Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Hubungan antara Kebiasaan Olahraga dengan Dismenore pada Mahasiswi Pre-Klinik Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Tahun Ajaran 2012 - 2013

    Get PDF
    Abstrak Nyeri haid (dismenore) dilaporkan sebagai keluhan ginekologis paling umum dan paling sering menyebabkan ketidakhadiran seseorang remaja ataupun dewasa dari kerja, sekolah ataupun aktivitas lainnya. Salah satu cara yang sangat efektif untuk mencegah dismenore ini adalah melakukan aktivitas olahraga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kebiasaan olahraga dengan dismenore pada mahasiswi. Desain studi analitik ini adalah cross sectional study. Populasi adalah seluruh mahasiswi pre-klinik program studi pendidikan dokter FakultasKedokteran Universitas Andalas tahun ajaran 2012-2013. Jumlah sampel sebanyak 96 orang yang diambil secara systematic random sampling . Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer (kuisoner berisi kebiasaan olahraga dan dismenore) dan data sekunder (data mahasiswi pre-klinik). Pada penelitian ini didapatkan bahwa 82,3% responden mengalami dismenore. Paling banyak diantaranya mengalami dismenore ringan (42,7%). Pada penelitian ini juga didapatkan bahwa pada umumnya responden tidak melakukan olahraga (42,7%). Hasil ujistatistik dengan menggunakan chi-square didapatkan nilai p value = 0,117 (p > 0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan olahraga dengan dismenore pada mahasiswi pre-klinik program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.Kata kunci: dismenore, dismenore primer, kebiasaan olahraga, olahraga,Abstract Menstrual pain (dysmenorrhea) is reported as the most common gynecological complain and the most frequent cause of teenager or adult absence from school, work, or other activities. One of the ways to prevent the dysmenorrhea is by doing exercise or sport activities. The objective of this study was to evaluate the relationship of exercise habit and dysmenorrhea in female. This research was an analytical study by using cross sectional design. The population of this study were all female preclinical students of Medical Faculty Andalas University in academicyear 2012-2013. There are 96 subject in this study that is derived by using Systematic Random Sampling. This study used primary data (a questionnaire concerning exercise habit and dysmenorrhea) and secondary data (female preclinical students data.) The results of this study showed that there are 82,3% respondents suffered from dysmenorrhea, most of them were the mild type of dysmenorrhea (42,7%), and most of the respondents are not used to do exercise as a habit (42,7%). The result of statistical test by using chi-square showed the p-value is equal to 0,117(p>0,05). Based on that result, it can be concluded that there is no any significant relation between the exercise habit and dysmenorrhea in female preclinical students of Keywords:  dysmenorrhea, primary dysmenorrhea, exercise habit, exercis

    Hubungan Pemberian Makanan Tambahan Dini terhadap Status Gizi Bayi Usia 4-6 Bulan di Daerah Pantai Kota Padang Tahun 2013

