Walisongo State Islamic University

Walisongo Institutional Repository
Not a member yet
    26964 research outputs found

    Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk lokal : studi pada UMKM Putri Tirang di Desa Ekowisata Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang

    Get PDF
    Fenomena Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk lokal studi pada UMKM Putri Tirang Desa Ekowisata Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang, menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk dikaji dalam kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat. UMKM Putri Tirang ini yang beranggota Ibu-Ibu Desa Tapak Kelurahan Tugurejo yang secara bersama-sama meningkatkan partisipasi perempuan dalam pemberdayaan. Pemberdayaan melalui pengembangan produk olahan mangrove ini menyangkut pemberdayaan dalam segi ekonomi, sosial dan lingkungan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan perempuan masyarakat melalui pengembangan produk olahan mangrove dan perubahan yang dihasilkan dari pemberdayaan perempuan melalui olahan mangrove tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini yakni data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi partisipative, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dalam prosesnya, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan ketua, sekretaris, anggota serta seksi pemasaran,kelompok UMKM Putri Tirang Desa Ekowisata Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang. Sementara itu, data dalam penelitian ini dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan produk olahan mangrove yang dilakukan dalam strategi pemberdayaan menurut Jim Ife program sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan pemasaran. Adapun perubahan yang dihasilkan dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh UMKM Putri Tirang yaitu dalam segi sosial, terdapat peningkatan partisipasi, peningkatan produktivitas dan peningkatan relasi sosial. Dalam segi ekonomi, terdapat peningkatan penghasilan dan pengembangan ekonomi keluarga. Sementara itu, dalam segi lingkungan, terdapat peningkatan konservasi dan penghijauan yang dapat menjadikan lingkungan di Desa Ekowisata Tapak Kelurahan Tugurejo menjadi lebih baik. ABSTRACT: The phenomenon of community empowerment through the development of processed mangrove products, studied at the Putri Tirang UMKM, Tapak Ecotourism Village, Tugurejo Subdistrict, Semarang City, is an interesting phenomenon to study in relation to community empowerment. The Putri Tirang UMKM consists of women from Tapak Village, Tugurejo Subdistrict who together increase women's participation in empowerment organizations. Empowerment through the development of processed mangrove products includes empowerment in the economic, social and environmental fields. Therefore, this research aims to describe the process of empowering women in the community through the development of processed mangrove products and the changes resulting from empowering women through processed mangroves. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. This type of research is field research. The data sources in this research are primary and secondary data. The data in this research was obtained from participant observation, in-depth interviews and documentation. In the process, researchers conducted in-depth interviews with the chairman, secretary, members and marketing section of the Putri Tirang MSME group, Tapak Ecotourism Village, Tugurejo District, Semarang City. Meanwhile, the data in this research is explained by data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that the process of community empowerment through the development of processed mangrove products is carried out in an empowerment strategy according to Jim Ife in the socialization, training, mentoring and marketing activity program. The changes resulting from community empowerment carried out by UMKM Putri Tirang are in the social aspect, there is increased participation, increased productivity and improved social relations. In the economic sector, there is an increase in income and development of the family economy. Meanwhile, in the environmental sector, there is increased conservation and reforestation which can make the environment in Tapak Ecotourism Village, Tugurejo District better

    Pemberdayaan masyarakat melalui wisata Soto Sawah : kajian di Desa Tambangan Kecamatan Mijen Kota Semarang

