26964 research outputs found
Sort by
Dampak sosial ekonomi urban farming : studi pada Tani Mulyo RW 8, Kelurahan Pedurungan Tengah, Semarang
Kota Semarang, sebagai pusat kegiatan di Jawa Tengah, mengalami pertumbuhan penduduk yang pesat. Urbanisasi yang masif menyebabkan berkurangnya lahan pertanian dan meningkatnya tekanan pada ketersediaan pangan. Kelompok Tani Mulyo melakukan perubahan yang signifikan di kampung dengan adanya peluang untuk membuka lapangan pekerjaan, confidence untuk melakukan cocok tanam dan percaya akan laku, serta otoritas dalam menguasai pasar. Kegiatan ini didukung oleh Peraturan Walikota Semarang No. 24 Tahun 2021 tentang Gerakan Pembudayaan Pertanian Perkotaan di Kota Semarang, sebagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan gizi, serta Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Semarang Tahun 2011-2031 sebagai solusi terhadap masalah ketahanan pangan dengan mengembangkan kawasan pertanian perkotaan di tingkat kelurahan dan mendorong produk komoditas unggulan di setiap wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana praktik pemberdayaan Tani Mulyo dan bagaimana dampaknya terhadap kegiatan Tani Mulyo dalam pemberdayaan sosial ekonomi di RW 8.
Penelitian ini termasuk dalam jenis social field research dengan metode kualitatif. Pendekatannya dilakukan secara sosiologis mikro dengan unit analisisnya adalah individu. Sementara sumber data dalam penelitian ini adalah primer dan sekunder. Dalam prosesnya, peneliti melakukan wawancara mendalam dengan ketua dan sekretaris Tani Mulyo serta dua anggota Tani Mulyo yang mewakili dan terkena dampak langsung. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang merujuk pada teori pemberdayaan Sarah Cook & Steve Macaulay.
Penelitian ini mengungkap bahwa kegiatan urban farming Tani Mulyo RW 8, Kelurahan Pedurungan Tengah, Semarang telah berkembang pesat dari sekadar hobi bercocok tanam menjadi sebuah kelompok tani yang solid dengan dukungan berbagai pihak. Melalui pelbagai kegiatan seperti bercocok tanam sederhana, piket harian dan mingguan, sosialisasi dan pelatihan, serta budidaya dan pengelolaan hasil panen, kegiatan urban farming ini tidak hanya memberikan akses terhadap pangan segar dan bergizi, tapi juga mempererat hubungan kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan ini telah menciptakan ruang interaksi sosial, eduaksi, dan rekreasi bagi warga. Selain itu, kegiatan urban farming ini juga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui penghematan pengeluaran rumah tangga, tambahan pendapatan, dan peluang usaha baru.
ABSTRACT:
Semarang City, as the center of activity in Central Java, is experiencing rapid population growth. Massive urbanization has led to a reduction in agricultural land and increased pressure on food availability. The Mulyo Farmer Group is making significant changes in the village with the opportunity to create jobs, the confidence to grow crops and believe they will sell, and the authority to control the market. This activity is supported by Semarang Mayor's Regulation No. 24 of 2021 on Urban Agriculture Acculturation Movement in Semarang City, as an effort to empower the community in order to strengthen food security and nutrition, as well as Semarang City's 2011-2031 Regional Spatial Plan (RTRW) as a solution to the problem of food security by developing urban agricultural areas at the village level and encouraging superior commodity products in each region. This research aims to examine how Tani Mulyo's empowerment practices and its impact on Tani Mulyo's activities in socio-economic empowerment in RW 8.
This research is a type of social field research with qualitative method. The approach is micro sociological with the unit of analysis being the individual. The data sources in this research are primary and secondary. In the process, researchers conducted in-depth interviews with the chairman and secretary of Tani Mulyo and two members of Tani Mulyo who represent and are directly affected. The data obtained was then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques, which refer to Sarah Cook & Steve Macaulay's empowerment theory.
