26964 research outputs found
Sort by
Diskresi tembak di tempat dalam perspektif hukum pidana Islam
Polisi mempunyai kewenangan untuk memilih antara bertindak atau tidak bertindak menurut penilaiannya sendiri yang didasarkan pada hati Nurani dan kebijaksanaan polisi sendiri. Kewenangan ini disebut dengan kewenangan diskresi. Pelaksanaan diskresi tembak di tempat merupakan masalah yang tak kunjung selesai sampai sekarang karena dalam pelaksanaannya seringkali menyebabkan jatuhnya korban baik itu luka-luka maupun korban jiwa. Maka dari itu, dari latar belakang tersebut maka rumusan permasalahannya sebagai berikut: 1. Bagaimana aturan diskresi tembak di tempat dalam perundang-undangan di Indonesia, 2. Bagaimana diskresi tembak di tempat dalam perspektif hukum pidana Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian Yuridis normatif yang menggunakan dua tipe pendekatan yakni pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer seperti Perundang-undangan, Al-qur’an, dan Hadits. Bahan hukum sekunder seperti buku-buku literatur ilmu hukum dan tulisan-tulisan hukum yang relevan dengan isu hukum juga diperlukan. Selain itu juga dibutuhkan bahan hukum tersier seperti kamus hukum, ensiklopedia, serta kamus bahasa indonesia.
Hasil dari penelitian ini menurut hukum islam adalah bahwasanya diskresi tembak di tempat diperbolehkan dalam keadaan darurat untuk melindungi nyawa baik diri sendiri maupun orang lain asalkan dengan penggunaan prosedur yang benar. Apabila polisi tidak menggunakan prosedur dengan benar maka hal tersebut merupakan pelanggaran hukum yang disebut dengan qatlu al-khat}a> (kealpaan). Hukuman bagi pelaku qatlu al-khat}a> ada dua pilihan yang akan ditetapkan oleh keluarga korban. Pilihannya yakni antara membayar diyat atau membayar kafarat (memerdekakan budak atau puasa dua bulan berturut-turut). Menurut kesepakatan fuqaha, hukuman ta’zir dapat dijatuhkan untuk pengganti hukuman diyat apabila dimaafkan. Maka dari itu, denda yang ditetapkan oleh hukum pidana cocok dengan hukuman diyat dalam hukum pidana isla
Perhitungan awal bulan kamariyah berdasarkan ilmu falak dan tarekat Syattariyah
Tarekat Syattariyah menggunakan hisab dan juga rukyah. Metode hisab menggunakan takwim dengan bilangan kamsiyah. Bilangan ini muncul ketika Rasulullah sedang isra’ dan mi’raj. Pada saat di Sijratul Muntaha Rasulullah melihat bilangan tahun dan bulan. Hal ini merupakan salah satu bentuk keragaman dalam penetapan awal bulan kamariah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan metode library research. Data primer dalam penelitian ini diperoleh dari salinan kitab Mizan al-Qurub yang menjadi rujukan dalam perhitungan awal bulan Syattariyah. Hasil dari penelitian ini sebagai berikut: Pertama, tarekat Syattariyah dalam menetapkan awal bulan menggunakan metode hisab Taqwim Khamsiyah yang berpedoman kepada beberapa kitab Mizan al-Qurub. Hisab Taqwim Khamsiyah dalam menentukan awal bulan kamariah perhitungannya dimulai dari hari Kamis. Alasan menggunakan hisab Taqwim Khamsiyah karena hilal sering terlihat di hari Kamis dibandingkan hari yang lainnya. Kedua, Metode yang digunakan Tarekat Syattariyyah dari penetapan pemerintah kurang akurat jika dipergunakan dalam penentuan awal bulan kamariah. Lebih sering terlambat daripada metode Ephemeris. Hanya beberapa hari saja yang memiliki keseragaman pada kriteria MABIMS maupun Neo MABIMS. Beberapa perbedaan ditemukan sebagai berikut: (1) mengenai metode hisab, menurut Slamet Hambali dan Thomas Djamaluddin hisab takwim ini termasuk ke dalam hisab ‘urfi. (2) dalam menempuh perhitungan hisab takwim menggunakan data-data yang bisa digunakan sepanjang masa. Ketiga, hisab yang dihasilkan dari dua metode berbeda ini menghasilkan hasil yang berbeda pula. Hisab takwim tidak menentukan posisi hilal, namun menghitung kapan jatuhnya awal bulan dengan perhitungan sederhana tanpa merujuk data astronomis
Tinjauan hukum positif dan hukum pidana Islam terhadap tindak pidana pembiaran terjadinya pembalakan liar : studi Putusan Nomor 124/Pid.B/LH/2023/PN Btg
Pembalakan liar merupakan masalah serius yang memerlukan penanganan hukum yang tegas. Baik dalam hukum positif maupun hukum pidana Islam, pembiaran terhadap pembalakan liar adalah pelanggaran yang harus dikenai sanksi. Kasus Putusan Nomor 124/Pid.B/LH/2023/PN Btg memberikan contoh konkret bagaimana kedua sistem hukum dapat diterapkan untuk menangani pembiaran terhadap aktivitas pembalakan liar, dan menekankan pentingnya kerjasama antara hukum positif dan hukum pidana Islam dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian normatif (penelitian doktrinal) yang disebut juga sebagai penelitian kepustakaan. Penelitian yang ditujukan hanya mengkaji peraturan-perundangan berupa bahan-bahan primer dan sekunder.
