UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
ACID SPLASH: QISAS PUNISHMENT TO BE IMPOSED AGAINST THE OFFENDER
In Islamic countries, there are cases where a court has given punishment to an acid splasher to bepunished by acid as well. In 2004, an Iranian woman was blinded with acid by her suitor for turning down his marriage proposal. Four years later, the Iranian court sentenced the offender to be blinded in both eyes for taking away the woman s sight under the retribution principle permitted under Iran s Islamic law. This case s decision has regularly been objected as the punishment seems inhuman. This paper will discuss in detail the nature of the offence and the punishment imposed in Islamic perspective.
Terdapat beberapa kasus di negara-negara Islam di mana pengadilan memberikan hukuman pembalasan terhadap terdakwa yang menyiram cairan asam ke tubuh orang lain. Pada tahun 2004, seorang perempuan Iran dibutakan dengan asam oleh peminangnya setelah si perempuan menolak lamaran pria tersebut. Empat tahun setelahnya, pengadilan di Iran memutuskan untuk menghukum pria tersebut dengan hukuman yang sarna, yaitu dibutakan dengan asam. Hukuman ini dijatuhkan dengan dasar asas retribusi menurut hukum Islam di Iran. Putusan hakim dalam kasus ini telah menuai kritik karena hukuman tersebut dianggap tidak berperikemanusiaan. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang perbuatan menyiram cairan asam dan hukuman pembalasan menurut perspektif Islam
ANALISIS KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKA NASIONAL BANTIMURUNG BULUSARAUNG, PROVINSI SELATAN = (Socio-Economic Analysis of Community Around Bantimurung Park. South Sulawesi Province)
Keberhasilan pengelolaan Taman Nasional tidak terlepas dari sikap dan dukungan masyarakat. Pemahaman problem sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional sangat diperlukan sebagai salah satu pertimbangan dalam mengelola Taman Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan penje1asan mengenai problem sosial ekonomi masyarakat sekitar Taman Nasional Santimurung Bulusaraung (TN Babul), tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan Taman Nasional dan kontribusi pendapatan dafi tamanan kemiri terhadap total pendapatan petani.
Penclitian dilaksanakan di Kabupaten Maros pada Kawasan TN Babul, Propinsi Sulawesi Selatan. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik survey dengan mewawancarai 180 responden yang dipilih secara acak. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan problem sosial ekonomi masyarakar sekitar TN Babul adalah rendahnya tingkat pendidikan, tingginya jumlah tanggungan keluarga, keterlibatan masyarakat dalam kelompok masih rendah, proses capacity building berjalan lambat, dan rendahnya pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Rata-rata total pendapatan masyarakat sekitar TN Babul sebesar Rp. 3.R36.367,-/tahun dan sebanyak 65% masyarakat hidup dibawah garis kemiskinan. Rata-rata tingkat ketcrgantungan masyarakat terhadap kawasan TN Sabul sebesar 37,97%, sementara kontribusi pendapatan dari tanaman kemiri terhadap total pendapatan masyarakat rata-rata sebesar 19,05%. Diperlukan peningkatan kegiatan pendampingan, penyuluhan dan pe1atihan untuk meningkatkan pola pikir, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat sehingga kapasitasnya meningkat kan dapat mengurangi ketergantungannya terhadap kawasan TN Babul. Pengelola TN Babul perlu menjalin komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat serta merumuskan model pengelolaan TN Babul yang efektif clanefisien
ANTIOXIDANT ACTIVITY OF ETHYLACETATE EXTRACTOF RED Psidium guajava L. LEAVES GROWN IN MANOKO, LEMBANG- INDONESIA