    Get PDF
    Abstrak Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka kematian bayi dan balita tertinggi di dunia, dengan persentase gizi kurang dalam kriteria sedang dan berat. Hal ini berkaitan dengan beberapa faktor, salah satunya adalah pemberian makanan tambahan dini. Makanan tambahan dini adalah makanan selain ASI yang diberikan pada bayi sebelum usia 6 bulan. Pemberian makanan tambahan dini tersebut dapat menyebabkan gangguan-gangguan kesehatan, seperti diare, infeksi saluran pernafasan, dan lain-lain, yang akan memengaruhi status gizi bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan dini terhadap status gizi bayi usia 46 bulan. Metode  penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, dengan populasi adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 4-6 bulan di kecamatan Padang Barat, Padang Utara, dan Koto Tangah, kota Padang dan jumlah sampel sebanyak 126 orang. Data diambil melalui pengukuran antropometri (penimbangan berat badan dan usia bayi) dan kuisioner. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil uji statistikmenunjukkan nilai p 0,043 (p value < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang bermakna antara pemberian makanan tambahan dini dengan status gizi bayi usia 4-6 bulan. Kesimpulan  penelitian ini ialah pemberian makanan tambahan dini dapat menyebabkan gizi kurang pada bayi usia 4-6 bulan.Kata kunci: makanan tambahan dini, status gizi, bayi, gizi kurangAbstract Indonesia is one of countries which has highest infant and child mortality in the world, with the percentage of malnutrition in moderate and severe criteria. It is related to several factors, one of which is an early complementary feeding. Early complementary food is the food other than breast milk given to infants before 6 months of age. Earlysupplementary feeding can cause health problems, such as diarrhea, respiratory tract infections, etc., which will affect the nutritional status of infants. The objective of this study was to determine the relationship of early complementary feeding on the nutritional status of infants aged 4-6 months. This research is using a cross sectional study’ method,however the entire population is mothers with  infants aged 4-6 months in the district of West Padang, North Padang and Koto Tangah, Padang city and the total sample of 126 people. Data retrieved through anthropometricmeasurements (weight and age of babies) and questionnaires. Relationships between variables were analyzed using Fisher's Exact Test. Statistical test results showed the p value of 0.043 (p value <0.05), which means that there is a significant relationship between early complementary feeding and nutritional status of infants aged 4-6 months. Theconclusion is early supplementary feeding can cause malnutrition in infants aged 4-6 months.Keywords: early complementary feeding, nutritional status, infant, malnutritio

    Karakteristik Pasien Penyakit Jantung Rematik yang Dirawat Inap di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    Abstrak Penyakit jantung rematik (PJR) adalah penyakit jantung sebagai akibat adanya gejala sisa (sekuele) dari demam rematik (DR) yang ditandai dengan terjadinya cacat katup jantung. Tujuan penelitian ini adalah melihat karakteristik pasien penyakit jantung rematik.yang dirawat. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan desain cross sectional study dan pendekatan retrospektif untuk menilai karakteristik pasien PJR di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari 2009 - Desember 2012. Populasi dan sampel sebanyak 54 sampel. Hasil penelitian menunjukkan distribusi pasien terbanyak pada kelompok umur 11-20 tahun (50%), perempuan (57,41%), tingkat pendidikan SD/sederajat dan SLTP/sederajat masing-masing 25,93%, pelajar/mahasiswa (53,70%), dan berasal dari daerah rural (70,37%). Sebagian besar pasien mengeluhkan keluhan utama sesak napas (62,96%). Hasil pemeriksaan elektrokardiografi memperlihatkan LVH sebesar 35,19% dan AF sebesar 27,78%. Berdasarkan pemeriksaan foto toraks umumnya pasien telah mengalami kardiomegali (92,59%). Berdasarkan pemeriksaan ekokardiografi yang paling banyak ditemukan adalah kelainan katup regurgitasi mitral (30,40%), derajat kerusakankatup berat (36,80%), dan fraksi ejeksi normal (72,97%). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat variasi karakteristik dari penderita PJR yang ada di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Kata kunci: penyakit jantung rematik, karakteristikAbstract Rheumatic heart disease is a cardiovascular disease caused by delayed sequele of rheumatic fever characterized by heart valve damage. The objective of this study was to observe the characteristics of RHD patients.This study is a descriptive observasional with cross-sectional study design and the retrospective by observing the characteristics of RHD patients in RSUP Dr. M. Djamil Padang from Januari 2009 – December 2012. The population and sample of this study was 54 patients. The result of this study showed that majority of the patients at the age group 11-20 years (50%), female (57.41%), elementary education degree/equal and junior high/equal of each 25.93%, students/university students (53.70%), and come from rural areas (70.37%). Most patients complained experiencedbreathlessness (62.96%). The result of electrocardiography showed LVH is the the highest (35.19%) and AF 27.78%. Based on chest X-ray examination majority of the patients showed a cardiomegaly (92.59%). Based on echocardiography examination, the most heart valve damage is mitral regurgitation (30.40%), the severity is severe (36.80%), and the fraction ejection is in normal limit (72.97%). The conclusion of this research, there are variation in the characteristics of RHD patients in RSUP Dr. M. Djamil Padang.Keywords: rheumatic heart disease, characteristic

