Walisongo State Islamic University

Walisongo Institutional Repository
Not a member yet
    26964 research outputs found

    Manajemen sekolah dalam pengembangan karakter kreatif dan mandiri siswa melalui P5 kearifan lokal di MA NU AL Hikmah Polaman

    Full text link
    Manajemen sekolah yang efektif merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan pendidikan, yang melibatkan peran optimal dari seluruh komponen sekolah. Dengan sistem yang terencana dan pemanfaatan sumber daya secara maksimal, manajemen sekolah dapat memastikan proses pendidikan berjalan lancar dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin yang kontekstual dan berbasis pada kebutuhan masyarakat serta permasalahan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui: Perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan manajemen sekolah dalam pengembangan karakter kreatif dan mandiri siswa melalui P5 Kearifan Lokal di MA NU Al Hikmah. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan P5 Kearifan Lokal di MA NU Al Hikmah dilakukan secara sistematis untuk mengembangkan karakter kreatif dan mandiri siswa. Perencanaan ini melibatkan guru, wakil kepala sekolah, dan kepala sekolah dalam rapat awal tahun ajaran untuk menentukan tema, jadwal, dan metode pelaksanaan, 2) Pengorganisasian dalam kegiatan P5 Kearifan Lokal di MA NU Al Hikmah melibatkan pembagian tugas dan tanggung jawab antara kepala sekolah dan guru untuk memastikan kelancaran program, 3) Pelaksanaan P5 Kearifan Lokal di MA NU Al Hikmah berjalan sesuai dengan perencanaan yang sistematis dan didukung oleh berbagai aspek manajemen sekolah, seperti kurikulum, pendidik, hubungan dengan masyarakat, serta sarana prasarana, 4) Pengawasan dalam pelaksanaan program P5 Kearifan Lokal dilakukan oleh kepala sekolah dan guru untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan

    Strategi survival pedagang kaki lima di jalan Prof. Dr. Hamka Kelurahan Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang

    Full text link
    Pedagang Kaki Lima (PKL) ialah pekerjaan di sektor informal yang dilakukan oleh individu atau kelompok dengan cara berjualan di ruang-ruang publik seperti trotoar, pinggir jalan, taman, pasar tradisional, dan area keramaian lainnya dengan menawarkan jenis barang dagangan yang beragam, mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga barang kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi survival apa yang diterapkan PKL di jalan Prof. Dr. Hamka Kelurahan Tambakaji dalam mempertahankan dagangannya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam kepada kelima Pedagang Kaki Lima (PKL), dan dokumentasi. Dalam Penelitian ini peneliti menggunakan teori Mekanisme Survival James C. Scott. Sementara itu, Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha dagang Pedagang Kaki Lima (PKL) memiliki peran vital sebagai sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga, seperti makanan, biaya pendidikan anak, kesehatan, pembayaran tagihan, hingga kebutuhan tak terduga. Selain itu, di tengah keterbatasan modal dan ketidakpastian pendapatan, para Pedagang Kaki Lima (PKL) menerapkan berbagai strategi survival untuk menjaga keberlangsungan usaha dan ekonomi keluarga. Strategi tersebut meliputi alternatif subsistensi, yakni memprioritaskan hasil dagang untuk kebutuhan harian; pemanfaatan jaringan sosial, seperti meminjam modal dari keluarga atau sesama pedagang tanpa bunga serta saling berbagi informasi usaha; dan strategi “mengikat sabuk lebih kencang”, yaitu menekan pengeluaran dan menunda kebutuhan sekunder saat pendapatan berkurang. ABSTRACT: Street Vendors (Pedagang Kaki Lima/PKL) are informal sector occupations carried out by individuals or groups by selling goods in public spaces such as sidewalks, roadsides, parks, traditional markets, and other crowded areas. They offer a variety of merchandise, ranging from food, beverages, clothing, to daily necessities. This study aims to identify the survival strategies applied by street vendors along Prof. Dr. Hamka Street, Tambakaji Subdistrict, in sustaining their businesses. The research employs a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews with five street vendors, and documentation. In this study, the researcher uses James C. Scott's Survival Mechanism Theory as the theoretical framework. Meanwhile, the data analysis technique follows three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that street vending plays a vital role as the main source of income for fulfilling essential family needs, such as food, children's education expenses, healthcare, bill payments, and emergency needs. Moreover, despite facing limited capital and uncertain income, the street vendors implement various survival strategies to maintain their business continuity and family economy. These strategies include subsistence alternatives, prioritizing daily needs from business profits; utilizing social networks, such as borrowing capital from family members or fellow vendors without interest and exchanging business information; and the “tightening the belt” strategy, which involves reducing expenses and postponing secondary needs when income decreases

