26964 research outputs found
Sort by
Resiliensi dalam kisah Nabi Zakaria : studi tafsir tematis
Kehidupan di dunia yang dinamis dengan segala perubahan dan tantangan dapat berdampak signifikan terhadap ketahanan jiwa manusia. Stres, gangguan kecemasan, dan depresi seringkali muncul akibat lingkungan yang terus berubah dan peristiwa traumatik, terutama setelah pandemi COVID-19. Penelitian ini menyoroti isu terkait peningkatan kasus mental health yang banyak terjadi saat ini, serta stigma sosial yang masih menjadi masalah dalam penanganannya.
Resiliensi, sebagai kemampuan untuk mengatasi tantangan hidup, memegang peran penting dalam menjaga kesehatan mental manusia. Dalam konteks ini, Al-Qur'an menjadi sumber pedoman bagi umat Islam, kisah-kisah umat terdahulu dapat menjadi teladan bagi kehidupan generasi saat ini. Kisah Nabi Zakaria dalam Al-Qur’an menjadi salah satu contoh inspiratif tentang ketahanan jiwa dan keyakinan kepada Allah SWT. penulis menemukan kesenjangan pada pemaknaan resiliensi dalam kacamata psikologi barat dan psikologi islam. Tantangan yang dihadapi Nabi Zakaria sangat relevan dengan problematika yang dihadapi oleh generasi modern, yang mengacu pada aspek personal dan emosional.
Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik untuk menganalisis penafsiran ayat-ayat kisah Nabi Zakaria dalam Al-Qur’an, yang menjelaskan tentang respon Nabi Zakaria dalam menghadapi tantangan dan ketidakmungkinan dalam hidup. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai dan bentuk resiliensi kisah Nabi Zakaria meliputi nilai-nilai tawakkal, sabar, optimisme, dan ridho, yang tercermin dalam responnya terhadap kesulitan, serta kontekstualisasi resiliensi nabi zakaria dalam konteks kekinian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menunjang pengembangan diri individu dan memperkokoh resiliensi menghadapi tantangan modern
Tinjauan Hukum Islam terhadap cerai gugat pasca berlakunya SEMA RI Nomor 1 Tahun 2022 : studi putusan Pengadilan Agama Semarang Nomor 2119/Pdt.G/2023 dan Putusan Pengadilan Agama Semarang Nomor 2397/Pdt.G/2023
Skripsi ini di latar belakangi oleh permasalahan Putusan Nomor 2119/Pdt.G/2023/PA.Smg yang di dalam SEMA No.1 tahun 2022 berbunyi “perkara perceraian dengan alasan perselisihan terus menerus dapat dikabulkan jika terbukti suami/ istri berselisih dan bertengkar terus menerus atau telah berpisah tempat tinggal selama minimal pisah rumah 6 bulan”, tapi dalam putusan tersebut baru pisah 2 bulan dikabulkan oleh pihak Majelis Hakim. Putusan Nomor 2397/Pdt.G/2023/PA.Smg yaitu, dalam SEMA berbunyi “jika terbukti suami atau istri tidak melaksanakan kewajiban nafkah lahir dan atau batin setelah minimal 12 (dua belas) bulan” tapi dalam dalil gugatan Tergugat tidak pernah memberikan nafkah lahir kepada Penggugat sejak awal menikah, namun gugatan ini tidak dapat diterima oleh Majelis Hakim, sehingga penulis tertarik untuk meneliti masalah ini.
Dalam tulisan ini menjawab dasar pertimbangan hukum yang diterapkan oleh hakim terhadap Putusan Nomor 2119/Pdt.G/2023/PA.Smg dan Putusan Nomor 2397/Pdt.G/2023/PA.Smg pasca berlakunya SEMA No 1 Tahun 2022, yang ke dua menjawab bagaimana tinjauan Hukum Islam terhadap cerai gugat terhadap Putusan Nomor 2119/Pdt.G/2023/PA. Smg dan Putusan Nomor 2397/Pdt.G/2023/PA. Smg pasca berlakunya SEMA No 1 tahun 2022.