    Get PDF
    Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya yang dilakukan agar dapat memberikan kekuatan dan daya kepada masyarakat melalui peningkatan kesempatan, pengetahuan serta keterampilan sehingga dirinya memiliki kemampuan untuk dapat keluar dari segala permasalahannya, dan mereka dapat bersikap mandiri dalam mengambil segala keputusan, menuangkan ide – ide, maupun tidakannya. Salah satu bentuk pemberdayaan adalah dengan melakukan pemanfaatan potensi maupun sumberdaya sekitar untuk dimanfaatkan sebagai pariwisata yang dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya. Seperti yang telah dilakukan oleh masyarakat Tambangan Kecamatan Mijen Kota Semarang melalui Wisata Soto Sawah. Permasalah dalam penelitian ini berfokus pada proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui Wisata Soto Sawah serta dampak sosial dan ekonomi setelah adanya Wisata Soto Sawah dengan menggunakan teori pemberdayaan menurut Sarah Cook & Steve Macaulay. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian terdapat dua sumber yaitu sumber data primer dan sekunder. Teknik pengambilan data yang digunakan melalui beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam prosesnya, penelitian melakukan wawancara secara mendalam dengan menggunakan teknik snowball yang terpilih sebagai informan kunci yang terdiri dari pihak kelurahan Tambangan, ketua Kelompok Tani Ayem Tenang, dan dua puluh anggota pengelola Wisata Soto Sawah yang terdiri dari pengelola makanan lokal, pengelola soto, pengelola bakaran, pelayan, pengembangan wisata, tukang parkir, dan bagian kebersihan. Adapun data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan analisis data induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui Wisata Soto Sawah di Desa Tambangan memiliki tahapan pelaksanaan proses pemberdayaan yaitu sosialisasi sadar wisata, musyawarah bareng, penyuluhan budidaya lahan tani, pelatihan pemandu wisata, pelatihan berwirausaha, dan pelatihan pembuatan tiang kandang burung hantu. Selain itu ada beberapa strategi yang dilakukan dalam menunjang keberhasilan pelaksanaan proses pemberdayaan yang meliputi pembagian kinerja, bantuan modal usaha bersama serta aksesbiltas kampung sawah. Hasil dari adanya proses pemberdayaan yang telah dilakukan oleh Kelompok Tani Ayem Tenang bersama masyarakat Tambangan menghasilkan output atau hasil yang diharapkan dari segi sosial maupun ekonomi yaitu memandirikan masyarakat dengan peluang yang ada melalui pengelolaan Wisata Soto Sawah dapat memudahkan mereka untuk memiliki kesempatan bekerja, meningkatkan pendapatan, serta kemudahan dalam mengakses sumber ekonomi. Selain itu masyarakat juga dapat memiliki kesadaran dalam membangun hubungan sosial yang baik, melestarikan budaya maupun lingkungan disekitarnya. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Wisata, Soto Sawah ABSTRACT Community empowerment is an effort made to provide strength and power to the community through increasing opportunities, knowledge and skills so that they have the ability to be able to get out of all their problems, and they can be independent in making all decisions, expressing their ideas and actions. . One form of empowerment is by utilizing the potential and surrounding resources to be used as tourism which can bring prosperity to the community. As has been done by the people of Tambangan, Mijen District, Semarang City through Soto Sawah Tourism. The problem in this research focuses on the process of implementing community empowerment through Soto Sawah Tourism as well as the social and economic impacts following the existence of Soto Sawah Tourism using empowerment theory according to Sarah Cook & Steve Macaulay. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. This type of research is field research. There are two sources of data in research, namely primary and secondary data sources. The data collection technique used went through several stages, namely observation, interviews and documentation. In the process, the research conducted in-depth interviews using the snowball technique with selected key informants consisting of the Tambangan sub-district, the chairman of the Ayem Tenang Farmers Group, and twenty members of the management members of Soto Sawah Tourism consisting of local food managers, soto managers, grill managers, waiters, tourism development, parking attendants, and the cleaning departement. The data obtained from this research was analyzed using inductive data analysis through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research show that community empowerment through Soto Sawah Tourism in Tambangan Village has stages in implementing the empowerment process, namely tourism awareness outreach, joint deliberations, counseling on farming land cultivation, tour guide training, entrepreneurship training, and training in making owl drum poles. Apart from that, there are several strategies carried out to support the successful implementation of the empowerment process which include performance sharing, joint venture capital assistance and accessibility of rice field villages. The results of the empowerment process that has been carried out by the Ayem Tenang Farmers Group together with the Tambangan community have produced the expected output or results from a social and economic perspective, namely making the community independent with the opportunities that exist through the management of Soto Sawah Tourism which can make it easier for them to have the opportunity to work, increase their income, and ease of accessing economic resources. Apart from that, people can also have awareness in building good social relations, preserving culture and the environment around them

    Pemberdayaan petani garam untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga : studi kasus di Desa Tlogoharum Wedarijaksa Pati

