26964 research outputs found
Sort by
Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming (RRB) Terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas IV SD Al Mardliyah Kaliwungu Selatan Kendal
Skripsi ini membahas mengenai pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming (RRB) terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas IV SD Al Mardliyah Kaliwungu Selatan Kendal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran guru yang mendominasi khususnya pada pembelajaran bahasa Indonesia sehingga nilai siswa pada materi teks deskripsi tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis teks deskripsi tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming (RRB), mengetahui kemampuan menulis teks deskripsi dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Braistorming (RRB) dan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Braistorming (RRB) terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas IV SD Al Mardliyah Kaliwungu Selatan Kendal. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Quasi Experimental Design. Seluruh siswa kelas IV SD Al Mardliyah Kaliwungu Selatan Kendal adalah populasi yang dijadikan sebagai sampel. Penelitian ini menerapkan teknik pengumpulan data melalui bentuk tes. Data yang dihasilkan tanpa menggunakan model Round Robin Brainstorming (RRB) diperoleh nilai rata-rata 62,15 (kurang) dan dengan menggunakan model pembelajaran Round Robin Brainstorming (RRB) menghasilkan nilai rata-rata 71,62 (cukup). Selanjutnya analisis data menggunakan uji normalitas dengan hasil 0,200 > 0,05 yang artinya berdistribusi normal, tahap selanjutnya uji homogenitas dengan hasil 0,055 > 0,05 yang dinyatakan homogen. Hasil dari hipotesis menggunakan uji-t Independent Samples t-Test dengan hasil pengujian yaitu 0,038 t_tabel 1,70814 yaitu artinya H_0 ditolak dan H_a diterima. Maka terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming (RRB) terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas IV SD Al Mardliyah Kaliwungu Selatan Kendal. Besarnya nilai korelasi sebesar 0,351 bahwa pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming (RRB) terhadap kemampuan menulis teks deskripsi sebesar 12,3% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain
Efektivitas penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) terhadap keterampilan kolaborasi siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV SD Muhammadiyah Plus Semarang
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektivitas penerapan model pembelajaran Rotating Trio Exchange (RTE) terahadap keterampilan kolaborasi siswa pada mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Muhammadiyah Plus. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah metode kuantitatif eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental One Group Pretest Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Muhammadiyah Plus yang terdiri dari 2 kelas yaitu kelas A dan kelas B. sampel penelitian ini diambil menggunakan teknik purposive sampling, dimana kelas B dipilih sebagai sampel penelitian dengan jumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode angket, wawancara dan dokumentasi. Efektivitas penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange ditentukan berdasarkan keterampilan kolaborasi siswa melalui pemberian angket pretest-posttest yang diuji menggunakan uji normalitas, setelah itu melakukan uji paired sample t test, dan analisis uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai rata-rata 0,3199 dengan kategori sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Rotating Trio Exchange cukup efektif untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa kelas IV di SD Muhammadiyah Plus Semarang
Pre-service teachers' perceptions of English as a medium of instruction in their international teaching practicum program
This study examines pre-service teachers' perspectives of English as a Medium of Instruction (EMI) during their international teaching practicum at Maahad Tahfiz Al-Quran Darul Falah in Selangor, Malaysia. The study seeks to elucidate the obstacles, advantages, and methodologies utilised by pre-service educators in executing English Medium Instruction (EMI), along with their cultural acclimatisation in a global teaching environment. Data were gathered through semi-structured interviews and classroom observations utilizing a qualitative descriptive methodology including five pre- service teachers from the English Language Education program at Walisongo State Islamic University, Semarang, Indonesia. The results indicate that pre-service teachers often possess confidence in utilising English Medium Instruction (EMI), mostly attributable to their educational foundation in English education. Challenges emerge when addressing technical terminology and abstract notions, which elevate cognitive load and need further preparation. Educators utilized several tactics, including visual aids, code-switching, and peer assistance, to address these issues. The research underscores the advantages of EMI, such as elevated English proficiency, refined teaching abilities, and heightened student involvement. Cultural adaptation was a crucial element, as educators modified their instructional methods to conform to local customs and student requirements. The study concluded that whereas EMI poses considerable obstacles, it also provides enormous opportunities for professional development and cross-cultural learning. Recommendations encompass more research with a more extensive participant pool, institutional backing for EMI implementation, and the creation of tools to aid pre-service teachers in addressing EMI-related obstacles. This study enhances the existing information on English Medium Instruction (EMI) in teacher education, especially within multicultural and multinational settings.
