26964 research outputs found
Sort by
Pengaruh intensitas mengikuti pengajian dialog dzuhur terhadap perilaku sosial - keagamaan jama’ah di Masjid Istiqlal Jakarta
Wafiq Aziza (2101036113) dengan judul skripsi: “Pengaruh Intensitas Mengikuti Pengajian Dialog Dzuhur Terhadap Perilaku Sosial-Keagaamn Jama’ah DiMasjid Istiqlal Jakarta”. Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Univeritas Islam Negeri Walisongo Semarang Tahun 2025
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas mengikuti pengajian dialog dzuhur terhadap perilaku sosial-keagamaan jama'ah di Masjid Istiqlal, Jakarta. Intensitas, dalam konteks ini, didefinisikan sebagai kekuatan atau frekuensi perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang, yang mencakup elemen-elemen seperti perilaku yang diulang, pemahaman terhadap aktivitas, batasan waktu, dan subjek yang terlibat.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada jama'ah yang rutin mengikuti pengajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara intensitas mengikuti pengajian dan perilaku sosial-keagamaan jama'ah. Penelitian ini sejalan dengan temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan memiliki dampak positif terhadap pembentukan perilaku sosial, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian di Pondok Pesantren Muharrikun Najaah.
Dari analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa durasi yang konsisten dalam mengikuti pengajian menunjukkan dedikasi dan minat yang lebih besar terhadap materi yang dibahas, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan perilaku sosial-keagamaan jama'ah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan studi tentang pengaruh kegiatan keagamaan terhadap perilaku sosial di masyarakat, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan intensitas kegiatan keagamaan di berbagai konteks.
Dengan demikian, penelitian ini menegaskan pentingnya intensitas mengikuti pengajian sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku sosial-keagamaan, serta memberikan wawasan baru mengenai dinamika interaksi sosial dalam konteks keagamaan di Indonesia
Peran Rumah Pintar Bangjo dalam pendidikan anak rentan : studi di daerah Pasar Johar Kota Semarang
Fenomena anak rentan di kawasan Pasar Johar Semarang menjadi permasalahan sosial yang membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait pemenuhan hak pendidikan dan perlindungan anak. Anak-anak yang hidup di lingkungan pasar sering kali menghadapi berbagai risiko seperti kekerasan, eksploitasi, dan keterbatasan akses pendidikan formal. Rumah Pintar Bangjo hadir sebagai inisiatif sosial yang bertujuan memberikan pendampingan, pendidikan nonformal, serta pengembangan karakter bagi anak-anak rentan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Rumah Pintar Bangjo dalam pendidikan anak rentan di Pasar Johar Kota Semarang dan bagaimana dampak pendidikan terhadap anak rentan di Pasar Johar Kota Semarang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan relawan, pengelola, dan anak-anak binaan Rumah Pintar Bangjo, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk memahami strategi, proses pendampingan, serta dampak dari program pendidikan yang dijalankan oleh Rumah Pintar Bangjo terhadap anak-anak rentan di Pasar Johar Semarang. Penelitian ini mendasarkan analisisnya pada teori peran yang dikembangkan oleh Biddle dan Thomas. Teori ini digunakan sebagai landasan konseptual dalam memahami bagaimana individu menjalankan peran-peran sosial yang melekat pada posisinya dalam suatu struktur masyarakat tertentu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Pintar Bangjo berperan signifikan dalam meningkatkan akses pendidikan, keterampilan sosial, dan penguatan karakter anak-anak rentan. Strategi Rumah Pintar dalam pendidikan anak rentan yang digunakan yaitu; tahap penjangkauan, tahap identifikasi, tahap home visit, tahap assessment, tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan tahap terminasi. Program yang dijalankan dapat meningkatkan keterampilan interpersonal, membentuk karakter yang baik, mengembangkan pengetahuan, dan mendapatkan layanan konseling untuk anak dampingan. Selain itu, Rumah Pintar Bangjo juga menjadi agen perubahan sosial yang membantu anak-anak mengadopsi peran sosial baru yang lebih konstruktif dan diterima oleh masyarakat. Temuan ini merekomendasikan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak untuk memperkuat keberlanjutan program pendidikan bagi anak-anak rentan.