    Get PDF
    Desa Tlogoharum merupakan wilayah pesisir yang menjadi kawasan sebagai penghasil garam. Berbagai pelaku usaha mulai dari petambak serta industri pengolahan garam banyak ditemukan. Hal itu menjadi faktor utama masyarakat desa Tlogoharum untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dengan bekerja sebagai petani garam. Kaitannya dengan ekonomi keluarga maka pemberdayaan disini yang paling tepat untuk dilakukan. Dengan pemberdayaan individu akan diberikan sebuah pengetahuan, pengalaman, keterampilan, modal usaha. Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Desa Tlogoharum bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat pesisir agar petani garam merasakan kesejahteraan sosial yang lebih besar. Dalam pelaksanaannya, KUGAR desa Tlogoharum mampu membuat garam dengan kualitas baik untuk dikonsumsi. Maka dari itu Peneliti sangat tertarik untuk meneliti pemberdayaan petani garam dalam meningkatkan ekonomi keluarga yang berada di desa Togoharum. Dengan merumuskan rumusan masalah sebagai berikut; bagaimana proses pemberdayaan petani garam dala di desa Tlogoharum dan bagaimana dampak kesejahteraan ekonomi yang dihasilkan dari pemberdayaan petani garam. Penelitian ini memakai metode penelitian kualitatif dengan jenis suvei lapangan. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Data penelitian ini diperoleh dari observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Terdapat temuan KUGAR Lestarari dapat memanfaatkan potensi wilayah yang terdapat di Desa Tlogoharum, yaitu air laut sebagai bahan baku utama dalam pembuatan garam dengan memberdayakan sumber daya manusia secara optimal dengan melakukan tahap penyadaran, tahap transformasi, dan tahap peningkatan intelektual. Selain itu, KUGAR ikut serta dalam membantu pengelolaan garam dengan melakukan peningkatan pengetahuan kapasitas manusia, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan permodalan dan pengetahuan, serta mengadakan pelatihan dalam pembuatan garam. Pemberdayaan yang dilakukan oleh Kugar Lestari sesuai dengan proses pemberdayaan masyarakat menurut Jim Ife. Jim Ife (1997) menjelaskan bahwa proses yang harus dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat adalah proses empowerment. Dampak yang diberikan dari adanya pemberdayaan ini meraup hasil yang signifikan dilihat dari peningkatan partisipasi, peningkatan relasi sosial, dan peningkatan penghasilan. Jim Ife (1997) menjelaskan bahwa pemberdayaan sebagai tujuan merujuk pada hasil atau keadaan yang ingin dicapai dengan terciptanya masyarakat yang berdaya. ABSTRACT: Tlogoharum Village is a coastal area that is a salt-producing area. This is the main factor for the majority of Tlogoharum villagers to work as salt farmers. In relation to the family economy, empowerment here is the most appropriate thing to do. With empowerment will be given a knowledge, experience, skills and business capital. The People's Salt Business Empowerment Program (PUGAR) of Tlogoharum Village aims to accelerate the development and empowerment of coastal communities so that salt farmers feel greater social welfare. In its implementation, KUGAR Tlogoharum Village is able to make salt with good quality so that it is suitable for production. Therefore, researchers are very interested in examining the empowerment of salt farmers in improving the family economy in Togoharum village. By formulating the problem formulation as follows; how is the process of empowering salt farmers in Tlogoharum village and how is the impact of economic welfare resulting from the empowerment of salt farmers. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. The type of research is field research. The data sources used are primary data and secondary data. This research data was obtained from observation, in-depth interviews, and documentation. Researchers conducted interviews with Mr. Suwito as the head of Kugar Lestari, Mr. Nasikun, Mr. Aris, Mr. Chambali and Mr. Bukhori. This research uses data reduction analysis techniques, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that KUGAR Lestarari was able to utilize the potential of the area in Tlogoharum Village, namely seawater as the main raw material in salt making by optimally empowering human resources by conducting the awareness stage, transformation stage, and intellectual improvement stage. In addition, KUGAR participates in assisting salt management by increasing human capacity knowledge, improving facilities and infrastructure, increasing capital and knowledge, and conducting training in salt making. This is in accordance with Jim Ife's theory (1997) which explains that the process that must be carried out in community empowerment is the empowerment process. The impact of this empowerment has significant results seen from increased participation, improved social relations, and increased income. Jim Ife (1997) explains that empowerment as a goal refers to the results or circumstances to be achieved by the creation of an empowered community

