Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Efek Pengurangan Durasi Tidur terhadap Jumlah dan Hitung Jenis Leukosit pada Tikus Wistar

    Get PDF
    AbstrakSleep Deprivation (SD) adalah hilangnya waktu tidur komplit  untuk periode tertentu ataupun durasi tidur yang lebih pendek dari waktu optimal yang dibutuhkan. Sleep deprivation mempengaruhi sistem kekebalan tubuh sebagaimana terganggunya irama sirkadian. Tujuan peneltian ini adalah menentukan efek dari sleep deprivation terhadap jumlah dan hitung jenis leukosit pada tikus wistar. Penelitian ini adalah studi eksperimental  terhadap 24 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok, terdiri dari kelompok kontrol (K0), kelompok perlakuan P1 (SD 48 jam), P2 (SD 72 jam) dan P3 (SD 96 jam).  Jumlah leukosit, eosinofil, neutrofil, limfosit dan monosit diperiksa dengan Blood Analyzer Impedant Pentra 60. Analisis data menggunakan one way Anova dengan signifikansi p<0,05. Hasil yang didapat ialah jumlah leukosit pada kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 tidak menunjukkan perbedaan signifikan (12091±4712,3). Hitung eosinofil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok P1 (0,93±0,7) dan P2 (1,75±1,5) dibandingkan K0 (0,13±0,08). Pada P3 (0,32±0,35) terlihat penurunan hitung eosinofil yang signifikan dibandingkan dengan kelompok P2. Hitung neutrofil menurun pada kelompok P3 (6,5±8,1) dibandingkan dengan kelompok K0 (10,9±3,7) dan P2 (13,5±4,2). Hitung limfosit menurun pada P2 (78,1 ±7,3) dibanding K0 (86,3±3,9), dan meningkat pada P3 (87,4 ±6,5) dibanding P2. Monosit pada kelompok perlakuan P1, P2 dan P3 tidak menunjukkan perbedaan signifikan (2,0 ±0,5).                            Kata kunci: sleep deprivation, leukosit, eosinofil, neutrofil, limfosit, monosit AbstractSleep Deprivation (SD) is a complete loss of sleep for a certain period or a shorter sleep duration than the optimal time required. Sleep deprivation affects the immune system as well as the disruption of circadian rhythms. The objective of this study was to determine the effect of sleep deprivation on total and differential counting of leukocytes. This was an experimental study on 24 rats which divided into four groups, consisting of the control group (K0), the treatment group P1 (SD 48 hours), P2 (SD 72 hours), and P3 (SD 96 hours). After treatment, total number leukocytes, eosinophils, neutrophils, lymphocytes and monocytes were calculated using a blood analyzer impedant pentra 60. Analysis of the data using a one way ANOVA with significance p <0.05. The number of leukocytes in the treated group P1, P2 and P3 showed no significant difference (12091 ± 4712.3). Eosinophil count results showed a significant increase in the P1 group (0.93 ± 0.7) and P2 (1.75 ± 1.5) compared to K0 (0.13 ± 0.08).  The P3 (0.32 ± 0.35) showed a significant reduction in eosinophil count compared with the P2 group. Neutrophil count decreased in the P3 group (6.5 ± 8.1) compared with the group K0 (10.9 ± 3.7) and P2 (13.5 ± 4.2). Lymphocyte count decreased in P2 (78.1 ± 7.3) compared to K0 (86.3 ± 3.9), and increases in P3 (87.4 ± 6.5) compared to P2. Monocytes in  P1, P2 and P3 showed no significant difference (2.0 ± 0.5).                             Keywords: sleep deprivation, leukocytes, eosinophil, neutrophil, limfosit, monocyt

    Hubungan Kategori Berat Badan Lahir Rendah dengan Nilai Apgar di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari-Desember 2013