ABSTRACT:
The presence of vulnerable children in the Johar Market area of Semarang represents a critical social concern, particularly in relation to the fulfillment of children's rights to education and protection. Children residing in market environments are frequently exposed to risks such as violence, exploitation, and restricted access to formal education. In response, Bangjo Smart House was established as a social initiative to provide non-formal education, psychosocial support, and character development for these at-risk children, aiming to foster their holistic growth and integration into society. This study seeks to analyze the strategic approaches adopted by Bangjo Smart House in educating vulnerable children and to assess the educational impact of its programs on the beneficiaries.
A qualitative research design was employed using a case study approach. Data were gathered through participant observation, in-depth interviews with volunteers, program coordinators, and participating children, as well as a review of program documentation. Data analysis was conducted using a descriptive qualitative method, enabling a comprehensive understanding of the intervention strategies, mentoring processes, and educational outcomes associated with the Bangjo Smart House programs. The theoretical framework guiding this study is role theory, as conceptualized by Biddle and Thomas, which provides a lens for examining how individuals internalize and perform social roles within specific structural contexts.
The findings indicate that Bangjo Smart House plays a pivotal role in expanding educational access, enhancing social competencies, and fostering character development among vulnerable children. Its structured intervention strategy comprises several stages: outreach, identification, home visits, assessment, planning, implementation, evaluation, and termination. These stages collectively contribute to improved interpersonal skills, increased knowledge acquisition, the development of constructive social behaviors, and the provision of counseling services. Moreover, the initiative functions as a transformative social agent, facilitating the adoption of more adaptive and socially integrated roles by the children. The study recommends continued multisectoral support to ensure the sustainability and scalability of educational programs targeting vulnerable youth populations
Strategi pemasaran melalui program tahfidz di MI Takhasus Darul Ulum Gondoriyo Semarang
Persaingan yang semakin ketat di era globalisasi mendorong lembaga pendidikan Islam untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif demi menarik minat peserta didik dan membangun citra positif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pemasaran melalui program tahfidz di MI Takhasus Darul Ulum Gondoriyo Semarang, dengan fokus pada penerapan bauran pemasaran 4p (product, price, place, promotion) serta implikasinya terhadap peningkatan minat peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, waka kesiswaan, koordinator tahfidz, dan wali murid. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran program tahfidz di MI Takhasus Darul Ulum meliputi: product, dengan target hafalan juz 30, 29, 1, dan 2, penerapan metode pembelajaran tahfidz, serta pembinaan akhlak dan adab qur’ani, price, dengan biaya pendidikan yang terjangkau dan fleksibel, place, penyediaan fasilitas belajar yang nyaman serta lingkungan islami yang kondusif; dan promotion, melalui media sosial, brosur, serta sosialisasi langsung ke masyarakat. Implikasi penerapan strategi ini tampak dari meningkatnya jumlah peserta didik, daya saing lembaga yang semakin kuat, serta kepercayaan dan perhatian masyarakat yang kian besar terhadap program tahfidz yang ditawarkan. Strategi ini efektif dalam memperkuat eksistensi MI Takhasus Darul Ulum sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul di tengah persaingan
Peningkatan kemandirian masyarakat dalam mengelola UMKM melalui program PENA : studi di Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan
Kemandirian masyarakat merupakan kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan ekonomi seperti Desa Lebak, Kecamatan Grobogan. Desa ini mengalami tantangan serius dalam aspek ekonomi, dengan jumlah warga miskin mencapai dari 6.419 jiwa. Kondisi ini mendorong pemerintah melalui Kementerian Sosial mencanangkan Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) sebagai solusi peningkatan kemandirian berbasis UMKM. Program ini memberikan bantuan modal usaha kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dengan tujuan membantu meningkatkan pendapatan penerima manfat dan mendorong mereka keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. Penelitian ini bertujuam untuk mengkaji bagaimana pelaksanaan program PENA di Desa Lebak, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan. Dan bagaimana dampak wujud peningkatan program PENA dalam mewujudkan kemandirian masyarakat dalam mengelola UMKM di Desa Lebak Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-naratif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penerima bantuan PENA dan pendamping program, serta dokumentasi pendukung. Penelitian ini menerapkan teori pengembangan masyarakat dari Jim Ife sebagai pisau analisis utama, yang menekankan prinsip-prinsip seperti partisipasi, keberlanjutan, hak asasi manusia, dan kemandirian. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Informan dipilih secara purposive, dengan kriteria utama sebagai penerima bantuan PENA Reguler 2023. Fokus penelitian tertuju pada empat KPM dengan jenis usaha berbeda, seperti peternakan ayam, bebek, jualan makanan-minuman, dan kerajinan mebel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PENA memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan ekonomi dan mentalitas kemandirian masyarakat Desa Lebak. Keempat KPM menunjukkan perubahan sikap yang positif dalam mengelola usaha, mulai dari perencanaan, pengelolaan keuangan, hingga inovasi produk. Kemandirian ekonomi mulai terbentuk seiring keberhasilan dalam memutar modal dan menghasilkan keuntungan. Selain itu, adanya pendamping sosial turut mendorong motivasi serta pengetahuan KPM dalam menjalankan usahanya. Tantangan utama yang dihadapi adalah
rendahnya tingkat pendidikan dan terbatasnya akses pasar. Namun secara umum, program ini efektif sebagai upaya transformatif dalam menumbuhkan kemandirian masyarakat melalui pendekatan berbasis potensi lokal. Penelitian ini merekomendasikan agar pendampingan dan pelatihan terus dilakukan untuk memperkuat keberlanjutan usaha dan memperluas dampaknya ke masyarakat luas.
ABSTRACT:
Community independence is the key to breaking the cycle of poverty, especially in areas with limited infrastructure and economy like Lebak Village, Grobogan District.This village faces serious challenges in the economic aspect, with the number of poor residents reaching than 6.419 people.This condition prompted the government, through the Ministry of Social Affairs, to launch the Nusantara Economic Heroes Program (PENA) as a solution to enhance independence based on MSMEs.This program provides business capital assistance to beneficiary families (KPM) with the aim of helping to increase the income of the beneficiaries and encouraging them to move away from dependence on social assistance. This research aims to examine the implementation of the PENA program in Lebak Village, Grobogan District, Grobogan Regency. And how the impact of the PENA program's implementation has manifested in achieving community independence in managing MSMEs in Lebak Village, Grobogan District, Grobogan Regency.
This research uses a qualitative method with a descriptive-narrative approach.Data collection techniques were carried out through field observations, in-depth interviews with PENA aid recipients and program facilitators, as well as supporting documentation.This research applies Jim Ife's community development theory as the main analytical tool, emphasizing principles such as participation, sustainability, human rights, and independence.The data analysis technique uses the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing.Informants were selected purposively, with the main criterion being recipients of the PENA Regular 2023 assistance.The focus of the research is on four KPM with different types of businesses, such as chicken farming, duck farming, food and beverage sales, and furniture crafts.