    Manajemen pemasaran jasa pendidikan dengan marketing mix 7P dalam meningkatkan citra Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pemasaran jasa pendidikan diterapkan dalam meningkatkan citra Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Objek penelitian ini adalah manajemen pemasaran jasa pendidikan di Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang, subjek penelitian meliputi pengasuh, pengurus, dan santri yang terlibat dalam kegiatan Pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Semarang menerapkan strategi pemasaran marketing mix 7P(product, price, promotion, place, people, process, dan physical evidence). Product berupa kegiatan pendidikan dan life skill, seperti kajian falak tematik dan kewirausahaan, price yaitu biaya operasional pondok, place berupa lokasi pondok yang strategis, promotion secara langsung dan melalui media sosial, people adalah pengasuh, ustadz dan ustadzah, pengurus dan santri, process meliputi kegiatan pembelajaran dan pelayanan, dan physical evidence seperti aula yang digunakan dalam proses pembelajaran. Strategi ini secara efektif membangun citra positif pesantren di masyarakat, ditunjukkan dengan banyak minat santri dan kepercayaan publik pada kualitas pendidikan dan keterampilan yang ditawarkan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi digital marketing dan optimalisasi peran alumni dalam memperluas jaringan promosi

    Pengembangan kreativitas oleh kelompok sadar wisata : studi pada Pokdarwis Desa Tambaksari Rowosari Kendal

    Full text link
    Pokdarwis Desa Tambaksari yang terbentuk pada tahun 2014 merupakan Kelompok Sadar Wisata yang berusaha menjadikan Desa Tambaksari sebagai Desa Wisata. Dalam merealisasikan Desa Wisata tersebut, Pokdarwis melakukan pengembangan dengan menumbuhkan kreativitas pada masyarakat Desa Tambaksari Rowosari Kendal. Penelitian ini mengidentifikasi strategi berupa tahapan Pokdarwis dalam membentuk program pengembangan kreativitas serta kendala dan penyelesaian kendala yang dihadapi dalam proses pengembangan kreativitas. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami kejadian-kejadian yang dialami oleh penulis dan informan di lapangan. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data secara induktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan perumusan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori mobilisasi sumber daya dari Anthony Oberschall. Temuan dalam penelitian ini, terdapat beberapa kreativitas yang dikembangkan oleh Pokdarwis yaitu pelatihan seni rupa, seni kriya, seni musik, dekorasi, dan pengembangan ruang kolektif desa. Tahapan dalam memulai pengembangan kreativitas yaitu mengidentifikasi potensi yang ada di Desa Tambaksari. Kemudian tahap perencanaan ini yaitu dengan mengambil salah satu atau beberapa dari potensi yang ada yang kemudian dapat di kembangkan. Tahap ketiga yaitu sosialisasi dan penyuluhan. Tahap keempat yaitu kolaborasi, menggandeng beberapa pihak dengan harapan dapat memperlancar program. Tahap kelima yaitu promosi dan tahapan terakhir yaitu monitoring dan evaluasi, dengan tujuan dapat menilai sejauh mana keberhasilan program. Terdapat beberapa kendala dalam menjalankan program pengembangan kreativitas yaitu keterbatasan anggaran, kurangnya perhatian dari Pemerintah Desa, kurangnya promosi, dan kurangnya sistem manajemen. Pokdarwis melakukan beberapa tindakan untuk menutup kendala yang terjadi yaitu, penggalangan dana, melakukan pendekatan persuasif ke Pemerintah Desa, peningkatan promosi, dan pengelolaan manajemen. ABSTRACT: Pokdarwis Tambaksari Village which was formed in 2014 is a Tourism Awareness Group that seeks to make Tambaksari Village a Tourism Village. In realizing the Tourism Village, Pokdarwis carries out development by fostering creativity in the Tambaksari Rowosari Kendal Village community. This study identifies strategies in the form of Pokdarwis stages in forming a creativity development program as well as obstacles and solutions to obstacles faced in the process of developing creativity. This qualitative investigation aims to comprehend the occurrences experienced by the author and informants in the field. This research employs observation, interviews, and documentation methods for data collection. This study employs inductive data analysis techniques, including data reduction, data presentation, and conclusion formulation. This research employs Anthony Oberschall's resource mobilization theory. The findings in this study, there are various creativity developed by Pokdarwis, namely fine arts training, craft arts, music arts, decoration, and development of village collective space. The stages in starting the development of creativity are identifying the potential in Tambaksari Village. Then this planning stage is by taking one or several of the existing potentials which can then be developed. The third stage is socialization and counseling. The fourth stage is collaboration, involving several parties in the hope of facilitating the program. The fifth stage is promotion and the last stage is monitoring and evaluation, to be able to assess the extent of the success of the program. There are several obstacles in running the creativity development program, namely budget limitations, lack of attention from the Village Government, lack of promotion, and lack of management systems. Pokdarwis takes several actions to overcome the obstacles that occur, namely, fundraising, taking a persuasive approach to the Village Government, increasing promotion, and managing management

