UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
    12430 research outputs found

    KEBERHASILAN RESTORASI KOMPOSIT UNTUK PERBAIKAN TITIK KONTAK PADA TERAPI PERIODONTAL

    Full text link
    Latar belakang : Padakondisi fisiologis, gigi geligi berada pada posisi stabil dalam lengkung rahang, mempunyai kontak oklusal dengan gigi lawan, dan kontak proksimal dengan gigi di sebelahnya. Adanya sedikit pembukaan kontak proksimal akan . menyebabkan terjadi impaksi makanan, yang merupakan etiologi kelainan periodontal. Pembuatan restorasi permanen dengan menggunakan bahan komposit yang memperhatikan kontak proksimal, kontur permukaan oklusal, kontur fasial dan lingual dapat melindungi jaringan periodontal.Tujuan : Menunjukkan bahwa restorasi komposit untuk perbaikan titik kontak dapat menunjang kesehatan jaringan periodontal. Laporan Kasus : Pada kasus pertama ditemukan gigi 2.4 dan 3.5 terdapat karies di sisi distal, dan pada kasus kedua gigi 2.8 terdapat karies di sisi mesial sehingga kehilangan titik kontak yang mengakibatkan terjadi poket periodontal.Penanganan :Terapiawal yang dilakukan berupa skeling dan penghalusan akar, serta kuretase. Pembuatan restorasi komposit untuk memperbaiki titik kontak dengan menggunakan matriks dan baji di area proksimal. Maladaptasi pita matriks atau baji menyebabkan kegagalan klinis seperti batas restorasi mengemper, kontur dinding proksimal serta titik kontak yang tidak baik. Pemilihan baji yang benar, harus mempertimbangkan : sudut konvergensi dasar, lebar mesiodistal dasar baji, ketinggian gingivooklusal dari arah transversal, dan kecembungan dinding baji. Kesimpulan : Secara klinis te~adi penurunan kedalaman poket setelah perbaikan restorasi, namun gambaran radiografis belum memperlihatkan hasil signifikan dalam waktu tiga bulan. Maj Ked Gt,Juni 201219(1): 43-4

    PENGGUNAAN COMPOSIT RESIN PADA KASUS RESESI GINGIVA

    Full text link
    Latar Belakang: Penampakan klinis jaringan gingiva sangat berhubungan dengan penampilan seseorang. Warna dan anatomi gingiva, akan mempengaruhi keindahan dan penampilannya. Perubahan yang sering banyak dijumpai adalah resesi gingiva yang menyebabkan gigi terlihat panjang dan rasa ngilu. Tujuan: Laporan kasus ini memaparkan penanganan kasus resesi gingiva akibat trauma mekanis karena sikat gigi. Kasus dan penanganannya: Pengembalian bentuk anatomi gingiva dilakukan dengan menggunakan bahan komposit sewarna gingiva dengan cara memberikan lapisan composit pada daerah akar gigi yang terbuka. Kesimpulan: Penutupan daerah resesi gingiva dengan komposit sewarna gingiva dapat memperbaiki estetika dan meng-hilangkan keluhan ngilu pada pasien yang akan meningkatkan penampilan dan rasa percaya diri pasien. Maj Ked GiJuni 201219(1): 86-8

    KARAKTERISASI BENTONIT TEKNIS SEBAGAI ADSORBEN INDIGO BIRU = (Characterisation of Technical Bentonite as Indigo Blue Adsorbent)

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter Bentonit teknis yang dapat digunakan untuk menyerap sisa-sisa Indigo biru di lingkungan. Penelitian eksperimentallaboratoris dilakukan melalui dua tahap, yaitu karakterisasi Bentonit teknis menggunakan SEM-Edx, Spektrofotometer IR, Gas Sorption Analyzer, dan proses adsorpsi Indigo biru oleh Bentonit teknis pada pH sistem 1, 5, 7, dan 9. Hasil penelitian menggunakan SEM-Edx menunjukkan bahwa Bentonit teknis mengandung senyawa Na20:2,64%, Al203: 20,75%, Si02: 57,55%, dan FeO : 13,73%. Melalui spektrofotometer IR diketahui bahwa Bentonit teknis mengandung senyawa kimia yang memiliki vibrasi H-O-H, ikatan C02, deformasi H-O-H, regang Si-O, vibrasi AI-OH atau deformasi OH-kation, deformasi SiO. Menggunakan Gas Sorption Analyzer diketahui bahwa luas permukaan Bentonit teknis : 51,935 m2/g, volume pori total: 1,302 x 10-1 cc/g dengan radius pori

