UGM Journals, OAI Repository
Not a member yet
12430 research outputs found
Sort by
ANALISIS KARAKTERISTIK HUJAN UNTUK PENDUGAAN DEBIT ALIRAN RENCANA SUNGAI ANAFRI DI KOT A JAY APURA
Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik hujan wilayah DAS Anafri, menghitung debit aliran rencana, dan mengkaji kapasitas Sungai Anafri dalam merespon pengalihragaman hujan menjadi aliran permukaan. Kajian karakteristik hujan yakni ketebalan, intensitas, dan durasi hujan dilakukan dengan analisis statistik data hujan. Analisis distribusi data hujan diasumsikan sesuai dengan Metode Gumbel, sehingga untuk menentukan hujan periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, dan 25 tahun menggunakan persamaan Gumbel. Hujan periode ulang digunakan untuk menghitung debit aliran rencana Metode Rasional. Analisis kapasitas sungai dilakukan dengan membandingkan debit aliran rencana dalam periode ulang T dengan kapasitas sungai. Penghitungan kapasitas sungai dilakukan pada penampang PI (bagian hulu), P2,dan P3 (bagian hilir). Debit aliran rencana yang digunakan dalam analisis kapasitas sungai adalah debit aliran Q25tahun (107,478 m³/detikdan 163,726 m³/detik). Hasil analisis menunjukan bahawa, terjadinya limpasan pada penampang sungai PI dan P2 pada saat menampung debit banjir yang diketahui penyebab utamanya adalah bank full capacity kecil, maka alternat! ( penanganan yang direkomendasikan adalah peninggian tanggul sungai. Analisis kapasitas sungai menggunakan debit banjir periode ulang 25 tahun menunjukan bahwa, terjadi limpasan pada lokasi penampang PI sampai P2 dengan panjang ruas 400 m yang terjadi pada tanggul sisi kanan dan tanggul sisi kiri dengan panjang ruas 40 meter. Limpasan terjadi setinggi 0,1 m hingga 1,6 m pada tanggul sisi kanan dan 0,1 m hingga 0,3 m pada tanggul sisi kiri, sehingga peninggian tanggul yang direkomendasikan adalah setinggi 1,6 mpada sisi kanan dan 0,3 m pada tanggul sisi kiri
FAKTOR HISTORIS, SOSIOLOGIS, POLITIS, DAN YURIDIS DALAM PENYUSUNAN RUU HAP
After thirty years of its application, the Criminal Procedural Code shows a number of weaknesses in its implementation. The idea to overcome the weaknesses of the criminal procedural law, among others, is by replacing the Law No. 8/1981 on the Criminal Procedural Code. Toformulate a draft Criminal Code, there are some aspects that needs to be considered namely historical, sociological, political and legal issues. Because the Criminal Procedure Code, which acts as a guide in court examinations, involves different sectors of the law enforcements, the draft on the Criminal Procedural Code should be a multisector act.
Setelah berlaku selama lebih tiga puluh (30) tahun sebagai hukum positif, Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana menunjukkan sejumlah kelemahan dalam pelaksanaannya. Gagasan untuk mengatasi kelemahan dari hukum acara pidana, antara lain dilakukan dengan mengganti Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Hukum Acara Pidana. Untuk merumuskan Rancangan Hukum Acara Pidana, ada beberapa aspek historis, sosiologis, politik dan yuridis yang harus dipertimbangkan. Oleh karena Hukum Acara Pidana sebagai pedoman untuk memeriksa pengadilan umum akan melibatkan beberapa unsur penegak hukum, maka Rancangan Undang-Undang Hukum Acara Pidana harus ditempatkan sebagai undang-undang multisekto
SURROGATE MOTHER DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA INDONESIA
The development of science and technology, in particular in the field of health, has already recently brought a huge advantage and problem in human life. An example of technological marvel that not only requires deep legal thoughts but also at the same time solution is the bio-medical technology advancement of surrogacy. Surrogacy deals with humans inclination towards reproductive activity. However, it opens up legal complication, in particular with regards to the potential commission of a criminal action as well as to the notion of doctor s liability.
