26964 research outputs found
Sort by
Pemberdayaan masyarakat melalui wisata pasar kuliner tradisional Brumbung di Desa Banggi Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang
Pemberdayaan masyarakat melalui wisata pasar kuliner tradisional Brumbung di Desa Banggi, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan melestarikan budaya lokal. Pasar kuliner ini menjadi sarana bagi masyarakat setempat untuk mempromosikan makanan tradisional, produk UMKM, serta seni dan budaya khas daerah. selain itu para pemuda berinisiatif konsep jadul karena wisata pasar kuliner tradisional untuk melestarikan budaya agar budaya tidak punah. Dengan adanya pemberdayaan masyarakat melalui wisata pasar kuliner tradisional brumbung masyarakat bisa sejahtera, mengembangkan potensi yang ada, dapat meingkatkan perekonomian, serta menciptakan lapangan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui wisata pasar kuliner tradisional Brumbung terhadap masyarakat Desa Banggi.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dapat dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Pemberdayaan masyarakat melalui wisata pasar ini mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat identitas budaya lokal. 2) Hasil dari pemberdayaan masyarakat dapat dilihat dari (a) Asepek Ekonomi, peningkatan pendapat dan berkurangnya penduduk miskin, terciptanya lapangan pekerjaan (b) Aspek Sosial, meningkatnya kepedulian masyarakat partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan pasar kuliner juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian tradisi (c) Aspek Budaya dan Pariwisata, sebagai pelestarian budaya lokal agar tidak punah, dan menciptakan suasana yang yaman, rapi, dan asri. Dengan demikian, wisata pasar kuliner tradisional Brumbung dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan di daerah pedesaan
Faktor yang mempengaruhi perilaku agresif anak usia dini
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana faktor yang mempengaruhi perilaku agresif anak usia dini. Untuk menghindari kesimpangsiuran dan tumpang tindih, masalah penelitian indentifikasi. Masalah yang ditemukan adalah faktor yang mempengaruhi anak melakukan perilaku agresif, penanganan guru terhadap perilaku wawancara, dan dokumetasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor terhadap perilaku agresif di RA Miftahul Akhlaqiyah sebanyak 44% meliputi memukul, menendang, dan berteriak sebagai akibat dari interaksi sosial teman sebaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa anak sangat terpengaruh perilaku agresif temannya. Dengan demikian implikasi dari penelitian ini adalah mengharuskan adanya antisipasi yang lebih tegas dari para guru dalam mendampingi siswa agar perilaku agresif anak dapat tersalurkan ke hal-hal positif dan mencegah dampak negatifnya.agresif. Metode kualitatif fenomenologis digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data melalui observasi
Pengembangan karakter religius dan tanggung jawab siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti serta projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di SMA N 3 tegal
Pengembangan karakter religius dan tanggung jawab siswa menjadi aspek fundamental dalam pendidikan guna menghadapi tantangan degradasi moral dan sosial di era modern. Kurangnya internalisasi nilai-nilai religius dan tanggung jawab dalam kehidupan siswa menuntut adanya pendekatan sistematis melalui pendidikan formal. Dalam hal ini, teori pengembangan karakter Lickona menawarkan tiga dimensi utama—moral knowing, moral feeling, dan moral action—sebagai landasan dalam pengembangan karakter yang kuat. Sejalan dengan itu, penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan pengembangan karakter religius dan tanggung jawab siswa melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti serta Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA N 3 Tegal.
Penelitian ini mengambil fokus permasalahan: 1) Bagaimana pengembangan karakter religius dan tanggung jawab siswa melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti di SMA N 3 Tegal? 2) Bagaimana pengembangan karakter religius dan tanggung jawab siswa melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA N 3 Tegal?
