UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
PERAWATAN MALOKLUSI KELAS I ANGLE DENGAN AGENESE GIGI12, 14, 34, 44 DAN GANGGUAN SENDI TEMPOROMANDIBULAR DENGAN ALAT ORTODONTIK CEKAT TEKNIK BEGG DISERTAI PEMAKAIAN TRAINER FOR BRACES
Latar Belakang: Gangguan sendi temporomandibular merupakan suatu keadaan peradangan akut atau kronis dari sendi temporomandibular, yang berhubungan dengan rahang bawah, keadaan myofungsional, malposisi/maloklusi dari gigi-gigi. Gangguan yang terjadi pada sendi temporomandibular dapat menyebabkan rasa sakit yang signifikan dan kerusakan anatomis. Tanda dan gejala dari kelainan sendi temporomandibular sangat beragam, misalnya deviasi pergerakan rahang, adanya bunyi clicking ketika membuka tutup rahang, gangguan pengunyahan dan berkurangnya jarak interinsisal. Tujuan: untuk memaparkan hasil perawatan ortodontik cekat teknik Begg disertai pemakaian Trainer for braces pada kasus maloklusi kelas I Angle dengan agenese gigi 12, 14, 34 dan 44 yang disertai gangguan sendi temporomandibular. Kasus: Pasien wanita umur 19 tahun, mengeluhkan keterbatasan membuka mulut, terasa sa kit pada sendi rahang sebelah kanan bila menganga lebar dan bila dipakai mengunyah makanan yang keras, disamping itu pasien juga merasa penampilannya terganggu karena giginya renggang. Diagnosa: Maloklusi kelas I Angle disertai bidental protrusif, pergeseran midline gigi anterior rahang bawah ke kiri sebesar 3 mm, agenese gigi 12, 14,34 dan 44 disertai kebiasaan buruk mengunyah satu sisi kanan. Perawatan: Pasien dirawat dengan alat cekat teknik Begg disertai pemakaian trainer for braces 1 jam pad a siang hari dan selama tidur di mal am hari. Kesimpulan: Selama 8 bulan perawatan menggunakan trainer for braces, keluhan rasa sakit pada sendi rahang mereda, jarak interinsisal melebar dan sudah dapat mengunyah makanan keras kemudian setelah 24 bulan perawatan dengan alat cekat teknik Begg, gigi-gigi malposisi dan pergeseran midline gigi anterior rahang bawah telah terkoreksi dan interdigitasi gigi menjadi lebih baik. Maj Ked GiJuni 201219(1): 62-6
Pendidikan gizi dan pesan gizi melalui short message service terhadap pengetahuan, perilaku, dan kepatuhan ibu hamil minum tablet besi Nutrition education and nutrition message through short message service to knowledge,
Background: Low compliance as one cause of high prevalence of anemia in Indonesia is mainly due to forgetfulness. Nutrition education and short message service (SMS) are expected to become media to send nutrition message and remind pregnant mothers of taking iron tablet.
Objective: To identify impact of nutrition education and nutrition message through SMS to knowledge, behavior and compliance of pregnant mothers with taking iron tablet.
Method: The study was a quasi experiment that used pre and post test control/non equivalent control group design involving 3 groups of experiment, i.e. nutrition education only, nutrition education and SMS, and control as comparator. Subject of the study consisted of 121 pregnant mothers. The study was carried out from November 2009 to April 2010 at Palangka Raya Municipality in Pahandut, Kayon and Tangkiling Health Centers. Statistical analysis was performed by using paired t-test, ANOVA, Tukey test, and multivariate test.
