26964 research outputs found
Sort by
Potensi pemberdayaan masyarakat melalui pemilahan sampah di Desa Woro Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang
Sampah merupakan persoalan lingkungan yang serius yang berpotensi mencemari air, udara, dan tanah, serta mengancam kesejahteraan masyarakat dan keseimbangan limgkungan. Penelitian ini menyoroti potensi pemberdayaan masyarakat melalui praktik pemilahan sampah di Desa Woro, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang. Permasalahan utama yang ditemukan adalah rendahnya kesadaran warga dalam mengelola sampah secara tepat, meskipun kondisi lingkungan terlihat cukup baik secara visual. Warga masih banyak menggunakan cara tradisional seperti membakar, mengubur, atau membuang sampah ke saluran air dan sungai.
Rumusan masalah pada penelitian ini (1) bagaimana potensi pemberdayaan masyarakat melalui pemilahan sampah di Desa Woro, (2) bagaimana potensi hasil pemberdayaan masyarakat melalui pemilahan sampah di Desa Woro. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis potensi pemberdayaan masyarakat serta manfaat yang dapat dihasilkan melalui kegiatan pemilahan sampah di desa tersebut. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala desa, perangkat desa, bidan, warga, serta mahasiswa, dan juga dokumentasi. Proses analisis data mengikuti model Miles dan Huberman, yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Desa Woro memiliki sejumlah aset yang mendukung pemberdayaan, seperti adanya peraturan desa terkait pengelolaan sampah, keberadaan tim pengelola, penyediaan sarana pengelolaan (TPS, kendaraan tosa, dan bak kontainer), kondisi lingkungan yang mendukung, seperti tanah subur dan sumber air bersih.serta kemampuan sebagian warga dalam memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk. Namun, tingkat keterlibatan masyarakat masih rendah, terutama dalam hal pemilahan sampah dan kebiasaan mencampur sampah. Potensi pemberdayaan melalui pemilahan sampah mencakup aspek ekonomi melalui pengolahan sampah yang bernilai jual, aspek sosial melalui terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat (serta berkurangnya kasus penyakit seperti DBD), dan aspek ekologis melalui pengurangan volume sampah ke TPA dan pencegahan pencemaran lingkungan. Meskipun tantangan utama adalah meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, asset dan kekuatan serta modal sosial yang tersedia dapat dioptimalkan untuk mendorong perubahan perilaku dan menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan di Desa Woro
Pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran ipa kelas V materi magnet di MIN 1 Kendal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada materi magnet jika dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting dalam pembelajaran IPA, khususnya dalam memahami konsep-konsep abstrak seperti kemagnetan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experiment) dan pendekatan komparatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas V dari sekolah dasar yang dipilih secara purposive, masing-masing sebagai kelas eksperimen (inkuiri terbimbing) dan kelas kontrol (pembelajaran langsung).
Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir kritis yang dikembangkan berdasarkan indikator berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann- Whitney karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan nilai Asymp. Sig sebesar 0,868 (> 0,05), yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua model pembelajaran terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing tidak memberikan pengaruh yang secara signifikan lebih baik dibandingkan model pembelajaran langsung dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi magnet
Disparitas karakter religius siswa kelas V sebelum dan sesudah mengikuti madrasah diniyah di MI Darul Ulum
Dalam lanskap pendidikan dasar, membentuk karakter religius bukan hanya sebuah ideal, tetapi sebuah kebutuhan mendesak di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan materialistik. Madrasah Diniyah hadir sebagai benteng nilai-nilai spiritual yang mengajarkan anak untuk tidak hanya cerdas, tetapi juga beriman, berakhlak, dan berperilaku selaras dengan ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap secara mendalam disparitas karakter religius siswa kelas 5 di MI Darul Ulum sebelum dan sesudah mengikuti Madrasah Diniyah, berdasarkan konsep religiusitas menurut Abu Dharin yang mencakup tiga dimensi utama: hubungan manusia dengan Tuhannya, dengan sesama, dan dengan alam.
Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Peneliti menggali perubahan-perubahan subtil namun bermakna dalam keseharian siswa, baik dalam praktik ibadah, interaksi sosial, maupun kepedulian terhadap lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti Madrasah Diniyah secara rutin, siswa mengalami transformasi yang nyata. Dalam hubungan dengan Tuhan, mereka menjadi lebih disiplin dalam shalat, terbiasa membaca doa harian, dan menunjukkan rasa syukur dalam tindakan. Dalam relasi dengan sesama, muncul sikap jujur, saling menghormati, gemar membantu, dan mampu menahan emosi. Sementara itu, pada aspek hubungan dengan alam, siswa mulai menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tidak merusak tanaman, serta memahami bahwa alam adalah amanah dari Allah yang harus dijaga.
Disparitas ini tidak hanya terlihat pada perilaku, tetapi juga pada kesadaran spiritual siswa. Madrasah Diniyah terbukti bukan sekadar tempat belajar agama, tetapi ruang pembentukan karakter yang menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara hidup dan bermakna. Penelitian ini merekomendasikan penguatan sinergi antara pendidikan formal dan Madrasah Diniyah sebagai langkah strategis dalam membangun generasi yang religius, sosial, dan ekologis
Penggunaan media flashcard untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak usia 5-6 tahun di TK Matahari Jubang Bulakamba Brebes
Penggunaan media flashcard sebagai upaya meningkatkan kemampuan membaca merupakan alternatif baru yang diperkenalkan oleh peneliti dalam kegiatan pembelajaran membaca. Hal ini dilakukan karena masih banyak guru di TK Matahari yang menggunakan metode pembelajaran tradisional, seperti menulis di papan tulis, membacakan huruf, lalu meminta anak menirukan. Metode tersebut dinilai kurang efektif dan kurang menarik bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan membaca, mendeskripsikan penggunaan media flashcard dan efektivitas media flashcard dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun pada kelompok B di TK Matahari Jubang.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Tempat penelitian di TK Matahari Jubang Bulakamba Brebes dengan menggunakan sumber data sekunder dan sumber data primer. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data meliputi triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Hasil penelitian ini pertama, dalam pelaksanaan kegiatan membaca permulaan pada anak usia 5-6 tahun di TK Matahari terdapat kekurangan media sehingga menjadikan anak belajar secara pasif. Kedua, proses pembelajaran menggunakan media flashcard di TK Matahari dapat dilihat dari empat indikator. Guru memberikan materi pembelajaran, guru memperlihatkan dengan mengangkat media tersebut kepada anak dan mencontohkan penggunaan media flashcard. Ketiga, media flashcard dalam meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5–6 tahun di TK Matahari menunjukkan bahwa media ini mampu menarik minat siswa untuk fokus pada materi pembelajaran
Penanganan anak hiperaktif dalam kegiatan bermain usia 5-6 tahun di sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menguraikan strategi penanganan anak hiperaktif. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif sebagai pengumpulan data yang efektif dalam mendukung perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menangani anak hiperaktif dengan menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan, memberikan pujian, mendidik dan memberi contoh tindakan terpuji, memberi nasihat dan perhatian yang banyak serta bekerjasama dengan orangtua. Selain itu guru juga melibatkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan dan keunikan anak secara individu, dan memberikan dukungan emosional dengan memberikan pujian. Kurangnya perhatian pada anak hiperaktif akan berdampak menyulitkan bagi anak untuk bermain secara efektif. Kegiatan bermain memiliki peran penting bagi anak hiperaktif karena dapat membantu menyalurkan energy berlebihan, meningkatkan fokus, dan mengembangkan keterampilan sosial. Sehingga permainan dapat terstruktur dan membantu anak menyalurkan energi positif. Untuk itu guru menerapkan metode yang menyenangkan, seperti memberikan pujian, melakukan kontak fisik, mengajarkan untuk merawat benda sekitar, mencontohkan tindakan positif, memberikan
nasihat serta meningkatkan perhatian dan kerjasama dengan orangt tua
Partisipasi masyarakat dalam program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) di Kelurahan Mijen Kecamatan Mijen Kota Semarang
