Walisongo State Islamic University

Walisongo Institutional Repository
Not a member yet
    26964 research outputs found

    Penerapan media loose parts dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini di RA Imama Mijen Semarang

    Full text link
    Kreativitas memiliki peran penting untuk menghadapi tantangan di abad 21. Kreativitas anak usia dini bisa berkembang dengan optimal jika stimulasi yang diberikan tepat. RA IMAMA berupaya mengembangkan kreativitas anak usia dini dengan menerapkan media loose parts. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan, dampak, faktor pendukung dan faktor penghambat media loose parts dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan media loose parts dalam mengembangkan kreativitas sudah berlangsung dengan baik melalui tahapan eksploratif, tahap eksperimen dan tahapan kreatif. Dampak penerapan media loose parts ditunjukkan dari perilaku menciptakan hasil karya yang berbeda dan lebih dari satu bentuk, berani mengungkapkan pendapat dan kemandirian. Faktor yang mendukung meliputi lingkungan sekolah yang strategis, dukungan orang tua, peran guru yang baik dan ketersediaan media loose parts. Faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, mood anak dan kurangnya pemahaman guru

    Pengaruh sistem pengendalian internal (SPI), temuan audit dan transparansi terhadap tingkat korupsi : studi kasus Pemerintah Kota dan Kabupaten di Jawa Timur tahun 2021-2023

    Full text link
    Tingginya kasus korupsi di pemerintahan daerah menjadi isu penting yang memengaruhi akuntabilitas publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem pengendalian internal, temuan audit, dan transparansi terhadap tingkat korupsi pada pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis pengaruh sistem pengendalian internal (SPI), temuan audit, dan transparansi terhadap tingkat korupsi di pemerintahan kabupaten/kota di Jawa Timur. Menggunakan data sekunder dari LHP BPK Perwakilan Jawa Timur (2021-2023), laporan tahunan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan situs web resmi pemerintah daerah. Penelitian ini menemukan bahwa kelemahan sistem pengendalian internal berpengaruh positif secara signifikan terhadap tingkat korupsi, sementara transparansi berpengaruh negatif secara signifikan terhadap tingkat korupsi. Temuan audit tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat korupsi. penelitian ini mengakui keterbatasannya dalam memasukkan variabel lain seperti implementasi tata kelola pemerintahan yang baik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor tambahan ini. ABSTRACT: A quantitative methodology is utilized in this study to examine the impact of internal control systems, audit findings, and transparency on the level of corruption in district/city governments in East Java. Using secondary data from the Audit Results Report (LHP) of the East Java Representative of the Audit Board of Indonesia (BPK) for 2021-2023, annual reports of the East Java High Prosecutor's Office, and official websites of local governments, this research found that weaknesses in internal control systems have a significant positive effect on the level of corruption, while transparency has a significant negative effect on the level of corruption. Audit findings did not show a significant effect on the level of corruption. This study acknowledges its limitations in including other variables such as the implementation of good governance. Further research is suggested to consider these additional factors

