26964 research outputs found
Sort by
Teknik penyampaian pesan hablum minallah dalam video animasi “I’m the Best Muslim” di channel Youtube Free Quran Education
Media yang paling banyak digunakan di youtube untuk menyampaikan pesan ajaran islam adalah animasi. Video animasi I’m The Best Muslim merupakan animasi yang ditayangkan di youtube channel Free Quran Education mempunyai beberapa season yang di dalam setiap episodenya mengandung banyak pesan nilai islami. Animasinya menarik untuk ditonton karena mempunyai visual yang baik, meskipun menggunakan bahasa Inggris tetapi terdapat subtitle berbagai bahasa termasuk bahasa indonesia. Penulis ingin mengulik secara lebih rinci bagaimana teknik penyampaian pesan yang disampaikan di video animasi I’m The Best Muslim ini. Tujuan Penelitian adalah untuk menjelaskan teknik penyampaian pesan hablum minallah dalam video animasi I’m The Best Muslim. Penelitian yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitiam kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis isi Klauss Krippendorff. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dokumentasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pada video animasi I’m The Best Muslim terdapat Teknik penyampaian pesan hablum minallah adalah sebagai berikut : a) Visual; b) Dialog; c) Tata suara; d) Teknik pengambilan gambar
Analisis pesan moral di akun Webtoon @ilham randa yang berjudul “Laa Tahzan: Don’t be Sad”
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pesan-pesan moral yang terdapat dalam Webtoon Laa Tahzan: Don’t Be Sad karya Ilham Randa yang dipublikasikan melalui platform LINE Webtoon. Webtoon ini memadukan nilai- nilai keislaman dengan gaya visual populer dan ringan, sehingga mampu menjangkau generasi muda dalam menyampaikan ajaran moral secara naratif dan menyentuh. Fokus penelitian diarahkan pada enam nilai utama, yaitu: berbakti kepada orang tua, bersyukur, sabar, ikhlas, hubungan antara agama dan ilmu, serta toleransi.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi menggunakan teori komunikasi Klaus Krippendorff, yang mencakup tiga aspek: pragmatik, semantik, dan sarana tanda. Data primer diperoleh dari episode-episode terpilih dalam Webtoon Laa Tahzan: Don’t Be Sad, sedangkan data sekunder berasal dari literatur yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Webtoon ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media dakwah yang efektif dalam menyampaikan pesan moral dan spiritual. Ilustrasi visual, dialog antar tokoh, dan narasi dalam cerita digunakan secara strategis untuk memperkuat nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, karya ini dapat menjadi contoh bagaimana media digital modern dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran nilai-nilai moral dan dakwah Islam
Analisis framing dan penerapan jurnalisme damai dalam pemberitaan konflik Israel dan Palestina di tempo.co dan bbc.com/Indonesia periode oktober 2023
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media online Tempo.co dan BBC.com/Indonesia membingkai konflik Israel dan Palestina serta sejauh mana pendekatan jurnalisme damai diterapkan dalam pemberitaan tersebut selama periode Oktober 2023. Dalam konflik yang berkepanjangan seperti ini, media berperan penting dalam menyusun narasi dan menyampaikan representasi realitas kepada publik. Penelitian ini berpijak pada asumsi bahwa media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membingkai realitas melalui strategi wacana yang dapat menciptakan dominasi naratif tertentu. Perspektif Islam digunakan dalam penelitian ini melalui landasan ayat-ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya kejujuran, keadilan, dan upaya mendamaikan pihak-pihak yang bertikai.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis framing model Zhongdangg Pan dan Gerald Kosicki. Model ini digunakan untuk melihat struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris dalam teks berita. Selain itu, pendekatan jurnalisme damai digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana kedua media menghadirkan orientasi perdamaian, kebenaran, masyarakat, dan penyelesaian konflik. Data dikumpulkan melalui dokumentasi pemberitaan dari kedua media selama bulan Oktober 2023, yang dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi pola pembingkaian dan kecenderungan naratif masing-masing media.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tempo.co cenderung menampilkan narasi perjuangan rakyat Palestina dan menonjolkan penderitaan warga Gaza, namun kurang memberikan ruang bagi perspektif dari pihak Israel. Sementara itu, BBC.com/Indonesia menggunakan pendekatan verifikatif dan investigatif, serta lebih berimbang dalam mengutip sumber dari lembaga internasional, namun tetap membingkai Hamas sebagai aktor utama kekerasan. Penerapan jurnalisme damai oleh Tempo.co dan BBC.com/Indonesia masih terbatas dan belum menyeluruh. Tempo lebih menekankan penderitaan rakyat Palestina dan menunjukkan keberpihakan pada sisi kemanusiaan, namun meminimalkan narasi resolusi konflik. Sementara itu, BBC lebih berimbang secara verifikatif, namun tetap membingkai Hamas sebagai aktor kekerasan utama. Kedua media belum sepenuhnya memenuhi indikator jurnalisme damai, terutama dalam aspek orientasi penyelesaian dan keterlibatan agen perdamaian. Dalam kaitannya dengan nilai-nilai Islam, ayat-ayat Al-Qur’an seperti QS Al-Hujurat ayat 9–10 dan QS An-Nur ayat 19 menjadi relevan dalam menilai pentingnya verifikasi informasi dan dorongan untuk menghadirkan narasi damai dalam pemberitaan konflik
