Walisongo State Islamic University

Walisongo Institutional Repository
Not a member yet
    26964 research outputs found

    Peran Guru Dalam Penguatan Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam melalui program kelas tahfiz di SMAN 3 semarang

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penguatan nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui program kelas tahfiz serta menganalisis peran guru dalam mendukung penguatan nilai-nilai tersebut di SMAN 3 Semarang. Program kelas tahfiz menjadi salah satu strategi pembinaan keagamaan di sekolah umum yang berupaya menanamkan nilai-nilai religius secara terarah dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalilis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi penguatan nilai-nilai pendidikan agama Islam melalui program kelas tahfiz dilakukan melalui pembelajaran halaqah, metode talaqqi, kegiatan penunjang tahfiz camp, tasmi’ sekali duduk, dan evaluasi hafalan secara berkala. Program ini terbukti mampu menginternalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan cinta terhadap Al-Qur’an. Dalam pelaksanannya, guru berperan sebagai edukator, fasilitator, motivator, konselor, dan evaluator, yang secara aktif membimbing siswa baik dari sisi akademik maupun spiritual

    تأثير نموذج التعلم القائم على اللعب (Game Based Learning) بمساعدة Wordwall في رغبة تعلم اللغة العربية لطلاب الصف الثامن بمدرسة سوديرمان الثانوية جمبران باندونجان

    Get PDF
    Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Arab yang sering dianggap sulit dan membosankan oleh sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Game-Based Learning (GBL) berbantuan media Wordwall terhadap minat belajar Bahasa Arab siswa kelas VIII di MTs Sudirman Jimbaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental design, yaitu non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yakni kelas eksperimen yang menggunakan model GBL dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui angket minat belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji-t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan model pembelajaran GBL berbantuan Wordwall terhadap minat belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai t-hitung = 17,346 > t-tabel = 2,024 dan nilai η² sebesar 88,79%, yang mengindikasikan efek pengaruh yang sangat kuat. Rata-rata skor minat belajar siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 57 (kategori sedang) menjadi 106 (kategori sangat tinggi), sedangkan pada kelas kontrol hanya meningkat dari 55 menjadi 67 (kategori rendah). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran GBL berbantuan Wordwall efektif dalam meningkatkan minat belajar Bahasa Arab siswa dibandingkan metode pembelajaran konvensional. Model ini mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menyenangkan, dan mendorong keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan GBL sebagai alternatif strategis dalam pengajaran Bahasa Arab, terutama dalam konteks pembelajaran abad ke-21 yang berbasis teknologi dan berorientasi pada siswa

    Bimbingan perkawinan dalam membentuk ketahanan keluarga : studi kasus KUA Bulakamba Brebes

    Get PDF
    Usaha membangun perkawinan yang langgeng menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya komunikasi, perbedaan visi hidup, tekanan ekonomi, dan konflik yang tidak terselesaikan. Permasalahan ini dapat terjadi pada pasangan dari berbagai usia dan latar belakang. Tingginya angka perceraian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Brebes, menjadi indikator urgensi untuk memperkuat ketahanan keluarga. Data menunjukkan bahwa faktor stabilitas ekonomi menjadi penyumbang terbesar perceraian di Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, dengan 5.041 kasus perceraian pada tahun 2023 .Oleh karena itu, ketahanan keluarga menjadi isu krusial yang perlu diperhatikan, tidak hanya bagi calon pengantin tetapi juga bagi pasangan yang telah menikah, terutama yang berusia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan bimbingan perkawinan dalam membentuk ketahanan keluarga dengan (Studi Kasus di KUA Bulakamba Brebes) Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan studi kasus sebagai fokus utama. Teknik pengumpulan data melibatkan wawancara, observasi, dokumentasi, dan audiovisual. Informan penelitian terdiri dari kepala KUA, perwakilan BKKBN Kabupaten Brebes, serta pasangan suami istri yang telah mengikuti program bimbingan. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman mendalam tentang dinamika kehidupan nyata kasus yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan perkawinan di KUA Bulakamba dilakukan secara sistematis melalui pendekatan edukatif yang holistik. Proses dimulai dari pendaftaran, penjadwalan, hingga pelaksanaan bimbingan yang rutin dilakukan dua kali dalam sebulan. Materi bimbingan mengacu pada Modul Keluarga Sakinah (2016) dan disampaikan secara kontekstual melalui metode klasikal dan mandiri. Meskipun metode mandiri dinilai kurang optimal karena keterbatasan interaksi, secara keseluruhan program ini mampu menunjukan bahwa pasangan telah mencapai ketahanan keluarga yang baik, memenuhi indikator-indikator penting seperti dinamika perkawinan, pemenuhan kebutuhan keluarga, Kesehatan dan pembentukan generasi berkualitas. Bimbingan perkawinan berperan penting dalam membantu pasangan membentuk ketahanan keluarga yang kuat dan harmonis, melalui penguatan aspek keimanan, penanaman kasih sayang, komunikasi yang efektif, serta pembagian peran yang seimbang dalam rumah tangga

