Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Pengaruh Pemberian Diet Tinggi Minyak Sawit terhadap Kadar Malondialdehid Darah Tikus Wistar

    Get PDF
    AbstrakMinyak sawit merupakan sumber lemak yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Minyak ini mengandung 50% asam lemak jenuh atau saturated fatty acid (SFA), 40% asam lemak tidak jenuh rantai tunggal atau Monounsaturated Fatty Acid (MUFA),10% asam lemak tidak jenuh rantai ganda atau Polyunsaturated Fatty Acid (PUFA), antioksidan, vitamin E dan beta-karoten. Rasio asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh pada minyak sawit hampir sama. Komposisi asam lemak dan antioksidan berperan dalam menentukan pembentukan ROS (Reactive Oxygen Species) di jaringan tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diet tinggi minyak sawit terhadap kadar Malondialdehid (MDA) darah tikus. Penelitian ini merupakan suatu studi eksperimental dengan menggunakan post test only control group design. Sampel terdiri dari sepuluh ekor tikus wistar jantan dengan berat antara 180-260 gram yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok tikus control yang diberi diet standar ad libitum dan kelompok tikus perlakuan yang diberi tambahan minyak sawit kedalam diet standar ad libitum. Setelah perlakuan satu bulan, dilakukan pemeriksaan kadar malondialdehid. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kadar MDA kelompok tikus perlakuan (2,494±0,504 nmol/ml) dengan kelompok tikus kontrol (3,152±0,237 nmol/ml). Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa diet tinggi minyak sawit menurunkan kadar MDA darah tikus.Kata kunci: minyak sawit, SFA, MUFA, antioxidant, ROS, MDAAbstractPalm oil is a source of fat which most widely consumed by Indonesian people. This oil contains 50% Saturated Fatty Acid (SFA), 40% Monounsaturated Fatty Acid (MUFA), 10% Polyunsaturated Fatty Acid (PUFA), antioxidant, vitamin E and beta-carotene. The saturated fatty acid to unsaturated fatty acid ratio of palm oil is almost same. Composition offatty acids and antioxidants play a role in determining the production of ROS (Reactive Oxygen Species) in the tissues of the body. This study was aimed to assess the effect of a high palm oil diet on malondialdehyde (MDA) concentration in rat’s blood. This research was an experimental study which applies post test only control group design. Sample amounted to ten male wistar rats with 180-260 gram weight were divided into two research groups those are control group rats which were administrated standard diet ad libitum and treatment group rats which were administrated addition of palm oil to standar diet ad libitum. After one month treatment, malondialdehyde concentrations were observed. The result of this study revealed significant defference (p<0.05) between MDA concentration in treatment group rats (2.494±0.504 nmol/ml) and control group rats (3.152±0.237 nmol/ml). From the result of this research may be concluded that high palm oil diet decreased MDA concentration of rat’s blood.Keywords: palm oil, SFA, MUFA, antioxidant, ROS, MD

    Profil Sindrom Stevens Johnson pada Pasien Rawat Inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2010 sampai Desember 2011