Di Indonesia akses air minum layak sampai akhir tahun 2024 masih dalam angka 92,64%. Selain air bersih, saat ini hanya 10,25% rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses sanitasi aman Pamsimas adalah program yang digaungkan oleh pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat yang kurang terlayani termasuk masyarakat berpendapatan rendah di wilayah pedesaan dan pinggiran kota (peri-urban) terhadap fasilitas air minum dan air bersih serta sanitasi layak yang berbasis masyarakat Pamsimas. Kota Semarang telah memulai pelaksanaan program tersebut sejak tahun 2008 hingga periode sekarang. Jumlah penerima program Pamsimas di Kota Semarang pada tahun 2012 sebanyak 96 KPSPAMS. Kelurahan Mijen berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Asosiasi Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Tirta Atlas Kota Semarang tahun 2016 berpredikat mandiri. Predikat mandiri didapatkan karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya integritas dan komitmen masyarakat dalam mengelola sarana air minum secara bersama-sama.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat Kelurahan Mijen dalam mendukung program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan untuk menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat Kelurahan Mijen dalam pelaksanaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program Pamsimas di Kelurahan Mijen Kota Semarang dilakukan dengan pengelolaan operasional sistem, sosialisasi masyarakat, pengumpulan dana, pengelolaan administrasi dan keuangan, peningkatan kapasitas anggota, serta monitoring dan evaluasi. Bentuk partisipasi masyarakat diberikan dalam bentuk uang (incash), tenaga (inkind), keahlian, buah pikiran, dan sosial. Faktor pendorong partisipasi masyarakat meliputi kebutuhan, kepercayaan, kepuasan, kesadaran, dan harapan. Sedangkan faktor penghambat partisipasi masyarakatnya adalah rendahnya tingkat ekonomi masyarakat, lemahnya kelembagaan lokal, kualitas tata kelola yang rendah, serta keterbatasan akses informasi
Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis majelis taklim oleh BAZNAZ Provinsi Jawa Tengah di Desa Krinjing Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang
Pemberdayaan ekonomi masyarakat adalah upaya meningkatkan kemampuan serta potensi masyarakat dibidang ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup, meningkatkan kesejahteraan, serta berkontribusi dalam mendukung proses pembangunan nasional. BAZNAS Provinsi Jawa Tengah melalui program pengembangan ekonomi mustahik melakukan pemberian bantuan berupa penambahan modal. Mustahik diberdayakan dengan pemberian modal agar dapat mencapai kemandirian ekonomi. Rumusan masalah penelitian ini yaitu: 1) Bagaimana Tahapan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Majelis Taklim oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Di Desa Krinjing Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang, 2) Bagaimana Hasil dari Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Majelis Taklim Oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tenngah Di Desa Krinjing Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Tahapan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Majelis Taklim oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah di Desa Krinjing Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang dan untuk Mengetahui hasil dari Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Berbasis Majelis Taklim Oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah di Desa Krinjing Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena memperoleh data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi secara apa adanya dan tanpa proses manipulative. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1) Pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis majelis taklim oleh BAZNAS Provinsi Jawa Tengah di Desa Krinjing Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang melalui empat tahap yaitu seleksi lokasi, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan pemandirian masyarakat. 2) Hasil dari pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis majelis taklim yaitu; aspek pendidikan, aspek ekonomi, aspek sosial dan aspek lingkungan
Peran BUMDes wirausaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Wisata Alam Gosari (WAGOS) Desa Gosari Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik
Desa merupakan unit pemerintahan terkecil di Indonesia yang berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan harus dimulai dari tingkat desa. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan lembaga usaha yang dikelola secara bersama oleh masyarakat dan pemerintah desa dengan tujuan memperkuat perekonomian desa. BUMDes Wirausaha di Desa Gosari, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, menjadi studi kasus dalam penelitian ini. Dengan adanya unit usaha pariwisata yaitu Wisata Alam Gosari (WAGOS), diharapkan terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peluang usaha, pertumbuhan UMKM, dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD). Namun, terdapat tantangan seperti pendapatan yang tidak stabil dan kendala dalam pengembangan unit usaha baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran BUMDes Wirausaha dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui WAGOS.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data dari Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan kecermatan, dan triangulasi (sumber, teknik, dan waktu).
Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa 1) BUMDes Wirausaha Desa Gosari cukup berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Wisata Alam Gosari hanya saja belum sepenuhnya optimal, yakni terdapat ketimpangan kesejahteraan antar masyarakat Desa Gosari. Hal tersebut dikarenakan masih ada kendala seperti kurangnya modal, pendapatan yang tidak stabil, belum dapat menambah unit usaha baru dan peluang kerja yang masih terbatas. 2) Dampak Wisata Alam Gosari terhadap kesejahteraan masyarakat yaitu dapat ditandai dengan (a) Dampak sosial, meningkatnya partisipasi dan interaksi sosial masyarakat Desa Gosari; (b) Dampak ekonomi, peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD), terbukanya peluang kerja dan usaha, serta bertambahnya pendapatan masyarakat (c) Dampak lingkungan, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta tumbuhnya semangat gotong royong dan inisiatif masyarakat dalam menjaga lingkungan
Manajemen pemasaran jasa pendidikan dalam menjaring minat masyarakat di SMP Nurul Islami Semarang
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemasaran jasa pendidikan dalam menjaring minat masyarakat di SMP Nurul Islami Semarang. Fokus kajian mencakup tiga aspek: perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi strategi pemasaran. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, waka humas, wali murid, dan siswa. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Manajemen pemasaran jasa pendidikan di SMP Nurul Islami Semarang dilakukan melalui tiga fungsi utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Perencanaan meliputi pembentukan tim PPDB, penetapan target promosi, dan penguatan identitas sekolah sebagai lembaga Islam unggulan. Pelaksanaan menggunakan strategi bauran pemasaran 7P, mencakup produk pendidikan berbasis akademik dan keagamaan, harga terjangkau, lokasi strategis, promosi beragam, tenaga pendidik kompeten, proses pembelajaran full-day school. Evaluasi dilakukan secara rutin, baik langsung maupun berkala, untuk mengukur efektivitas dan perbaikan strategi agar tetap selaras dengan tujuan pemasaran yang ditetapkan. (2) Implikasi manajemen pemasaran jasa pendidikan di SMP Nurul Islami Semarang belum sepenuhnya optimal dalam menjaring minat masyarakat. Meskipun program unggulan seperti tahfidz dan pembiasaan keagamaan berhasil menarik perhatian, hambatan utama dalam tahap ketertarikan adalah biaya pendidikan dan kedekatan lokasi sekolah negeri. Perlu adanya perbaikan strategi pemasaran agar dapat mengatasi hambatan tersebut dan meningkatkan minat masyarakat
Hubungan kecerdasan emosional dengan minat belajar pai siswa Kelas v di SD Islam Al-Azhar 25 Semarang
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar PAI siswa yang diduga berkaitan dengan kurangnya kecerdasan emosional dalam menghadapi proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan minat belajar PAI
siswa kelas V di SD Islam Al-Azhar 25 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Data dikumpulkan melalui angket, setelah data terkumpul data diolah menggunakan bantuan software melalui IBM SPSS 25.0. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan kecerdasan emosional dengan minat belajar siswa kelas V. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji korelasi Product Moment dengan perolehan nilai sig. 0,000 t-tabel sebesar 2,007 yang membuktikan bahwa hubungan positif tersebut signifikan yang artinya Hα diterima dan H₀ ditolak. Jadi, semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional siswa, maka semakin tinggi pula tingkat minat belajarnya. Begitu pula sebaliknya semakin tinggi tingkat minat belajar siswa, maka semakin tinggi tingkat kecerdasan emosionalnya