UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    PEMBUATAN CANTILEVER BRIDGE ANTERIOR RAHANG ATASSEBAGAI KOREKSI ESTETIK

    Get PDF
    Latar belakang. kehilangan gigi anterior rahang atas mengakibatkan gangguan fungsi fonetik dan estetik. Gangguan fungsi estetik menyebabkan pasien menjadi rendah diri. Kondisi ini dapat diatasi oleh dokter gigi, salah satunya dengan pembuatan cantilever bridge. Tujuan. penulisan ini yaitu untuk memberi informasi bahwa pad a kasus kehilangan gigi-gigi anterior rahang atas dengan space yang telah menyempit dan malposisi gigi dapat dibuatkan protesa berupa gigi tiruan cekat dengan desain cantilever bridge. Kasus dan perawatan. laporan kasus ini membahas tentang pasien perempuan umur 39 tahun yang datang ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut Prof.Soedomo, dengan keluhan merasa kurang percaya diri karena gigi depan rahang atas hilang sejak 5 tahun yang lalu akibat kecelakaan. Gigi-gigi anterior rahang atas yang masih ada mengalami malposisi akibat pemakaian gigi tiruan sebagian lepasan yang tidak baik. Perawatan yang dilakukan adalah dengan pembuatan cantilever bridge pada gigi 11,12,13 dan 21,22,23. Kesimpulan. gangguan fungsi estetik pada gigi anterior rahang atas dapat diatasi dengan pembuatan cantilever bridge. Maj Ked GiDesember 201219(2): 167-17

    PENGARUH MINYAKATSIRI KAPULAGA (Amomum cardamomum)TERHADAP KADAR METIL MERKAPTANYANG DIHASILKAN BAKTERI Porphyromonas gingiva/is (Kajian /n Vitro)

    Get PDF
    Latar belakang: Halitosis disebabkan pembentukan senyawa-senyawa sulfur atau Volatile Sulfur Compound (VSC) oleh bakteri. Metil merkaptan merupakan komponen VSC yang paling dominan menyebabkan bau pada halitosis. Agen antibakteri digunakan untuk mengatasi halitosis dengan cara menurunkan kadar metil merkaptan yang dihasilkan bakteri. Minyak atsiri kapulaga (Amomum cardamomum) diduga memiliki khasiat anti bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minyak atsiri kapulaga (Amomum cardamomum) terhadap kadar metil merkaptan yang dihasilkan Porphyromonas gingivalis. Metode penelitian: Setiap sumuran pada microplate ditetesi minyak atsiri kapulaga (Amomum cardamomum) konsentrasi minyak atsiri kapulaga 0% (kontrol negatif), 6,25%,12,5%,25%,50%. Selanjutnya setiap sumuran yang telah ditetesi minyak atsiri kapulaga berbagai konsentrasi, kemudian ditetesi suspensi bakteri Porphyromonas gingivalis pada media TSB dan diinkubasi anaerob selama 48 jam. Tiap perlakuan menggunakan sampel sebanyak 5 sehingga sumuran yang dibutuhkan sebanyak 25. Setelah itu, semua sumuran ditetesi metionin dan DTNB kemudian diinkubasi anaerob selama 12 jam. Hasil inkubasi tersebut kemudian dilihat absorbansi metil merkaptan dengan microplate reader. Hasil penelitian: Absorbansi kadar metil merkaptan yang dihasilkan pada minyak atsiri kapulaga 0%,6,25%,12,5%,25%,50% secara berurutan adalah 1,38,0,217,0,215,0,204,0,196. Minyak atsiri kapulaga (Amomum cardamomum) berpengaruh terhadap kadar metil merkaptan yang dihasilkan Porphyromonas gingivalis. Terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok minyak atsiri kapulaga konsentrasi 0% sebagai kontrol negatif dengan minyak atsiri kapulaga 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan tidak ada perbedaan bermakna antara minyak atsiri kapulaga konsentrasi 6,25%, 12,5%,25%,50%. Kesimpulan: Minyak atsiri kapulaga (Amomum cardamomum) dapat menurunkan kadar metil merkaptan yang dihasilkan bakteri Porphyromonas gingivalis. Maj Ked GiJuni 201219(1):

    PROTESA MAKSILOFASIAL THERMOPLASTIC NYLON (VALPLAS7) DENGAN HOLLOW BULB (Klas III Aramany palata schisis hereditary)

