Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Hubungan Kadar Profil Lipid dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat Etnik Minangkabau di Kota Padang Tahun 2012
AbstrakHipertensi merupakan masalah kesehatan yang banyak dijumpai pada masyarakat dan berkorelasi dengan penyakit lainnya. Banyak faktor penyebab terjadinya hipertensi, salah satunya adalah gangguan profil lipid. Profil lipid dapat memicu terjadinya hipertensi melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung atau tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut tentang hubungan obesitas dengan kejadian hipertensi. Penelitian dilakukan pada masyarakat Etnik Minangkabau di 8 kelurahan di kota Padang. Ini adalah studi komparatif menggunakan desain cross sectional study, dengan jumlah subjek 160 responden. Pengumpulan data responden dilakukan dengan wawancara. Pengukuran tekanan darah dilakukan berdasarkan cara yang direkomendasikan WHO dan penetapan nilainya berdasarkan JNC VII. Profil lipid diukur dilaboratorium dengan acuan penilaian berdasarkan NCEP ATP III. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar gangguan kadar kolesterol terdapat pada penderita hipertensi dari pada normotensi. Uji statistik chi square menunjukkan hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol dan trigliserida dengan kejadian hipertensi (total kolesterol p < 0,05; OR = 2,40, trigliserida p< 0,05; OR = 2,49). Kadar HDL dan LDL tidak menunjukkan hubungan yang bermakna terhadap kejadian hipertensi (p > 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian fraksi profil lipid mempengaruhi kejadian hipertensi pada etnik Minangkabau yang berada di kota Padang, yaitu kadar kolesterol total dan trigliserida.Kata kunci: Hipertensi, kolestertol total, HDL, LDL, Trigliserida, etnik Minangkabau.AbstractHypertension is a common disease in the community and have correlation with other diseases. Many factor can leads hypertension, such as disturbance of lipid profile. Lipid profile can lead hypertension through a variety of mechanism, either directly or indirectly. This study aims to investigate the lipid profile relation with the incident of hypertension. The research was conducted at the Minangkabau ethnic communities in 8 district in Padang city. This was s a comparative study using a cross sectional study in 160 respondents. Data was collected by interview to get respondent characteristics. Measurement of blood preasure waist and carried out by the WHO recommended and appointment value based on JNC VII. Profile lipid was measured in laboratory and appointment value based on NCEP ATP III. The statistical analysis used chi square test. The result found that the disturbance of total cholesterol and trigliceride more existed in hypertension than normotension population. Chi square statistical test showed there was relation between total cholesterol and triglycerides with hypertension incident (total cholesterol p < 0,05; OR = 2,40 , triglycerides p < 0,05 ; OR = 2,49 ). HDL and LDL had not significant relation with hypertension incident (p > 0.05). The conclusion of this study is some of profil lipid effected hypertension incident at Minangkabau Ethnic in Padang, especially total cholesterol and triglycerides.Keywords: Hypertension, total cholesterol, HDL, LDL, triglycerides, Minangkabau Ethni
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pre Eklampsi pada Kehamilan di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2012
AbstrakPre eklampsi merupakan komplikasi kehamilan dan persalinan yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah, protein urin, dan oedema, kadang disertai komplikasi sampai koma. Keadaan ini akan membawa dampak buruk bagi ibu dan janin bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktoryang berhubungan antara ibu hamil dengan kejadian pre eklampsi di RSUD Embung Fatimah Kota Batam Tahun 2012 yang meliputi usia ibu, usia kehamilan, paritas, dan penyakit penyerta. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif yang bersifat analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan april 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil yang berkunjung di RSUD Embung Patimah Kota Batam, pengambilan sampel dengan total sampling yaitu semua ibu hamil yang pre eklampsi sebanyak 173 orang dan ibu hamil yang tidak mengalami pre eklampsi sebanyak 173 orang. Data yang digunakan adalah sekunder dari register dan rekam medic dengan menggunakan cheklis kemudian dilakukan tabulasi dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan dari 50% ibu hamil dengan pre eklampsi. Ada hubungan usia ibu, paritas, dan penyakit penyerta dengan kejadian pre eklampsi. Tidak ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian pre eklampsi. Dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian pre eklampsi oleh karena itu perlukan adanya upaya preventif menegakan kemungkinan pre eklampsi secara dini dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas Ante Natal Care serta menghindari terjadinya eklampsi melalui pengorbanan pre eklampsi dengan intensif.Kata kunci: Pre eklampsi, kehamilan, faktor-faktorAbstractPre eclampsia is a complication of pregnancy and childbirth which is characterized by increased blood pressure, urine protein, and edema, sometimes accompanied by complications to coma. This situation will bring adverse effects to the mother and fetus and even death. This study aims to determine the factors that relate among pregnant women with pre-eclampsia incidence in Batam City Hospital Fatimah Embung 2012 that include maternal age, gestational age, parity, and comorbidities.This type of research uses quantitative analytic research with cross sectional approach. The research was conducted in April 2013. The population is pregnant women who visit the hospital Embung Patimah Batam, sampling a total sampling that all pregnant women with pre-eclampsia as many as 173 people and pregnant women who did not have pre eclampsia as many as 173 people. The data used is from the register and record the secondary medic cheklis then performed using tabulation and analyzed using univariate and bivariate.The results obtained from 50% of pregnant women with pre-eclampsia. There are corelatation maternal age, parity, and the incidence of comorbidities with pre eclampsia. No association of gestation the incidence of pre eclampsia. From this study it can be concluded that there are several factors associated with the incidence of pre-eclampsia is therefore necessary preventive measures to uphold the possibility of early pre-eclampsia by increasing the quality and quantity of Antenatal care and avoiding pre eclampsia eclampsia through the sacrifice of the intensive.Keywords: Pre eclampsia, pregnancy, factor
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Tanaman Binahong dan Katepeng China
AbstrakBakteri endofit merupakan mikroorganisme menguntungkan yang berinteraksi dengan tanaman inang tanpa menyebabkan gangguan atau kerusakan pada tanaman.Beberapa studi menunjukkan bahwa bakteri endofit tertentu dapat memproduksi senyawa kimia yang memiliki efek bagi kesehatan, terutama bakteri endofit yang diisolasi dari tanaman obat.Binahong (Anredera cordifolia) dan Ketepeng Cina (Cassia alata) merupakan tanaman obat yang telah diketahui memiliki beberapa khasiat.Tujuan dari penelitian ini ialah mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri endofit dari kedua tanaman tersebut melalui uji antibakteriterhadap tiga jenis bakteri patogen manusia (Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus cereus). Metode: Jumlah bakteri endofit yang berhasil diisolasi dari dua tanaman tersebut berjumlah 73 isolat (37 isolat dari Binahong dan 36 isolat dari Ketepeng Cina). Hasil: Berdasarkan uji antibakteri terhadap tiga bakteri patogen diperoleh 16 isolat bakteri endofit yang memiliki aktivitas potensial (ditandai dengan terbentuknya zona hambat), yaitu 1 isolat dari Ketepeng Cina (terhadap Pseudomonas aeruginosa) dan 15 isolat dari Binahong. Pembahasan: Terbentuknya zona hambat mengindikasikan kemungkinan adanya senyawa kimia yang memiliki efek antibakteri.Kata kunci: bakteri endofit, Anredera cordifolia, Cassia alata, antibakteri.AbstractEndophytic bacteria is a beneficial microorganism that interacts with plant without causing any harm to the host. Most studies showed that certain endophytic bacteria can produce chemical compound which have medical effect, especially endophytic bacteria isolated from medicinal plant. Binahong (Anrederacordifolia) and KetepengCina (Cassia alata) are several of medicinal plants potential to be used for medical purpose. Methods: The objective of this study was to isolate and to characterize endophytic bacteria from both plants through antibacterial activity test against to three kinds of human pathogenic bacteria (Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, and Bacillus cereus). Results: total isolated endophytic bacteria from both plants are 73 isolates (37 isolates from Binahong and 36 isolates from KetepengCina). There were 16 isolates have potential activity (indicated by clear zone), one isolate from KetepengCina and 15 isolates from Binahong. Discussion: The formed clear zone indicates antibacterial compounds produced by endophyticbacteriatested. Further research is needed to identify the type of antibacterial compounds produced.Keywords:endophytic bacteria, Anrederacordifolia, Cassia alata, antibacterial
Hepatitis C pada Anak
AbstrakInfeksi virus hepatitis C saat ini masih merupakan persoalan yang serius. Penularan infeksi HCV pada anak yang utama adalah melalui transfusi darah atau produk darah yang saat ini bertanggung jawab menyebabkan kasus hepatitis C kronis. Selain itu infeksi HCV pada anak dapat disebabkan oleh transmisi perinatal (vertikal). Infeksi HCV akut dapat berakhir dengan sirosis dan karsinoma hepatoselular setelah dekade ketiga (sekitar 20%), karena progresivitas infeksi HCV lebih lambat dari infeksi hepatitis B virus. Pada umumnya infeksi HCV bersifat asimptomatik termasuk pada anak. Karena tidak ada gejala yang jelas pada infeksi HCV tersebut maka diagnosis infeksi HCV hanya dapat ditegakkan dengan pemeriksaan awal laboratorium dan uji serologi, dan bila perlu dengan uji molekuler pada pasien dengan risiko tinggi. Kebijakan kuratif khusus terhadap HCV adalah terapi antivirus berupa interferon dan ribavirin yang diberikan bila diagnosis HCV sudah ditegakkanKata kunci: Hepatitis C, diagnosis and management problem, childrenAbstractHepatitis C virus infection is still a serious problem. Transmission of HCV infection in children is a major blood transfusion or blood products that are currently responsible for causing chronic hepatitis C cases. Additionally HCV infection in children can be caused by perinatal transmission (vertical). Acute HCV infection may end up with cirrhosis and hepatocellular carcinoma after the third decade (around 20%), due to a slower progression of HCV infection of hepatitis B virus infection. In most cases of HCV infection are asymptomatic, including in children. Since there are no obvious symptoms in the diagnosis of HCV infection HCV infection can only be confirmed by laboratory examinations and serologic testing early, and if necessary with molecular testing in patients at high risk. Curative policy is specific to HCV antiviral therapy such as interferon and ribavirin are given when the diagnosis of HCV has been establishedKeywords:Hepatitis C, diagnosis and management problem, childre
Perbandingan Reaksi Zat Besi Terhadap Teh Hitam dan Teh Hijau Secara In Vitro dengan Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis
AbstrakSalah satu permasalahan gizi yang dihadapi Indonesia adalah anemia defisiensi besi. Defesiensi besi ini dapat disebabkan oleh asupan dan serapan yang tidak adekuat, seperti kebiasaan mengonsumsi zat yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti minum teh pada saat makan. Hambatan penyerapan ini disebabkan oleh polifenol yang terkandung di dalam teh, terutama tanin. Penelitian ini dilakukan pada teh hitam dan teh hijau yang banyak dikonsumsi masyarakat. Larutan teh hitam dan teh hijau dijadikan sebagai kontrol, kemudian diberikan perlakuan dengan meneteskan FeCl3 1% sebanyak lima tetes. Larutan tersebut dibaca besar absorbannya dengan spektrofotometer UV-Vis. Prosedur ini dilakukan dengan pengulangan sebanyak lima kali. Data hasil penelitian diolah dengan menggunakan independent sample t test untuk melihat perbedaan rata-rata pada dua kelompok sampel tersebut. Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata besar absorban teh hitam kontrol 0,539 dan setelah diteteskan zat besi 0,30640. Absorban teh hijau kontrol 0,961 dan setelah diteteskan zat besi 0,65020. Hal ini berarti bahwa terjadi penurunan konsentrasi larutan tersebut. Penurunan absorban pada kontrol teh hitam dengan perlakuan adalah 43,15%, sedangkan pada teh hijau adalah 32,34%. Berdasarkan uji statistik, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara absorbansi teh hitam dan teh hijau.Kata kunci: Teh hitam, teh hijau, zat besi, absorban.AbstractOne of the nutritional problems faced by Indonesia is iron deficiency anemia. It is caused by inadequate intake and absorption. One of the causes of this inadequate absorption is eating habit to consume substances that can inhibit iron absorption like drinking tea while eating. This is caused by tea polyphenol compounds, especially tannins. Black tea and green tea were observed in this research since these are widely consumed by public. Solution of black tea and green tea were used as control and they were treated by giving five drops of 1% FeCl3. Absorbance of those solutions was read by using spectrophotometer UV-Vis. This procedure was done with five times repetition. The result of this research was processed by using independent sample t test to discern mean of two groups samples. The result showed that the absorbance mean of black tea control is 0.539 and the absorbance mean of black tea that has dripped by iron is 0.30640. As for the green tea control absorbance is 0.961 and absorbance mean after iron sheds is 0.65020. It means that there is a dilution and reduction of solution concentration. Based on these figures, it was concluded that the concentration of black tea with iron sheds is smaller than the concentration of green tea with iron sheds. Nevertheless, there is a greater reduction in black tea compare with green tea in the absorbance reduction. Absorbance reduction from black tea control group to treatment group is 43.15%, while absorbance reduction from green tea control group to treatment group is 32.34%. Based on statistical tests, it was concluded that there is a significant difference between the absorbance of black tea and green tea.Keywords: Black tea, green tea, iron, absorbance
Pengaruh Pemberian Aspartam terhadap Kadar Low-Density Lipoprotein dan High-Density Lipoprotein pada Tikus Wistar Diabetes Melitus Diinduksi Aloksan
AbstrakAspartam telah disetujui oleh FDA untuk dikonsumsi. Konsumsi pemanis buatan ini menggunakan dosis ADI (Acceptable Daily Intake) yaitu 50 mg/kgBB. Individu dengan diabetes melitus kemungkinan menjadi antusias terhadap adanya aspartam. Aspartam dapat mempengaruhi metabolisme profil lipid. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian aspartam terhadap kadar LDL dan HDL tikus diabetes melitus diinduksi aloksan. Ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized post test only control group design. Subjek penelitian adalah 15 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan. Masing-masing kelompok terdiri dari lima (5) ekor tikus. Pemberian aspartam (dosis 315 mg/kgBB tikus) diberikan kepada kelompok perlakuan selama empat (4) minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian aspartam pada tikus diabetes melitus diinduksi aloksan berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL. Kadar LDL pada kelompok kontrol positif adalah 30 ± 2 mg/dl, pada kelompok perlakuan adalah 24 ± 2 mg/dl. Sedangkan kadar HDL pada kelompok kontrol positif adalah 19 ± 1 mg/dl, pada kelompok perlakuan adalah 22 ± 1 mg/dl. Terdapat perbedaan yang bermakna pada kadar LDL dan HDL antara kelompok kontrol positif dengan kelompok perlakuan. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pemberian aspartam pada tikus diabetes melitus diinduksi aloksan berpengaruh terhadap penurunan kadar LDL dan peningkatan kadar HDL.Kata kunci: aspartam, diabetes melitus, LDL, HDLAbstractAspartame has been approved by the FDA for consumption. Consumption of artificial sweeteners is using ADI (Acceptable Daily Intake) dose which is 50 mg/kg. Individuals with diabetes mellitus would likely be enthusiastic consumers of aspartame. Aspartame can influence the metabolism of lipid profile. The purpose of this study was to determine the effect of aspartame on levels of LDL and HDL at rats with diabetes mellitus induced by alloxan. The research is experimental research with randomized post test only control group design. The subjects were 15 male Wistar rats