UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    KESESUAIAN LABAN HIJAUAN PAKAN KAMBING DI YOGYAKARTA MENGGUNAKAN PENDEKATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS = (A Land of Unit Map for Goat Tree Leaves in Yogyakarta using Geographic Information System Approach)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemetaan kesesuaian lahan pakan hijauan kambing di kabupaten Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian mencakup 2 kegiatan utama yaitu (1) Analisis proksimat untuk mengetahui kandungan energi tertinggi dari jenis kacang-kacangan atau legum ( 2) Pemetaan lahan pakan dari tanaman legum yang mempunyai kandungan energi tertinggi di tiap kabupaten. Analisis kesesuaian lahan pada setiap satuan lahan diperoleh melalui proses tumpangsusun (overlay) peta lereng, bentuk lahan dan penggunaan lahan dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). HasH penelitian menunjukkan tanaman legum yang mempunyai sumber energi tertinggi adalah kaliandra dengan berat kering berkisar 30-40%. Lahan untuk kaliandra hampir sarna di 4 kabupaten yaitu lebih dari 25%. Lahan yang paling sesuai untuk kaliandra adalah di Kabupaten Sleman The study aimed to provide a land unit map at district in Special District of Yogyakarta and a land appropriateness map, especiallyfor goat tree leaves. The method of the study consisted of main activities which was J) proximate analysis tofind out the energy sourcesfor nutrition need as provided by the tree leaves to goat that an appropriate was obtained from legume. 2) Mapping from legum that have highest dry matter in each district. The analysis of land appropriateness in every land unit obtained from overlaying process of slope map, land morphology and management using Geographic Information ystem. The result showed that the highest energy source was Calliandra Calothyrsus and have dry matter content ranged from 30-40%. The land suitable for Calliandra Calothyrsus almost the same in districts more than 25%. The land most suitable for Calliandra Calothyrsus was located in Sleman district

    MODEL PENGELOLAAN LINGKUNGAN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MEJA MANOKWARI PAPUA BARAT = Model Environmental Management of Meja Mountain Natural Manokwari West Papua

    Full text link
    Model pengelolaan lingkungan hutan Taman Wisata Alam Gunung Meja mencapai lingkungan keberkelanjutan apabila aspek ekologis, ekonomis, dan sosial budaya yang dinamis diperlukan suatu konsep modellingkungan yang permanen da1ampengelo1aannya. Mode1lingkungan adalah perwakilan sebuah objek dalam bentuk aktual atau situasi rill yang ditentukan secara sadar dan terencana. Penelitian ini bertujuan (1) menganalisis model sistem blok, (2) mengontruksi model rckayasa struktur hutan tanaman lokal campuran sebagai pengedalian lingkungan masa kini, (3) mengonstuksi model araban lingkungan pengelolaan wisata alam yang berbasis bisnis konservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah memadukan surnber informasi lingkungan dari data penginderaan jauh, peta tematik, sistem informasi geografis (SIO), dan survei lapangan. Populasi sampel mengenai kerusakan lingkungan dipilih dari peta satuan lahan sesuai dengan liputan citra lansat thematic mapper (TM) atau enhanced thematic mapper (ETM) seluruh kawasan dan survei lapangan. Hasll penelitian, adalah (1) perumusan model berdasarkan kondisi permasalahan yang terdiri atas model sistem blok berdasarkan blok daerah datar, daerah tangkapan air satu atau daerah dengan kerapatan hutan yang tinggi, blok kerapatan sedang atau daerah tangkapan air dua, blok daerah pemanfaatan dan blok rebabilitasi(2) mengontruksi model rekayasa struktur hutan tanaman lokal campuran untuk pengendalian lingkungan masa kini berdasarkan stratifikasi tajukdan (3) menginstruksi model araban pengelolaan lingkungan wisata alam yang berbasis bisnis konservasi berdasarkan pada pengembagan jalur pariwisata dan model pengembangan bisnis konservas

    Durasi menyusu dan kejadian overweight pada remaja Breastfeeding duration and overweight incidence among adolescents

    Full text link
    Background: Statistic showed an increasing number of overweight incidences among children in Aceh Province. However, relationship between breastfeeding and risk of overweight and obesity is still controversial due to strong confounding factors. Hence, the relationship between breastfeeding and obesity is unclear. To reduce the confounding factors, siblings analysis can be undertaken as children live in the same environment. Objective: To investigate the infl uence of siblings overweight status on breastfeeding duration and overweight incidence among adolescents and to explore other environmental and genetic factors related to overweight incidence in adolescents. Method: This was an observational-analytical study with a matched case control design. There were 50 subjects for each group. Subjects in the case group were taken from existing cases, while the control group was selected by purposive sampling by matching in age and gender. Paired t test, McNemar test and conditional logistic regression were performed to analyse the data. Result: Overweight adolescents have shorter breastfeeding duration than non-overweight adolescents. Multiple conditional logistic regression tests on overweight status in siblings showed that breastfeeding duration could reduce overweight incidence among adolescents (OR=0.8195%CI:0.69-0.96). Conclusion: Overweight adolescents have shorter duration of breastfeeding than those who were not overweight. Factors that affect the risk of overweight among adolescents in this study were mothers education, adolescents eating behavior, mothers overweight status and siblings overweight status

