Walisongo State Islamic University

Walisongo Institutional Repository
Not a member yet
    26964 research outputs found

    Unsur ikrah (paksaan) pada akad ijarah : studi kasus praktik jasa porter di Gunung Prau Dieng Wonosobo

    Get PDF
    Akad pada hukum islam telah memiliki ketentuan khusus baik syarat maupun rukun. Namun pada akad yang terjadi di Gunung Prau berkaitan dengan sewa porter (tenaga pengangkut) terjadi sebuah ikrah (paksaan) yang dilakukan oleh porter kepada wisatawan yang menyewa. Penelitian ini mengkaji proses tersebut dilihat dari perspektif hukum islam. Apakah sesuai ketentuan yang ditetapkan atau tidak sesuai. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan penelitian: 1) bagaimana teknis jasa porter yang terjadi di Gunung Prau Dieng Wonosobo? Dan 2) bagaimana praktik porter di Gunung Prau Dieng Wonosobo ditnjau dari unsur ikrah (paksaan) pada akad ijarah?. Permasalahan itu dibahas melalui studi deskriptif lapangan dengan sumber data wisatawan dan porter di Gunung Prau Dieng Wonosobo. Data dikumpulkan melalui wawancara bebas, observasi, dan dokumentasi. Studi ini menunjukkan bahwa: 1) Jasa porter di Gunung Prau Wonosobo menawarkan jasa angkut barang baik hany auntuk naik saj, maupun naik turun. Porter menawarkan dengan berbagai cara agar dapat konsumen (pendaki) yang menggunakan jasanya. Pada prakteknya porter tidak menyebutkan apa saja layanan jasanya beserta dengan upah yang harus dibayarkan oleh pendaki yang menggunakan jasanya; 2) Praktik jasa porter di gunung Prau Wonosobo tidak mememuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam ketentuan hukum muamalah. Dikarenakan porter tidak menyebutkan harga dan meminta persetujuan pendaki melainkan menyebutkan harga yang melebihi harga biasanya Ketika telah menyelesaikan pekerjaan. Kemudian akad juga dianggap tidak dapat dilanjut karena terdapat unsur pemaksaan (ikrah). Kata Kunci : Ikrah, Akad Ijarah, Praktik Jasa Porter ABSTRACT: Contracts in Islamic law have special provisions, both terms and conditions. However, in the contract that took place on Mount Prau regarding the rental of porters (carriers), something happened ugly (coercion) carried out by porters on tourists who rent them. This research examines this process from the perspective of Islamic law. Does it comply with the stipulated provisions or does it not comply? This research was conducted to answer the research questions: 1) what is the technical nature of porter services at Mount Prau Dieng Wonosobo? And 2) how are the practices of porters at Mount Prau Dieng Wonosobo assessed from the element of ikrah (coercion) in the ijarah contract? This problem was discussed through a descriptive field study with data sources from tourists and porters on Mount Prau Dieng Wonosobo. Data was collected through free interviews, observation and documentation. This study shows that: 1) The porter service on Mount Prau Wonosobo offers goods transport services both for going up and down. Porter offers various ways for consumers (climbers) to use his services. In practice, porters do not mention what their services are and the wages that must be paid by climbers who use their services; 2) The practice of porter services on Mount Prau Wonosobo does not meet the requirements specified in the muamalah legal provisions. Because the porter did not mention the price and ask for the climber's approval but instead stated a price that exceeded the usual price when he had completed the work. Then the contract is also considered unable to continue because there is an element of coercion (ikrah)

    Analisis kestabilan penyebaran penyakit demam berdarah dengan model seir-sei host-vector

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang analisis kestabilan penyebaran penyakit demam berdarah dengan model SEIR-SEI. Pada model ini memiliki tujuh kompartemen di antaranya Sh yaitu subpopulasi manusia sehat dan rentan terhadap penyakit, Eh yaitu subpopulasi manusia yang terpapar, In yaitu subpopulasi manusia yang terinfeksi, Rh yaitu subpopulasi manusia yang sembuh, Sv yaitu subpopulasi nyamuk sehat dan rentan tertular virus, Ev yaitu nyamuk yang terpapar virus, dan Iv yaitu nyamuk yang terinfeksi virus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan studi literatur (literature review). Model matematika yang telah terbentuk dilakukan analisis dinamik yang berkaitan dengan titik ekuilibrium dan kestabilannya. Kemudian menentukan bilangan reproduksi dasar (Ro) agar dapat diketahui ambang batasnya. Berdasarkan perhitungan, diperoleh titik ekuilibrium bebas penyakit bersifat stabil asimtotik lokal jika R0 < 1. Hasil simulasi menunjukkan hal yang sama dengan perhitungan yang telah dilakukan. Selain itu, dari simulasi juga diperoleh bahwa titik ekuilibrium endemik bersifat stabil asimtotik lokal jika R0 < 1

    Analisis perbandingan klasifikasi data mining menggunakan algoritma c5.0 dan cart pada penerimaan program keluarga harapan

    Get PDF
    Dalam upaya mengurangi angka kemiskinan di Indonesia pemerintah membuat sebuah program bantuan sosial salah satunya program keluarga harapan. Proses penerimaan bantuan program keluarga harapan belum menggunakan teknik khusus untuk menetukan manakah yang berhak menerima bantuan. Untuk menangani hal tersebut perlu dibangun sistem klasifikasi status penerima bantuan menggunakan model algoritma C5.0 dan algoritma CART terhadap data penerima bantuan program keluarga harapan Tahun 2023. Dalam penelitian ini, status penerima bantuan akan diklasifikasikan menjadi dua yaitu diterima dan ditolak. Pengujian dilakukan dengan cara mengukur kinerja dua algoritma tersebut menggunakan metode confussion matrix dan nilai kurva AUC-ROC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma C5.0 memberikan hasil lebih baik dibandingkan algoritma CART yang ditunjukkan dengan rata-rata tingkat akurasi sebesar 90,12% dan nilai AUC sebesar 0,8998 dan dibandingkan hasil rata-rata algoritma CART yaitu tingkat akurasi sebesar 88,20% dengan nilai AUC sebesar 0,8813. Secara keseluruhan, proporsi yang paling efektif untuk menjalankan kedua algoritma klasifikasi tersebut dalam memprediksi status penerima bantuan yaitu menggunakan proporsi 90%:10%

    Eksistensi metode pengukuran arah kiblat menggunakan genggaman tangan : studi kasus masyarakat Sasak di Dusun Beber

    Get PDF
    Metode pengukuran arah kiblat di masyarakat Sasak di dusun Beber merupakan metode yang diwariskan secara turun-menurun dari abad ke-17. Meskipun eksis sampai sekarang, namun di era modern ini mulai terkikis dan terbawa arus modernitas. Generasi muda mulai asing dengan metode genggaman tangan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana eksistensi metode pengukuran arah kiblat menggunakan metode genggaman tangan masyarakat Sasak di Dusun Beber (2) bagaimana relevansi metode genggaman tangan sebagai penentu arah kiblat di era modern. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research) kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah (1) metode genggaman tangan masih digunakan namun eksistensi metode ini terancam punah. Pergeseran budaya dan perubahan pola hidup menjadi faktor utama yang mendorong terkikisnya eksistensinya, kurangnya edukasi dan sosialisasi memperparah keadaan serta kurangnya peran dari tokoh agama dalam melestarikan metode ini juga mempersempit ruang geraknya (2) Meskipun memiliki nilai budaya dan edukatif, namun metode tidak lagi relevan di era modern ini dikarenakan ketidakmampuan dalam memperhitungkan faktor astronomi, ketidakpraktisan dalam langkah-langakah yang kompleks yang memerlukan waktu yang optimal. Menggunakan metode ini tergantung pada individu dan komunitas, dengan mempertimbangkan akurasi, kepraktisan, dan nilai budayanya. Melestarikan metode ini bukan berati memaksakan penggunanya, melainkan sebagai alternative dalam situasi dimana instrumen modern tidak tersedia. Kata Kunci : Metode genggaman tangan, Arah kiblat, Masyarakat Sasak Dusun Beber. ABSTRACT: The hand-gripping method for measuring the Qibla direction among the Sasak community in Beber Village is a method that has been passed down from generation to generation since the 17th century. Although it still exists today, in this modern era, it is beginning to erode and be swept away by the currents of modernity. The younger generation is becoming increasingly unfamiliar with the hand-gripping method. The research questions addressed in this study are (1) how is the existence of the hand-gripping method for measuring the Qibla direction among the Sasak community in Beber Village? (2) What is the relevance of the hand-gripping method as a determinant of the Qibla direction in the modern era? This study uses qualitative field research. The findings of this study are as follows: (1) the hand-gripping method is still used, but the existence of this method is threatened with extinction. Cultural shifts and changes in lifestyle are the main factors driving the erosion of its existence, lack of education and socialization exacerbate the situation, and the lack of involvement from religious figures in preserving this method also narrows its scope of action; (2) although it has cultural and educational value, the method is no longer relevant in the modern era due to its inability to take into account astronomical factors, the impracticality of the complex steps that require optimal time. The use of this method depends on the individual and the community, considering its accuracy, practicality, and cultural value. Preserving this method does not mean forcing its users, but rather as an alternative in situations where modern instruments are not available. Keywords: Hand-gripping method, Qibla direction, Sasak community of Beber Village مستلخص طريقة قياس اتجاه القبلة في مجتمع ساساك في قرية بيبير هي طريقة متوارثة منذ القرن السابع عشر. وعلى الرغم من وجودها حتى الآن، إلا أنها بدأت تتآكل في هذا العصر الحديث وبدأت الحداثة تجرفها. الجيل الأصغر سنًا غير معتاد على الطريقة اليدوية. والمشكلات التي تمت دراستها في هذه الدراسة هي: (1) كيفية وجود طريقة قياس اتجاه القبلة باستخدام الطريقة المحمولة باليد لدى مجتمع الساسك في بيبر هاملت (2) مدى أهمية الطريقة المحمولة باليد كمحدد لاتجاه القبلة في العصر الحديث. يستخدم هذا البحث البحث البحث الميداني النوعي. نتائج هذه الدراسة هي (1) لا تزال الطريقة اليدوية مستخدمة ولكن وجود هذه الطريقة في خطر. إن التحولات الثقافية والتغيرات في نمط الحياة هي العوامل الرئيسية التي تشجع على تآكل وجودها، كما أن نقص التعليم والتنشئة الاجتماعية يفاقم الوضع، كما أن غياب دور القيادات الدينية في الحفاظ على هذه الطريقة يضيق من مساحتها (2) على الرغم من قيمتها الثقافية والتعليمية، إلا أن هذه الطريقة لم تعد ذات صلة في هذا العصر الحديث بسبب عدم القدرة على مراعاة العوامل الفلكية، وعدم إمكانية تطبيقها في خطوات معقدة تتطلب وقتاً مثالياً. استخدام هذه الطريقة متروك للفرد والمجتمع، مع مراعاة دقتها وقيمتها العملية والثقافية. إن الحفاظ على هذه الطريقة لا يعني فرض استخدامها، بل كبديل في الحالات التي لا تتوفر فيها الأدوات الحديثة.. الكلمات المفتاحية: الطريقة المحمولة باليد، اتجاه القبلة، مجتمع الساسك في بيبر هامل

    Perbandingan metode regresi logistik biner dan algoritma c5.0 pada laju inflasi di Indonesia

    Get PDF
    Indonesia mengalami inflasi pada kategori inflasi ringan. Meskipun dalam kategori ringan, inflasi tetap memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kenaikan harga. Penelitian ini menggunakan metode regresi logistik biner dan algoritma C5.0 sebagai metode klasifikasi. Dalam penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode regresi logistik biner dan algoritma C5.0 pada laju inflasi di Indonesia. Faktor – faktor yang digunakan adalah nilai tukar rupiah, suku bunga, dan jumlah uang beredar dari tahun 2010 hingga 2023. Data training dan testing yang digunakan adalah 80% dan 20%. Hasil penelitian dengan menggunakan teknik regresi logistik biner menunjukan bahwa variabel independen yang dapat mempengaruhi secara signifikan adalah suku bunga dengan dengan ketepatan klasifikasi 95,83% dan nilai AUC senilai 0,9722. Sedangkan teknik algoritma C5.0 menghasilkan variabel independen suku bunga sebagai variabel terpenting yang artinya mempengaruhi secara signifikan dengan ketepatan klasifikasi 91,67% dan nilai AUC senilai 0,8334. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tektik regresi logistik biner lebih unggul disbanding strategi algoritma C5.0 untuk analisis klasifikasi laju inflasi di Indonesia

    Penentuan nilai besaran iḥtiyāṭ waktu salat berbasis luas wilayah, topografi dan sebaran penduduk di Kabupaten Banyuwangi

    Get PDF
    Perhitungan awal waktu salat didasari dari berbagai aspek, salah satunya dari data koordinat, meliputi geografis (lintang dan bujur) dan topografis (ketinggian tempat), Kabupaten Banyuwangi dengan luas 5.782,5 Km² dan kontur tanah variatif antara 0-3269,52 mdpl tentunya menjadi problem dalam penetapan waktu salatnya. Studi ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan: 1) Bagaimana perspektif ilmu falak dalam menentukan waktu salat di Kabupaten Banyuwangi? 2) Berapa nilai Iḥtiyāṭ ideal untuk digunakan Kabupaten Banyuwangi dalam perhitungan awal waktu salat? 3) Bagaimana analisis pemukiman dan sarana ibadah di Kabupaten Banyuwangi dalam menentukan waktu salat? Permasalahan ini dibahas melalui metode penelitian kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif dengan pengumpulan data melalui dokumentasi koordinat geografis dan topografis Kabupaten Banyuwangi yang selanjutnya diolah menggunakan Software ArcGIS untuk pemetaan visual zonasi sebaran waktu salat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Penambahan nilai Iḥtiyāṭ waktu salat di Kabupaten Banyuwangi terbilang berbeda, karena tidak cukup menggunakan 2 menit seperti halnya perhitungan Kementrian Agama RI pada umumnya, (2) Untuk waktu salat Subuh, Dzuhur dan Ashar cukup menggunakan 3 menit penambahan, terbit 6 menit dan khusus untuk Maghrib dan Isya’ perlu digunakan 8 menit nilai Iḥtiyāṭ agar bisa mengakomodir semua wilayah Kabupaten Banyuwangi (3) Dalam pengaplikasiannya, penentuan nilai Iḥtiyāṭ tidak bisa disamakan secara global, karena masing-masing daerah mempunyai luas wilayah dan dataran yang berbeda, sehingga perlu adanya zonasi wilayah dengan mempertimbangkan sebaran pemukiman dan sarana ibadah, dengan harapan adanya waktu salat yang sesuai. Kata Kunci: Iḥtiyāṭ, Waktu Salat, Kabupaten Banyuwangi. ABSTRACT: The calculation of the prayer time’s beginning is based on various aspects, one of these aspects is from the coordinate data, including geographical (latitude and longitude) and topographical (altitude), Banyuwangi Regency with an area of 5,782.5 Km² and varied land contours between 0-3269.52 meters above sea level is certainly a problem in determining the prayer time. This research is intended to answer these following questions: 1) How is the perspective of falak in determining prayer times in Banyuwangi Regency? 2) What is the ideal Iḥtiyāṭ’s time for Banyuwangi Regency in calculating the beginning of prayer time? 3) How is the analysis of settlements and worship facilities in Banyuwangi Regency in determining prayer times? These problems are discussed through quantitative methods and analyzed descriptively by data utilising documentation of geographical and topographical coordinates of Banyuwangi Regency which are processed by ArcGIS Software for visual mapping of prayer time distribution zoning. The results of this research are: (1) The addition number of Iḥtiyāṭ number prayer time in Banyuwangi Regency is quite different, because it is not sufficent to use 2 minutes as in the calculation of the Ministry of Religious Affairs in general, (2) For the Fajr, Dhuhr and Asr prayer times, it is sufficent to apply additional 3 minutes as the Iḥtiyāṭ time, 6 minutes for sunrise and 8 minutes specifically for Maghrib and Isha' to accomodate the whole zones of banyuwangi regency, (3) In its application, the determination of Iḥtiyāṭ’s number cannot be equalized globally, because each region has different territories size and lands. Therefore, it needs territory zonation with consideration of population distribution and worship facilities, in the hope of accurate prayer times. Keywords: Iḥtiyāṭ, Prayer Time, Banyuwangi Regency. مستلخص يعتمد حساب أول وقت الصلاة على عدة جوانب، أحدها من البيانات الإحداثية، بما في تلك البيانات الجغرافية (خط الطول وخط العرض) والطوبوغرافية (الارتفاع)، ومن المؤكد وكانت محافظة بانيوانجي التي تبلغ مساحتها 5782.5 كم² وتتنوع شكل الأرض فيها بين 0-3269.52 ملم، تصير مشكلة في تحديد وقت الصلاة. يهدف هذا البحث عن الإشكالات تاليات 1) كيف وجهة علم الفلك في تحديد أوقات الصلاة في محافظة بانيوانجي؟ 2) ما هي قيمة الإختياط المثالية لوقت الصلاة في محافظة بانيوانجي التي تستخدم في حساب أول وقت الصلاة؟ 3) ما هوتحليل عن تحديد أوقات الصلاة لالمقيمين ووسائل العبادة في محافظة بانيوانجي ؟وقد بحثت الإشكالية من خلال البحث الكمي مع التحليل الإحصائي الوصفي,باستخدام برمجة ArcGISفي نظر بيانات الإحداثيات الجغرافية والطبوغرافية لمحافظة بانيوانجي. تظهر نتائج هذه الدراسة أن: 1) أن إضافة قيمة وقت صلاة الإحتياط في محافظة بانيوانجي مختلفة إلى حد ما، لأنه لا يكفي استخدام دقيقتين كما هو الحال في حساب وزارة الشؤون الدينية بشكل عام، 2) بالنسبة لأوقات صلاة الفجر والظهر والعصر يكفي استخدام 3 دقائق جمعاً، و6 دقائق نشر، وبالنسبة للمغرب والعشاء تحديداً يحتاج إلى استخدام 8 دقائق من قيمة الاستحاضة لكي تستوعب جميع مناطق محافظة بانيوانجي 3) في تطبيقها, لا يمكن المساواة في تطبيقه في تحديد قيمة الإتيان على المستوى العالمي، لأن كل منطقة لها مساحة وتضاريس مختلفة، لذا من الضروري تحديد المنطقة من خلال النظر في توزيع المستوطنات ومرافق العبادة، على أمل أن يكون هناك وقت صلاة مناسب. الكلمات المفتاحية: الإحتياط، وقت الصلاة، محافظة بانيوانجي

    Uji komparasi olah citra fajar menggunakan metode perbandingan intensitas cahaya dan 3D surface pada aplikasi AstroImageJ

    Get PDF
    Kriteria fajar sadik dipertanyakan oleh para ilmuan dikarenakan dianggap tidak sesuai dengan kenyataanya. Pengamatan fajar ini diamati oleh banyak ilmuan dengan banyak metode Analisa. Metode yang digunakan salahsatunya adalah perbandingan intensitas cahaya dan 3d Surface. Keduanya memanfaatkan fitur-fitur yang terdapat dalam aolikasi AstroImageJ. Bagaimana penggunaan perbandingan intensitas cahaya dan 3d Surface dalam menganalisis citra fajar? Dan bagaimana komparasi keduanya?. Keduanya dibahas melalui studi lapangan. Data diperoleh denganobservasi di Pulau Bawean. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif-komparatif dengan pendekatan fikih, astrinomi dan astrofotografi. Penelitian ini menunjukkan pengolahan citra fajar menggunakan perbandingan cahaya dan 3D Surface dapat dilakukan dengan baik, namun keduanya memiliki kemampuan yang berbeda. Perbandinganintensitas cahaya memiliki kemampuan mendeteksi lebih dini dibandingkan dengan 3D Surface, sedangkan 3D Surface lebih lambat sekitar 5-11 menit. Perbandingan intensitas cahaya tidak mampu untuk mendeteksi hasil citra yang buruk dikarenakan rata-rata intensitas cahaya diarea yang diwakili tidak stabil, sedangkan 3D Surface masih mampu untuk mendeteksinya. Kata kunci: perbandingan intensitas cahaya, 3D Surface, fajar   ABSTRACT: The criteria for true dawn are questioned by scientists because they are considered inconsistent with reality. This dawn observation has been conducted by many scientists using various analytical methods. One of the methods used is the comparison of light intensity and 3D Surface analysis. Both methods utilize features available in the AstroImageJ application. How is the comparison of light intensity and 3D Surface used in analyzing dawn images? And how do they compare? Both are discussed through field studies. Data were obtained through observations on Bawean Island. The data were analyzed using descriptive-comparative analysis with approaches from Islamic jurisprudence, astronomy, and astrophotography. This research shows that dawn image processing using light intensity comparison and 3D Surface can be done well, but both have different capabilities. Light intensity comparison has the ability to detect dawn earlier compared to 3D Surface, which is slower by about 5-11 minutes. Light intensity comparison is unable to detect poor image results due to the unstable average light intensity in the represented area, whereas 3D Surface can still detect it. Keywords: light intensity comparison, 3D Surface, dawn   الملخص المعاييرُ المتعلقةُ بالفجرِ الصادقِ مشكوكٌ فيها من قبلِ العلماءِ لأنها تعتبرُ غيرَ متوافقةٍ مع الواقعِ. هذا الفجرُ تمَّ رصدهُ من قبلِ العديدِ من العلماءِ باستخدامِ طرقٍ تحليليةٍ مختلفةٍ. إحدى الطرقِ المستخدمةِ هي مقارنةُ شدةِ الضوءِ وسطحٍ ثلاثيِّ الأبعادِ. كلاهما يستفيدُ من الميزاتِ الموجودةِ في تطبيقِ AstroImageJ. كيف تُستخدمُ مقارنةُ شدةِ الضوءِ وسطحٍ ثلاثيِّ الأبعادِ في تحليلِ صورِ الفجرِ؟ وكيف تُقارنُ كلا الطريقتينِ؟ كلاهما نوقشَ من خلالِ دراسةٍ ميدانيةٍ. تم جمعُ البياناتِ من خلالِ المراقبةِ في جزيرةِ باويان. تم تحليلُ البياناتِ باستخدامِ التحليلِ الوصفيِّ-المقارنِ مع مقاربةِ الفقهِ، الفلكِ، والتصويرِ الفلكيِّ. تُظهرُ هذه الدراسةُ أنَّ معالجةَ صورِ الفجرِ باستخدامِ مقارنةِ شدةِ الضوءِ وسطحٍ ثلاثيِّ الأبعادِ يمكنُ القيامُ بها بشكلٍ جيدٍ، ولكنَّ كلا الطريقتينِ لهما قدراتٍ مختلفةٍ. تتميزُ مقارنةُ شدةِ الضوءِ بقدرتها على الكشفِ المبكرِ بالمقارنةِ مع سطحٍ ثلاثيِّ الأبعادِ، حيث أنَّ سطحَ ثلاثيِّ الأبعادِ أبطأُ بحوالي 5-11 دقيقةً. لا تستطيعُ مقارنةُ شدةِ الضوءِ الكشفَ عن الصورِ السيئةِ لأنَّ متوسطَ شدةِ الضوءِ في المنطقةِ الممثلةِ غيرُ مستقرٍّ، في حينَ أنَّ سطحَ ثلاثيِّ الأبعادِ لا يزالُ قادرًا على الكشفِ عنها. الكلماتُ المفتاحيةُ: مقارنةُ شدةِ الضوءِ، سَطْحٌ ثلاثيُّ الأبعادِ، الفجر

    Analisis data runtun waktu untuk peramalan penjualan dafa furniture di Jepara menggunakan metode Fuzzy Time Series (FTS) dengan Logika Cheng dan Logika Ruey Chyn Tsaur

    Get PDF
    Dafa Furniture merupakan salah satu industri furniture yang ada di Jepara, tepatnya berada di Jalan Taman Siswa, RT 02 RW 02, Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Furniture ini didirikan oleh Roisal Aziz sejak tahun 2017. Penelitian ini berawal dari percakapan peneliti dengan pemilik Dafa Furniture, dimana pemilik Dafa Furniture mengeluhkan banyaknya barang yang tidak terjual sehingga menumpuk digudang. Dengan demikian industri Dafa Furniture dituntut untuk dapat menyesuaikan produknya dengan kebutuhan konsumen.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil perbandingan peramalan penjualan Dafa Furniture menggunakan metode FTS logika Cheng dan logika Ruey Chyn Tsaur. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian terapan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder, berupa data hasil penjualan Dafa Furniture pada tahun 2018 sampai 2023 yang didapat dari pemilik Dafa Furniture. Hasil peramalan penjualan Dafa Furniture untuk bulan selanjutnya yaitu bulan Januari 2024 dengan hasil peramalan logika Cheng sebesar Rp46.666.667 dan logika Ruey Chyn Tsaur sebesar Rp46.130.000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FTS logika Ruey Chyn Tsaur memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan FTS logika Cheng, karena memiliki nilai MSD (Mean square deviation), MAD (Mean absolute deviation) dan MAPE (Mean absolute percentage error) lebih kecil. Nilai MAPE metode logika Ruey Chyn Tsaur lebih kecil yaitu 24,55% dari pada logika Cheng yaitu 25,32%

    Analisis putusan Pengadilan Negeri Purworejo tentang kampanye pelibatan anak di bawah umur : studi kasus putusan nomor 6/Pid.Sus/2024/PN Pwr

    Get PDF
    Pemilu 2024 di wilayah Kabupaten Purworejo telah terjadi kampanye yang melibatkan anak dan sudah diputus bersalah oleh Pengadilan Negeri Purworejo Nomor 6/Pid.Sus/2024. Dalam kampanye tersebut melibatkan 2 (dua) anak laki-laki yang masih menggunakan seragam sekolah menyerukan ajakan untuk memilih salah satu calon anggota DPRD. Terdakwa di dakwa dengan Pasal 493 Jo Pasal 280 Ayat 2 Huruf (k). Maka penelitian ini berjudul “Analisis Putusan Pengadilan Negeri Purworejo tentang Kampanye Pelibatan Anak di Bawah Umur (Studi Putusan Nomor 6/Pid.Sus/PN Pwr)”. Penelitian ini terfokus untuk mengetahui pratek kampanye pelibatan anak, analisis putusan Pengadilan Negeri Purworejo tehadap perkara Nomor 6/Pid.Sus/2024, dan akibat hukum bagi pelaku pelibatan anak dalam kampanye. Pendekatan penelitian menggunakan metode yuridis normatif. Hasil penelitian ini menjelaskan putusan pidana pelibatan anak dalam kampanye di Purworejo telah sesuai dengan pertimbangan hakim yang memenuhi unsur-unsur pelaksana dan/atau tim kampanye, dalam kegiatan kampanye, menyertakan Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih. Akibat hukum bagi pelaksana kampanye yang melibatkan anak dalam kegiatan kampanye politik terdapat sanksi pidana dapat berupa kurungan dan sanksi administrasi berupa berupa pembatalan nama calon dari daftar calon tetap atau pembatalan penetapan calon sebagai calon terpilih

    Monitoring kualitas udara di jalan raya Kota Semarang berbasis internet of things via telegram chatbot

    Get PDF
    Kualitas udara di Indonesia menjadi perhatian serius karena tingginya tingkat polusi. Semarang sebagai salah satu kota besar di Indonesia mempunyai jumlah kendaraan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem monitoring kebersihan udara berbasis Internet of Things di jalan raya Kota Semarang via telegram. Metodologi penelitian yang digunakan adalah RND (Research and Development), dengan susunan langkah menggunakan metode Borg dan Gall. Komponen utama untuk alat ini menggunakan ESP32, DHT22, MQ135, dan MQ7. Tahapan verifikasi dilakukan oleh validator dan peneliti untuk mengukur tingkat efektivitas, dan produk ini terbukti efektif untuk digunakan dalam penelitian nantinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zat pulotan yang dianalisa pada penelitian ini belum melebihi ambang batas ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara), dimana untuk kadar karbon monoksida di angka 3-4 ppm. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa pada pengukuran suhu udara juga menunjukkan adanya kenaikan suhu secara signifikan pada siang terik matahari hingga mencapai 38 derajat celcius. Implikasi dari hasil penelitian ini dapat untuk menyumbang literatur ilmiah untuk bidang IOT (Internet of Things) yang dapat digunakan sebagai dasar untuk rekomendasi alternatif atau aplikasi praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya

    26,949

    full texts

    26,964

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walisongo Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