The research results show that the PENA program has a positive impact on increasing economic income and the mentality of independence among the people of Lebak Village.The four KPM showed a positive change in attitude towards managing their businesses, from planning and financial management to product innovation.Economic independence is beginning to take shape along with the success in managing capital and generating profits.In addition, the presence of social companions also encourages the motivation and knowledge of KPM in running their business.The main challenges faced
are the low level of education and limited market access.However, in general, this program is effective as a transformative effort in fostering community independence through a locally-based potential approach.This research recommends that mentoring and training continue to strengthen the sustainability of the business and expand its impact on the wider community
Modal sosial dalam pengembangan Bendungan Semantok : studi di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk
Sambikerep merupakan sebuah desa di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, yang memiliki karakteristik wilayah pedesaan. Kecamatan Rejoso merupakan kecamatan terluas di Nganjuk sekaligus memiliki desa terbanyak yaitu 24 desa. Desa Sambikerep didominasi oleh profesi petani, sehingga untuk menjaga ketahanan pangan, energi, dan air, masalah sosial yang dihadapi masyarakat ketika kekeringan lahan dan gagal panen dilakukan pengembangan bendungan yang ditambahkan jaringan irigasi berguna sebagai saluran air untuk mencegah kekeringan pada musim kemarau di lahan pertanian. Modal sosial memiliki peranan penting dalam proses pengembangan Bendungan Semantok, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk modal sosial diciptakan masyarakat dalam pengembangan Bendungan Semantok di Desa Sambikerep, serta bagaimana dampak yang timbul dalam pengembangan Bendungan Semantok, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan sejumlah informan baik yang terdampak langsung dan tidak langsung relokasi Bendungan Semantok. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer, yaitu informan dipilih berdasarkan pengalaman langsung dalam fenomena yang ada sehingga dapat memberikan data yang valid. Dan data sekunder sebagai data tambahan yang tidak didapatkan langsung dari lapangan, seperti jurnal, buku, skripsi, dokumen, gambar, dan data statistik. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan teori modal sosial dari Robert David Putnam.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan Bendungan Semantok di Desa Sambikerep dalam proses pengembangannya mengalami dinamika sosial di masyarakat. Peneliti melihat dinamika sosial berawal dari ketegangan atau pertentangan masyarakat setempat menjadi menyetujui dibangunnya Bendungan Semantok, dinamika sosial tersebut dapat diselesaikan dengan kepercayaan, jaringan, dan norma sosial yang dibangun masyarakat Sambikerep. Melalui kelompok tani, tokoh agama, Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), dan Instansi Perhutani sebagai penyalur interaksi masyarakat dengan pemerintah dalam pengembangan Bendungan Semantok, sehingga masyarakat Sambikerep memiliki bentuk modal sosial menjembatani (Bridging Social Capital) karena hubungan sosial yang menghubungkan antar kelompok di Desa Sambikerep dengan latar belakang berbeda menjadikan dinamika masyarakat dapat menerima dibangunnya Bendungan Semantok. Selain itu, hasil riset peneliti melihat dampak pengembangan Bendungan Semantok di Desa Sambikerep, yaitu ketahanan pangan hasil pertanian dengan meningkatnya Indeks Pertanian (IP) dari 181% menjadi 291% dan hasil panen dari satu tahun sekali menjadi 3 kali setahun, stabilisasi tenaga kerja warga lokal, desa wisata Bendungan Semantok, pengembangan ruang publik, dan lain sebagainya yang menjadi dampak sosial, ekonomi, dan ruang publik dari Bendungan Semantok.
ABSTRACT:
Sambikerep is a village in Rejoso District, Nganjuk Regency, East Java Province, which has the characteristics of a rural area. Rejoso District is the largest district in Nganjuk and also has the most villages, namely 24 villages. Sambikerep Village is dominated by farmers, so to maintain food, energy, and water security, social problems faced by the community when land drought and crop failure are carried out, dam development is carried out with the addition of irrigation networks useful as water channels to prevent drought during the dry season on agricultural land. Social capital plays an important role in the development process of the Semantok Dam, Rejoso District, Nganjuk Regency. This thesis aims to find out how forms of social capital are created by the community in the development of the Semantok Dam in Sambikerep Village, as well as what impacts arise in the development of the Semantok Dam, Rejoso District, Nganjuk Regency.
