Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
1143 research outputs found
Sort by
Uji Efek Antibakteri Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa) Dalam Kapsul yang Dijual Bebas Selama Tahun 2012 di Kota Padang Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Secara In Vitro
AbstrakJintan Hitam atau Nigella sativa diketahui memiliki kemampuan sebagai antibakteri, seperti terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kedua bakteri ini memiliki sifat yang berbeda namun memiliki kesamaan dari penyakit yang disebabkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efek antibakteri produk minyak jintan hitam (Nigella sativa) dalam bentuk kapsul antara bakteri Staphylococcus aureus dan Escherechia coli secara in vitro. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari 2012 - Desember 2012 di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Penelitian ini menunjukkan bahwa semua sampel jintan hitam yang digunakan tidak memiliki efek antibakteri terhadap Escherichia coli dan semua sampel tersebut memiliki efek antibakteri yang bervariasi pada Staphylococcus aureus. Analisis Anova menunjukkan bahwa masing-masing sampel minyak Nigella sativa memberikan efek berbeda secara signifikan pada pertumbuhan Staphylococcus aureus, bahkan enam diantaranya memiliki efek yang lebih baik daripada Cepoperazon (25 mm) sebagai kontrol yang digunakan.Kata kunci: Nigella sativa, efek antibakteri, Staphylococcus aureus, Escherichia coli. AbstractBlack Cumin or Nigella sativa known have the capability as antibacterial, such as to Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Both of these bacteria have different properties but have similarities from diseases they may cause. The objective of this study was to compare anti-bacterial effects of black cumin oil (Nigella sativa) which has been packaged in capsules towards Staphylococcus aureus and Escherichia coli in vitro The research was conducted in January 2012 to December 2012 at the Microbiology laboratory, Medicine Faculty of Andalas University. The results of this research indicate that all black cumin samples that are used did not have antibacterial effect against Escherichia coli and all samples had antibacterial effects on Staphylococcus aureus with germ-free area that size varies. Anova analysis results indicate that each of Nigella sativa gives differ effects significantly on Staphylococcus aureus growth, even six of them have better effect than Cepoperazon (25 mm) were used as controls.Keywords: Nigella sativa, antibacterial effect, Staphylococcus aureus, Escherichia col
Perbedaan Daya Hambat Ekstrak Daun Sirih Hijau ( Piper betle L. ) dan Daun Sirih Merah ( Piper crocatum Ruiz & Pav ) terhadap Pertumbuhan Escherichia coli
AbstrakSirih hijau (Piper betle L.) dan sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) dipercaya memiliki khasiat mencegah penyakit infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Escherichia coli. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan perbedaan daya hambat ekstrak daun sirih hijaudan daun sirih merah terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan desain post test only control group. Penelitian dilakukan di laboratorium mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Hasil penelitian adalah: 1. Efek daya hambat ekstrak daun sirih merah pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, yaitu 0,6cm, 1,1cm, 1,2cm, dan 1,2cm; 2. Ekstrak daun sirih hijau tidak memiliki efek daya hambat pada konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%. Kesimpulan eksperimen ini adalah ekstrak daun sirih merah memiliki efek daya hambat lebih baik daripada ekstrak daun sirih hijau.Kata kunci: ekstrak daun sirih hijau, ekstrak daun sirih merah, escherichia coli, daerah bebas hambat AbstractGreen betel (Piper betle L.) and red betel (Piper crocatum Ruiz & Pav) are trusted of possessing an efficacy of preventing urinary tract infection caused by Eschericia coli. The objective of this study was to explain the difference of inhibition zones between the green betel and the red betel towards the growth of Eschericia coli. The type of this research was experimental study with post test only control group design. This research was carried out in Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine Andalas University.The results of this research were: 1.The inhibition zones of red betel extract in concentration of 2.5%, 5%, 7.5%, and 10% were 0.6 cm, 1.1 cm, 1.2 cm, and 1.2 cm; 2. The extract of green betel had none of inhibition zones in concentration of of 2.5%, 5%, 7.5%, and 10%. In conclusion, the red betel extract has better inhibition zones than the green betel extrac.Keywords: green betel extract, red betel extract, eschericia coli, inhibition zon