    PEMBUATAN SISTEM PENGUKUR LUAS DAN PENGHITUNG JUMLAH NOKTAH PADA KULIT SEBAGAIINDIKASI AWAL PERKEMBANGAN KANKER KULIT DENGAN PERANGKAT LUNAK PENGOLAH CITRA

    Full text link
    The presence of spot in the skin not only important due to the cosmetic reason, but also for the possibility of malignancy: The evaluation of spot treatment could be done clinically and instrumentally. Clinical scoring system is widely used to classified and evaluate the progress of the spot lesion, however the scoring system is very subjective and has low accuracy. Whilephotography is widely accepted as one system for medical record in dermatology.Asystem with image processing software wasdeveloped based on digital imaging of the spot lesion in the skin for area measurement and spot counting.A comparison was done between the results of area measurement of with clinical scoring of the Melasma Area Scoring (MASI) of the melasma patient. The result shows that the correlation between the two system is orde 6 of polynomial with 83 %(Ff : 0,830) wich is lower than the ideal correlation of95% (R2 >0,950)

    ANALISIS KOMPREHENSIF PENGEMBANGAN BANDARA INTERNASIONAL FRANS KAISIEPO BIAK DALAM RANGKA MEWUJUDKAN BIAK SEBAGAI KAWASAN EKONOMI KHUSUS INDONESIA (KEKI)

    Full text link
    Since year 2006, Biak has been assigned as one of Indonesia Special Economic Zone (ISEZ). In order to support the policy, an action plan has been formulated, including development of Biak - Frans Kaisiepo Airport. The airport development is based on estimated demand considering air traffic data within the last 10years. Based on utility analysis of existing facilities, apron and terminal should be immediately developed since 2010. Forecast results in year 2030 for aircraft movements, domestics passengers, transit passengers are 121,393827,634and 232,440, respectively The first stage of airport development requires dimension of apron 485 m x 228.77 m and terminal area 19,421 m2.The second stage of airport development requires extension of terminal area become 26,472 m

    NILAI KEARIFAN LOKAL RUMAH TRADISIONAL JAWA

    Full text link
    Java has the values that can be taken in relation to the valueof the benefitsof ethicsand aesthetics. Oneform of those value sarejoglo art that havethe local knowledgeof Javanese culture. Model approach in this research is leading to a descriptive qualitative ethnographic, in which the empirical reality a result, demanding researchersgo directly to the location of the study, to be able to live up to their tradition, and the symptomsof everydaylife that is full of socialphenomenalocal culture. This research forms a singlecasestudy stuck. In the context of this casestudy,a traditional Javanese homevisits as a sub unit of analysis,but its existencestill viewed/reviewedas a place that is part of the social systemof the larger society around Surakarta.Java house building structure is one that reflects the composition of spacelike typical building pendhapa,pringgitan, dalem,kitchen, or gadrig andhok.The relation between this structure is a structure which is strongly influenced by the manifestation processmythologyand cosmologyJava). Thismeansthat the traditional Javanesehouseis not just a place to shelter (practical function), but also understoodasa manifestation of the idealsand outlook on life or a symbolicfunction. In this casethe traditional Javanesehousesare not only placed as an autonomouselement, a separate stand alone, but beingseenin context, particularly relevant to the context of alliedJavanesecosmology that underlie the view that the Javanesephilosophyof life. Jawa memiliki nilai-nilai sarat dengan nilai etika dan estetika. Salah satu bentuk nilai-nilai tersebut adalah joglo yang memiliki pengetahuan lokal budaya Jawa. Model pendekatan dalam penelitian ini mengarah ke etnografi deskriptif kualitatif. Realitas empiris diperoleh peneliti langsung ke lokasi penelitian, untuk mendapatkan gambaran tentang kehidupan sesuai dengan tradisi mereka, dan gejala kehidupan sehari-hari yang penuh dengan kearifan loka!. Penelitian ini merupakan studi kasus tunggal terpancang. Dalam konteks studi kasus ini, rumah tradisional Jawa sebagai sub unit analisis, namun keberadaannya masih dipandang sebagai bagian dari sistem sosial masyarakat yang lebih luas di sekitar Surakarta. Struktur bangunan rumah tradisional Jawa mencermi!lkan komposisi ruang bangunan khas seperti: pendhapa, pringgitan, dalem, dapur, atau gadri gandhok. Hubungan antara struktur ini sangat dipengaruhi oleh mitologi proses manifestasi dan kosmologi Jawa. Ini berarti bahwa rumah Jawa tradisional tidak hanya sebuah tempat untuk berlindung (fungsi praktis), tetapi juga dipahami sebagai manifestasi dari cita-cita dan pandangan hidup atau fungsi simbolis. Dalam hal ini rumah-ruma