    POTENSI PEMANFAATAN AIR LIMBAH PEMUCAT INDUSTRI TENUN ATBM UNTUK MENURUNKAN J(EBUTUHAN OKSIGEN KIMIA WI (KOK) AIR LIMBAH PEW ARNAAN = (The Potency of Using Bleaching Wastewater to reduce Chemical Oxygen Demand (COD) in D

    Full text link
    Kegiatan tenun ATBM di Gamplong menghasilkan air limbah temtama dari proses pewamaan dan proses pemucatan. Bahan pewama mempakan senyawa komplek dan relatif stabil sehingga sulit ditangani. Proses oksidasi lanjut telah terbukti mampu menurunkan kadar bahan pewama dalam air limbah. Penelitian ini mempelajari potensi air limbah pemucatan untuk menurunkan kadar bahan pewarna dalam air limbah pewamaan. Proses pencampuran air limbah pewama\u27dengan air limbah pemucatan dilakukan di dalam sebuah reaktor batch yang dilengkapi empat lampu UV masing-masing 10 Watt dan sebuah pengaduk magnit. Penurunan kadar zat wama dinyatakan dalam Kebutuhan Oksigen Kimiawi (KOK). Setiap jangka (interval) waktu tertentu, cuplikan air limbah sebanyak 2 mL diambil dari reaktor lalu dianalisis KOKnya. Rasio volume limbah pewamaan terhadap limbah pemucatan adalah 3:1,2:1, 1:1, 1:2, dan 1:3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil nisbah limbah pewamaan dengan limbah pemucatan menghasilkan penurunan KOK semakin besar. Dengan volume limbah total 150 m, potensi oksidasi limbah pemucatan setara dengan sekitar 2 mL hidrogen peroksida 50% dalam 150 mL air limbah. Traditional weaving activities in Gamplong produce wastewater, mainly from dyeing and bleaching processes. Dyes are complex compounds and realtively stable which is difftcult to be managed. Advanced oxidation processes have proved to be able to decrease dyes content in the wastewater. The aim of this experiment is to study the potency of bleaching wastewater to reduce dyes content in dyeing wastewater. The mixing process of those wastewater was conducted in a batch reactor which was equipped with 4 UV light of 10 Weach alld a magnetic stirrer. The mixing process was performed at ambient temperature and pressure. Dyes content in the wastewater was expressed in chemical oxygen demand (COD). Each run, total volume of wastewater of dyeing process or mixtures of dyeing process and bleaching process were 150 mL. At a certain time interval, 2 mL of treated wastewater was sucked up from the reactor, and then its COD content was analysed. The volume ratios of dyeing wastewater to bleaching wastewater investigated were 3:1, 2:1. 1:1, 1:2, and 1:3. The experiment results showed that the COD conversion increases with the decreases of the ratio of dyeing wastewater to bleaching wastewater. The more H2O2 addition to the dyeing wastewater, the more COD reduction is. For the ratio of dyeing wastewater to belaching wastwater I: I. the higher the H2O2 50% addition. the higher the reduction of COD is

    Derajat keparahan infeksi Soil Transmitted Helminths terhadap status gizi dan anemia pada anak sekolah dasar Severity of Soil Transmitted Helminths infection with nutritional status and anemia in elementary school studen