Strategi komunikasi pengelola Ngesti Pandowo dalam mempromosikan pertunjukan wayang orang melalui media Instagram
Pertunjukan wayang orang merupakan salah satu bentuk seni budaya yang kaya akan nilai-nilai tradisional dan sejarah. Namun, di tengah kemajuan teknologi dan perubahan minat masyarakat, banyak bentuk seni tradisional seperti wayang orang menghadapi tantangan dalam hal pelestarian dan promosi. Munculnya media sosial, terutama Instagram, menjadi peluang baru bagi kelompok seni untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menarik perhatian generasi muda. Instagram, sebagai platform berbasis visual yang populer, memungkinkan pengguna untuk berbagi konten menarik dan berinteraksi secara langsung dengan pengikut mereka. Ngesti Pandowo, sebagai salah satu kelompok pertunjukan wayang orang, telah memanfaatkan Instagram sebagai strategi komunikasi dalam mempromosikan pertunjukan mereka.
Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi pengelola Ngesti Pandowo dalam mempromosikan wayang orang melalui Instagram menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan harian serta tim humas dan promosi Ngesti Pandowo, observasi langsung terhadap aktivitas akun Instagram @ngestipandowo, serta analisis konten postingan yang diunggah dan pola interaksi yang terjadi. Sebagai kerangka analisis utama, digunakan Model Komunikasi Lasswell, diperkaya dengan Teori Bauran Promosi dan Model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) untuk memahami secara komprehensif proses dan tahapan komunikasi yang dilakukan oleh Ngesti Pandowo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola Wayang Orang Ngesti Pandowo menerapkan strategi komunikasi yang terintegrasi dan efektif untuk mempromosikan pertunjukan wayang orang melalui media Instagram. Strategi ini berpusat pada pemanfaatan optimal earned media (publisitas organik) dan interaksi digital untuk secara sistematis memandu audiens melalui tahapan AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) hingga menjadi pengunjung pertunjukan. Komunikator (Tim Humas dan Promosi) memanfaatkan pemahaman seni dan audiens digital. Pesan informatif, persuasif, dan edukatif, berupaya menarik perhatian dan memicu tindakan audiens melalui publisitas (earned media) dan konten visual. Instagram dioptimalkan dengan fitur reels, feed, Instagram stories, komentar, dan DM. Audiens yang terjangkau bervariasi, dari penikmat seni tradisional hingga generasi muda. Efek komunikasi mencakup peningkatan awareness, engagement, dan jumlah pengunjung 2022-2025. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, memiliki potensi besar sebagai alat promosi efektif untuk kesenian tradisional, asalkan dikelola dengan strategi komunikasi yang tepat dan adaptif terhadap karakteristik platform serta audiens
Manajemen dakwah dalam meningkatkan amaliyah ibadah santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Hasanah Banyumanik Kota Semarang
Judul penelitian ini adalah Manajemen Dakwah dalam Meningkatkan Amaliyah Ibadah Santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Hasanah Banyumanik Kota Semarang
Pondok Pesantren Tarbiyatul Hasanah Banyumanik Kota Semarang memiliki cukup banyak kegiatan keagamaan mulai dari kitab kuning, tahfidz, membaca al-qur’an dan kegiatan lainnya. Hal ini menuntut pihak pengurus pondok pesantren untuk dapat mengelola dan mengontrol seluruh kegiatan santri yang ada di pondok pesantren dengan baik. Oleh karena itu, pengelolaan kegiatan dakwah dilakukan dengan memaksimalkan fungsi-fungsi manajemen, agar bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Manajemen Dakwah dalam Meningkatkan Amaliyah Ibadah Santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Hasanah Banyumanik Kota Semarang dan Upaya dalam meningkatkan amaliyah ibadah santri. Jenis penelitian dalam skripsi ini adalah penelitian kualitatif dekskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. serta menggunakan teknik analisis data seperti reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Upaya Pengelolaan Pondok Pesantren Tarbiyatul Hasanah dalam Meningkatkan Amaliyah Ibadah Santri dilakukan dengan cara Pendisiplanan santri, Pelaksanaan Penanaman akhlak dan Etika Santri, Keteladanan dan Penanaman Kesadaran Beribadah. Hal ini dilakukan agar santri dapat meningkatkan amaliyah ibadah.
