Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Hubungan Resistensi Insulin dengan Gambaran Klinis Sindrom Ovarium Polikistik

    Get PDF
    Abstrak Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) merupakan kelainan endokrin dan metabolik pada wanita usia reproduksi. SOPK merupakan kumpulan gejala dari amenore, oligomenore, infertilitas, obesitas, hirsutisme, acne, alopesia, dan akantosis nigrikan. Resistensi insulin diyakini sebagai salah satu penyebab tersering dari SOPK melalui berbagai mekanisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resistensi insulindengan gambaran klinis SOPK. Penelitian ini dilakukan pada pasien SOPK dengan menggunakan studi cross sectional dengan pendekatan retrospektif, yaitu mengumpulkan kejadian masa lalu dari tahun 2009 - 2011, jumlah sampel 105 orang. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 33,3% penderita SOPK mengalami resistensi insulin. Berdasarkan gambaran klinis 35,23% amenore, 64,77% oligomenore, 72,04% infertilitas, 50,5% obesitas, 0,95% hirsutisme, acne 20%, alopesia dan akantosis nigrikan0%. Dari 33,3% SOPK dengan resistensi insulin 40% amenore, 60% oligomenore, 71,9% infertilitas, 77,14% obesitas, dan 0% hirsutisme. Berdasarkan hasil uji statistik ditemukan hubungan bermakna antara resistensi insulin dengan obesitas (p<0,05) dan tidak ditemukan hubungan bermakna antara resistensi insulin dengan infertilitas, hirsutisme, dan acne (p>0,05).Kata Kunci: SOPK, resistensi insulin, gambaran klinisAbstract Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) is an endocrine and metabolic disorders that is common in reproductive-aged women. PCOS is a group of symptoms, such as amenorrhea, oligomenorrhea, infertility, obesity, hirsutism, acne, alopecia, and achanthosis nigricans. Insulin resistance is believed to be one of the most common causes of PCOS through a various mechanisms. The objective of this study was to find out the relationship between insulin resistance and clinical manifestation of PCOS. This research was done in patients with PCOS using cross sectional study with retrospective approach. Data was collected from 2009-2011, with the sample of 105 patients. This research used statistical analysis, that was chi square test. This research found that  33.3% patients of PCOS have insulin resistance. Based on clinical manifestation found that 35.23% amenorrhea, 64.77% oligomenorrhea, 72.04% infertility, 50.5% obesity, 0.95% hirsutism, 20% acne, 0% alopecia and achanthosis nigricans. From 33.3% PCOS with insulin resistance, 40% amenorrhea, 60%  oligomenorrhea, 71.9% infertility, 77.14% obesity, and 0% hirsutism. The results showed that there is a significant relationship between insulin resistance and obesity (p<0.05) and no significant reslationship between insulin resistance and infertility, hirsutism, and acne (p>0.05).Keyword: PCOS, insulin resistance, clinical manifestationÂ

    Analisis Sistim Manajemen Dokumentasi Keperawatan pada Poliklinik Gigi Rumah Sakit di Bukittinggi