    Pengembangan pariwisata alam untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat : studi pada wisata alam Perantunan Gunung Ungaran Kabupaten Semarang

    Full text link
    Wisata Alam Perantunan merupakan objek wisata yang berada di Lingkungan Gintungan Kelurahan Bandungan yang berdiri sejak 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Wisata Alam Perantunan Gunung Ungaran. Menggunakan perspektif Community Based Tourism (CBT) sebagai landasan konseptual. Community Based Tourism (CBT) merupakan perspektif yang menekankan pada keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam proses pengambilan keputusan, perencanaan, pengembangan, dan pengelolaan pariwisata secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan (field research). Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya data yang telah diperoleh tersebut dianalisis oleh peneliti dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: pertama, pengembangan pariwisata di Wisata Alam Perantunan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal, mulai dari pembentukan kelompok sadar wisata hingga pengelolaan infrastruktur dan keberlanjutan wisata. Kedua, hasil dari adanya pengembangan pariwisata berbasis hutan di Wisata Alam Perantunan oleh masyarakat Lingkungan Gintungan memberikan output dalam segi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Adapun dari segi sosial yaitu adanya peningkatan produktivitas oleh masyarakat dan peningkatan relasi sosial masyarakat, dari segi ekonomi yaitu adanya peningkatan pendapatan selain dari sektor pertanian, selanjutnya dari segi lingkungan yaitu adanya peningkatan kebersihan dan penanaman pohon yang dilakukan untuk menjaga agar lingkungan tetap asri, hijau, dan nyaman. ABSTRACT: Perantunan Nature Tourism is a tourist destination located in Gintungan Neighborhood, Bandungan Sub-district, established in 2018. This research aims to explore the development of forest-based tourism at Perantunan Nature Tourism, located on Mount Ungaran. Using the perspective of Community-Based Tourism (CBT) as a conceptual foundation. Community-Based Tourism (CBT) is an approach that emphasizes the active involvement of local communities in the decision-making, planning, development, and management of tourism in a sustainable manner. This research employs a qualitative method. The type of research used is field research. The data sources consist of both primary and secondary data. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The collected data was then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings show two main points. First, the development of tourism at Perantunan Nature Tourism involves active participation from the local community, starting from the formation of tourism awareness groups to the management of tourism infrastructure and sustainability efforts. Second, the forest-based tourism development carried out by the Gintungan community has generated impacts in social, economic, and environmental aspects. From the social aspect, there has been an increase in community productivity and social relations. From the economic aspect, there has been an increase in income beyond the agricultural sector. Meanwhile, from the environmental aspect, improvements can be seen in cleanliness and tree planting activities, which are regularly conducted to maintain a green, lush, and comfortable environment