Keywords: English as a Medium of Instruction (EMI), pre- service teachers, international teaching practicu
Pengaruh model pembelajaran course review horay terhadap motivasi belajar pendidikan Pancasila siswa kelas III SD Hj. Israti Baiturrahman 2 Semarang tahun 2024/2025
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran course review horay terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Pancasila materi kewajiban dan hak dalam mematuhi aturan di kelas III SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. Kajian penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal, antara lain : 1) guru cenderung menggunakan metode pembelajaran konvesional tanpa mengkolaborasikan dengan model pembelajaran yang bervariasi sehingga siswa gampang merasa bosan; 2) guru cenderung memberikan penugasan kepada siswa setelah diberikan materi; dan 3) siswa masih ada yang mengobrol sendiri ketika pembelajaran berlangsung.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode yang digunakan adalah metode eksperimen. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas III B dan III C SD Hj. Isriati Baiturrahman 2 Semarang. Kelas III B sebagai kelas kontrol yang tidak menggunakan model pembelajaran course review horay dan menggunakan model pembelajaran konvensional. Sedangkan, III C sebagai kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran course review horay. Instrument yang digunakan adalah angket yang berjumlah 20 butir. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan uji Indipendent Sampel t – Test.
Temuan hasil penelitian ini adalah model pembelajaran course review horay berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Pancasila materi kewajiban dan hak dalam mematuhi aturan dibandingkan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji Indipendent Sampel t – Test berbantuan SPSS 25.0, diperoleh nilai Sig. 0.011 < 0.05. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa H_0 ditolak dan H_1 diterima. Berdasarkan uji Cohen’s diperoleh nilai 0,746 dan termasuk dalam kategori sedang karena nilai d berada diantara nilai 0,2<d<0,8. Selain itu, dilihat dari hasil angket posttest kelas eksperimen menunjukkan nilai rata – rata 62.08 lebih tinggi dari kelas kontrol dengan nilai rata – rata 59.48
Pengaruh profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report : studi empiris pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023
Peningkatan pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan tidak serta-merta menunjukkan bahwa industri ini tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini sejalan dengan temuan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) yang menyebutkan bahwa Indonesia menyumbang hampir 60% hilangnya hutan akibat pertambangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengaruh profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan terhadap pengungkapan sustainability report pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang dikumpulkan melalui metode dokumentasi. Sampel penelitian terdiri dari 6 perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI selama periode 2019-2023, dengan teknik purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel.
Dalam penelitian ini, variabel independen meliputi profitabilitas, leverage dan ukuran perusahaan, sedangkan variabel dependen adalah pengungkapan sustainability report. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hanya profitabilitas yang berpengaruh positif terhadap pengungkapan sustainability report. Sementara itu, leverage dan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambahkan variabel independen lain, memperluas cakupan sampel dan periode penelitian, serta menerapkan studi pada sektor industri yang berbeda.
ABSTRACT:
The increase in sustainability report disclosure in mining companies does not necessarily indicate that this industry does not cause environmental damage. This is in line with the findings in the journal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) which states that Indonesia accounts for nearly 60% of forest loss due to mining. This study aims to analyze the effect of profitability, leverage and company size on sustainability report disclosure in mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX). This study uses a quantitative approach with secondary data collected through the documentation method. The research sample consists of 6 mining companies listed on the IDX during the 2019-2023 period, with purposive sampling technique as the sampling method.
In this study, the independent variables include profitability, leverage and company size, while the dependent variable is sustainability report disclosure. The results of data analysis show that only profitability has a positive effect on sustainability report disclosure. Meanwhile, leverage and company size have no significant effect. This research is expected to be further developed by adding other independent variables, expanding the sample coverage and research period, and applying the study to different industrial sectors
Strategy for developing and managing the planetarium based on the unity of sciences
The sky has long been a canvas of wonder and curiosity for humankind. From ancient astronomers to modern scientists, the quest to understand the cosmos has inspired countless innovations and institutions—among them, the planetarium. This book emerges as a timely contribution to the discourse on astronomy education and management, particularly within the context of Islamic universities. It offers both a theoretical framework and practical insights for integrating the scientific exploration of the universe with a holistic educational mission rooted in the Unity of Sciences (UoS). Structured into five comprehensive chapters, the book begins with an overview of planetarium management in Islamic academic institutions and a literature review that sets the stage for deeper inquiry. The second chapter builds foundational knowledge in astronomy, management theory, and the philosophical underpinnings of UoS, offering readers a rich and multidimensional understanding of the subject
Konseling spiritual untuk menumbuhkan perilaku prososial bagi penyandang disabilitas mental di Sentra Margo Laras Pati
Dilihat dari angka gangguan mental yang terus meningkat, terdapat Undan-Undang Republik Indonesia No 8 Tahun 2016 yaitu pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas mental, salah satunya hak mendapatkan rehabilitasi. Kegiatan Konseling spiritual merupakan salah satu bentuk rehabilitasi yang diberikan Sentra Margo Laras Pati. Kegiatan tersebut dapat memberikan peningkatan secara psikologis dalam kematangan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan konseling spiritual dalam menumbuhkan perilaku prososial di Sentra Margo Laras Pati.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Sumber data yang digunakan dalam peneliitian ini yaitu sumber data primer yang meliputi konselor yang memberikan layanan konseling spiritual dan penerima manfaat yang dapat diajak berkomunikasi. Sedangkan sumber data sekunder meliputi buku-buku maupun dokumen yang ada kaitannya dengan penelitian sebagai penunjang proses konseling spiritual untuk menumbuhkan perilaku prososial penyandang disabilitas mental di Sentra Margo Laras Pati. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis penelitian ini menggunakan data reduction, data display, dan verification.