Tinjauan Hukum Positif tentang Pertimbangan hakim dalam putusan Nomor 124/Pid.B/LH/2023/PN Batang terdiri dari pertimbangan yuridis dan non yuridis, dalam hal ini hakim mengkatagorikan perbuatan dengan perbuatan tersebut sebagai tindak pidana pembiaran terjadinya pembalakan liar dan tidak menjalankan tindakan sesuai kewenangannya. Sedangkan menurut Tinjauan Hukum Pidana Islam dalam putusan Nomor Nomor 124/Pid.B/LH/2023/PN Batang, termasuk katagori perbuatan membuat kerusakan dibumi terdapat dalam AlQur’an Surat Al-Aʿrāf ayat 56. Dalam hukum pidana Islam, dikatagorikan menjadi jarīmah taʿzīr. Seorang pemimpin harus dapat melakukan amar ma’ruf nahi munkar akan termasuk golongan yang beruntung. Namun sebaliknya jika pribadi atau pemimpin tidak bisa menjankan maka termasuk orang orang-orang orang yang mungkar
Analisis kemampuan berfikir kritis dalam penyelesaian soal cerita aljabar ditinjau dari minat belajar siswa kelas VII D SMP N 31 Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII D SMP N 31 Semarang dalam penyelesaian soal cerita aljabar ditinjau dari minat belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ada 6 orang siswa kelas VII yang sudah mendapatkan materi aljabar dan sudah digolongkan ke dalam kelompok minat belajar yakni rendah, sedang dan tinggi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Instrumen yang digunakan adalah angket, soal tes dan wawancara. Proses analisis data pada penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan deskripsi hasil analisis pada penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa secara Subjek MT1, MT2, MS2, MR1 dan MR2 memiliki kemampuan berpikir kritis
katagori sedang sedangkan untuk Subjek MS1 katagori rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan semua subjek dikatagorikan memiliki kemampuan berpikir kritis tingkat sedang dilihat dari minat tinggi, sedang maupun rendah. Indikator interprestasi menjadi indikator yang paling dikuasai, hal tersebut bisa dikarenakan siswa terbiasa dalam membuat keterangan sebelum mengerjakan soal. Pada indikator analisis, sebagian besar siswa sudah bisa dalam membuat pemodelan untuk soal. Pada indikator evaluasi dan inferensi, sebagian besar subjek merasa kesulitan pada tahap ini, kesalahan pengerjaan terjadi ketika subjek tidak bisa menggunakan pemodelan yang sudah dibuat untuk tahap perhitungan (evaluasi) dan masih salah ketika membuat kesimpulan bahkan ada yang tidak membuat kesimpulan pada akhir jawaban
Pengembangan buku ajar kimia berbasis greenpreneurship untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kreatif peserta didik dan pembelajaran kimia tidak dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga dibutuhkan buku ajar yang dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dengan menghubungkan materi kimia dalam kehidupan sehari-hari. Buku ajar kimia berbasis greenpreneurship adalah buku ajar yang menghubungkan mata pelajaran kimia dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, efektivitas peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik, dan respon dari peserta didik. Penelitian dilakukan di SMA N 1 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah angket kebutuhan peserta didik, lembar wawancara guru, lembar validasi ahli materi dan media, lembar validasi ahli soal, soal pre-test dan post-test, angket respon peserta didik, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan rumus Aiken’s pada validasi ahli materi dan media. Hasil validasi buku ajar memperoleh nilai sebesar 0,925 dengan kategori valid yang artinya layak untuk digunakan. Uji efektifitas peningkatan keterampilan berpikir kreatif menggunakan uji-t untuk mengukur keterampilan berpikir kreatif dengan nilai sig (2-tailed) yaitu 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan buku ajar kimia berbasis greenpreneurship. Hasil uji N-gain sebesar