    Get PDF
    AbstrakSindrom Stevens Johnson (SSJ) merupakan reaksi mukokutaneus akut yang mengancam jiwa berupa nekrosis yang ekstensif dan lepasnya epidermis. Sindrom ini mengenai kulit, selaput lendir orifisium, dan mata dengan keadaan umum bervariasi dari ringan sampai berat. Meskipun kasusnya jarang terjadi, SSJ memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan masyarakat karena angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui beberapa aspek kasus SSJ pasien rawat inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2010 sampai Desember 2011. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif dengan menganalisis data rekam medik seluruh pasien SSJ yang dirawat inap. Variabel yang diteliti meliputi jenis kelamin, umur, penyebab SSJ, gejala SSJ, lama rawatan, tingkat keparahan, angka kesembuhan, dan angka mortalitas. Data diolah, dihitung persentasenya, dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 kasus SSJ (0,05%) dengan perbandingan insiden pada pria dan wanita adalah 3:1. SSJ banyak terjadi pada umur >19 tahun sampai ≤59 tahun (31,81%) dengan penyebab terbanyak adalah obat (81,82%) terutama obat golongan antikonvulsan (33,33%). Semua pasien mengalami gejala prodromal dan trias kelainan SSJ. Lama rawatan pasien SSJ ≤10 hari. Sebagian besar pasien memiliki tingkat keparahan SSJ yang ringan berdasarkan nilai SCORTEN, yaitu 3,2% dan hampir semua pasien sembuh (95,46%).Kata kunci: Sindrom Stevens Johnson, SCORTENAbstractStevens-JohnsonSyndrome (SJS) is acute life-threatening mucocutaneous reactions characterized by extensive necrosis and detachment of the epidermis. SSJ comes to the skin, mucous membrane, and the eyes with varies of general state from mild to severe. Although this case is rare, it has a significant public health impact because of high mortality and morbidity. The aim of this study is to know some aspects of SJS cases toward hospitalized patients in Dr. M. Djamil Padang Hospital during January 2010 until December 2011.This study is conducted a retrospective study by analyze the medical record of hospitalized patients with SJS. Variables that were evaluated covered gender, age, causes of SJS, clinical manifestation of SJS, treatment time, the severity, cure rate, and mortality rate. The data were processed, counted the percentage, and presented in tabular form.The result showed there were 22 SJS cases (0,05%) with incidence ratio between male and female was 3:1. SJS most happened in >19 and ≤59 years age group (31,81%) with the most causes was drugs (81,82%) especially anticonvulsant group of drugs (33,33%). All of the patients showed prodromal symptoms and triage abnormalities of SJS. Treatment time for the patients was ≤10 days. A total of 81,82% patients had mild severity based on SCORTEN values, i.e. 3,2% and almost all the patients recovered from SJS (95,46%).Keywords:Stevens-Johnson Syndrome, SCORTE

    Hubungan Status Sosial Ekonomi dan Gaya Hidup dengan Kejadian Obesitas pada Siswa SD Negeri 08 Alang Lawas Padang

    Get PDF
    AbstrakObesitas di Indonesia mulai menjadi masalah gizi masyarakat walaupun gizi kurang masih tinggi. Obesitas disebabkan oleh banyak faktor/multifaktorial yang dapat dibagi menjadi genetik dan lingkungan yang diantaranya adalah status sosial ekonomi dan gaya hidup. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan populasi adalah seluruh siswa kelas I sampai V di SD N 08 Alang Lawas,Padang. Penelitian ini mendapatkan hasil 8,21% siswa mengalami obesitas, 11,79% overweight atau gemuk, 82,60% tingkat pendapatan orang tua siswa berada di atas garis kemiskinan, 71,30% ayah dan 71,80% ibu siswa memiliki tingkat pendidikan menengah, 58,50% siswa memiliki pola makan baik, dan 60% memiliki aktifitas fisik aktif. Tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara kejadian obesitas dengan tingkat pendidikan orang tua (ayah: p=0,205 ; ibu: p=1,00), tingkat pendapatan orang tua (p=0,396), dan pola makan anak (p=0,245). Didapatkan hubungan yang bermakna antara aktifitas fisik anak dengan kejadian obesitas (p=0,048).Kata kunci: obesitas, anak, sosial-ekonomi, gaya hidupAbstractIn Indonesia, obesity has became a public nutrition problem although frequence of undernutrition was still high. The obesity caused by many factor/multifactorial that asssigned to genetic factor and environment factor. Two of the environment factors are social-economy and life style. Cross sectional study was chosen as a method to conduct the study. The study population were all the students on 1st grade to 5th grade in SD Negeri 08 Alang Lawas, Padang. The result shows that 8.21% of the students suffered from obesity, 11.79% were overweight, 82.60% of the students have the parents that have income more then the poverty line, 71.30% of the fathers and 71.80% of the mothers were middle graduations, 58.50% have good consumptions pattern, and 60% have active physical activity. There are no association between the obesity among the children with parent’s graduation (father: p=0.205; mother: p=1.00), parent’s income (p=0.396), consumptions pattern (p=0.245), and there is association with physical activity (p=0.048).Keywords:obesity, children, social-economy, life styl

    Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Depresi pada Usia Tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung Tahun 2012