    Manajemen kurikulum merdeka belajar dalam mengimplementasikan pendidikan karakter religius di SDN Ngaliyan 01 Semarang

    Full text link
    Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam hal ini kurikulum menjadi kunci dalam membentuk karakter dan mengatasi masalah moral di kalangan peserta didik. Dalam menerapkan kurikulum tersebut, diperlukan adanya manajemen yang baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kurikulum merdeka belajar dalam mengimplementasikan pendidikan karakter religius di SDN Ngaliyan 01 Semarang. Maka hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan dilakukan sebelum tahun ajaran baru dengan kegiatan review kurikulum. Kegiatan ini dilakukan untuk mengupas kurikulum dan untuk merancang program yang mengacu kepada visi dan misi sekolah. (2) Pelaksanaan kurikulum merdeka diintegrasikan ke dalam intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan kokurikuler. Selain itu, pelaksanaan pendidikan karakter religius di SDN Ngaliyan 01 Semarang menggunakan beberapa metode yaitu keteladanan, pembiasaan, pembelajaran, dan penguatan. (3) Evaluasi dilakukan dengan kegiatan refleksi yang dilakukan setiap akhir tahun anggaran yaitu pada bulan Desember. Pada tahap ini selain melibatkan kepala sekolah dan guru, tetapi juga melibatkan orang tua yaitu dengan umpan balik yang diberikan orang tua melalui google form, hal ini salah satu yang menjadi bahan evaluasi

    Manajemen projek penguatan profil pelajar pancasila di MI Miftahul Akhlaqiyah Kota Semarang

    Full text link
    Sistem pendidikan di Indonesia dihadapkan pada tantangan besar dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu beradaptasi dengan dinamika zaman. Kurikulum Merdeka merespons tantangan ini melalui pembelajaran berbasis projek, khususnya melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pengorganiasian, pelaksanaan, dan pengawasan program proyek penguatan profil pelajar pancasila di MI Miftahul Akhlaqiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan studi kasus di MI Miftahul Akhlaqiyah Kota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pelaksanaan P5 di MI Miftahul Akhlaqiyah Kota Semarang dimulai dari perencanaan yang mengacu pada visi, misi, dan tujuan madrasah. Proses perencanaan ini meliputi pembentukan tim pelaksana, penilaian kesiapan lembaga, pengaturan alokasi waktu, pemilihan tema, serta penyusunan modul projek. Pengorganisasian dilakukan dengan membagi tugas dan tanggung jawab secara terstruktur, serta memastikan ketersediaan sumber daya dan pendanaan untuk kelangsungan program. Pelaksanaan P5 terdiri dari tahapan pengenalan, kontekstualisasi, aksi, refleksi, dan tindak lanjut. Sementara itu, pengawasan dilakukan secara berlapis, mulai dari kepala madrasah, koordinator, hingga guru kelas, dengan fokus pada keberhasilan pelaksanaan, analisis hambatan, dan penilaian karakter siswa yang ditekankan pada proses dan dilaporkan secara deskriptif

    Pengaruh customer experience, citra perusahaan dan digital marketing terhadap loyalitas nasabah di BPRS Dana Amanah Surakarta