0,71 masuk dalam kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa buku ajar kimia berbasis greenpreneurship efektif dalam peningkatan keterampilan berpikir kreatif peserta didik. Hasil respon peserta didik memperoleh kategori sangat baik dengan skor 93,47 dan kepraktisan buku ajar sebesar 92,74% dengan kategori sangat praktis
Konsep tawakkal sebagai strategi koping kecemasan menurut Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin
Kehidupan seseorang tidak pernah luput sedikitpun dari permasalahan hidup dan bisa menyebabkan kecemasan. Namun cemas yang berlebihan apalagi yang sudah menjadi gangguan akan menghambat fungsi seseorang dalam kehidupan nya. Didalam pandangan Islam terdapat istilah tawakkal dimana tawakkal tersebut dapat membantu mengatasi ketakutan dan kecemasan yang muncul dalam hidup. Tawakkal kepada Allah dapat mendukung dalam mengatasi ketakutan dan kecemasan yang timbul dalam kehidupan manusia. Atas fenomena tersebut guna mencari jawaban tentang bagaimana konsep tawakkal menurut Imam Al-ghazali dapat menjadi strategi Koping pada kecemasan. Penelitian ini bersifat literatur, termasuk pada jenis penelitian pustaka (library research). Sumber data dari penelitian ini yakni berasal dari kitab Ihya Ulumiddin karya Imam Al-ghazali khusunya dalam bab yang membahas tauhid dan tawakal. Berdasarkan hasil penelitian bahwa konsep Tawakkal menurut Imam al-Ghazali ada dua yaitu: Tawakkal dapat teratur dengan ilmu yang menjadi dasar pokok dan pintu-pintu tawakkal adalah iman yang paling utama adalah tauhid. Strategi koping dalam mengatasi kecemasan menurut Imam Al-ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan pengetahuan atau dengan cara meningkatkan ilmu pengetahuan tentang Allah dan Tingkah laku, Hal itu dibagi menjadi tiga yakni: tindakan yang didasarkan pada keyakinan yang pasti (maqtu') atau perkiraan yang kuat (madnun) cenderung lebih menenangkan dan mengurangi kecemasan dibandingkan dengan tindakan yang didasarkan pada angan-angan atau dugaan lemah (za'mu)
Telaah ayat-ayat kauniyyah dalam relasi agama dan sains : studi kitab Tafsir Salman ITB
Agama dan sains merupakan dua hal yang berbeda namun tetap menjadi satu bagian yang utuh bagi keberlangsungan hidup manusia. Agama sebagai sumber hidup manusia dalam tingkah laku kesehariannya, sedangkan sains merupakan hasil pemikiran yang berfungsi untuk keberlangsungan hidupnya. Dengan kemunculan Tafsir Salman ITB ini menambah wawasan kita terhadap suatu pemikiran tafsir dalam ruang lingkup sains. Hal ini juga membuat suatu ilmu tafsir menjadi sangat menarik untuk dikaji maupun diteliti terlepas dari background kampus umum tetapi dapat menghasilkan suatu karya dalam bidang agama terkhusus keilmuan dalam bidang tafsir al-quran.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dan menggunakan referensi dari kepustakaan (library research). Sumber kajian utama berupa sumber primer yakni Tafsir Salman ITB Juz 30, sedangkan data sekunder berupa kitab-kitab tafsir lain serta beberapa buku, jurnal, artikel dan referensi lain yang mendukung penulisan skripsi ini.