Metode penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, metode yuridis normatif mempertimbangkan dokumen hukum seperti undang-undang, peraturan, dan putusan pengadilan untuk memahami aturan yang berlaku dan bagaimana aturan tersebut dapat diterapkan dalam suatu situasi. Hasil dari penelitian ini adalah Dasar pertimbangan hakim dalam Putusan nomor 2119/Pdt.G/2023/PA.Smg Majelis hakim mengabulkan gugatan karena terbukti adanya KDRT, Majelis hakim juga berpendapat bahwa SEMA itu dapat disimpangi jika terbukti adanya KDRT. Dalam hukum Islam jika istri sudah tidak mampu bertahan lagi dengan perlakuan suaminya, maka istri berhak meminta untuk menceraikan suami. Menurut pendapat Imam Malik dan Mazhab Hambali memperbolehkan istri menuntut talak kepada hakim. Dasar pertimbangan Majelis Hakim dalam putusan nomor 2397/Pdt.G/2023/PA.Smg Majelis Hakim menimbang berdasarkan SEMA Nomor 1 tahun 2022, tidak dapat menerima gugatan dengan alasan karena Majelis Hakim menilai tidak diberi nafkah dihitung setelah pisah rumah. Dalam Hukum Islam terkait jangka waktu suami tidak melaksanakan kewajiban nafkah menurut fiqih 1 tahun dalam pendapat Imam Asy-Syafi’i
Gambaran kecerdasan spiritual pada remaja Desa Ngroto, Gubug, Grobogan
Desa ngroto merupakan salah satu contoh desa di Indonesia yang menawarkan konteks yang unik untuk memahami bagaimana kecerdasan spiritual berkembang dan bagaimana hal ini mempengaruhi kehidupan sehari- hari remaja. Desa Ngroto memiliki nilai sosial dan keagamaan yang kuat. Para remaja di Desa Ngroto terus menunjukkan semangat dan komitmen yang kuat dalam mempertahankan dan mengamalkan ajaran agama meskipun mereka hidup di era modern. Salah satu bukti nyata dari komitmen mereka adalah keterlibatan mereka secara aktif dalam aktivitas Jamaah Al Khidmah. Remaja- remaja ini tidak hanya terlibat dalam setiap kegiatan, tetapi mereka juga menunjukkan tingkat tanggung jawab yang tinggi. Mereka tidak hanya meningkatkan aspek spiritual mereka, tetapi juga memperoleh keterampilan moralitas, psikologis dan sosial yang sangat penting untuk kehidupan dalam kemasyarakatan.
metodologi penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, populasi kurang lebih 250 dan sampel diwakili 70 responden pengukuran sampel menggunakan rumus slovin. adapun objek penelitian ini yakni remaja lokal desa ngroto berusia 12 sampai 24 tahun, adapaun metode mengumpulan data peneliti menggunakan kuersioner, uji validitas dan uji reabilitas. sedangkan teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan uji deskriptif.
Hasil dari penelitian kecerdasan spiritual remaja di Desa Ngroto menunjukkan bahwa sebagian besar remaja memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang rendah hingga sedang. Dari 70 responden, 42.86% berada dalam kategori rendah, 37.14% berada dalam kategori sedang, 17.14% berada dalam kategori tinggi, dan hanya 2.86% berada dalam kategori sangat tinggi. Hasil ini
menunjukkan bahwa sebagian besar remaja di Desa Ngroto masih membutuhkan peningkatan lebih lanjut dalam hal kecerdasan spiritual. Studi ini menggunakan 36 item untuk mengukur kecerdasan spiritual. Hasil uji validitas menunjukkan bahwa 27 item benar, sementara 9 item tidak memenuhi kriteria validitas. Instrument ini memiliki konsistensi internal yang baik dan dapat diandalkan untuk mengukur kecerdasan spiritual, menurut uji reliabilitas dengan nilai Cronbach''s Alpha sebesar 0.759. Selain itu, data kecerdasan spiritual memiliki distribusi normal dengan nilai statistik 0.138 dan signifikansi 0,098 setelah uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Ini menunjukkan bahwa data tidak menyimpang secara signifikan dari distribusi normal. Sebagai hasil dari uji hipotesis, hipotesis nol (H0) ditolak, menunjukkan bahwa remaja Desa Ngroto memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang sama atau seragam. Sebaliknya, hipotesis alternatif (Ha) diterima, menunjukkan bahwa remaja Desa Ngroto memiliki tingkat kecerdasan spiritual yang beragam atau bervariasi.