    Adaptasi masyarakat dalam studi mitigasi bencana rob Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak

    Get PDF
    Fenomena banjir rob yang terjadi di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menjadi salah satu hal yang menarik untuk dikaji dalam kaitannya dengan adaptasi masyarakat. Mitigasi bencana rob ini diinisiasi oleh warga Desa Timbusloko bersama-sama dengan Pemerintahan Daerah serta akademisi untuk menyusun strategi adaptasi dalam menghadapi bencana rob dan ikut berpartisipasi melakukan segala upaya tindakan mitigasi bencana rob. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi adaptasi masyarakat dalam studi mitigasi bencana rob dan segala upaya masyarakat yang dihasilkan dari penyesuaian diri terhadap bencana rob. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun jenis penelitian ini penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini yakni data primer dan sekunder. Data primer diperoleh peneliti melalui pengamatan (observasi) dan wawancara. Sedangkan data sekunder diperoleh peneliti melalui buku dan jurnal serta laporan penelitian yang relevan dan mendukung penelitian peneliti. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik snowball. Peneliti melakukan observasi non partisipan dalam penelitiannya tanpa ikut berpartisispasi dalam kegiatan masyarakat. Peneliti memandang penelitian ini menggunakan sudut pandang teori modal sosial Robert Putnam. Teori modal sosial Robert Putnam memiliki tiga elemen yakni trust (kepercayaan), networking (jaringan) dan norms (norma sosial). Sementara itu, data dalam penelitian ini dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk strategi adaptasi masyarakat Desa Timbusloko dilakukan dalam lingkup sosial kemasyarakatan. Bentuk strategi adaptasi meliputi aktivitas menyesuaikan diri dengan keadaan yang meningkatkan ketahanan untuk hidup meskipun tergenang banjir rob. Sedangkan upaya mitigasi sebagai tindakan preventif melalui pembangunan fisik yakni alat pemecah gelombang bersama penanaman mangrove sebagai tembok alami untuk meredam gelombang pasang laut menuju pemukiman. ABSTRACT: The tidal flood phenomenon that occurred in Timbulsloko Village, Sayung District, Demak Regency is an interesting thing to study in relation to community adaptation. This tidal disaster mitigation was initiated by the residents of Timbusloko Village together with the regional government and academics to develop adaptation strategies in dealing with tidal disasters and participate in all efforts to mitigate tidal disasters. Therefore, this research aims to describe the form of community adaptation strategies in the study of tidal disaster mitigation and all community efforts resulting from adapting to tidal disasters. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. This type of research is field research. The data sources in this research are primary and secondary data. Primary data was obtained by researchers through observations and interviews. Meanwhile, secondary data was obtained by researchers through books and journals as well as research reports that were relevant and supported the researchers' research. Researchers collected data using the snowball technique. Researchers carry out non-participant observations in their research without participating in community activities. Researchers view this research using the perspective of Robert Putnam's social capital theory. Robert Putnam's social capital theory contains three elements, namely trust, networking and norms. Meanwhile, the data in this research was analyzed by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research indicate that the adaptation strategy of the Timbusloko Village community is carried out in the social sphere. Forms of adaptation strategies include activities to adapt to conditions that increase resilience to live even when inundated by tidal floods. Meanwhile, mitigation efforts are a preventive measure through physical construction, namely wave breakers along with planting mangroves as natural walls to reduce tidal waves towards settlements

    Pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Tambakharjo Hebat melalui objek wisata Pantai Tirang di Kelurahan Tugurejo Kecamatan Tugu Kota Semarang