those were divided into three groups: a negative control group, a positive control group, and the treated group. Each group consists of five (5) male rats. Administration of aspartame (dose of 315 mg/kg rat) was administered to the treatment group for four (4) weeks. The results showed that administration of aspartame in rats with diabetes mellitus induced by alloxan was influenced the decreased in LDL levels and increased in HDL levels. The LDL levels in positive control group was 30 ± 2 mg/dl, in the treatment group was 24 ± 2 mg/dl. While the levels of HDL in positive control group was 19 ± 1 mg/dl, in the treatment group was 22 ± 1 mg/dl. There is a significant difference in the levels of LDL and HDL between the positive control group with the treatment group. The conclusion of this research are the administration of aspartame in rats with diabetes mellitus induced by alloxan influenced the decreased in LDL levels and increased in HDL levels.Keywords: aspartame, diabetes mellitus, LDL, HD
Perbedaan Rasio Kolesterol Total/ HDL Kelompok Kontrol dan Kelompok Diet Tinggi Minyak Sawit pada Tikus Wistar
AbstrakRasio kolesterol total/ HDL merupakan variabel lipoprotein terbaik dalam memprediksi risiko penyakit kardiovaskular. Peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dapat disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol serum. Minyak sawit mengandung 50% asam lemak jenuh dan 50% asam lemak tidak jenuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan rasio kolesterol total/ HDL antara kelompok kontrol dengan kelompok diet tinggi minyak sawit pada tikus. Penelitian ini adalah eksperimental dengan pendekatan post test only control group design. Sampel penelitian terdiri dari 10 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol (K) dan kelompok perlakuan (P). Diet tinggi minyak sawit (minyak sawit 42.5%, 3ml/hari) diberikan pada kelompok P selama empat minggu. Analisis data menggunakan uji t independent. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan yang tidak bermakna antara kelompok P dan kelompok K pada rerata kolesterol, yaitu 63.66±9.9(P) 57.39±3.28(K) (p>0.05), rerata HDL 19.44±3.99(P) 17.64±2.00(K) (p>0.05), dan rerata rasio kolesterol total/ HDL 3.26±0.24 (P) 3.31±0.32 (K) (p>0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah kadar kolesterol total, HDL, dan rasio kolesterol total/ HDL pada kelompok kontrol dan kelompok diet tinggi minyak sawit tidak berbeda.Kata kunci: diet tinggi minyak sawit, kolesterol, HDL, rasio kolesterol/ HDLAbstractThe ratio of total cholesterol/ HDL is the lipoprotein variables best predict the risk of cardiovascular disease . The increased risk of cardiovascular disease can be caused by high levels of cholesterol exciting. Palm oil contains 50% saturated fatty acids and 50% unsaturated fatty acids. The purpose of this study was to know the differences ratio of total cholesterol/ HDL between the control group and high palm oil diet group in rats. This research was experimental with post-test only control group. The study sample consisted of 10 male Wistar rats were divided into control group (K) and treated group (P). High-palm oil diet (50% palm oil, 3ml/day) was given to the group P for four weeks. Analysis of data using independent t test. The results showed there were no significant differences in improvement between groups P and groups K in mean cholesterol, 63.66 ± 9.9 (P) 57.39 ± 3.28 (K) in (p> 0.05), mean HDL 19.44 ± 3.99 (P) 17.64 ± 2.00 (K) in (p> 0.05), and the mean ratio of total cholesterol/ HDL 3.26 ± 0.24 (P) 3.31 ± 0.32 (K) in (p>0.05). The conclusion of this study is total cholesterol, HDL, and the ratio of total cholesterol/ HDL in the control group and the high palm oil diet group did not differ.Keywords: high palm oil diet, cholesterol, HDL, ratio of cholesterol/HD
Pengaruh Pemberian Kopi Instan Oral Terhadap Kadar Asam Urat pada Tikus Wistar