Result: Pregnant mothers that got nutrition education and SMS intervention signifi cantly improved their knowledge and behavior (
PENGEMBANGAN INSTALASI PEMANTAUAN MULTIFUNGSI PADA PESAWATTANPAAWAK UNTUK MENDUKUNG SISTEM PENGAWASAN WILAYAH REGIONAL YOGYAKARTA
Indonesia is an archipelago country and it has a large areal territory, thus a vehicle that can perform land, sea and air surveillance is needed. One of vehicle that can monitor land, sea and air at once is an unmanned aircraft. Pitch attitude control system of unmanned aerial vehicle consists of inertial measurement unit with a direction cosine matrix method, which consists of three pieces MEMS gyroscopes, three-axis accelerometer and a GPS with dsPIC30F4011 as processing unit and XA-2 airframe. System tests are static testing for orientation angle position sensor readings of the aircraft position from the level position and on land navigation system test. Open-loop motion simulation conducted to determine the natural characteristics of the aircraft and the simulation of closed loop was performed to obtain an appropriate control system with the standard MIL-F-8785C. On land navigation testing showed the system can guide the plane toward the waypoint with 93.0% accuracy when the GPS signals obtained. The open loop simulation result longitudinal motion of the XA-2 aircraft flying at 17,01 m / s and a height of 30 meters that has a settling time of 87.30 seconds. Longitudinal motion control system design simulation produced a settling time of 7.47seconds with a gain value of O.606. Unmannedaerial vehicle capable of carrying loads weighing 2 kg fly the various integrated devices such as various sensors, cameras, surveillance equipment and the like who has the ability to perform various types of remote sensing mission-based video and photos / still images. The mission is to embrace include surveillance, reconnaissance, monitoring, air patrol, air photos and videos of high resolution and so forth
HEGEMON I ESTETIKA POSTCOLONIAL DALAM REPRESENTASIIKLAN DI MEDIA MASSA CETAK INDONESIA KONTEMPORER
This study is aimed at describing postcolonial aesthetic hegemony in the advertisements of contemporary Indonesianprinted mass media. focussingon three main issues: I) their signifiers and signified representations: 2) variousfactors underlying the strength of postcolonial aesthetics: and 3) strategies of cultural resistancepolicy to build possiblecounter-postcolonialaesthetics awareness.The main approach of this study is postcolonial. supported by other relevant approachessuch as semiotics and history.The main instrument of this study is the researchersthemselvesas the human instruments. The researchdata are in the forms of advertisementsfrom printed media. namely:Tempo, Femina,and Kartiniin the periodof2007-2009. Thedata are analyzedby using descriptive qualitative techniques.The resultsof this studyshowthat I) there are threedominant signifier hegemony representations of Western aesthetics in the print media advertising in contemporary Indonesia.associatedwith obsessionsof a) Western physical appearance or Indob)Western whitenessand c) the use of English: 2) these phenomenaare the results of the existenceof Indonesians\u27strong construction of colonialismsyndrom3) one of the strategies to build possible counter-postcolonialaesthetics is by improvingawarenesson local cultures as the foundation to build national culture and identit
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji perihal hegemoni postcolonial dalam estetika iklan di media massacetak Indonesia kontemporer. Penelitian memfokuskan pada tiga persoalan, yakni: penanda (bentuk) dan petanda (maknanya)faktor penyebabnyadan strategi politik resistensi kultural. Pendekatcin penelitian ini adalah postcolonial, semiotis, dan historis.lnstrumen utama penelitian ini adalah peneliti, sebagai humaninstrument. Data penelitian berupa iklan bersumber dari media massa cetak, yakni Tempo, Femina. dan Kartini edisi 2007-2009. Adapun analisis datanya menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga representasi penanda hegemoni estetika postcolonial yang cukup dominan dalam iklan di media massa cetak Indonesia kontemporer, yakni a) ketubuhan Barat dan atau Indob) ketubuhan kulit putihdan c) penggunaan bahasa Inggris. Fenomena tersebut disebabkan oleh masih kuatnya konstruksi sindrom kolonialisme yang dialami oleh bangsa Indonesia meskipun bangsa ini telah merdeka. Oleh karena itu, strategi politik resistensi kultural penting diupayakan untuk membangun kesadaran counter-hegemoni estetika postcolonial dengan car
The Link of Abnormal Accrual Mispricing and Value- Glamour Stock Anomaly: Evidence from the Indonesian Capital Market
Abstract: The purpose of this study is to investigate whether abnormal accrual mispricing acknowledged in accounting literature is a manifestation of documented value-glamour anomaly in finance literature. This study proposes the traditional value-glamour proxies (sales growth, book-to-market, earningprice, cash flows-price, and size) and CFO/P ratio (ratio of operating cash flows and stock price) to explain the mispricing of abnormal accruals.
Using a sample of 540 firm-year observations of companies listed on the Jakarta Stock Exchange (JSE) from the period of 1993 to 2003, the study finds that individually, only either the E/P or CFO/P ratio can pick up the mispricing attributed to abnormal accruals. These results can be interpreted as follows: (1) as captured by E/P ratio, abnormal accrual mispricing is due to the markets inability to understand managers attempts to manage reported earnings(2) as captured by the CFO/P, the market is unable to assess the persistence of cash flows.
From a practical standpoint, this study has simplified the research agenda related to asset pricing. The result suggests that a researcher can control for the abnormal accrual mispricing and the value-glamour anomaly parsimoniously via just one variable, E/P ratio.
