referred to as the "black market." The existence of black market in the regional area is always needed by local elites and political elites as one force to regain power.
Keywords: Regional Autonomy, Proliferation of region, Black market, Rent seeking, and Pseudo local governmen
JEWISH SUFISM IN MEDIEVAL ISLAM
Artikel ini adalah riset kepustakaan dan merupakan indikasi awal pengantar pada suatu interaksi unik yang terjadi antara kelompok Yahudi terhadap Sufisme dalam kurun abad pertengahan di masa pemerintahan Islam. Di tengah gejolak relasi Yahudi dan Muslim yang didominasi narasi-narasi antagonis, dalam sejarah sebenamya terjadi dinamika interaksi yang melampaui narasi konflik. Salah satunya adalah Mistisisme Yahudi yang mengadopsi Sufisme dalam pencapaian ideal-ideal spiritualnya pada abad pertengahan. Secara tentatif fenomena ini bisa disebut dengan "Sufisme Yahudi."
Kata Kunci: Sufisme Yahudi, Interaksi antaragama, Sejarah Agama, Relasi Muslim- Yahud{
This article is a literary research and preliminary examination to a unique interaction between Jews and Sufism that taken place in medieval Islamic ruling. In the face of the present antagonistic posture of Jews and Muslims relationship that dominates the public sphere, in history, there are some examples of interaction of the two people beyond conflictual narrative. One of them is Jewish mysticism that adopted Sufism into their spiritual ideal, which took place in the medieval era. We might call the phenomenon tentatively as "Jewish Sufism."
Keywords: Jewish mysticism, Interfaith interaction, History of Religion, Jewish-Muslim relationshi
ANTIMICROBIAL PHOTODYNAMIC THERAPY: NEW INNOVATION IN PERIODONTAL THERAPY PERAWATAN PHOTODIN\u27AMIKANTIMIKROBA : INOVASI BARU DAlAM PERAWATAN PERIODONTAL
Background. The main goal in the treatment of patients withperiodontal disease is to establish proper infection control by reduce the bacterial load below the individual threshold level for disease, Conventional mechanical therapy cannot completely remove allperiodontalpathogens. Recolonization by bacteria remainingin pockets or the tissues should be prevented by antimicrobial therapy. Antimicrobialphotodynamic therapy (PDT)is a novel non invasive photochemical approach for infection control with elimination of periodontal pathogens, Objectives. The purpose of this literature review is to show the bactericidal effect of antimicrobialPDT on periodontal pathogen and the clinicalresponse to antimicrobialPDT applicationin periodontal therapy. Literature studies, The use of photodynamic therapy principallythe fact that it is specifically targeted. non invasive, non antibiotic and minimally disruptive to host tissues, AntimicrobialPDT have reported efficient in elimination of periodontalpathogens which combines the applicationof non toxic chemical agent (photosensitizer) withlow level energy. Discussion. AntimicrobialPDT can reduce signs of inflammationand to suppress periodontal pathogens in periodontal diseases. Conclusion. AntimicrobialPDT can work as an adjunctive to conventional mechanical treatment in periodontal diseases
KEDUDUKAN PEJABAT PEMBUAT AlITA TANAH DITINJAU DARI HUKUM ADMINISTRASI NEGARA
The research aims to investigate the position of Land Certificate Issuing Notary as a State Administrative Official, the legal status of an act issued by Land Certificateissuing Notary. and legal basis/considerationfor the Board of Judges in decidinga case.
The research belongs to a juridical normative research. which focuses on libraryresearch to obtain secondary data in the field of law. It conducted library research through document study. and analyzes the data in descriptive comparativemethod.
The findings of the research are: Land Certificate issuing notary does not belong to a state adminitrative official despitethe fact that he may handle part of land registration.whichfalls into the administrative duties. and some other duties in the running of governance.An act of purchasing and selling written by Land Certificate Issuing Notary belongs to Decision of State Administrationas it representsa statementof the parties\u27 intention written in an authentic letter/paper. Moreover. it does not contain elements of Decision of State Administration.The Judges\u27 consideration in making Decision of State Administration No 96/G.TUN/2000/PTUN.SBY is that Land Certificate Issuing Notary is a State Administrative Official. thus the act he writes is also Decision of State Administration. However. according to Article 1.3 jo. Article 1.6 of the Act No. 5/1986. an act of purchasing and selling is not a
Decision of State Adminisration and Land CertificateissuingNotaryis not State Administrative Official