    Get PDF
    AbstrakBerat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah berat lahir < 2500 gram. BBLR merupakan prediktor utama angka kesakitan dan kematian bayi. Salah satu faktor yang dipengaruhi oleh berat lahir rendah adalah nilai Apgar. Nilai Apgar adalah hasil penilaian status atau evaluasi keadaan bayi lahir pada 1 dan 5 menit pertama Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan BBLR dengan nilai Apgar. Penelitian analitik ini mengumpulkan data retrospektif rekam medis BBLR di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari-Desember 2013. Berat lahir dibagi menjadi 3 kategori, yaitu BBLR, BBLSR, BBLASR. Nilai Apgar dibagi menjadi 3 kategori yaitu, normal, asfiksia sedang, asfiksia berat. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Dari 111 kasus bayi BBLR, didapatkan kasus BBLR (81,3%), BBLSR (15,3%), BBLASR (3,6%). Dari nilai Apgar menit ke-1 didapatkan nilai apgar normal (58,6%), asfiksia sedang (29,7%), asfiksia berat (11,7%). Pada nilai Apgar menit ke-5 didapatkan nilai Apgar normal (75,7%), asfiksia sedang (22,5%), asfiksia berat (1,8%). Analisis bivariat chi-square menunjukkan nilai Apgar menit ke-1 memiliki hubungan yang signifikan dengan berat lahir rendah (p=0,035). Nilai Apgar menit ke-5 tidak memiliki hubungan dengan berat lahir rendah (p=0,285).Kata kunci: berat badan lahir rendah, nilai Apgar1Mahasiswa FK Unand, 2Bagian Pulmonologi FK Unand, 3Bagian Patologi Anatomi FK UnandAbstractLow Birth Weight (LBW) is a birth weight < 2500 gram. LBW is a major predictor of infant morbidity and mortality. LBW  is a factor that can affect Apgar score. Apgar score is a test to assess baby’s condition at 1st minute and 5th minuteafter birth. The objective of this study was to determine the relationship between low birth weight and Apgar score. This analytic research by obtaining retrospective data from medical records of LBW babies at RSUP Dr. M. Djamil Padang from January until December 2013. Birth weight was devided into three categories; BBLR, BBLSR, BBLASR. Apgar score  was divided into three categories; normal/vigorous baby, light asphyxia and severe asphyxia.  Among 111 cases of LBW, BBLR (81.3%), BBLSR (15.3%), BBLASR (3.6%) were found in this study. Normal Apgar score (58.6%), Light asphyxia (29.7%), and severe asphyxia (11.7%) were found in 1st minute Apgar score. Normal Apgar score (75.7%), light asphyxia (22.5%), and severe asphyxia (1.8%) were found in 1st minute Apgar score. Chi-square test showed 5th minute of Apgar score was statistically significant to LBW (p=0.035). Chi square test showed 5th minute of Apgar score was not statistically significant to LBW (p=0.285).Keywords: low birth weight, Apgar scor

    Hubungan Karakteristik Ibu dengan Pemilihan Kontrasepsi di Puskesmas Padang Pasir Padang

    Get PDF
    AbstrakPemerintah berupaya menekan laju pertumbuhan Indonesia dengan melaksanakan program Keluarga Berencana (KB) yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2004-2009 adalah meningkatkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang. Saat ini terdapat berbagai metode kontrasepsi. Banyak wanita mengalami kesulitan dalam memilih kontrasepsi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan karakteristik ibu dengan pemilihan kontrasepsi. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan metode cross sectional.  Populasi penelitian adalah seluruh pasangan usia subur yang sudah menikah dan masih aktif menjadi akseptor KB.  Sampel diambil dengan menggunakan teknik consecutive sampling berjumlah 96 responden. Variabel dependen pada penelitian ini adalah  umur ibu, jumlah anak dan tingkat pendidikan sedangkan variabel independen adalah pemilihan kontrasepsi. Hasil penelitian didapatkan 29 responden memilih kontrasepsi IUD (30,21%) dan 67 responden memilih kontrasepsi non-IUD (69,79%).  Hasil analisis bivariat menunjukkan tingkat pendidikan memiliki hubungan yang bermakna dengan pemilihan kontrasepsi (p=0,000), sedangkan umur dan jumlah anak tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan pemilihan kontrasepsi (p=0,590). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara tingkat pendidikan dengan pemilihan kontrasepsi. Seseorang dengan tingkat pendidikan tinggi cenderung memilih kontrasepsi IUD.Kata kunci: kontrasepsi, IUD, KB AbstractThe government efforts to suppress rate of population growth in Indonesia with doing The Family Planning program (KB) stated in the Medium Term Development Plan in 2004-2009 was increasing use of the long-term contraceptive method. Currently there are various methods of contraceptive. Many women find it difficult to choose contraception.  The objective of this study was to determinet the relationship of mother characteristic to selection contraceptive.Type of this research use descriptive analytic with a cross sectional method. The population was all couples of childbearing age that already married and active to be KB acceptor.  The 96 respondents were taken by using consecutive sampling. The dependent variable of this reaserch were age, number of children and education while the independent variable was selection contraceptive. The result showed 29 respondents use IUD (30.21%) and 67 respondent use non IUD (69.79%). The result of bivariate analysis showed that the education had significant relation to selection contraceptive (p=0.000), but the age and number of children did not have significant relation to selection contraceptive (p=0.590). It can be concluded that there is a significant relation between the education to selection contraceptive. A person with high education levels tend to choose the IUD.Keywords:  contraceptive, IUD, family plannin

    Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Padang

    Get PDF
     AbstrakRendahnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan kontrol dari orangtua dapat membuat remaja berperilaku seksual berisiko. Banyak factor yang dapat mempengaruhi perilaku seksual remaja. Di Sumatera Barat, Padang menduduki urutan ke 3 terbanyak remaja berperilaku seksual berisiko setelah Payakumbuh dan Bukit Tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 158 orang yang diambil dengan cara multistage random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil analisis menunjukkan responden yang berperilaku seksual berisiko (20,9%), jenis kelamin laki-laki (38,6%), pubertas di usia <11 tahun (6,3%), tingkat pengetahuan kurang ((1,9%), mendapat paparan tinggi dengan sumber informasi seksual (19,6%) dan yang memiliki sikap negatif (34,8%). Variabel yang memiliki nilai p<0,05 adalah jenis kelamin, paparan dengan sumber informasi seksual dan sikap terhadap berbagai perilaku seksual. Dapat disimpulkan bahwa perilaku seksual remaja di Kota Padang dipengaruhi oleh jenis kelamin laki-laki, paparan tinggi dengan sumber informasi seksual dan sikap negatif terhadap berbagai perilaku seksual.Kata kunci: perilaku seksual, remaja, faktor yang mempengaruhi AbstractLack of knowledge about reproduction health and parents control can make adolescent have risky sexual behavior. Many factors that can related sexual behavior in adolescent. In West Sumatera, Padang city is on rank 3rd after Payakumbuh and Bukit Tinggi who have most adolescent with risky sexual behavior. The objective of this study was to observe the factors that can be related to adolescent sexual behavior in Padang. Type of this research was analytic with cross sectional study.  Total samples in this research were 158 respondents which are taken by multistage random sampling. Data analysis was done by chi-square test with significance level is 95%. The result of analysis showed that respondents who have risky sexual behavior (20,9%), males (38,6%), enter the stage puberty in <11 years old (6,3%), have a lack of knowledge (1,9%), get high exposure with sexual resources (19,6%) and have negative attitude (34,8%). Variables that have p<0,05 are gender, exposure with sexual resource and attitude toward sexual behavior. It can be concluded that adolescent sexual behavior in Padang City be affected by males, high exposure with internet and negative attitude toward sexual behavior. Keywords: sexual behavior, adolescent, factor that relate

    Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dan Tingkat Ekonomi Keluarga Nelayan dengan Status Gizi Balita di Kelurahan Air Tawar Barat Kota Padang