    Get PDF
    Pemberdayaan adalah sebuah proses untuk berdayaguna sehingga dapat mengubah masyarakat menjadi lebih baik lagi keadaan kehidupannya. Pokdarwis atau kelompok sadar wisata adalah salah satu contoh kelompok masyarakat yang dimana mereka memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan memanfaatkannya sebagai objek wisata. Melalui pokdarwis, diharapkan pembangunan dan pengembangan kepariwisataan dapat memiliki peranan dalam pemberdayaan masyarakat di daerah desa maupun kota. Rumusan.masalah penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana proses pemberdayaan masyarakat oleh Komunitas Pokdarwis Tambakharjo Hebat melalui objek wisata Pantai Tirang Semarang, 2) Bagaimana hasil pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Komunitas Pokdarwis Tambakharjo Hebat melalui objek wisata Pantai Tirang Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Tambakharjo Hebat melalui objek wisata Pantai Tirang di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang dan untuk mengetahui hasil dari pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Tambakharjo Hebat melalui objek wisata Pantai Tirang di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu sebagai berikut: pertama, proses pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Tambakharjo Hebat melalui objek wisata Pantai Tirang di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang yaitu: 1) Tahap penyadaran dan pembentukan, 2) Tahap legalisasi, 3) Tahap pemberian kapasitas, 4) Tahap eksekusi, 5) Tahap Evaluasi. Kedua, hasil dari pemberdayaan masyarakat oleh Pokdarwis Tambakharjo Hebat melalui objek wisata Pantai Tirang yaitu: 1) Masyarakat mendapat pekerjaan yang layak, 2) Komunitas Pokdarwis dapat menciptakan lapangan pekerjaan, 3) Menambah pendapatan, 4) Memberi manfaat pada masyarakat sekitar

    Partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat di lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Lambur Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan

    Get PDF
    Banyak masyarakat yang belum ikut berpartisipasi dalam program pemberdayaan yang dilakukan oleh lembaga PKK Desa Lambur. Hal tersebut juga disampaikan oleh ketua PKK Desa Lambur, masyarakat terkendala kesibukan mereka sehingga kegiatan yang dilaksanakan oleh PKK Desa Lambur tidak dapat mereka ikuti. Selain itu, masyarakat Desa Lambur juga mengatakan kurangnya sosialisasi dari PKK sendiri mengakibatkan kurangnya antusiasme masyarakat karena masyarakat kurang memahami kegiatan pemberdayaan yang dilakukan oleh PKK. Adapun penelitian ini memiliki rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana bentuk partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat di lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Lambur?, (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat di lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Lambur?. Penelitian ini betujan untuk mengetahui bentuk partisipasi masyaraka serta faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di lembaga Pemberdayaan Kesejahteran Keluarga (PKK) di Desa Lambur. Metode yang digunakan adalah jenis kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data penelitia ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan tiga aliran analisis data dari Miles, Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Pengecekan data menggunakan triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat di lembaga PKK Desa Lambur berupa partisipasi masyarakat dalam bentuk buah pikiran, partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga, dan partisipasi masyarakat dalam bentuk harta benda. Kemudian penelitian ini juga menunjukkan faktor pendorong dan penghambat partisipasi masyarakat. Untuk faktor pendorong partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat di lembaga PKK Desa Lambur berupa memiliki peluang atau kesempatan dan memiliki keinginan atau kemauan. Sedangkan faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam program pemberdayaan masyarakat di lembaga PKK Desa Lambur berupa kesibukan masyarakat, dan kurangnya sosialisasi

    Strategi kepala madrasah dalam pemasaran jasa pendidikan di MTs swasta Hidayatussibyan Lancar Kabupaten Wonosobo

    Get PDF
    Strategi pemasaran menjadi salah satu pondasi utama di dalam proses rekrutmen calon siswa baru, karena strategi yang efektif dan efesien serta sesuai dengan kondisi lapangan akan mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi bagaimana strategi kepala madrasah dalam pemasaran jasa pendidikan, apa saja hambatan dan apa saja solusi pada strategi kepala madrasah dalam pemasaran jasa pendidikan di MTS Swasta Hidayatussibyan Lancar Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi kepala madrasah dalam pemasaran jasa pendidikan di MTS Swasta Hidayatussibyan Lancar Kabupaten Wonosobo menggunakan strategi pemasaran bauran, digital marketing, konvensional, kerjasama stakeholder, pemanfaatan alumni dan siswa, dan strategi pemasaran mengadakan dan mengikuti event. (2) Hambatan pada strategi pemasaran bauran adalah implementasi di luar jam kerja, strategi digital marketing adalah kurangnya pengikut di akun media social dan minimnya pemahaman teknologi, strategi konvensional adalah keterbatasan jangkauan informasi pada brosur konvensional dan spanduk, strategi kerjasama stakeholder, alimni dan siswa adalah tidak ada insentif yang diberikan, dan hambatan pada strategi pemasaran mengadakan dan mengikuti event adalah kesulitan menentukan aktu evant dan keterbatasan sumber daya manusia dalam mengikuti lomba. (3) solusi pada hambatan strategi bauran adalah melibatkan guru dan staf mengikuti kegiatan sosial, strategi digital marketing adalah sebar brosur ke berbagai grup WhatsApp, Facebook, dan Telegram, strategi konvensional adalah manfaatkan promosi online, strategi kerjasama stakeholder adalah membantu stakeholder mempromosikan produk, lakukan follow up melalui komunikasi, kunjungan, dan maintainalimni, startegi pemanfaatan lumni dan siswa adalah memberi motivasi, dan solusi pada hambatan strategi pemasaran mengadakan dan mengikuti event adalah mengadakan event pada hari-hari penting nasional an menyediakan pelatih