    Get PDF
    Latar belakang: pada penderita palato schisis (celah langit-Iangit) yang disebabkan hereditary atau bawaan lahir terlihat defect yang menyebabkan gangguan bicara (sengau), penelanan, pengunyahan, estetik dan psikologis. Untuk dapat mencapai fungsi bicara, fungsi mengunyah dan fungsi estetika diperlukan protesa untuk menutup celah tersebut.Tujuan: untuk menginformasikan cara rehabilitasi defect atau cacat pada wajah dengan protesa maksilofasial thermoplastic nylon dengan hollow bulb yang berguna untuk mengembalikan fungsi bicara, penelanan, pengunyahan, estetik dan psikologis penderita. Kasus dan penanganan: pasien pria berusia 46 tahun datang ke RSGM Prof.Soedomo atas rujukan dari poli gigi RS. Dr. Sardjito.Saat datang pasien merasa terganggu berbicara, mengunyah dan menelan disebabkan adanya celah langit-Iangit terbuka dan merupakan kelainan bawaan. Pasien kehilangan banyak gigi terutama pada gigi posterior pada rahang atas dan ingin dibuatkan gigi tiruan. Obturator ini dibuatkan segera dengan mempertimbangkan penutupan celah langit-Iangit, menggunakan bahan yang lebih ringan (menggunakan hollow bulb) agar keluhan pasien dapat diatasi didesain alat yang mempunyai retensi maksimal dan mengembalikan pengunyahan, fungsi bicara, penelanan, estetis dan psikologis sehingga pasien akan mempunyai bentuk wajah yang mendekati normal. Hollow bulb adalah rongga yang dibuat pada protesa maksilofasial untuk menutup rongga mulut, rongga hidung dan defect. Pada waktu insersi diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan pengucapan. Kontrol dilakukan 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian. Hasil pemeriksaan dan evaluasi setelah 1 minggu dan 1 bulan setelah pemakaian protesa maksilofasial hollow bulb didapatkan hasil dengan retensi, stabilisasi, oklusi dan pengucapan lebih baik. Kesimpulan: setelah menggunakan protesa maksilofasial thermoplastic nylon dengan hollow bulb pada penderita palato scisis, pasien dapat berbicara dan mengunyah dengan normal. Protesa maksilofasial hollow bulb thermoplastic nylon juga dapat mengembalikan estetik yang maksimal sehingga pasien dapat menambah kepercayaan dirinya serta mengembalikan keadaan psikologi pasien yang telah lama menurun. Maj Ked GiJuni 201219(1): 29-3

    PENATALAKSANAAN EKSTIRPASI EPULIS FIBROMATOSA UKURAN BESAR PADA GINGIVA RAHANG BAWAH KANAN DENGAN ANESTESI LOKAL

    Get PDF
    Latar belakang Epulis merupakan hiperplasia gingiva yang menyerupai tumor (tumour like) yang berasal dari jaringan ikat selaput periodontal/ parenkim yang disebabkan karena iritasi kronis. Epulis fibromatosa memiliki penampakan klinis bertangkai (peduncullated), dapat pula tidak, warna agak pueat, konsistensi kenyal, batas tegas, padat, kokoh, tidak mudah berdarah dan tidak menimbulkan rasa sakit. Tujuan mengevaluasi hasil perawatan ekstirpasi epulis fibromatosa ukuran besar dengan anestesi loka!. Kasus ekstirpasi epulis fibromatosa pad a kasus ini dilakukan pada wanita usia 50 tahun yang datang dengan kesulitan makan karena benjolan 5x4x3 em di dalam mulut pad a pipi sebelah kiri. Penatalaksanaan ekstirpasi epulis fibromatosa dengan anestesi lokal pad a kasus ini juga dilakukan penghilangan faktor predisposisinya berupa pembersihan kalkulus sebelum operasi dan penghalusan tulang yang tajam yang merupakan iritasi kronis loka!. Kesimpulan perawatan ekstirpasi epulis berukuran besar dengan anestesi lokal pada kasus ini bisa dipertimbangkan, karena masih ada akses untuk dilakukan deponir larutan anestesi. Maj Ked GiJuni 201219(1): 58-6

