26964 research outputs found
Sort by
Pengaruh ukuran perusahaan, fee audit, dan pertumbuhan perusahaan terhadap auditor switching pada perbankan syariah di Indonesia
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan,fee audit dan pertumbuhan perusahaan terhadap auditor switching pada perbankan syariah di indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan sumber data yang diperoleh adalah data sekunder. Populasi penelitian mencakup perusahaan perbankan syriah yang terdaftar di OJK yang berjumlah 13 bank dengan jumlah sample 10 bank menggunakan laporan tahunan dan data lengkap sesuai variabel yang digunakan pada tahun 2019-2022. Sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling.
Dalam penelitian ini variabel dependen adalah auditor switching dan variabel independen pertama adalah ukuran perusahaan yang diproksikan dengan besarnya jumlah aset. Variabel kedua, fee audit yang diproksikan dengan besarnya biaya profesional. Variabel ketiga, ukuran perusahaan yang diproksikan dengan perubahan jumlah aset.
Analisis data menggunakan analisis regresi logistik dengan program SPSS 23. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ditemukan bukti semua variabel independen ukuran perusahaan dan fee audit tidak berpengaruh terhadap auditor switching. Sedangkan variabel pertumbuhan perusahaan berpengaruh signifikan terhadap auditor switching
Strategi pengembangan masyarakat melalui penguatan spiritual di Majelis Jiping Desa Kalirejo Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen
Muhammad Nur Abdullah Muchtar (1701046054): Strategi Pengembangan Masyarakat Melalui Penguatan Spiritual di Majelis Jiping Desa Kalirejo Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen.
Pengembangan spiritual masyarakat merupakan sebuah upaya untuk membangun (masyarakat) akan potensi dan skill yang dimiliki melalui proses peningkatan kemampuan seseorang baik dalam arti pengetahuan, keterampilan maupun sikap dan perilaku dalam memahami serta mengontrol kekuatan ekonomi, sosial, politik, budaya dan lingkungan agar menjadi masyarakat yang mandiri dan kualitas hidup yang lebih baik. Majelis Jiping merupakan pengembangan spiritual masyarakat untuk memperdalam dan memperkuat keimanan, ketaqwaan, serta meningkatkan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui pelaksanaan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana strategi pengembangan masyarakat melaluipenguatan spiritual di Majelis Jiping Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen?. (2) Bagaimana hasil pengembangan masyarakat melalui penguatan spiritual di Desa Kalirejo Kecamana Kebumen Kabupaten Kebumen? Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) Untuk mengetahui strategi pengembangan masyarakat melaluipenguatan spiritual di Majelis Jiping Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. (2) Untuk mengetahui hasil pengembangan masyarakat melalui penguatan spiritual di Desa Kalirejo Kecamana Kebumen Kabupaten Kebumen. Untuk menjawab penelitian di atas penelitian ini berjenis penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa obeservasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan pendekatannya penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis. Pendekatan sosiologis adalah penelitian untuk membuat deskripsi mengenai situasi-situasi atau kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan. teknik analisis data peneliti menggunakan teknik Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi.
Hasil penelitian pertama, strategi pengembangan masyarakat melaluipenguatan spiritual di Majelis Jiping Desa Kalirejo, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen yaitu : (1) Kepedulian Pengasuh dan Pengurus. (2) Partisipasi Jamaah. (3) Para Ustadz yang Kompeten dan Materi Kajian yang Menarik. (4) Lokasi Majelis Taklim. (5) Ukhuwah Islam. Kedua, hasil pengembangan masyarakat melalui penguatan spiritual di Desa Kalirejo Kecamana Kebumen Kabupaten Kebumen yaitu : (1) Membentuk Jiwa Keagamaan. (2) Menumbuhkan rasa takwa dan ketaatan kepada Allah SWT. (3) Merubah Perilaku yang Lebih Baik. (4) Mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keIslaman
Peran koperasi Pondok Pesantren Darussalam dalam pengembangan ekonomi masyarakat Desa Bandung Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali
Koperasi adalah suatu bentuk kerjasama dalam perekonomian, kerjasama ini diadakan karena adanya kesamaan jenis kebutuhan hidup mereka.. Adanya koperasi pondok pesantren merupakan salah satu Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP) yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan santri. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui bagaimana pengembangan ekonomi masyarakat di Desa Bandung Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali (2) Untuk mengetahui bagaimana peran pondok pesantren dalam pengembangan ekonomi masyarakat melalui koperasi pondok pesantren Darussalam Desa Bandung Kecamatan Wonosegoro Kabupaten Boyolali.