Perkembangan ilmu dan teknologi di bidang keschatanyang semakin maju dan pesat telah membawa berbagai manfaat dan masalah dalam kehidupan manusia dewasa ini. Salah satu perkembangan yang tidak hanya membutuhkan pemikiran di bidang hukum, tetapi juga sekaligus solusinya adalah mengenai kecanggihan teknologi bio-medis surrogate mother. Surrogacy menyentuh sisi kemanusiaan seorang insan terhadap reproduksi. Akan tetapi, lembaga surrogacyjuga membawa komplikasi hukum terutama terkait dengan potensi tindak pidana dan dengan persoalan tanggung jawab dokter
PUBLIC POLICY VIOLATION UNDER NEW YORK CONVENTION
The increasing number of the use of arbitration in Asia has highlighted the significant influence of the recognition and enforcement of arbitral awards. The New York Convention currently becomes the most widely accepted convention to which the courts would refer when recognizing and enforcingforeign arbitral awards. This article wouldfirstly provide a comparative study of the court s interpretation towards public policy as mentioned under Article V (2) b of the New York Convention between non-arbitration-friendly law Indonesia and arbitration-friendly-Iaw China. Subsequently, it will discuss whether uniformity in interpreting and reserving public policy is required or not.
Peningkatan jumlah penggunaan lembaga arbitrasi di Asia mendorong peningkatan signifikansi pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrasi asing. Konvensi New York saat ini menjadi konvensi yang diterima secara luas dimana dijadikan referensi oleh pengadilan dalam hal pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrasi asing. Artikel ini akan pertama-tama membahas studi perbandingan atas interpretasi pengadilan mengenai penggunaan kebijakanpublik sebagaimana tertera pada PasalV (2) b Konvensi New York antara Indonesia yang hukumnya tidak mendukung dan China dengan hukum yang mendukung pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrasi asing. Apakah keseragaman antar negara dalam menginterpretasi dan dan menggunakan kebijakan publik diperlukan atau tidak dibahas pada diskusi selanjutnya
UTILIZATION OF GEOTAGGED PHOTOGRAPH, REMOTE SENSING, AND GIS FOR POST -DISASTER DAMAGE ASSESSMENT
Merapi eruption in 2010 causing major damage impact on that region. Post-disaster damage assessment that has been done by the government have not been supported with a good spatial data so that validation is relatively weak. Method of post-disaster damage assessment, particularly assessment of building damage using geotagged photos, remote sensing and GIS is expected to improve the method of damage assessment by the government of Indonesia. Geojot Applicationsfor Android Smartphone/Tablet allows the assessment of building damage to be included in the photo attribute. Interpretation of satellite imagery of building damage is done by using three indications: building visibility, building collapse, and building roof Geotagged photograph can complement the need~ of building damage assessment from satellite images because it can describe the structural and non-structural damage to buildings clearly. Geotagged photograph with GPS Lock-Off mode requiring information on the direction and distance of the object being photographed. Geotagged photograph with the QR code is the mostprofitablebecausethe identityof the buildingis already known and can be matched with an existing database.