Hubungan Faktor Lingkungan dengan Kejadian Diare Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kambang Kecamatan Lengayang Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2013
AbstrakPuskesmas Kambang adalah kejadian diare terbanyak di Pesisir Selatan yang menjadi insiden tertinggi di Sumatera Barat tahun 2012 dengan kondisi sanitasi yang sehat kurang dari 60%. Hampir sepertiga kasusnnya terjadi pada balita (26,7%). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian diare balita. Penelitian menggunakan desain analitik cross sectional dengan jumlah subjek 63 orang dengan teknik multi stage random sampling. Penelitian menggunakan kuesioner melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian didapatkan analisis univariat kejadian diare balita 36 (57,1%), pembuangan tinja yang tidak sehat 34 (54%), sumber air minum tidak sehat 30 (47,6%), SPAL RT yang buruk 40 (63,5%), pengelolaan sampah yang buruk 36 (57,1%). Analisis bivariat didapatkan hasil ada hubungan signifikan antara pembuangan tinja dengan kejadian diare balita (p=0,010), OR=4,5. Ada hubungan signifikan antara sumber air minum dengan kejadian diare balita (p=0,026), OR=3,7. Ada hubungan yang signifikan antara SPAL RT dengan kejadian diare balita (p=0,003), OR=6. Ada hubungan yang signifikan antara pengelolaan sampah dengan kejadian diare balita (p=0,043), OR=3,3. Kesimpulan adalah ada hubungan yang signifikan antara faktor lingkungan.Kata kunci: diare, balita, faktor lingkungan AbstractKambang Health Center has the highest incidence of diarrhea in the South Pesisir which became the highest incidence in West Sumatra in 2012 with healthy sanitary conditions of less than 60%. Nearly one-third of cases occur in children under five (26.7%). The objective of this study was to determine the relationship of environmental factors with the incidence of diarrhea in children under five.This study used a cross sectional analytic method with a total subjek were 63 people, chosen by multistage random sampling technique. This study also used a questionnaire with interviewed and observation. Univariate analysis results showed that the incidence of diarrhea children under five 36 (57.1%), unsanitary excreta disposal 34 (54%), the source of drinking water is not healthy 30 (47.6%), poor waste water drainage system 40 (63.5%), poor waste management 36 (57.1%). Bivariate analysis showed significant relationship between excreta disposal site with the incidence of diarrhea in children under five with p=0.010 and OR=4.5. There is a significant relationship between sources of drinking water with the incidence of diarrhea in children under five with p=0.026 and OR=3.7. There is a significant relationship between the waste water drainage system with the incidence of diarrhea in children under five with p=0.003 and OR=6. There is a significant relationship between waste management with the incidence of diarrhea in children under five with p=0.043 and OR=3.3.In conclusion, there were significant relationship between environmental factors.Keywords: diarrhea, children under five, environmental factor
Insidens Riwayat Hipertensi dan Diabetes Melitus pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RS. Dr. M. Djamil Padang
AbstrakPenyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit non-infeksi yang menjadi sorotan dunia. Hal ini terkait dengan adanya perubahan gaya hidup seiring dengan perkembangan zaman. WHO pada tahun 2008 memperkirakan 17,3 juta jiwa meninggal akibat penyakit kardiovaskular, 7,3 juta jiwa diakibatkan oleh PJK dan 6,2 juta akibat strok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran insidens riwayat hipertensi dan diabetes melitus pada pasien PJK di RS. Dr. M. Djamil Padang. Ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang yang dilakukan di Bagian Rekam Medik RS. Dr. M. Djamil Padang yang berlangsung dari Februari 2012 sampai Maret 2013. Populasi penelitian sebanyak 184 rekam medik, tetapi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 124 sampel Pengolahan data dilakukan secara manual dan ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi pasien PJK berdasarkan usia yaitu kelompok usia 51-56 tahun sebesar 30,64% dan sebagian besar adalah laki-laki (75%). Prevalensi riwayat hipertensi pada pasien PJK didapatkan sebesar 46,77%, sedangkan riwayat diabetes melitus sebesar 10,48%.Kata kunci: penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes mellitus AbstractCoronary heart disease (CHD) is one of the non-infectious disease that become the world