    TERAPI BEDAH FLEP DAN CANGKOK TULANG PADA PERIODON TITIS AGRESIF DI REGIO GIGI ANTERIOR MANDIBULA

    Get PDF
    Latar Belakang: Periodontitis agresif adalah penyakit multifaktorial yang biasanya terjadi pada usia muda dengan penjalaran penyakit yang cepat, serta ditemukan adanya peran bakterL Umumnya periodontitis agresif berhubungan dengan faktor keturunan dan kurangnya kekebalan imun, sehingga dapat ditemukan adanya riwayat keluarga dengan penyakit yang sarna serta ditemukan kerusakantulang alveolar yang parah, sehingga pada akhirnya dapat mengakibatkan kehilangan gigi. Periodontitis agresif berdasarkan lokasi yang mengalami peradangan dibagi menjadi dua, yaitu periodontitisagresif lokal dan periodontitis agresif menyeluruh. Perkembangan periodontitis agresif sulit untuk diprediksi sehingga terapi secara mekanis tidak cukup, sehingga diperlukan terapi antibiotik atau terapi bedah. Tujuan: Menjelaskan prosedur serta hasil perawatan bedah flep dengan menggunakan cangkok tulang pada gigi anterior pasien dengan kasusperiodontitis agresif menyeluruh. Laporan Kasus: Dipaparkan dua kasus dengan keluhan gigi regio anterior mandibula goyang. Pada pemeriksaan klinis ditemukan kegoyangan derajat dua dan tiga serta memiliki poket absolut berkisar antara 4-6mm. Pada pemeriksaan radiografis ditemukan kerusakan tulang mencapai sepertiga apikal pada semua regio. Diagnosis kedua kasus ini adalah periodontitis agresif menyeluruh. penanganan: Padakedua kasus ini dilakukan terapi awal, setelah evaluasi dilakukan perawatan bedah flep periodontal disertai bahan cangkok tulang. Kontrol periodik dilakukan selama kurang lebih enam bulan, yang mana secara klinis terlihatpendangkalan poket menjadi 1-2mm dan penurunan derajat mobilitas. Secara radiologis terlihat penambahan tinggi dan pengisian defek tulang. Kesimpulan: Terapi bedah flep dengan penggunaan cangkok tulangpada kasus periodontitis agresif menyeluruh dapat membantu terjadinya rege-nerasi jaringan periodontal. MajKed Gt,Juni 201219(1):67-7

    PERAWATAN PERIODONTAL PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK

    Get PDF
    Latar Belakang : Penyakit sistemik merupakan faktor risiko pad a penyakit periodontal. Sebaliknya, penyakit periodontal yang parah dan menyeluruh juga dapat berperan dalam perkembangan penyakit sistemik tertentu atau berpengaruh buruk terhadap pengendalian penyakit sistemik tersebut. Kebanyakan penyakit sistemik bermanifestasi di dalam rongga mulut, salah satunya adalah Lupus Eritematosus Sistemik (LES) yang merupakan penyakit sistemik autoimun kronis. Etiologi lupus eritmatosus sampai saat ini belum diketahui secara pasti, tetapi prognosis dapat baik bila diberikan terapi yang adekuat. Penyakit LES mempunyai angka kejadian yang cukup tinggi, namun masih kurang banyak dipahami oleh masyarakat umum tentang bahaya penyakit ini. Tujuan : menunjukkan penanganan manifestasi oral dari LES, karena harus dilakukan secara hati-hati agar penderita dapat memperoleh perawatan yang tepat dalam mendukung keberhasilan perawatannnya, serta penderita dengan manifestasi oral mirip LES dapat mendapat pemeriksaan yang lebih teliti. Kasus : Ada dua penderita LES yang datang dengan keluhan gingiva mudah berdarah, sering sariawan, mulut terasa kering, dan beberapa gigi goyang. Pada kedua kasus, dijumpai hiperemi gingiva, oedema, poket antara 3-6 mm (kasus 1) dan 3- 4 mm (kasus 2). Sebelum dilakukan perawatan gigi, kedua pasien dikonsultasikan pada dokter spesialis penyakit dalam. Penanganan : Perawatan awal periodontal berupa DHE, skeling, dan penumpatan beberapa gigi. Dilakukan skeling bertahap pada beberapa kali kunjungan, dilanjutkan kuretase gingiva. Kesimpulan : Perawatan periodontal yang baik menurunkan inflamasi gingiva, dan relatif meningkatkan kondisi kebersihan mulut, sehingga diharapkan dapat meningkatkan imunitas tubuh. Maj Ked GiJuni 201219(1): 72-7