Erupsi Merapi 2010 mengakibatkan dampak yang besar pada wilayah di sekitarnya. Meskipun demikian, pendugaan dampak pasca bencana yang telah dilahanakan pemerintah tidak didukung oleh ketersediaan data spasial yang baik sehingga validasi yang dilakukan memiliki konfidensi yang rendah. Metode pendugaan dampak pasca bencana, terutama kerusakan bangunan menggunakan foto geotagging, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografis (SfG) diharapkan mampu meningkatkan pendugaan dampak yang dilakukan oleh pemerintah. Aplikasi Geojot pada Smartphone/Tablet berbasis Android dapat digunakan dalam pendugaan dampak, yang dapat dimasukkan dalam atribut foto. Interpretasi citea satelit untuk pendugaan kerusakan bangunan dilakukan melalui tiga indikator. meliputivisibilitas bangunan, runtuhan bangunan, dan atap bangunan. Foto geotagging dapat digunakan untuk melengkapi pendugaan kerusakan bangunan dari citra satelit karena dapat digunakan untuk mendeskripsikan bangunan, baik kerusakan secara struktural maupun non-struktural. Foto geotagging denganmode GPS Lock-off digunakan untuk memperoleh informasi mengenai arah dan jarak dari objek pada foto. Foto geotagging dengan QR code sangat bermanfaat untuk merekam identitas banguman untuk dicocokkan dengan data yang tersimpan pada database
Pengaruh Pemberian Air Gula Merah terhadap Performans Ayam Kampung Pedaging = Influence of Palm Sugar Water in the Native Chicken Performance
Palm sugar containing 66,18% sukrose is an additional source of energi quickly available to the chicken. A study to examine the effect of palm sugar in the native chicken performance was held in animal health training center, Cinagara-Bogor lasted from August until November 2012. This present experiment using 1274 native chicken that were kept starting DOC. Palm sugar concentrations given in the drinking water as much as one percent started to be given to the chcken when they were still DOC. After that, the palm sugar water was given continously intermittent interval by administering multivitamin. The control group was not given the palm sugar. Chicken aged 0 to 6 weeks were given palm sugar twice a day. After reaching over 6 weeks old, palm sugar water was only given onece a day. Result obtained showed that the administration of palm sugar water affected the increase in body weight gain, feed consumption and lower mortality as well. The result also showed that the FCR is lower than that of the control group until 6 weeks old.
Gula merah yang mengandung 66.187% sukrosa, merupakan sumber tambahan energi cepat tersedia bagi ayam. Suatu pene1itianyang bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian gu1amerah terhadap performans ayam kampung pedaging telah dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan Cinagara Bogor yang berlangsung sejak bu1anAgustus sampai dengan November 2012. Pada percobaan ini dipergunakan 1274ekor ayam kampung pedaging DK-1 mulai dari DOC. Konsentrasi gula merah yang diberikan dalam air minum adalah sebanyak 1% yang dimulai dari saatDOC datang. Sete1ahitu pemberian air gula merahdilanjutkan selang seling dengan pemberian multivitamin. Untukkelompok kontrol tidak dilakukanpemberian air gula merah sarna sekali. Pada ayam usia 0-6 minggu, air gula merah diberikan sebanyak dua kali sehari. Setelah usianya mencapai diatas 6 minggu, air gula merah hanya diberikan satu kali sehari. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa pemberian gula merah dalam air minum berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan, peningkatan konsumsi makanan dan menurunkan tingkat mortalitas. Pemberian air gula merah pada ayam kampung pedaging juga menunjukkan FCR yang lebih keci1 dibandingkan dengan ke10mpokkontrol sampai dengan periode minggu keenam
RESIDENTIAL MOBILITY AND SOCIO-SPATIAL SORTING IN KADUNA METROPOLIS, NIGERIA
Residential mobility is a process which has significant effect on the urbanscape. The preferred directional bias of the mover households in Kaduna metropolis typifies the Schelling\u27s model of residential tipping which ultimately resulted in residential segregation. The level of the segregation was subjected to analysis by the use of multigroup analog, and was found to be 0.58. This index is moderately high. Also. residential mobility, amongst other factors led to the expansion of the metropolis, strengthen family ties and above all led to the socio-spatial sorting of the residents. This study recommends continuous research in residential mobility because it is very useful in theforecast offuture landusepatterns which are critical to urban development.
Mobilitas penduduk merupakan sebuah proses yang berdampak signifikan pada daerah perkotaan. Bias yang terjadi pada arah perkembangan rumah tangga yang berpidah pada wilayah metropolis Kaduna menunjukan tipe model Schelling. Hal ini menghasilkan segregasi permukiman dengan tipe yang sangat berbeda. Level segregasi ini menjadi subjek analisis multigroup analog, dan menghasilkan nilai indek sebesar 0.58. Indek ini menunjukan segregasi yang terjadi di kata tersebut adalah sedang hingga tinggi. Mobilitas penduduk, apabila dibandingkan dengan beberapakfaktor lain menghasilkan ekspansi dari kota, memperkuat ikatan kekeluargaan, dan terutama menghasilkan pemilahan penduduk secara spasio-temporal. Penelitian ini merekomendasikan bahwa studi berkelanjutan dalam bidang mobilitas penduduk sangat diperlukan, terlltama dalam memprediksi pola penggllnaan lahan di masa mendatang yang sangat berperan dalam perkembangan wilayah perkotaan
ETHNIC CONCENTRATION AREAS IN NEIGHBOURHOOD PERSPECTIVE IN ENSCHEDE, THE NETHERLANDS
Previous studies suggest that measuring ethnic segregation at a disaggregated level allows capturing variability of ethnic concentration areas within a city. However, many ignore the relative locations of each neighbourhood to identify ethnic concentration areas. It causes misidentification of ethnic concentration areas. Using the 2009 population data of Enschede, this study investigated the concentration areas at postcode level. The "scale of the neighbourhood" represents the extent of concentration influenced by population in neighbouring postcodes. Using composite population at different scales of neighbourhood, it was revealed that concentration areas at sub-city level are characterized by isolation and clustering dimensions. Few postcodes are Turkish or Moroccan concentration areas which are located outside the city center. Small number of cluster and isolated area indicates that the ethnic concentration in Enschede is relatively low. The study has advanced the hypothesis about segregation measurement, that spatial proximity to neighbouring areas has a large impact on variability of ethnic segregation.
Banyak studi menyatakan bahwa pengukuran segregasi etnis pada tingkat rinci dapat menggambarkan variabilitas area konsentrasi dalam suatu kota. Namun, banyak studi mengesampingkan lokasi di lingkungan sekitar untuk mengidentifikasi area konsentrasi. Hal itu menyebabkan kesalahan dalam mengidentifikasi konsentrasi area. Studi ini bertujuan mengidentifikasi area konsentrasi pada tingkat area kodepos dengan menggunakan data populasi Kota Enschede tahun 2009. "Skala Lingkungan" digunakan untuk mewakili luasan konsentrasi yang terpengaruh akibat kumpulan populasi tertentu di sekitar areanya. Beberapa area kodepos yang terletak di luar pusat kota merupakan area konsentrasi keturunan Turki atau Moroko. Sedikitnya jumlah area terisolasi dan area klaster mengindikasikan bahwa konsentrasi etnis di Enschede adalah rendah. Studi ini telah memutakhirkan hipotesis mengenai pengukuran segregasi. dimana jarak menuju area sekitar mempunyai dampak besar pada variabilitas dari segregasi etnis
POLYMERIC BIOMATERIALS FILM BASED ON POLY (VINYL ALCOHOL) AND FISH SCALE COLLAGEN BY REPETITIVE FREEZE-THAW CYCLES FOLLOWED BY GAMMA IRRADIATION
The polymeric biomaterial film based on poly(vinyl alcohol) (PVA) and fish collagen of Lates calcarifer scale were synthesized by three times freeze-thaw cycles followed by gamma irradiation at varied doses of 0, 10, 20, and 30 kGy respectively. Characteristic of PVA/collagen film as effect of constituting polymers and cross linking methods were investigated using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectrophotometer, Differential Scanning Calorimetry (DSC), Universal Testing Machine (UTM), and Chroma Mater. Its gel fraction and swelling kinetic were determined by gravimetry. The result showed that IR spectra of controlled and irradiated film demonstrated characteristic vibration bands of both constituting materials. The DSC analysis revealed that gamma irradiation induced interaction between PVA and collagen at molecular level. Improvement of tensile properties by gamma irradiation was observed on tensile strength at 30 kGy with p < 0.05. Gamma irradiation also significantly (p < 0.05) increased yellowness of PVA/collagen film, reduced swelling kinetic, and increased gel fraction of films.