Hasil penelitan ditemukan bahwasanya terdapat relasi antara agama dan sains dalam ayat-ayat Allah dalam Tafsir Salman ITB Juz 30 yang ditemukan oleh penulis yang relevan dengan pemikiran Jhon F Haught bahwasanya agama dan sains merupakan dua hal yang berbeda namun saling melengkapi. Allah telah menunjukkan kebesaran dan kekuasaannya kepada manusia dari ayat-ayat-Nya dan senantiasa memerintahkan manusia untuk berfikir, memahami dan mengkaji apa yang telah diturunkan oleh-Nya
Tradisi pembacaan Surah Yasin Faḍilah : studi living Qur’an di Dusun Kerep Desa Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pembacaan Surah Yasin Fadilah, makna dari pembacaan tersebut, dan bagaimana latar belakang masyarakat dalam tradisi yang mereka laksanakan. Al-Qur’an Berdasarkan pengamatan penulis, Terutama umat Islam, sangat menghormati dan memperhatikan kitab suci mereka. Fenomena ini mencerminkan konsep “Living Qur’an” atau “Qur'an in everyday life”, di mana makna dan fungsi Al-Qur’an dipahami dan dialami dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Muslim. Salah satu contohnya adalah di Dusun Kerep, di mana Tradisi Pembacaan Surah Yasin Faḍilah di Dusun Kerep Desa Tegalsari Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali dilakukan sebagai sarana untuk berdoa. Pembacaan Surah Yasin Faḍilah di Dusun Kerep diawali oleh Kyai Nur Salim pada tahun 2016. Pembacaan Surah Yasin Faḍilah dibaca pada saat malam Jum’at setelah sholat maghrib di Mushola An-Nur. Kegiatan pembacaan Surah Yasin diawali dengan do’a pembacaan Surah Yasin Faḍilah dan dilanjutkan dengan do’a penutup. Sumber data penelitian ini mencakup tokoh agama, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif-eksplanatif. Pemaknaan pembacaan Surah Yasin Fadilah berdasarkan teori sosiologi Karl Mannheim memiliki tiga makna yaitu makna objektif sebagai cara seseorang memaknai sesuatu secara pribadi. Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan seseorang untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, lalu makna ekspresif dimana makna tersebut di rasakan yang menimbulkan perasaan dekat dengan Allah, ketentraman dan bahagia karena ada rasa dilindungi oleh Allah, rasa bergetar ketika mendengarkan ayat-ayat al-Qur’an. Ketiga makna documenter disini dimaknai sebagai yang tersirat atau tersembunyi. Merasakan ketenangan dan kedamaian dalam menjalani kehidupannya meskipun sedang dalam keadaan sulit atau memiliki hutang sekalipun
Efektivitas model discovery learning berbantuan laboratorium virtual dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada materi kesetimbangan kimia
Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang mengarahkan peserta didik berpikir analitik dalam mengambil suatu keputusan untuk mencapai sebuah tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran discovery learning berbantuan laboratorium virtual dalam meningkatkan kemampuan kemampuan pemecahan masalah peserta didik pada pembelajaran kesetimangan kimia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen menggunakan pretest posttest control group design, dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning berbantuan laboratorium virtual efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada materi kesetimbangan kimia di SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu. Hal ini dibuktikan dengan hasil independent sample t-test. Hasil uji t menyatakan bahwa nilai sig 2-tailed sebesar 0,00. Nilai signifikan tersebut yang dihasilkan kurang dari 0,05 yang artinya adanya perbedaan hasil belajar. Keefektifan peningkatan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dapat diketahui dari hasil perhitungan N-gain. Hasil perhitungan N gain kelas eksperimen (0,8315) lebih besar dari pada kelas kontrol (0,6660)
Tradisi pembacaan Al-Qur’an dalam praktik wirid Hizib Ghazali : studi living Qur’an di Pondok Pesantren Putri Syafa’atul Qur’an Mijen, Demak
Fenomena Al-qur’an yang terjadi di masyarakat sosial hal ini, tertuju pada digunakannya ayat-ayat Al-qur’an sebagai do’a, ratib, ataupun dzikir. Pengertian dzikir sendiri mempunyai arti perbuatan dengan lisan (menyebut, menutur, mengatakan) dan dengan hati (mengingat dan menyebut). Bagi umat muslim pembersih dan penenang jiwa yaitu Dzikrullah. Selanjutnya penelitian ini dilakukan guna menjawab serta mengetahui lebih dalam tentang bagaimana praktik pembacaan dan pemaknaan ayat-ayat Al-Qur’an yang terdapat pada mujahadah di Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Mijen, Demak. Jenis penelitian yang dilakukan penulis merupakan jenis penelitian lapangan (field research) yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pendekatan ini digunakan oleh penulis untuk mengetahui secara mendalam tentang pandangan para santri dan pemaknaan dari pengurus dan pengasuh dalam mengamalkan dan mengikuti praktik pembacaan Ayat-ayat pilihan dalam tradisi Dzikir Hizib Ghazali. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan penulis menemukan hasil pertama bahwa setiap rutinitas zikir atau mujahadah di pondok pesantren di berbagai daerah memiliki pola bacaan yang berbeda-beda, termasuk tradisi mujahadah zikir Ghazali di Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an, Mijen, Demak. Pola pembacaan Ghazali tergantung dari sumber ijazah Rātib tersebut. Kedua Dari analisis pemaknaan tradisi hizib Ghazali di pondok pesantren Syafa’atul Qur’an berdasarkan teori resepsi fungsional terlihat dari pembacaan dzikir Hizib Ghazali dipakai sebagai upaya untuk Melatih kefokusan dan konsentrasi, Meningkatkan spiritualitas dan rasa syukur, Mendekatkan diri kepada Allah dan Bentuk usaha untuk meraih kesuksesan terutama di akhirat