Hasil penelitian ini yaitu Konseling spiritual di Sentra Margo Laras Pati merupakan implementasi peraturan pemerintah pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016. Kegiatan konseling spiritual bertujuan untuk membantu menyadari pentingnya hubungan dengan orang lain dan untuk membekali penerima manfaat ketika kembali kepada masyarakat. Kegiatan tersebut menerapkan metode tazkiyatun nafs (takhaliyat al-nafs, tahaliyat al-nafs, dan tajaliyat) dan menerapakan tiga tahapan (tahap awal, tahap inti, dan tahap akhir). Metode tazkiyatun nafs dan tiga tahapan pada proses konseling tersebut dapat menumbuhkan perilaku prososial dilihat dari empat aspek yaitu: a) aspek memberi pertolongan yang tumbuh berupa anggapan penting memberi pertolongan, b) aspek berbagi rasa yang tumbuh lebih baik berupa rasa yakin untuk berbagi rasa baik suka maupun duka, c) aspek bekerja sama yang tumbuh dilihat dari menyelesaikan pekerjaan dengan bersama-sama, d) aspek memberi perhatian yang tumbuh berupa cara peduli dengan lingkungan sekitar
Peran penyuluh agama dalam program pemberdayaan zakat produktif bagi pelaku UMKM di Kota Semarang
Kota Semarang merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi di Jawa Tengah dengan penduduk yang didominasi oleh kelompok usia produktif. Terdapat sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menghadapi hambatan dalam mengembangkan usahanya, terutama terkait permodalan dan akses pasar. Program zakat produktif hadir sebagai bentuk dukungan berbasis keagamaan, yang tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga menyertakan proses pendampingan secara berkelanjutan. Dengan mayoritas penduduk beragama Islam, potensi zakat yang dikelola secara produktif dapat diarahkan untuk memperkuat usaha masyarakat kecil. Penyuluh agama dalam hal ini memainkan peran sebagai pendamping yang berfungsi dalam ranah spiritual, mendampingi mustahik dalam pengelolaan usaha, pemanfaatan zakat, dan pembentukan karakter religius yang mendukung kemandirian ekonomi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran penyuluh agama dalam program pemberdayaan zakat produktif di Kota Semarang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan lokasi penelitian di beberapa kecamatan yang menjadi titik pelaksanaan program. Teknik pengumpulan data meliputi observasi lapangan, wawancara mendalam dengan penyuluh dan mustahik, serta dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan peran penyuluh agama dalam program bantuan zakat produktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama menjalankan peran sebagai fasilitator, motivator, dan katalisator dalam berbagai tahapan program pemberdayaan zakat produktif. Sebagai fasilitator, penyuluh menjembatani kebutuhan mustahik dengan BAZNAS, membantu pengurusan sertifikat halal, izin usaha, serta pendaftaran platform digital seperti ShopeeFood dan GrabFood. Sebagai motivator, penyuluh membangkitkan semangat usaha dan kepercayaan diri, serta memberikan bimbingan agar bantuan dikelola secara amanah. Sebagai katalisator, penyuluh memunculkan perubahan sikap melalui pembiasaan sedekah dan infak, serta penguatan nilai-nilai religius yang mendorong kesiapan spiritual saat mustahik beralih menjadi muzakki. Peran penyuluh memberikan perubahan dalam cara berpikir, berusaha, dan beribadah pada pelaku UMKM. Peningkatan aktivitas usaha disertai dengan tumbuhnya sikap mandiri, kedisiplinan, serta keterlibatan dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Zakat produktif yang didampingi penyuluh agama dapat menguatkan sisi ekonomi, membentuk landasan spiritual yang mendorong lahirnya pelaku usaha kecil yang bertanggung jawab dan berpotensi menjadi muzakki di masa mendatang
Pengaruh Sholawat DJ terhadap perilaku keagamaan remaja di Dukuh Durenan Kabupaten Semarang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berkembangnya dakwah digital yang dikemas dalam bentuk musik modern, salah satunya adalah Sholawat DJ. Format dakwah seperti ini dinilai mampu menarik perhatian generasi muda, khususnya remaja, untuk lebih dekat dengan nilai-nilai keislaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana persepsi remaja terhadap Sholawat DJ, khususnya yang diproduksi dan disiarkan melalui kanal YouTube Octave Studio’s, berpengaruh terhadap perilaku keagamaan mereka..