Pengembangan karakter religius dan tanggung jawab siswa di SMA N 3 Tegal dilakukan melalui pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dengan empat tahap utama: pemahaman nilai agama yang dikaitkan dengan kehidupan nyata, pelaksanaan metode pembelajaran aktif seperti diskusi dan keteladanan guru, pembiasaan program rutin dikelas seperti tadarus dan shalat dzuhur berjamaah, serta evaluasi melalui observasi perilaku dan penilaian. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) juga mengintegrasikan nilai religius dan tanggung jawab melalui kegiatan kolaboratif seperti drama musikal topik perundungan dan senam kreasi. Keberhasilan pengembangan ini didukung oleh pendekatan holistik, kolaborasi antar guru, dan lingkungan sekolah yang mendukung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter religius dan tanggung jawab siswa terbentuk melalui internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti (BP) yang diintegrasikan dalam berbagai kegiatan sekolah, terutama melalui program pembiasaan dan kegiatan keagamaan. Karakter religius siswa dibuktikan dengan partisipasi aktif dalam kegiatan seperti tadarus Al-Qur'an, shalat dzuhur berjamaah, dan pembacaan Asmaul Husna, yang menciptakan kebiasaan positif dalam menjalankan ibadah dan menghayati nilai-nilai keagamaan. Selain itu, dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), karakter religius juga ditunjukkan melalui partisipasi dalam kegiatan seperti senam kreasi yang mengajarkan syukur atas nikmat kesehatan, serta kesadaran melaksanakan shalat dzuhur berjamaah selama kegiatan P5.
Sementara itu, karakter tanggung jawab ditunjukkan dengan kesadaran siswa dalam menyelesaikan tugas tepat waktu, mematuhi peraturan sekolah seperti pengumpulan smartphone sebelum pembelajaran dimulai, serta aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial seperti Jumat Infaq dan program SABADEGA (Smaga Bakti dan Dedikasi Garda Sosial). Dalam P5, karakter tanggung jawab juga terlihat melalui penyelesaian tugas kelompok, manajemen waktu, dan disiplin dalam menjalankan proyek seperti drama musikal topik anti bullying, yang melatih siswa untuk bekerja sama dan menghormati aturan
انطباع المعلم والطلاب على تطبيق طريقة التعلم القائم على الألعاب(Game-Based Learning ) في تعليم اللغة العربية للصف الثالث " أ " بمدرسة مفتاح الأخلاقية الابتدائية الإسلامية
ةسارد لىإ ثحبلا اذى ؼدهي عابطنا قيبطت ىلع بلاطلاك ملعلدا
"أ" ثلاثلا فصلل ةيبرعلا ةغللا ميلعت في باعللأا ىلع مئاقلا ملعتلا ةقيرط
ةيقلاخلأا حاتفم ةسردبد ةيئادتبلاا ةيملاسلإا يعونلا ثحبلا ـادختسا بً .