    Pemberdayaan kelompok melalui usaha abon entok Handalku oleh KTT Mandiri di Desa Kartika Jaya Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan pemberdayaan kelompok melalui usaha abon entok Handalku oleh KTT Mandiri di Desa Kartika Jaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Latar belakang penelitian ini didasari oleh kebutuhan masyarakat desa untuk mengatasi dampak krisis peternakan akibat wabah, serta keinginan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal melalui penguatan kelompok usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap anggota kelompok dan pihak terkait. Penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data secara wawancara dengan berbagai narasumber dari Instansi pemerintah desa, dari ketua dan pengurus KTT Mandiri, masyarakat sekitar yang termasuk dalam anggota KTT Mandiri, Pemilik usaha Abon Entok Handalku, dan anggota atau karyawan usaha Abon Entok Handalku. Penelitian ini dilakukan Observasi sebanyak 4 kali guna mencari informasi data yang sesuai, mendapatkan data yang sesuai dengan kondisi yang ada, mendapatkan hasil yang sama antar jawaban narasumber selama wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaan dimulai dari inisiatif masyarakat yang membentuk kelompok ternak (KTT) dan berkembang melalui kerja sama dengan pemerintah desa serta dinas pertanian. Tahapan pemberdayaan mengikuti pendekatan 5P Suharto (2005), yakni pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Pemungkinan dari kondisi perekonomian masyarakat pada saat awal dengan langkah yang akan dilakukan guna mengatasi permasalahan hama yang ada sangat sesuai jika ada tindak lanjut berupa penanganan dari Instansi terkait sekaligus memberi bantuan sosialisasi cara pengolahan daging ternak menjadi produk olahan siap saji Abon. Penguatan dilakukan ketika kondisi yang ada sangat mengharuskan untuk segera ditindak lanjuti dibantu kerjasama yang baik antar masyarakat , pemerintah desa dan instansi terkait maka terbentuklah kelompok KTT Mandiri supaya mempermudah alokasi bantuan dari pemerintah. Perlindungan dilakukan dengan mendaftarkan secara resmi KTT Mandiri kepada dinas supaya program kerja yang direncanakan dapat direalisasi dan dapat perlindungan dari pemerintah karena program yang ada diawal masih sangat memerlukan keterlibatan pemerintah baik desa maupun pemerintah kabupaten. Penyokongan dari isntansi terkait setelah resmi dibentuk KTT Mandiri menciptakan berdirinya usaha Abon Handalku dibawah pengawasan dari KTT Mandiri sehingga dapat meningkatkan pendapat masyarakat dari usaha Abon serta mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Terakhir tinggal melakukan pemeliharaan atas apa saja yang sudah diberikan baik materi berupa alat-alat pengolahan Abon, non-materi berupa kegiatan sosialisasi-sosialisasi pengolahan, pengemasan hingga pemasaran agar produk olahan abon dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat umum. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui usaha abon entok mampu meningkatkan pendapatan masyarakat secara signifikan, dari sekitar Rp1.800.000 menjadi Rp9.000.000 setelah diolah menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, pemberdayaan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat, meningkatkan kapasitas ekonomi, dan membuka ruang bagi inovasi lokal yang berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi keterlibatan aktif anggota KTT, dukungan pemerintah, serta semangat gotong royong. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan alat produksi, mahalnya bahan baku, dan kurangnya promosi digital, namun dapat diatasi melalui pelatihan, modifikasi alat, dan strategi pemasaran online

    Pelaksanaan senam irama untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia dini

    Full text link
    Senam irama merupakan salah satu metode efektif untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelaksanaan senam irama terhadap perkembangan kecerdasan kinestetik anak usia 4-6 tahun. Metode pada penelitian ini menggunakan tehnik observasi, wawancara langsung dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui 5 tahap yaitu: Transkripsi dan Kategorisasi Data, identifikasi tema, penyusunan narasi, dan verifikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaksanaan senam irama untuk mengembangkan kecerdasan kinestetik anak usia dini harus memperhatikan 3 Indikator yaitu 1) Pemahaman guru tentang senam irama 2) menentukan kondisi anak yang memerlukan senam irama 3) Sarana Prasarana dan pelaksanaan senam irama. Dalam pelaksanaan senam irama melalui beberapa tahapan yaitu pengenalan, pengembangan, aplikasi dan evaluasi. Penilaian ini sesuai dengan kompetensi dasar yang telah dipersiapkan guru dalam RPPM. Oleh karena itu, senam irama dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini untuk meningkatkan kecerdasan kinestetik ana