    CIA-CIA LANGUAGE: FROM THE ERA OF ORAL TO THE ERA OF WRITING

    Full text link
    Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan latar belakang penerimaan dan penggunaan Hangeul (sistem tulisan Korea) di masyarakat penutur bahasa Cia-Cia sebagai sistem tulisan mereka yang dimulai pelaksanaannya pada bulan JiJli 2009. Peristiwa ini sangat mengagetkan, baik seluruh masyarakat Indonesia maupun negara-negara tetangga karena aksara Latin sedang memegang peranan kuat dalam penggunaan aksara di seluruh dunia pada zaman ini. Dari sisi yang lain, yakni aspek sejarah perkembangan aksara di dunia ini yang berjalan dalam proses peminjaman dan penyesuaian aksara secara berulang terus membuktikan bahwa suatu sistem tulisan (selain Latin) juga dapat digunakan dalam masyarakat bahasa yang lain pada abad ke-21. Seperti sejumlah besar masyarakat bahasa minoritas, masyarakat bahasa Cia-Cia pun belum pernah memiliki sistem tulisan tersendiri sehingga bahasanya tidak pernah sekali pun dituliskan dengan aksara apapun. Penulisan Hangeul dalam bahasa Cia-Cia dimulai dengan maksud untuk melestarikan bahasa minoritas. Sesuai dengan maksud tersebut, jika kelangsungan hidup bahasa Cia-Cia akan dilanjutkan dengan stabil, Hangeul akan diingat sebagai salah satu sistem tulisan yang telah melestarikan bahasa Cia-Cia dalam sejarah perkembangan aksara di dunia ini. This paper aimed to describe the background of Cia-Cia language society\u27s adoption and use of Hangeul (Korean alphabet) as its writing system that was begun in July 2009. The issue has caused Indonesian society and neighborhood countries curious, since Latin alphabet is world widely used as the most common writing system at present time. On the other side, the historical background of writing system\u27s development which has been implemented sustainably through borrowing and adapting process proves that anywriting system can also be usedin other languagesociety in the 21st century. Similar to that of the most of minority language societies, Cia-Cia language has not had its own writing system. The transcription of Hangeul in Cia-Cia language was begun to support the preservation of minority language. Concern to this issue, if the spoken language of Cia-Cia is stab illy continued, Hangeul will be known as one of the writing systems which has preserved Cia-Cia language in world\u27s development of writing system history

    Pembangunan berbasis Waterfront dan Transformasi Konflik di Bantaran Sungai: Sebuah Pemikiran Awal

    Full text link
    Water resources development at this time led to the front view policy known as waterfront term. This policy is to make water resources as the main area for regional development. The conceptof \u27front view\u27 was developed originally to give understanding to people of the water resources as not only functional but also interesting to look at. On the other side, front view-based development has become the means of developing active interaction among people aroung the site. With regard to the construction of waterfrbnt along the river, the social interaction community members has become more meaningful, because apparently this is the cause of the unity of the community in the development of their area. As the most communities along the river are lower middle class people who are prone to conflict,this idea of front view-based river bank construction has united the people on one side of the river with another. Pembangunan sumber daya air saat ini mengarah kepada kebijakan \u27front view\u27, yang dikenal dengan istilah waterfront. Kebijakanini berarti menjadikan sumber daya air sebagai wilayah depan bagi pembangunan kawasan. Konsep \u27front view\u27 ini dikembangkan awalnya dengan tujuan agar masyarakat atau manusia dapat melihat fungsi sumber daya air sebagai sesuatu yang selain bermanfaat, tetapi juga menarik dipandang. Pembangunan berbasis \u27front view\u27 ini temyata di sisi lain.menjadi salah satu jalan untuk membangun interaksi aktif di dalam masyarakat yang berada di sekeliHngatau sekitar sumber daya air. Berkenaan dengan pembangunan waterfrontdi bantaran sungai, proses interaksi sosial anggota masyarakat menjadi lebih bermakna, dikarenakan temyata hal ini menjadi penyebab persatuan masyarakat dalam rangka pembangunan wilayah bersama. Sebagaimana kebanyakan masyarakat di bantaran sungai adalah masyarakat kelas menengah ke bawah yang cenderung rawan konflik, dengan adanya ide pembangunan bantaran sungai berbasis \u27front view\u27, maka masing-masing anggota masyarakat menjadi . sadar bahwa mereka memiliki sungai yang menyatukan antara satukelompok masyarakat di satu seberang sungai, dengan satu kelompok masyarakat di seberang sungai yang lain