    Analisis problematika dan solusi penyelenggaraan haji ramah lansia tahun 2024 di Kota Semarang

    Get PDF
    Problematika adalah suatu hal yang belum terselesaikan sehingga menimbulk an dampak atau kendala dalam pelaksanaannya. Penyelenggaraan ibadah haji sebagai kewajiban bagi umat Islam yang mampu secara fisik, mental, dan finansial menghadapi tantangan tersendiri, terutama dengan meningkatnya jumlah jamaah lanjut usia. Jamaah lansia menghadapi berbagai kendala multidimensional, mulai dari keterbatasan fisik, infrastruktur yang kurang ramah lansia, hingga tekanan psikologis akibat perubahan lingkungan dan aktivitas ibadah yang menguras stamina. Faktor-faktor ini saling berkaitan dan dapat berdampak pada kenyamanan serta kelancaran ibadah mereka. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang komprehensif, seperti peningkatan layanan kesehatan dan pendampingan intensif, perbaikan infrastruktur yang lebih ramah lansia, serta dukungan psikologis agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis problematika serta mencari solusi dalam penyelenggaraan haji ramah lansia pada atahun 2024 di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer pada penelitian ini yaitu jamaah haji lanjut usia yang tinggal di Kota Semarang. Hasil penelitian ini adalah problematika yang dihadapi ketika penyelenggaran haji ramah lansia tahun 2024 yaitu jamaah haji yang tersesat, penurunan kesehatan fisik jamaah lansia, akomodasi dan transportasi, tenda dan toilet di Arafah, kesehatan psikis jamaah lansia. Sebagai solusi, penelitian ini memberikan rekomendasi dari petugas yaitu dengan peningkatan fasilitas haji yang lebih ramah lansia, peningkatan kompetensi petugas dalam menangani jamaah lansia, serta edukasi dan bimbingan yang lebih intensif bagi calon jamaah haji lansia sebelum keberangkatan

    Manajemen strategi pelayanan servqual ibadah umrah pada jemaah disabilitas fisik PT. Harum Bina Wisata, Indramayu

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi pelayanan SERVQUAL dalam ibadah Umrah bagi jemaah disabilitas fisik pada PT. Harum Bina Wisata, Indramayu. Untuk memastikan jemaah disabilitas fisik dapat menjalankan ibadah Umrah dengan lancar dan khusyu, PT. Harum Bina Wisata telah menyusun strategi khusus yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan jemaah penyandang disabilitas fisik. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yang didasarkan pada analisis lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi secara langsung, wawancara dengan (manajer, staf PT. Harum Bina Wisata, serta jemaah disabilitas fisik), dan dokumentasi yang kemudian dianalisis secara tematik untuk mengevaluasi efektivitas penerapan lima dimensi SERVQUAL: tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama biro terletak pada pengalaman dan pemahaman yang mendalam mengenai kebutuhan jemaah disabilitas fisik. Dimensi tangible tercermin dari fasilitas yang ramah disabilitas, seperti kursi roda, aksesibilitas hotel, dan transportasi yang aman dan nyaman. Dimensi reliability dan assurance terlihat dalam konsistensi layanan dan kemampuan staf dalam memastikan keamanan serta kenyamanan jemaah selama perjalanan. Responsiveness ditunjukkan melalui kemampuan biro merespon kebutuhan mendadak, sementara empathy terlihat dalam pendekatan personal yang menumbuhkan rasa dihargai di kalangan jemaah. Meskipun hasil menunjukkan kepuasan yang cukup tinggi, tantangan signifikan yang dihadapi adalah terbatasnya jumlah tenaga kerja dengan keterampilan khusus dalam melayani jemaah disabilitas fisik. Oleh karena itu, disarankan untuk mengembangkan pelatihan khusus bagi staf, meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas, serta berkolaborasi dengan organisasi disabilitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan layanan umrah yang lebih inklusif dan berkualitas bagi jemaah disabilitas fisik di PT. Harum Bina Wisata

    Analisis pengelolaan konten di Instagram @majt_jateng dalam perspektif digital public relations