Saran dari peneliti terhadap remaja desa Ngroto Untuk meningkatkan kecerdasan spiritual mereka, remaja Desa Ngroto perlu meningkatkan dan mengembangkan aktivitas keagamaan dan spiritual, seperti mengikuti jamaah toriqoh, dan kegiatan rohani lainnya. Selain itu, untuk mendukung perkembangan kecerdasan spiritual mereka, lingkungan sekolah dan masyarakat harus meningkatkan program pembinaan karakter yang terintegrasi dengan nilai-nilai spiritual (Transpersonal), personal dan interpersonal.
Sedangkan saran dari peneliti untuk peneliti selanjutnya yakni, Peneliti selanjutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai Menganalisis Faktor- faktor atau variable Tambahan seperti Lingkungan keluarga, dampak media sosial, dan keterlibatan dalam aktivitas sosial Masyaraka
Analisis epistemologi tafsir audiovisual Abdul Mustaqim pada channel Youtube LSQ TV
Penelitian ini merupakan kajian atas tafsir audiovisual di channel youtube LSQ TV yang disampaikan oleh Abdul Mustaqim. Kajian ini dilakukan karena dalam penyampaian tafsirnya, beliau menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami sehingga bagi orang yang tidak terlalu mendalami kajian tafsirpun akan mudah dalam mencerna apa yang disampaikan. Kajian tafsirnya juga relevan dan dapat diterapkan untuk menjadi solusi atas permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk meneliti aspek epistemologi tafsir di channel youtube LSQ TV oleh Abdul Mustaqim. Pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian ini ada dua, yaini terkait sumber, metode, dan validitas penafsiran Abdul Mustaqim, dan yang kedua terkait jenis epistemologi tafsir Abdul Mustaqim. Hal tersebut ditujukan guna untuk mengungkap pertanyaan-pertanyaan dasar tentang teori pengetahuan mengenai sebuah penafsiran. Pendekatan yang digunakan yaitu epistemologi dan etnografi virtual dengan model studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis isi atau content analysis. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini diambil dari video kajian tafsir yang disampaikan Abdul Mustaqim pada channel youtube LSQ TV. Sedangkan data sekunder diambil dari buku yang masih berkaitan dengan penelitian untuk meneliti tiga aspek tentang epistemologi tafsir yaitu sumber, metode, dan tolak ukur validitas. Penelitian menyatakan bahwa sumber yang digunakan Abdul Mustaqim dalam penafsirannya yaitu dari Al-Qur’an, hadis, pemikiran mufassir terdahulu, kaidah bahasa Arab, dan berdasarkan bidang keilmuan yang ditekuni Abdul Mustaqim yakni tafsir maqashidi. Adapun metode yang digunakan adalah metode tahli>li> dan maudu>’i. Penafsiran Abdul Mustaqim dianggap benar sesuai dengan tiga teori kebenaran menurut ilmu filsafat yakni teori koherensi, korespondensi, dan pragmatisme. Epistemologi Abdul Mustaqim termasuk pada masa reformatif bernalar kritis
Penciptaan hiperrealitas dalam iklan junk food di media massa : tinjauan pemikiran Simulakra Jean Baudrillard
Iklan junk food terdiri dari produk bermerek McDonald’s, Burger King, Kentucky Fried Chicken (KFC), Pizza Hut, Richeese Factory telah merebak dalam budaya konsumerisme dewasa ini membentuk realitas melalui tanda, citra dan kode yang membawanya. Fenomena realitas yang terjadi telah mengalami rangkaian proses simulasi dan simulakra yang menjadi representasi hiperrealitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penciptaan hiperrealitas dalam iklan junk food yang ditinjau dengan sudut pandang teori simulakra Jean Baudrillard serta peran media massa dalam menciptakan hiperrealitas dalam iklan junk food. Penelitian ini merupakan suatu jenis penelitian studi kepustakaan, dengan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pencarian sumber-sumber pustaka yang relevan. Sedangkan, analisis data menggunakan analisis deskriptif kemudian dilanjutkan