    Get PDF
    AbstrakStatus gizi memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kesehatan individu, sehingga mempengaruhi kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Status gizi balita tergantung pada asupan gizi, tingkat pengetahuan ibu, tingkat ekonomi keluarga, pendidikan ibu, pola asuh dan ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan tingkat pengetahuan ibu dan tingkat ekonomi keluarga nelayan dengan status gizi balita. Penelitian ini dilakukan dari  Juli 2014 sampai Januari 2015. Desain penelitian adalah cross sectional study dengan jumlah subjek  21 orang ibu balita. Data dianalisis secara univariat dengan tabel frekuensi dan analisa bivariat dengan tabel silang lalu diuji dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ialah balita yang memiliki gizi kurus sebanyak 9,5% dan yang memiliki gizi normal sebanyak 90,5%. Pengetahuan ibu rendah sebanyak 52,3% dan pengetahuan ibu tinggi sebanyak 47,6%.  Tingkat ekonomi keluarga didapatkan keluarga miskin sebanyak 95,2% dan keluarga tidak miskin sebanyak 4,8%. Hasil uji statistik didapatkan tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dan tingkat ekonomi keluarga dengan status gizi balita.Kata kunci: status gizi, balita, tingkat pengetahuan ibu, tingkat ekonomi keluarga AbstractNutritional status has a profound influence in individual’s health that affecting the quality of human resources in the future. Nutritional status depends on food intake, mother’s knowledge, family economics, mother’s education, nurturing pattern and food availability. The objective of this study was to determine the relationship level of mother’s knowledge and fishermen’s family economic with nutritional status of toddler. This research was conducted between July 2014 and January 2015 to 21 mothers with toddler. Cross sectional study was used as study design. Data were analyzed by univariate analysis with frequency tables and bivariate analysis with cross table using Rank Spearman. Result showed that 9.5% of the toddlers are under nutrition and 90.5% are normal. 52.3% of the mothers have low knowledge level whereas 47.6% are higher. 95.2% of the families are in the poverty line and 4.8% are not. It can be concluded that there is no relationship between level of mother’s knowledge and fishermen economic with nutritional status of toddler.Keywords: nutritional status, toddler, level of mother’s knowledge, family economi

    Uji Mikroorganisme pada Cabai (Capsicum annuum) Bakso yang Disajikan di Tempat Penjualan Bakso di Kecamatan Padang Timur

    Get PDF
    AbstrakBakso merupakan salah satu kuliner yang favorit bagi sebagian besar kalangan. Penikmat bakso selalu mencampurkan cabai sebagai penambah rasa pedas. Pada beberapa tempat penjualan bakso banyak kemungkinan terjadinya kontaminasi pada cabai yang disajikan diantaranya tempat cabai bakso yang kurang bersih. Tujuan penelitian ini adalah memeriksa mikroorganisme pada cabai bakso yang disajikan di tempat penjualan bakso di Kecamatan Padang Timur. Penelitian deskriptif ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dari  Oktober 2013 sampai  Desember 2014. Jumlah sampel adalah 20 yang diambil dari tempat penjualan bakso di Kecamatan Padang Timur. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar sampel (90%) mengandung bakteri yaitu Klebsiella sp, Enterobacter sp, Proteus sp, Bacillus sp,Streptococcus sp dan sisanya 10% mengandung candida. Diharapkan konsumen berhati-hati dalam mengkonsumsi cabai bakso yan disajikan ditempat penjualan bakso.Kata kunci: cabai, bakso, bakteri AbstractMeatball is  a favorite culinary food among citizens. People use spicy chili as a dipping sauce to enhance flavour. In most of the meatballs selling stalls, there are high possibilites of the chili served getting contaminated for example, due to the lack of cleanliness of the chili serving containers. The objective of this study was to identity the presence of the microorganisms in dipping sauce served in meatballs selling stalls in Padang Timur District. This research was conducted in the Laboratory of Microbiology, Faculty of Medicine, University of Andalas from October 2013 to December 2014 using descriptive method. A total of 20 samples were taken from the meatball stalls in Padang Timur District. Based on the results, The result showed that 90% of the samples contain bacteria such as Klebsiella sp, Enterobacter sp, Proteus sp, Bacillus sp, Streptococcus sp and the remaining 10% contain candida. Therefore, consumers are advised to be more cautious in consuming foods from meatball stalls.Keywords : chili, meatball, bacteri

    Prevalensi Ansietas Menjelang Ujian Tulis pada Mahasiswa Kedokteran Fk Unand Tahap Akademik