    Implementasi metode eksperimen dalam pembelajaran sains anak usia dini

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengulas implementasi metode eksperimen untuk pembelajaran sains anak usia dini. Metode tentunya sangat memengaruhi pembentukan hasil pembelajaran anak. Ada beberapa aspek yang mendukung proses pembelajaran, terutama dalam sains, seperti model pembelajaran, media dan bahan yang digunakan, sumber bahan dan peralatan yang diperoleh, serta langkah-langkah pembelajaran yang diterapkan. Dengan menggunakan eksperimen, kegiatan pembelajaran sains untuk anak usia dini dapat berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Metode penelitian adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode eksperimen dapat digunakan untuk mengajar sains anak usia dini melalui beberapa tahapan, antara lain tahap persiapan meliputi modul ajar, media, serta berbagai bahan dan peralatan yang diperlukan untuk kegiatan eksperimen, tahap penerapan yaitu pembukaan, inti, dan penutup, serta tahap evaluasi meliputi evaluasi dalam perencanaan, evaluasi tahap pelaksanaan, dan evaluasi tahap sesudah pelaksanaan. Kegiatan eksperimen dalam belajar sains anak, seperti ecoprint, perambatan warna, bermain magnet, membuat es campur, dan finger paintin

    Partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan wisata situs purbakala Semedo di Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal

    Full text link
    Penelitian ini merujuk kepada adanya tempat wisata di Desa Semedo Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal. Masyarakat mulai berinovasi untuk mengembangkan wisata yang ada di Desa Semedo. Adanya partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Situs Purbakala Semedo menjadikan Desa Semedo semakin maju dan perekonomian masyarakat semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Situs Purbakala Semedo, hasil dari partisipasi masyarakat dan faktor pendukung dan penghambat partisipasi masyarakat desa dalam pengembangan wisata Situs Purbakala Semedo. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif yang menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Teknik analisis data yang dilakukan dengan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian menunjukkan Partisipasi Masyarakat Desa dalam Pengembangan Wisata Situs Purbakala Semedo masyarakat telah melakukan berbagai partisipasi, seperti partisipasi dalam bentuk harta benda, partisipasi dalam bentuk tenaga, partisipasi dalam bentuk keterampilan, partisipasi dalam bentuk buah pikiran. Untuk faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Situs Purbakala Semedo antara lain, kesadaran dan kemauan masyarakat, dan kesolidaritasan dari masyarakat. Sedangkan, faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata Situs Wisata Situs Purbakala Semedo antara lain, terbatasnya waktu dari masyarakat, dan masyarkat kurang akan melek teknologi

    Stereotipe gender dan dampaknya terhadap pemberdayaan perempuan dalam bidang pendidikan di Desa Loram Wetan Kecamatan Jati Kabupaten Kudus

    Full text link
    Stereotipe gender merupakan pandangan atau asumsi umum mengenai sifat, peran, dan ciri-ciri yang dianggap pantas dimiliki oleh laki-laki maupun perempuan. Pada perempuan, stereotipe ini sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, misalnya anggapan bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi, sering dianggap kurang cakap dalam mengemudi, atau tidak layak menjadi pemimpin karena dinilai lebih mengutamakan perasaan dan kurang rasional. Stereotipe ini tidak hanya membatasi akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi, tetapi juga membatasi akses dan partisipasi perempuan dalam bidang pendidikan. Persepsi yang membatasi peran perempuan hanya pada ranah domestik telah menciptakan hambatan bagi mereka untuk mengejar pendidikan lebih tinggi. Akibatnya, tingkat pendidikan perempuan di desa ini cenderung lebih rendah dibandingkan laki-laki. Rumusan masalah dalam penelitian ini (1) bagaimana bentuk stereotipe gender dalam pendidikan terhadap perempuan di Desa Loram Wetan, (2) apa dampak stereotipe gender terhadap pemberdayaan perempuan dalam bidang pendidikan di Desa Loram Wetan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk stereotipe gender dalam pendidikan terhadap perempuan di Desa Loram Wetan dan dampaknya terhadap pemberdayaan perempuan dalam bidang pendidikan di Desa Loram Wetan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan utama terdiri dari tokoh masyarakat, kader PKK, kader posyandu, pelajar, dan tokoh agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk stereotipe terhadap pemberdayaan perempuan dalam bidang pendidikan di Desa Loram Wetan meliputi pelabelan terhadap perempuan karir, anggapan bahwa perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi, persepsi jurusan akademik terhadap perempuan, perempuan berpendidikan tinggi di nilai sulit mendapat pasangan, serta anggapan bahwa perempuan tidak mampu menjadi pemegang kebijakan akademik. Sementara itu, dampak stereotipe gender terhadap pemberdayaan perempuan dalam bidang pendidikan meliputi dampak terhadap program-program pemberdayaan perempuan, dampak terhadap pembatasan akses dan partisipasi, dampak terhadap kurangnya relevansi program pemberdayaan, dampak emosional berupa kurangnya kepercayaan diri dan motivasi, dampak diskriminasi dan kekerasan berbasis gender, serta dampak terhadap kurangnya perubahan sistemik