Setelah penulis observasi dengan masyarakat sekitar pondok pesantren diperkirakan dapat membantu pendapatan ekonomi masyarakat melalui adanya koperasi akan tetapi ini masih belum optimal, maka oleh karena itu penulis ingin membenahi dengan cara membuat penelian di koperasi. Untuk mencapai tujuan ini, digunakan pendekatan penenlitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang dilakukan di lapangan. Dalam penulisan ini peneliti mengunakan teknik pengumpulan data, yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pengembangan ekonomi masyarakat dengan bertambahnya pengetahuan melalui pelatihan kerja hasil olahan pertanian yang di adakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK) dan di terapkan dengan adanya usaha penitipan barang di koperasi Pondok Pesantren terbukti mampu meningkatkan ekonomi masyarakat. (2) peran koperasi dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sudah ada peningkatan ditandai dengan meningkatkan pendapatan setiap tahunnya akan tetapi masih belum signifikan hasil labahya akan disetorkan kepada pihak pesantren baik material maupun non material
Pengaruh tingkat pendidikan, skala usaha, umur usaha, kemitraan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi : studi kasus pada kuliner Kota Semarang
Kuliner salah satu dari 13 sektor ekonomi kreatif, subsektor kuliner menempati urutan pertama dengan angka 56,86% dari total 21,90 juta orang pekerja ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Tingkat Pendidikan, Skala Usaha, Umur Usaha, Dan Kemitraan Terhadap Sistem Informasi Akuntansi Studi Kasus Pada Kuliner Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitaif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Populasi yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 8098 pelaku usaha kuliner berdasarkan data dari DISKOPUMKM Kota Semarang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 100 sampel dengan menggunakan teknik pengambilan sampel berdasarkan accidental sampling. Hasil dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner yang disebar kepada para pelaku usaha kuliner di Kota Semarang dan diproses serta dianalisis menggunakan uji statistik analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Tingkat Pendidikan berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap SIA dengan nilai Sig. 0,04 1,985, variabel Skala Usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap SIA dengan nilai Sig. 0,416 > 0,05 dan t hitung 0,818 0,05 dan t hitung 0,775 1,985
Perancangan sistem akuntansi berbasis Microsoft Excel pada Masjid Jami’ Al Amin Demak
Perancangan sistem akuntansi keuangan yang efektif dan terstruktur merupkan aspek kunci dalam pengelolaan keuangan sebuah masjid. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem akuntansi keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik khusus masjid sekaligus menerapkan ketentuan ISAK 35. Langkah-langkah dalam perancangan sistem mencakup identifikasi kebutuhan keuangan masjid, penetapan kebijakan keuangan, pemilihan struktur organisasi keuangan, pemilihan sistem akuntansi, pencatatan transaksi keuangan, penyusunan laporan keuangan, pengawasan internal, dan pengembangan keterampilan staf terkait. Metodologi yang dibutuhkan melibatkan analisis kebutuhan, studi literatur, dan konsultasi dengan pihak terkait. Hasilnya adalah perancangan sistem akuntansi yang dapat membantu masjid dalam mengelola keuangnnya dengan lebih efisien, transparan dan akuntabel.