    Get PDF
    AbstrakDepresi pada usia tua merupakan keadaan yang ditandai dengan perasaan sedih, kurang bersemangat, merasa gelisah, penurunan konsentrasi, selalu berpikiran buruk, dan susah untuk sosialisasi dengan lingkungan sekitar serta mudah putus asa dalam menghadapi masalah. Dengan adanya dukungan keluarga berupa dukungan informasi, dukungan penilaian, dukungan instrumental, dan dukungan emosional akan menurunkan kejadian depresi pada usia tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada usia tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah usia tua yang berumur lebih dari 60 tahun yang tinggal bersama keluarganya di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung yaitu sebanyak 82 orang, dengan metode pengambilan sampelnya adalah stratified sampling. Usia tua yang mengalami depresi memiliki dukungan keluarga rendah. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada usia tua di Nagari Tanjung Banai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung.Kata kunci: usia tua, depresi pada usia tua, dukungan keluargaAbstractDepression in old age is a state characterized with feelings of sadness, less excited, feeling jittery, decreased concentration, always thinking bad, and hard to socialize with their surroundings and easy to despair in dealing with problems. With the support of the family such as informational support, appraisal support, instrumental support, and emotional support will reduce the incidence of depression in old age. This study is aimed to determine the relationship of family support with the incidence of depression in old age in Nagari Tanjung Aur Banai, Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung. The study’s method is an observational with cross-sectional approach. Samples in this study were people with age more than 60 years who lives with his/her in Nagari Tanjung Aur Banai, Kecamatan Sumpur Kudus Kabupaten Sijunjung, which were counted as 82 people, and taken by stratified sampling method. old age with depression have low family support. There is a significant relationship between family support with the incidence of depression in old age in Nagari Tanjung Aur Banai, Kabupaten Sijunjung.Keywords:aging, depression in old age, family suppor

    Analisis Kadar Kreatinin Serum Sebelum dan Setelah Terapi Tenovofir pada Penyandang HIV di RS Dr. M. Djamil Padang Periode 2012-2013

    Get PDF
    AbstrakPenyakit ginjal merupakan penyebab kematian nonAIDS paling tinggi pada penyandang HIV. Penggunaan regimen anti- retroviral diselidiki memiliki kontribusi terhadap kejadian penyakit ginjal. Disfungsi tubulus ditemukan pada penyandang HIV dengan terapi tenofovir. Pemeriksaan kreatinin digunakan untuk skrining kerusakan ginjal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kadar kreatinin sebelum dan setelah terapi tenofovir. Telah dilakukan penelitian secara kohort retrospektif terhadap penyandang HIV dengan terapi tenofovir di RS dr. M. Djamil Padang periode 2012-2013. Dilakukan pemeriksaan kreatinin serum sebelum dan setelah terapi tenofovir dengan metode Jaffe. Data kadar kreatinin serum didapatkan melalui rekam medik. Hasil perbedaan rata-rata kadar kreatinin serum sebelum dan setelah terapi tenofovir dianalisis menggunakan uji T berpasangan. Sebanyak 18 subyek penelitian dipilih dari jumlah total 652 penyandang HIV rawat inap dan rawat jalan. Sebanyak 196 penyandang HIV memakai terapi tenofovir (30%). Rentang lama pemberian terapi tenofovir adalah 2-57 minggu. Pada hasil penelitian, didapatkan perbedaan rata-rata kadar kreatinin serum yang bermakna sebelum dan setelah terapi tenofovir sebesar 0,7± 0,2 mg/dLdan 0,9 ± 0,5 mg/dL (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kreatinin serum setelah terapi tenofovir pada penyandang HIV.Kata kunci: HIV, tenofovir, kreatinin serumAbstractKidney disease is the highest nonAIDS related mortality among HIV patients. The use of antiretroviral therapy is investigated to contribute in kidney disease. Tubular dysfunction is found in HIV patients with tenofovir therapy. Creatinine test is used to screen kidney dysfunction. The aim of this study was to determine the mean difference of serum creatinine level before and after tenofovir administration.A cohort retrospective research was carried out in DR..M. Djamil Hospital upon HIV patients with tenofovir within 2012-2013. Serum creatinine test was conducted before and after administration of tenofovir with automatic machine and Jaffe reaction. The result of mean difference of serum creatinine before and after administration of tenofovir is analised by paired T test.Eighteen research subjects is determined from total amount of in and out patient. A total of 196 patients were administered with tenofovir (30%). The range of tenofovir administration was between 2-57 weeks. From the research, obtained a significant mean difference before (0,7± 0,2 mg/dL) and after (0,9 ± 0,5 mg/dL) administration of tenofovir (P<0,05).The conclusion of this study is there is increasing of serum creatinine level before and after administration of tenofovir.Keywords: HIV, tenofovir, serum creatinin