    Manajemen haji dalam kitab pegon Manāsik al-Ḥajj wa Al-Umrah wa Ziārah al-Madīnah al-Munāwwarāh

    Full text link
    Haji ialah hal yang wajib diamalkan oleh semua umat muslim diseluruh dunia dan sanggup menjalankannya. Pentingnya panduan dan tuntunan manasik menjadi pedoman sebelum menunaikan ibadah haji dan umrah yang melaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manajemen haji dalam kitab Manasik al-Hajj wa al- Umrah wa Ziarah al-Madinah al-Munawwarah dan melihatnya dari sisi kontemporer dengan pisau analisis buku Tuntunan Manasik Haji Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2024. Metode yang digunakan yaitu Kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan kajian literasi analisis isi (Content Analysis) oleh Krippendorff. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kitab Manasik al-Hajj wa al-Umrah wa Ziarah al-Madinah al- Munawwarah tidak jauh beda dengan buku tuntunan manasik yang ditulis oleh Kementerian Agama Tahun 2024, hanya saja perbedaanya terletak pada bahasa, sumber rujukan, pendekatan, kontekstualisasi zaman, filososi, transportasi dan akomodasi yang menjadikan manajemen haji dan umrah dalam mewujudkan pengalaman ibadah yang lancar, aman dan penuh makna bagi setiap jemaah. Keseluruhan kedua tuntunan panduan manasik haji, umrah ini cukup sama, di mana Buku tuntunan Manasik oleh Kementerian Agama Tahun 2024 sangat praktis dan mudah dipahami dalam segi bahasa sesuai dengan standar operating procedure (SOP) dan tafsir moderat. Sedangkan Kitab Manasik al-Hajj wa al- Umrah wa Ziarah al-Madinah al-Munawwarah lebih fokus pada tata cara manasik, doa, panduan, adab dan kaidah-kaidah lainya yang ditulis berdasarkan fikih, al-Qur’an, hadits dalam kitab klasik berbasis Jawa Pegon

    Eksistensi kesenian kuda lumping di era kontemporer : studi pada Paguyuban Kridho Santoso Kelurahan Bandungan, Kabupaten Semarang