dengan metode interpretasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Iklan junk food McDonald’s, Burger King, Kentucky Fried Chicken (KFC), Pizza Hut dan Richeese Factory telah menipu realitas yang sebenarnya dari nilai-nilai originalitas atau keaslian dengan realitas yang seharusnya. Hal ini disebabkan karena iklan junk food telah masuk ke dalam ruang publik dengan mengarahkan masyarakat terhanyut dalam aktivitas konsumsi atas representasi simulasi dan simulakra. Sehingga penciptaan hiperrealitas dalam iklan junk food melalui rangkaian fase simulasi dan simulakra yang dihasilkan melalui kompleksitas relasi antara tanda, citra serta kode-kode dimulai dari perkembangan; citra merupakan refleksi dari realitas (based on reality), citra memalsukan/menyembunyikan suatu realitas (reproduced endlessly), citra mengaburkan/menyembunyikan ketiadaan dari realitas (no real) dan citra sama sekali tidak berkaitan dengan realitas apapun, tatanan simulakra murni atau hiperrealitas (hyperreality). (2) Peran media massa dalam menciptakan hiperrealitas iklan junk food McDonald’s, Burger King, KFC, Pizza Hut dan Richeese Factory menyajikan citra, tanda dan simbol yang bersifat persuasif melalui fase yang diciptakan oleh media dan massa; strategi realitas dunia simulasi, realitas baru yang kelebihan informasi dan hiperrealitas yang merebak di mana-mana. Media massa membentuk pandangan dan persepsi masyarakat. Sehingga, realitas seringkali dipahami secara terbalik dengan menempatkan yang hiperrealitas dianggap sebagai kenyataan. Upaya menyikapi hiperrealitas dalam iklan junk food dengan cara mengembangkan kesadaran kritis secara individu dan kolektif dalam membedakan antara realitas dan representasi atas media, membebaskan diri dari ketergantungan dan pengejaran prestise, pengakuan sosial dan gaya hidup
Manusia dalam perspektif eksistensi Soren Kierkegaard dan Muhammad Iqbal : studi komparasi
Monica Lintang Arindi, Manusia dalam Perspektif Eksistensi Soren Kierkegaard dan Muhammad Iqbal: Studi Komparasi.
Skripsi ini merupakan penelitian tentang “Manusia dalam Perspektif Eksistensi Soren Kierkegaard dan Muhammad Iqbal: Studi Komparasi”. Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang memfokuskan keberadaan (Eksisten) individu pilihan dan tanggung jawab pribadi dalam meraih makna dan menghadapi realitas hidup. Ruang lingkup eksistensialisme fokusnya pada pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang eksistensi manusia, kebebasan, makna hidup, keterasingan dan hubungan antar individu dengan lingkungan dunia sekitarnya. Peneliti berusaha membandingkan pemikrian tokoh filosof Soren Kierkegaard dan Muhammad Iqbal yang menempatkan manusia sebagai titik tolak mencari kebenaran. Manusia sebagai makhluk yang berbeda dengan makhluk lain, yang keistimewaan manusia memiliki akal. Dengan Soren Kierkegaard sebagai tokoh eksitensialisme Barat dan Muhammad Iqbal sebagai tokoh eksistensialisme Timur. Kedua tokoh ini memiliki tradisi pemikiran yang berbeda dari segi tempat berasal maupun latar belakang kehidupannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui konsep eksistensialisme dari padangan Soren Kierkegaard dan Muhammad Iqbal serta mengetahui titik temu persamaan dan titik memisah perbedaannya diantara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka (library research) bersifat kualitatif dengan metode komparatif yang mempertemukan dua perspektif tokoh tentang eksistensialisme manusia. Hasil penelitian ini yaitu bahwa pandangan Soren Kierkegaard dan Muhamamad Iqbal memiliki kesamaan padangan teologis filsafat. Dimana keduanya merupakan tokoh eksistensialisme teistik, bahwa manusia memang bebas dan kebebasannya harus dibimbing oleh Tuhan. Keduanya memiliki ciri khas dan keunikan pemikiran masing-masing. Pandangan Kierkegaard terhadap eksistensi memiliki tiga tahap eksistensi estetika, etika, dan keagamaan. Dan pandangan Iqbal bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai wakil Tuhan (insan kamil) di bumi. Keberadaan manusia sebagai subjek untuk bertahan hidup yang memiliki kehendak bebas
