UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
A Comparative Analysis of the Productivity of Islamic and Conventional Mutual Funds in Indonesia: Data Envelopment Analysis (DEA) and General Least Square (GLS) Approaches
Abstract: This paper is an extended version of our earlier study (Abd. Majid and Maulana 2010) to further re-examine the relative efficiencies of selected Islamic and conventional mutual funds companies in Indonesia during the period 2004 to 2007 and their determinants. To measure their efficiencies, the output-input data consisting of a panel of conventional and Islamic mutual funds companies are empirically examined based on the most commonly used non-parametric approach, namely, Data Envelopment Analysis (DEA). It also attempts to investigate the influence of the mutual funds companies characteristics on efficiency measures using the Generalized Least Square (GLS) estimation.
The study finds that, on average, the Indonesian mutual funds companies experienced a decrease in Total Factor Productivity (TFP) growth. It is mainly caused by a decline in both efficiency and technical efficiencies, where the efficiency change is largely contributed by the changes in pure efficiency rather than scale efficiency. Additionally, the study also documents that the funds size negatively affects efficiency. This indicates that due to its diseconomies of scale, a larger mutual funds company is less efficient than a smaller funds company. Finally, in comparing the efficiency of the mutual funds companies, the study finds that, on average, the Islamic unit trust companies perform more poorly than their conventional counterparts.
Abstrak: Tulisan ini adalah versi ringkas dari penelitian kami sebelumnya (Abd. Majid dan Maulana 2010) untuk lebih meneliti kembali efisiensi relatif yang dipilih perusahaan Islam dan konvensional reksadana di Indonesia (2004-2007) dan penentunya. Untuk mengukur efisiensinya, output-input data yang terdiri dari sebuah panel konvensional maupun syariah perusahaan reksadana secara empiris diteliti berdasarkan pada pendekatan non-parametrik yang paling umum digunakan, yaitu, Data Envelopment Analysis (DEA). Hal ini juga mencoba untuk meneliti pengaruh karakteristik reksa dana perusahaan pada efisiensi langkah-langkah dengan menggunakan estimasi Generalized Least Square (GLS).
Studi ini menemukan bahwa, rata-rata, perusahaan reksadana di Indonesia mengalami penurunan total faktor pertumbuhan produktivitas. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan efisiensi dan efisiensi teknis, di mana perubahan efisiensi sebagian besar disumbang oleh perubahan dalam efisiensi murni daripada efisiensi skala. Selain itu, studi ini juga mendokumentasikan bahwa ukuran dana negatif mempengaruhi efisiensi. Hal ini menunjukkan bahwa karena dis-ekonomi atas skala, reksa dana perusahaan besar kurang efisien daripada perusahaan dana yang lebih kecil. Akhirnya, dalam membandingkan efisiensi dari perusahaan reksa dana, studi ini menemukan bahwa, rata-rata performa kepercayaan perusahaan unit syariah lebih buruk daripada rekan-rekan konvensional mereka
Does the Pressure of Population and Poverty cause Deforestation?
Deforestation has created several negative impacts such as reducing biodiversity, decreasing life support system and increasing green house gases emission. Identifying the causes of deforestation is a key to tackle this problem. Various studies have been conducted to investigate the driver of deforestation in the world. Some experts believe that the pressure of population and poverty cause deforestation. On the other hand, the 0thers argue that there is no relationship among the pressure of population, poverty and deforestation. This paper tries to examine the link of pressure of population, poverty and deforestation by reviewing some recent studies.
Kerusakan hutan yang terjadi di dunia telah mengakibatkan beberapa dampak negatif seperti kehilangan keanaekaragaman hayati, penurunan sistem pendukung kehidupan dan peningkatan emisi gas rumah kaca. Identifikasi penyebab kerusakan hutan menjadi penting untuk dikaji dalam menangani kerusakan hutan. Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mengeksplorasi penyebab kerusakan hutan, salah satunya adalah tekanan penduduk dan kemiskinan. Sebagian peneliti berpendapat bahwa tekanan penduduk dan kemiskinan telah mengakibatkan kerusakan hutan. Akan tetapi, beberapa peniliti lainnya mempunyai pendapat bahwa tidak ada hubungan antara tekanan penduduk, kemiskinan dan kerusakan hutan. Oleh karena itu, artikel ini mencoba unt!mengupas perdebatan hubungan fenomena ini dengan mengkaji penelitian-penelitian yang pemah dikaji sebelumnya
PRANATA GADAI SEBAGAI ALTERNATIF PEMBIAYAAN BERBASIS KEKUATAN SENDIRI (GAGASAN PEMBENTUKAN UU PERGADAIAN)
Pawn services in Indonesia has transformed from a traditional financing institution which particularly work within small and medium enterprise to a wider financial institution that include mortgage, investment, parcel delivery services, custody as well as gold trading. Yet it raises question how is the development o.!pawn services in practice in regards to the objective of pawn institution as afinancial alternative. In additon, it also leads to the question how the proper regulation concept is in the future. Research shows that pawn services, particularly sharia pawn services in gold, turns to be a speculative investment. Hence, future regulation concerning pawn services should be able to achieve the objective of pawn services as a tool of economic development.