    Get PDF
    Era digital telah mengubah secara signifikan cara penyampaian pesan dalam bidang hubungan masyarakat (public relations), dengan penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 79,20% menandakan sebagian besar masyarakat kini terhubung secara online. Digital Public Relations (DPR) muncul sebagai evolusi praktik kehumasan tradisional yang memanfaatkan kekuatan teknologi digital dan media sosial untuk membangun relasi yang lebih luas dan interaktif. Instagram sebagai salah satu platform media sosial terpopuler di Indonesia dengan 90,1 juta pengguna menjadi sarana strategis bagi lembaga keagamaan seperti Masjid Agung Jawa Tengah yang menggunakan akun @majt_jateng untuk menyampaikan konten dakwah dan informasi keagamaan. Namun, belum banyak diketahui secara akademik bagaimana konten-konten tersebut dikelola, dirancang, dan dipublikasikan oleh tim pengelola akun, sehingga membuka ruang kajian mengenai praktik pengelolaan konten digital yang dilakukan oleh lembaga keagamaan melalui platform Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pengelolaan konten di Instagram @majt_jateng dalam perspektif Digital Public Relations. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam bidang ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, khususnya dalam konsentrasi keilmuan Public Relations. Secara praktis, penelitian ini bertujuan untuk membantu @majt_jateng dan lembaga sejenis dalam memahami lebih baik pengelolaan konten di Instagram yang mengacu pada perspektif digital public relation. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan situasi secara sistematis dan faktual. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan ketua tim pengelola media MAJT sebagai admin Instagram @majt_jateng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Digital Public Relations, MAJT telah menerapkan transparansi dalam menanggapi kritik meski bersifat selektif sesuai norma keagamaan, menjaga kontrol informasi yang ketat sehingga elemen porosity belum tampak dominan, belum terlihat reinterpretasi konten secara signifikan, namun berhasil menyajikan konten yang kaya pesan religius dengan jangkauan luas melalui story interaktif dan kolaborasi akun komunitas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami praktik pengelolaan konten digital pada lembaga keagamaan non-komersial yang dapat menjadi referensi bagi institusi sejenis

    Penerapan fungsi actuating majelis taklim dalam meningkatkan pemahaman keagamaan : studi kelompok pengajian Majelis Taklim Syifaul Qulub Purwoyoso Ngaliyan Semarang

    Get PDF
    Majelis Taklim merupakan lembaga pendidikan non formal yang waktu belajarnya tidak berkala dan teratur yang memiliki kurikulum sendiri serta jamaahnya terbuka untuk segala usia. Keberhasilan pada peningkatan jumlah jamaah tergantung pada penerapan sistem manajerial dalam mengelola Majelis Taklim tersebut. Dan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting dalam pencapaian tujuan adalah fungsi Actuating. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan fungsi Actuating pada peningkatan jumlah jamaah dan bagaimana hasil dari penerapan fungsi Actuating pada peningkatan jumlah jamaah yang ada di Majelis Taklim Syifaul Qulub purwoyoso ngaliyan semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fungsi actuating Majelis Taklim dalam meningkatkan pemahaman keagamaan di kelompok pengajian Majelis Taklim Syifaul Qulub Purwoyoso Ngaliyan Semarang. Jenis metodologi penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Data primer dalam penelitian ini yaitu hasil wawancara peneliti kepada para pengasuh dan pengurus dan jamaah Majelis Taklim Syifaul Qulub Purwoyoso Ngaliyan Semarang. Pengumpulan data dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Selanjutnya, dalam penelitian ini menggunakan triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Penerapan fungsi actuating pada peningkatan jumlah jamaah di Majelis Taklim alIstiqomah dilakukan dengan cara a. Memberikan motivasi b. Bimbingan c. Menjalin hubungan d. Menjalankan komunikasi. (2) Hasil dari penerapan fungsi actuating pada peningkatan jumlah jamaah yaitu terjadinya peningkatan pada jumlah jamaah dari 40 di tahun 2005 dan sekarang sudah mencapai 315 orang di tahun 2024, bertambahnya program kerja dan peningkatan ilmu pengetahuan agama dan peningkatan dalam membaca Al Qur’an

    Pemberdayaan masyarakat berbasis wisata : studi di Wisata Arenan Kalikesek Desa Sriwulan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal

    Get PDF
    Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu sebagai tindakan melengkapi individu dengan sumber daya, pengetahuan, kesempatan, serta keterampilan yang diperlukan untuk secara mandiri membentuk masa depan mereka. Salah satu bentuk pemberdayaan yang dilakukan adalah dengan melakukan pemanfaatan potensi atau sumberdaya sekitar seperti alam yang digunakan sebagai objek wisata yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan pemberdayaan masyarakat berbasis wisata di Desa Sriwulan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal melalui wisata Arenan Kalikesek Permasalahan dalam penelitian ini berfokus pada proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat berbasis wisata dan perubahan yang dihasilkan dari adanya pemberdayaan masyarakat berbasis wisata. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam prosesnya, penelitian ini melakukan wawancara secara mendalam dengan menggunakan teknik snowball yang terdiri dari sembilan informan. Adapun data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan akan dianalisis melalui analisis data induktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori pemberdayaan menurut Jim Ife. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan mencangkup penyadaran akan potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata melalui forum diskusi yang dihadiri oleh beberapa perwakilan masyarakat Desa Sriwulan, kemudian mulai mempelajari berbagai pengetahuan dan keterampilan dengan dukungan dari Pokdarwis, BUMDes atau kerjasama dengan pemerintah dan lembaga terkait, serta membentuk masyarakat yang mandiri dengan berpikir secara inisiatif, kreatif, dan inovasi sesuai dengan kondisi lingkungan mereka. Pemberdayaan telah membawa perubahan dalam aspek sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan Desa Sriwulan. Dalam aspek sosial terjadi peningkatan partisipasi dan relasi antar masyarakat serta pengunjung. Dari aspek ekonomi, terjadi peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat termasuk adanya beberapa masyarakat yang beralih profesi di sektor wisata. Aspek budaya, seperti adanya tradisi Nyadran Gunung yang dilestarikan dan diperkenalkan kepada para pengunjung. Dari aspek lingkungan juga mengalami perbaikan melalui pengelolaan sampah dan penyesuaian rute wisata. ABSTRACT: Community Empowerment refers to actions that equip individuals with the necessary resources, knowledge, opportunities, and skills to independently shape their future. One form of empowerment involves utilizing surrounding potential or resources, such as nature, as tourism objects that positively impact community welfare. This aligns with tourism-based community empowerment in Sriwulan Village, Limbangan Subdistrict, Kendal Regency through the Arenan Kalikesek tourism initiative. The problem examined in this research centers on the implementation process of tourism-based community empowerment and the changes resulting from its execution. This study employs a qualitative descriptive approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The research process involved in-depth interviews using the snowball technique, consisting of nine informants. The data obtained from the research are analyzed inductively through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing, using Jim Ife’s empowerment theory. The findings indicate that the empowerment process includes raising awareness of the potential that can be utilized as tourism sites through discussion forums attended by several representatives of the Sriwulan Village community. This is followed by efforts to acquire various knowledge and skills with support from Pokdarwis, the Village-Owned Enterprises (BUMDes) or through collaboration with government and related institutions. The goal is to cultivate an independent community that thinks initiatively, creatively, and innovatively in accordance with their environmental context. Community empowerment has led to changes in social, economic, cultural, and environmental aspects of Sriwulan Village. Socially, there has been increased participation and relationships among residents and visitors. Economically, there has been a rise in productivity and income, including a shift in employment for some residents toward the tourism sector. Culturally, traditions such as Nyadran Gunung have been preserved and introduced to visitors. Environmentally, improvements have been made through waste management and adjustments to tourist routes

    Strategi dakwah Ustadz Nurcholis selaku da’i Corps Da’i Dompet Dhuafa (Cordofa) di Desa Padas Kedungjati Kabupaten Grobogan

    Get PDF
    Adanya realitas masyarakat desa yang masih memiliki pemahaman terbatas terhadap ajaran Islam yang murni, serta masih kuatnya praktik tradisi lokal yang dipengaruhi oleh unsur kepercayaan non-Islam. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para dai dalam menyampaikan dakwah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis strategi dakwah yang diterapkan oleh Ustadz Nurcholis sebagai Da’i dari Corps Da’i Dompet Dhuafa (CORDOFA) di Desa Padas, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam strategi dakwah Ustadz Nurcholis sebagai Da’i Corps Da’i Dompet Dhuafa (CORDOFA) di Desa Padas, Kedungjati, Grobogan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dikumpulkan dari Ustadz Nurcholis sebagai subjek utama, masyarakat setempat, serta tokoh agama setempat. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Untuk menjamin keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, kegiatan dakwah Ustadz Nurcholis selaku Da’i CORDOFA di Desa Padas, Kedungjati, menunjukkan praktik dakwah yang menyeluruh (kaffah), aplikatif, dan kontekstual, dengan mengintegrasikan seluruh elemen dakwah secara harmonis. Kedua, strategi dakwah beliau tidak hanya menyampaikan pesan Islam secara lisan, tetapi juga membimbing masyarakat melalui keteladanan nyata, pendekatan emosional (manhaj al-‘athifi), serta metode yang sesuai dengan karakter mad’u seperti bercerita, bermain, dan memberi contoh. Meski terbatas teknologi, dakwah beliau tetap efektif karena berlandaskan komunikasi langsung, kedekatan emosional, dan konsistensi perilaku, sehingga nilai-nilai Islam dapat diinternalisasi secara alami dalam kehidupan masyarakat.