spotlight. It is associated with a change in lifestyle paralel to the era development. WHO in 2008 estimated that 17,3 million people died from cardiovascular disease, 7,3 million attributable to CHD, and 6,2 million died due to stroke. The objective of this study was to describe the incident history of hypertension and diabetes mellitus in patient with CHD in Dr. M. Djamil Hospital Padang. This was a descriptive study with cross sectional design which carried out in Medical Record of Dr. M. Djamil Hospital Padang from February 2012 until March 2013. The population in this study were 184 medical record, but the samples had the inclusion and exclusion criteria were 124 medical record. All data were processed and analysed by manually and then the data shown by frequency distribution table. The result showed the highest distribution of CHD patient based on age is in the age group of 51-56 years, and majority were male (75%). The prevalence of hipertension history in CHD patient is 46.77% while a history of diabetes mellitus is 10,48%.Keyword: coronary heart disease, hypertension, diabetes mellitus
Hubungan Lama Penggunaan Obat Anti Nyamuk Bakar dengan Kadar Kolinesterase Darah pada Masyarakat Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang
AbstrakPada saat ini, pestisida banyak digunakan dalam bidang pertanian, namun pestisida juga masuk ke dalam rumah tangga untuk membasmi hewan pengganggu dan penyebab penyakit, yaitu berupa insektisida yang terdapat dalam obat anti nyamuk bakar yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama penggunaan obat anti nyamuk bakar dengan kadar kolinesterase darah pada masyarakat kelurahan Jati Rumah Gadang Padang. Desain penelitian ini adalah cross sectional study dengan populasi masyarakat di Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang. Pemilihan subjek secara accidental sampling mendapatkan 23 responden. Pemeriksaan kadar kolinesterase menggunakan alat spektrofotometri. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil uji statistik menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara lama pemakaian obat anti nyamuk bakar dengan penurunan kadar kolinesterase (p=0.395), namun berisiko untuk terjadi penurunan kadar kolinesterase dengan OR=4.250 pada masyarakat Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan obat anti nyamuk bakar berisiko untuk terjadi keracunan.Kata kunci: obat anti nyamuk bakar, kolinesterase, insektisida AbstractIn this time, pesticide is not only used by agriculture sector but also used by household sector to eradicate insects and disease agents, one of them is anti mosquito fuel which contain insecticide. Insecticide is kind of dangerous chemical substance which can give a negative effect to the human health. The objective of this study was to determine correlation between prolonged use of anti mosquito fuel and cholinesterase concentration to Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang society. This was a cross sectional study which population are society in Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang. The subjects were 23 persons which chosen by using accidental sampling methode. Cholinesterase examination used spectrophotometric. It was analyzed by chi-square correlation test by tofor Windows. The result showed, there was no significant correlation (p = 0,395) between prolonged use of anti mosquito fuel with decreasing of cholinesterase concentration but it risked to decrease the cholinesterase concentration (OR=4.250) of Kelurahan Jati Rumah Gadang Padang society. The conclusion of this research is the society whom used anti mosquito fuel it risked getting poisoned.Keywords: anti mosquito fuel, cholinesterase, insecticid
Pengaruh Pemberian Susu Coklat Terhadap Kadar F2Isoprostan pada Siswa di Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) Sumatera Barat
Abstrak Latihan fisik yang berlebihan dapat meningkatkan produksi radikal bebas di dalam tubuh. Peningkatan radikalbebas ini kalau tidak dinetralisasi oleh antioksidan di dalam tubuh, maka terjadilah stres oksidatif yang dapatmenyebabkan terjadinya peroksidasi lipid, sehingga menghasilkan produk senyawa F2-isoprostan yang dapatberdampak terhadap berbagai masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruhpemberian susu coklat terhadap kadar F2-isoprostan. Penelitian ini merupakan eksperimental pre and post test controlgrup design terhadap 36 siswa atlet, yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Subjek dibagi dua kelompok yaituyang diberikan perlakuan susu coklat dan kontrol susu putih. Susu diminum setelah latihan fisik rutin atlet sebanyaksatu kali sehari selama 15 hari. Kadar F2-isoprostan dinilai sebelum dan sesudah secara ELISA. Data dianalisisdengan paired sample t-Test, bermakna bila p<0,05. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar F2-isoprostan sebelumperlakuan pada kelompok susu coklat adalah 65,98±14,61 pg/ml dan sesudah perlakuan adalah 45,55±13,74 pg/ml.Rerata kadar F2-isoprostan sebelum perlakuan pada kelompok kontrol susu putih adalah 54,24±20,44 pg/ml dansesudah perlakuan adalah 48,80±20,23 pg/ml. Kesimpulan yang diperoleh ada pengaruh yang bermakna dari reratakadar F2-isoprostan sebelum dan sesudah perlakuan baik pada kelompok perlakuan susu coklat dan kelompok kontrolsusu putih.Kata kunci: latihan fisik, radikal bebas, F2-isoprostan, susu coklatAbstract Excessive physical exercise can increase the production of free radicals in the body. The increase in freeradicals if not neutralized by antioxidants in the body and it caused oxidative stress which can cause lipid peroxidation,resulting in F2-isoprostane product compounds that can affect a variety of health problems. The objective of this studywas to determine the influence of milk chocolate on F2-isoprostane levels. This study was an experimental pre andpost test control group design to the 36 student athletes, who meet the inclusion and exclusion criteria. The subjectswere divided in two groups: the treatment given milk chocolate and white milk is given control, drunk after a routinephysical exercise athlete, once a day for 15 days. F2-isoprostane levels were assessed before (pre) and after (post) byELISA, the data were analyzed by Paired Sample t-Test, significant if p <0.05. The results showed average levels ofF2-isoprostane before treatment group was 65.98 ± chocolate milk 14.61 pg / ml and after treatment was 45.55 ±13.74 pg / ml. Average F2-isoprostane levels before treatment in the control group was 54.24 ± white milk 20.44 pg /ml and after treatment was 48.80 ± 20.23 pg / ml. There is a significant influence on the mean levels of F2-isoprostaneboth before and after treatment in the treatment group and the control group of milk chocolate and white milkKeywords: physical exercise, free radicals, f2-isoprostane, milk chocolat
Perbedaan Kadar Endotelin-1 Plasma pada Penderita Preeklampsia dengan Kehamilan Normotensif
Abstrak Endotelin-1 merupakan derivat endotelium yang ampuh sebagai vasokontriksi paling kuat yang memiliki 21 asam amino. Kerusakan lapisan endotel mengaktivasikan peningkatan vasokontriksi yaitu endotelin-1. Peningkatan endotelin-1 ini menyebabkan terjadinya resistensi diseluruh sistem vaskuler maternal yang memiliki lapisan endotel sehingga menimbulkan manifestasi klinis preeklampsia. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan kadar endotelin-1 plasma pada penderita preeklampsia dan kehamilan normotensif. Penelitian bersifat observasional dengan desaincross sectional comparative. Penelitian ini dilakukan di RSUP Dr.M.Djamil Padang dan RS Tk.III Reksodiwiryo Padang. Sampel penelitian ini terdiri dari dua kelompok yaitu 16 penderita preeklampsia dan 16 kehamilan normotensifdengan waktu penelitian dari Juni sampai Agustus 2014. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Biomedik Universitas Andalas Padang. Pemeriksaan kadar endotelin-1 menggunakan metode ELISA. Analisa statistik mengunakan univariat dan bivariat. Analisa bivariat mengunakan uji t tidak berpasangan yang telah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa rerata kadar endotelin-1 plasma pada penderita preeklampsia yaitu 0,73 ± 0,15 pg/ml, rerata kadar endotelin-1 plasma pada kehamilan normotensif yaitu 0,56 ±0,13 pg/ml dengan nilai p<0,05 (0,002). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan kadar endotelin-1 yang signifikan rerata kadar endotelin-1 plasma pada penderita preeklampsia dengan kehamilan normotensif.Kata kunci: preeklampsia, endotelin-1, normotensifAbstract  Endothelin-1 is potent endothelium derived as the strongest vasocontrictor that has 21 amino acids. Damage of endothelial layer activated the increasing of vasoconstriction which is endothelin-1. The increasing of endothelin-1 caused a resistence across the maternal vascular system that has endothelial layer make a clinical manifestations of preeclampsia. The objective of this study was to determine the difference of endothelin-1 plasm level of preeclampsia and normotensive pregnancies. This study was an observational study with cross sectional design. This study hasbeen done in RSUP Dr.M.Djamil and Reksodiwiryo hospital in Padang. The sample of this study consisted of two groups 16 patients with preeclampsia and 16 normotensive pregnancies from June to August 2014. The sampleanalyzed in biomedical laboratory of Andalas University Padang. Endothelin-1 plasm level examined by using ELISA method statically. The data analyse using univariate and bivariate analyses. Bivariate analysis using unpaired t-test that used test of normality and homogenity test before. Result found that the avarege of endothelin-1 plasm level onpreeclampsia was 0.73±0.15 pg/ml while the avarege in normotensive pregnancy was 0.56±0.13 pg/ml. The probability value was 0.002 (p<0.05). This reseach concluded that there is significant difference of endothelin-1 plasm level between preeclampsia and normotensive. Keywords: preeclampsia, endothelin-1, normotensiv