Implementasi Manajemen Dakwah dalam Meningkatkan Amaliyah Ibadah Santri di Pondok Pesantren Tarbiyatul Hasanah Banyumanik Kota Semarang di dalamnya terdapat penerapan fungsi-fungsi manajemen yaitu: 1) Perencanaan da’wah yang dilakukan masih harus memperhatikan sarana dan prasarana seperti penyediaan buku materi pelajaran serta bangunan yang masih dalam tahap 40%. Hal ini tentunya menjadi faktor penghambat dalam proses belajar santri dan membuat santri tidak nyaman. 2) Pengorganisasian da’wah masih membutuhkan beberapa kepengurusan lainnya seperti bidang keamanan, bidang pendidikan, dan bidang kebersihan lainnya. 3) Penggerakan da’wah sudah cukup efektif dan efisien, karena diberikannya motivasi, bimbingan, jalinan hubungan melalui rapat, penyelenggaran komu pelaksana melalui metode (sorogan, bendongan atau wetonan, halaqoh, dan hafalan atau tahfidz atau Peningkatan. 4) Pengendalian dan penilaian da’wah sudah cukup baik dari segi pengawasan maupun penilaian
Strategi sentra kerajinan tembaga dan kuningan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat : studi pada sentra kerajinan nuansa art Dusun Tumang Desa Cepogo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali
Eksistensi sentra kerajinan tembaga dan kuningan di Dusun Tumang, Desa Cepogo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali menjadi salah satu fenomena yang menarik untuk dikaji dalam kaitannya dengan strategi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sentra kerajinan tembaga dan kuningan di Dusun Tumang faktanya mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar serta dapat membantu pemerintah dalam menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan di Desa Cepogo. Salah satu sentra kerajinan yang ikut berkontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran adalah sentra kerajinan Nuansa Art yang dimiliki oleh Ibu Mimik Sriningsih. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang dilakukan sentra kerajinan Nuansa Art dan dampak impelementasi strategi yang dilakukan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini yakni data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan dalam penelitian ini, diantaranya yaitu pemilik usaha Nuansa Art, pengrajin Nuansa Art, karyawan marketing, dan Kepala Desa Cepogo. Kemudian, data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan untuk mengkaji penelitian ini adalah Teori Struktural Fungsional Talcott Parson.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan sentra kerajinan Nuansa Art dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dusun Tumang Desa Cepogo meliputi strategi peningkatan kualitas produk dan strategi pengembangan jaringan pemasaran. Dalam meningkatkan dan menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, strategi yang dilakukan diantaranya rekrutmen masyarakat sebagai tenaga kerja lokal, program pelatihan kerajinan, dan peningkatan inovasi produk. Sementara, strategi yang dilakukan untuk pengembangan jaringan pemasaran yaitu pameran produk, pemasaran digital, dan kerjasama dengan toko dengan sistem konsinyasi. Adapun dampak implementasi strategi yang dilakukan sentra kerajinan Nuansa Art telah terbukti secara siginfikan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dusun Tumang Desa Cepogo. Dampak ekonomi yang dirasakan yaitu peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja baru. Sementara itu, dampak sosial yang dirasakan yaitu adanya pelestarian budaya dan dapat memperkuat ikatan sosial di dalam masyarakat. Dalam mengembangkan dan mempertahankan keberlanjutan sentra kerajinan Nuansa Art sangat bergantung pada bagaimana empat fungsi imperative dalam skema AGIL Talcott Parson yaitu fungsi adaptasi, pencapaian tjuan, integrasi, dan latensi. Dimana Nuansa Art dalam fungsi adaptasi harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya, dalam fungsi pencapaian tujuan Nuansa Art harus memiliki tujuan yang harus dicapai, dalam fungsi integrasi harus membangun hubungan yang harmonis antara pemilik, pengrajin, dan pihak yang diajak bekerjasama. Kemudian dalam fungsi latensi digunakan Nuansa Art untuk mempertahankan pola yang ada yaitu keahlian pengrajin agar tidak tidak tergerus oleh faktor eksternal.