Psidium guajava L. (Myrtaceae) is a well known plant in Malaysia and Indonesia. Its leaves extract was found to possess antidiarrhea, antimicrobial, hepatoprotective and antioxidant activities. Objective of this research is to isolate an antioxidant subtance from Red Psidium guajava L. leaves. The crude leaves was extracted using Soxhlet apparatus by gradual polarity of three different solvents, n-hexane, ethyl acetate and methanol. Antioxidant activity of each extract was tested by using DPPH(2,2- diphenyl-1-picrylhydrazyl) radical scavenging method. Total phenol, total flavonoid and total tannin content of the extracts were also measured. Ethyl acetate extract was fractionated using vacuum liquid chromato-graphy for fractionation. Purification was performed using TLC preparativ. Isolate then characterizedusing specific spray reagent, UV-Vis spectrophotometry and infrared spectrophotometry. Crude drug of Psidiumguajava contained flavonoid, tannin, quinone, saponin and steroid/ triterpenoid. Antioxidant activity of ethyl acetate extract is 65.63% with total phenol 4.25%, total flavonoid 0.53% and total tannin 1.16%. Antioxidant compound N was isolated from ethyl acetate extract. Antioxidant compound N was supposed to be aglycone flavone that has OH at C -4\u27, C-5 and C-7
CURRENT CHALLENGES IN THE DEVELOPMENT AND FORMULATION OF AMORPHOUS SOLIDS
Interest in amorphous pharmaceutical systems is steadily growing over the last 10 years. The amorphous state is critical in determining the solid state, physical and chemical properties of many pharmaceutical dosage forms. The main reason of the growing interest toward amorphous materials is the need to improve the bioavailability of drugs with poor aqueous solubility. Many drugs exist in crystalline solid form due to reasons of stability and ease of handling during the various stages of drug development. Conversion of the crystalline to amorphous form may occur during various pharmaceutical processes. This could change the dissolution rate and transport characteristics of the drug. The current focus of research in this area is to understand the origins of amorphous forms. The various thermodynamic phenomena such as glass transition, fragility, molecular mobility, devitrification kinetics, molecular level chemical interactions, solubility and stability are critically discussed. The aim of this review is to understand the recent development in the area of amorphous state and to address the current challenges faced by pharmaceutical formulation and process development scientists and thus is mandatory to anticipate future developments
THE OPTIMISED CONDITIONS OF INDUCTION OF RECOMBINANT RIP rMJC15310 ACTIVITY ISOLATED FROM Mirabilis jalapa L. LEAVES
Ribosome Inactivating Proteins (RIPs) are compounds isolated from plants with ability to inhibit protein synthesis. The inhibition of protein synthesis is due to inactivation of ribosomal RNA through a site-specific deadenylation mediated by RNA N-glycosidase. Reportedly, RIPs mainly possess wide range of bioactivity including antiviral activity against plant infections. Other activities of RIP were as abortifacien, antivirus and anticancer. This study was aimed to isolate and characterize the optimum conditions for inducing the expression of recombinant RIPs isolated from the leaves of Mirabilis Jalapa L. We have been successfully isolated several RIPs and engineered these proteins to be expressed in E. coli. These recombinant proteins were obtained by screening cDNA library originated from the mRNA of Mirabilis jalapa L leaves, and inserted into pUC19 Carrying lacZ gene. The presence of recombinant plasmid was tested by using a-complementation assay. Many RIPs have been isolated from plants and these proteins express enzymatic activity by cutting supercoiled double stranded DNA. One RIP namely rMJC15310 was obtained from this study and the proteins having 8kb in size, cut the supercoiled DNA into linear form at the concentration as low as 5 µg.The ability to cut supercoiled DNA increased on inducing its expression with 0.4% IPTG
THE POLITICS OF RELIGION THE INVENTION OF "AGAMA" IN INDONESIA
"Agama" (Bahasalnggris: Religion) merupakan sebuah kata yang sarat muatan dengan pandangan pandangan Simplistic bahwa wacana agama melulu mengenai moral dan secara politik penuh dengan kepentingan-kepentingan kekuasaan. Kesederhanaan argumen di atas bukan karena argument tersebut salah, tetapi ada pertanyaan yang lebih valid: "apa makna "agama" seperti yang tersurat dalam karyakarya etnografi komunitas-komunitas adat, arsip-arsip sejarah, laporan-laporan berita dan kebijakankebikanan pemerintah Indonesia?