    Full text link
    Backgound: Indonesia as a tropical country with high humidity, has good environment for worm breeding particularly Soil Transmitted Helminths (STH). The prevalence of worm infestation in Indonesia is still relatively high, about 60% of 220 million Indonesian population, 21% of them are elementary school-age children. STH intensity greatly affects the nutritional status of patients, in wich more severe infection leads to poorer nutrition condition. Objective: To identify severity of STH infection in elementary school student at the working area of Kokap I Health Center of Kulonprogo and its correlation with nutritional status and anemia. Method: The study was undertaken in 25 elementary schools at the working area of Kokap I Health Center of Kulonprogo. Samples were all students of grade I as many as 241 students. Worm examination was done by using Kato-Katz method, assessment of nutrition status was based on body weight according to height (weight/height), anemia status was assessed from Hb level using Cyanmethaemoglobin method. Results: The results of the study showed that most of students (83,6%) were well nourished and were non anemic (84,9%). No student belonged to severe anemic category, 3 students (1,3%) had anemia at medium category and 31 students (13,8%) were slightly anemic. Out of 51 students that positively got STH infection, 16 students (31.4%) had light infection of A. lumbricoides, 36 students (70,6%) had T. trichiura and 4 students (5,9%) had hookworm. A. lumbricoides infected 7 student (13,7%) and T. trichiura infected 8 student (15,7%) both at medium criteria. There was no infection at severe criteria. The result of Somers D analysis showed that there was no signifi cant correlation between the two variables (p>0,05). Conclusion: There was no correlation between severity of STH infections with nutrition status and anemia in elementary school student. Latar belakang: Indonesia sebagai salah satu negara tropis dengan kelembapan tinggi mempunyai lingkungan yang baik untuk perkembangbiakan cacing terutama Soil Transmitted Helminths (STH). Prevalensi kecacingan di Indonesia masih cukup tinggi yaitu sekitar 60% dari 220 juta penduduk dan 21% diantaranya menyerang anak usia sekolah dasar. Derajat atau intensitas STH sangat mempengaruhi keadaan gizi penderita, semakin berat infeksi maka keadaan gizi penderita semakin buruk, hal ini juga bisa menyebabkan anemia. Tujuan: Mengetahui derajat keparahan infeksi STH pada anak sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Kokap I, Kabupaten Kulonprogo serta hubungannya dengan status gizi dan anemia. Metode: Penelitian dilakukan di 25 sekolah dasar yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kokap I Kabupaten Kulonprogo dengan sampel seluruh siswa kelas 1 tahun ajaran 2009 yang berjumlah 241 orang. Pemeriksaan kecacingan dengan metode Kato-katz, penentuan status gizi dengan pengukuran berat badan menurut tinggi badan (BB/TB), dan status anemia dengan pengukuran kadar Hb menggunakan metode Cyanmethemoglobin. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar murid (83,6%) tergolong status gizi baik dan tidak mengalami anemia (84,9%). Anemia berat tidak ditemukan pada siswa namun terdapat 3 orang (1,3%) mengalami anemia sedang dan 31 orang (13,8%) mengalami anemia ringan. Demikian juga dengan infeksi berat yang tidak ditemukan pada siswa sedangkan 51 siswa yang positif terinfeksi STH menunjukkan derajat keparahan infeksi ringan A. Lumbricoides, T. trichiura, dan Hookworm berturut-turut sebanyak 31,4%70,6%dan 5,9%. Sementara itu, infeksi sedang dari cacing jenis A. Lumbricoides terdapat pada 7 orang (13,7%) dan T. trichiura sebanyak 8 orang (15,7%). Hasil uji analisis Somers D tidak menunjukkan hubungan yang bermakna antara kedua variabel (p>0,05). Simpulan: Tidak ada hubungan antara tingkat keparahan infeksi STH dengan status gizi dan anemia pada anak sekolah dasar

    SPEECH STYLE IN THE LYRICS OF BANYUWANGI FOLK SONGS

    Full text link
    Lagu daerah Banyuwangi merupakan produk budaya etnik Using. Lagu daerah tersebut merupakan hasil interaksi masyarakat Using dengan lingkungan a/am dan lingkungan sosia/ budayanya. Sebagai produk budaya, tuturan /agu memiliki karakteristik yang khas yang da/am perspektif teoretis merupakan ekspresi budaya masyarakat Using. Tuturan /agu daerah Banyuwangi menggunakan gaya tutur yang beragam. Keberagaman ujaran tersebut menggambarkan keberagaman strategi tutur da/am budaya komunikasi etnik Using. Penggunaan beragam gaya tutur ini memiliki fungsi untuk menjadikan keutuhan dan kesatuan gagasan, menje/askan dan menegaskan makna ujaran, dan mengembangkan kekhasan ujaran. Da/am bahasa Using, penggunaan beragam gaya tutur tersebut menggambarkan dinamika sosial etnik Using da/am membangun kesantunan da/am bertutur

