UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
The Relationship between Humanness and Knowledge Sharing in Malaysia Empirical Evidence from Malaysian Managers
Abstract: This paper explores whether there is a relationship between humanness and the willingness to share knowledge in Malaysia. Furthermore, the differences between the Malay, Chinese and Indian ethnicities are researched for the presence of humanness and the willingness to share knowledge. Two hundred and fourteen respondents from privately owned companies participated in this research showing that there is a strong relationship between humanness and knowledge sharing. However, the differences between the three ethnicities are small, which is a surprising finding. It can be concluded that people-oriented managers (one of the ways to express humanness) are more willing to share knowledge, and differences between ethnicities have no influence in this matter. From these results, it can be recommended to managers and organizations in Malaysia that they pay more attention and be aware of their management style.Stressing the humanness aspects more as they are described could improve the knowledge transfer within companies.
Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara kemanusiaan dan keinginan untuk saling berbagi pengetahuan di Malaysia. Penelitian ini juga meneliti perbedaan antara etnis Melayu, Tionghoa, dan India untuk mengetahui keberadaan kemanusiaan dan kemauan dalam berbagi pengetahuan. Dua ratus empat belas responden dari perusahaan swasta yang berpartisipasi dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara kemanusiaan dan berbagi pengetahuan. Namun, ada temuan yang mengejutkan bahwa perbedaan diantara tiga etnis tersebut kecil. Hal ini dapat disimpulkan bahwa seorang manajer yang peduli dengan anak buah (people-oriented managers) lebih bersedia untuk berbagi pengetahuan, dan perbedaan antar etnis tidak memiliki pengaruh dalam hal ini. Dari hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa manajer dan organisasi di Malaysia lebih memperhatikan dan menyadari tipe atau gaya manajemen mereka. Penekanan yang lebih pada aspek kemanusiaan seperti yang telah digambarkan dapat meningkatkan transfer pengetahuan (knowledge transfer) dalam perusahaan
Enhancing Cross-Cultural Training Efficacy on Expatriate Adjustment through Emotional Intelligence and Social Capital*
Abstract: Cross cultural training is widely believed to make a positive contribution to expatriate adjustment. In practice, however, it is very costly and sometimes ineffective for expatriates. Therefore, there is a growing importance placed on increasing the cost effectiveness or enhancing the efficacy of crosscultural training by functioning individual expatriates social capital and emotional intelligence as moderating variables towards expatriates adjustment and performance. To do so we blend ideas drawn from social capital theory and emotional intelligence to develop the structure that underlies the logic of this paper. Thus, this paper uses social capital and emotional intelligence theories to enrich extant literature on expatriate adjustment
Abstrak: Pelatihan lintas budaya telah dipercaya memberikan kontribusi positif bagi proses penyesuaian ekspatriat. Meskipun demikian, dalam prakteknya, pelatihan tersebut sangat mahal dan terkadang tidak efektif. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan efektivitas biaya atau pencapaian pelatihan lintas budaya dengan memfungsikan modal sosial dan kepintaran emosi ekspatriat sebagai variabel pemoderasi antara penyesuaian ekspatriat dan kinerjanya. Penulis menggabungkan beberapa ide dari teori modal sosial dan kepintaran emosional untuk membangun sebuah kerangka sebagai dasar tulisan ini. Oleh karena itu, tulisan ini menggunakan teori modal sosial dan teori kepintaran emosional untuk memperkaya literatur mengenai penyesuaian ekspatriat
A GIS MODELLING APPROACH FOR FLOOD HAZARD ASSESSMENT IN PART OF SURAKARTA CITY, INDONESIA
ABSTRACT
This research is aimed to assess theflood hazard inpart of Surakarta using hydrodynamic modelling. Fl02D software is used to simulate the flood for 10, 25 and 100 year return period The modeling results include twoflood parameters, i.e
water depth and flow velocity. A comparison was made inflood hazard mapping between single parameter and multi parameters. The multi parameters hazard maps improve the reliability of the hazard class delineation. The impact assessment is done in two point of view, human safety and property damage. The further impact assessment is done by calculating the number of buildings affected byflood.
