UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
PREPARASI DAN KARAKTERISASI NANO KOMPOSIT KITOSAN-SILIKA DAN KITOSAN-SILlKA TITANIA (Preparation and Characterisation of Chitosan-Silica and Chitosan Silica Titania Nano Composites)
Telah dibuat komposit kitosan silika dan kitosan silika titania dari larutan kitosan dan sol silika serta sol silika titania untuk aplikasi bahan antibakteri. Kitosan dibuat melalui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi kitin dari cangkang kepiting. Sol silika dan silika titalJ.ia dibuat dengan metode sol-gel. Komposit kitosan silika dan kitosan silika titania dikarakterisasi dengan analisis spektrofoto metri infia merah dan difiaksi sinar-X. Hasil analisis spektrofotometri infia merah menunjukkan bahwa telah terjadi interaksi antara silika dan titania dengan kitosan. Kristalinitas komposit kitosan silika titania lebih rendah dibandingkan dengan kitosan silika maupun kitosan sendiri. Hal ini menandakan bahwa interaksi antara partikel silika dan titania meningkatkan ketidakteraturan struktur kitosan
PRODUKSI BIOMASA DAN AKUMULASI HARA PADA LAHAN HUTAN TANAMAN EUCALYPTUS PELLITA F.Muell UMUR EMPAT TAHUN, DI RIAU = (Biomass production and nutrient accumulation in Eucalyptus pellita F.Muell plantation forest four ...
Penelitian ini bertujuan ootuk mengetabui besamya produksi biomasa dan akumulasi hara di lahan hutan tanaman Eucalyptus pellita umur 4 taboo, di Provinsi Riau. Pengukuran biomasa dan akumulasi hara dilakukan baik pada komponen biomasa hidup seperti pohon dan tumbuhan bawah dan biomasa mati yaitu serasah. Hasil penelitian memperlihatkan tanaman E. pellita umur 4 tahoo memiliki rata-rata tinggi total dan diameter batang masing-masing 15,5 m dan 13,6 em. Total biomasa pohon E. pellita umur 4 tabun sebesar 284,4 ton/ha, tumbuhan bawah 4,43 ton/ha dan serasah 7,08 ton/ha, sedangkan produktivitas serasah sebesar 7,38 ton/halth. Total akumulasi hara makro dalam biomasa pohon sebesar 206,6 kg/ha (N)54,6 kg/ha (P)295,4 kg/ha (K)54,7 kg/ha (Ca)22,1 kglha (Mg)dan 38,8 kglha (Na). Urutan tingkat kandoogan hara (dalam %) dan akumulasi hara (dalam kg/ha) dalam biomasa mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil adalah K>N>Ca>P>Na>Mg
SELAGINELLA ACTIVE FRACTIONS INDUCE APOPTOSIS ON T47D BREAST CANCER CELL
Apoptosis is an important target on anticancer mechanism. The purpose of this research is to investigate apoptosis induction of Selaginella plana Hieron active fractions on T47D cells. Absolute ethanol was used to extract Selaginella plana powders. Ethanolic extract was dilluted by methanol :water (4: 1) and then fractionated by hexane (S_Hex), methylene chloride (S_MTC), ethyl acetate (S_EA), and buthanol (S_BuOH). The proliferation of T47D cell line was detected by SRB (Sulforhodamine B) assay which was measured at a wavelength of 515nm. Flowcytometry analysis to determine apoptosis was examined by Propidium Iodide (PI) and Annexin V assay using T47D breast cancer cell line. The result showed that the IC₅₀value of S_Hex, S_MTC,S_EA, and S_BuOH on T47D cells were 107 µg/mL, 4 µg/mL, 6 µg/mL, and 17 µg/mL respectively. The activ.e fractions (S_MTC and S_EA) at its ICso concentration significantly (
BIOCHEMICAL CHANGES OF CERTAIN PLANT SPECIES DUE TO VARIOUS DRYING TREATMENTS
Phytochemical analysis of the Indian medicinal plants to identify the therapeutically active chemical compounds in them and clinically testing for their efficacy and risks is an inescapable procedure, to provide new sources of natural products to the pharmaceutical industry. Therefore, the phytochemical screening studies should be concentrated on the hitherto unexplored medicinal plants for their medicinal values. In the current study the leaves of different medicinal plants like Achyranthus aspera, Acalypha indica, Euphorbia hirta, Lindenbergia indica, Parthenium hysterophorus and Pesistrophe bicalyculata were taken for the chlorophyll and carotenoid estimation by the method of Jayaraman (1981). The leaves of the following plants were allowed to dry in an oven at different temperatures, time period and freeze drying. Oven drying was done at 50± 1⁰C for 9 hours and at 70± 1⁰C for 5 hours. Results obtained revealed that both the drying treatments affect/decrease the chlorophyll content of all the six plants. The maximum effect was seen in Euphorbia hirta (93.97%) for oven drying at 50±1⁰C for 9 hours. The minimum effect was observed in Parthenium hysterophorus (21.68%) for oven drying at 70±1⁰C for 5 hours and Achyranthus aspera (11.56%) for freeze drying. The leaf preparations treated by oven drying was found to have lower chlorophyll and carotenoid content as compared to freeze drying which in turn has lower chlorophyll content as compared to fresh extracts
PERLUNYA MENANAMKAN BUDAYAANTIKORUPSI DALAM DIRI ANAK SEJAK USIA DINI
Corruption in Indonesia is very difficult to eradicate because it is entrenched, both in the legislative, executive, andjudicial systems. Therefore, installing anti-corruption culture to childrenfrom their early age is necessary, because children are our young successors and leaders. If anti-corruption behaviour has been entrenched within all law enforcement agencies and society, it is hoped that the habit of cpmmitting bribery would disappear. The saying "to clean the floor with a dirty broom" to illustrate corruption eradication efforts in Indonesia would then vanish.
