26964 research outputs found
Sort by
Peran program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dalam mengembangkan kesadaran kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan Desa Purwosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak
Program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) merupakan bagian dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang berfungsi sebagai media edukasi dan pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program ini dilaksanakan melalui pertemuan rutin dengan materi yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pengasuhan anak, dan perlindungan sosial.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Program Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dan hasil dari pelaksanaannya dalam mengembangkan kesadaran kemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pendamping sosial PKH dan beberapa KPM aktif yang mengikuti kegiatan P2K2 secara rutin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Program P2K2 memiliki peran yang signifikan dalam membentuk kesadaran kemandirian KPM melalui beberapa aspek utama, yaitu: (1) menumbuhkan inisiatif berwirausaha, (2) meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gizi, (3) mengubah pola pikir dari ketergantungan menjadi mandiri, (4) meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan anak, serta membangun solidaritas sosial di antara KPM. Hasil Peran Program P2K2: (1) munculnya usaha rumah tangga skala kecil oleh KPM. (2) peningkatan partisipasi KPM dalam layanan kesehatan seperti posyandu dan pemeriksaan kehamilan. (3) perubahan sikap KPM dalam mengelola keuangan dan memenuhi kebutuhan keluarga secara mandiri. (4) kepedulian lebih tinggi terhadap pendidikan anak dan keberlanjutan sekolah. (5) KPM mulai menunjukkan kesiapan untuk lepas dari bantuan PKH melalui graduasi mandiri.
Program P2K2 berperan secara efektif dalam meningkatkan kesadaran dan mendorong KPM untuk mengembangkan potensi kemandirian mereka. Program ini bukan hanya sebagai sarana penyuluhan, tetapi juga sebagai wadah perubahan sikap, perilaku, dan perencanaan hidup keluarga miskin agar dapat hidup lebih sejahtera dan mandiri
Pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan Desa Wisata Nepal van Java di Desa Temanggung Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang
Potensi wisata alam di desa memiliki dampak transformatif bagi masyarakat, membuka peluang ekonomi yang lebih luas daripada hanya mengandalkan sektor pertanian. Namun, seringkali masyarakat desa menghadapi tantangan dalam mengembangkan potensi ini. Oleh karena itu, pemerintah Dusun Butuh berupaya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan wisata Nepal Van Java yang di inisiasi oleh masyarakat dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS). Masyarakat aktif berpartisipasi dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam mereka sendiri untuk kesejahteraan bersama.
Penelitian ini berfokus pada pengelolaan desa wisata Nepal Van Java serta memahami secara mendalam proses dan hasil pemberdayaan masyarakat di dalamnya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, data tersebut dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Pengelolaan desa wisata Nepal Van Java melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Melibatkan kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah desa dan berbagai pihak terkait. 2) Proses pemberdayaan masyarakat yang dilakukan yaitu a) Tahap Penyadaran (musyawarah rutin, sosialisasi). b) Tahap Pengkapasitasan (pelatihan bagi pengurus dan masyarakat). c) Tahap Pendayaan (pengembangan UMKM, homestay, penyewaan Jeep, dan layanan ojek). 3) Hasil pemberdayaan masyarakat yaitu a) peningkatan penghasilan dan terciptanya lapangan pekerjaan baru. b) menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. c) peningkatan pengetahuan dan keterampian masyarakat. d) solidaritas dan kerukunan antar warga semakin kuat
Penanaman nilai agama dan moral menurut kurikulum merdeka pada pendidikan anak usia dini