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang
Abstrak Faktor risiko seperti usia lanjut, jenis kelamin wanita, penyakit penyerta (depresi dan penyakit lain), status sosial ekonomi rendah menyebabkan insomnia. Penelitian mengenai prevalensi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian insomnia di Poliklinik Saraf RS DR. M. Djamil Padang belum pernah dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya insomnia di poliklinik saraf RS DR. M. Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus yang dikembangkan oleh Snedecor & Cochran dan didapatkan jumlah sampel 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acakdimana pasien yang memenuhi kriteria inklusi langsung menjadi sampel penelitian. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan beberapa skala, Insomnia Severity Index, dan Beck depression inventory scale. Data dikumpulkan dari t 1 Juli sampai 31 Agustus 2013. Data ditampilkan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan dilakukan analisis bivariatdan multivariat. Kejadian Insomnia dialami oleh 38% (38 orang) pasien yang berkunjung ke poliklinik saraf RS DR. M.Djamil Padang dengan jenis kelamin terbanyak pada wanita 24(45,3%) dan pada kelompok umur 61-70 tahun (3,3%). Insomnia berhubungan dengan depresi (p= 0,00) dan tidak berhubungan dengan umur (p=0,472), jenis kelamin (p=0,111), status ekonomi (p=0,075), riwayat insomnia di keluarga (p=0,197). Depresi (p=0,00; OR=9,20) dan nyeri kronik (p=0,031; OR=4.253) merupakan faktor yang dominan berhubungan dengan kejadian Insomnia. Kata Kunci: insomnia, tidur, insomnia severity index, beck depression inventory scaleAbstract A number of risk factors such as advanced age, female gender, co-morbidities (such as depression and other diseases), low socioeconomic status causes insomnia. Research on the frequency of insomnia in DR. M. Djamil hospital Padang has never been done. The objective of this study was to determine the factors that influence the incidence of insomnia in neurology outpatient of DR. M. Djamil Hospital Padang. This study was a cross-sectional design. Sampling method was consecutive sampling, in which patients who met the inclusion criteria were included. Data were collected using questionnaires and some scales; Insomnia Severity Index (ISI) and the Beck depression inventory scale. Data were collected from the date of July 1 – August 31 2013. Data were displayed in the form of afrequency distribution table and performed bivariate and multivariate analysis. Insomnia was experienced by 38% (38 people) of patients who visited Neurology Outpatient of DR. M. Djamil Hospital Padang with the highest incidence in women 24 (45.3%) and in the age group 61-70 years (3.3%). Insomnia associated with depression (p = 0.00) and wasnot associated with age (p = 0.472), sex (p = 0.111), economic status (p = 0.075), family history of insomnia (p = 0.197). Depression (p = 0.00; OR=9.204) and chronic pain (p=0.031; OR=4.253) was the dominant factor associated with the incidence of insomnia.Keywords: sleep, insomnia, insomnia severity index, beck depression inventory scal
Profil Merokok pada Pelajar di Tiga SMP di Kota Padang
Abstrak  Merokok merupakan kontributor utama kematian. Jumlah perokok semakin meningkat di seluruh dunia dan sebagian besar berada dinegara berkembang, termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan perokok terbanyak ketiga di dunia, prevalensi perokok remaja di Indonesia semakin meningkat setiap tahun. Dengan menggunakan kuesionerGlobal Youth Tobacco Survey, kami meneliti profil merokok pada pelajar di tida SMP di kota Padang. Desain peneitian adalah crossectional. Data diperoleh dari kuesioner Global Youth Tobacco Survey, berbahasa Indonesia. Didapatkan sampel 240 murid dari 3 SMP dipilih secara acak di Kota Padang. Hasil : 27,7% murid pernah merokok, dan semuanya adalah laki-laki. 29% mencoba rokok pada usia kurang dari 10 tahun. 