Jasa pegadaian di Indonesia bertransformasi dari semula sebagai lembaga pembiayaan masyarakat, khususnya UMKM meluas menjadi lembaga yang juga melayani fidusia, investasi, pengiriman dan penerimaanbarang, penitipandanjual beli logammulia. Permasalahanyang akan ditelitiadalahbagaimana perkembangan praktik gadai apabila dikaitkan dengan tujuanpranata gadai sebagai altematif pembiayaan dan bagaimanakah konsep pengaturan gadai di masa datang guna mewujudkan fungsi gadai sebagai altematif pembiayaan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa praktik pegadaian, khususnya gadai emas syariah bergeser menjadi investasi yang spekulatif. Oleh karena itu regulasi pergadaian sangat diperlukan. Regulasi pergadaian di masa datang harns mampu menjadikanpranata gadai sebagai altematif pembiayaan guna menggerakkan perekonomian
KOMODIFIKASI WARGA DALAM RUANG CITIZEN JOURNALISM
The citizen journalism has been influenced not only by organization culture of media and news criteria, but also the position of citizens. This entire time citizens are merely a consumers and their position is passive to information produced by traditional media. With the emergence of citizen journalism, now the citizens not only become news consumers but also act as news producers and consumers at the same time (produsage). The commodification of citizen journalism is a phenomenon of counter commidification done by the companies of traditional media. This shown that there are symptoms of attracting each other in the room (market) of citizen journalism that the citizens do not always react passively to the exposure of media and become a commodity by traditional media companies or the advertiser, but they also commodify anything as whatever they want to reach. Thus, this research is a rebutting the definition of citizen journalism popularized by Curt Chandler and Jesse Hicks from Penn State University who said that citizen journalism is citizens activities in publishing a content because of their interest to a case without economic motive or personal gain.
Citizen journalism membawa pengaruh tidak hanya pada kultur organisasi media dan kriteria berita, tetapi juga pada posisi khalayak atau warga. Selama ini, warga merupakan konsumen dan berposisi pasif terhadap informasi yang diproduksi oleh media tradisional. Dengan kehadiran citizen journalism,
warga tidak hanya mengkonsumsi, melainkan telah berperan- sebagai produsen sekaligus konsumen (produsage). Komodifikasi terhadap media citizen journalism yang dilakukan oleh warga merupakan fenomena tandingan komodifikasi yang dilakukan oleh perusahaan media tradisional. Ini menunjukkan
adanya gejala tarik-menarik dalam ruang (pasar) citizen journalism. Bahwa, tidak selamanya warga bersikap pasif terhadap terpaan media dan dijadikan komoditas oleh perusahaan media tradisional maupun pengiklan, melainkan warga juga bisa melakukan komodifikasi sesuai dengan capaian apa
yang ingin diraih oleh mereka. Dengan demikian, penelitian ini membantah definisi tentang citizen journalism, sebagaimana dipopulerkan oleh Curt Chandler dan Jesse Hicks dari Penn State University yang menyatakan, bahwa citizen journalism merupakan aktivitas warga dalam mempublikasikan konten karena ketertarikan terhadap sebuah kasus tanpa adanya motif ekonomi atau keuntungan pribadi
PENANGANAN PASIEN DENGAN RIWAYAT STROKE DENGAN GIGI TIRUAN LENGKAP OVERDENTURE
Latar belakang. Pada kondisi sistemik tertentu yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencabutan seperti pada pasien dengan riwayat stroke perawatan dengan overdenture merupakan perawatan alternatif yang paling tepat. Overdenture adalah gigi tiruan lengkap atau sebagian yang didukung oleh mucoperiostium dan beberapa gigi atau akar gigi asli yang telah dilakukan perawatan saluran akar, untuk menghambat proses resobsi tulang alveolaris sehingga retensi dan stabilisasi gigi tiruan lengkap dapat ditingkatkan. Tujuan. laporan kasus ini untuk mengetahui penanganan pasien dengan riwayat stroke dengan Gigi Tiruan Lengkap (GTL) overdenture. Kasus. Pasien wanita, 58 tahun datang atas kemauan sendiri ke RSGM Prof. Soedomo Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, ingin dibuatkan gigi tiruan rahang atas dan rahang bawah, karena gigi tiruan yang dipakai sebelumnya sudah tidak nyaman dipakai mengunyah, pasien dengan riwayat stroke, saat ini masih dalam perawatan.