    Get PDF
    Abstrak Dokumentasi keperawatan merupakan bukti tertulis pelayanan yang diberikan kepada pasien oleh tenaga keperawatan yang bertujuan untuk menghindari kesalahan, tumpang tindih dan ketidak lengkapan informasi. Dalam asuhan keperawatan agar terbinanya koordinasi yang baik dan dinamis antar tenaga keperawatan serta meningkatkan efisiensi, efektifitas dan menjamin kualitas asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah  menganalisis sistim manajemen dokumentasi keperawatan pada poliklinik gigi rumah sakit berdasarkan standar pelayanan keperawatan. Penelitian dilakukan dengan metode analisis kualitatif, sumber data berasal dari observasi, dokumen dan wawancaramendalam. Informan penelitian berjumlah 10 (sepuluh) orang yang terdiri dari direktur rumah sakit, ketua PPGI Kota Bukittinggi, kepala ruangan poliklinik gigi/ kepala instalasi dan perawat gigi di pol iklinik gigi rumah sakit di Bukittinggi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi, selanjutnya dilakukan analisis data, reduksi data, interpretasi dankomunikasikan makna temuan melalui laporan tertulis. Hasil penelitian didapatkan dokumentasi keperawatan pada poliklinik gigi belum terlaksana dengan optimal, hal ini mempengaruhi proses pendokumentasian, tidak tersedianya kartu khusus pencatatan pemeriksaan dan perawatan gigi juga sangat mempengaruhi sistim dokumentasi keperawatan pada poliklinik gigi. Kesimpulan penelitian ini ialahsistim penyelenggaraan dokumentasi keperawatanpada poliklinik gigi belum terlaksana dengan optimal karena belum tersedianya kartu pencatatan pemeriksaan dan perawatan gigi pada poliklinik gigi rumah sakit, belum adanya SOP dokumentasi keperawatan dan jika ada tidak pernah disosialisasikan. Kata kunci: dokumentasi, poliklinik gigi, manajemenAbstract Nursing documentation is written proof of service to patients by nursing staff that aims to avoid errors, and incompleteness of information overlapping in nursing so good and dynamic coordination between nursing staff and improve the efficiency, effectiveness and ensure the quality of nursing care. The objective of this study was to analyze nursing documentation management system in a hospital dental clinic based nursing care standards. The study was conducted with qualitative analysis methods, data sources derived from observations, documents and in-depth interviews. Informants numbered 10 ( ten ) members consisting of the hospital director, chief dental nurses union Indonesia ( PPGI ) of Bukittinggi, the head of the room / installation and head nurse at the dental clinic dental hospital in Bukittinggi. Data validation is done by triangulation, then performed the data analysis, data reduction, data display and conclusion. The results showed nursing documentation in the dental clinic has not done optimally, this affects the process of documenting, recording card unavailability of dental examinations and treatment also greatly affect the nursing documentation system in the dental clinic. In conclusion, the implementation of a nursing documentation system at a dental clinic is not performing optimally due to the unavailability of recording card dental examinations and treatment at the hospital dental clinic, lack of standard operating procedures (SOP) nursing documentation. Keywords: documentation, dental clinic, managemen

    Pengaruh Tehnik Akupresur dan TENS Terhadap Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif

    Get PDF
    Abstrak Pengelolaan nyeri persalinan membutuhkan asuhan sayang ibu. Diperlukan suatu manajemen nyeri dalam persalinan dengan metode non farmakologi, salah satunya akupresur dan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dengan tujuan meningkatkan rasa aman dan nyaman pada ibu bersalin.Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh tehnik akupresur dan TENS terhadap intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif. Penelitian dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Kampar Kiri Tengah dan Puskesmas Perhentian Raja. Jenis penelitian eksperimental dengan post test only control group desain dengan pengambilan sampel secara consecutive sampling. Jumlah sampel 20 responden setiap kelompok total sampel 60 responden. Data dianalisis univariat dan bivariatmenggunakan uji chi-square. Proporsi intensitas nyeri dengan kategori sedang pada kelompok intervensi akupresur lebih besar dari pada kelompok kontrol pada pembukaan serviks 4 cm.  Berdasarkan uji statistik terdapat pengaruh bermakna dimana nilai p=0,011 (<0,05). Terdapat pengaruh yang bermakna antara kelompok intervensi TENS dankontrol pada pembukaan serviks 8 cm dengan nilai p=0,011 (<0,05). Kesimpulan pengaruh akupresur lebih baik digunakan pada pembukaan 4 cm, sedangkan pengaruh TENS lebih baik digunakan pada pembukaan 8 cm.Kata kunci: intensitas nyeri, akupresur, TENS Abstract Management of pain labor pain needs safe motherhood. It needs a pain management in labor by using nonpharmacological methods, such as acupressure and Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) that may increase safety and comfortable in childbirth. The objective of this study was to determine the effect of acupressure and TENS techniques on pain intensity first stage of labor active phase. This study had been done in Kampar Kiri Tengah and Perhentian Raja health care centres. It was an experimental research study with post test only control group design by using consecutive sampling method. Each group consist of 20 respondents so total sample of 60 respondents. The data analyzed by using univariate and chi-square  test for bivariate analysis. The proportion of the pain intensity with medium category in the acupressure intervention group is better than control group at 4 cm cervical dilation. Statistically, there are significant effect whith a p value= 0,011 (<0,05). There is a significant effect between TENS intervention group and control groups at 8 cm cervical dilation with p value= 0,011 (<0,05).It can be concluded that effect of acupressure is better used at the of 4 cm cervical dilation, while the effect of TENS is better used at 8 cm cervical dilationKeywords: pain intensity, accupressure, TEN