Keywords: hydrodynamic modelling, fl02D, flood hazard mapping, impact
assessmen
KAJIAN KASUS BLBI: PENGGESERAN HUKUM PUBLIK KE DALAM LAPANGAN HUKUM PRIVAT
Korupsi diberikan sarana penyelesaian sengketa melalui aspek hukum perdata (litigasi/non-litigasi).Hal inisejalan dengan UNCAC2003. yang diratifikasi dengan UU No.7 Tahun 2006 yang menjadi landasan penyelesaian kasus BLBI melalui Inpres No.8 Tahun 2002 tentang release and discharge. Terjadi pergeseran hukum pidana menjadi hukum perdata dalam menyelesaikan perkara korupsi
PENGARUH TOPIKALAPLIKASISODIUM FLUORIDE 10/0 TERHADAP PERTUMBUHAN PLAKDANTINGKAT KEPARAHANKARIES (KAJIANPADAANAKPEREMPUAN UMUR 6-8 TAHUN 01 PESANTREN BIN BAZ)
Karies gigi merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada kesehatan gigi anak. Pencegahan karies dapat di lakukan dengan berbagai cara, salah satu diantaranya adalah fluoridasi. Pemberian fluoridasi lokal diharapkan dapat menghambat pertumbuhan plak sehingga perkembangan karies juga terhambat. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sodium fluoride 1% terhadap pertumbuhan plak dan tingkat keparahan karies gigi pada anak umur 6-8 tahun. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental semu pada 16 anak perempuan umur 6-8 tahun. Pada setiap
subyek dilakukan topikal aplikasi larutan sodium fluoride 1% dengan metode Knutson. Oilakukan penghitungan skor plak dengan metode PHPM (Martens dan Meskin,1972) dan penghitungan keparahan karies dengan Caries Severity Index (Koroluk,1995). Hasil analisis pertumbuhan plak menggunakan repeated ANOVA terdapat perbedaan yang bermakna (P0.05). Hasil penelitian menunjukkan rerata pertumbuhan plak sebelum dilakukan topikal aplikasi fluor sebesar
38.0625 :!:5.97181, setelah 4 kali dilakukan topikal fluor 29.9375 :!:5.47076 dan setelah 3 bulan dilakukan topikal aplikasi fluor adalah 38.5625 :!:5.93261. Tingkat keparahan karies sebelum dilakukan topikal aplikasi fluor 2.8125
:!: 0.67709 dan setelah dilakukan topikal aplikasi fluor adalah 2.8125 :!: 0.67709. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa topikal aplikasi fluor sodium fluoride 1% dapat menghambat pertumbuhan plak dan keparahan karies pada anak perempuan umur 6-8 tahun
PERBEDAANOBATKUMUR BERALKOHOLDAN NONALKOHOLTERHADAP KEKASARANPERMUKAAN TUMPATANRESIN KOMPOSIT DENGAN MONOMER BIS-GMA+TEGDMA DIBANDINGKANUDMA (Eksperimental Laboratoris)
Obat kumur digunakan sebagai pembersih plak tambahan selain menyikat gigi. Seringkali pada gigi pasien terdapat restorasi resin komposit. Resin komposit memiliki matriks organik, antara lain Bis-GMA, TEGDMA dan UDMA. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan obat kumur beralkohol dan non-alkohol terhadap kekasaran
permukaan tumpatan resin komposit monomer Bis-GMA+ TEGDMA dibandingkan UDMA.
Penelitian ini menggunakan 20 spesimen resin komposit. Sepuluh spesimen monomer Bis-GMA+ TEGDMA dibagi menjadi dua kelompok (kelompok a dan b) dan sepuluh spesimen monomer UDMA dibagi menjadi dua kelompok
(kelompok e dan d) yang dipilih seeara aeak. Kelompok a dan e direndam dalam 75 mllarutan obat kumur yang mengandung alkohol dan kelompok b dan d direndam dalam 75 mllarutan obat kumur non-alkohol selama enam jam. Pengukuran kekasaran permukaan resin komposit pada tiap sampel dilakukan dua kali menggunakan stylus profifometer dengan arah geser saling potong tegak lurus yang hasilnya dieatat sebagai data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kekasaran permukaan resin komposit dengan monomer
Bis-GMA+ TEGDMA dan UDMA yang direndam dalam obat kumur yang mengandung alkohollebih tinggi dibandingkan non-alkohol. Hasil perhitungan statistik menggunakan ANOVA dua jalur menunjukkan tidak adanya perbedaan
rerata kekasaran yang bermakna (p>0,05
PERBEDAAN KEKUATAN GESER PERLEKATAN MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE PADAWAKTU PENGERASAN BERBEDA TERHADAP SEMEN IONOMER KACA KONVENSIONAL DAN MODIFIKASI RESIN
Penelitian ini diJakukan untuk mengetahui perbedaan kekuatan geser perlekatan MTA pada waktu pengerasan berbeda, yaitu 45 men it, 3 jam, dan 72 jam, terhadap SIK konvensional dan modifikasi resin. Penelitian ini menggunakan 36 sampel blok resin MTA, yang dibagi menjadi tiga kelompok waktu pengerasan MTA, yaitu 45 menit, 3 jam, dan 72 jam. Kemudian masing-masing kelompok dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
menggunakan SIK konvensional dan SIK modifikasi resin. Kekuatan geser perlekatan MTA terhadap SIK diuji dan hasilnya dibandingkan menggunakan analisis varian dua jalan.