This research reveals that the urban farming activities of Tani Mulyo RW 8, Pedurungan Tengah Urban Village, Semarang have grown rapidly from just a hobby of farming to a solid farming group with the support of various parties. Through various activities such as simple farming, daily and weekly pickets, socialization and training, as well as cultivation and harvest management, this urban farming activity not only provides access to fresh and nutritious food, but also strengthens the community's social life. This activity has created a space for social interaction, education, and recreation for residents. In addition, this urban farming activity also contributes to improving the economic welfare of the community through savings in household expenses, additional income, and new business opportunities
Interaksi sosial siswa penyandang disabilitas tunanetra : studi pada Sekolah Luar Biasa A Dria Adi Kota Semarang
Interaksi sosial merupakan aspek fundamental dalam perkembangan individu sebagai makhluk sosial, termasuk bagi siswa penyandang disabilitas tunanetra yang menghadapi keterbatasan dalam menerima informasi visual. Keterbatasan ini berimplikasi pada proses komunikasi dan hubungan sosial siswa di lingkungan pendidikan, khususnya di Sekolah Luar Biasa (SLB). Penelitian ini berangkat dari permasalahan mengenai bagaimana proses interaksi sosial yang dilakukan oleh siswa tunanetra dalam konteks pembelajaran dan kehidupan sehari-hari di SLB A Dria Adi Kota Semarang. Selain itu, penelitian juga menyoroti bagaimana peran guru dan lingkungan sekolah dalam membangun pola komunikasi yang adaptif dan inklusif terhadap kebutuhan siswa tunanetra. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis dinamika interaksi sosial siswa tunanetra dalam kegiatan pembelajaran, serta memahami pola-pola interaksi antar siswa dan antara siswa dengan guru di lingkungan sekolah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif deskriptif dan merupakan jenis penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan dengan para informan yang ditentukan melalui teknik purposive yang informan nya telah dipilih sesuai oleh kebutuhan peneliti. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sementara itu, penulis menggunakan teori interaksionisme simbolik George Herbert Mead sebagai landasan teori.
Hasil penelitian menunjukkan bahwaInteraksi sosial siswa tunanetra di SLB A Dria Adi bervariasi antara siswa tunanetra normal dan ganda. Siswa tunanetra normal menunjukkan dinamika sosial yang mirip dengan siswa reguler, dengan keterlibatan dalam diskusi kelas dan kegiatan ekstrakurikuler seperti musik, yang memperkuat ikatan emosional melalui pujian atau kerja sama. Sebaliknya, siswa tunanetra ganda mengalami isolasi sosial akibat keterbatasan kognitif dan sensorik, hanya mampu memberikan respons minimal seperti senyum terhadap aktivitas teman sebaya, dengan interaksi yang terbatas pada hubungan dengan guru. Lingkungan sekolah yang mendukung, seperti penggunaan bahasa sehari-hari dan posisi duduk khusus, membantu siswa tunanetra normal membentuk identitas sosial, sementara siswa tunanetra ganda bergantung pada pendekatan individual guru untuk mengatasi isolasi sosial yang terjadi.
ABSTRACT:
Social interaction is a fundamental aspect of individual development as social being, including for students with visual impairments who face limitations in receiving visual information. These limitations affect their communication processes and social relationships within educational environments, particularly in Special Needs Schools (SLB). This study addresses the issue of how visually impaired students engage in social interaction within both classroom learning and daily school life at SLB A Dria Adi in Semarang. Additionally, the research highlight the role of teachers and the school environment in fostering adaptive and inclusive communication patterns tailored to the need of visually impaired students.
The objective of this study is to identify and analyze the dynamics of social interaction among visually impaired student during the learning process, as well as to understand the interaction patterns among peers and between students and teachers. This research employs a qualitative method with a descriptive narrative approach and id categorized as field research. The data sources consist of both primary and secondary data. Data collection techniques include in-depth interviews, observation, and documentation. In-depth interviews were conducted with informants selected using purposive sampling based on their relevance to the study. The collected data were analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing. The theoretical framework applied in this study is George Herbert Mead’s symbolic interactionism.