    Analisis Sistem Pelaksanaan Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Malalak dan Biaro Kabupaten Agam

    Get PDF
    AbstrakKelas ibu hamil merupakan sarana belajar bersama bagi ibu hamil agar memperoleh pengetahuan yang cukup untuk mencegah komplikasi, meningkatkan cakupan kunjungan ibu hamil dan melakukan persalinan pada tenaga kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas Malalak dan Biaro Kabupaten Agam. Ini adalah suatu penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan wawancara terhadapa informan penelitian yang terdiri dari kepala dan kasie KIA (Kesehatan ibu dan Anak) dinas kesehatan kabupaten, kepala, fasilitator dan kader puskesmas, serta ibu hamil peserta kelas ibu hamil. Analisis input pelaksanaan kelas ibu hamil yaitu masih kurangnya pemahaman dari kebijakan yang sudah ada, tenaga yang belum cukup dan belum dilatih, sarana dan prasarana yang belum memadai. Analisis proses menunjukkan belum ada sosialisasi dengan stakeholder terkait, tahapan persiapan yang kurang matang karena kurangnya pertimbangan latar belakang budaya di Malalak, sehingga ditemukan berbagai kendala dalam hal pelaksanaan. Analisis output yaitu belum ada monitoring dan evaluasi khusus yang dilakukan oleh dinas kesehatan Kabupaten Agam dan kepala puskesmas Malalak. Secara keseluruhan kurangnya peran bidan dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pelaksana pelayanan kebidanan di komunitas dan belum adanya kolaborasi antar profesi dalam menjalankan program KIH. Sistem pelaksanaan kelas ibu hamil belum sesuai dengan pedoman pelaksanaan kelas ibu hamil. Perlu berbagai upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan dan mengembangkan pelaksanaan kelas ibu hamil.Kata kunci: puskesmas, analisis sistem, kelas ibu hamilAbstractAntenatal class is a learning tool for pregnant women to obtain sufficient knowledge to prevent complication, increase coverage of antenatal visits and having child delivery at the health care practitioner. The objective of this study was to analyze the system of antenatal class in Malalak and Biaro in Agam District. This is a descriptive qualitative study conducted interviews Informants as chief and section chief of maternal and child health department, head clinics, facilitator, cadre clinics and pregnant women who attend antenatal class. Analysis of input were lack of understanding of policy about antenatal class, lack of human resources and have not been trained for antenatal class, and inadequate infrastructure. Analysis of process showed the absence of socialization with relevant stakeholders, poor preparation which cause by lack of concern in culture in Malalak that make many barriers in implementation. Analysis of output showed the absence of specific monitoring and evaluation by ministry of health department and head of Malalak HC. In the whole system there is a lack of active role of midwife as a midwivery care practitioner in community in performing her duties and functions and there is none of interprofessional collaboration in implementation of this program. System of antenatal classes is not accordance with the guideline of antenatal class. Necessary effort to optimize and expand antenatal class implementation.Keywords: health care, system analysis, antenatal clas

    Pola Infeksi Oportunistik yang Menyebabkan Kematian pada Penyandang AIDS di RS Dr. M. Djamil Padang Tahun 2010-2012