    Get PDF
    AbstrakAnsietas atau kecemasan adalah perasaan difus, yang sangat tidak menyenangkan dan tidak menentu tentang sesuatu yang akan terjadi. Ujian tulis merupakan salah satu bentuk evaluasi terhadap kemampuan mahasiswa. Hampir semua mahasiswa pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) yang tidak lulus dalam blok yang sedang mereka jalani diakibatkan karena tidak lulus di ujian tulis. Hal ini menyebabkan mahasiswa cenderung merasa cemas ketika akan menghadapi ujian tulis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan prevalensi ansietas pada mahasiswa kedokteran menjelang ujiantulis. Penelitian ini bersifat deskriptif terhadap  266 orang yang dipilih secara stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil yang didapatkan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi ansietas pada mahasiswa kedokteran FK Unand tahap akademik menjelang ujian tulis sebesar 46,99%, ansietas ringan prevalensinya sebesar 30,45%, ansietas sedang sebesar 12,78% dan ansietas berat sebesar 3,76%. Pada tingkat angkatan, maka yang terbanyak adalah Angkatan 2012 yaitu sebanyak 57,78%. Berdasarkan jenis kelaminnya, maka terbanyak pada perempuan yaitu 50,81%. Berdasarkan tempat tinggalnya, prevalensi ansietas yang terbanyak adalah yang tinggal bersama orang tua, yaitu 55,17%.Kata kunci: ansietas, ujian tulis, mahasiswa kedokteran AbstractAnxiety is a feeling diffuse, very unpleasant and uncertain about something that will happen. Written test is one form of evaluation of student ability. Almost all medical students of Andalas University who do not pass the blocks which they were living caused by not passed on the written test. This causes students tend to feel anxious when going to face a written test. The objective of this study was to determine the prevalence of anxiety in medical students before the written test. This was a descriptive study on 266 subjects were collected by stratified random sampling. The instrument used was a questionnaire HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). The results  were presented in  frequency distribution tables. The results of this study showed that the prevalence of anxiety in medical students of Andalas University at academic stage before written test is 46.99%, which prevalence of mild anxiety is 30.45%, 12.78% for moderate anxiety, and severe anxiety  is 3.76%. The highest prevalence of class were 2012 class  as 57,78%. The gender was highest in females 50.81%. Based on place of residence, the highest prevalence of anxiety are living with their parents, which is 55,17%.Keywords: anxiety, written test, medical studen

    Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Pengetahuan Wanita Usia Subur Tentang “SADARI†di Nagari Painan

    Get PDF
     AbstrakSeorang dari sepuluh sampai duabelas wanita diperkirakan beresiko terkena kanker payudara. Penelitian awal terhadap rekam medis pasien rawat inap dan rawat jalan di RSUD DR. Muhammad Zein Painan diketahui bahwa terjadi peningkatan kasus tumor payudara dari  2010 sampai t2011, yaitu dari 62 kasus pada 2010 menjadi 73 kasus pada 2010. Tujuan penelitian ini adalah menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) di nagari Painan tahun 2014. Metode penelitian  ini bersifat analitik dengan menggunakan disain cros sectional study.. Populasi adalah  211 orang dan sampel pada penelitian ini adalah 152. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI di nagari Painan tahun 2014 yaitu :tingkat pendidikan (OR = 11,421, CI 95% : 2,620-49,791), pekerjaan (OR = 3,058, CI 95% : 1,416-6,604), Sumber informasi (OR = 10,011, CI 95% : 2,915-34,375), keluarga (OR = 6,346, CI 95% : 2,318-17,370) dan faktor-faktor yang tidak berhubungan dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI umur (OR = 1.428, CI 95% : 0.688– 2.962). Kesimpulan  penelitan ini adalah tingkat pendidikan  merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang SADARI di nagari Painan tahun 2014.Kata kunci: kanker payudara, factor resiko, pencegahan AbstractIt is estimated that one in ten to twelve women at risk for breast cancer. In hospitalized patients and outpatients in hospital of DR. Muhammad Zein Painan known that an increase in cases of breast tumors from 2010 to 2011, from 62 cases on 2010 to 73 cases on 2010. The objective of this study was to determine the factors that associated to  the level of knowledge to infertile women about BSE in Nagari Painan village on 2014 .The method of this study was analytical research using  cross -sectional study design. Population in this study was 211 and the number of samples in study were 152. Processing data using univariate and bivariate analysis with the chi-square statistic test.The result of this research showed that the factors associated with the level of knowledge about BSE of infertile women in Nagari Painan on 2014 are: level of education (OR=11.421, 95 % CI : 2.620 to 49.791), job (OR=3.058, 95% CI:1.416 to 6.604), Sources of information (OR=10.011, 95% CI: 2.915 to 34.375), family (OR=6.346, 95% CI:2.318 to 17.370) and factors that are not related to the level of knowledge of infertile women on BSE (OR=1,428, CI 95%:0.688- 2962).The conclusion of this research is the level of education is the most influential factor to the level of knowledge of infertile women of about BSE in Nagari Painan 2014. Keywords: breast cancer, risk factor, preventio