Kurikulum merdeka menekankan pentingnya diferensiasi, yang memungkinkan anak-anak menerima pendidikan yang sesuai dengan minat; kemampuan; dan tahap perkembangan mereka, termasuk dalam pengajaran nilai agama dan moral. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui metode penanaman nilai agama dan moral menurut Kurikulum Merdeka di TK Islam Hidayatul Mubtadiin Tambakharjo Semarang. Pada artikel ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan Instrumen observasi, wawancara dan dokumentasi kepada kepala sekolah, pendidik dan murid. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diketahui bahwa kurikulum merdeka bertujuan untuk menjadikan penanaman nilai agama dan moral sebagai bagian integral dalam keseharian anak dan kolaborasi antara orang tua serta guru dalam upaya membentuk lingkungan pendidikan yang konsisten antara rumah dan sekolah. Dengan demikian, Kurikulum Merdeka diharapkan dapat mendukung pembentukan anak yang memiliki karakter religius, berakhlak mulia, dan sanggup menginterpretasikan serta mengimplementasikan nilai agama dan moral dalam rutinitas harian
Strategi guru dalam mengatasi kecemasan diawal masuk sekolah pada anak usia 3-4 tahun di TK Husna Jaya Kec. Ngaliyan Kab. Semarang
Kecemasan yang dialami anak usia 3-4 tahun di awal masuk sekolah merupakan tantangan yang sering dihadapi oleh guru, termasuk di TK Husna Jaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang anak yang mengalami kecemasan diawal masuk sekolah di TK Husna Jaya. Peneliti mencari bagaimana strategi guru dalam mengatasi kecemasan di awal masuk sekolah pada anak usia 3-4 tahun di TK Husna Jaya, apa bentuk reaksi yang timbul dari kecemasan di awal masuk sekolah pada anak usia 3-4 tahun di TK Husna Jaya, dan apa factor yang mempengaruhi kecemasan di awal masuk sekolah pada anak usia 3-4 tahun di TK Husna Jaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini difokuskan kepada anak usia 3-4 tahun di TK Husna Jaya. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik observasi digunakan untuk melihat bagaimana keadaan nyata dari anak yang memiliki kecemasaan saat masuk sekolah. Wawancara digunakan untuk mendapatkan keterangan tentang keadaan anak yang memiliki kecemasan dari guru. Yang terakhir Teknik dokumentasi peneliti gunakan untuk mendapatkan data-data dari TK Husna Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan guru meliputi pendekatan personal, seperti membangun hubungan emosional dengan anak, menciptakan suasana yang menyenangkan, serta melibatkan komunikasi antara guru dan orangtua anak untuk proses adaptasi anak
Strategi pembelajaran Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Miftahul Afkar Clekatakan Pemalang
Skripsi ini membahas strategi pembelajaran Al-Qur’an yang dilatarbelakangi oleh masih adanya santri yang kesulitan dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, dimana hal tersebut disebabkan oleh kompetensi guru yang masih kurang dan masih belum sepenuhnya paham dalam menerapkan metode pembelajaran yang ada. Fokus penelitian ini: (1) Strategi peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Miftahul Afkar (2) Dampak strategi terhadap prestasi belajar Al-Qur’an bagi santri di TPQ Miftahul Afkar?. Maka dilakukan penelitian di TPQ Miftahul Afkar Clekatakan Pemalang dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memeriksa keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi sumber kemudian data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di TPQ Miftahul Afkar mencakup tiga pendekatan utama, yaitu strategi pengorganisasian kelas secara klasikal dan individual, strategi pembelajaran dengan cara pembiasaan, sorogan dan baca tulis, serta strategi penilaian melalui tiga tahap yaitu evaluasi harian, evaluasi kenaikan jilid, dan evaluasi kelulusan, dimana strategi tersebut didukung dengan pengembangan kompetensi guru melalui kegiatan Lembaga Pendidikan Dewasa (LPD) yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis, meliputi: Pengembangan kompetensi profesional, pengembangan kompetensi pedagogik dan pengembangan kompetensi kepribadian (2) Dampak strategi terhadap prestasi belajar Al-Qur’an bagi santri di TPQ Miftahul Afkar terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi belajar Al-Qur’an santri, terlihat dari capaian nilai belajar santri yang dominan menunjukkan hasil memuaskan, baik dalam buku prestasi harian maupun pada tahap evaluasi akhir (Imtihan Akhir Santri/Imtas)
Peran pembimbing kemasyarakatan dalam resosialisasi klien narapidana anak : studi kasus Bapas Kelas 1 Semarang
Skripsi ini berjudul “Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Resosialisasi Klien Narapidana Anak (Studi Kasus Bapas Kelas I Semarang)”. Ditulis oleh Ainin Tusamma Salsabila, NIM 2101016040. Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.