Agama, perubahan sosial dan isu-isu masyarakat modern : tinjauan pemikiran Emile Durkheim
Bagi Emile Durkheim, peran agama dalam masyarakat dan bagaimana fungsinya berevolusi dalam konteks masyarakat modern. Menurutnya, bahwa agama adalah cerminan masyarakat itu sendiri; ia menciptakan solidaritas sosial yang mendasar dan menyediakan kerangka moral serta norma yang mengatur perilaku individu. Namun, menurut Durkheim, ia menyadari bahwa modernisasi dan sekularisasi membawa perubahan signifikan dalam peran agama. Di dalam kehidupan masyarakat modern yang semakin rasional dan ilmiah, fungsi agama sebagai pengikat sosial mulai melemah, menyebabkan peningkatan individualisme dan potensi disintegrasi sosial. Isu-isu seperti meningkatnya pluralisme agama, sekularisasi, dan relativisme moral menjadi tantangan yang perlu dihadapi dalam menjaga kohesi sosial. Oleh karena itu, masyarakat modern perlu menemukan cara-cara baru untuk menciptakan solidaritas dan nilai-nilai kolektif yang dapat mengimbangi peran tradisional agama. Penelitian ini memiliki dua tujuan: Pertama, mengetahui dan memahami fungsi agama, perubahan sosial dan isu-isu masyarakat modern. Kedua, mengetahui dan memahami konsep agama dan isu-isu masyarakat modern dalam perspektif Emile Durkheim. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode kepustaaan (library research) dengan kajian pemikiran tokoh. Pengumpulan data penelitian ini menggunkan tiga macam data yang terdiri dari sumber primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan, Pertama, Emile Durkheim membagi fungsi agama ada beberapa bagian yang mana, agama memberikan kohesi sosial untuk membantu menjaga solidaritas sosial, kontrol sosial dan kontrol dalam masyarakat, dan agama memberi makna dan tujuan untuk menjawab pertanyaan eksistensial apa pun. Ketika perubahan terjadi, maka akan mengakibatkan terjadinya pergeseran. Salah satu yang menjadi isu-isu masyarakat modern yaitu sekularisasi, pluralism, konflik agama dan ekstrimisme. Kedua, agama dipandang oleh Emile Durkheim sebagai sumber norma dalam masyarakat jadi setiap masyarakat memerlukan agama karena dapat membentuk moral setiap individu. Masyarakat modern mengalami penurunan dalam praktik keagamaan karena banyak orang yang menganggap kegiatan sehari-hari (profane) lebih penting dari pada kegiatan religius (sacred). Sakral dan profan mendewasakan pemikiran manusia yang sesat akal ketika berada pada alur beredarnya informasi menyangkut sentimen dan isu agama tampil di ruang publik
Penyitaan objek fidusia oleh debt collector secara paksa dan disertai ancaman menurut hukum pidana Islam
Tindakan modus operandi oleh debt collector dalam penyitaan objek jaminan fidusia, untuk menangani hutang macet, dalam proses penyitaannya banyak terjadi tindakan secara paksa disertai ancaman, dengan ditemukannya aduan dalam masyarakat. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana modus operandi dalam penyitaan objek jaminan fidusia oleh debt collector disertai paksaan dan ancaman dan menurut hukum pidana Islam.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriftif dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris, sehingga sumber data primer dalam penelitian ini adalah teori-teori yang memberikan penjelasan mengenai modus operandi oleh debt collector dan hasil wawancara dijadikan argumen pendukung sebagai penguat dalam penelitian ini. Dengan teknik ini peneliti memaparkan /mendeskripsikan sesuai dengan data yang didapat dari berbagai sumber.