This study uses field research with qualitative research methods and a descriptive approach. Data collection in this study is observation, interview, and documentation techniques. Interviews were conducted with a number of informants who were directly and indirectly affected by the relocation of the Semantok Dam. The data source in this study uses primary data, namely informants selected based on direct experience in existing phenomena so that they can provide valid data. And secondary data as additional data that is not obtained directly from the field, such as journals, books, theses, documents, images, and statistical data. The data in this study were analyzed using Robert David Putnam's social capital theory.
The results of this study indicate that the development of the Semantok Dam in Sambikerep Village in the development process experienced social dynamics in the community. Researchers see that social dynamics began with tension or conflict between local communities to agreeing to the construction of the Semantok Dam, these social dynamics can be resolved with trust, networks, and social norms built by the Sambikerep community. Through farmer groups, religious leaders, the Ministry of PUPR (Public Works and Public Housing), and the Perhutani Agency as a channel for community interaction with the government in the development of the Semantok Dam, so that the Sambikerep community has a form of bridging social capital (Bridging Social Capital) because social relations connecting groups in Sambikerep Village with different backgrounds make the dynamics of the community able to accept the construction of the Semantok Dam. In addition, the results of the researcher's research see the impact of the development of the Semantok Dam in Sambikerep Village, namely agricultural food security with an increase in the Agricultural Index (IP) from 181% to 291% and harvests from once a year to 3 times a year, stabilization of local workers, Semantok Dam tourism village, development of public spaces, and so on which are the social, economic, and public space impacts of the Semantok Dam
Kecantikan sebagai identitas gender : konstruksi realitas di media sosial Instagram pada akun @sintiaike2_
Kecantikan dan identitas gender merupakan dua konsep yang saling terikat dalam membentuk citra diri di ruang digital. Kecantikan tidak lagi sekedar persoalan estetika, tetapi juga sarana untuk menegosiasikan identitas gender, terutama dalam platform media sosial seperti instagram. Akun @sintiaike2_ membangun representasi diri yang menantang norma kecantikan konvensional dan memperlihatkan kebebasan berekspresi dalam menampilkan gender di media sosial. Fokus penelitian ini terletak pada bentuk ekspresi yang ditampilkan oleh akun @sintiaike2_ berupa gaya makeup, pakaian, dan perawatan diri. Kemudian mengapa pemilik akun @sintiaike2_ menggunakan ekspresi tersebut dalam unggahannya, sehingga terdapat dampak kepada followers dari bentuk ekspresi yang ditampilkan oleh akun @sintiaike2_.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan netnografi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan virtual. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara terstruktur menggunakan 10 informan dan dokumentasi. Adapun analisis data dalam penelitian ini menggunakan Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Secara substansif dan analisis penelitian ini menggunakan teori Simulasi, Simulakra, dan Hiperealitas Jean Baudrillard (1994) untuk menganalisis bagiamana media sosial berperan aktif dalam mengubah realitas asli menjadi realitas tersendiri.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akun @sintiaike2_ memanfaatkan ekspresi kecantikan dan gender seperti pakaian, makeup, dan perawatan diri sebagai bentuk representasi diri di media sosial. Akun ini menciptakan tampilan yang sempurna sehingga memberikan dampak kepada followers untuk meniru gaya hidup, perawatan diri, perubahan persepsi tentang kecantikan dan gender di era kemajuan teknologi saat ini. Karena di era media sosial saat ini terdapat banyak influencer termasuk @sintiaike2_ dengan berbagai
cara menampilkan unggahan yang terlihat begitu ideal dalam hal kecantikan dan gender. Selain itu @sintiaike2_ juga memanfaatkan berbagai fitur yang ada untuk merubah tampilan menjadi terlihat lebih sempurna. Dengan demikian, akun @sintiaike2_ menunjukkan bahwa di era sekarang kecantikan dan gender tidak hanya sebatas norma yang ada di masyarakat tetapi juga dipengaruhi oleh konstruksi realitas media sosial yang membentuk sudut pandang baru bagi masyarakat saat ini.