    Full text link
    Kesenian tradisional merupakan sebuah kearifan budaya dan dipandang sebagai suatu keunikan dalam suatu daerah. Kesenian tradisional dalam suatu daerah harus terus dipertahankan eksistensinya agar tidak hilang dan dapat dinikmati oleh generasi selanjutnya. Salah satu kesenian daerah yang masih eksis hingga saat ini adalah kuda lumping Paguyuban Kridho Santoso yang ada di Bandungan. Paguyuban ini merupakan paguyuban yang berdiri hampir 50 tahun dan masih eksis hingga saat ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara paguyuban Kridho Santoso mempertahankan eksistensinya hingga saat ini. Jenis penelitian lapangan secara langsung dengan metode kualitatif dilakukan untuk mengetahui secara langsung mengenai fenomena yang terjadi agar penulis dapat mendefinisikan peristiwa, fenomena, atau interaksi sosial dalam masyarakat sehingga peneliti dapat membuat kesimpulan dengan lebih baik tentang bagaimana paguyuban Kridho Santoso dapat mempertahankan eksistensinya hingga saat ini. Sumber data yang digunakan oleh penulis adalah sumber data primer yang didapatkan dari hasil wawancara dan sumber data sekunder yang berasal dari sumber tertulis baik dari buku, majalah ilmiah, dokumen pribadi, dokumen resmi dan data lain yang relevan dengan penelitian ini. Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah bagaimana paguyuban kesenian kuda lumping Kridho Santoso Bandungan melakukan berbagai cara untuk tetap mempertahankan eksistensinya hingga saat ini yaitu dengan cara mengadaptasi berbagai kesenian yang sudah ada kemudian dimodifikasi ulang agar lebih menarik penonton baik dari segi tata rias, busana, aksesoris, tarian, dan juga musik. Selain itu mereka juga melakukan adaptasi dan modifikasi dalam hal promosi. Berbagai kalangan masyarakat juga berpengaruh besar dalam proses bertahannya kesenian ini. Selain itu, pemeliharaan pola yang sudah terbentuk atau latency juga dapat meminimalisir hambatan dalam tujuannya mempertahankan eksistensi kesenian Kuda Lumping. Hal ini sejalan dengan teori Fungsionalisme Struktural yang dikemukakan oleh Talcott Parsons (1977) dimana sistem dapat bertahan dengan empat imperatif fungsional, yaitu Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency. ABSTRACT: Traditional arts are a cultural wisdom and are seen as a uniqueness in a region. Traditional arts in an area must continue to be maintained so that they are not lost and can be enjoyed by the next generation. One of the regional arts that still exists until now is the Kridho Santoso Lumping Horse Association in Bandungan. This association has been established for almost 50 years and still exists until now. This research was conducted to find out how the Kridho Santoso association maintains its existence until now. This type of field research is conducted directly with qualitative methods to find out directly about the phenomena that occur so that the author can define events, phenomena, or social interactions in society so that researchers can make better conclusions about how the Kridho Santoso community can maintain its existence until now. The data sources used by the authors are primary data sources obtained from the results of interviews and secondary data sources derived from written sources, both from books, scientific magazines, personal documents, official documents and other data relevant to this research. The data collection methods in this study are observation, interviews, and documentation. The results obtained from this study are how the Kridho Santoso Bandungan lumping horse art association does various ways to maintain its existence until now, namely by adapting various existing arts and then re-modifying them to attract more audiences in terms of makeup, clothing, accessories, dance, and music. In addition, they also adapt and modify in terms of promotion. Various circles of society also have a great influence on the process of survival of this art. In addition, the maintenance of patterns that have been formed or latency can also minimize obstacles in the goal of maintaining the existence of the Lumping Horse art. This is in line with the theory of Structural Functionalism proposed by Talcott Parsons (1977) where the system can survive with four functional imperatives, namely Adaptation, Goal Attainment, Integration, and Latency

    Strategi dakwah Kyai Rosman pada masyarakat Suku Samin di Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora

    Full text link
    Peneliti tertarik pada Suku Samin karena memiliki ciri khas tersendiri, seperti konteks lokal, sejarah, nilai-nilai budaya, kondisi sosial, dan lingkungan sekitar. Dengan latar belakang yang kaya, kajian ini bertujuan untuk menginvestigasi tiga elemen, yakni strategi dakwah yang dapat meningkatkan pemahaman agama, hambatan yang dihadapi Kyai Rosman saat berdakwah, dan solusi Kyai Rosman untuk mengatasi hambatan yang ada di Suku Samin. Jenis penelitian dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti mengumpulkan data penelitian dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan penelitian kualitatif dari Miles dan Huberman, aktivitas analisis data terdiri dari beberapa tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa strategi dakwah yang diterapkan oleh Kyai Rosman mencakup mauidhoh hasanah atau nasihat yang penuh kebijaksanaan, pengajian, serta peningkatan sistem pendidikan. Tantangan Kyai Rosman dalam penyebaran tidak hanya terbatas pada aspek keagamaan, tetapi juga dipengaruhi oleh elemen budaya, sosial, dan waktu. Rendahnya pemahaman mengenai agama, kuatnya keterikatan pada tradisi nenek moyang, keterbatasan waktu, serta perlunya pendekatan yang mengakomodasi budaya setempat menjadi hambatan yang rumit dan saling terkait. Untuk mengatasi masalah ini, Kyai Rosman menerapkan pendekatan yang bertahap dan kontekstual, dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan pondok pesantren untuk melatih generasi dai muda

    26,949

    full texts

    26,964

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Walisongo Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