    Full text link
    Loyalitas adalah kondisi dimana nasabah secara teratur atau tetap melakukan transaksi pada suatu Perusahaan. Ketika melakukan pra riset banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keloyalitasan nasabah seperti customer experience, citra perusahaan, dan digital marketing. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari variabel customer experience, citra perusahaan, dan digital marketing terhadap loyalitas nasabah di BPRS Dana Amanah Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Data yang dipakai merupakan data primer dengan sampel yang berjumlah 100 sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling yang merupakan teknik pengambilan berdasarkan kebetulan dan ketersediaan bila sekiranya sampel yang ditemui cocok sebagai sumber data. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel customer experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah yang dapat dibuktikan dengan hasil uji T yang memiliki nilai signifikansi < 0,05, yaitu sebesar 0,002. Citra perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah yang dapat dibuktikan dengan hasil uji T yang memiliki nilai signifikansi < 0,05, yaitu sebesar 0,025. Yang terakhir digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas nasabah yang dapat dibuktikan dengan hasil uji T yang memiliki nilai signifikansi < 0,05, yaitu sebesar 0,005.   ABSTRACT: Loyalty is a condition where customers regularly or consistently make transactions at a company. When conducting pre-research, many factors influence customer loyalty such as customer experience, company image, and digital marketing. The purpose of this study is to determine the effect of customer experience variables, company image, and digital marketing on customer loyalty at BPRS Dana Amanah Surakarta. This study uses a quantitative research method. The data used is primary data with a sample of 100 samples. Sampling was carried out using the accidental sampling technique which is a sampling technique based on coincidence and availability if the sample found is suitable as a data source. The results of this study indicate that the customer experience variable has a positive and significant effect on customer loyalty which can be proven by the results of the T test which has a significance value of <0.05, which is 0.002. Corporate image has a positive and significant effect on customer loyalty which can be proven by the results of the T test which has a significance value of <0.05, which is 0.025. Finally, digital marketing has a positive and significant effect on customer loyalty which can be proven by the results of the T test which has a significance value of <0.05, which is 0.005

    Students’ views of how English and intercultural communication course activities enhance global competence

    Full text link
    Global competency is a crucial ability for students in higher education to navigate a variety of social and professional contexts in today’s interconnected world, as globalization has heightened cross-cultural interactions. This qualitative case study explores the role of the English and Intercultural Communication (EIC) course activities in developing global competence among higher education students by examining their perceptions and identifying key intercultural skills, attitudes, and knowledge fostered through the course. The research focuses on seventh-semester students who have taken the course (EIC group) and third-semester students who have not (Non-EIC group) at the Islamic State University of Walisongo. Data were collected through student global competence assessments based on the PISA 2018 Global Competence framework and Focus Group Discussions (FGD) to compare EIC and non-EIC students. Findings indicate that EIC students have slightly more global competence. They reported a deeper understanding of global issues, development in perspective-taking, global-mindedness, and intercultural communication skills through the EIC course. However, multilingual proficiency is not greatly enhanced by the course. Despite its contributions, the study is limited by its focus on a single institution and discipline, restricting the generalizability of findings. Keywords: English and Intercultural Communication Course, Global Competence, PISA 2018 Global Competence Framewor

    Exploring “the true crime” genre in digital storytelling on Tiktok

    Full text link
    This study explores the structure and linguistic features of true crime digital storytelling on TikTok. As a rapidly growing platform, TikTok has transformed the way crime narratives are shared, making them more accessible and engaging for audiences. The research employs qualitative content analysis to examine 15 videos from three true crime creators, analyzing how they construct narratives within the platform's short-form format. Findings reveal that true crime storytelling on TikTok follows a structured pattern comprising orientation, events, and reorientation, which enhances audience engagement through suspense, emotional appeal, and dramatic storytelling techniques. The study also identifies key linguistic features, including the use of past and present tense, personal participants, action verbs, chronological connectors, and conjunctions, which align with the characteristics of recount texts. While TikTok provides an innovative space for digital storytelling, ethical concerns arise regarding sensationalism, misinformation, and the potential glorification of criminals. This research contributes to the growing discourse on digital storytelling and its implications for crime representation and language learning. Keywords: digital storytelling, true crime, TikTok, linguistic features

    26,949

    full texts

    26,964

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walisongo Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