يفصولا ثحبلا عون ـادختسبا . لدا ؿلاخ نم تناايبلا عبص بً ةظحلا ،
تسلااك ،ةملعلدا عم ةلباقلداك ىلع اهعيزوت بً تيلا تناايب ِٖ .ا ن بلاط ترهظأ
باعللأا ىلع مئاقلا ملعتلا ةقيرط فأ فكري بلاطلاك ملعلدا فأ ثحبلا جئاتن
نع ـدختسي ت ةقيرطلا هذى فأ تُبت ،ةدىاشلدا ؿلاخ نمك .ةيبالغإك ةديفم
ةصنم في ةيلعافتلا تارابتخلاا قيرط “Wordwall” لعلغ الش ،
ك ا ن سابض رثكأ بلاطلا ،ا ن مامتىا فكرهظي منهأ امك .ملعتلا في انطاشن
ةغللا تادرفم ظفح مهيلع لهسيك ،قيرفلا في مهئلامز عم فونكاعتيك
ةلاعف ةقيرطلا هذى فأ ةيبرعلا ةغللا ةملعم عم ةلباقلدا جئاتن ترهظأ .ةيبرعلا
مغر ،ةعتم رثكأ لصفلا ءاوجأ لعجك تادرفملل بلاطلا مهف تُسبر في
ك
إ في تيادبر دوجك فأ ملعلدا حضكأ امك .تقولا قيضك لصفلا ةراد
فومهفيك ،ةلئسلأا حرط في ةأرج رثكأك ،انطاشن رثكأ اوحبصأ بلاطلا
.ةيديلقتلا ؽرطلبا ن ةنراقم عرسأ لكشب ةدالدا فأ فايبتسلاا جئاتن ترهظأ
ٕٔ.ٖٔ لعت فوبلػ بلاطلا نم % ي ،ا ن تَثك ةقيرطلا هذبه ةيبرعلا ةغللا م
ك ُٕ.ّْ فكرعشي مهنم % دافأ امك .ةعتم رثكأ حبصأ ملعتلا فأ
ّٓ.ٕٓ سكرد مهف في ا ن تَثك متهدعاس ةقيرطلا هذى فبأ بلاطلا نم %
رعش امنيب ،ةلوهسب ةيبرعلا ةغللا ّٗ.ِٗ نم .ام دح لىإ ةديفم انهبأ %
ركذ ،ةكراشلدا ثيح َٔ.ُٕ ا ن سابض رثكأ اوحبصأ منهأ بلاطلا نم %
،ملعتلا ءانثأ باعللأا في ةكراشلدا دنع ك ٗٔ.ِْ مىدادعتسا اكدبأ مهنم %
ضعب تدج ي ك ،كلذ عمك .ةيعاملجا باعللأا في مهقيرف عم فكاعتلل
راشأ ثيح ،ةيساردلا ةصلحا تقك قيض لثم ،قيبطتلا في تيادحتلا
ّٓ.ٕٓ ةبوعص لىإ ةفاضلإبا ،تقولا رصقب اكرعش منهأ لىإ بلاطلا نم %
هدكأ ام وىك ،لعافتلا ةدياز ببسب لصفلا ةرادإ َٓ % .بلاطلا نم
باعللأا ىلع مئاقلا ملعتلا ةقيرط تتبثأ ،ـاع لكشب رثأ ةدياز في بيالغلإا اى
،ملعلدا دادعتسا رفوت عمك .ةيبرعلا ةغلل مهمهفك مهتكراشمك بلاطلا سابض
ةقيرطلا هذى رابتعا نكلؽ ،ةبسانلدا تايناكملإا رفاوتك ،بلاطلا سابضك
ةيبرعلا ةغللا ميلعت في ا ن ركتبم نلايدب ةلحرلدا لوتسم ىلع ةيئادتبلاا في
عضكك ديج لكشب تقولا ةرادإ نم دب لا ،كلذ عمك .ةيملاسلإا سرادلدا
.لصفلا طابضنا ىلع ظافحلل تايجيتاتً
Bimbingan kepribadian dan kemandirian keliling Bapas Kelas 1 Semarang dalam mengembangkan penyesuaian diri eks-narapidana
Eks-Narapidana merupakan narapidana yang telah usai menjalani hukuman dari Lembaga Pemasyarakatan, ketika kembali ke dalam lingkungan masyarakat bukanlah suatu hal yang mudah. Pada kenyataanya dalam pikiran masyarakat awam mereka memandang bahwa Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat untuk menampung orang-orang yang melakukan kejahatan, ini menimbulkan tantangan dalam menyesuaikan diri dilingkungan hidupnya. Sesuai dengan tugas dan fungsi Bapas kelas 1 Semarang yaitu melakukan pembimbingan, pemberian bimbingan kepribadian dan kemandirian menjadi sangat penting untuk membantu eks narapidana mengembangkan penyesuaian dirinya.
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan Bimbingan Kepribadian dan Kemandirian Keliling Bapas Kelas 1 Semarang (Brilian Bassama) dalam mengembangkan penyesuaian diri Eks-Narapidana. Penelitian ini menggunakan jenis metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Sumber dan jenis adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik dan sumber. Analisis penelitian ini menggunakan data reduction, data display, dan verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa bimbingan kepribadian dan kemandirian yang dilaksanakan oleh Bapas kelas 1 Semarang dapat mengembangkan penyesuaian diri eks narapidana dengan menerapkan tiga metode, yaitu 1) Metode pemberian nasihat berupa penyampaian materi-materi untuk memperbaiki kepribadian eks narapidana. 2) Metode bimbingan kelompok di aplikasikan agar terjadi dialog serta dinamika anatar individu. 3) Metode demonstrasi berupa pemberian materi keterampilan usaha dengan memperlihatkan proses pembuatan suatu produk usaha. Bahwasanya dengan metode tersebut mampu mengembangkan penyesuaian diri, dilihat dari aspek afektif emosional dimana individu memiliki kepercayaan diri dan sikap berani contoh tidak lagi ada perasaan malu dalam diri, aspek perkembangan intelektual atau kognitif berupa kemampuan memahami orang lain dan diri sendiri serta kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik, serta aspek perkembangan sosial berupa kemampuan mengembangkan potensi yang dimiliki, kemampuan untuk berdiri sendiri tanpa bergantung dengan orang lain, partisipatif, dan kemampuan bekerja sama
Implementasi Islamic branding pada pertunjukan Wayang Santri Ki Haryo Enthus Susmono sebagai media dakwah
Wayang Santri Ki Haryo Enthus Susmono merupakan seni pertunjukan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, menciptakan identitas khas dalam pementasannya. Pertunjukan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah yang menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat luas. Dalam konteks Islamic Branding, nilai-nilai Islam yang terkandung dalam pertunjukan ini menjadi elemen penting dalam membangun citra dan identitas yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Islamic Branding dalam pementasan Wayang Santri Ki Haryo Enthus Susmono serta bagaimana nilai-nilai tersebut mendukung penyampaian pesan dakwah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung serta dokumentasi dari media sosial pribadi maupun akun resmi Sanggar Putra Satria Laras. Analisis dilakukan berdasarkan empat indikator Islamic Branding: kepatuhan terhadap nilai syariah, nilai-nilai etis dan moral, identitas dan budaya Islam, serta komunikasi dan promosi Islami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan Wayang Santri Ki Haryo Enthus Susmono telah memenuhi indikator Islamic Branding. Indikator yang petama identitas dan budaya Islam diwujudkan dalam penggunaan nama “santri”, gunungan khas berbentuk masjid, alat music yang berbeda, pembacaan selawat, serta lakon yang bernuansa Islami. Kepatuhan terhadap nilai syariah tercermin dalam pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh sinden sebagai bentuk ketaatan dan melarang adanya minuman keras yang merupakan bentuk kepatuhan akan nilai syariah. Nilai etis dan moral ditunjukkan melalui penggunaan busana yang sopan oleh para sinden dan kru. Sementara itu, komunikasi dan promosi Islami terlihat dari pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan dakwah berkolaborasi dengan beberapa komunitas kebudayaan. Serta, bahasa yang digunakan masih belum sesuai dengan prinsip Islamic Branding dimana masih ada penggunaan kosa kata kasar dalam pertunjukan wayang santri Ki Haryo Enthus Susmono. Wayang Santri Ki Haryo Enthus Susmono berhasil membawa pesan-pesan Islam lewat pertunjukan seni dan budaya. Pertunjukan ini jadi media dakwah yang menarik bagi masyarakat
Dakwah bi rihlah dalam meningkatkan ghirah jamaah Musala Darul Muqomah Desa Bulung Kulon Jekulo Kudus
Dakwah bi rihlah merupakan bentuk praktik dakwah melalui kegiatan perjalanan wisata yang pengandung nilai-nilai Islam dan dimanfaatkan oleh para dai untuk mencapai tujuan dakwah. Rihlah sendiri bermakna perjalanan individu atau kelompok untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, seperti situs bersejarah, makam para wali dan ulama, atau melakukan kegiatan lain yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pengetahuan dan ketakwaan seorang muslim. Penelitian ini berupaya mengkaji dakwah bi rihlah dalam meningkatkan ghirah jamaah dan tanggapan jamaah mengenai dakwah bi rihlah di Musala Darul Muqomah. Ketertarikan peneliti terhadap fenomena ini didasari oleh keunikan Musala Darul Muqomah, yang secara konsisten melaksanakan kegiatan rihlah tahunan selama hampir 35 tahun, di tengah banyaknya masjid dan musala di desa Bulung Kulon.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang dakwah bi rihlah di Musala Darul Muqomah. Data utama diperoleh melalui observasi dan wawancara
mendalam dengan para da’i, pengurus, dan jamaah musala. Sebagai tambahan, data pendukung diperoleh dari dokumentasi dan buku-buku laporan musala. Teknik pengumpulan data menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan dua teknik triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Penelitian ini menunjukkan dakwah bi rihlah secara efektif mampu meningkatkan ghirah jamaah melalui faktor intrinsik dan ekstrinsik. Tanggapan yang diberikan jamaah, meliputi tanggapan yang bersumber dari faktor diri sendiri, sasaran dan situasi yang dihadapi jamaah selama mengikuti kegiatan dakwah bi ri
Strategi kepemimpinan kepala sekolah yang islami dalam meningkatkan profesionalisme guru di SDN Bandungrejo 1 Karanganayar
Strateri kepemimpinan kepala sekolah adalah salah satu elemen penting dalam menciptakan guru yang profesional dan dapat melaksanakan perilaku untuk peningkatan profesionalisme guru. Seorang kepala sekolah yang profesional adalah yang memahami kebutuhan sekolah yang dipimpin, kepala sekolah harus mengetahui kebutuhan sekolahan, termasuk kebutuhan guru untuk menjadi profesional. Strategi kepemimpinan kepala sekolah memiliki implikasi yang sangat signifikan terhadap peningkatan profesionalisme guru sesuai prinsip agama Islam di SDN Bandungrejo 1 Karangnyar Demak.
Penelitian ini mengambil fokus permasalahan: 1) Bagaimana Strategi kepemimpinan kepala sekolah yang dalam meningkatkan profesionalisme guru di SDN Bandungrejo 1 Karanganyar Demak? 2) Bagaimana implikasi strategi kepemimpinan kepala sekolah yang Islami dalam meningkatkan profesionalisme guru di SDN Bandungrejo 1 Karanganyar Demak?. Penelitian ini berupa penelitian kulitatif diskriptif yang menggunakan pengumpulan teknik data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini Strategi kepemimpinan Islam kepala sekolah di SDN Bandungrejo 1 Karanganyar meliputi penanaman disiplin dan pengarahan sesuai prinsip Islam, supervisi, bimbingan, monitoring, kerjasama antar guru, pelatihan kompetensi, serta penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung profesionalisme guru. Implikasi dari strategi ini adalah meningkatnya kompetensi pedagogik dan profesional guru, terciptanya komunikasi yang harmonis antar guru, dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang signifika
Revitalisasi tradisi mungkur mapag beuti ngais pare : kajian sosiologis di Desa Sidaraja, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan
Tradisi mungkur mapag beuti ngais pare di Desa Sidaraja mengalami kemunduran akibat modernisasi dan menurunya minat generasi muda. Padahal, tradisi mungkur mapag beuti ngais pare memiliki nilai sosial dan budaya yang penting bagi kehidupan masyarakat Desa Sidaraja. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu mengapa masyarakat melakukan revitalisasi tradisi, bagaimana proses revitalisasi yang dilaksanakan, dan bagaimana masyarakat memaknai tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan yang melatarbelakangi masyarakat melakukan revitalisasi tradisi, untuk mengetahui tahapan proses revitalisasi dan untuk mengetahui makna tradisi mungkur mapag beuti ngais pare bagi masyarakat Desa Sidaraja.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Penelitian ini mencakup dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam proses wawancara, peneliti menerapkan teknik snowball dalam memilih informan. Informan dalam penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu informan kunci dan informan pendukung. Peneliti melakukan wawancara dengan satu informan kunci dan dua informan pendukung. Adapun data yang telah diperoleh dari hasil penelitian, dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukan bahwa proses revitalisasi dilakukan karena adanya kekhawatiran akan hilangnya nilai-nilai budaya lokal dan dorongan dari kelompok budaya Sirah Cai. Proses revitalisasi melibatkan berbagai elemen masyarakat dari mulai tahapan perencanaan hingga pelaksanaan proses revitalisasi tradisi mungkur mapag beuti ngais pare. Masyarakat memaknai tradisi ini sebagai simbol spiritual dan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah, simbol penghormatan terhadap warisan budaya leluhur, simbol solidaritas sosial, serta dalam upaya mempertahankan identitas budaya ditengah arus perkembangan zaman. Penelitian ini menunjukan bahwa proses revitalisasi tradisi tidak hanya mempertahankan kebudayaan lokal, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan identitas dalam masyarakat Sidaraja. Oleh karena itu, diperlukannya dukungan dari berbagai pihak agar tradisi ini tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