    Hubungan Riwayat Pola Pemberian ASI dengan Tingkat Kecerdasan Anak SD di SDN 01 Sawahan Kecamatan Padang Timur Kota Padang

    Get PDF
    AbstrakPola pemberian ASI dinyatakan para ahli berhubungan dengan tingkat kecerdasan anak. Akan tetapi, persentase pemberian ASI di Indonesia sampai saat ini masih tergolong rendah. Data Depkes RI tahun 2006 dan 2007 menunjukkan bahwa anak di Indonesia yang mendapat asupan ASI eksklusif dan ASI hingga usia 2 tahun tidak mencapai 50%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat hubungan antara riwayat pola pemberian ASI dengan tingkat kecerdasan anak SD. Desain penelitian ini adalah penelitian dengan jenis cross sectional study. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas III – V di SD Negeri 01 Sawahan. Sampel diambil sebanyak 104 orang dengan metode proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner untuk mengetahui riwayat pola pemberian ASI yang diterima responden saat bayi. Data diolah dengan uji statistik chi square menggunakan program SPSS 16.0. Hasil analisis univariat menunjukkan anak dengan tingkat kecerdasan tinggi (68,3%) dan anak dengan tingkat kecerdasan sedang (31,7%). Terdapat 16,3% anak yang memiliki riwayat pola pemberian ASI baik dan 83,7% anak memiliki riwayat pola pemberian ASI kurang. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara riwayat pola pemberian ASI dengan tingkat kecerdasan anak (p = 0,173). Penelitian ini memperlihatkan bahwa tidak terdapat hubungan antara riwayat pola pemberian ASI dengan tingkat kecerdasan anak SD di SDN 01 Sawahan Kecamatan Padang Timur Kota Padang.Kata kunci: Pola pemberian ASI, Tingkat kecerdasanAbstractBreastfeeding patterns declared by the experts are associated with the level of children intelligence. However, the percentage of breastfeeding in Indonesia is still relatively low. Department of Health Republic of Indonesia data for 2006 and 2007 showed that children in Indonesia who received exclusive breastfeeding intake and breastfeeding until 2 years old didn’t reach 50%. The aim of this study is to know whether there is a relationship between breastfeeding patterns history with the level of intelligence of elementary school student. The design of this study was a cross sectional study. The study population was all elementary school students in the 3rd until 5th grade in SDN 01 Sawahan. Samples were taken as many as 104 people with a proportional stratified random sampling method. Data were collected with a questionnaire to determine the history of the breastfeeding pattern of the respondents when they were baby. Data processed by the chi-square statistical test using SPSS 16.0. The results of univariate analysis showed children with high intelligence level (68.3%) and children with moderate intelligence level (31.7%). There are 16.3% of children had a both breastfeeding pattern history and 83.7% of children had a lack breastfeeding patterns history. Results of the bivariate analysis showed no significant relationship between breastfeeding patterns history with the level of children intelligence (p = 0.173). This study shows that there is no relationship between breastfeeding patterns history with the level of children intelligence of elementary school students in SDN 01 Sawahan, Eastern District of Padang.Keywords:breastfeeding patterns, level of intelligenc

    Pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap Suhu dan Kehilangan Panas pada Bayi Baru Lahir