    Mastoidektomi Revisi pada Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Bahaya

    Get PDF
    Abstrak Operasi mastoid berkembang sebagai penanganan terhadap Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK). Mastoidektomi revisi dilakukan bila tujuan operasi pertama tidak tercapai. Kegagalan operasi mastoid bisa disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya penanganan air cell yang tidak adekuat, facial ridge yang tinggi, kegagalan membuang semua kolesteatom, meatoplasti yang tidak adekuat dan ketidakpatuhan pasien untuk kontrol setelah operasi. Operasi mastoid revisi biasanya lebih sulit dan berbahaya karena anatomi telinga tengah menjadi tidak jelas, landmark dapat hilang dan struktur berbahaya sudah terpapar. Dilaporkan satu kasus operasi mastoid revisi pada seorang laki-laki berumur 25 tahun, yang ditatalaksana dengan timpanomastoidektomi dinding runtuh.Kata kunci: otitis media supuratif kronik, mastoidektomi revisi, kolesteatom, meatoplasti Abstract Surgery of the mastoid developed as a treatment for chronic suppurative otitis media. Revision mastoid surgery done if the aim of first surgery not achieved. Failure of  mastoid operation may caused by many things, including handling of air cells are not adequate, high facial ridge,  failure to remove all cholestetoma  meatoplasty in adequate and non adherence of patient to control after surgery. Revision  mastoid surgery is usually more difficult and dangerous, because anatomy of the middle ear may be altered, some of the important landmarks can be loss and dangerous  structure has been exposed. It was reported one case revision mastoid surgery in a man aged 25 years old, management with canal wall down tympanomastoidectomy.Keywords: chronic suppurative otitis media, revision mastoidectomy, cholesteatoma, meatoplast

    Faktor Risiko Non Viral Pada Karsinoma Nasofaring

    Get PDF
    Abstrak           Latar belakang: Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas epitel nasofaring yang sampai saat ini penyebabnya belum diketahui, infeksi virus Epstein Barr dilaporkan sebagai faktor dominan terjadinya karsinoma nasofaring tetapi faktor non viral juga berperan untuk timbulnya keganasan nasofaring. Tujuan: Untuk mengetahui faktor non viral  yang dapat meningkatkan kejadian karsinoma nasofaring sehingga dapat mencegah dan menghindari faktor-faktor non viral tersebut. Tinjauan Pustaka: Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas epitel nasofaring yang penyebabnya berhubungan dengan faktor viral dan non viral diantaranya asap rokok, ikan asin, formaldehid, genetik, asap kayu bakar , debu kayu, infeksi kronik telinga hidung tenggorok, alkohol dan obat tradisional. Kesimpulan: Pembuktian secara klinis dan ilmiah terhadap faktor non viral sebagai penyebab timbulnya karsinoma nasofaring masih belum dapat dijelaskan secara pasti. Faktor non viral merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian timbulnya keganasan nasofaring Kata kunci: karsinoma nasofaring, faktor risiko, non viral AbstractBackground: Nasopharyngeal carcinoma is a malignant epithelial nasopharyngeal tumor that until now the cause still unknown, Epstein barr virus infection had reported as predominant occurance of nasopharyngeal carcinoma but non viral factors may also contribute to the onset of the incidence of nasopharyngeal malignancy. Purpose: To find non viral factors that may increase the incidence of nasopharyngel carcinoma in order to prevent and avoid non-viral factors Literature: Nasopharyngeal carcinoma is a malignant tumor that causes nasopharyngeal epithelium associated with viral and non-viral factors such as cigarette smoke, salt fish, formaldehyde, genetic, wood smoke ,wood dust, ear nose throat chronic infections, alcohol, and traditional medicine. Conclusion: Clinically and scientifically proving the non-viral factors as the cause of nasopharyngeal carcinoma can not be explained with certainty. Non-viral factors only as one risk factor that can increase the incidence of the onset of nasopharyngeal carcinoma. Keywords:  nasopharyngeal carcinoma, risk factor, non vira

    Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Penggunaan Antibiotik Tanpa Resep Dokter

    Get PDF
    AbstrakAntibiotik merupakan obat yang digunakan untuk penyakit infeksi. Tingginya insiden penyakit infeksi mengakibatkan tinggi pula penggunaan antibiotik. Sekarang ini banyak antibiotik digunakan tanpa resep dokter, padahal antibiotik seharusnya digunakan dengan resep dokter dan dibeli di apotik. Penggunaan antibiotik tanpa resep dokter ini akan menimbulkan resistensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dengan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter di Kampung Seberang Pebayan RW IV Kelurahan Batang Arau Padang Selatan.Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian cross sectional study analytic dengan subjek 152 orang yang diambil secara simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square. Hasil uji statistik chi square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter (p < 0,05), tetapi tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan kepemilikan asuransi kesehatan dengan penggunaan antibiotik tanpa resep dokter (p > 0,05).Kata Kunci : tingkat pengetahuan, sikap, asuransi kesehatan, antibiotik tanpa resep dokterAbstractAntibiotics are medicine while use to infection disease. The high incidence of infectious diseases are resulting in higher use of antibiotics. Now many antibiotics are used without doctors prescription, whereas antibiotics must be used with doctors prescription and bought in drug strore. Use antibiotics without doctors prescription will be impact resistence. The objective of this study was to determine the correlation between the level of knowledge, attitude as well as health insurance towards the use of antibiotics without doctors prescriptions in Kampung Seberang Pebayan RW IV Kelurahan Batang Arau Padang Selatan.This research is conducted using cross sectional analytic study method with 152 people taken as a sample by using simple random sampling. The data analysis was based on univariate and bivariate analysis equipped with chi-square. Statistical test has been conducted by "Chi-Square". It shows that there is a significant correlation between attitude toward the use of antibiotics without doctors prescriptions (p Ë‚ 0.05), it shows that there is no significant correlation between the level of knowledge and the ownership of health insurance toward the use of antibiotics without doctors prescriptions (p Ë‚ 0.05).Keywords : knowledge level, attitude, health insurance, antibiotics without doctorspresriptio