ABSTRACT:
The tradition of mungkur mapag beuti ngais bitter melon in Sidaraja Village has regressed due to modernization and declining interest of the younger generation. In fact, the tradition of mungkur mapag beuti ngais pare has important social and cultural values for the lives of the people of Sidaraja Village. The problems studied in this study are why the community revitalizes traditions, how the revitalization process is carried out, and how the community interprets the tradition. This study aims to analyze the reasons behind the community to revitalize traditions, to find out the stages of the revitalization process and to find out the meaning of the mungkur mapag beuti ngais pare tradition for the people of Sidaraja Village.
This study uses a qualitative method with a descriptive approach. This type of research is field research. This research includes two data sources, namely primary data and secondary data. The data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. In the interview process, the researcher applied the snowball technique in selecting informants. The informants in this study are divided into two, namely key informants and supporting informants. The researcher conducted interviews with one key informant and two supporting informants. The data that has been obtained from the results of the research is analyzed using the Miles and Huberman interactive model.
The results of the study show that the revitalization process was carried out due to concerns about the loss of local cultural values and encouragement from the Sirah Cai cultural group. The revitalization process involves various elements of the community from the planning stage to the implementation of the revitalization process of the mungkur mapag beuti ngais pare tradition. The community interprets this tradition as a symbol of spirituality and gratitude for abundant harvests, a symbol of respect for the cultural heritage of ancestors, a symbol of social solidarity, and in an effort to maintain cultural identity in the midst of the current of the times. This research shows that the process of revitalizing traditions not only maintains local culture, but also strengthens social relations and identity in the Sidaraja community. Therefore, support from various parties is needed so that this tradition remains sustainable and can be passed on to future generations
Gerakan pencegahan pacaran : studi pada akun Instagram @indonesiatanpapacaran
Gerakan pencegahan pacaran muncul sebagai respons permasalahan dalam pergaulan bebas atau pacaran remaja saat ini yang menyebabkan risiko kekerasan psikis dan fisik pada remaja. Hal ini terjadi karena secara emosional anak remaja masih belum bisa mengelola emosinya dengan baik serta belum matangnya mekanisme regulasi emosi, sehingga remaja sering kali kesulitan dalam mengelola perasaan yang kompleks. Remaja dengan mudah melakukan suatu tindakan atas dasar perasaan tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi setelahnya. Data tingkat kekerasan dalam pacaran pada remaja sangat tinggi, jika dilihat dari catatan tahunan Komnas Perempuan Tahun 2023 tercatat bahwa terdapat kekerasan oleh mantan pacar sebanyak 713 kasus dan kekerasan dalam pacaran terdapat 3528 kasus. Bentuk kekerasan dalam data komnas perempuan tahun 2023 adalah kekerasan psikis dan fisik. Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran melalui Instagram @indonesiatanpapacaran menggerakkan kampanye sosial berbasis Islam untuk mengajak generasi muda meninggalkan praktik pacaran dan menggantinya dengan nilai-nilai yang sesuai syariat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apa upaya akun Instagram @indonesiatanpapacaran dalam mensosialisasikan gerakan ITP, mengapa akun Instagram @indonesiatanpapacaran mengupayakan gerakan ITP, dan bagaimana dampak yang dirasakan oleh pengikut akun Instagram @indonesiatanpapacaran.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, jenis penelitian digital dan dengan menggunakan pendekatan penelitian netnografi. Sumber data pada penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Dalam prosesnya, peneliti melakukan wawancara dengan koordinator ITP daerah Cirebon dan Admin Instagram @indonesiatanpapacaran serta sembilan pengikut akun Instagram @indonesiatanpapacaran mewakili dampak yang mereka rasakan setelah bergabung dengan ITP. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan menggunakan teori identitas kolektif Alberto Melucci.