Hasil penelitian menunjukan bahwa penyitaan yang dilakukan oleh debt collector dalam prosesnya sering melakukan penyitaan yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) terutama dalam ranah etika penyitaan, dengan melakukan pemberhentian secara paksa dan melakukan intimidasi atau ancaman, mengakibatkan debt collector dapat dikategorikan sebagai suatu perbuatan tindak pidana. Bentuk sanksi pidana debt collector yang melakukan penyitaan secara paksa disertai ancaman dapat dikenai beberapa pasal yaitu pasal 368 KUHP, pasal 369 KUHP, dan pasal 335 KUHP. Modus operandi yang dilakukan oleh debt collector dalam melakukan penyitaan secara paksa disertai ancaman, dalam hukum pidana islam dapat dikenai sebagai jarimah hirabah dengan bentuk sanksi yang jika diterapkan saat ini tidak relavan, maka sanksi hukumannya dapat dikategorikan kedalam jarimah ta’zir sehingga hukuman yang melakukan tindak pidana ini adalah ta’zir
Sistem pendukung keputusan pemilihan tempat wisata di Kota Semarang dengan metode weighted product berbasis website
Penentuan prioritas yang tepat penting dalam pengembangan destinasi wisata untuk menarik dan memenuhi harapan pengunjung. Penelitian ini mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis metode Weighted Product untuk membantu wisatawan memilih tempat wisata di Kota Semarang, dengan mempertimbangkan harga tiket, fasilitas, ulasan, jarak, dan waktu. Pengembangan perangkat lunak mengikuti Model Waterfall yang sistematis dari spesifikasi kebutuhan pengguna hingga konstruksi. Uji coba dengan metode Black-box equivalence partitions menunjukkan akurasi 100% dalam merekomendasikan destinasi sesuai preferensi pengguna. Pengujian System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor 73,50, mengindikasikan tingkat acceptability "Dapat Diterima" dan kategori "Good" pada skala adjektif, meskipun berada pada grade scale "C". Sistem ini memadai dan fungsional, mendukung pengembangan pariwisata Kota Semarang dengan membantu wisatawan memilih destinasi sesuai preferensi mereka. Peningkatan sistem di masa depan akan mempertimbangkan masukan pengguna untuk meningkatkan kegunaan dan fungsionalitas, memberikan rekomendasi yang lebih akurat dan relevan
Efektivitas model pembelajaran kolaboratif tipe murder terhadap minat belajar dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi peluang kelas X
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minat belajar siswa kelas X MAN 1 Jepara yang tergolong rendah. Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal dalam bentuk cerita dan cenderung menggunakan aplikasi Qanda dan Brainly ketika ada PR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kolaboratif tipe Mood, Understand, Recall, Digest, Expand and Review (MURDER) terhadap minat belajar dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi peluang kelas X MAN 1 Jepara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design tipe Non-Equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan diperoleh kelas X-E2 sebagai kelas control dan kelas X-E3 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kolaboratif tipe Mood, Understand, Recall, Digest, Expand and Review (MURDER) cukup efektif terhadap minat belajar siswa dengan menggunakan uji Paired t-test dengan taraf signifikansi 5% diperoleh μ_1=56 dan μ_2=40 sehingga μ_1>μ_2 maka H_0 ditolak, artinya terdapat perbedaan rata-rata minat belajar siswa kelas eksperimen sebelum dan sesudah perlakuan. Ditambah dengan hasil N-Gain yaitu sebesar 57,5% dengan N-Gain Score sebesar 0,5775 artinya dalam kategori sedang. Model pembelajaran kolaboratif tipe Mood, Understand, Recall, Digest, Expand and Review (MURDER) juga efektif terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan menggunakan uji Independent t-test diperoleh μ_1=55,11 dan μ_2=47,78 sehingga μ_1>μ_2 maka H_0 ditolak, artinya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol