26964 research outputs found
Sort by
Hubungan antara problem focused coping dan dukungan teman sebaya dengan kecemasan akademik pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu
This study aims to empirically test the relationship between problem focused coping and peer social support and academic anxiety in students who work part time. This type of research uses quantitative with a sample size of 100 students in Semarang City. The sampling technique in this research uses the Non Probability Sampling technique. This research uses three measurement scales, namely the problem focused coping scale, peer social support, and academic anxiety. The results of this research are that problem focused coping with academic anxiety in students who work part time is accepted to have a negative correlation with a sig value of p= 0.000 (p0.05) and a correlation coefficient value of 0.834, which means there is a correlation. There is a relationship between problem focused coping and social support from peers and academic anxiety in students who work part-time, as evidenced by 0.000 (p<0.05) with a correlation coefficient of 0.747.
Key words: problem focused coping, peer social support, academic anxiety
ABSTRAK:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antaraproblem focused coping dan dukungan sosial teman sebaya dengan kecemasan akademik pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu. Jenis penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 mahasiswa di Kota Semarang. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik Non Probability Sampling. Penelitian ini menggunakan tiga skala pengukuran, yaitu skala problem focused coping, dukungan teman sebaya, dan kecemasan akademik. Hasil penelitian ini adalah problem focused coping dengan kecemasan akademik pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu diterima memiliki korelasi negatif dengan nilai sig sebesar p= 0,000 (p0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,834, yang artinya memiliki korelasi. Terdapat hubungan antara problem focused coping dan dukungan teman sebaya dengan kecemasn akademik pada mahasiswa yang bekerja paruh waktu diterima dibuktikan dengan 0,000(p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,747.
Kata kunci: Problem Focused Coping, dukungan teman sebaya, kecemasan akademi
Hubungan antara dukungan sosial orang tua dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa perantau prodi psikologi UIN Walisongo Semarang
Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda-nunda memulai atau menyelesaikan tugas akademik untuk melakukan kegiatan yang kurang penting sehingga membuat pengumpulan tugas melebihi batas waktu. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menguji secara empiris hubungan antara dukungan sosial orang tua dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa perantau Prodi Psikologi UIN Walisongo Semarang. Analisis yang digunakan yaitu teknik Rank Spearman untuk uji hipotesis satu dan dua, Korelasi Kendall W untuk uji hipotesis tiga dengan pendekatan penelitian kuantitatif korelasional. Skala yang digunakan pada penelitian ini ada tiga yaitu skala prokrastinasi akademik, dukungan sosial orang tua dan efikasi diri. Sampel yang digunakan berjumlah 182 sampel dengan teknik pengumpulan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan sedang antara dukungan sosial orang tua dan prokrastinasi akademik dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa perantau Prodi Psikologi UIN Walisongo Semarang dengan nilai korelasi -0,405 dan sig. 0,000 (< 0,05). Kemudian, terdapat hubungan yang signifikan sedang antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa perantau Prodi Psikologi UIN Walisongo Semarang dengan nilai korelasi -0,495 dan sig. 0,000 (< 0,05). Serta terdapat hubungan yang signifikan kuat antara dukungan sosial orang tua dan efikasi diri dengan prokrastinasi akademik dalam mengerjakan skripsi pada mahasiswa perantau Prodi Psikologi UIN Walisongo Semarang dengan nilai korelasi 0,708 dan sig. 0,000 (≤ 0,05).
Kata Kunci : Prokrastinasi Akademik, Dukungan Sosial Orang Tua, Efikasi Diri, Perantau
ABSTRACT:
Academic procrastination is the behavior of delaying starting or completing academic tasks to carry out less important activities that make task collection exceed the deadline. The purpose of this study is to empirically examine the relationship between parental social support and self-efficacy with academic procrastination in working on a thesis on overseas students of UIN Walisongo Semarang Psychology Study Program. The analysis used is the Rank Spearman technique to test hypotheses one and two, Kendall W Correlation to test hypothesis three with a correlational quantitative research approach. There are three scales used in this study, namely the academic procrastination scale, parental social support and self-efficacy. The sample used amounted to 182 samples with purposive sampling collection technique. The results of this study indicate that there is a moderate significant relationship between parental social support and academic procrastination in working on a thesis on overseas students of UIN Walisongo Semarang Psychology Study Program with a correlation value of -0.405 and sig. 0,000 (< 0,05). Then, there is a moderate significant relationship between self-efficacy and academic procrastination in doing the thesis on overseas students of the Psychology Study Program of UIN Walisongo Semarang with a correlation value of -0.495 and sig. 0,000 (< 0,05). And there is a strong significant relationship between parental social support and self-efficacy with academic procrastination in doing a thesis on overseas students of Psychology Study Program at UIN Walisongo Semarang with a correlation value of 0.708 and sig. 0,000 (≤ 0,05).
Keywords: Academic procrastination, parental social support, self-efficacy, migrants
Analisis hukum eksekusi jaminan fidusia pasca putusan Mahkamah Konstitusi Nomor.2/PUU-XIX/2021 oleh kreditur terhadap debitur yang wanprestasi
Putusan Mahkamah Konstitusi No.2/PUU-XIX/2021 merupakan putusan yang mengatur mengenai perkara jaminan fiduisa. Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi No.2/PUU-XIX/2021dalampertimbangan hukumnya menyatakan bahwa penafsiran pasal 15 ayat (2) Undang-Undang Jaminan fidusia terkait pelaksanaan eksekusi jaminan fidusia hanya bersifat alternatif. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana pertimbangan hakim dalam putusan MK No 2/PUU-XIX/2021 dan eksekusi objek jaminan fidusia terhadap debitur yang melakukan cidera janji atau wanprestasi.
Penelitian ini menggunakan metode yuridis – normatif dengan pendekatan kualitatif dimana data primer sebagai sumber informasi utama dan data sekunder digunakan sebagai data pendukung. Metode kualitatif digunakan unutuk menarik kesimpulan pada penelitian ini.
Hasil penelitan ini Berdasarkan Ratio Decidendi Hakim Mahkamah Konstitusi Pada Putusan Nomor 2/PUU-XIX/2021 menolak Permohonan provisi dan dalam pokok perkara pemohon karena tidak terdapat persoalan konstitusionalitas norma dan norma yang dimohonkan juga telah diputus dan dipertimbangkan dalam Putusan MK No. 18/PUU-XVII/2019, sehingga Putusan MK No. 2/PUU-XIX/2021 hanya penegasan saja bahwa terkait eksekusi jaminan fidusia bisa diajukan ke Pengadilan Negeri oleh kreditur yang bersifat alternatif apabila pihak debitur tidak mengakui adanya wanprestasi dan sebelum adanya putusan pengandilan dalam pelaksanaan eksekusinya di dampingi aparat kepolisian yang hanya sebatas mengamankan jalannya eksekusi bila diperlukan, bukan sebagai bagian dari pihak eksekutor. sebagaimana yang dimaksud dalam Peraturan Kapolri No.8 Tahun 2011 tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia
Peran guru dalam menerapkan akhlak beragama melalui kegiatan sholat dhuha di RA Al-Hidayah UIN Walisongo Semarang
Penelitian ini bertujuan yang pertama peran guru dalam menerapkan akhlak beragama melalui kegiatan sholat dhuha di Ra Al-Hidayah Uin Walisongo Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan cara triangulasi. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa peran guru dalam menerapkan akhlak beragama melalui kegiatan sholat dhuha di Ra Al-Hidayah Uin Walisongo Semarang yaitu guru memberikan intruksi tentang cara melakukan sholat dhuha, guru memberikan nasehat tentang pentingnya sholat dhuha sehingga siswa paham tata cara sholat dhuha dan siswa menjalankan sholat 5 waktu. Adapun faktor pendukung dan penghambat peran guru dalam menerapkan akhlak beragama melalui “kegiatan sholat dhuha di Ra Al-Hidayah Uin Walisongo Semarang” terletak pada sarana dan prasarana, siswa menjadi faktor pendukung dan faktor penghambatnya adalah tidak singkronnya program sholat dhuha dengan pembelajaran di rumah dan tingkat pemahaman siswa yang berbeda
Implementasi ekstrakurikuler drum band kategori display lanjutan pada anak usia 5-6 tahun di RA Hj. Sri Musiyarti Bringin Semarang
Kegiatan ekstrakurikuler drum band merupakan kegiatan memainkan alat musik secara bersama-sama, yang dilakukan di luar jam sekolah. Implementasi ekstrakurikuler drum band kategori display lanjutan yang diterapkan pada anak usia 5-6 tahun di RA Hj. Sri Musiyarti tidak hanya sampai di pertunjukan saja tetapi mengikuti ajang perlombaan dan berhasil meraih kejuaraan. Hal ini menjadi suatu hal yang membuat peneliti tertarik.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dilakukan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan atau verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ekstrakurikuler drum band kategori display lanjutan pada anak usia 5-6 tahun yang diterapkan di RA Hj. Sri Musiyarti dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dapat memberikan stimulasi pada perkembangan anak diantaranya: (1) Meningkatkan kemampuan bermusik, (2) Meningkatkan kesehatan fisik, (3) Berkembangnya kemampuan sosial emosional, dan (4) Dapat bekerja sama dalam tim. Adapun faktor pendukung dan penghambat ekstrakurikuler drum band kategori display lanjutan pada anak usia 5-6 tahun di RA Hj. Sri Musiyarti antara lain: (1) Pelatih. (2) Guru, dan (3) Orang tua. Dari ketiganya tersebut diharapkan dapat saling bekerja sama
Implementasi ekstrakurikuler drum band kategori display lanjutan pada anak usia 5-6 tahun di RA Hj. Sri Musiyarti dapat dikatakan berhasil dengan terwujudnya meraih kejuaraan lomba drum band tingkat provinsi kategori display lanjutan di Semarang Open Marching Band Championship (SOMBC)
Pengaruh kepercayaan diri dan harga diri terhadap quarter life crisis di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang
The period with the longest stages in human development is adulthood. In this stage, adult individuals will experience a developmental crisis or what is known as the quarter life crisis. Quarter life crisisis a period in which human life when adolescence and adulthood is between 18-25 years old which is characterized by confusion, anxiety, and the emergence of emotional crises such as isolation, sadness, and fear of failure in the future. This study aims to empirically test the influence of self-confidence and self-esteem on the quarter life crisisat the Faculty of Psychology and Health UIN Walisongo Semarang. The subjects in this study are 150 students of the Faculty of Psychology and Health UIN Walisongo Semarang class of 2020. The sampling technique used is a probability sampling technique with a type of sampling using cluster random sampling. The method used in this study is a quantitative method with a causality approach. In this study, a scale was used as a measuring tool with three scales consisting of a quarter life crisisscale, a confidence scale, and a self-esteem scale. The data was analyzed using the assumption test and hypothesis test methods. The results of the third hypothesis test showed that there was no effect of self-confidence on the quarter life crisisin students of the Faculty of Psychology and Health UIN Walisongo Semarang class of 2020 with a significance value of 0.337 > 0.05, there was a very significant influence of self-esteem on the quarter life crisisof 0.000 (p <0.05), and there was an influence of confidence and self-esteem on the quarter life crisisin students of the Faculty of Psychology and Health UIN Walisongo Semarang class of 2020 with a significance value of 0.024. The results of this study show that there is a significant influence of confidence and self-esteem on the quarter life crisisof 42.5%. With this research, it is hoped that students will be able to gain knowledge about self-confidence, self-esteem, and quarter life crisis.
Keywords: quarter life crisis, confidence, and self-esteem
ABSTRAK:
Masa dengan tahapan terpanjang dalam perkembangan manusia adalah masa dewasa. Dalam tahapan ini individu dewasa akan mengalami krisis perkembangan atau yang dikenal dengan masa quarter life crisis. Quarter life crisis adalah masa di mana kehidupan manusia ketika usia remaja dan dewasa antara 18-25 tahun yang ditandai dengan rasa bingung, rasa cemas, serta munculnya krisis emosional seperti isolasi, kesedihan, dan rasa takut terhadap kegagalan dimasa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh kepercayaan diri dan harga diri terhadap quarter life crisis di Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang. Subjek pada penelitian ini adalah 150 mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang angkatan 2020. Teknik sampling yang diguakan adalah teknik probability sampling dengan jenis pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Pada penelitian ini menggunakan skala sebagai alat ukut dengan tiga skala yang terdiri dari skala quarter life crisis, skala kepercayaan diri, dan skala harga diri. Data analisis dengan menggunakan metode uji asumsi dan uji hipotesis. Hasil uji ketiga hipotesis menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh kepercayaan diri terhadap quarter life crisispada mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang angkatan 2020 dengan nilai signifikasi 0,337 > 0,05, adanya pengaruh sangat signifikan harga diri terhadap quarter life crisis 0,000 (p <0,05), serta adanya pengaruh kepercayaan diri dan harga diri terhadap quarter life crisispada mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan UIN Walisongo Semarang angkatan 2020 dengan nilai signifikasi 0,024. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh signifikan kepercayaan diri dan harga diri terhadap quarter life crisis sebesar 42,5%. Dengan adanya penelitian ini diharapkan mahasiswa mampu memperoleh pengetahuan mengenai kepercayaan diri, harga diri, dan quarter life crisis.
Kata Kunci: quarter life crisis, kepercayaan diri, dan harga dir
Praktik penanaman nilai agama dan moral dengan metode pembiasaan pada anak usia 5-6 tahun di RA Bahrul Ulum Kabupaten Demak
Praktik penanaman nilai agama dan moral anak usia dini dilakukan agar anak didik dapat memiliki nilai agama dan moral yang baik, sehingga ketika anak didik memasuki jenjang selanjutnya, mereka sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman yang baik yang diperoleh pada saat pra sekolah. Sekolah dengan pendidikan agama dan moral yang baik akan terlihat dari program-program yang dilakukan oleh sekolah dan juga dari kegiatan pembiasaan yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui praktik penanaman nilai agama dan moral dengan metode pembiasaan pada anak usia 5-6 tahun di RA Bahrul Ulum Kabupaten Demak, serta faktor pendukung dan penghambat dalam menanamkan nilai agama dan moral pada anak di RA Bahrul Ulum Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek dalam penelitian ini kepala sekolah dan guru kelas. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik penanaman nilai agama dan moral dengan metode pembiasaan pada anak usia 5-6 tahun di RA Bahrul Ulum meliputi 3 bagian, yang terdiri dari pembiasaan rutin, pembiasaan spontan dan pembiasaan teladan. Tujuan dilakukannya pembiasaan-pembiasaan tersebut adalah agar anak didik bisa menjadi generasi Qur’ani, memahami, menulis, dan membaca Al-Qur’an, mengetahui pentingnya sholat, sopan santun terhadap guru atau orang tua, menyanyangi sesama teman, serta mencontoh perilaku atau sikap dari seorang guru agar bisa menjadi keteladanan bagi anak didik. Faktor pendukungnya yaitu kerja sama dari orang tua, memiliki sarana dan prasarana yang memadai, serta pembiasaan yang bervariatif. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya kerja sama dari orang tua dan waktu pembelajaran yang terbatas
Penerapan reward dalam pembelajaran anak usia dini kelompok a1 di TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan
Skripsi ini membahas tentang pentingnya penerapan reward dalam pembelajaran anak usia dini di TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kepedulian anak di TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan terhadap perkembangan perilaku dan karakter baik anak di dalam kelas. Melalui penerapan reward adalah salah satu cara guru untuk meningkatkan perkembangan perilaku dan karakter baik anak di TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk reward dalam pembelajaran dan bagaimana penerapan reward dalam pembelajaran anak usia dini kelompok A1 di TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, yang mana penulis membuat deskripsi secara factual, akurat, dan sistematis mengenai peristiwa yang sedang diteliti. Penelitian ini difokuskan pada peserta didik TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan. Teknik pengumpulan data dari penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil penelitian menunujukkan bahwa (1) Bagaimana bentuk reward dalam pembelajaran anak usia dini kelompok A1 di TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan, bentuk reward yang diberikan pada kelompok A1 adalah reward berbentuk bintang yang terbuat dari kertas origami warna-warni. Setiap satu bulan sekali akan ada reward berupa barang yang bermanfaat untuk masing-masing anak, seperti tas, buku, pensil, penghapus atau barang-barang yang dibutuhkan oleh peserta didik. (2) Bagaimana penerapan reward dalam pembelajaran anak usia dini kelompok A1 di TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan, reward dilakukan setiap hari, dan setiap akhir pembelajaran dikumpulkan pada guru. Kemudian, guru akan menghitung dan mencatat bintang yang didapatkan oleh anak selama satu minggu dan di akumulasikan satu bulan satu kali, salam arti anak akan mendapat hadiah satu bulan satu kali. Hadiah tersebut berupa alat tulis, makanan/jajan dan barang yang sesuai dengan kebutuhan anak. dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penerapan reward di TK Muslimat NU Al-Fattah Sugihan berjalan dengan baik dan hampir Sebagian anak mulai berkembang
Efektivitas penyelesaian sengketa-sengketa secara non-litigasi di Desa Wanadri Kecamatan Bawang Banjarnegara
Penelitian ini membahas efektivitas dan keunikan Desa Wanadri di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, dalam menyelesaikan sengketa melalui metode non litigasi. Berbeda dengan desa lainnya. Masyarakat Desa Wanadri secara konsisten menyelesaikan sengketa-sengketa baik pidana maupun perdata melalui pendekatan kekeluargaan, tanpa melibatkan proses pengadilan. Keunikan ini belum banyak diteliti sebelumnya, padahal penyelesaian sengketa non litigasi memiliki banyak manfaat, seperti mengurangi penumpukan perkara di pengadilan, mempercepat proses penyelesaian, dan menjaga kerahasiaan serta hubungan baik antara pihak-pihak yang bersengketa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi penyelesaian sengketa di Desa Wanadri menurut konsep Alternatif Penyelesaian Sengketa dan apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penyelesaian sengketa secara non litigasi di Desa Wanadri.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis-empiris. Data dikumpulkan melalui wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi, menggunakan purposive sampling untuk menentukan informan, serta dianalisis dengan deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa di Desa Wanadri menggunakan pendekatan APS melalui Kiai (Konsultasi), Musyawarah Kekeluargaan (Negosiasi), dan Rempugan (Mediasi), dengan melibatkan tokoh masyarakat dan perangkat desa sebagai mediator. Biasanya kesepakatan penyelesaian sengketa dituangkan dalam perjanjian tertulis maupun lisan. Faktor-faktor seperti kebiasaan hukum yang memberi manfaat sosial, keterlibatan penegak hukum, ketersediaan sarana dan dukungan desa, serta budaya turut mempengaruhi efektivitas penyelesaian sengketa. Meskipun tanpa aturan tertulis, kebiasaan tersebut efektif dalam menyelesaikan sengketa dan mencerminkan kearifan lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan non litigasi di Desa Wanadri efektif, efisien, dan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam menangani sengketa
Pengaruh kontrol diri dan dukungan sosial terhadap resiliensi caregiver anak berkebutuhan khusus (ABK) di SLB-C,D Yayasan Pembinaan Anak Cacad (YPAC) Kota Semarang
This research focuses on testing the implementation of self-control and social support on resilience caregivers at SLB-C,D YPAC Kota Semarang. The population in this study consisted of 172 caregivers, with a research sample of 120 caregivers. The study utilized purposive sampling technique. The research method employed in this study is quantitative with a causal approach. The measurement tools used include resilience scale, self-control scale, and social support scale. Data analysis method involved classic assumption tests including normality, linearity, and multicollinearity tests. Subsequently, hypothesis testing was conducted through multiple linear regression.The results of this study indicate that self-control has a partial influence on resilience with a significance value of 0.040 (p<0.05). Furthermore, there is a partial influence of social support on resilience with a significance value of 0.000 (p<0.01). Simultaneously, there is an influence of both self-control and social support on resilience with a significance value of 0.000 (p<0.01) and an effective contribution of 25.2%, with 74.8% influenced by other factors.
Keyword: self control, social support, and resilience
ABSTRAK:
Riset ini memfokuskan pada pelaksanaan pengujian pada pengaruh kontrol diri dan dukungan sosial terhadap resiliensi caregiver Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SLB-C,D Yayasan Pembinaan Anak Cacad (YPAC) Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 172 caregiver, dan sampel penelitian sejumlah 120 caregiver. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausalitas. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan terdiri dari skala resiliensi, skala kontrol diri, dan skala dukungan sosial. Metode analisis data menggunakan pengujian asusmsi klasik yang tersusun atas pengujian normalitas, linearitas, juga multikolinearitas. Kemudian, pelaksanaan uji hipotesis melalui uji regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh secara parsial kontrol diri terhadap resiliensi dengan nilai signifikansi 0,040 (p<0,05). Selanjutnya, terdapat pengaruh secara parsial dukungan sosial terhadap resiliensi dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,01). Secara simultan, terdapat pengaruh kontrol diri dan dukungan sosial terhadap resiliensi dengan nilai signifikasi 0,000 (p<0,01) dan sumbangsih efektif sejumlah 25,2% serta sebanyak 74,8% dipengaruhi oleh faktor lain.
Kata Kunci: kontrol diri, dukungan sosial, dan resiliens