Anak yang terlibat tindak pidana akan diproses melalui sistem peradilan yang dapat mengarah pada penjatuhan pidana dan penetapan status sebagai narapidana. Pasca menjalani masa pemidanaan, klien narapidana anak kembali ke masyarakat dan menghadapi tantangan untuk kembali di lingkungan sosial dan berperilaku sesuai dengan norma masyarakat. Resosialisasi menjadi hal yang krusial supaya anak-anak tersebut mampu berubah dan terhindar dari tindakan kenakalan serupa. Pembimbing kemasyarakatan dalam proses resosialisasi berperan sebagai pendamping agar narapidana anak mampu membangun kembali kehidupannya dengan keadaan yang lebih baik. Narapidana berintegrasi ke masyarakat untuk mengembalikan hubungannya dengan masyarakat termasuk korban kejahatan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pembimbing kemasyarakatan dalam resosialisasi bagi klien narapidana anak di Bapas Kelas I Semarang. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk mengamati peran pembimbing kemasyarakatan dalam proses resosialisasi klien narapidana anak di Bapas Kelas I Semarang. Sumber dataterdii dari data primer yang terdiri dari 3 pembimbing kemasyarakatan, 3 klien narapidana anak dan 2 penjamin klien, sedangkan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal internet dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun uji kebasahan data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis penelitian ini menggunakan data reduction, data display, dan verifikasi.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam Resosialisasi dapat dilihat ketika menjalani tahapan resosialisasi sehingga tercapai tujuan resosialisasi. tahap awal pembimbing kemasyarakatan berperan sebagai fasilitator yang memberi bimbingan administratif, motivator membantu klien menyusun rencana hidup kedepannya, dan mediator yang membangun komunikasi dengan masyarakat agar klien dapat diterima baik dilingkungannya. Tahap lanjutan pembimbing kemasyarakatan berperan sebagai konselor yang membantu klien dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi klien, sebagai public educator yang membantu klien mengatasi hambatan psikologis, sosial, serta merancang masa depan yang lebih baik dan realistis. Terakhir tahap pengakhiran Pembimbing kemasyarakatan, berperan sebagai fasilitator yang bekerja sama dengan berbagai lembaga untuk membuka akses yang bagi karir klien, pembimbing kemasyarakatan juga sebagai mediator antara klien, keluarga dan masyarakat untuk memastkan dukungan sosial yang berkelanjutan setelah masa pengakhiran
Analisis nilai sabar dalam film Ranah 3 Warna
Dalam konteks dakwah Islam, film dapat menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai keislaman secara luas dan menarik. Film mampu memadukan unsur visual, naratif, dan emosional untuk menyampaikan nilai penting tentang pesan moral dan spiritual kepada penonton dari berbagai latar belakang. Salah satu nilai penting dalam Islam yang dapat disampaikan melalui film adalah kesabaran (ṣabr). Kesabaran merupakan sikap mental yang kuat dalam menghadapi ujian, cobaan, atau kesulitan, dan sangat dianjurkan dalam Al-Qur'an maupun hadis. Contohnya dapat dilihat dalam film Ranah 3 Warna, yang menggambarkan perjuangan tokoh utama, Alif, dalam menghadapi berbagai rintangan untuk meraih cita-citanya. Skripsi ini berjudul “Analisis Nilai Sabar Dalam Film Ranah 3 Warna.”
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna kesabaran dalam sebuah film Ranah 3 Warna. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, di mana hasil yang diperoleh berdasarkan pendekatan deskriptif. Adapun teori yang diterapkan dalam penelitian ini adalah teori semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Pierce, yang digunakan untuk menganalisis dan memahami makna kesabaran secara lebih mendalam dalam sebuah film.
Pada setiap adegan dalam sebuah film Ranah 3 Warna mengandung makna atau tanda kesabaran yang ditunjukan di setiap adegannya. Dengan demikian, peneliti dapat menganalisis film tersebut secara lebih mendalam mengenai pesan tentang kesabaran dengan menggunakan teori semiotika Pierce. Pendekatan semiotika Peirce digunakan untuk menggali tanda-tanda (signs), yang ada dalam film dan untuk memahami bagaimana nilai sabar disampaikan melalui tiga jenis tanda yang diusulkan oleh Peirce, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Data penelitian dikumpulkan melalui pemutaran film secara keseluruhan, dengan fokus pada adegan-adegan yang menggambarkan aspek sabar dalam kehidupan karakter utama.