    Get PDF
    AbstrakHipotermia merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian bayi baru lahir di negara berkembang. Salah satu asuhan untuk mencegah hipotermi adalah dengan melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap suhu aksila dan kehilangan panas kering pada bayi baru lahir. Ini merupakan studi cross-sectional comparative yang melakukan observasi bayi yang lahir dengan persalinan normal yang dilaksanakan IMD atau tidak, kemudian dilakukan pengukuran suhu aksila dan kehilangan panas kering pada kedua kelompok. Data dianalisa menggunakan uji t-test, dan nilai p<0.05 dianggap bermakna secara statistik. Rerata suhu aksila kelompok IMD sebesar 37,1 ± 0,20C dan rerata suhu aksila pada kelompok non IMD sebesar 36,8 ± 0,40C. Rerata total kehilangan panas kering pada kelompok IMD sebesar 30,1 ± 3,4 J dan pada kelompok non IMD sebesar 31,2 ± 3,9 J. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa IMD berpengaruh terhadap peningkatan suhu aksila. Kehilangan panas kering lebih rendah pada kelompok IMD walau tidak bermakna secara statistikKata kunci: IMD, suhu aksila, kehilangan panas keringAbstractHypothermia is a major cause of morbidity and mortality in neonatal period. One of essential care for newborn to prevent hypothermia is early initiation of breastfeeding. The objective of this study was to see the effects of early initiation of breastfeeding to increase axillary temperature and decrease dry heat loss in newborn. The design of this study is observational study with cross-sectional comparative design. The subjects were normal newborn with early initiation of breastfeeding and without early initiation of breastfeeding. Axillary mean temperature after early initiation of breastfeeding is 37,1 ± 0,20C and axillary mean temperature on non early initiation of breastfeeding group is 36,8 ± 0,40C. Total dry heat loss mean on early initiation of breastfeeding group is 30,1 ± 3,4 J and on non early initiation of breastfeeding group is 31,2 ± 3,9 J. This study concluded that there is the effect of early initiation of breastfeeding to axillary temperature. Total dry heat loss is lower on early initiation of breastfeeding group but not significant statistically.Keywords: early initiation of breastfeeding, axillary temperature, dry heat los

    Gambaran Kadar Troponin T dan Creatinin Kinase Myocardial Band pada Infark Miokard Akut

    Get PDF
    AbstrakInfark Miokard Akut (IMA) adalah kematian sel miokardium akibat terlepasnya plak aterosklerotik dari salah satu arteri koroner yang mencetuskan terjadinya agregasi trombosit, pembentukan trombus, dan spasme koroner. Diagnosis IMA dapat dilakukan dengan cara: anamnesis, abnormalitas Elektrokardiogram (EKG), peningkatan Creatinin Kinase Myocardial Band (CKMB), dan cardiac specific troponin (cTn)T. Diagnosis IMA dapat ditegakkan jika terdapat minimal dua dari tiga kriteria yang harus dipenuhi, yaitu: anamnesis, abnormalitas EKG, dan peningkatan aktivitas enzim jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar troponin T dan CKMB pada pasien IMA di RS. Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2012 - 31 Desember 2012. Penelitian dilakukan secara retrospektif deskriptif terhadap 54 sampel rekam medik pasien IMA yang dirawat inap di bagian penyakit dalam dan jantung RS. Dr. M. Djamil Padang periode 1 Januari 2012 - 31 Desember 2012. Kadar troponin T diperiksa dengan metode chemiluminescent dan CKMB diperiksa dengan metode enzymatic immunoassay with serum start. Hasil penelitian ini menunjukkan umur terbanyak pasien IMA adalah 40-60 tahun berjumlah 30 orang (55,56%). Jenis kelamin terbanyak pasien IMA adalah laki-laki berjumlah 39 orang (72,22%). Pasien IMA yang memiliki kadar CKMB ≥24 U/L berjumlah 35 orang (64,82%). Pasien IMA yang memiliki kadar troponin T ≥0,1 ng/mL berjumlah 44 orang (81,48%). Didapatkan peningkatan kadar troponin T dan CKMB pada pasien IMA.Kata kunci: infark miokard akut, troponin t, CKMBAbstractAcute Myocardial Infarction (AMI) is a muscle necrosis of the heart caused by rupture atherosclerotic plaque from one of coronary artery that cause platelet aggregation, thrombus formation, and coronary spasm. Diagnosis of AMI can be made by some way : anamnesis, electrocardiogram (ECG) abnormalities, increase levels of creatinine kinase myocardial band (CKMB) and cardiac specific troponin (cTn)T. Diagnosis of AMI can be established if obtained at least two of three criteria : anamnesis, ECG abnormalities and increase of levels cardiac enzymes. The objective of this study was to determine the troponin T levels and CKMB in AMI at RS. Dr. M. Djamil Padang period January 1st, 2012 - December 31th, 2012. The study was conducted with retrospective descriptive with 54 medical records sample of treated patients AMI at internal medicine and cardiology department of RS. Dr. M. Djamil Padang from January 1st, 2012 - December 31th 2012. Troponin T level checked with chemiluminescent method and CKMB checked with enzymatic immunoassay with serum start method. The results of this study indicate that the most age of the patients of AMI are 40-60 years old, 30 people (55,56%). The most gender of AMI are male, 39 people (72,22%). Patients AMI with CKMB levels ≥24 U/L are 35 people (64,82). Patients AMI with troponin T levels ≥0,1 ng/mL are 44 people (81,48%). There are increased in troponin T levels and CKMB in patients of AMI.Keywords: acute myocardial infarction, troponin t, ckm