Hasil dari penelitian ini adalah sistem akuntansi berbasis excel yang akan digunakan pada Masjid Jami’ al-Amin dengan menyesuaikan kebutuhan masjid juga penerapan laporan keuangan masjid yang sesui dengan ISAK 35
Pembiasaan karakter religius pada siswa-siswi SMP Takhassus Al-Qur’an Tarub Kabupaten Tegal
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan maraknya tindakan penyimpangan sosial yang dilakukan oleh siswa, seperti tawuran antar siswa, kekerasan terhadap guru, dan berbagai tindakan menyimpang lainnya. Fenomena ini menggambarkan kegagalan proses pendidikan (khususnya pendidikan karakter) di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa karakter merupakan permasalahan mendesak dalam dunia pendidikan yang harus segera dicari solusinya. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mencari solusi yang dapat mengatasi permasalahan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembiasaan karakter religius di SMP Takhassus Al-Qur'an Tarub Kabupaten Tegal. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan studi analisis kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik penentuan sampel sumber data menggunakan teknik purposive sampling. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, perwakilan bidang kurikulum, perwakilan bidang kesiswaan, guru mata pelajaran PAI, dan siswa. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter melalui pembiasaan karakter religius yang terintegrasi dalam mata pelajaran, integrasi dalam muatan lokal, dan melalui kegiatan pengembangan diri seperti yang dilaksanakan di SMP Takhassus Al-Qur'an Tarub, dapat mengembangkan keberagamaan karakter siswa yang mengarahkannya pada berbagai perilaku positif, bahkan keberhasilan dalam meraih prestasi
Hubungan jumlah konsumsi ikan dan asupan protein dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan keluarga nelayan di Desa Suradadi Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal
Stunting adalah keadaan dimana status gizi seseorang berdasarkan z-score tinggi badan (TB) terhadap umur (U) berada pada <-2 SD (Kemenkes, 2020). Konsumsi protein yang tidak mencukupi merupakan salah satu hal yang dapat menyebabkan stunting. Stunting pada anak di bawah usia lima tahun dapat dicegah atau diminimalisir dengan mengonsumsi protein hewani, salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi adalah ikan. Ikan merupakan sumber protein utama bagi keluarga nelayan, Desa Suradadi merupakan salah satu yang mayoritas penduduknya bermatapencaharian nelayan, dengan demikian hampir setiap hari keluarga nelayan termasuk balitanya mengonsumsi ikan lauk sebagai lauk-pauk.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran konsumsi ikan, asupan protein dan kejadian stunting balita keluarga nelayan di Desa Suradadi dan juga mengetahui hubungan antara konsumsi ikan dengan kejadian stunting dan hubungan asupan protein dengan kejadian stunting balita keluarga nelayan di Desa Suradadi.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara konsumsi ikan dengan kejadian stunting dengan nilai p-value=0,045 (p-value < 0,05) , r=0,260 (korelasi lemah) dan arah korelasinya negatif dan terdapat hubungan anatara asupan protein dengan kejadian stunting dengan nilai p-value=0,001 (p-value < 0,05), r=0,414 (korelasi sedang) dan arah korelasinya negatif.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan para ibu yang menyiapkan makanan rumah tangga supaya memanfaatkan sumber protein ikan yang berasal dari tangkapan nelayan untuk meningkatkan konsumsi ikan, dan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi terutama yang berkaitan dengan konsumsi ikan dan kontribusinya terahadap kebutuhan protein umtk pencegahan stunting
Efektivitas ekstrak daun pepaya (carica papaya l.) sebagai bioherbisida dalam mengendalikan gulma bayam duri (amaranthus spinosus l.)