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Subjek penelitian berjumlah 58 remaja di Dukuh Durenan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas pada 35 responden uji coba. Selain itu, penelitian ini juga mencakup kegiatan eksposur berupa pemutaran video Sholawat DJ sebanyak enam kali pertemuan selama satu setengah bulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi remaja terhadap Sholawat DJ berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku keagamaan mereka, yang mencakup tiga aspek utama: akidah, ibadah, akhlak. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebagian variasi perilaku keagamaan dapat dijelaskan oleh persepsi terhadap Sholawat DJ, meskipun masih ada faktor lain di luar variabel yang diteliti. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa media dakwah berbasis digital dengan pendekatan kreatif, seperti Sholawat DJ, dapat menjadi alternatif yang efektif untuk membentuk dan memperkuat perilaku keagamaan remaja di era modern yang serba digital
Teknik produksi siaran dakwah pada program “The Journey of Key” di Metro TV
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik produksi siaran dakwah dalam program The Journey of Key yang ditayangkan di Metro TV. Dengan fokus pada pendekatan inovatif dalam menyampaikan pesan keislaman melalui format televisi yang modern dan reflektif. Program ini dipilih karena dinilai memiliki ciri khas dalam pengemasan dakwah yang mampu menjangkau khalayak luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan mengacu pada tahapan produksi televisi, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi, berdasarkan kerangka teori Standar Operasional Prosedur (SOP) televisi yang dikemukakan oleh Fred Wibowo dan estetika media Herbert Zettl.
Hasil penelitian Pada tahap pra-produksi, tim kreatif dan produser menyusun konsep program dalam format talkshow reflektif dan sketsa, yang bertujuan memberikan inspirasi dan motivasi kepada penonton melalui kisah nyata dan refleksi diri. Penentuan tema dilakukan dengan mempertimbangkan isu-isu kontemporer seperti kesehatan mental, pencarian jati diri, dan etika digital, selalu disesuaikan dengan nilai-nilai keislaman. Penyusunan naskah sangat memperhatikan etika penyiaran Islam, dengan bahasa yang santun dan persuasif, serta penyisipan dalil Al-Qur'an dan Hadis yang divalidasi ketat oleh pakar syariah, termasuk Ustaz Erik Yusuf sebagai host. Tahap produksi difokuskan pada optimalisasi kualitas visual dan audio untuk memperkuat penyampaian pesan dakwah. Hal ini mencakup penggunaan kamera beresolusi 5K, pencahayaan profesional, dan berbagai teknik pengambilan gambar seperti moving camera dan jimmy jib untuk menghasilkan tayangan yang jernih dan dinamis. Pemilihan lokasi syuting juga dilakukan secara strategis, tidak hanya di studio yang dibuat khusus, tetapi juga di lokasi eksternal yang mendukung narasi program. Pada tahap pascaproduksi, proses penyuntingan (editing) dilakukan secara teliti untuk menyusun alur visual dan audio yang kohesif, memastikan kesinambungan narasi, dan akurasi pesan dakwah. Penyisipan ayat Al-Qur'an dan Hadis dilakukan melalui proses verifikasi ketat oleh pihak berkompeten, menjaga konsistensi pesan dakwah agar tidak menimbulkan multitafsir. Program juga menerapkan Quality Control (QC) berlapis, di mana hasil editing diperiksa oleh produser dan Ustaz Erik Yusuf untuk membenarkan potensi kesalahan, seperti penyebutan surat.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa The Journey of Key bahwa Teknik produksi program ini dilaksanakan secara komprehensif melalui tiga tahapan yang sistematis dan terstruktur mecakup pra produksi, produksi hingga pascaproduksi. Ketiga tahapan tersebut dijalankan dengan pendekatan yang tidak hanya menekankan pada aspek teknis dan estetika visual, melainkan juga memperhatikan substansi nilai-nilai keislaman sebagai landasan utama dalam penyampaian pesan dakwah