ABSTRACT:
Beauty and gender identity are two concepts that are intertwined in shaping self-image in the digital space. Beauty is no longer just an aesthetic issue, but also a means to negotiate gender identity, especially in social media platforms such as Instagram. The @sintiaike2_ account builds self-representations that challenge conventional beauty norms and demonstrate freedom of expression in presenting gender on social media. The focus of this research lies on the forms of expression displayed by the @sintiaike2_ account in the form of makeup, clothing, and self-care styles. Then why the account owner @sintiaike2_ uses these expressions in his uploads, so that there is an impact on followers from the form of expression displayed by the @sintiaike2_ account.
This research is a qualitative research with a netnography approach. This research uses a type of virtual field research. The data sources used in this research are primary and secondary data sources with data collection techniques through observation and structured interviews using 10 informants and documentation. The data analysis in this study uses Miles and Huberman by reducing data, presenting data, and conclusions. Substantively and the analysis of this research uses Jean Baudrillard's Simulation, Simulacra, and Hyperreality theory (1994) to analyze how social media plays an active role in changing the original reality into its own reality.
The results of this study show that the @sintiaike2_ account utilizes beauty and gender expressions such as clothing, makeup, and self-care as a form of self-representation on social media. This account creates a perfect look so that it has an impact on followers to imitate lifestyles, self-care, changes in perceptions of beauty and gender in the current era of technological advances. Because in the current era of social media there are many influencers including @sintiaike2_ with various ways of displaying uploads that look so ideal in terms of beauty and gender. In addition, @sintiaike2_ also utilizes various existing features to change the appearance to look more perfect. Thus, the @sintiaike2_ account shows that in the current era beauty and gender are not only limited to the norms that exist in society but are also influenced by the construction of social media reality that forms a new perspective for today's society
Pengaruh perhatian orang tua dan manajemen belajar mandiri terhadap prestasi belajar SKI : MA Sunniyyah Selo Tawangharjo Grobogan
Mata Pelajaran SKI memiliki karakteristik unik yang menggabungkan aspek sejarah dan nilai-nilai budaya islam sehingga membutuhkan pendekatan khusus dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.penelitian yang secara spesifik mengkaji pengaruh kedua variabel ini terhadap prestasi belajar SKI masih sangat terbatas. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk mengungkapkan adakah pengaruh perhatian orang tua terhadap prestasi SKI Pada MA Sunniyyah di Selo Tawangharjo Grobogan 2) untuk mengungkapkan adakah pengaruh terhadap prestasi belajar SKI Pada MA Sunniyyyah Selo Tawangharjo Grobogan 3) adakah pengaruh perhatian orang tua dan manajemen belajar mandiri terhadap Prestasi belajar SKI Pada MA Sunniyyah Selo Tawangharjo Grobogan.