    KANDIDIAS ORAL PADA PENDERITA ANEMIA DEFISIENSI BESI (Fe) DAN PENATALAKSANAANNYA

    Full text link
    Latar belakang : Anemia defisiensi besi adalah anemia mikrositik disebabkan kehilangan banyak darah pad a menstruasi yang panjang, perdarahan saluran gastrointestinal, gasterektomi atau malabsorpsi yang menyebabkan berkurangnya absorpsi Fe. Faktor predisposisi kandidiasis adalah terganggunya ekologi mulut atau perubahan mikrobiologi mulut disebabkan faktor malnutrisi( defisiensi besi, asam folat, vitamin B12) dan umur yang sangat tua. Tujuan : Melaporkan kasus Anemia defisiensi besi disertai kandidiasis mulut dan penatalaksanaannya. Laporan kasus : Seorang laki laki 69 tahun di rujuk oleh teman sejawat karena gusi bengkak, mulut terasa sakit dan sulit menelan makanan. Sebulan lalu dirawat di rumah sakit dan mondok selama satu minggu tapi tidak ada peru bahan, berat badan turun 25 kg. Wajah dan konjungtiva pucat, drolling, dan terlihat lemah. Suhu badan 37° CTD : 125/80 mm HgBerat bad an : 50KgLimfonodi submandibularis kanan dan kiri membesar dan sakit tekan. Wajah simetris. Sudut bibir kanan dan kiri terdapat angular kheilitis, mukosa pipi, palatum hiperemi, mukosa gingiva stipling menghilang, hiperemi, Permukaan dorsallidah halus, hiperemi, depapillasi . OHI : jelekair ludah kental, hipersalivasi. Banyak karies gigi dan sisa radiks. Penatalaksanaan : Pemeriksaan air ludah dengan larutan KOH terlihat adanya hipa. Pemeriksaan darah rutin dan profil Fe semua dalam batas normal kecuali RBC: 3,73.106/µLHGB: 11,0 g/dlHCT: 32,2%Fe 29,00 µg/dl (dibawah normal). Terapi dengan obat kumur Perhidrol 3%, Nistatin solution 3 x sehari. Zegase tablet 2 x sehari . Parasetamol tablet bila perlu. Enam belas hari kemudian pasien sembuh dan dikembalikan dokter yang merujuk. Maj Ked GiJuni 201219(1): 77-8

    PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP DAYA LENTING BERBAGAI MACAM KAWAT BUSUR NIKEL TITANIUM (Eksperimental Laboratoris)

    Full text link
    Kawat busur merupakan salah satu komponen penting pada alat ortodontik. Bahan logam kawat busur mengalami kemajuan pesat, khususnya kawat busur Nikel Titanium yang digunakan pada awal perawatan. Banyak macam kawat busur Nikel Titanium yang beredar dipasaran pada saat ini, ortodontis seharusnya mengerti tentang macam dan sifatnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan temperatur terhadap daya lenting kawat busur Nikel Titanium. Penelitian dilakukan pada kawat busur Nikel Titanium Cin~, Lowland, GNH, IMD dan Ortomerika. Masingmasing Nikel Titanium terdiri dari 15 kawat dengan panjang 12,5 mm diameter 0,016 inci dibagi menjadi 3 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 kawat. Masing-masing kelompok direndam dalam saliva buatan pada temperatur 10°C, 37°C dan 60°C dengan pH normal, kemudian diukur daya lentingnya dengan alat ukur defleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat bermakna besarnya daya lenting yang setara dengan beban yang diperlukan pada masing-masing kawat busur Nikel Titanium terhadap perubahan temperatur. Kawat busur Nikel Titanium IMD, Orthomerika dan Cina menduduki peringkat pertama,. kedua dan ketiga baik pada temperatur 10°C, 37°C dan 60°C, oleh karena ketiga kawat busur Nikel Titanium IMD, Orthomerika dan Cina memerlukan beban yang besar untuk defleksi sebesar 1 mm dibanding kedua kawat busur Nikel Titanium Lowland dan GNH sehingga memiliki daya lenting yang tinggi. Kesimpulan: ada perbedaan pengaruh perubahan temperatur terhadap daya lenting kawat busur Nikel Titanium Cina, Lowland, IMD, GNH dan Ortom

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