    INTEGRASI DESAIN DAN MANUFAKTUR BATIK CAP

    Get PDF
    Batik is one of the Indonesian traditional products which have received recognition by UNESCO. Batik traditional process is using wax resist dyeing. There are two methods to process batik which are stamped batik and painted batik. Thesedays many batik costumers want to have products with their own designs or in other words they prefer batik which represent their personality. This trend brings some consequencesone of them is that the time frame from design to manufacturing batik process should be shortened. It raises the need for integration of design and manufacturing process of batik.Development of this integration requires three main components, i.e. the design process, manufacturing process and computer integration. Theprocess begins with a motif design on the computer, then this process generated images and computer data to be converted into GCode. In the manufacturing process, the G-Code data is used by the machine to print motifs on the fabric. This research also developed a computer-based batik machine called the Computer Numerical Control (CNC) Batik and consists of a mechanical component that is controlled by a computer-based control system. Mechanical component consists of the transmission function to forward motion of the main driving source of stepper motors, linear slides that smooth linear motion machine and the machine frame. Control of mechanical equipped with software Mach3.At the time of operating the batik pattern file in the form of G-Code data read by Mach3 to be forwarded to cap movement toprint batik on fabric on the desk machine

    DESAIN ALAT BANTU MAKAN UNTUK PENDERITA CEREBRAL PALSY

    Get PDF
    Motoric and sensoric disorders are commonly experienced by children with cerebral palsy, such as grasping, gripping, pinching, sitting, and standing, as well as walking. Thedeficiency of one or more of those basic functions could be the causes of dependency and decrease children\u27s quality of life. Upper extermity disorder is the most physical limitation which experienced by children with cerebral palsy. It has been experienced by 80% of them. The study on 84 children with cerebral palsy describes there are 1,075kinds of supporting devices, and 980of those devices are used to support mobility, individual care, and social functions. Moreover, the preliminary study on 20 children with cerebral palsy in age 2 -18 shown the percentage of their upper extremity function level which is 40% minimum, and 60% has low quality of life. The aim of this study was to develop a design of eating devices for cerebral palsy children. As many as 51 participants who have inclusion and exclusion criteria have been involved. Their fuction level of upper extremity have measured by The Action ResearchArm Test(ARAT). Thisstudy has produced twoprototypes of spoon (C model and F model) that can be used by children with cerebral palsy in age 3 - 18. Based on C and F model, then derived to several kinds of prototypes, such as big spoon C model for right and left hand, small spoon C model for right and left hand, big spoon F model for right hand, and small spoon F model for left hand. Twokinds of spoonprototypes, that can be used by children with cerebral palsy, have been produced. First prototype is C model for those who have good upper extremity function level. The other one is F model which can be used by those who have low level of upper extremity function. Both Cand F model have been developed to two sizes (big and small), and two sites (right and left). ). The angle of elbow when the CP\u27s children moved their fingers to the mouth was measured. It has found that the angle of elbow was4~ to 9(/, so that the curvature of the spoon was 13~, as thesum of the minimum angle and themaximum angle

    POPULARIZING EPIC NARRATIVE IN GEORGE R.R. MARTIN\u27S A GAME OF THRONES

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan bagaimana menghidupkan epos pada awal abad ke-21 melalui kajian cerita fantasi epos fenomenal Amerika, A Game of Thrones. Sejalan dengan perkembangan manusia yang semakin mengandalkan rasionalitas, epos yang jauh dari rasionalitas seharusnyalah hUang dari kehidupan masyarakat. Akan tetapi, pada masa sekarang ini epos masih berpengaruhkuat dalammasyarakat,sepertiyangditunjukkano/eh ceritafantasi A Game of Thrones karya George R.R. Martin, seorang penulis yang dikategorikan sebagai salah seorang yang paling berpengaruh di dunia tahun 20 II. Penelitian kualitatif dengan pendekatan genre dan semiotika ini bersimpulan bahwa ada unsur-unsur fantasi yang kental dalam formula dan arketipenya. Dalam memenuhi selera pembaca, formula dibangun melalui representasi rasional dan kombinasi yang tepat antara konvensi dan invensi. Dari analisis konvensi dan invensi ini, penelitian juga menunjukkan adanya hubungan yang erat antara mitos dan cara hidup masyarakat meskipun dalam dunia modern sekalipun. This research is intended to show the sustainabilityof epic in latest years of human history through the most phenomenal fantasy in American literature, AGame of Thrones.Along,with the capability of human beings in thinking clearly and sensibly, it is commonsensical that people tend to free themselves from irrationality. The reality shows, however, that the existence of epic fantasy still has power in appealing audiences or readers. This is the case with A Gameof Thrones written by George R.R. Martin who was given the award of One of The Most InfluentialPeople in 20 II by Time magazine. This qualitative research, using genre approach, finds out that in order to be compatible with today\u27s society,an epic seen in A Gameof Thrones, which is commonly known as a story centering on the legendary hero and his heroic deed in oral folk tradition, keeps its power as an epic fantasy narrative through certain archetypes and formulas. Through genre analysis using semiotic approach, the research brings about conclusions that the elements of high fantasy, elements built through rational representation, and a smart combination of convention and invention brings about its popularity. It is also concluded that there is a close relationship between the myth and the mode of people living even in the most modern context