HasiJ peneJitian menunjukan kekuatan geser perlekatan MTA terhadap SIK lebih rendah biJa dibandingkan dengan kekuatan geser perlekatan MTA terhadap SIK modifikasi resin. Perbedaan kekuatan geser perlekatan pada waktu pengerasan MTA 3 jam terhadap SIK modifikasi resin secara bermakna dibandingkan dengan waktu pengerasan lain terhadap SIK konvensional dan modifikasi resin (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa waktu pengerasan MTA 3 jam dengan penempatan SIK modifikasi resin di atas MTA untuk mendapatkan kekuatan perlekatan yang paling baik dalam perawatan kaping pulpa
PERBEDAANKEKUATANGESER PERLEKATANRESTORASI SANDWICH RESIN KOMPOSIT DENGAN SEMEN IONOMER KACA KONVENSIONALDAN MODIFIKASI RESIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan besarnya kekuatan geser pad a perlekatan restorasi sandwich resin komposit dengan semen ionomer kaca konvensional dan modifikasi resin. Subyek penelitian ini menggunakan 20 buah spesimen dari semen ionomer kaca. Spesimen ini dibagi menjadi
4 kelompok, yang terdiri dari 2 kelompok semen ionomer kaca konvensional (Fuji II dan Riva) dan 2 kelompok semen ionomer kaca modifikasi resin(Fuji II LC dan Riva LC). Setiap kelompok terdiri dari 5 spesimen,yang dicetak menggunakan mold dari bahan Teflon dengan diameter 6,5 mm dengan tinggi 2,5 mm, berbentuk silinder. Penumpatan spesimen resin komposit menggunakan mold Teflon dengan diameter 6,5 mm dengan tinggi 3 mm yang
disatukan dengan ring. Spesimen disimpan dalam inkubator selama 24 jam dengan suhu 36°C. Selanjutnya semua spesimen penelitian diuji perlekatannya dengan cara geser menggunakan alat universal testing machine dengan kecepatan 0,5 mm per menit.
Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata besarnya gaya geser yang dibutuhkan untuk melepas spesimen semen ionomer kaca konvensional terhadap resin komposit sebesar 3,908 MPa(Fuji II) dan 3.124 MPa(Riva). Besarnya gaya geser untuk melepas semen ionomer kaca modifikasi resin terhadap resin komposit sebesar 9,424
MPa( Fuji II LC) dan 8,896 MPa(Riva LC). Hasil ini menunjukkan perbedaan yang signifikan berdasarkan uji ANOYA 1 arah (p < 0,05) dan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok dan dalam kelompok digunakan uji Post Hoc
Tukey. Hasil dari penelitian ini mendapatkan perlekatan yang signifikan antara penggunaan semen ionomer kaca konvensional dan modifikasi resin pad a tumpatan sandwich resin komposit. Kekuatan perlekatan antara semen
ionomer kaca modifikasi resin lebih besar daripada semen ionomer kaca konvensional, terhadap resin komposit
PROFIL PLASMID Escherichia coli RESISTEN TERHADAP BEBERAPAANTIBIOTIKA YANG DIISOLASI DARI PETERNAKAN AYAMKOMERSIAL
The aim of this study was to find out the plasmid profile of the antibiotic resistant E. coli, to ampicillin, streptomycin and enrofloxacin. Eight of E. coli isolates have been identified and further assessed for sensitivity to these antibiotics, which then were isolated their plasmids.The antibiotics resitant E. coli were cultured on lactose broth, incubated in a shaker incubator at 37°Covernight. Cell collection has been done by centrifugation
at 12.000rpm for 5 minutes two times. Plasmid isolation was carried out by lyses alkali method, using solution I, II, and III. Plasmid precipitation was done by added 00 MNa acetate and ethanol absolute. Plasmid profile was performed on 1% agarose on electrophoretic analysis using plasmid marker. The result indicated that the E. coli resistant antibiotics have one to three of plamids and it\u27s profile appears as flourescent pita upon ultraviolet radiation, which indicated as a mega plasmid on the 4268 bp, 4973 bp, 5148 bp, and between 5148 bp -21226 bp. Each E. coli isolate showed 1to 3DNA pitas of plasmids
Setting Ruang Permukiman Dalam Pengembangan Ruang Bermukim Di Kepulauan Togean Sulawesi Tengah
Togean the island are cluster of the small islands located in the district of Tojo Una-una
and the very excited tourist attraction in Central Sulawesi Province. Some of the cluster of the
islands is the settled place Bajo communities who occupied the coastal areas and the small
islands. The islands are formed from the volcanic activity with the fertile plants as well
surrounded by the rocks formations. Piles of the rocks to forms and functions as a place to
living. Togean the islands has an area of::!:362,000 ha and has been designated as one of the
Marine National Park in the Indonesia. Case Study research approach used with multiple cases,
naturalistic qualitative data collection with analysis techniques in exploration.
The islands in the islands Togean as a shelter the coastal communities particularly in the
settlements on the island of Enam/Enau (district Togean) and the island Kabalutan (district
Walea the islands). The two these islands settings show a very specifically lived spaces because
it is strongly influenced by of nature physical factors, socio-economic conditions, and the local
wisdom there. The development of the settlement spaces setting formed due to: (a) the limited
land area as a dwelling allocation, (b) presence of land potential that can be developed to
support the economic life and the preservation of nature/ environment, and (c) the
environmental sustainability of its settlement that a unique and specific