Hasil penelitian: 1) perhatian orang tua secara signifikan tidak pengaruh terhadap prestasi belajar SKI pada MA Sunniyyah Selo Tawanghajo Grobogan. 2) manajemen belajar mandiri secara signifikan tidak pengaruh terhadap prestasi belajar SKI pada MA Sunniyyah Selo Tawangharjo Grobogan
3) perhatian orang tua dan manajemen belajar mandiri bersama- sama secara signifikan tidak pengaruh terhadap prestasi belajar SKI pada MA Sunniyyah Selo Tawangharjo Grobogan. Nilai signifikansi 0,435 (> 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan belajar siswa dalam mata pelajaran SKI ini lebih dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti
Aksi sosial pendeta jalanan untuk kelompok miskin di Kota Semarang : studi atas pendeta Agus Sutikno
Penelitian ini mengkaji tentang aksi sosial yang dilakukan oleh Pendeta Agus Sutikno yang dikenal dengan sebutan "Pendeta Jalanan" dalam mendampingi kelompok miskin dan terpinggirkan di wilayah Tanggul Indah, Semarang. Peneliti memfokuskan analisis pada bentuk bantuan yang diberikan, alasan dibalik tindakan sosial tersebut, dan dampak yang ditimbulkan bagi kelompok sasaran. Fenomena kemiskinan dan marginalisasi di wilayah perkotaan seperti Semarang masih menjadi permasalahan sosial yang kompleks yang menyebabkan kelompok miskin dan terpinggirkan sering kali terpinggirkan dari akses pendidikan, kesehatan, dan kehidupan yang layak. Oleh karena itu, kehadiran tokoh agama yang terlibat aktif dalam aksi sosial sangat penting dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada kelompok tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi non partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pendeta Agus Sutikno berperan sebagai informan utama, sedangkan anak jalanan, pekerja seks komersial, lansia, dan kelompok transgender yang mendapatkan manfaat dari tindakan sosialnya juga berperan sebagai informan pendukung. Peneliti menganalisis data dengan menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Untuk memperkuat analisis, peneliti menggunakan teori tindakan sosial Max Weber yang mengkaji empat jenis tindakan, yaitu rasionalitas instrumental, rasionalitas nilai, afektif, dan tradisional. Dengan menggunakan kerangka berpikir ini, peneliti dapat memahami motivasi dan makna subjektif dibalik tindakan sosial yang dilakukan Pendeta Agus Sutikno secara lebih mendalam.
Hasil kajian mengungkapkan bahwa Pendeta Agus aktif memberikan bantuan materiil berupa pendidikan, sembako, dan layanan kesehatan melalui Yayasan Hati Bangsa. Selain itu, membangun rasa percaya diri, solidaritas sosial, dan menumbuhkan harapan bagi kelompok marginal. Pendekatan inklusif yang diterapkan, tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang sosial, menjadi kekuatan utama dalam proses pemberdayaan yang dilakukan. Aksi sosial ini muncul dari pengalaman hidup Pendeta Agus yang pernah mengalami keterpurukan, sehingga menumbuhkan rasa empati yang mendalam bagi mereka yang menghadapi kondisi serupa. Dengan memadukan nilai-nilai kemanusiaan dan semangat pengabdian, Pendeta Agus berhasil menciptakan dampak positif yang nyata bagi kehidupan masyarakat miskin dan marginal di Kota Semarang.
ABSTRACT:
This study examines the social action carried out by Pastor Agus Sutikno, known as the "Street Pastor" in assisting poor and marginalized groups in the Tanggul Indah area, Semarang. The researcher focuses the analysis on the form of assistance provided, the reasons behind the social action, and the impacts on the target group. The phenomenon of poverty and marginalization in urban areas such as Semarang is still a complex social problem that causes poor and marginalized groups to often be marginalized from access to education, health, and a decent life. Therefore, the presence of religious figures who are actively involved in social action is very important in providing assistance and support to these groups. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection through non-participant observation, in-depth interviews, and documentation. Pastor Agus Sutikno acts as the main informant, while street children, commercial sex workers, the elderly, and transgender groups who benefit from his social actions also act as supporting informants.
The researcher analyzes the data by applying the Miles and Huberman interactive model which includes the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. To strengthen the analysis, the researcher used Max Weber's theory of social action which examines four types of actions, namely instrumental rationality, value rationality, affective, and traditional. By using this framework, the researcher can understand the motivation and subjective meaning behind the social actions carried out by Pastor Agus Sutikno in more depth.