ABSTRACT:
The existence of copper and brass craft centers in Tumang Hamlet, Cepogo Village, Cepogo District, Boyolali Regency is one of the interesting phenomena to be studied in relation to strategies in improving community welfare. The copper and brass craft center in Tumang Hamlet is in fact able to op surrounding community and can help the government in reducing unemployment and poverty in Cepogo Village. One of the craft centers that has contributed to reducing poverty and unemployment is the Nuansa Art craft center owned by Mrs. Mimik Sriningsih. Therefore, this research aims to find out the Nuansa Art craft center and the impact of strategy implementation in improving community welfare.
This research is a field research using qualitative methods and descriptive approaches. The data sources in this research are primary data and secondary data. Data collection techniques used non-participant observation, unstructured interviews and documentation. The purposive sampling technique wa the informants in this research, including Nuansa Art business owners, Nuansa Art craftsmen, marketing employees, and the Head of Cepogo Village. Then, the data obtained in this study were analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The theory used to examine this research Functional Structural Theory.
The results of this study show that the strategies carried out by the Nuansa Art craft center in improving the welfare of the Tumang Hamlet community in Cepogo Village include product quality improvement strategies and marketing network development strategies. In improving and producing high-q strategies include recruiting the community as a local workforce, craft training programs, and increasing product innovation. Meanwhile, strategies for developing marketing networks include product exhibitions, digital marketing, and cooperation with consignment shops. The impact of the implementation o out by the Nuansa Art craft center has proven to be significantly able to improve the welfare of the people of Tumang Hamlet, Cepogo Village. The economic impacts include increased income and the creation of new jobs. Meanwhile, the social impact is cultural preservation. In developing and maintaining t the Nuansa Art craft center, the four imperative functions in Talcott Parson's AGIL scheme are adaptation, goal achievement, integration and latency. In the adaptation function, Nuansa Art must be able to adapt to its environment, in the goal achievement function, Nuansa Art must have goals that must integration function, it must build a harmonious relationship between the owner, craftsmen, and the parties they work with. Then in the latency function used by Nuansa Art to maintain existing patterns, namely the expertise of craftsmen so as not to be eroded by external factors
Pengasuhan anak terlantar di panti asuhan : studi pada Panti Asuhan Rumah Anak Surga Semarang
Anak terlantar adalah anak yang, akibat suatu kondisi, tidak mampu memenuhi kebutuhan dasarnya dengan layak, baik secara rohani, jasmani, maupun sosial. Status ini tidak hanya disebabkan oleh kehilangan salah satu atau kedua orang tua, tetapi juga oleh kurangnya perhatian serta pemenuhan hak-hak mereka. Sebagai individu yang masih dalam masa pertumbuhan, anak terlantar memerlukan kasih sayang, bimbingan, dan dukungan baik dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya. Panti asuhan menjadi rumah bagi anak-anak yang kehilangan pengasuhan orang tua, baik karena meninggal dunia, ditinggalkan, ataupun situasi keluarga yang tidak memungkinkan. Di panti asuhan, pengasuh berperan dalam mendidik, menjaga, melindungi, serta memberikan kenyamanan bagi anak-anak asuh. Mereka bertindak sebagai orang tua pengganti yang memberikan kasih sayang dan bimbingan, sehingga dihormati serta dihargai oleh anak-anak asuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya pengasuhan anak terlantar di Panti Asuhan Rumah Anak Surga Semarang serta faktor-faktor yang melatarbelakangi pengasuh melakukan pengasuhan di Panti Asuhan Rumah Anak Surga Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis lapangan, serta pendekatan deskriptif. Peneliti menggunakan dua jenis data yaitu data primer dan juga data sekunder. Penelitian ini menggunakan dokumentasi, wawancara, dan observasi sebagai metode pengumpulan data. Pemilihan informan dengan teknik purposive. Informan dari penelitian ini merupakan pengasuh yang ada di Panti Asuhan Rumah Anak Surga Semarang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu analisis data bersifat induktif yang dimana terdapat 3 alur analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, Teori Tindakan Sosial oleh Max Weber digunakan sebagai dasar penelitian ini.