Gigi yang masih tinggal adalah gigi 28, gigi 42 dan gigi 43, oleh karena merupakan kontra indikasi pencabutan, maka gigi yang masih tinggal tidak dicabut dan direncanakan sebagai gigi penyangga GTL overdenture dengan kaitan coping pada gigi 28, kaitan magnet pada gigi 42 dan base root pada gigi 43,selanjutnya diinsersikan GTL overdenture rahang atas dan rahang bawah, yang diperiksa: retensi, stabilisasi, oklusi,estetika dan fonetik. Kontrol dilakukan 1 minggu kemudian diperiksa keluhan pasien saat memakai GTL: pada pemeriksaan subyektif dan obyektif, diperiksa retensi, stabilisasi, oklusi, estetik dan fonetik. Hasil. Perawatan GTL overdenture dengan menggunakan gigi yang masih tinggal dengan kombinasi penyangga overdenture pada pemeriksaan subyektif pasien merasa lebih nyaman, pada pemeriksaan obyektif overdenture dapat meningkatkan retensi, stabilisasi, oklusi, estetika, fonetik. Kesimpulan. pemakaian GTL overdenture dapat meningkatkan retensi, stabilisasi, oklusi, estetika, dan fonetik. Overdenture merupakan perawatan pilihan untuk pasien dengan keadaan sistemik tertentu yang tidak mungkin dilakukan pencabutan. Maj Ked GiDesember 201219(2): 124-12
REKONSTRUKSI PADA PERFORASI PALATUM AKIBAT PENGGUNAAN GIGI TIRUAN LENGKAP RAHANG ATAS DENGAN SUCTION CUP
Latar belakang. pemasangan suction cup pada gigi tiruan lengkap rahang atas merupakan salah satu cara untuk meningkatkan retensLKondisi vakum oleh karena suction cup ini dalam waktu jangka panjang dan tidak terkontrol mengakibatkan nekrosis jaringan yaitu adanya perforasi palatum. Tujuan. Melaporkan rekonstruksi penutupan perforasi palatum sebagai komplikasi penggunaan gigi tiruan lengkap rahang atas dengan suction cup. Laporan Kasus. Pada tanggal 11 September 2012 seorang pria berusia 64 tahun datang ke Poliklinik Bedah Mulut RSUP dr.Sardjito Yogyakarta dengan keluhan terdapat lubang pada langit-Iangit. Pasien menggunakan gigi palsu buatan tukang gigi dengan perekat berbahan karet pada langit-Iangitselama 5 tahun. Selama penggunaan gigi palsu pasien sering mengalami sakit dan pembengkakan di langit-Iangit sampai keluar nanah dan akhirnya terbentuk lubang sehingga jika minum air keluar dari hidung Pemeriksaan rontgen oklusal rahang atas tampak adanya resorbsi regio palatum durum. Rekonstruksi menggunakan teknik push back modifikasi dilakukan untuk penutupan perforasi palatum di bawah anestesi umum. Kesimpulan. Suction cup pada gigi tiruan lengkap rahang atas mengakibatkan kerusakan jaringan lunak dan jaringan keras rongga mulut. Perforasi palatum yang diakibatkan oleh suction cup ini dapat dilakukan rekonstruksi dengan teknik push backdengan hasil yang cukup optimal. Maj Ked GiDesember 201219(2): 128-13
REHABILITASI PROSTETIK PASKA HEMIMAKSILEKTOMI PADA PASIEN EDENTULOUS
Latar belakang. Hemimaksilektomi adalah reseksi sebagian maksila pada satu sisi. Defek yang dihasilkan setelah hemimaksilektom akan menyebabkan keeaeatan pada wajah serta akan menimbulkan gangguan stomatognatik. Rehabilitasi prostetik merupakan suatu bagian yang penting dalam rekonstruksi rongga mulut pasien pasea pembedahan kanker rongga mulut. Upaya rehabilitasi ini meneakup bentuk perawatan yang melibatkan kerjasama multidisipliner dengan bagian ilmu penyakit mulut, bedah onkologi dan prostodonsi. Tujuan. Penulisan laporan kasus ini bertujuan untuk menginformasikan rehabilitasi prostetik pasea hemimaksilektomi untuk pasien edentulous. Kasus dan penanganan. Pasien laki-Iaki berumur 65 tahun datang ke RSGM Prof Soedomo dengan diagnosa kanker di palatum dan akan dilakukan hemimaksilektomi di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Protesa yang digunakan dalam rehabilitasi prostetik ini adalah obturator imidiat, obturator interim dan obturator definitif. Obturator definitif pada pasien edentulous berupa gigi tiruan lengkap dengan bulb pad a sisi defek. Sentuk obturator dibuat dengan mengoptimalisasi retensi dari struktur anatomi yang tersisa. Kesimpulan. Rehabilitasi prostodontik pada pasien edentulous pasea hemimaksilektomi adalah dengan obturator imidiat, obturator interim dan obturator definitif berupa gigi tiruan lengkap dengan bulb. Maj Ked GiDesember 201219(2): 150-15