Korupsi di Indonesia begitu sulit diberantas karena sudah sangat membudaya, baik di kalangan lembaga legislatif, eksekutif, maupun yudikatif. Oleh sebab itu, menanamkan budaya antikorupsi dalam diri anak sejak usia dini menjadi hal yang sangat diperlukan, karena anak akan menjadi penerus estafet kepemimpinan. Apabila budaya antikorupsi tersebut sudah terpatri di dalam d*riseluruh aparat penegak hukum dan seluruh lapisan masyarakat, maka budaya suap-menyuap yang merupakan salah satu bentuk dari tindak pidana korupsi dengan sendirinya akan menjadi tergeser bahkan sima, sehingga tidak akan ada lagi istilah "membersihkan lantai dengan sapu yang kotor" dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Indonesia
BANTUAN HUKUM GOLONGAN TIDAK MAMPU DALAM PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI YOGYAKARTA
The legal aid clinics in Yogyakarta District Court are established with the involvement of six universities. This institution is designed to accommodate both individuals and collective justice seeker who cannot afford trial costs. Based on the research, it is concluded that the implementation of the program of legal aid in civil cases has not been observed optimally. Compared with the legal aid organizations that have long been providing legal assistance for poor people, the existence of legal aid post in the district court has not been widely known by the public.
Pos bantuan hukum dibentuk di PengadilanNegeriYogyakartadengan melibatkan enam lembaga bantuan hukum perguruan tinggi. Lembaga ini diperuntukkan bagi pencari keadilan baik perseorangan ataupun berkelompok yang secara ekonomis tidak mampu (miskin). Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program bantuan hukum dalam perkara perdata belum terlaksana maksimal. Dibandingkan dengan lembaga bantuan hukum yang telah lama berkiprah memberikan,bantuan hukum bagi masyarakat golongan tidak mampu di pengadilan maka pos bantuan hukum yang keberadaan di lingkungan pengadilan negeri ini belum banyak dikenal oleh masyarakat
INTEGRASI MEDIASI DALAM SISTEM PERADILAN: STUDI KOMPARATIF MEDIASI PENGADILAN INDONESIA DAN JEPANG
This research shows that integration of mediation in Indonesian civil court litigation was highly influenced by the wakai system in Japan. Such an integration was approached due to the success of wakai in reducing court s case load. However, this research discovers that Indonesian court mediation system slightly differs from wakai in Japan. The success rate of Indonesian court mediation is far below that of Japan. In order to achieve its initial aim, some steps need to be taken to strength en court-assisted mediation. These efforts include increasing the awareness of the mediators and the parties on the importance of mediation, and also better equipping the mediators so that they can serve as competent facilitators.
Penelitian ini memperlihatkan bahwa pengintegrasian mediasi dalam peradilan hukum perdata Indonesia banyak dipengaruhi oleh sistem wakai di Jepang. Pengintegrasian ini dilakukan karena sistem wakai di Jepang berhasil mengurangi tumpukan perkara. Namun demikian penelitian ini menemukan bahwa sistem mediasi peradilan di Indonesia agak berbeda dengan wakai di Jepang. Tingkat keberhasilan mediasi peradilan di Indonesia jauh di bawah Jepang. Untuk mencapai tujuan tersebut, beberapa langkah perlu dilakukan untuk memperkuat mediasi pengadilan. Langkah-langkah tersebut di antaranya adalah meningkatkan kepedulian mediator maupun para pihak yang berperkara terhadap arti pentingnya mediasi, dan memberikan bekal kepada mediator sehingga dapat bertindak sebagai fasilitator yang sebenamya
RELASI KUASA D.ALAM PRAKTIK SUKUR BUMI
Kajian ini tentang bentuk relasi kuasa pada sukur bumi sebagai sebuah praktik kebudayaan.Sukur bumi dimaksudkan sebagai sebuah aktivitas upacara sakral yang dilakukan masyarakat Rancakalong sebagai wujud ekspresi ucap sukur atas hasil bumi.Kekuasaan tidak saja dimaknai sebagai otoritas dan hegemoni, tetapi juga sebagai kuasa simbolik.Kekuasaan punya kuasa dalam mengkontruksi pengetahuan dan kebenaran.Hubungan kekuasaan tersebut berada dalam tiga level, yakni antara masyarakat dengan sukur bumi, pemerintah dengan masyarakat, dan antara masyarakat-sukur bumipemerintah. Pada akhirnya, sukur bumi memiliki kuasanya sendiri.Makna dan simbol yj.ng dimilikinya memiliki kuasa dalam mengatur masyarakat dan pemerintah.Tanpa sukur bumi, keduanya tidak memiliki ruang dalam mengkonstruksi kekuasaannya.