    Identifikasi dan Penentuan Kadar Boraks dalam Lontong yang Dijual di Pasar Raya Padang

    Get PDF
    AbstrakKeamanan makanan merupakan salah satu masalah yang harus mendapatkan perhatian terutama di negara berkembang seperti Indonesia, karena bisa berdampak buruk terhadap kesehatan. Penyebabnya adalah masih rendahnya pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab produsen pangan terhadap mutu dan keamanan makanan terutama pada industri kecil atau industri rumah tangga. Hal ini menyebabkan produsen sering menambahkan bahan kimia ke dalam produk makanan, salah satunya boraks. Konsumsi boraks dapat menyebabkan mual, muntah, kanker bahkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan penentuan kadar boraks pada lontong yang dijual di Pasar Raya Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di Laboratorium FMIPA Universitas Andalas Padang dari bulan Januari sampai bulan Desember 2013. Identifikasi dan penentuan kadar boraks dilakukan terhadap 10 sampel lontong yang diambil secara random. Metoda yang digunakan adalah metoda titrasi dan menggunakan larutan standar NaOH. Hasil penelitian yang dilakukan terhadap 10 sampel, didapatkan tidak ada satupun sampel lontong yang mengandung boraks.Kata kunci: boraks, lontong, titrasiAbstractThe food safety is one of problems that should get attention, especially in developing countries like Indonesia, because it can gives a negative impact for health. The cause is lack of knowledge, skill, and responsibility for the quality and safety of food, especially in small industries or home industry. It causes producers often add chemicals to food products, one of which borax. Consumption of borax can cause nausea, vomiting, cancer and even death. This research was to identify and determination of borax in lontong which sold at Pasar Raya Padang. This was a descriptive study at The Chemistry Laboratory, Andalas University Padang from January to December 2013. The identification and determination of borax on 10 samples of lontong taken by random. The method used is titration method using a standard solution of NaOH. The results of the research showed that 10 samples of lontong didn’t contain borax.Keywords: borax, lontong, titratio

    Ekstraksi Benda Asing Lampu Led di Bronkus dengan Bronkoskop Kaku

    Get PDF
    AbstrakAspirasi benda asing adalah masalah yang relatif sering ditemukan pada anak dan merupakan masalah serius yang bisa berakibat fatal. Benda asing di traktus respiratorius harus segera dikeluarkan dalam kondisi dan peralatan optimal dan dengan trauma yang seminimal mungkin untuk mencegah komplikasi. Instrumen yang digunakan untuk tindakan ekstraksi benda asing dapat mempengaruhi morbiditas akibat komplikasi ekstraksi benda asing di traktus respiratorius. Dilaporkan satu kasus aspirasi lampu LED (Light Emitting Diode) di bronkus utama kanan pada anak perempuan berumur 5 tahun, yang dua kali gagal dikeluarkan dengan bronkoskop fleksibel dan berhasil dikeluarkan dengan menggunakan bronkoskop kaku tanpa komplikasi.Kata kunci: aspirasi benda asing, lampu LED, bronkoskop kakuAbstractForeign body aspiration is a relative commonly problem in children and still a serious and sometimes fatal condition. Foreign body in respiratory tract must be removed in optimal conditions and equipment with minimal trauma to prevent complications. Instruments which being used for foreign body extraction can affect morbidity due to complications of extraction of foreign body in respiratory tract. There was reported one case of aspiration of LED (Light Emitting Diode) lamp in the right main bronchus of 5 year old girl, who failed two times by flexible bronchoscope and successfully extracted by a rigid bronchoscope, without complication.Keywords: foreign body aspiration, LED lamp, rigid bronchoscop

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