37% murid masih merokok sampai sekarang, 46% diantaranya sudah ketagihan rokok. Sebanyak 77,1% murid yang pernah merokok mempunyai orang tua perokok. Sebagian besar dari total sampel terpapar asap rokok lingkungan baik di rumah dan di tempat-tempat umum. Kesimpulan: Lebih dari seperempat pelajar di tiga SMP di kota Padang pernah merokok dan semuanya laki laki, dan mencoba merokok padausia kurang dari 10 tahun. Hampir seperlima sudah ketagihan merokok.Kata kunci: Pelajar, Merokok, Global Youth Tobacco SurveyAbstract Smoking is the mayor contibutor of death, and the number of smoker is growing overworld. More of them live in the developing country, including Indonesia. As the third of most smoker number, the teenager smoker prevalence in Indonesia is increase over year. By using Indonesian language adapted of Global Youth Tobacco Survey quessionaires, we researched smoking teenager behaviour and realted factors at Junior High School of Padang. Design of study is crossectional, datas collected from 240 students of three randomized selected Junior High School, by Global Youth Tobacco Survey quessionaires that has adapted to Indonesian language. Results : 27,7% of students reported that they ever smoked cigarettes, and all of them are boys, 29% started to smoke before 10 years old. 37% of ever smoked students are still smoking untill now. 46% are addicted to smoke. 71,7% has smoking parents. Over 6in 10 students exposed to smoke from others either at home and in public places.Keywords: Students, Smoking, Global Youth Tobacco Surve
Pengaruh Kompres Panas dan Dingin terhadap Penurunan Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan Fisiologis Ibu Primipara
AbstrakPersalinan adalah peristiwa fisiologis dalam setiap perkembangan seorang wanita menjadi ibu.Peristiwa ini dapat menimbulkan trauma karena nyeri yang dialaminya.Beberapa ibu bahkan memilih untuk melahirkan secara sectio caesareatanpa indikasi medis untuk menghindari nyeri tersebut. Terapi kompres panas dan dingin merupakan salah satu metode non farmakologis untuk mengatasi nyeri.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres panas dan dingin terhadap penurunan nyeri kala I fase aktif persalinan fisiologis ibu primipara. Jenis penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan One Group Pretest Postest. Penelitian dilaksanakan di BPS Bunda dan BPS Rita Bukittinggi tanggal 26 Maret s/d 26 Mei 2014.Populasi penelitian ini adalah ibu primipara inpartu kala I fase aktif menggunakan tekhnik Non Probability Sampling dengan metode sampel Consecutive Sampling. Dari hasil penelitian diperoleh rerata derajat nyeri sebelum kompres panas adalah 7,29±1,102 dan sebelum kompres dingin adalah 7,33±1,238. Rerata derajat nyeri setelah kompres panas adalah 4,95±1,244 dan setelah kompres dingin adalah 3,90±0,889. Tidak terdapat perbedaan rerata derajat nyeri sebelum kompres panas dandingin p = 0,896. Terdapat perbedaan rerata derajat nyeri setelah kompres panas dan dingin p = 0,003. Terdapat perbedaan selisih derajat nyeri kompres panas dan dingin p = 0,001. Dapat disimpulkan terdapat perbedaan pengaruh pemberian kompres panas dan dingin terhadap penurunan nyeri persalinan.Kata kunci: kompres panas, kompres dingin, nyeri persalinanAbstractChildbirth is a physiologic process that happened in each woman’s development to be a mother. This process may cause trauma because of the pain. Even, some mother choose sectio caesarea without medical implication as a labor choice.Hot and cold compress therapy is one of non-pharmacological approach to reduce pain. The objective of this study was to determine the difference of the effect of hot and cold compress pain relief during active first stage of physiologic labor in primiparous women.This is an experimental study with one group pretest posttest design. This study takes places in BPS Bunda and BPS Rita in Bukittinggi from 26th of March till 26th of May, 2014. The population of this study was inpartu primiparous women in active first stage of labor using non probability sampling and consecutive sampling method.The result of this study are mean rate of the pain before hot compress are 7.29±1.102 and before cold compress are 7.33±1.238. Mean rate of the pain after hot compress are 4.95±1.244 and after cold compress are 3.90±0.889. There is no differences of the pain during labor before hot and cold compress p=0.896. There is differences of the pain during labor after hot and cold compress p=0,003. There is differences of the pain deviation in hot compress and cold compress p=0.001. We conclude that there is the difference of the effect of hot and cold compress on pain relief during labor.Keywords: hot compress, cold compress, pain during labo