26964 research outputs found
Sort by
Eksplorasi zona intrusi air laut menggunakan metode resistivitas konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo
Penelitian dilaksanakan untuk mengidentifikasi zona intrusi air laut menggunakan metode geolistrik resistivitas konfigurasi Schlumberger di Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Intrusi air laut adalah air laut yang menyusup ke dalam pori-pori batuan sehingga mencemari air tanah hingga menyebabkan air tanah menjadi payau atau asin. Wilayah penelitian termasuk ke dalam formasi batuan alluvial pantai yang terdiri dari lempung, lanau, pasir dan kerikil sehingga rentan mengalami intrusi air laut. Mekanisme metode geolistrik resistivitas dengan menginjeksikan arus listrik kedalam tanah melalui elektroda arus yang kemudian diinterpretasikan sifat fisik batuan sesuai nilai resistivitasnya. Pengambilan data lapangan tersebar di 9 titik dengan jarak lintas 200 meter. Pengolahan data lapangan menggunakan Ms. Excell, interpretasi data dengan HIRA serta IP2WIN, dan software QGIS sebagai hasil pemetaan. Hasil interpretasi diperoleh nilai resistivitas batuan di wilayah penelitian 0,37 Ωm – 155,35 Ωm dengan litologi batuan lempung, pasir, campuran lempung dan pasir, serta kerakal. Intrusi air laut terdeteksi pada kedalaman rata-rata 90 meter dengan nilai resistivitas dari 0,37 Ωm – 2,26 Ωm pada lapisan lempung dan lempung pasiran. Intrusi air laut terdangkal pada kedalaman 15,71 meter dan terdalam pada kedalaman 114 meter dibawah permukaan tanah. Pengaruh intrusi air laut terjauh berada di titik GMD-03 dan terdekat dari garis pantai berada dititik GLB-03
Analisis putusan Pengadilan Negeri Pemalang Nomor 30/PID.SUS/2019/PN PML tentang tindakan menguntungkan salah satu peserta pemilu oleh kepala desa dalam masa kampanye
Indonesia merupakan salah satu negara yang menganut sistem politik demokratis. Dimana rakyat memiliki kedudukan tertinggi dalam sebuah tatanan konstitusi. Manifestasi negara demokratis adalah dengan melakukan pemilihan umum (pemilu) untuk mengisi kekuasaan. Sayangnya sebuah sistem pasti memiliki kekurangan, terbukti dengan adanya pelanggaran-pelanggaran pemilu. Salah satu yang menjadi hambatan dari pada pemilu ini adalah seorang kepala desa yang melakukan tindakan menguntungkan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye.
Studi ini merupakan penelitian yuridis empiris atau penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan non-doktrinal. Penggunaan wawancara menjadi teknik dalam pengumpulan data primer, yang dianggap sebagai sumber data yang valid. Selain itu, data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini mencakup beragam materi hukum, baik yang bersifat primer, sekunder, maupun tersier. Pendekatan analisis kualitatif digunakan sebagai metode untuk merumuskan hasil penelitian yang komprehensif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa putusan pidana yang dijatuhkab oleh Pengadilan Negeri Pemalang terhadap Terdakwa Suharti telah sesuai dengan pertimbangan berdasarkan aspek filosofis, yuridis dan sosiologis. Dalam putusan ini juga mempertimbangkan teori pemidanaan yaitu teori relatif yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi terdakwa sehingga tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dikemudian hari dan melahirkan pesan edukatif bagi masyarakat
Analisis persebaran batu pasir menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner–Schlumberger di Genuk Kota Semarang
Batu pasir yang terletak dibawah endapan pasir, lanau dan alluvium dapat membentuk sebuah kanal yang menjadi tempat konsentrasi aliran air bawah tanah sehingga menyebabkan amblesan (Wisyanto, 2021). Bagian utara Kota Semarang yang terdiri dari dataran aluvial mudah terjadi amblesan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui persebaran batu pasir dengan kedalaman dan ketebakan persebaran batu pasir dan hubungan persebaran batu pasir terhadap amblesan di Genuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu geolistrik konfigurasi Wenner-Schlumberger dengan 3 bentangan di lokasi penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan batu pasir tersebar di sepanjang bagian utara Kecamatan Genuk yang lapisannya terletak di dekat permukaan, sementara ke arah selatan Kecamatan Genuk persebaran lapisan batu pasir mulai tidak teridentifikasi. Lapisan batu pasir di Kecamatan Genuk terletak di dekat permukaan yang berada pada kedalaman sekitar kurang lebih 2,5 m sementara ketebalannya bervariasi antara 5,0 sampai 12,5 m. Tidak ada hubungan antara persebaran batu pasir dengan amblesan yang terjadi di Genuk
Rancang bangun alat deteksi kerapatan benda dengan intensitas bunyi berbasis mikrokontroler ATMega328P
Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kerapatan benda dengan intensitas bunyi. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah alat yang digunakan untuk pengecekan, yang bertujuan untuk mengetahui rancang bangun dan hasil uji alat deteksi kerapatan benda dengan intensitas bunyi berbasis Mikrokontroler ATMega 328P. Metode penelitian ini meliputi studi literatur, perancangan hardware, perancangan software, pengujian, pengambilan data, menganalisis data, dan pembuatan laporan. Nilai hasil uji dari alat deteksi ini terbukti dapat mendeteksi kerapatan benda dengan intensitas bunyi yang menghasilkan nilai koefisien serap bunyi. Hasil penelitian ini sesuai dengan teori bahwa semakin besar nilai kerapatan suatu benda maka semakin kecil nilai absorpsi bunyinya, akan tetapi pada kerapatan sampel sterofoam 0,020 g/cm3 nilai koefisien serap kecil karena permukaan medium lebih rapat dibandingkan dengan spons hitam. Nilai akurasi penelitian ini sebesar 90,09% dengan kesalahan relatif 9,91%.
Implementasi pasal 4A Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Jo Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal pada umkm dan lembaga pemeriksa halal Di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang
ABSTRAK
Sertifikasi halal yang seharusnya dapat diterapkan dengan baik dan cepat memiliki kekurangan tersendiri di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, karena kurang patuhnya pelaku usaha di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Tidak adanya Lembaga Pemeriksa Halal yang ada di Kabupaten Pemalang. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Bagaimana Implementasi Pasal 4a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Jo Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal Pada Umkm Dan Lembaga Pemeriksa Halal Di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang? 2. Bagaimana Kendala dan Solusi Implementasi Pasal 4a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 Jo Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal Pada Umkm Dan Lembaga Pemeriksa Halal Di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Research) dengan pendekatan normatif empiris. Jadi, penelitian ini merupakan penelitian yang mengkaji menentukan hukum yang berlaku serta mengamati dan mengumpulkan data dari situasi nyata di masyarakat. Subjek penelitian adalah pelaku usaha, sementara objek penelitiannya adalah pelaku usaha yang tidak memiliki sertifikat halal.