Tulisan ini mempelajari "kondisi-kondisi yang memungkinkan" munculnya wacana "agama" di Indonesia. Kerangka teoritis Foucault dipakai untuk mengkaji penciptaan " agama" di Indonesia. Tulisan ini membatasi perbincangan hanya pada kepercayaan-kepercayaan dan praktik-praktik historis dan sosiologis yang membuat wacana "agama" ada dan fokus pada "agama" sebagai sebuah kategori yang bersifat operasional dalam politik di Indonesia. \u27
Tulisan ini mengaitkan wacana mengenai "agama" dengan diskusi mengenai kewarganegaraan. Saya mengajukan sebuah pendapat bahwa wacana "agama" sangat berpengaruh dalam sistem pemerintahan Indonesiabahwa wacana ini menjadi kekuatan terbesar dalam mendefiniskan konsep kewarganegaraan di Indonesia. Definisi agama yang diproduksi oleh Negara merupakan sebuah retakans ejarah yang menandai sebuah "lapangan kontrol" baru dimana dalam lapangan ini makna kewarganegaraan diciptakan, dicatat, dikategorikan, dan dikontrol sehingga pengertiaan mengenai kewarganegaraan ditopang atau dipenggal dari pemahaman "agama" yang sangat spesifikini. Formalisasi "agama" dan rutinisasi "agama" formal ini secara konsisten telah dibajak untuk melegitimasi aturan-aturan yang seringkali sangat keras menyasar kelompok-kelompok minoritas di Indonesia. Tulisan ini juga akan menggaris bawahi hubungan antarawacana "agama" dan ekslusi politik kelompok agama minoritas di Indonesia
BEYOND EPISTEMOLOGICAL RELIGIOUS TRUTH A REFLECTION OF THE OTHER OUTSIDE "TRUE-FALSE" CATEGORY
Makalah ini akan memaparkan problematik dan dinamika "kebenaran relijius", dalam konteks kebebasan beragama di Indonesia. Arus umum diskursus kebebasan beragama di Indonesia didominasi oleh bahasa dan pemahaman religius yang bersifat epistemologis. Wujud diskursusn,a penuh dengan kategori-kategori epistemologis, seperti: \u27sesat-tidak sesat\u27 atau \u27benar-salah\u27 \u27penodaan agama\u27 sehingga membuka eelah bagi menyusupnya monopoli dan fiksasi kebenaran. Implikasinya, kebenaran religius yang bersifat epistemologis eenderung tidak ramah terhadap \u27yang lain\u27.
Sebagai altematif, makalah ini meneoba menggelarkan modus pemahaman yang lebih ramah dan inc1usif, yakni modus pemahaman religius yang bersifat eksistensial. Melalui teropong hermeneutika Rieouer, pertama, modus pemahaman eksistensial dimaksudkan sebagai kritik atas monopoli dan pembakuan kebenaran religius. Kedua, modus ini meneoba mengakomodir the other a.tau iyang lain\u27 sebagai horison interpretatif dan "jalan melingkar" untuk memperkaya pemahaman religius dan juga pemahaman diri
Efek asupan vitamin D terhadap tekanan darah sistolik tikus putih (Rattus norvegicus) = The effect of vitamin D intake on systolic blood pressure of Rattus norvegicus
Background: Hypertension still became potential life threatening disease for human life. The prevalence of hypertension was high and tends to increase. Previous study suggested that there was a linier rise in blood pressure at increasing distances from the equator. More recent study indicated that vitamin D insuffi ciency may be associated with elevated blood pressure.
Objective: To investigate the effect of vitamin D intake on blood pressure.
Method: This was an experimental study with pre-post test group design. The subjects were 20 male Rattus norvegicus aged 8 weeks. Subjects were divided into 5 groups and each groups received treatment as follow: lived in dark cage and consumed vitamin D free diet for 1 13 days, then moved to normal cage (dark-light period) and given vitamin D per-oral of 0.25 μg/kg BW for 1 5 days. Data of systolic blood pressure was collected and analyzed with paired t test.