AbstrakKopi merupakan salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Banyak studi yang meneliti efek konsumsi kopi terhadap berbagai kondisi medis tertentu. Salah satu efek dari kopi yang masih menjadi kontroversi adalah efek terhadap penurunan kadar asam urat. Kandungan polifenol dalam kopi diduga dapat menghambat kerja xantin oksidase sehingga menurunkan kadar asam urat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pemberian kopi oral terhadap kadar asam urat serum pada tikus wistar. Ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design. Sampel penelitian adalah 24 ekor tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol, perlakuan 1, perlakuan 2 dan perlakuan 3. Kontrol hanya diberi diet standar tanpa kopi, perlakuan 1diberikan diet kopi dosis rendah setara 3 cangkir kopi (0,39 mg/3 ml), perlakuan 2 diberikan diet kopi dosis sedang setara 6 cangkir kopi (0,78 mg/ 3ml), perlakuan 3 diberikan diet kopi dosis tinggi setara 10 cangkir kopi (1,3 mg/ 3ml) selama 4 minggu (28 hari). Pengukuran kadar asam urat serum menggunakan spektofotometer. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar asam urat serum kontrol (2,26+0,16 mg/dl), perlakuan 1 (2,24+0,89 mg/dl), perlakuan 2 (1,00+0,33 mg/dl), perlakuan 3 (1,96+0,43 mg/dl). Uji analisis one way Anova dan Post hoc menunjukkan bahwa perbedaan yang bermakna hanya terdapat pada perbandingan kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan 2 dan antara kelompok perlakuan 1 dengan kelompok perlakuan 2 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat penurunan kadar asam urat serum setelah pemberian kopi dan terdapat perbedaan bermakna kadar asam urat antara kelompok kontrol dan perlakuan 1 dengan kelompok perlakuan 2.Kata kunci: kopi, polifenol, asam urat serumAbstractCoffee is one of the most frequently consumed beverages in the world. Many studies have examined the effect of coffee consumption on a wide range of specific medical condition. One of the effects of coffee that still a controversy is the effect of the reduction in uric acid levels because the polyphenol in coffee could be expected to inhibit xanthine oxidase to lower uric acid level. The objective of this study was to determine the effect of coffee on uric acid levels Wistar strain of rats (Rattus novergicus). This was a experimental study with posttest only control group design. Samples were 24 male white rats strain Wistar divided into 4 groups: control, treatment 1, treatment 2, and treatment 3. Control was not treat with coffee, treatment 1 were given low dose of coffee equivalent to 3 cups (0,39 mg/3 ml), treatment 2 were given moderate dose of coffee equivalent to 6 cups (0,78 mg/ 3ml), treatment 3 were given high dose of coffee equivalent to 10 cups (1,3 mg/ 3ml) for 4 weeks (28 days). Serum uric acid levels measured with sphectrophotometer The result showed the mean of uric acid levels control (2,26+0,16 mg/dl), treatment 1 (2,24+0,89 mg/dl), treatment 2 (1,00+0,33 mg/dl), treatment 3 (1,96+0,43 mg/dl). One way Anova dan Post hoc tests analysis showed significant differences of uric acid levels only between control and treatment 2 group and between treatment 1 group and treatment 2 group (p<0,05). The conclusion of this study is reduction of uric acid levels after coffee consumption and the significant differences in uric acid levels between control/treatment 1 group with treatment 2 group.Keywords: coffee, polyphenol, uric acid level
Screening Kandungan Plastik pada Minyak Goreng yang Terdapat pada Gorengan di Jati Padang
AbstrakPlastik ditambahkan ke dalam gorengan dengan cara dimasukkan ke dalam minyak goreng panas oleh penjual gorengan agar gorengannya tetap gurih dalam waktu yang lama. Praktik penggunaan plastik pada minyak goreng ini telah ditemukan pada beberapa tempat di Indonesia. Daerah Jati Padang telah dilakukan identifikasi awal kepada penjual gorengan dan diperkirakan minyak gorengnya mengandung plastik, untuk itu diperlukan screening kandungan plastik pada minyak goreng yang terdapat pada gorengan di Jati Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kandungan plastik pada minyak goreng yang digunakan oleh penjual gorengan di Jati Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel yang diambil sebanyak 10 dari penjual gorengan dengan masing-masing sebanyak 100 ml minyak goreng. Semua sampel dilakukan uji kualitatif dengan GC-MS QP2010 jenis kolom RT-5MS (Crossbond 5% Diphenyl- 95% Dimethypoly silicone). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 9 dari 10 sampel minyak goreng mengandung senyawa isopropyl dari plastik polyethylene dan polypropylene. Sampel yang mengandung senyawa plastik dengan persentasenya adalah sampel 1(18.57%), 2(19.19%), 3(18.54%), 4(23.11%), 6(8.52%), 7(7.80%), 8(11.49%), 9(11.57%), dan 10(19.69%).Kata kunci: screening, plastik, minyak goreng, GC-MS, isopropylAbstractPlastics is added into frieds by entering into hot cooking oil by the seller in order fried savory fried fixed in a long time. The added of plastics in cooking oil has been found in several places in Indonesia. The fried seller in Jati Padang has made as initial identification to estimated oil-containing plastic. It is necessary for screening of plastic content in cooking oil found in fried in Jati Padang. The objective of this study was to determine whether there was any plastics content in coocking oil by the fried seller in Jati Padang. This research was a descriptive qualitative. Samples were taken from10 of fried sellers about 100 ml of cooking oil each . All samples were tested qualitatively by GC-MS QP2010 type RT-5MS column (5% Diphenyl- Crossbond 95% Dimethypoly silicone). The results showed that nine from ten samples of cooking oils contain isopropyl compound of polyethylene and polypropylene plastic. Samples containing compound is the percentage of plastic with sample 1 (18.57%), 2 (19.19%), 3 (18.54%), 4 (23.11%), 6 (8.52 %), 7 (7.80%), 8 (11.49%), 9 (11.57%), and 10 (19.69%).Keywords: screening, plastic, cooking oil, GC-MS, isopropyl
Hubungan Asupan Energi Sarapan terhadap Tingkat Konsentrasi pada Siswa-Siswi Kelas XII SMA Negeri 1 Padang Tahun Ajaran 2013/2014
AbstrakIndonesia menduduki peringkat terakhir dalam cognitive skills dan pencapaian pendidikan menurut penelitian yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit. Cognitive skills memerlukan fungsi otak yang adekuat yang dipertahankan oleh nutrisi berupa konsumsi pangan yang baik dan beragam, terutama sarapan. Penelitian di Amerika Serikat pada anak usia sekolah remaja (15-18 tahun) menunjukkan bahwa sebesar 30% remaja tidak biasa sarapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi sarapan dan tingkat konsentrasi pada siswa SMAN 1 Padang. Studi dilakukan di SMAN 1 Padang pada bulan November 2013 terhadap 116 siswa kelas XII. Desain penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Pengolahan data dilakukan dengan uji chi-square menggunakan sistem komputerisasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan tingkat konsentrasi menggunakan digit symbol test antara siswa dengan asupan energi sarapan baik, kurang, dan sangat kurang (p=0,001) dan tidak terdapat perbedaan tingkat konsentrasi menggunakan digit span test antara siswa dengan asupan energi sarapan baik, kurang, dan sangat kurang (p=0,345). Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi sarapan dengan tingkat konsentrasi menggunakan digit symbol test (p<0,05).Kata kunci: sarapan, asupan energi, konsentrasi, digit symbol test, digit span testAbstractIndonesia was ranked last in the cognitive skills and educational attainment according to research conducted by the Economist Intelligence Unit.Cognitive skills require brain function is maintained by adequate intake of nutrients such as good and varied food, especially breakfast. Research in the United States in children of school age youth (15-18 years) showed that 30% of teenagers are not usually did breakfast.This study aimed to determine the relationship between energy intake at breakfast and the level of concentration of students of SMAN 1 Padang. The study was conducted at SMAN 1 Padang in November 2013 to 116 students of class XII. The research was an analytical study with cross-sectional design.Data processing is performed by the chi-square test using a computerized system. The results showed there were differences in the level of concentration using the digit symbol test between students with a good breakfast energy intake,less,and much less (p = 0.001) and there was no difference in the level of concentration using the digit span test between students with a good breakfast energy intake, less, and very less (p = 0.345). There is a significant relationship between breakfast energy intake with the level of concentration using digit symbol test (p < 0.05).Keywords: breakfast, energy intake, concentration, digit symbol test, digit span tes