Hasil penelitian ini kemudian menyimpulkan bahwa sebuah film Ranah 3 warna memberikan gambaran tentang makna sabar yang didapat dari tanda-tanda yang bermunculan dalam film yaitu: Luka yang menjadi tanda perjuangan Alif Fikri untuk bertahan hidup, Kertas yang menjadi prinsip Alif Fikri dalam menjalani kesabaran, Sepatu sebagai tanda makna kesetiaan kesabaran, Koran sebagai tanda kesabaran Alif Fikri tidak pasif, Sapi sebagai tanda kunci dari buah kesabaran, Kertas sebagai tanda hasil dari kesabaran, dan Medali sebagai penghargaan atas keberhasilan Alif Fikri. Dengan adanya tanda-tanda tersebut maka gambaran proses makna kesabaran tercipta sehingga film tersebut mampu memberi representasi mengenai makna sabar. Melalui analisis semiotika Peirce, penelitian ini juga menemukan bahwa nilai sabar dalam film ini tidak hanya berfungsi sebagai nilai pribadi, tetapi juga berfungsi sebagai simbol sosial yang dapat mempengaruhi penonton dalam menjalani kehidupan sehari-hari
Model public relations dalam meningkatkan kepercayaan publik di LAZISMU Kota Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model public relations (PR) dalam meningkatkan kepercayaan publik di LAZISMU Kota Semarang. Sebagai lembaga filantropi pengelola zakat, infak, dan sedekah, kepercayaan publik menjadi kunci kelancaran program sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi lembaga ini membangun dan mempertahankan kepercayaan publik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengurus LAZISMU, observasi terhadap kegiatan komunikasi yang dilaksanakan, serta analisis dokumen terkait seperti laporan tahunan, informasi yang disebarkan melalui media sosial, dan materi promosi lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LAZISMU menerapkan beberapa model PR. Model press agentry/publicity digunakan dalam publikasi kegiatan melalui media sosial untuk membentuk citra positif. Model public information tampak dalam penyebaran infografis melalui media sosial khususnya instagram. Model two-way symmetric digunakan secara terbatas, misalnya melalui interaksi langsung dalam kegiatan tertentu. Adapun model yang paling dominan dan berdampak adalah two-way asymmetric, yang terlihat dalam kegiatan seperti exclusive gathering bagi muzaki. Dalam model ini, LAZISMU menyampaikan pesan yang terarah untuk memengaruhi persepsi publik, namun tetap membuka ruang bagi umpan balik sebagai bahan evaluasi program. Penerapan indikator kepercayaan publik juga menjadi bagian penting dari strategi komunikasi LAZISMU. Integritas ditunjukkan melalui perolehan penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari tahun 2020–2023. Transparansi diwujudkan dalam keterbukaan laporan keuangan dan kegiatan secara rutin. Akuntabilitas terlihat dari tanggung jawab pelaksanaan program berupa dokumentasi setiap kegiatan. Keterlibatan sosial tercermin dalam pelaksanaan program yang melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, seperti kolaborasi dengan Telkomsel dan BEM Polines dalam kegiatan sosial. Kompetensi ditunjukkan melalui kemampuan adaptasi dan peningkatan kualitas SDM, termasuk penyesuaian profesionalisme tim amil saat terjadi rotasi posisi. Sementara itu, hingga saat ini LAZISMU belum menghadapi krisis serius seperti laporan penyelewengan dana, sehingga respons terhadap krisis belum dapat terlihat secara menyeluruh. Secara keseluruhan, penerapan model two-way asymmetric yang dikombinasikan dengan penguatan enam indikator kepercayaan publik secara konsisten terbukti efektif dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap LAZISMU Kota Semarang
Pesan akhlak terhadap sesama (hablumminannas) dalam series Upin & Ipin “Bahagia Suasana Raya” tahun 2024
Fenomena rusaknya hubungan antar sesama di masyarakat Indonesia terus terjadi, baik dalam ruang lingkup keluarga, pendidikan, maupun masyarakat luas. Berbagai kasus seperti kekerasan dalam keluarga, penganiayaan guru dan siswa, hingga konflik antartetangga, dan tawuran remaja menunjukkan menurunnya kualitas akhlak, khususnya dalam aspek hubungan antar sesama (hablumminannas). Dalam Islam, hablumminannas merupakan bagian penting dari ajaran akhlak yang harus dijaga setiap muslim. Salah satu media yang dapat menjadi sarana penyampaian pesan akhlak adalah film animasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan akhlak terhadap sesama (hablumminannas) dalam film series Upin dan Ipin episode “Bahagia Suasana Raya” yang ditayangkan pada channel YouTube Upin & Ipin pada 21 April 2024.