Hasil penelitian ini menjelaskan Implementasi undang-undang tersebut telah terlaksana. Meskipun kewajiban sertifikasi halal telah ditetapkan, masih ada pelaku UMKM makanan dan minuman yang belum memiliki sertifikat halal, Salah satu penyebab rendahnya implementasi adalah kurangnya pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM tentang sertifikasi halal. Keterbatasan sumber daya manusia dan kurangnya sosialisasi mengenai prosedur sertifikasi halal menjadi faktor lain dalam rendahnya implementasi. Peran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dalam menerapkan kewajiban sertifikasi halal pada produk UMKM di Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang yaitu dengan mengadakan sosisalisasi sertifikasi halal bagi pengusaha mikro dan memfasilitasi pembuatan sertifikat halal gratis bagi pelaku UMKM yang mengikuti program Pelatihan Digitalisasi, Manajemen, hingga kemasan kepada pelaku UMKM. Tidak adanya lembaga pemeriksa halal di kabupaten pemalang yang menjadikan kurangnya sosialisasi terhadap UMKM di kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang
Hubungan antara ekoliterasi dengan green behavior pada siswa SMA/MA
Pengetahuan ekoliterasi sangat penting dimiliki siswa dalam menjaga lingkungan, yaitu dengan menerapkan green behavior. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara ekoliterasi terhadap green behavior pada siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu menggunakan seluruh jumlah populasi sebagai sebagai sampel dengan jumlah sebanyak 51 siswa MA NU 11 Peron. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji normalitas, uji linieritas, serta uji hipotesis korelasi. Pengujian hipotesis menggunakan korelasi Product moment, dengan hasil penelitian yaitu terdapat hubungan antara ekoliterasi terhadap green behavior pada siswa dengan hasil nilai korelasi 0,290 dan nilai signifikan yaitu sebesar 0.039. Hal tersebut menunjukkan bahwa korelasinya kategori rendah
Putusan pengadilan sebagai pengganti akta jual beli dalam pendaftaran peralihan hak atas tanah : studi putusan Nomor: 404/Pdt.G/2020/PN.Smg
Berdasarkan hukum agraria di Indonesia, jual beli tanah hendaknya dilakukan dihadapan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) agar dibuatkan Akta Jual Beli (AJB) oleh PPAT, sehingga dapat djadikan sebagai dasar pendaftaran peralihan hak atas tanah di BPN. Namun, pada praktiknya masih terdapat masyarakat yang melakukan jual beli tanah di bawah tangan (tidak melalui PPAT), sehingga ketika melakukan pendaftaran peralihan hak atas tanah dihadapkan pada masalah legalitas. Berkaitan dengan sengketa dalam Putusan Pengadilan No. 404/Pdt.G/2020/PN.Smg, maka penulis menguraiakan dua rumusan pokok permasalahan yaitu yang pertama mengenai dasar pertimbangan hakim dalam jual beli tanah di bawah tangan untuk kepentingan pendaftaran peralihan hak atas tanah di BPN, kedua mengenai akibat hukum putusan Pengadilan Semarang No. 404/Pdt.G/2020/PN.Smg terhadap pendaftaran peralihan hak atas tanah di BPN.
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis empiris. Penelitian hukum yuridis merupakan penelitian hukum mengenai implementasi hukum pada sengketa yang penulis angkat dan dipadukan dengan metode penelitian hukum empiris atau penelitian/pengamatan langsung di lapangan (Pengadilan Negeri Semarang) yang menitikfokuskan pada pemahaman terhadap dasar pertimbangan hakim yang digunakan dalam memutus sengketa tersebut melalui wawancara serta dokumentasi.