    PENGEMBANGAN METODE EKSTRAKSI ALGINAT DARI RUMPUT LAUT Sargas sum Sp.SEBAGAI BAHAN PENGENTAL

    Full text link
    Indonesia mempunyai banyak rumput laut yang berpotensi tinggi sebagai penghasil alginate, namun metode ekstraksinya belum sesuai yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode ekstraksi natrium alginat dari rumput laut Sargassum melalui jalur kalsium alginat. Dalam penelitian ini digunakan berbagai variasi konsentrasi kalsium klorida yang digunakan pada pemisahan alginat dari filtrat hasil ekstraksinya. Konsentrasi kalsium klorida yang digunakan divariasi 0,50,75 dan 1 M. Sebagai kontrol dilakukan ekstraksi alginat melalui jalur asam alginat yang dikembangkan di Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan, Jakarta. Parameter kualitas alginat yang diamati meliputi rendemen alginat, kenampakan produk, viskositas dan kekuatan gel yang dihasilkan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rendemen alginat yang dihasilkan berturut-turut sebesar 32,6744,67 dan 53,33 % dan untuk kontrol 31,67 %. Secara kenampakan, konsentrasi kalsium klorida tidak terlalu mempengaruhi kenampakan produk alginat yang dihasilkan, tetapi lebih gelap jika dibandingkan dengan produk hasil ekstraksi melaluijalur asam alginat. Viskositas alginat yang dihasilkan berturut-turut 149, 131 dan 144 cP, sementara untuk kontrol 304 cPoSecara umum kekuatan gel alginat yang dihasilkan dari jalur kalsium alginat lebih rendah dibandingkan dengan yang diekstrak melalui jalur asam alginat

    KECENDERUNGAN SISWA SMA DI BEKASI ~DALAM MEMILIH TOPIK ESAI DITINJAU DARI PERSPEKTIF GENDER

    Full text link
    The relationship between gender and language style has attracted a lot research. This study aims to examine the extent to which high school students in Bekasi, West Java, understand essays and what topics attract them most. The data consist of essays written by 136 students from 3 high schools (3 private high schools and 3 public high schools). In addition, they also include questionaire responses, interviews and direct observation. The results indicate that high school female students in Bekasi, like their male counterparts, choose not only personal topics but also public topics. Both male and female students tend to write essays whose topics are social issues (47%), information technology (14%), personal matters (12%), nationalism (6%) and health (5%). Female students prefer social issues whereas male students prefer information technology. Female students tend to express their feelings openly than male students do. Keywords: gender, essay. writing. topic. discours

    \u27MODERN ARBITRATION LEGISLATION\u27: A COMPARISON BETWEEN AUSTRALIAN AND INDONESIAN LAWS.

    Full text link
    This research analyzes Law No. 30 of 1999 of Indonesia to ascertain whether this Indonesian law constitutes modern arbitration legislation in the context of international commercial arbitration. Law No. 30 of 1999 will be compared with the International Arbitration Act 1974 (Cth) and the International Arbitration Amendment Act 2010 (Cth) of Australia. In this research, the author finds the Model Law should be adopted by Indonesia to modernize the country s arbitration law in order for it to more acceptable in the practices of international commersial arbitration to day. Furthermore, the adaption of the Model Law also assists to clarity the Indonesian approach to the appircation of public policy principle which can be used to resest arbitral awards in Indonesia. Keywords: international commercial arbitration, Australia, Indonesia

    PERLINDUNGAN HUKUM KREDITUR SEPARATIS DALAM KEPAILITAN

    Full text link
    The discharging of one 50debt by bankruptcy aims to provide creditors with fair distribution of assets. However, for secured creditors, (those holding mortgage rights, fiduciary collateral, and other in rem security rights) provisions concerning stay of execution and limited foreclosure time are not consistent with securities law, hence jeopardizing their interests. This article arrives into a conclusion that several adjustments need to be made by amending the existing statutory regulations and by stipulating a Government Regulation, in order to ensure legal certainty on whether the right of secured creditors to foreclose exists. Keywords: director, corporation, bankr

    10,382

    full texts

    12,430

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    UGM Journals, OAI Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