The results of the study revealed that Pastor Agus actively provided material assistance in the form of education, basic necessities, and health services through the Hati Bangsa Foundation. In addition, building self-confidence, social solidarity, and fostering hope for marginalized groups. The inclusive approach applied, without distinguishing religion, ethnicity, or social background, is the main strength in the empowerment process carried out. This social action emerged from Pastor Agus' life experience who had experienced adversity, thus fostering a deep sense of empathy for those who face similar conditions. By combining humanitarian values and a spirit of devotion, Pastor Agus succeeded in creating a real positive impact on the lives of the poor and marginalized in Semarang City
Pengaruh pengalaman pengguna, keamanan, dan fitur aplikasi terhadap kepuasan pengguna layanan perbankan syariah : studi kasus aplikasi Byond by BSI di Kota Semarang
Byond by BSI merupakan transformasi digital dari layanan mobile banking sebelumnya, yaitu BSI Mobile, yang dikembangkan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk meningkatkan kualitas layanan perbankan syariah di era digital. Aplikasi ini diluncurkan sebagai jawaban atas kebutuhan pengguna akan sistem yang lebih responsif, aman, dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengalaman pengguna, keamanan, dan fitur aplikasi terhadap kepuasan pengguna layanan perbankan syariah, dengan studi kasus pada aplikasi Byond by BSI di Kota Semarang. Pendekatan yang diguakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan metode convenience sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 96 responden. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier berganda melalui bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu pengalaman pengguna,keamanan dan fitur berprngaruh secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Hal ini dibuktikan dengan nilai t hitung masing-masing variabel yang lebih besar dari t tabel (1,986), yaitu untuk 3,642 pengalaman pengguna, untuk 4,107 keamanan dan 3,770 untuk fitur. Selain itu, hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 9,879 lebih besar dari F tabel sebesar 2,70 yang berarti variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R² sebesar 0,619 menujukkan bahwa 61,9% variabel kepuasan penggunadapat dijelaskaan oleh ketiga variabel tersebut.
ABSTRACT:
Byond by BSI is a digital transformation of the previous mobile banking service, BSI Mobile, developed by Bank Syariah Indonesia (BSI) to improve the quality of Islamic banking services in the digital era. This application was launched in response to user needs for a more responsive, secure, and easily accessible system. This study aims to analyze the effect of user experience, security, and application features on user satisfaction of Islamic banking services, with a case study on the Byond by BSI application in Semarang City. The approach used in this research is a quantitative approach, with a convenience sampling method. The number of samples used was 96 respondents. The data analysis technique was carried out using multiple linear regression tests through the help of SPSS software version 26. The results of this study indicate that the three independent variables, namely user experience, security and features have a positive and significant effect on user satisfaction. This is evidenced by the calculated t value of each variable which is greater than the t table (1.986), namely for 3.642 user experience, for 4.107 security and 3.770 for features. In addition, the results of the simultaneous test (F test) show that the calculated F value of 9.879 is greater than the F table of 2.70, which means that the variables together have a significant effect. The Adjusted R² value of 0.619 indicates that 61.9% of the user satisfaction variable can be explained
Quillbot’s role in enhancing paraphrasing skills of university students
Paraphrasing is an important thing that must be mastered in academic writing. This research aims to explain the role of Quillbot in the paraphrasing process, describe the benefits and challenges faced when using Quillbot. This research uses a qualitative research method with a case study design. Participants in this research were 20 English Language Education students at one of the state Islamic university in Central Java who had used Quillbot for paraphrasing. Data collection was carried out by distributing questionnaires and reinforced by interviews. Based on the research results found by researcher, it shows that Quillbot has a role in paraphrasing skills in the form of changing synonyms, word order, and active sentence into passive once. Students feel that quillbot has several benefits such as make paraphrase faster, reduce students’ anxiety, and increase students' self confidence in paraphrasing. However, there are several challenges faced by students when using Quillbot, such as the paraphrasing results are not accurate so they have to be checked again and sometimes find synonyms that are rarely used in academic writing.
Keywords: Academic Writing, Paraphrasing Skill, Quillbot, University Student