Result: The absence of vitamin D in diet caused a signifi cant increase in systolic blood pressure (p=0.01) after 7 days of treatment in dark cage. While oral vitamin D supplementation of 0.25 μg/kg BW caused a signifi cant decline of systolic blood pressure since the fi rst day of vitamin D supplementation and the result appeared stronger after 4 days of treatment (p=0.001).
Conclusion: Vitamin D intake had a strong infl uence on systolic blood pressur
REHABILITASI PASIEN KARSINOMA SEL SKUAMOSA PASCA BEDAH MENGGUNAKAN OBTURATOR DENGAN MAGNET
Latar Belakang. Tindakan pembedahan pad a pasien dengan kanker rongga mulut dapat mengakibatkan terjadinya defek di area intra oral dan maksillofasial. Defek tersebut dapat mengakibatkan terganggunya fungsi normal rongga mulut, yaitu mengunyah, bicara dan estetis, serta mengurangi rasa percaya diri. Untuk mengatasinya diperlukan rehabilitasi fungsi rongga mulut berupa pembuatan obturator. Tujuan. Rehabilitasi defek pasca bedah pada pasien karsinoma sel skuamosa yang melibatkan palatum keras, sebagian palatum lunak, rongga hidung dan sinus maksilaris. Laporan Kasus dan Penatalaksanaan. Seorang pasien laki-Iaki, usia 74 tahun, datang ke klinik prosthodonsia RSGM UGM, atas rujukan dari RSUP Dr Sardjito Yogyakarta, untuk dibuatkan hidung dan penutup untuk langit-Iangit mulutnya yang terbuka. Pasien merasa malu karena kondisi hidungnya yang hilang dan terbuka, serta susah untuk menelan makanan dan jika berbicara kurang jelas karena langi-Iangit mulutnya juga hilang/ terbuka. Pasien telah menjalani operasi pembedahan hidung dan palatum, karena terdiagnosa karsinoma sel skuamosa. Pemeriksaan obyektif. menunjukkan terdapat defek yang cukup besar pada rongga hidung dan palatum durum dan sebagian palatum molle. Gigi yang tersisa pad a rahang atas hanya gigi 23. Perawatan yang dilakukan adalah dengan pembuatan protesa hidung dan obturator. Obturator dibuat dari bahan resin akrilik dengan klamer C pada gigi 23. Untuk menambah kekuatan retensi maka ditambahkan magnet di fitting surface obturator yang dilekatkan dengan protesa hidung. Kontrol dilakukan 1 bulan kemudian. Pasien merasa nyaman menggunakan obturator dengan penguat magnet pada protesa hidung. Pasien bisa menelan makanan dan bicaranyapun sudah lebih jelas. Pasien juga merasa obturatornya tidak mudah lepas, ketika menelan makanan maupun saat berbicara. Kesimpulan. Penggunaan obturator dengan magnet dapat mengembalikan fungsi normal rongga mulut akibat defek pasca bedah, serta mengembalikan rasa percaya diri pasien. Maj Ked GiDesember 201219(2): 141-14
PENGARUH OZONATED WATER SEBAGAI ANTI SEPTIK DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN STAPHILOCOCCUS AUREUS (in vitro)
Latar Belakang. Penelitianseputar ozonated water akhir-akhirinicukup banyak diminati karena bahan ini mempunyai potensi anti bakteriyang menjanjikan.Tujuan penelitian iniadalahuntuk mengetahui pengaruh ozonated water pada pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus.Metode Penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencampurkan 1 ml larutan bakteri 106CFUlml dengan 10 ml ozonated water konsentrasi 4 ppm selama 10 detik (kelompok I), 20 detik (kelompok II), 30 (kelompok III) dan 40 detik( kelompok IV), akuades (kontrol negatif), iod (kontrol positif) kemudian semua diencerkan dengan akuabides 10ml. Selanjutnya dari masing-masing kelompok diambil 0,01 ml untuk ditanam pada MHA, inkubasi 24 jam pada suhu 37°C dalam anaerobicjar kemudian dilakukan penghitungan koloni.Data dianalisis dengan anava satu jalur dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil. Anava satu jalur memperlihatkan adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan. Uji LSD menunjukkan perbedaan rerata yang bermakna (