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis tekstual Alan McKee. Data diperoleh melalui dokumentasi video dan dianalisis menggunakan teknik interpretatif berdasarkan kategori nilai-nilai hablumminannas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Film Animasi Upin dan Ipin episode “Bahagia Suasana Raya” mengandung berbagai pesan akhlak terhadap sesama, terutama dalam konteks kehidupan bermasyarakat dan kekeluargaan. Nilai-nilai tersebut dikemas secara menarik dan mudah dipahami oleh penonton dari berbagai usia.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film series animasi Upin dan Ipin mampu menyampaikan pesan akhlak terhadap sesama (hablumminannas) yakni pesan berbagi, pesan peduli, pesan persaudaraan, pesan sabar, pesan ikhlas, pesan disiplin, dan pesan tanggung jawab. Pesan akhlak yang disampaikan secara visual dan naratif mampu memberikan dampak positif dalam membentuk karakter masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
ABSTRACT:
The phenomenon of deteriorating interpersonal relationships continues to occur in Indonesian society, both within families, educational settings, and the broader community. Various cases such as domestic violence, abuse involving teachers and students, neighborhood conflicts, and youth brawls reflect a decline in moral values, particularly in the aspect of human relations (hablumminannas). In Islam, hablumminannas is an essential part of moral teachings that every Muslim must uphold. One medium that can serve as a channel for conveying moral messages is animated film. This study aims to analyze messages related to interpersonal ethics (hablumminannas) in the animated series Upin & Ipin, specifically in the episode "Bahagia Suasana Raya," which was broadcast on the Upin & Ipin YouTube channel on April 21, 2024.
This research employs a qualitative descriptive method with Alan McKee’s textual analysis approach. Data were obtained through video documentation and analyzed using interpretative techniques based on the values of hablumminannas. The findings reveal that the Upin & Ipin episode “Bahagia Suasana Raya” contains various moral messages related to interpersonal relationships, particularly within social and family life contexts. These values are presented in an engaging and easily comprehensible manner for viewers of all ages.
In conclusion, the Upin & Ipin animated series is able to convey a messages related to interpersonal ethics (hablumminannas), including messages of sharing, compassion, brotherhood, patience, sincerity, discipline, and responsibility. The visual and narrative delivery of these moral values has the potential to positively influence character development in society, particularly among children and adolescents
Pengembangan soft skill mahasiswa melalui program praktik pengalaman profesi di embarkasi donohudan (studi kasus mahasiswa MHU angkatan 2021 UIN Walisongo
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara spesifik kontribusi Program Praktik Pengalaman Profesi (PPP) di Embarkasi Donohudan terhadap pengembangan soft skill mahasiswa Prodi Manajemen Haji dan Umrah (MHU) angkatan 2021 UIN Walisongo. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dimensi soft skill yang berkembang serta faktor pendukung yang mendorong pertumbuhan keterampilan tersebut dalam konteks kerja riil pelayanan ibadah haji.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa MHU peserta PPP tahun 2023, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Validitas data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik analisis interaktif model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal, kerja sama tim, kepemimpinan, serta pemecahan masalah merupakan soft skill dominan yang berkembang selama PPP. Peningkatan keterampilan ini terjadi melalui pelibatan aktif mahasiswa dalam tugas-tugas operasional seperti pelayanan jamaah, koordinasi antar petugas, serta pengambilan keputusan dalam situasi mendesak. Temuan ini diperkuat oleh kutipan verbatim dari responden yang menunjukkan pengalaman transformasional dalam aspek profesionalitas dan kedewasaan kerja.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa PPP di Embarkasi Donohudan secara nyata berkontribusi terhadap penguatan soft skill mahasiswa melalui pendekatan experiential learning. Oleh karena itu, institusi pendidikan disarankan untuk menyempurnakan program dengan pembekalan pra-PPP yang terstruktur dan evaluasi berkelanjutan terhadap capaian keterampilan mahasiswa