INVESTIGATIONON THE MORPHOLOGY AND PROPERTIES OF AGGREGATE STRUCTURES OF NATURAL PHOSPHOLIPIDS INAQUEOUS \u27SYSTEM USING CRYO-TEM
Cryogenic transmission electron microscopy (Cryo-TEM) was used to investigate the aggregates morphology and properties of candle tree (Aleurites moluccana) endosperm, sesame (Sesamum indicum L. syn.) seeds, and
coconut (Cocos nucifera) endospermphospholipids in dilute aqueous system. The micrographs showed that candle
tree phospholipids formed planar bilayer and cluster of vesicles with lipid droplets, while coconut and sesame phospholipids formed well-defined unilamellar vesicles. The vesicles size could be as small as 50 nm in diameter.
Coconut phospholipids also showed a good bending ability. Formation of clusters of vesicles was also found in coconutphospholipids dispersion,but this cluster was easily broken by extrusion through a smallpore membrane
RELASI-RELASI KEKUASAAN DI BALIK PEN\u27GELOLAAN INDUSTRI PARIWISATA BALI
Knowledge hidden in the discourse of tourism in the official speech of President Soeharto August 16, 1968 made by the local government authority by issuing an expression Bali discourse of Cultural Tourism. However, tourism is initially expected to be one source of foreign exchange, was stagnated in 1976 and lasted for a decade. It gives an opportunity for conservative organic intellectuals ff"omvarious schools to achieve the interests of each group. That is why behind the management of the tourism industry hidden relations of power. Hidden phenomenon is described in this study using a ff"ame of mind Michel Foucault on Power and Knowledge. The use of a ff"ame of mind that facilitates the application of
historical methods is ranging from heuristic to synthesis. Through the workings of it, it can be seen almost all of the organic intellectual conservative who has managed to capture the knowledge of the power speak hidden behind the phrase discourse of Cultural Tourism for the benefit of each group. Keywords: cultural tourism, PKB, Ekadasarudra, invented art, organic intellectual
THE RELATIONS BETWEEN URBAN PARKS AND PERSONAL WELL-BEING IN BRISBANE, SOUTH-EAST QUEENSLAND, AUSTRALIA
The positive impacts of urban parks on human health have been analysed in many studies, but nearly none of them provide a suitable method to explain quantitatively the satisfaction and dissatisfaction of park uses 01/ personal health Bayesian Belief Network (BBN) was employed to examine individually well-being spirit in relation to the changes of quality of parks and the joyfulness on access to parks. This study aims to find answers for questions \u27why and where are people happy or unhappy with their health in connections to urban parks?\u27 The data for Brisbane area were extracted ji-om the quality of f!fe survey in South- East Queellslalld, Australia. 70% data was usedfor learning model parametersthe rest was for model testing. The generated model had 73.17% accuracy. and it was imported to ,ArcGIS for constructing probabilistic maps. Due to the high density of sample points, Inverse Distance Weighted (IDW) interpolation was chosen to illustrate the probable happiness and unhappiness on personal health. The result shows that quality of urban parks controlled strongly the fulfilment of personal health. I,ocal governors can successfully enrich the quality
of urban lives by improving the quality of parks in .\u27>Omespecific regions.
Keywords: urban parks, bayesian belief network, probabilistic map, quality of parks, personal health