Penelitian ini menghasilkan bahwa gerakan ITP mengupayakan kampanye sosial keagamaan, menggunakan media sosial, seminar, kelas online, dan produk dakwah serta konten visual untuk mewujudkan Indonesia muslim bebas pacaran. Alasan gerakan ITP adalah berlandaskan pada nilai-nilai Islam dan kekhawatiran dampak negatif pacaran. Dampak yang dirasakan anggota ITP adalah adanya perubahan pandangan pacaran sebelumnya berpandangan bahwa hal yang biasa, dan setelah bergabung dengan ITP berpandangan bahwa hubungan pacaran harus dihindari. Peningkatan nilai-nilai agama pada diri pengikut ITP adalah lebih rajin dan khusyuk dalam beribadah. Dan perubahan perilaku sosial juga dirasakan oleh anggota ITP yaitu dengan adanya perubahan cara berinteraksi dengan lawan jenis sesuai dengan syariat Islam.
ABSTRACT:
The dating prevention movement emerged as a response to the problems in promiscuity or teenage dating today that cause the risk of psychological and physical violence in adolescents. This happens because emotionally teenagers are still not able to manage their emotions well and have not matured emotion regulation mechanisms, so teenagers often have difficulty in managing complex feelings. Teenagers easily perform an action based on feelings without thinking about the impact that will occur afterwards. Data on the level of dating is very high, when viewed from the annual record of Komnas Perempuan in 2023 it was recorded that there were 713 cases of violence by ex-boyfriends and 3528 cases of violence in dating. The forms of violence in Komnas Perempuan's 2023 data are psychological and physical violence. The Indonesia without Dating Movement through Instagram @indonesiatanpapacaran mobilizes Islamic-based social campaigns to invite young people to abandon the practice of dating and replace it with values that are in accordance with Sharia. This study aims to examine what the efforts of the @indonesiatanpapacaran Instagram account are in socializing the ITP movement, why the @indonesiatanpapacaran Instagram account seeks the ITP movement, and how the impact felt by followers of the @indonesiatanpapacaran Instagram account.
This research uses qualitative methods, digital research types and by using a netnography research approach. The data sources in this research are primary and secondary data. In the process, researchers conducted interviews with the Cirebon ITP Coordinator and Instagram Admin @indonesiatanpapacaran and nine followers of the @indonesiatanpapacaran Instagram account representing the impact they felt after joining ITP. The data obtained was then analyzed using data reduction techniques, data presentation, and conclusion drawing. Using Alberto Melucci's collective identity theory.
This study found that the ITP movement strives for religious social campaigns, using social media, seminars, online classes, and dakwah products and visual content to realize a dating-free Muslim Indonesia. The reason for the ITP movement is based on Islamic values and concerns about the negative impact of dating. The impact felt by ITP members is that there is a change in the view of dating, which was previously viewed as a normal thing, and after joining ITP views that dating relationships should be avoided. The increase in religious values in ITP followers is more diligent and solemn in worship. And changes in social behavior are also felt by ITP members, namely by changing the way they interact with the opposite sex in accordance with Islamic law