    Get PDF
    AbstrakInfeksi oportunistik merupakan penyebab kematian utama pada 90% penyandang AIDS (Acquired Immuno-deficiency Syndrome). Peningkatan masif kematian akibat infeksi oportunistik meningkatkan angka mortalitas penyan-dang AIDS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola infeksi oportunistik yang menyebabkan kematian pada penyandang AIDS di RS Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2010-2012. Penelitian retrospektif dilakukan di RS Dr. M. Djamil Padang terhadap rekam medik penyandang AIDS dengan penyebab kematian infeksi oportunistik pada tahun 2010-2012. Hasil penelitian disajikan menggunakan tabel. Sebanyak 31 subyek penelitian diteliti dari jumlah total 132 penyandang AIDS rawat inap. Kelompok umur tertinggi pada subyek penelitian adalah 25-34 tahun dengan lama rawat 1-36 hari. Subyek penelitian didominasi oleh laki-laki dengan perbandingan 3:1 terhadap perempuan. Infeksi oportunistik penyerta terbanyak adalah kandidiasis oral dan tuberkulosis. Pada hasil penelitian, didapatkan infeksi oportunistik penyebab kematian pada penyandang AIDS terbanyak adalah bronkopneumonia (9 orang) dan yang paling sedikit adalah meningitis dan bronkitis kronis (1 orang). Mekanisme sebab kematian terbanyak adalah syok sepsis dan yang paling sedikit adalah herniasi serebri. Kesimpulan hasil studi ini menunjukkan infeksi oportunistik utama yang menyebabkan kematian pada penyandang AIDS di RS Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2010-2012 adalah gangguan sistem respirasi seperti bronkopneumonia dan tuberkulosis. Syok sepsis merupakan mekanisme sebab kematian terbanyak.Kata kunci: infeksi oportunistik, AIDS, kematianAbstractOpportunistic infections (OI) are the leading cause of death in 90% of people living with AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). The massive increasing number of death from opportunistic infections contributes to AIDS. The study was conducted to determine distribution of opportunistic infections as cause of death to people living with AIDS in Dr. M. Djamil Padang hospital within 2010-2012. A retrospective study was conducted at Dr. M. Djamil Padang hospital towards people with AIDS whom died by opportunistic infections within 2010-2012. The results of study are presented using tables. A total of 31 subjects were selected from 132 hospitalized people with AIDS. The group age of subjects was 25-34 years old with range of length of stay 1-36 days. Subjects are dominated by men against women with 3:1 ratio. Oral candidiasis and tuberculosis is the main secondary opportunistic infections in this study. This study observed that the major opportunistic infection in people with AIDS as leading cause of death is bron-chopneumonia (9 patients) and the least are meningitis (1 patient) and chronic bronchitis (1 patient). Most of death me-chanisms are due to septic shock and less likely due to cerebral herniation. It can be concluded that the main oppor-tunistic infection that causes death in people with AIDS is caused by respiratory disease such as broncopneumonia and tuberculosis. Septic shock is the leading mechanism of cause of death among all.Keywords: opportunistic infections, AIDS, deat

    Pengaruh Masase pada Punggung Terhadap Intensitas Nyeri Kala I Fase Laten Persalinan Normal Melalui Peningkatan Kadar Endorfin