    Strategi pengelolaan lingkungan di perkotaan : studi pada kelompok wanita Tani Srikandi Mandiri di Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, Yogyakarta

    Get PDF
    Ketidakseimbangan pembangunan di wilayah perkotaan yang seringkali abai terhadap keberlangsungan area produksi pangan memunculkan tantangan bagi penduduk di area perkotaan dalam memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Ketimpangan pembangunan di area perkotaan memunculkan degradasi lingkungan dan berakhir pada patriarki lingkungan yaitu kondisi dimana lingkungan mengalami penindasan dan kurangnya penghormatan terhadap hak-hak alamiahnya. Maka dari itu muncul sebuah gerakan dalam mengatasi persoalan ketimpangan pembangunan di perkotaan dengan melibatkan gerakan perempuan dalam menjaga lingkungan hidup di area perkotaan yang pada akhirnya membentuk kelompok wanita tani yang berfokus pada menciptakan kemandirian pangan dan perlindungan lingkungan berkelanjutan demi masa depan. Permasalahan yang dibahas adalah pengelolaan lingkungan di perkotaan oleh Kelompok Wanita Tani Srikandi Mandiri dengan prespektif Ecofeminisme Vandana Shiva. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan pendekatan studi kasus. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan memanfaatkan sumber data primer dan sekunder menganalisis fenomena yang diteliti. Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mandiri, Sekretaris KWT Srikandi Mandiri, Bendahara KWT Srikandi Mandiri dan pendamping sekaligus tenaga ahli KWT Srikandi Mandiri. Setelah data dikumpulkan peneliti akan menganalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Ecofeminisme Vandana Shiva. Hasil penelitian ini menunjukan masalah yang dialami oleh KWT Srikandi Mandiri dalam mengelola lahan perkotaan terdiri dari masalah sumber daya manusia yang belum memiliki kecakapan terkait pertanian, kemudian masalah lingkungan yang muncul seperti buruknya polusi di area perkotaan dan kualitas tanah pertanian yang kurang memadai, masalah lain yang muncul adalah berkaitan dengan pendanaan dan operasional yang masih bergantung pada pendanaan pribadi serta bantuan. Adapun dampak yang muncul dari kegiatan pengelolaan lingkungan perkotaan oleh KWT Srikandi Mandiri terlihat pada kualitas lingkungan yang menjadi lebih baik dan subur, peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam mengelola pertanian serta dampak peningkatan secara ekonomi dan sosial. ABSTRACT: The imbalance of development in urban areas, which often neglects the sustainability of food production areas, creates challenges for urban populations in meeting their food needs independently. The disparity in urban development leads to environmental degradation and culminates in environmental patriarchy, which is a condition where the environment experiences oppression and a lack of respect for its natural rights. Therefore, a movement emerges to address the issue of imbalance in urban development by involving women's movements in preserving the environment in urban areas, which ultimately forms women's farming groups focused on achieving food independence and sustainable environmental protection for the future. The issue discussed is urban environmental management by the Srikandi Mandiri Women's Farming Group (KWT) from an Ecofeminism perspective according to Vandana Shiva. This research uses a descriptive qualitative research method with a case study approach. This type of research is field research utilizing both primary and secondary data sources to analyze the phenomenon under study. The researcher conducted in-depth interviews with the Chairperson of the Srikandi Mandiri Women's Farming Group (KWT), the Secretary of the Srikandi Mandiri KWT, the Treasurer of the Srikandi Mandiri KWT, and the facilitator and expert staff of the Srikandi Mandiri KWT. After data collection, the researcher will analyze it through the stages of data reduction, presentation, and drawing conclusions. The theory used in this study is Ecofeminism theory by Vandana Shiva. The results of this study show that the problems faced by the Srikandi Mandiri Women's Farming Group in managing urban land consist of human resource issues, as they lack skills related to farming, environmental problems such as severe pollution in urban areas, and inadequate soil quality for farming. Another issue is related to funding and operations, which are still dependent on personal funding and assistance. The impacts of urban environmental management activities by the Srikandi Mandiri Women's Farming Group are evident in the improved and more fertile environmental quality, the enhancement of human resource quality in managing farming, as well as the economic and social improvements

    26,949

    full texts

    26,964

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walisongo Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