    Kasus Serial : Aspirasi Peluit pada Anak

    Get PDF
    AbstrakKasus aspirasi benda asing selalu memberikan tantangan bagi dokter spesialis Telinga Hidung TenggorokKepala dan Leher (THT-KL). Aspirasi benda asing lebih sering terjadi pada anak-anak khususnya pada umur 1-3tahun dan jarang terjadi pada dewasa. Aspirasi peluit pada anak merupakan kasus yang banyak terjadi pada golonganbenda asing anorganik. Untuk menegakkan diagnosis aspirasi benda asing diperlukan ketajaman anamnesis,pemeriksaan fisik dan hasil radiografi. Bronkoskopi merupakan teknik yang digunakan sebagai alat diagnostik danterapeutik pada kasus aspirasi benda asing. Kasus aspirasi peluit pada tiga orang anak (2 laki-laki dan 1 perempuan)telah dilaporkan dan ditatalaksana menggunakan teknik bronkoskopi kaku.Kata kunci: Aspirasi benda asing, benda asing peluit, bronkoskopiAbstractForeign body aspiration continues to provide challenges for otorhinolaryngologists. Foreign body aspiration ismore common in children, especially at the age of 1-3 years and rarely occurs in adults. Whistle aspiration in childrenis a case that occurs in many inorganic foreign body type. The diagnosis of foreign body aspiration based ondiscernment anamnesis, physical examination and radiographic results. Bronchoscopy is a technique that is used as adiagnostic and therapeutic tool in cases of foreign body aspiration.Cases of whistle aspiration in 3 children (2 malesand 1 female)was reported and treated using rigid bronchoscopy technique. Arial 9 italicKeywords: foreign body aspiration, a whistle foreign body, bronchoscopy

    Peran Narrow Band-Imaging pada Karsinoma Nasofarings

    Get PDF
    AbstrakKarsinoma nasofarings (KNF) merupakan keganasan yang paling sering ditemukan pada bagian kepala dan leher yang memerlukan kajian jelas dalam penegakkan diagnosis agar penatalaksanaan yang diberikan sesuai dan akurat. Salah satu kendala yang ditemukan pada KNF adalah diagnosis dini dan rekurensi. Narrow Band-Imaging adalah salah satu teknik pemeriksaan noninvasive dan mudah dilakukan, menggunakan teknik optikal terkini dan filter sinar biru dengan panjang gelombang tertentu, yang mampu meningkatkan sensitivitas pemeriksaan nasoendoskopi dengan pengamatan perubahan struktur vaskularisasi akibat pertumbuhan tumor terutama untuk KNF dengan sifat pertumbuhan endofitik. Pola-pola perubahan vaskularisasi yang ditimbulkan oleh KNF dapat diamati dengan jelas melalui pemeriksaan ini dan diharapkan juga mampu memberikan kepastian waktu bagi klinisi dalam menentukan saat yang tepat untuk melakukan tindakan lanjut yang lebih invasif seperti biopsi sehingga diperoleh hasil yang lebih akurat di saat yang tepat.Kata kunci: Narrow Band-Imaging, Karsinoma Nasofarings, Endoskopi AbstractNasopharyngeal carcinoma (NPC) is the most common cancer in the otolaryngology, head and neck region, that needs an accurate examination for the management. An obstacle in management of NPC is the early diagnosis of the disease and recurrency. Narrow-band imaging, is a non-invasive diagnostic technique, which uses optical technique and special long wave blue filter, that will increase the sensitivity of the nasoendoscopy in the diagnosis of NPC by observing the changes in vascularisation, especially in exophitic growth. This creates on better opportunity of clinician to do more invasive diagnostic testing at earlier stage of the cancer.Keywords:Narrow Band-Imaging, Nasopharyngeal carcinoma, Endoscop

    Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Peroksida 6% secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi

    Get PDF
    AbstrakHome bleaching adalah teknik pemutihan gigi vital yang dilakukan oleh pasien di rumah dalam pengawasan dokter gigi dengan konsentrasi karbamid peroksida 10-16% atau 3-6% hidrogen peroksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% secara home bleaching terhadap kekerasan permukaan email gigi. Metode penelitian adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel berupa gigi premolar satu rahang atas yang sudah diekstraksi sebanyak 32 buah yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dengan lama aplikasi 1 jam perhari selama 14 hari dan kelompok II adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 6% dengan lama aplikasi 10 menit perhari selama 14 hari. Selama aplikasi kedua sampel berada dalam inkubator 370C. Kekerasan permukaan email gigi diukur dengan alat Vickers Harndness Tester. Analisis data yang digunakan adalah uji t independen dan uji t dependen (p<0,05). Hasil uji statistik menunjukkan terjadinya penurunan yang sangat signifikan 0,000 (p<0,05) pada rerata nilai kekerasan permukaan email gigi antara sebelum dan setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Kedua bahan pemutih gigi ini mempunyai perbandingan yang cenderung tidak signifikan 0,073 (p>0,05) terhadap kekerasan permukaan email gigi setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Disimpulkan bahwa bahan pemutih gigi dapat menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email gigi yang sangat signifikan karena terjadinya demineralisasi.Kata kunci: karbamid peroksida, hydrogen peroksida, home bleaching, kekerasan permukaan email gigiAbstractHome bleaching is whitening treatment of vital teeth conducted by a patient at home with under control of a dentist. The consentration of bleaching agents are 10-16% of carbamid peroxide or 3-6% of hidrogen peroxide. The objective of this study was to investigate the effect of application bleaching agents 10% of carbamide peroxide and 6% of hidrogen peroxide in home bleaching on enamel hardness surface.The method that used in this study is using true experimental with pre test-post test contol group design. Sample of the study using first premolar maxillary had been extracted into 32 pieces that divided into two treatments groups. Group I was applied by 10% of carbamide peroxide for 1 hours a day and group II was applied by 6% of hidrogen peroxide for 10 minutes a day and the duration of application was 14 days. Both of the groups were in the incubator 370C. Enamel hardness surface was measure by Vickers Hardness Tester. This study used independent t-test and paired sample t-test (p<0.05).The result of this study showed that significant decrasing 0.000 (p<0.05) of enamel hardness surface in average between before and after applied. Both of bleaching agents have the comparison that tend to be not significantly 0.073 (p>0.05) on enamel hardness surface after application of bleaching agents with significant value were. The conclusion is bleaching agents can affect enamel by decreasing enamel hardness surface value which are marked significant because demineralizion.Keywords:carbamide peroxide, hidrogen peroxide, home bleaching, enamel hardness surfac

    Prevalensi Depresi pada Pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang Mengambil Dana Pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang

    Get PDF
    AbstrakPensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba, sebagian orang sudah merasa cemas karena tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan dihadapi kelak. Individu yang memiliki kondisi mental yang tidak stabil sering menjadi akar penyebab terjadinya gangguan mental semasa pensiun yaitu depresi. Depresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai oleh hilangnya perasaan kendali seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi depresi pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang mengambil dana pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dan subjek dipilih secara consecutive sampling dengan jumlah 277 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Beck Depression Inventory dan hasil yang didapatkan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang mengambil dana pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang sebesar 27,8%. Usia terbanyak berada pada kategori usia ≥60 tahun, gejala depresi terbanyak terjadi pada pensiunan laki-laki, prevalensi depresi terbanyak pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil golongan IIIa. Prevalensi terbanyak adalah pensiunan yang menjalani lama pensiun ≤10 tahun.Kata kunci: depresi, pensiun, pegawai negeri sipil AbstractRetirement is often regarded as unpleasant fact that before it’s time comes, most people are worried because they do not know what kind of life to be faced later. Individuals who have an unstable mental condition is often the root causes of mental disorders during retirement i.e depression. Depression is a mood disorder characterized by loss of control of one’s feelings. The objective of this study was to determine the prevalence of depression in retired civil servants who take the retirement funds in BTPN Bank branch M. Yamin Padang. This was a descriptive study and subjects were chosen by consecutive sampling with total sampling 277 persons. Instrument of this study was questionnaire of Beck Depression Inventory and the results obtained are presented in the form of a frequency distribution table. The result of this study indicated that the prevalence of depression in retired civil servants who take retirement funds in BTPN Bank branch M. Yamin Padang was 27.8%. Most of them are at the age category of ≥60 years, most of symptoms of depression is in men, the largest prevalence of depression in retired civil servant class IIIa. The most of them are the retirees who have retired for ≤10 years.Keywords: depression, retirement, civil servant

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