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki apakah mispricing akrual tidak normal yang dikenal dalam literatur akuntansi merupakan manifestasi dari anomali saham value-glamour yang didokumentasikan dalam literatur keuangan. Penelitian ini menggunakan proksi tradisional untuk saham value-glamour (pertumbuhan penjualan, rasio nilai buku dan nilai pasar, rasio earning-price, cash flows-price, dan ukuran perusahaan) dan CFO/P (ratio operating cashflows dan harga saham) untuk menjelaskan mispricing dari akrual tidak normal.
Dengan menggunakan 540 obseravasi (perusahaan-tahun) dari perusahaan yang terdaftar di Jakarta Stock Exchange (JSE) dari perioda 1993 sampai dengan 2003, penelitian ini menemukan bahwa hanya salah satu dari variabel E/P atau CFO/P yang dapat menjelaskan mispricing yang berasal dari akrual tidak normal.
Hasil penelitian ini dapat diinterpretasikan sebagai berikut: (1) seperti yang dapat dijelaskan oleh variabel E/P, mispricing akrual tidak normal disebabkan oleh ketidakmampuan pasar dalam mengerti laporan laba yang dibuat oleh manager(2) seperti yang dapat dijelaskan oleh variabel CFO/P, pasar tidak dapat menangkap persistensi dari cash flows.
Aplikasi praktis dari hasil penelitian ini adalah penyederhanaan agenda penelitian yang terkait dengan penilaian aset. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa peneliti dapat mengontrol secara parsimoni mispricing akrual tidak normal dan anomali saham value-glamour dengan menggunakan hanya satu variabel yakni rasio E/P
Exploratory Study on Alignment Between IT and Business Strategies
Abstract: Interaction and linkages between business and information technology (IT) strategies remain a primary concern among executives. This study aims to gain an in depth understanding of how companies achieve alignment and the policy framework that underlies the efforts, particularly those that are associated with the most dominant factor that contributes to the establishment of strategic alignment, namely IT infrastructure flexibility. For that purpose, the study explored four companies engaged in the field of oil, electricity, and communication by adopting interpretive case study.
Data were gathered using triangulation methods via field interviews, artifacts, document analysis, as well as direct observation. The textual data were elaborated by an intentional analysis in order to guide the study in exploring the phenomenon. The study identified elements that reflect IT infrastructure flexibilities namely connectivity, compatibility, modularity, IT staff knowledge and skills, and integration. Those elements cover both technical and behavioral dimensions of a companys components that need to be included in the consideration during the planning phase
Abstrak: Keselarasan antara strategi bisnis dan strategi teknologi informasi (TI) tetap menjadi perhatian utama para eksekutif. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang bagaimana perusahaan mencapai keselarasan dan kerangka kebijakan yang mendasari upaya, terutama yang berkaitan dengan faktor yang paling dominan yang memberikan kontribusi terhadap terwujudnya keselarasan strategis, yaitu fleksibilitas infrastruktur TI. Untuk tujuan tersebut, penelitian ini meneliti empat perusahaan yang bergerak di bidang minyak, tenaga listrik, dan komunikasi dengan mengadopsi pendekatan studi-kasus interpretatif.
Data dikumpulkan dengan menggunakan metode triangulasi melalui wawancara lapangan, artefak, dokumen analisis, serta pengamatan langsung. Data tekstual dijabarkan dengan mengadopsi pendekatan analisis intensional untuk memandu penelitian dalam mengeksplorasi fenomena keselarasan strategis dalam perusahaan. Studi ini mengidentifikasi unsur- unsur yang mencerminkan fleksibilitas infrastruktur TI yaitu konektivitas, kompatibilitas, modularitas, pengetahuan dan keterampilan staf TI, dan integrasi. Unsurunsur tersebut memiliki dimensi baik teknis maupun sosial yang perlu dimasukkan dalam pertimbangan selama fase perencanaan strategi perusahaan
Ekonomi PoUtik Perminyakan Indonesia: Analisis Kebijakan Liberalisasi Sektor Hulu Migas Indonesia pasca-1998
In the early of 2012,TheGovernment of Indonesia launched a policyproposal remove fuel price subsidy and raise its price up to Rp 6.000.This proposalwas followedby mass protests from student, labor, and civil society movement in many provinces. These protest, which was supported by opposition party in parliament (POIP, Gerindra, and Hanura), ended up with a political compromy at the House of Representative plenary session: The government has opportunity to adjust fuel prices with \u27international oil price\u27 of Indonesian Crude Price (ICP)rises or falls around 15%in 6 months. Why do the fuel pricingschemebecomevery dependent with internationaloil price which is very oligopolistic (Berger dkk, 1988)?Is it a part of the oligarchy consolidation in Indonesia (Robison dkk, 2004)?This paper will try to answer this question by analyzing the politi. cal economy of Post-1998Indonesian oil sector management. .