The finding reveal that the social interactions of visually impaired students at SLB A Dria Adi vary significantly between those with normal visual impairment and those with multiple impairments. Students with normal visual impairment exhibit social dynamics similar to those of regular students, engaging in classroom discussions and extracurricular activities such as music, which strengthen emotional bonds through praise or collaboration. In contrast, students with multiple impairments experience social isolation due to cognitive and sensory limitations, only capable of minimal responses, such as smiling, toward the activities of their peers, with interactions largely confined to their relationships with teachers. A supportive school environment, including the use of everyday language and designated seating arrangements, aids students with normal visual impairment in forming social identities, while students with multiple impairments rely on individualized teacher approaches to address their social isolation
Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata sejarah : studi di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora
Keterlibatan warga merupakan faktor kunci pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Desa Wisata Bangsri merupakan contoh sukses pengembangan desa wisata yang mengajak masyarakat secara aktif. Masyarakat Desa Bangsri berhasil menunjukkan keberadaannya dalam pengembangan pariwisata dengan memanfaatkan potensi desa dan mengangkat tema sejarah perjuangan Noyo Sentiko sebagai konsep desa wisata. Penelitian ini membahas tentang peran serta warga dalam pengembangan desa wisata, mencakup dua aspek utama. Pertama, proses pembentukan desa wisata yang terdiri dari bentuk dan tahapan partisipasi pada pengembangan desa wisata. Kedua, tingkatan dan dampak dari partisipasi masyarakat terhadap pengembangan desa wisata tersebut.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada pengumpulan data dilapangan. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data utama berasal dari informan yang dipilih berdasarkan pengalaman dan pengetahuan mereka tentang fenomena yang diteliti. Selain itu, data sekunder juga digunakan sebagai pelengkap, yang diperoleh dari sumber-sumber seperti jurnal, buku, skripsi, dokumen, dan gambar. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran serta masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Bangsri ini mencakup dua aspek utama. Pertama, tokoh-tokoh masyarakat juga memainkan peran penting dalam membangkitkan partisipasi masyarakat. Keterbukaan, kerjasama, dan koordinasi antar pihak membuat Desa Wisata Bangsri mengalami pertumbuhan dan perkembangan dengan sukses. Masyarakat bekerja sama dalam pengambilan keputusan, memberikan sumbangan, dan berkontribusi dengan keterampilan dan pikiran mereka. Partisipasi masyarakat di Desa Wisata Bangsri telah mencapai tingkat kemitraan (partnership), seperti yang digambarkan dalam teori tangga partisipasi Arnstein. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kedudukan yang setara dan terlibat secara aktif dalam pengembangan desa wisata. Kedua, partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata memberikan dampak yang signifikan dalam dua aspek, yaitu sosial dan ekonomi. Dengan partisipasi masyarakat yang aktif pada pengembangan Wisata Bangsri, terjadi peningkatan hubungan sosial antar warga, peningkatan pendapatan, serta tumbuhnya rasa memiliki dan tkewajiban warga untuk merawat dan melindungi desa wisata mereka.
ABSTRACT:
Community involvement is a key factor in sustainable tourism development. Bangsri Tourism Village is a successful example of village tourism development that actively involves the community. The Bangsri Village community has succeeded in showing its presence in tourism development by utilizing village potential and raising the theme of the history of Noyo Sentiko's struggle as a concept for a village tourism. This study discusses the role of residents in the development of village tourism, covering two main aspects. First, the process of forming a village tourism consisting of the forms and stages of participation in the development of a village tourism. Second, the level and impact of community participation on the development of the village tourism.
This research was conducted using qualitative research methods and a descriptive approach, which focused on collecting data in the field. Data collection in this study was through observation, interview, and documentation techniques. The main data source came from informants who were selected based on their experience and knowledge of the phenomenon being studied. In addition, secondary data was also used as a complement, obtained from sources such as journals, books, theses, documents, and images. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation, and conclusions.
The results of this study indicate that community participation in the development of Bangsri Tourism Village includes two main aspects. First, community leaders also play an important role in raising community participation. Openness, cooperation, and coordination between parties make Bangsri Tourism Village experience successful growth and development. The community works together in decision making, provides donations, and contributes with their skills and thoughts. Community participation in Bangsri Tourism Village has reached the level of partnership, as described in Arnstein's participation ladder theory. This shows that the community has an equal position and is actively involved in the development of the tourism village. Second, community participation in the development of the tourism village has a significant impact in two aspects, namely social and economic. With active community participation in the development of Bangsri Tourism, there is an increase in social relations between residents, an increase in income, and a growing sense of ownership and obligation for residents to care for and protect their tourism village
Pengaruh persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi terhadap organizational citizenship behavior di SMA Islam Al Azhar 14 Semarang
Pendidikan saat ini berfokus pada peningkatan mutu pendidikan yang berkualitas. Kualitas pendidikan dapat diwujudkan melalui peran sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Penelitian ini berfokus untuk melihat 1) Pengaruh persepsi guru tentang kepemimpinan terhadap Organizational Citizenship Behavior 2) Pengaruh budaya organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior 3) Pengaruh secara simultan antara persepsi guru tentang kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap Organizational Citizenship Behavior. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner penelitian dan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Populasi pada penelitian ini adalah guru SMA Islam Al Azhar 14 Semarang dengan teknik sampel jenuh sebanyak 35 responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Persepsi guru tentang kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior 2) Budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior 3) Persepsi guru tentang kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior. Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya pimpinan sekolah terus meningkatkan kepemimpinanya sehingga guru dapat terus memiliki pandangan yang positif pada kepala sekolah dan dapat memicu sikap OCB pada guru
Perubahan sosial ekonomi masyarakat Desa Ketanggan pasca Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang
Desa Ketanggan merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang. Masyarakat menghadapi perubahan tata lahan, pola hidup, pekerjaan, dan interaksi sosial secara signifikan akibat masuknya industri dan investasi baru yang mempengaruhi kondisi lingkungan dan struktur sosial ekonomi Desa Ketanggan. Penelitian ini membahas tentang perubahan terhadap sosial ekonomi yang menuntut proses adaptasi bagi masyarakat dalam menghadapi permasalahan dan peluang ekonomi baru yang terjadi akibat pembangunan kawasan industri. Selain itu, untuk mengetahui dampak perubahan meliputi alih fungsi lahan perkebunan menjadi kawasan industri, percepatan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja lokal.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis fenomena sosial yang terjadi pada objek penelitian dalam kondisi alamiah. Pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang kaya dan kontekstual. Selain itu, terdapat data sekunder yang digunakan sebagai pelengkap seperti jurnal, skripsi, buku, dokumen dan sebagainya. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara bertahap melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara verifikatif. Hasil penelitian memberikan gambaran mendetail mengenai aspek-aspek yang menjadi fokus kajian serta dinamika yang terjadi di lapangan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap objek penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang menciptakan perubahan lingkungan akibat pengusuran lahan agraris untuk keperluan industri, selain itu memicu terjadinya pencemaran limbah akibat tingkat urbanisasi yang semakin luas. Namun kondisi ini juga mempengaruhi perubahan secara signifikan terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Ketanggan. Secara ekonomi, pembangunan Kawasan Industri menciptakan lapangan kerja yang sebesar-besarnya, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Peluang kerja yang tercipta tidak sekedar menyediakan tenaga kerja lokal, tetapi juga mendorong diversifikasi mata pencaharian masyarakat. Sedangkan bagi struktur sosial, masyarakat mulai beradaptasi dengan perubahan pola hidup dan interaksi sosial. Selain itu muncul tantangan baru terhadap keterampilan disektor industri dan perubahan gaya hidup masyarakat. Penelitian ini menekankan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memicu terjadinya dinamika sosial yang lebih kompleks di Desa Ketanggan.
ABSTRACT:
Ketanggan Village is one of the areas at the center of the Batang Industropolis Special Economic Zone. The community faces significant changes in land use, lifestyle, work, and social interactions due to the influx of new industries and investments that affect the environmental conditions and socio-economic structure of Ketanggan Village. This research discusses changes to the socio-economy that require an adaptation process for the community in dealing with problems and new economic opportunities that occur due to the development of industrial estates. In addition, to determine the impact of changes including the conversion of plantation land into industrial estates, the acceleration of economic growth and the absorption of local labor.
This research is a qualitative study with a descriptive approach that aims to systematically describe social phenomena that occur in research objects in natural conditions. Data collection is done directly in the field through observation techniques, in-depth interviews, and documentation to obtain rich and contextual data. In addition, there is secondary data used as a complement such as journals, theses, books, documents and so on. The collected data were then analyzed gradually through data reduction, data presentation, and verification conclusion drawing. The results of the research provide a detailed description of the aspects that are the focus of the study as well as the dynamics that occur in the field, so as to provide a comprehensive understanding of the object of research.
The results show that the existence of the Batang Industropolis Special Economic Zone creates environmental changes due to the displacement of agricultural land for industrial purposes, in addition to triggering waste pollution due to the wider level of urbanization. However, this condition also significantly affects the socioeconomic conditions of the Ketanggan Village community. Economically, the development of the Industrial Estate creates as many jobs as possible, increasing income and welfare for the community. The employment opportunities created do not only provide local labor, but also encourage diversification of community livelihoods. As for the social structure, the community began to adapt to changes in lifestyle and social interaction. In addition, new challenges arise for industrial sector skills and changes in people's lifestyles. This research emphasizes that the Batang Industropolis Special Economic Zone plays an important role in encouraging local economic growth while triggering more complex social dynamics in Ketanggan Village
Peran Komunitas Sekolah Bingkai Jalanan dalam memberikan pendidikan alternatif bagi anak marginal di Jakarta
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan akses pendidikan formal bagi anak-anak marginal di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Komunitas Sekolah Bingkai Jalanan hadir sebagai alternatif pendidikan yang memberikan ruang belajar yang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan anak-anak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komunitas Sekolah Bingkai Jalanan dalam merancang dan melaksanakan program pendidikan alternatif serta menganalisis dampak pendidikan tersebut dalam memberdayakan anak-anak marginal agar mampu keluar dari keterpurukan sosial.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari informan yang terdiri dari pendiri, pengajar, relawan, dan anak-anak komunitas Sekolah Bingkai Jalanan. Data sekunder bersumber dari buku, artikel jurnal, dokumen, dan arsip komunitas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling untuk mendapatkan informan yang relevan dengan tujuan penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam analisis, digunakan perspektif pendidikan pembebasan Paulo Freire untuk memahami bagaimana pendidikan alternatif di komunitas ini berperan sebagai alat pemberdayaan dan pembebasan sosial bagi anak-anak marginal.
Hasil temuan menunjukan. (1) Desain program pendidikan alternatif di Sekolah Bingkai Jalanan disusun secara partisipatif dan kontekstual, mencakup berbagai macam kelas yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan dasar serta potensi diri anak. (2) Implementasi program bersifat fleksibel dan inklusif dengan pendekatan dialogis, menyenangkan, dan disesuaikan dengan minat serta kapasitas anak. (3) Komunitas berperan sebagai fasilitator, pendamping, dan agen perubahan sosial yang merancang kurikulum berbasis pengalaman hidup anak-anak, membangun ruang aman, serta mendorong tumbuhnya kesadaran kritis. (4) Dampak sosial yang terlihat meliputi peningkatan rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, serta keberanian anak dalam mengekspresikan pendapat. (5) Selain itu, muncul solidaritas sosial di antara anak-anak serta kesadaran kolektif terhadap pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju kehidupan yang lebih bermakna. Dengan demikian, Sekolah Bingkai Jalanan tidak hanya menyediakan ruang belajar tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan yang mendorong anak-anak marginal untuk tumbuh secara mandiri, kritis, dan berdaya dalam menghadapi tantangan sosial di sekitarnya.
ABSTRACT:
This research is motivated by the challenges of access to formal education for marginalized children in the Senen area, Central Jakarta. The Sekolah Bingkai Jalanan community is present as an alternative education that provides a contextual and responsive learning space to the needs of these children. This study aims to describe the role of the Sekolah Bingkai Jalanan community in designing and implementing alternative education programs and analyzing the impact of this education in empowering marginalized children to be able to escape social adversity.
This type of research is field research with a descriptive qualitative approach. The data sources in this study consist of primary data and secondary data. Primary data were obtained directly from informants consisting of founders, teachers, volunteers, and children of the Sekolah Bingkai Jalanan community. Secondary data comes from books, journal articles, documents, and community archives. Data collection techniques use observation, in-depth interviews, and documentation. Determination of informants is carried out using purposive sampling techniques to obtain informants who are relevant to the research objectives. Data analysis is carried out descriptively through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In the analysis, Paulo Freire's perspective of liberation education is used to understand how alternative education in this community plays a role as a tool for empowerment and social liberation for marginalized children.
The findings show. (1) The design of the alternative education program at the Street Frame School is designed in a participatory and contextual manner, covering a variety of classes designed to develop basic skills and children's potential. (2) The implementation of the program is flexible and inclusive with a dialogic, fun approach, and is tailored to the interests and capacities of the children. (3) The community acts as a facilitator, companion, and agent of social change that designs a curriculum based on children's life experiences, builds a safe space, and encourages the growth of critical awareness. (4) The visible social impacts include increased self-confidence, communication skills, and children's courage in expressing opinions. (5) In addition, social solidarity emerges among children as well as a collective awareness of the importance of education as a path to a more meaningful life. Thus, the Street Frame School not only provides a learning space but also becomes a space of empowerment that encourages marginalized children to grow independently, critically, and empowered in facing the social challenges around them
Alienasi pekerja pabrik garmen bagian produksi : studi kasus pekerja sewing di Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dinamika kerja dalam industri garmen, khususnya pada bagian produksi sewing yang menuntut efisiensi tinggi untuk memenuhi target harian. Di balik rutinitas kerja yang berulang dan tekanan target produksi, terdapat kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan alienasi kerja, terutama bagi pekerja yang terlibat langsung dalam proses menjahit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk alienasi yang dialami oleh pekerja sewing serta menganalisis dampak sosial yang muncul akibat tekanan kerja dalam sistem produksi industri garmen di Kecamatan Pringapus.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pekerja sewing, observasi lingkungan kerja dan tempat tinggal, serta dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive untuk mendapatkan data yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori alienasi Karl Marx digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami keterasingan pekerja dari hasil kerja, proses kerja, potensi diri, dan relasi sosial.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Pekerja mengalami rutinitas kerja monoton tanpa pemahaman menyeluruh terhadap hasil akhir produk; (2) Proses kerja yang terfragmentasi menghambat keterlibatan kreatif dan pengembangan potensi diri; (3) Tekanan kerja dan praktik lembur tidak menentu (pekse) memengaruhi keseimbangan hidup; serta (4) Interaksi sosial antarpekerja menurun akibat kelelahan fisik dan emosional yang berkepanjangan. Dampak sosial dari kondisi tersebut mencakup penurunan kualitas relasi dalam keluarga, ketergantungan ekonomi, dan munculnya perasaan terasing dalam lingkungan kerja. Dengan demikian, sistem kerja dalam industri garmen tidak hanya menghasilkan tekanan fisik, tetapi juga berkontribusi terhadap pembentukan kondisi alienasi yang memengaruhi dimensi sosial dan psikologis pekerja.
ABSTRACT:
This study is motivated by the dynamics of labor within the garment industry, particularly in the sewing division, which demands high efficiency to meet daily production targets. Behind the repetitive work routines and production pressures lies a working environment that potentially generates labor alienation, especially for sewing workers directly involved in the production process. This research aims to describe the forms of alienation experienced by sewing workers and to analyze the social and psychological impacts resulting from work pressure in the garment industry production system in Pringapus District.