    Get PDF
    AbstrakNyeri saat persalinan merupakan proses yang fisiologis. Sebanyak 12% - 67% wanita merasa khawatir dengan nyeri yang akan dialami saat persalinan. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri persalinan adalah dengan masase. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh masase pada punggung terhadap intensitas nyeri kala I fase laten persalinan normal melaui peningkatan kadar endorfin. Ini merupakan suatu penelitian experimental dengan post test only control group design yang dibagi atas kelompok perlakuan yang melakukan masase pada punggung dan kelompok kontrol yang tidak masase. Intensitas nyeri dinilai dengan kuisioner dan kadar endorfin diukur dengan human beta endorfin Elisa Kit. Data dianalisis menggunakan uji t-test independent dan korelasi Spearmen. Hasil penelitian ini ditemukan ibu bersalin yang dimasase memiliki intensitas nyeri lebih rendah 29.62 point dari pada yang tidak dimasase nilai p=0.001, ada pengaruh masase terhadap intensitas nyeri kala I persalinan normal. Ibu bersalin yang dimasase memiliki endorfin lebih tinggi dari pada yang tidak dimasase sebesar 142.82 pcg/mlnilai p=0.001 ada pengaruh masase terhadap kadar endorfin ibu bersalin normal. Ada korelasi kadar endorfin dengan penurunan intensitas nyeri dengan nilai r= 0,795 dan nilai p=0.001. Kesimpulan penelitian ini adalah masase pada punggung berpengaruh terhadap intensitas nyeri dan kadar endorfin ibu bersalin kala I fase laten persalinan normal serta kadar endorfin berkorelasi dengan intensitas nyeri kala I fase laten persalinan normal.Kata kunci: masase pada punggung, intensitas nyeri, kadar endorfin.AbstractPain in delivery is a physiological process. About 12% - 67% of women feel the pain during delivery. One of the ways to reduce pain during delivery process is to massage mother’s back. The objective of this research was to determine the effect of massage on the back to the pain intensity in normal delivery based on the level of endorphin. This study was an experimental study with post test only control group design by massaging mother’s back in normal delivery process of primiparous phase I for 30 minutes. Data collection was done for three months. The subject were choosen randomly block with 52 respondents. Data processing was done based on the Independent t-test and Spearmen Correlation. The results of this study shows that mothers who have massage on the back before delivery process, feel lower pain intensity in 29.62 points than those who do not have massage. The result of statistical test was p =0.001, so, the massage reduces the pain intensity. Mothers who have massage, get their endorphin increased as much as 142.82 PCG/ml compared to mothers who did not have massage. There was a correlation between the increase of endorphin level with the reduction of pain intensity. The result of statistical test shows that there is a strong correlation between the endorphin level with pain intensity with a value,r=0.795andp=0.001. It can be conluded that massage on the back can reduce pain intensity in normal delivery and increase the leve lof endorphin. Furthemore, there is a strong correlation between the increase of endorphin level with pain intensity in normal delivery. It is recommended that massage on the back can be done regularly in every normal delivery. Keywords: massage on the back, pain intensity, level of endorphi

    Hubungan Pelaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Short Course dengan Hasil Pengobatan Tuberkulosis Paru Puskesmas Padang Pasir Kota Padang 2011-2013

    Get PDF
    AbstrakTuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah utama kesehatan global di dunia. Pada tahun 2011, Indonesia berada di posisi keempat dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia. Dalam upaya penanggulangan TB, Indonesia telah mengadopsi strategi DOTS sejak tahun 1995. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2011, angka keberhasilan pengobatan di Puskesmas Padang Pasir yaitu 71,43% dan angka ini belum mencapai target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelaksanaan strategi DOTS dengan hasil pengobatan TB paru di Puskesmas Padang Pasir Kota Padang. Jenis Penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional study. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada responden menggunakan kuisioner yang kemudian di analisis melalui uji Chi-Square. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan adanya hubungan antara pelaksanaan komitmen oleh petugas kesehatan (p-value : 0,000), pelaksanaan pemeriksaan dahak (p-value: 0,005, ketersedian OAT (p-value : 0,002) dengan hasil pengobatan TB paru. Hasil uji statistik pada peranan PMO (p-value : 0,185) dan pencatatan pelaporan penderita TB paru (p-value 0,184) menunjukkan tidak terdapat hubungan dengan hasil pengobatan TB paru.Kata kunci: tuberkulosis paru, DOTS, hasil pengobatanAbstractTuberculosis (TB) remains a major problem pulmonary global health in the world. In 2011, Indonesia was in fourth position with the highest number of TB patients in the world. InTB controlefforts, Indonesia hasadopted theDOTS strategysince 1995.Based on the annual report of Padang City Health Department in 2011, the treatment success rate in Padang Pasir Health Center is 71.43% and this figure has not reached the national target. The study aims to determine the relationship implementation of the DOTS strategy with pulmonary TB treatment success in health centers Padang Padang Pasir.This type of study design was cross-sectional analytic study. Data were collected through interviews with respondents using a questionnaire which was then analyzed by chi-square test. The results of the chi -square statistical tests showed that the implementation of commitments by health workers (p - value: 0.000), the implementation of sputum examination (p - value : 0.005), availability of OAT (p - value : 0.002) have a correlation with the results of treatment of pulmonary tuberculosis . While results statistical tests on the role of the PMO (p - value : 0.185) reporting and recording of pulmonary TB patients (p– value : 0.184) showed there was no correlation with the results of treatment of pulmonary tuberculosis.Keywords: pulmonary tuberculosis, DOTS, treatment succes

    Pola Tekanan Darah Pada Lansia di Posyandu Lansia Kelurahan Padang Pasir Padang Januari 2014

    Get PDF
    AbstrakSaat ini, di seluruh dunia jumlah penduduk lanjut usia diperkirakan mencapai 500 juta, dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar. Berdasarkan data penduduk mutakhir, jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia sekarang sekitar 16 juta jiwa. Pada tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan mencapai 273 juta jiwa, dan hampir seperempat dari jumlah penduduk tersebut atau sekitar 62,4 juta jiwa tergolong sekelompok penduduk lanjut usia.Menjadi lanjut usia adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi normalnya.Kemunduran struktur dan fungsi organ juga terjadi pada sistem kardiovaskular, salah satunya adalah dinding arteri telah menebal dan kaku karena arteriosklerosis sehingga darah dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan darah dan menimbulkan berbagai komplikasi yang mengancam jiwa.Penelitian dilakukan pada lansia di posyandu lansia Kelurahan Padang Pasir pada Januari 2014. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan jenis cross sectional study dengan jumlah sampel 17 lansia. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran tekanan darah langsung kepada lansia. Hasil penelitian menemukan bahwa 11 dari 17 lansia (64,7%) menderita hipertensi. Kelompok umur terbanyak yang menderita hipertensi dalam rentang 60-65 tahun, dan angka kejadian wanita lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki serta stadium hipertensi yang dominan adalah stadium satu (140-159/90-99). Dari 11 lansia hipertensi, 10 diantaranya (90,9%) menderita hipertensi sistolik terisolasi.Kata Kunci: lansia, tekanan darah, hipertensi sistolik terisolasiAbstractCurrently, the worldwide number of elderly people is expected to reach 500 million, and is expected in 2025 will reach 1.2 billion. Based on the latest population data, the number of elderly people in Indonesia now around 16 million people. In 2025, Indonesia's population is projected to reach 273 million people, and nearly a quarter of the total population, or about 62.4 million people belong to a group of elderly people. Being elderly is a process of gradual disappearance of the network’s ability to self-repair or replace themselves and maintain the structure and function normally. Setbacks structure and function of organs also occur in the cardiovascular system, one of which is the arterial wall has been thickened and stiff due to arteriosclerosis so that blood is forced through narrow vessels than usual and cause a rise in blood pressure and cause life-threatening complications. The study was conducted elderly at Padang Pasir elderly intergrated health post in January 2014. This study used observational design with the type of cross -sectional study by using 17 elderly as samples. Files collection was performed by measurement of blood pressure directly to the elderly. The results found that 11 of the 17 elderly (64.7 %) had hypertension. Largest age group with hypertension in a span of 60-65 years, and the incidence of women is higher than men with the dominant stage is the first stage of hypertension (140-159/90-99). Between 11 elderly hypertensive, 10 of them (90.9 %) had isolated systolic hypertension.Keywords: elderly, blood pressure, isolated systolic hypertensio