Perkembangan suatu tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah adanya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Salah satu jenis OPT yang sering dijumpai adalah gulma bayam duri (Amaranthus spinosus L.). Upaya pengendalian gulma bayam duri umumnya masih menggunakan herbisida berbahan kimia yang berdampak negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain dalam mengendalikan gulma bayam duri yaitu dengan menggunakan bioherbisida. Daun pepaya (Carica papaya L.) adalah salah satu tanaman dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai bioherbisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun pepaya muda dan dewasa sebagai bioherbisida dalam mengendalikan gulma bayam duri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RAK dengan 2 faktor perlakuan, yaitu umur daun (daun pepaya muda dan dewasa) serta konsentrasi (0%, 35%, 70%, 100%) dan dilakukan 3 kali pengulangan dengan parameter pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah helaian daun, berat basah dan berat kering tanaman, serta fitotoksisitas tanaman bayam duri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dewasa dengan konsentrasi 100% paling efektif dalam menghambat pertumbuhan gulma bayam duri dengan rata-rata laju pertumbuhan 0,53 cm karena jumlah kandungan senyawa metabolit sekunder yang dimilikiny
Perilaku konsumtif belanja online pada remaja : studi pada siswa MAN 1 Bekasi
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perilaku konsumtif remaja Ketika berbelanja online akibat dari pemenuhan gaya hidup yang menjerumus ke dalam gaya hidup konsumtif. Seperti halnya siswa MAN 1 Bekasi yang sering berbelanja online barang penunjang penampilan. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan terkait perilaku konsumtif, baik dari segi bentuk, motivasi hingga dampak belanja online siswa MAN 1 Bekasi. Perilaku konsumtif dapat dipahami sebagai perilaku yang memprioritaskan gaya hidup dibanding kebutuhan. Perilaku konsumtif rawan terjadi pada remaja karena masa remaja merupakan masa pencarian jati diri dan mereka mempunyai rasa penasaran yang cukup tinggi akan hal-hal yang baru. Dalam konsumsinya remaja akan mengikuti perubahan tren dan lingkungan sosialnya. Begitu juga dengan siswa MAN 1 Bekasi yang notabenenya berada di lingkungan sosial perkotaan dengan gaya hidup yang tinggi serta kemudahan dan digitalisasi yang juga tinggi. Hal tersebut membuat siswa MAN 1 Bekasi rawan akan perilaku konsumtif Ketika belanja online.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan jenis pendekatan kualitatif deskriptif untuk menjelaskan bentuk, motivasi hingga dampak dari perilaku konsumtif belanja online pada siswa MAN 1 Bekasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik observasi, wawancara semi terstruktur dengan penentuan informan menggunakan Teknik snowball, dan dokumentasi. Untuk analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif model induktif Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, hingga penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan kecenderungan perilaku konsumtif yang dapat diketahui dari kebiasaan belanja online siswa MAN 1 Bekasi. Dalam berbelanja online pertimbangan utama siswa bukan pada nilai kebutuhan. Namun, pada hal yang lebih kompleks seperti pemenuhan gaya hidup. Pertimbangan pemenuhan gaya hidup dapat diketahui dari orientasi barang yang sering siswa konsumsi yakni berupa barang penunjang penampilan, seperti barang fesyen maupun produk kecantikan. Konsumsi barang-barang tersebut bertujuan untuk memenuhi standar gaya hidup yang berorientasi pada citra fisik, sehingga siswa sering kali bersikap impulsif Ketika berbelanja online. Sementara itu motivasi yang mendasari siswa berbelanja online yakni tren media sosial, pengaruh lingkungan sosial dan konstruksi identitas diri. Perilaku konsumtif belanja online membawa dampak pada kehidupan siswa, baik dampak ekonomi maupun dampak sosial
ABSTRACT:
This research is motivated by the problem of consumptive behavior of adolescents when shopping online as a result of fulfilling a lifestyle that leads to a consumptive lifestyle. For instance, MAN 1 Bekasi students frequently engage in online shopping for appearance support items. Therefore, this study aims to reveal and explain consumptive behavior, both in terms of form, motivation, and the impact of online shopping on MAN 1 Bekasi students. Consumptive behavior can be understood as behavior that prioritizes lifestyle over needs. Adolescence is a period of self-discovery, during which individuals are particularly susceptible to consumptive behavior. Adolescents are naturally curious about new things, and they often follow changes in trends and their social environment. This is evident in the case of MAN 1 Bekasi students, who are situated in an urban social environment with a high lifestyle and high convenience and digitalization. This makes MAN 1 Bekasi students prone to consumptive behavior when shopping online.