    Hubungan antara kesesuaian koleksi perpustakaan dengan minat baca siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Demak

    Get PDF
    Minat baca merupakan salah satu faktor utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu aspek yang mempengaruhi minat baca adalah tersedianya koleksi perpustakaan yang sesuai dengan kebutuhan para pemustaka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesesuaian koleksi perpustakaan, minat baca siswa serta hubungan antara kesesuaian koleksi perpustakaan dengan minat baca siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Demak. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket kuesioner. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Demak yang berjumlah 942 siswa. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin dengan hasil perhitungan sebanyak 90 responden. Alat analisis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS versi 24. Hasil dari analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kesesuaian koleksi perpustakaan dan minat baca siswa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Demak termasuk dalam kategori cukup baik. Terdapat hubungan yang signifikan antara kesesuaian koleksi perpustakaan dengan minat baca siswa dengan tingkat hubungannya sebesar 18,7 % dan 81,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain

    Pengaruh manajemen kelas dan kedisiplinan guru terhadap motivasi belajar siswa MTs NU Nurul Huda Semarang

    Get PDF
    Pendidikan saat ini dapat dilihat melalui pengelolaan di dalam lingkungan sekolah terutama di dalam kelas yaitu proses pembelajaran siswa.. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui 1) Pengaruh manajemen kelas terhadap motivasi belajar, 2) Pengaruh kedisiplinan guru terhadap motivasi belajar siswa, 3) Pengaruh secara bersama – sama antara manajemen kelas dan kedisiplinan guru terhadap motivasi belajar. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan survei pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data regresi linier berganda dengan IBM SPSS Statistic 26. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Nu Nurul Huda Semarang. Sampel yang diambil sebanyak 126 responden dari 185 yang dipilih dengan menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) Manajemen kelas berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa, disebabkan nilai t-hitung sebesar 3,577 lebih besar dari t-tabel yaitu sebesar 1,979. 2) Kedisiplinan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, disebabkan nilai t-hitung sebesar 3,834 lebih besar dari t-tabel yaitu sebesar 1,979 3) Manajemen kelas dan kedisiplinan guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa yaitu sebesar 24,1%. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya pihak sekolah perlu memperhatikan proses pelaksanaan pembelajaran yang berlangsung sesuai dengan visi dan misi madrasah. Hal iini dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan, peraturan yang tegas dan supervisi pendidikan untuk mengawasi hal – hal yang menghambat dan kemudian dapat diperbaiki

    Penerapan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di SMP Institut Indonesia Semarang

    Get PDF
    Skripsi ini membahas tentang Penerapan Media Pembelajaran Berbasis TIK dalam Pembelajaran PAI di SMP Institut Indonsia Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan serta tantangan dan kendala media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi di sekolah. Media pembelajaran adalah alat bantu yang berisi materi pelajaran yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan perhatian dan minat peserta didik terhadap pelajaran. Seiring dengan berkembangnya zaman, maka penggunaan media pembelajaran di sekolah juga mengikuti perkembangan teknologi . Tidak lagi menggunakan media pembelajaran zaman dahulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa perangkat teknologi (Laptop, LCD Proyektor, Speaker) serta media pembelajaran berbasis TIK (WhatsApp dan Canva) yang digunakan dalam pembelajaran PAI dan terdapat beberapa kendala dan tantangan dalam pelaksanaannya. Dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman dan penghayatan siswa terhadap nilai-nilai keislaman, sehingga membantu mereka dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin modern dan kompleks

    26,949

    full texts

    26,964

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walisongo Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