    baran Luka Korban Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang

    Get PDF
    AbstrakKecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa dijalan yang melibatkan kendaraan atau pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran luka korban kecelakaan lalu lintas yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, mencakup jumlah kasus korban kecelakan lalu lintas berdasarkan jenis kelamin, usia, kategori pengguna jalan, jenis luka, lokasi luka dan patah tulang. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan cara mengumpulkan data sekunder yang diambil dari rekam medis korban kecelakaan lalu lintas (hidup dan meninggal) yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari 1 Juli 2010 sampai 30 Juni 2012. Didapatkan 100 kasus kecelakaan lalu lintas (korban meninggal) dan 73 kasus (korban hidup) yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan korban terbanyak laki laki dibanding perempuan. Rentang usia terbanyak yaitu usia dewasa awal (19 – 35 tahun). Kategori pengguna jalan yang banyak mengalami kecelakan lalu lintas adalah pengendara roda dua. Jenis luka terbanyak yaitu luka lecet. Ada 39,2% (korban meninggal) dan 42,6% (korban hidup). Lokasi luka terbanyak pada daerah kepala dan lokasi patah tulang terbanyak pada daerah ekstremitas bawah.Kata kunci: kecelakaan lalu lintas, luka, VeR AbstractTraffic accident is a condition involving vehicle or other street user, causing human victim or material loss. The objective of this study was to find the description of injuries to the victims of traffic accidents conducted an examination at RSUP Dr. M. Djamil Padang, Including total traffic accident victim cases which had been done a corps examination, distribution based on gender, age, street user category, type of wound, location of wound and fracture. This descriptive retrospective research conducted by taking secondary data of traffic accident victims (death and survivor) from RSUP Dr. M. Djamil Padang during period 1 July 2010 – 30 June 2012. It had been gotten 100 cases the victims of traffic accident for deaths and 73 cases for survivors at RSUP Dr. M. Djamil Padang. Male victims were larger than female victim,. The largest age group were found 19 – 35 years old. The many street user category that experiencing traffic accidents are motor bikers. The most common wounds were found abrasion wounds which 39.2% for deaths and 42,6% for survivors. The wounds usually were found at the head areas and the fractures were found at the lower limb region.Keywords: traffic accident, wound, Ve

    Pola Kepekaan Bakteri Penyebab Pneumonia terhadap Antibiotika di Laboratorium Mikrobiologi RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari sampai Desember 2011

    Get PDF
    AbstrakPeningkatan resistensi bakteri penyebab pneumonia terhadap beberapa antibiotika yang lazim digunakan oleh klinisi dalam pemberian terapi empirik akan menyebabkan berkurangnya keefektifan terhadap terapi pneumonia. Hal ini akan berdampak semakin tingginya morbiditas dan mortalitas yang disebabkan oleh infeksi pneumonia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kepekaan bakteri penyebab pneumonia terhadap antibiotika di Laboratorium Mikrobiologi RSUP. Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2011 - Desember 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif terhadap data sekunder hasil uji kepekaan antibiotika dan jenis kuman dari 432 pasien, menunjukkan jenis bakteri penyebab pneumonia adalah Klebsiella sp, Streptococcus α haemolyticus, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeuruginosa, proteus sp, Basillus, Escherichia coli dan Enterobacter. Pola kepekaannya menunjukkan bahwa rata-rata semua bakteri tersebut mempunyai sensitivitas tertinggi terhadap Netilmicin, Meropenem, dan Sulbactam + Cefoperazone. Resistensi tertinggi ditunjukkan oleh Erithromycin, Ampicillin, Sulfamethroxazole + Trimethroprime,Tetracyclin, dan Choramphenicol.Kata kunci: antibiotika, bakteri penyebab pneumonia, pola kepekaan AbstractIncreased resistance of bacteria that cause pneumonia to some antibiotics that are commonly used by clinicians in the provision of empiric therapy, it will cause a reduction in the effectiveness of the treatment of pneumonia. This will lead to increasing morbidity and mortality caused by pneumonia infection. The objective of this study wass to determine the sensitivity pattern of bacteria that cause pneumonia to antibiotics in the Department of Microbiology Laboratory. Dr. M. Djamil Hospital Padang period from January 2011 to December 2011. The research method used was a descriptive and retrospective review of secondary data and antibiotic sensitivity test results of 432 patients types of germs. The results indicated the type of bacteria that cause pneumonia are Klebsiella sp, Streptococcus α haemolyticus, Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeuruginosa, Proteus sp, Basillus, Escherichia coli, and Enterobacter. Sensitivity pattern showed that the average of all the bacteria has the highest sensitivity to Netilmicin, Meropenem, and Sulbactam + Cefoperazone, Highest resistance shown by Erithromycin, Ampicillin, Sulfamethroxazole Trimethroprime +, Tetracycline, and Choramphenicol.Keywords: antibiotics, the bacteria that caused pneumonia, sensitivity patter

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