Film biomaterial polimer berbasis poli(vinil alkohol) (PVA) dan kolagen ikan darisisikLates calcarifer disintesis melalui tiga siklus beku-Ieleh dilanjutkan iradiasi gamma pada variasi dosis 0, 10, 20, dan 30 kGy. Karakteristik film PVA/kolagen sebagai efek materi penyusun dan metode sintesis diinvestigasi menggunakan spektrofotometer Fourier transfrom inframerah (FT/R), kalorimeter pemindaian diferensial (DSC), mesin uji universal (UTM), dan Chroma meter. Kinetika swelling dan fraksi gel ditentukan secara gravimetri. Hasil menunjukkan bahwa spektrum IR film kontfol dan iradiasi menunjukkan karakteristik band vibrasikedua bahan penyusun. Analisis DSC menunjukkan bahwa iradiasi gamma menginduksi interaksi PVA dan kolagen pada tingkat molekul. Iradiasi gamma pada dosis 30 kGy secara signifikan (p < 0,05) menyebabkan peningkatan kekutan tarik film. Iradiasi gamma juga secara signifikan (p < 0,05) menyebabkan peningkatan intensitas wama kekuningan, penurunan kinetika pengembangan, dan peningkatan fraksi gel film PVA/kolagen
THE SPATIAL INTERACTION OF BANDUNG CITIZENS
Bandung is one of the cities in Indonesia which has rapid population growth. Bandung also has high citizen mobility that comes from both other areas around the city and inside the city itself This mobility is caused daily activities of the citizen, eitherby studying or working. The objectives of this research are to analyze: I) the citizen mobility in Bandung, 2) the spatial distribution of land uses in Bandung, and 3) the spatial interaction of Bandung citizens, on the basis of land use and citizen mobility in Bandung. This research uses descriptive analytical method. The data is collected by using interview based technique. The collected data consist of mobility location, type of occupation, modes of transportation, destination location, and land use type. The data are analyzed using percentage and origin-destination matrix. The result of this research indicates that the purpose of the citizen mobility in Bandung is mostly conducted to work by using his/her own vehicle. Most of the mobility is occurred around each developmental area. Furthermore, it is also revealed that there is a massive movement to Cibeunying region,n which is usedfor educational purposes, offices, and trading areas.
Bandung merupakan kota yang mengalami pertumbuhan penduduk yang cepat. Selain itu, Bandung merupakan kota yang memiliki mobilitas penduduk yang tinggi baik dari daerah sekitarnya, maupun dari dalam Kota Bandung sendiri. Pergerakan ini lebih disebabkan oleh ativitas warga sehari-hari yang bertujuan untuk bekerja atau sekolah. Penelitian ini bertujuan ingin mengkaji bagaimana kondisi mobilitas penduduk di Kota Bandung, bagaimana kondisi penggunaan lahan di Kota Bandung, dan bagaimana interaksi spasial penduduk Kota Bandung berdasarkan penggunaan lahan dan mobilitas penduduk di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi analitis. Datanya diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara. Data yang dikumpulkan adalah data mengenai lokasi pergerakan, mata pencaharian, kendaraan yang digunakan, lokasi tujuan pergerakan, dan data penggunaan lahan. Analisis data menggunakan persentase dan matrik asaltujuan (MAT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilitas penduduk di Kota Bandung sebagaian besar bertujuan untuk bekerja, dengan menggunakan kendaraan pribadi. Pergerakannya sebagian besar masih di wilayah pembangunan masing-masing. Kemudian diketahui pula bahwa terjadi pegerakan yang besar menuju wilayah Cibeunying dengan penggunaan lahannya berupa kawasan pendidikan, perkantoran, dan perdagangan