This is a field study employing a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews with sewing workers, direct observation of their work and living environments, and documentation. Informants were selected using purposive sampling to obtain data relevant to the research focus. Data analysis was conducted through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. Karl Marx's theory of alienation serves as the analytical framework to examine the workers’ estrangement from the product of their labor, the labor process, their potential, and their social relations.
The findings indicate that: (1) Workers experience monotonous routines with limited understanding of the final product; (2) The fragmented work process hinders creative involvement and self-development; (3) Work pressure and irregular overtime practices (locally known as pekse) disrupt work-life balance; and (4) Social interaction among workers declines due to prolonged physical and emotional exhaustion. The social impacts include deteriorating family relationships, economic dependency, and a growing sense of estrangement in the workplace. Thus, the work system in the garment industry not only imposes physical demands but also contributes to alienative conditions affecting the workers’ social and psychological dimensions
Analisis minat alumni angkatan 2019 Prodi Perbankan Syariah UIN Walisongo Semarang untuk bekerja di bank syariah
Minat alumni perbankan syariah dalam memilih pekerjaan sangat beragam. Dalam hal ini beberapa alumni telah mencoba dan berusaha untuk mendaftarkan diri bekerja di bank syariah namun pada kenyataannya belum berhasil untuk bekerja di bank syariah, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tidak adanya kerabat atau tetangga yang bekerja di bank syariah, latar belakang pendidikan, keluarga serta pengetahuan dan pemahaman mengenai bank syariah, serta informasi mengenai lowongan pekerjaan. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana minat alumni perbankan syariah untuk bekerja di bank syariah. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal. Analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa minat lulusan program studi perbankan syariah sangat bervariasi, dengan sudut pandang yang berbeda-beda dalam menentukan pilihan karier. Dalam penelitian ini, hanya sebagian kecil dari alumni yang memilih bekerja di bank syariah. Karena pada kenyataanya untuk mengakses lowongan atau bekerja di bank Syariah sangat sulit karena harus memiliki orang yang dikenal minimal kerabat jika ingin bekerja di bank Syariah, karena syarat dan spesifikasi pegawai bank dirasa sangat membebani para calon pelamar, dan banyaknya pesaing yang mendaftarkan diri di bank Syariah yang tidak berasal dari latar belakang ekonomi maupun perbankan. Meskipun demikian, terdapat alumni yang bekerja di bank konvensional maupun di lembaga-lembaga yang masih memiliki keterkaitan dengan sektor keuangan. Selain itu, beberapa alumni juga berkarier di perusahaan swasta, instansi keuangan daerah, menjalankan usaha atau bisnis sendiri, serta melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
ABSTRACT:
The interest of Islamic banking alumni in choosing jobs is very diverse. In this case, some alumni have tried and made efforts to apply for jobs at Islamic banks, but in reality, they have not succeeded in working at Islamic banks. This is influenced by several factors, such as the absence of relatives or neighbors working in Islamic banks, educational background, family, as well as knowledge and understanding of Islamic banking, and information regarding job vacancies. The problem formulation in this research is how the interest of Islamic banking alumni is in working at Islamic banks. The research methodology used in this study is field research with a qualitative descriptive approach. he data in this study uses primary and secondary data. The primary data is obtained from interviews, while the secondary data is obtained from books and journals. The data analysis in this study includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions.
The research results show that the interests of Islamic banking alumni are very diverse, and they have different perspectives when choosing jobs. In this study, only a few Islamic banking alumni work in Islamic banks. In reality, accessing job vacancies or working in Islamic banks is very difficult because one must have connections, at least acquaintances, to work in an Islamic bank. The requirements and specifications for bank employees are considered burdensome for prospective applicants, and there is a high level of competition among applicants for Islamic banks, many of whom do not come from economic or banking backgrounds. However, some alumni work in conventional banks, in institutions related to finance, in private companies, in regional finance, run their own businesses, and continue their education
Faktor penentu pengungkapan green banking pada bank umum syariah : studi pada bank umum syariah di Indonesia tahun 2019-2023
Green banking merupakan bentuk komitmen perbankan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan yang sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Pengungkapan praktik green banking menjadi indikator penting dalam menilai tanggung jawab sosial dan lingkungan bank, serta membangun kepercayaan stakeholder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi pengungkapan green banking pada Bank Umum Syariah di Indonesia selama periode 2019 hingga 2023, dengan variabel dependen berupa Green Banking dan variabel independen meliputi Dewan Komisaris, Ukuran Perusahaan, serta Profitabilitas, menggunakan data panel sekunder berbasis time series.
Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan populasi yang diambil dari laporan tahunan (annual report) dan laporan keberlanjutan (sustainability report) Bank Umum Syariah di Indonesia selama kurun waktu 2019 hingga 2023. Seluruh laporan tersebut telah disampaikan melalui situs resmi tiap-tiap dari 11 lembaga perbankan yang dijadikan subjek penelitian. Sampel yang digunakan berjumlah 55, diperoleh dari penggabungan data selama 5 tahun untuk 11 bank (5 × 11 = 55). Metode pemilihan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling. Sementara itu, analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda serta uji asumsi klasik, menggunakan SPSS versi 26, setelah data terlebih dahulu diolah melalui Microsoft Excel.
Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa Dewan Komisaris berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan green banking. Ukuran Perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pengungkapan green banking. Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan penerapan green banking memerlukan komitmen aktif dari perbankan, tidak hanya bergantung pada regulasi.
ABSTRACT:
Green banking represents the banking sector's commitment to supporting environmental sustainability in alignment with Islamic principles. The disclosure of green banking practices is a critical indicator for assessing a bank's social and environmental responsibility and for building stakeholder trust. This research seeks to analyze the determining factors that influence the level of green banking disclosure in Islamic Commercial Banks (ICBs) in Indonesia during the 2019–2023 period. The dependent variable is green banking disclosure, while the independent variables include the Board of Commissioners, Firm Size, and Profitability. The study utilizes secondary panel data in a time-series format.
A quantitative research approach is employed, with the population comprising annual reports and sustainability report of Islamic Commercial Banks in Indonesia from 2019 to 2023. All reports were sourced from the official websites of the 11 selected banks, resulting in 55 observations (5 years × 11 banks). A purposive sampling method was employed in selecting the data. The analysis of the data is carried out using multiple linear regression and classical assumption tests, conducted via SPSS version 26, with preliminary data processing in Microsoft Excel.
The results reveal that the Board of Commissioners has a positive and significant impact on green banking disclosure. In contrast, Firm Size does not show a significant effect. Meanwhile, Profitability demonstrates a negative and significant influence. These findings suggest that successful implementation of green banking practices demands active commitment from banks and cannot solely rely on regulatory enforcement
Pengaruh metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan sticky notes pada pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I MI NU 56 Krajan kulon Kaliwungu
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam membedakan huruf dan membaca suku kata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan siswa kelas I di MI NU 56 Krajankulon Kaliwungu dengan dan tanpa menggunakan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS). Selain itu mengkaji pengaruh metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) berbantuan sticky notes terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis quasi eksperimen. Populasi adalah seluruh siswa kelas I, yang meliputi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Sampel terdiri dari kelompok kontrol kelas I D sebanyak 23 siswa dan kelompok eksperimen kelas I B sebanyak 30 siswa. Data dikumpulkan dengan tes bentuk pilihan ganda, lalu dianalisis dengan uji-t dan uji korelasi.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengujian hipotesis menggunakan uji independent t-test menunjukkan rata-rata post test kelompok eksperimen sebesar 90, sedangkan kelompok kontrol 79. Uji statistik menunjukkan thitung (2,612) lebih besar dari ttabel (1,675) pada taraf signifikansi 0,05, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil dari uji korelasi sebesar 0,418 dengan koefisien determasi 42% dengan kategori sedang. Nilai korelasi sedang dapat dipengaruhi oleh faktor metode pembelajaran Struktural Analitik Sintetik (SAS). Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di kelas I MI NU 56 Krajankulon Kaliwungu terdapat perbedaan yang signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah menggunakan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dengan bantuan sticky notes