Hasil dari penelitian tentang pengasuhan anak terlantar di Panti Asuhan Rumah Anak Surga Semarang menunjukkan bahwa pengasuh menerapkan berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan anak, termasuk pengaturan pola hidup dan peningkatan kualitas pengasuhan. Namun, mereka menghadapi hambatan seperti keterbatasan tenaga, fasilitas, dan dana, yang diatasi melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Panti ini menampung anak-anak dari beragam latar belakang dan memiliki sistem rekrutmen serta pelatihan bagi pengasuh. Motivasi pengasuh didorong oleh faktor sosial, ekonomi, keagamaan, dan profesionalisme, dengan harapan pengasuhan yang optimal dapat terus berlanjut demi kesejahteraan anak-anak.
ABSTRACT:
A neglected child is a child who, as a result of a condition, is unable to fulfill their basic needs properly, both spiritually, physically and socially. This status is not only caused by the loss of one or both parents, but also by the lack of attention and fulfillment of their rights. As individuals who are still in their infancy, neglected children need love, guidance and support from both their parents and the surrounding environment. Orphanages become homes for children who have lost parental care, either due to death, abandonment, or family situations that do not allow it. In orphanages, caregivers play a role in educating, protecting, and providing comfort for foster children. They act as surrogate parents who provide love and guidance, so they are respected and valued by their foster children. This study aims to explain the care strategy of neglected children at the Rumah Anak Surga Semarang Orphanage and the factors behind the caregivers' care at the Rumah Anak Surga Semarang Orphanage.
This research uses qualitative research methods with a field type, as well as a descriptive approach. Researchers used two types of data, namely primary data and secondary data. This research uses documentation, interviews, and observation as data collection methods. Selection of informants using purposive technique. The informants of this research are caregivers at the Rumah Anak Surga Orphanage in Semarang. The data analysis technique used in this research is inductive data analysis in which there are 3 data analysis flows, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Furthermore, Max Weber's Social Action Theory is used as the basis of this research..
The results of the research on the care of abandoned children at the Rumah Anak Surga Orphanage in Semarang show that caregivers implement various efforts to meet the needs of children, including lifestyle arrangements and improving the quality of care. However, they face obstacles such as limited manpower, facilities and funds, which are overcome through cooperation with various parties. The center accommodates children from diverse backgrounds and has a recruitment and training system for caregivers. Caregivers' motivation is driven by social, economic, religious and professional factors, with the hope that optimal care can continue for the welfare of the children
Manajemen mutu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa tuna daksa di SDLB Negeri Kendal
Manajemen mutu pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa tunadaksa di SDLB Negeri Kendal. Penelitian ini dilatar belakangi oleh tujuan suatu pembelajaran yang berhasil dengan adanya mutu yang telah direncanakan dan dikembangkan. Mutu pembelajaran merupakan proses yang telah dipersiapakan dan direncanakan dengan strategi yang ada, di ajarkan ke peserta didik dengan cara khusus supaya mem peroleh hasil yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memgetahui mutu perencanaan, pelaksanaaan, pemeriksaan, dan tindakan selanjutnya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumesntasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa SDLB Negeri Kendal telah menerapkan manajemen pembelajaran bersama melalui beberapa strategi utama, yaitu perencanaan pembelajaran yang menargetkan kebutuhan siswa tunadaksa, pelaksanaan pembelajaran yang fleksibel, serta evaluasi berkelanjutan terhadap proses dan hasil belajar siswa. Perencanaan pembelajaran dilakukan dengan menyusun program bina gerak yang disesuaikan dengan kondisi kognitif, afektif dan psikomotorik dengan praktek yang mencakup tiga kondisi tersebut. Dalam pelaksanaannya, guru menggunakan metode pembelajaran berulang ulang untuk pencapaiannya. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara formatif dan sumatif dengan mempertimbangkan perkembangan individu siswa
Representasi bahagia keluarga baru dalam drama Korea : studi pada drama Korea Queen of Tears