Di awal tahun 2012,pemerintah RImengagendakan pencabutan subsidi harga BBMserta menaikkan harga BBMsebesar Rp 1.500.Kebijakan ini mengundang aksi protes massa di berbagai daerah, hingga akhirnya ditunda pengesahannya melalui proses politik yang panjang. Sesuai draft yang disepakati di sidang paripurna OPR-RI, pemerintah berkesempatan menyesuaikan harga BBMjika harga Indonesian Crude Price (ICP) naik atau turun 15% dalam jangka waktu 6 bulan. Kebijakan tersebut sesungguhnya masih menyisakan pertanyaan: mengapa harga BBMdi Indonesia begitu tergantung dengan harga minyak dunia yang notabene oligopolistic (Berger dkk, 1998)?Adakah nuansa konsolidasi oligarkidari pemilik modal besar (Robison dkk, 2004)?Paperini akan mencoba melihat masalah ini dengan mengupas pengelolaan minyak Indonesia pasca-1998dalam ranah kajian ekonomi politik internasiona
Konflik Pasir Besi: Pro dan Kontra Rencana Penambangan Pasir Besi di Kabupaten Kulon Progo
The policy made by the Local Government of Kulon Progo District toward pig iron mining is rejected by the people of coastal area. Consequences, it accelerated the social tension and created a social conflicts. It has arisen as a result of difference interest between the local government and the local people in terms of natural recourses management of coastal area. This research as qualitative research aims to observe the unique of IIPasir Besi Conflict". And, the type of predatory regime in this issue has strong exaggerated the conflict into horizontal and vertical conflict.
Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulonprogo mengenai penambangan besi mentah ditolak oleh masyarakat pesisir. Hal ini memicu ketegangan dan konflik sosial sebagai akibat dari pertarungan kepentingan antara pemerintah kabupaten dan masyarakat setempat dalam pengelolaan sumber daya alam di daerah pesisir. Penelitian ini mengambil metode kualitatif dan bertujuan untuk mengobservasi keunikan IIKonflikPasir Besi"
PERTUMBUHAN JAMUR, SIFAT ORGANOLEPTIK DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEMPE KEDELA HIITAM YANG DIPRODUKSI DENGAN BERBAGAI JENIS INOKULUM = The Mold Growth, OrganoleptiC Properties and Antioxidant Activities of Black ...
Kualitas tempe dipengaruhi oleh bahan baku, proses pengolahan dan jenis inokulum yang digunakan. Kedelai hitam dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan tempe yang mempunyai kualitas seperti halnya tempe yang terbuat dari kedelai kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis inokulum dan lama inkubasi terhadap pertumbuhan jamu, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan tempe kedelai hitam. Penelitian ini menggunakan kedelai hitam varietas mallika sebagai bahan baku pembuatan tempe. Kedelai hitam yang telah dibuang kulitnya, direndam dan dikukus kemudian dicampur dengan inokulum yang berasal dari biakan mumi Rhizopus stolonifer, R. oligosporus dan R. oryzae. Setelah itu diinkubasi selama 24, 30, 36 dan 42 jam pada suhu 25-27 °C. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan jamur, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan tempe kedelai hitam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis inokulum dan lama inkubasi berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur, sifat organoleptik dan aktivtas antioksidan. Pertumbuhan jamur meningkat sampai lama inkubasi 36 jam, kemudian turun. Panelis memberikan nilai tertinggi pada tempe yang diinkubasi selama 36 jam. Ada kecenderungan lama inkubasi tempe meningkat aktivitas antioksidannya. Kesimpulan dari penelitian ini Rhizopus stolonifer mempunyai karakteristik relatiflebih tinggi pertumbuhanjamur, sifat organoleptik dan aktivitas antioksidan dibandingkanjenisjamur yang lain pada lama inkubasi 30 jam
METAPHORICAL FORCES OF EXPRESSIONS IN " LETTERS TO THE EDITORS IN BAHASA INDONESIA
ABSTRAK
Kajian terhadap metafora dalam tulisan ini memfokuskan pada daya metaforis yang terdapat dalam ungkapan-ungkapan yang digunakan penulis surat pembaca. Daya metaforis merupakan makna laPis kedua yang dapat diklasifikasikan menjadi eksistensial. kuantitati(. kualitati(. direksional, spasial. gerak, dan temporal. yang mengimplikasikan pengalaman hidup yang menunjukkan keberadaan. perkembangan. kualitas. gerak, dan pemanfaatan ruang dan waktu dalam dunia dimana manusia tinggal. Pengalaman itu merasuk dalam manah yang diaktifkan ketika berbahasa. Kata Kunci: metafora, daya metaforis, ungkapan metaforis. makna lapis kedu