This writing is a study on the form of power relations in Sukur Bumi as a cultural practice. Sukur Bumi is a sacred ritual activity conducted by the people in Rancakalong as a gratitude of their harvest. Power is not only meant as authority and hegemony, but also as symbolic power. The power has its power to construct knowledge and truth. The power relation is in three level, that is, between the society and Sukur Bumi, the government and the society, and between the society, Sukur Bumi, and the government. In the end, Sukur Bumi has its own power. Its meaning and symbols has the power to control the society and the government. Without Sukur Bumi, both the government and the society do not have their sphere to construct the power
PENGARUHTERAPIPANASTERHADAPPENGURANGAN NYERI DAN PEMBENGKAKAN WAJAH SETELAH OPERASI PENGAMBILAN GIGI 1MPAKSI MOLAR KETIGA BAWAH
Latar belakang. Pembengkakan dan rasa nyeri yang terjadi paska operasi pengambilan gigi molar ketiga pada rahang bawah sering terjadi dan keadaan ini membuat rasa tidak nyaman bagi penderita. Upaya untuk mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri tersebut diberikan obat-obatan atau tindakan lain misal dengan dilakukan dengan kompres panas.Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah kompres panas yang dilakukan paska operasi gigi molar ketiga rahang bawah yang impaksi dapat mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri yang terjadi. Metode penelitian. Tigapuluh penderita dengan gigi geraham ketiga rahang bawah yang impaksi dilakukan tindakan operasi odontektomi. Subyek dibagi dalam dua kelompok, lima belas penderita diberikan obat anti inflamasi kalium diklofenak 50mg dua kali sehari selama lima hari dan lima belas penderita dilakukan tindakan dengan kompres panas, dengan Hot-Pack pada suhu 3aC yang diaplikasikan didaerah operasi selama 15menit secara intermiten tiga kali sehari dimulai setelah hari ketiga. Sebelum operasi dilakukan pengukuran permukaan wajah dari titik titik anatomis pogonion-tragus, tragus - sudut mulut, dan sudut mata-angulus mandibula yang memberikan gambaran segitiga pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali dengan penggaris kain dan diambil rata-rata.Pengukuran rasa nyeri dilakukan secara subyektif oleh subyek dengan skala VAS (visual analog scale) dengan memberi tanda pada skala VASpada hari ke dua dan kelima. Hasil penelitian dilakukan uji statistik dengan T test. Hasil penelitian. Pada kedua subyek penelitian menunjukan adanya perbedaan yang signifikan pada pengurangan pembengkan untuk kelompok yang diberi obat anti inflamasi kalium diklofenak dan yang diberi tindakan dengan kompres panas dengan Hot-Pack setelah hari kedua dan hari ke lima paska operasi, terjadi pula penururan skala rasa nyeri yang signifikan pada hari kedua dan hari ke lima. Maj Ked GiDesember 201219(2): 110-11
PERBEDAAN KEKUATAN GESER REPARASI GIGI TIRUAN CEKAT DENGAN RESIN KOMPOSIT PACKABLE DAN FLOWABLE
Latar Belakang. Resin komposit merupakan bahan pilihan untuk reparasi Gigi Tiruan Cekat porcelain fused to metal (PFM) karena estetis baik dan manipulasi mudah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan kekuatan geser perlekatan resin komposit pada permukaan logam Gigi Tiruan Cekat dengan menggunakan resin komposit yang berbeda yaitu resin komposit jenis packable dan jenis fIowable. Metode Penelitian. Subjek penelitian berupa logam NiCr (Noritake, Japan) berbentuk silinder dengan diameter 10 mm dan tinggi 3 mm. Penelitian dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing terdiri dari 10 subjek. Kelompokpertama reparasidenganresinkompositpackable (Z250 1M, 3MESPE,USA)dan kelompokkeduareparasidengan resin komposit fIowable (Dyad flow, Kerr, USA). Permukaan subjek dikasari dengan wheel diamond bur, dietsa dengan asam fosfat 37 % (Scotchbond, 3M ESPE, USA) kemudian dicuci dan dikeringkan, selanjutnya diaplikasikan silan (Rely X1Mceramic Primer, 3M ESPE, USA) dan bonding (Adper Single Bond, 3M ESPE, USA). Permukaan kemudian dilapisi,dengan resin komposit packable dan fIowable,disinari selama 40 detik. Subjek penelitian direndam di dalam distilled water dan dimasukkan kedalam inkubator dengan suhu 37°C selama 7 hari. Uji kekuatan geser dilakukan dengan menggunakan Universal Testing Machine. Data dianalisis dengan uji t. Hasil uji t menunjukkan terdapat perbedaan bermakna kekuatan geser reparasi gigi tiruan cekat pada permukaaan logam(