Representasi bahagia dalam media, khususnya dalam drama Korea, menjadi objek kajian yang menarik karena mampu membentuk persepsi masyarakat mengenai kehidupan dan hubungan sosial. Drama Korea "Queen of Tears" merupakan salah satu contoh yang menggambarkan dinamika kebahagiaan keluarga baru melalui berbagai konflik emosional yang dihadapi oleh tokoh utama, Baek Hyun-woo dan Hong Hae-in. Kebahagiaan dalam drama ini digambarkan melalui interaksi sosial, simbol-simbol emosional, dan elemen visual seperti ekspresi wajah, musik, dan warna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kebahagiaan direpresentasikan dalam drama tersebut serta bagaimana elemen media membentuk pemahaman penonton tentang kebahagiaan keluarga.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis representasi kebahagiaan dalam drama Korea "Queen of Tears" melalui perspektif interaksi simbolik Mead. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis kualitatif dengan pendekatan netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap adegan-adegan dalam drama serta adapun analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik ASM (Analisis Media Siber) dengan cara mengunakan dua unit analisis yaitu mikro dan makro. Dalam drama Queen of Tears membangun makna kebahagiaan dalam konteks keluarga baru. Penelitian ini juga mengacu pada teori Interaksi simbolik George Herbert Mead (Mead 1934/1962), untuk mengkaji bagaimana pesan-pesan kebahagiaan disampaikan kepada penonton dan bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi persepsi mereka tentang hubungan keluarga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama Queen of Tears menggambarkan kebahagiaan sebagai proses kompleks dan dinamis. Kebahagiaan tidak hanya hadir dalam momen romantis, tetapi juga melalui adaptasi, komunikasi, dan dukungan pasangan dalam menghadapi kesulitan. Temuan ini menunjukkan bahwa kebahagiaan bersifat berkembang seiring dengan penyelesaian konflik tokoh-tokohnya, didukung oleh simbol visual seperti senyuman, tatapan penuh kasih, dan latar musik lembut. Dalam perspektif teori interaksi simbolik George Herbert Mead, kebahagiaan dalam Queen of Tears merupakan konstruksi sosial yang terbentuk melalui komunikasi dan interaksi.
ABSTRACT:
The representation of happiness in media, particularly in Korean dramas, is an interesting subject of study as it shapes public perception of life and social relationships. The Korean drama Queen of Tears serves as an example that illustrates the dynamics of happiness within a new family through various emotional conflicts faced by the main characters, Baek Hyun-woo and Hong Hae-in. In this drama, happiness is portrayed through social interactions, emotional symbols, and visual elements such as facial expressions, music, and colors. This study aims to analyze how happiness is represented in the drama and how media elements shape the audience’s understanding of family happiness.
This research seeks to identify and analyze the representation of happiness in the Korean drama Queen of Tears through the lens of Mead’s symbolic interactionism. The study employs a qualitative research method with a netnographic approach. Data is collected through direct observation of scenes in the drama, while data analysis utilizes Cyber Media Analysis (ASM) techniques, employing both micro and macro analytical units. Queen of Tears constructs the meaning of happiness in the context of a new family. This study also refers to George Herbert Mead’s (Mead 1934/1962) theory of symbolic interactionism to examine how messages of happiness are conveyed to the audience and how these messages influence their perception of family relationships.
The findings indicate that Queen of Tears portrays happiness as a complex and dynamic process. Happiness is not only present in romantic moments but also emerges through adaptation, communication, and mutual support between partners in overcoming challenges. The results show that happiness evolves as characters resolve conflicts, reinforced by visual symbols such as smiles, affectionate gazes, and soft background music. From the perspective of George Herbert Mead’s symbolic interactionism theory, happiness in Queen of Tears is a social construct formed through communication and interaction
Manajemen kesiswaan dalam pengembangan kreativitas siswa melalui program talent show di SMA N 13 Semarang
Sangat penting bagi pendidikan untuk mengembangkan kreativitas, terutama dalam membentuk karakter siswa dan mempersiapkan mereka untuk persaingan global. Dukungan dan pembinaan dibutuhkan untuk mendorong pengembangan kreativitas siswa. di SMA N 13 Semarang, Program Talent Show dilakukan untuk tujuan mengembangkan kreativitas siswa. Namun, dalam pelaksanaan masih menghadapi beberapa hambatan dan perlu peningkatan seperti kurangya dukungan dan pembinaan, masih ada siswa yang pasif dalam kegiatan, dan pengelolaan waktu yang kurang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses manajemen kesiswaan dalam pengembangan kreativitas siswa melalui program talent show, apa faktor pendorong dan penghambat pengembangan kreativitas. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan pada poenelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang baik telah dilakukan dalam pengembangan kreativitas siswa, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut telah diidentifikasi dan dipahami