    Does Knowledge Stickiness Affect a Firms Innovation Capability? Empirical Evidence From Indonesian Furniture SMEs

    Get PDF
    Abstract: This study aims to examine the relationship between knowledge stickiness and a firms innovation capability in the context of developing countries, i.e., Indonesia. The main research question addressed by this study is: does knowledge stickiness affect a firms innovation capability? Using data from 100 small- and medium-sized furniture enterprises (SMEs), the study finds that product innovations are predominant over process and organizational ones. However, incremental innovations are often more preferred than radical ones. This study also finds that the firms absorb knowledge from various sources to undertake innovations. Buyers, Internet, and suppliers are the significant sources, for sensory, coded, and theoretical knowledge. Buyers are also the main source of a great extent of various knowledge domains related to product, process, and organizational innovations. In general, the furniture firms do not pay considerable attention to planning stages when introducing innovations, as indicated by the fact that not all innovations are preceded by initiatives, except for really new processes and organizational innovations whose impact on the firms revenue is less visible. Out of four dimensions of knowledge stickiness used in this study, three of them (i.e., knowledge interconnectedness, sensory knowledge, and coded knowledge) are proven to have significant impact on a firms innovation capability. We find, knowledge interconnectedness and coded knowledge have a positive impact, while sensory knowledge influences a firms innovation capability in a negative direction. All in all, this study provides empirical evidence that knowledge stickiness has a significant impact on a firms innovation capability (explains 36% of total variance). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kelengketan pengetahuan dan kemampuan inovasi perusahaan dalam konteks negara berkembang (i.e. Indonesia). Pertanyaan utama yang dijawab dalam penelitian ini adalah apakah kelengketan pengetahuan mempengaruhi kemampuan inovasi suatu perusahaan? Berdasarkan data 100 perusahaan mebel berskala kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi produk banyak dilakukan oleh UKM di Indonesia dibandingkan inovasi proses dan organisasional. Sementara itu, dari tingkat kebaruan, inovasi incremental jauh lebih sering dilakukan daripada inovasi radikal. Penelitian ini juga menemukan bahwa perusahaan menyerap berbagai pengetahuan untuk melakukan inovasi. Pembeli, Internet, dan pemasok merupakan sumber- sumber utama bagi pengetahuan sensori, terkode, dan teoretikal. Disamping itu, pembeli adalah sumber utama yang menyediakan berbagai pengetahuan yang relevan dalam inovasi produk, proses, dan organisasional. Temuan lain, secara umum, perusahaan mebel tidak memberikan cukup perhatian pada tahap perencanaan ketika melakukan inovasi. Kenyataannya, tidak banyak inovasi yang dihasilkan diawali dengan tahapan inisiasi, kecuali untuk inovasi proses dan organisasional yang memberikan impak tidak terlalu besar bagi pendapatan perusahaan. Dari empat dimensi kelengkatan pengetahuan yang diteliti, tiga di antaranya (i.e. ketertautan pengetahuan (knowledge inteconnectedness), pengetahuan sensori dan pengetahuan terkode) yang terbukti mempengaruhi kemampuan inovasi perusahaan. Lebih rinci, ketertautan pengetahuan dan pengetahuan terkode memberikan pengaruh positif sedangkan pengetahuan sensori berpengaruh negatif terhadap kemampuan inovasi perusahaan. Penelitian ini juga memberikan bukti empiris bahwa secara keseluruhan kelengketan pengetahuan mempunyai pengaruh signifikan pada kemampuan inovasi perusahaan (menjelaskan sebesar 36% dari total varians)

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