Hasil penelitian ini memberikan dua kesimpulan. Pertama, dasar pertimbangan hakim dalam mengadili jual beli tanah di bawah tanah terhadap putusan Pengadilan Semarang No. 404/Pdt.G/2020/PN.Smg telah sesuai dengan aspek hukum, aspek keadilan, ketentuan Pasal 1320 KUHPerdata, dan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah. Kesimpulan kedua, akibat hukum dari putusan tersebut yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu putusan tersebut memiliki kekuatan hukum yang mengikat bagi para pihak dan memiliki kekuatan hukum eksekutorial terhadap pendaftaran peralihan hak atas tanah, sehingga putusan tersebut dapat dijadikan sebagai dasar hukum atau sebagai pengganti AJB untuk melakukan pendaftaran peralihan hak atas tanah di Badan Pertanahan Nasional
Pengembangan tes diagnostik five-tier untuk mengungkap miskonsepsi pada materi sistem koordinasi dan sistem imun
Materi biologi yang dipandang sebagai materi sulit mengakibatkan kesulitan belajar, sehingga peserta didik dapat mengalami miskonsepsi. Tes diagnostik merupakan pilihan cara untuk mengetahui kesulitan bahkan miskonsepsi yang dialami peserta didik. Tes diagnostik yang dikembangkan berupa instrumen tes diagnostik five-tier berformat pilihan ganda. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan instrumen tes diagnostik five-tier serta mendeskripsikan profil miskonsepsi dan penyebabnya pada materi sistem koordinasi dan sistem imun. Jenis penelitian berupa Research and Development (R&D), dengan model 4D (Define, Design, Develop, & Disseminate). Penelitian ini mendapatkan hasil berupa instrumen tes diagnostik five-tier yang dikembangkan pada materi sistem koordinasi dan sistem imun. Butir-butir soal tes diagnostik five-tier yang dinyatakan valid oleh validator ahli berjumlah 24 pada masing-masing materi dan dapat diuji cobakan secara terbatas. Hasil uji coba terbatas dinyatakan bahwa terdapat 18 butir soal pada materi sistem koordinasi dan 20 butir soal pada materi sistem imun yang layak digunakan untuk uji selanjutnya. Hasil angket respon peserta didik menyatakan bahwa kedua instrumen yang dikembangkan berkategori baik, namun alokasi waktu yang digunakan perlu dikaji ulang. Penelitian ini menunjukkan bahwa profil miskonsepsi peserta didik berada pada kategori sedang. Miskonsepsi tersebut disebabkan oleh pemikiran pribadi peserta didik (misconception from personal thinking). Miskonsepsi pada materi sistem koordinasi tertinggi ditemukan pada indikator struktur dan fungsi sel saraf, fungsi jenis-jenis kelenjar endokrin, dan fungsi bagian mata berdasarkan gambar. Adapun pada materi sistem imun ditemukan pada indikator organ limfoid dalam sistem imun dan perbedaan pertahanan nonspesifik dan spesifik
Pengembangan modul ajar biologi berbasis 3C untuk melatih Higher Order Thinking Skills (HOTS) kelas X MIPA MA
High Order Thinking Skills (HOTS) merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau kritis pada kenyataanya banyak institusi pendidikan yang belum berhasil menerapkan HOTS, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah sumber daya yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk modul ajar biologi yang berbasis 3C kelas X untuk melatih Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan mendeskripsikan kelayakan produk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan model pengembangan Dick & Carry. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA MAN 2 Kota Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil validasi kelayakan berdasarkan perolehan penilaian ahli materi 75 %, ahli HOTS di kategorikan layak, dan ahli metodologi pembelajaran 83 %. Nilai respon ditentukan oleh perolehan dari guru biologi dan peserta didik dengan hasil respon guru 93 % dan peserta didik 89 %. Berdasarkan perolehan hasil uji dapat disimpulkan bahwa modul ajar sangat layak dan valid untuk digunakan dalam pembelajaran biologi untuk siswa kelas X MAN 2 Kota Semarang
Pengaruh motivasi dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas VIII SMP Ma’arif NU 03 Purwokerto
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta-fakta di lapangan, berupa hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika yang kurang memuaskan. Faktor yang diduga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika adalah motivasi dan minat belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika; (2) pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika; dan (3) pengaruh motivasi dan minat belajar terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian Ex post Facto yang bersifat deskriptif korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Ma’arif NU 03 Purwokerto dengan sampel yaitu kelas VIII A, VIII B dan VIII C yang berjumlah 89 siswa. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada pembelajaran matematika kelas VIII SMP Ma’arif NU 03 Purwokerto: (1) motivasi belajar memiliki pengaruh yang cukup berarti sebesar 42,5% terhadap hasil belajar siswa, (2) minat belajar memiliki pengaruh yang cukup berarti sebesar 23,7% terhadap hasil belajar siswa, (3) motivasi dan minat belajar secara bersama-sama memiliki pengaruh yang cukup berarti sebesar 47,8% terhadap hasil belajar siswa