This research is a field research using a descriptive qualitative approach to explain the form, motivation and impact of consumptive online shopping behavior on MAN 1 Bekasi students. Data collection techniques in this study used observation techniques, semi-structured interviews with determining informants using the snowball technique, and documentation. For data analysis in this study using qualitative analysis of the Miles and Huberman inductive model, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results of this study indicate a tendency towards consumptive behavior, as evidenced by the online shopping habits of MAN 1 Bekasi students. In shopping online, students' primary consideration is not the value of their needs. Rather, they prioritize lifestyle fulfillment. This can be observed in the orientation of goods that students often consume, which includes appearance-support items such as fashion items and beauty products. The consumption of these items is oriented towards meeting lifestyle standards that are oriented towards physical image. Consequently, students often act impulsively when shopping online. The underlying motivation for students to shop online is social media trends, the influence of the social environment, and the construction of self-identity. The consumptive behavior of online shopping has an impact on students' lives, both economically and socially
Fenomena fear of missing out (FoMO) dalam bermedia sosial : studi pengguna TikTok di kalangan mahasiswa FISIP UIN Walisongo
Media sosial merupakan sebuah platform yang ditemukan di situs jejaring sosial yang mengajak penngguna untuk berkolaborasi, berkomunikasi, berbagi konten, dan memamerkan diri dalam upaya membangun jejaring sosial online. Keberadaan platform TikTok saat ini mempermudah individu dalam menemukan berbagai hal, tetapi dengan adanya akses yang sangat mudah ini dapat menyebabkan kecemasan sosial yang dikenal sebagai Fear of Missing Out (FoMO). Seseorang dapat dikatakan FoMO bila mengalami ketakutan atau cemas ketika pengguna media sosial melihat antusiasme pengguna lain di jejaring sosial manakala mendorong pengguna untuk terus berupaya menjaga keterhubungan dengan kegiatan pengguna lain di media sosial. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui alasan mahasiswa FISIP UIN Walisongo mengalami Fear of Missing Out (FoMO) pada platform TikTok serta bentuk Fear of Missing Out (FoMO) yang terjadi pada mahasiswa FISIP UIN Walisongo pengguna TikTok.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menjadikan platform media sosial TikTok sebagai lapangan penelitian dengan metode kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan netnografi yang mana informan di sini didapatkan melalui mesin pencarian pada platform TikTok. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini data primer yang bersumber langsung dari informan penelitian yaitu mahasiswa FISIP UIN Walisongo pengguna TikTok dan data sekunder yang bersumber dari buku, artikel, jurnal, serta dokumen-dokumen. Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan menggunakan teknik purposive dengan jumlah informan yaitu delapan orang. Analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman dengan reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teori konstruksi sosial milik Peter L. Berger dan Thomas Luckmann.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui platform media sosial TikTok, pengguna dapat melihat aktivitas pengguna lain yang dapat memicu perbandingan sosial yang mana memperkuat seseorang untuk menjadi FoMO yang kemudian menjadi kebiasaan jika dilakukan secara obsesi kompulsif, memicu terjadinya perilaku impulsive buying, dan cenderung untuk membangun citra diri yang lebih baik melalui konten yang ia bagikan. FoMO dan gaya hidup juga saling berkaitan erat bila dapat memanfaatkannya guna menaikkan popularitas. Namun juga dapat menimbulkan dampak akibat seseorang sering memenuhi akan gaya hidup dan ke-FoMO-annya seperti konsumtif, hedonisme, individualisme, hingga stres.
ABSTRACT:
Social media is a platform found on social networking sites that invites users to collaborate, communicate, share content, and showcase themselves in an effort to build online social networks. The existence of the TikTok platform currently makes it easier for individuals to find things, but this very easy access can cause social anxiety known as Fear of Missing Out (FoMO). A person can be said to be FoMO when experiencing fear or anxiety when social media users see the enthusiasm of other users on social networks when it encourages users to continue to try to maintain connection with other users’ activities on social media. Therefore, the purpose of this study is to determine the reasons why FISIP UIN Walisongo students experience Fear of Missing Out (FoMO) on the TikTok platform and the form of Fear of Missing Out (FoMO) that occurs in FISIP UIN Walisongo students who use TikTok.
This research is a field research by making the TikTok social media platform as a research field with qualitative methods. This research uses a netnography approach where informants here are obtained through a search engine on the TikTok platform. The data sources used in this research are primary data sourced directly from research informants, namely FISIP UIN Walisongo students who use TikTok and secondary data sourced from books, articles, journals, and documents. Data collection techniques in this study used observation, interviews, and documentation. Determination of informants was carried out using purposive techniques with the number of informants being eight people. Analysis was carried out using the Miles and Huberman analysis technique with data reduction, data exposure, and conclusion drawing. Data analysis in this study was carried out using Peter L. Berger and Thomas Luckmann's social construction theory.
The results of this study show that through the TikTok social media platform, users can see other users' activities which can trigger social comparisons which strengthen a person to become FoMO which then becomes a habit if done obsessively compulsively, triggers impulsive buying behavior, and tends to build a better self-image through the content he shares. FoMO and lifestyle are also closely related if one can utilize it to increase popularity. However, it can also cause impacts due to a person often fulfilling their lifestyle and FoMO such as consumptive, hedonism, individualism, and stress