    Nilai Diagnostik Metode “Real Time†PCR GeneXpert pada TB Paru BTA Negatif

    Get PDF
     AbstrakTuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis. TB masih tetap menjadi masalah kesehatan dunia karena lebih kurang 1/3 penduduk dunia terinfeksi oleh kuman ini dan sumber penularannya berasal dari Basil Tahan Asam (BTA) positif maupun negatif. TB paru BTA negatif didiagnosis berdasarkan gambaran klinis dan rontgen torak yang sesuai TB serta pertimbangan dokter sehingga hal ini dapat menimbulkan under atau over diagnosis TB. GeneXpert merupakan pemeriksaan molekuler dengan metode “real time“ PCR dan merupakan penemuan terobosan untuk mendiagnosis TB secara cepat. Tujuan penelitiian ini adalah melakukan penilaian validitas GeneXpert pada TB paru BTA negatif dibandingkan dengan kultur Loweinstein Jensen. Desain penelitian uji diagnostik ini adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan terhadap 40 orang pasien TB paru BTA negatif di Puskesmas sekitar kota Padang dan pasien yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RS dr. M. Djamil Padang. Dilakukan pemeriksaan sputum dengan GeneXpert dan dibandingkan dengan kultur Loweinstein Jensen. Hasil uji diagnostik dengan GeneXpert untuk mendiagnosis TB paru BTA negatif didapatkan sensitivitas 83.33%, spesifisitas 95.46%, nilai prediksi positif 93.75%, nilai prediksi negatif 87.5% dan akurasi 90% serta hasil uji kappa didapatkan 0.796. Disimpulkan GeneXpert memiliki sensitivitas, spesifisitas, nilai prediksi positif, nilai prediksi negatif dan akurasi yang tinggi pada TB paru BTA negatif.Kata kunci: nilai diagnostik, TB paru BTA negatif, GeneXpert AbstractPulmonary tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. TB is still a global health problem. Approximately one third of the world population is infected by Mycobacterium tuberculosis and the source of infection came from smear positive and negative patient. Smear negative pulmonary TB can be considered based on clinical symptom and chest x-ray as well as description of TB and it’s depend on doctor's decision, so this can lead to under or over-diagnosis. Molecular examination with real time PCR method of GeneXpert is a breakthrough invention to diagnose TB quickly. The objective of this study was to assess the validity of GeneXpert in smear negative pulmonary TB and it’s compared with Loweinstein Jensen culture. Study design was diagnostic test with cross sectional study. Research conducted on 40 patients with smear negative pulmonary TB in public health centers around the city of Padang and the patients who were treated at the Internal Medicine department of dr. M. Djamil hospital Padang. Sputum examination conducted by GeneXpert compared with Loweinstein Jensen culture. Diagnostic value of GeneXpert for diagnosing smear negative pulmonary tuberculosis are sensitivity 83.33%, specificity 95.46%, positive predictive value 93.75%, negative predictive value 87.5% and accuracy 90%. Kappa value is 0.796. GeneXpert has a high sensitivity, specificity, positive predictive value, negative predictive value and accuracy on smear negative pulmonary tuberculosis.Keywords: diagnostic value, smear negative pulmonary tuberculosis, GeneXper

    Analisis Karakteristik Keluarga dan Pemanfaatan Posyandu Lansia terhadap Psychological Well Being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam Tahun 2014

    Get PDF
    AbstrakPada Lansia terjadi penurunan kondisi fisik, psikologis, kognitif dan sosial yang saling berintegrasi satu dengan yang lainnya. Penurunan kondisi Lansia tersebut membutuhkan peran keluarga yang mengayomi Lansia serta pemanfaatan sarana kesehatan salah satunya Posyandu Lansia. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis karakteristik keluarga dan pemanfaatan Posyandu Lansia terhadap psychological well being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kombinasi model concurrent embedded dengan penelitian kuantitatif dan kualitatif. Responden adalah Lansia yang berumur 60 tahun ke atas dan dilaksanakan bulan Juni 2014. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat psychological well being tergolong tinggi 78.7% dan tergolong rendah 21.3% dan ada hubungan antara tingkat pendidikan keluarga, pemanfaatan kegiatan pelayanan kesehatan, kegiatan olahraga dan kegiatan keagamaan/majelistaklim. Pada analisis multivariat didapatkan nilai Ekp (β) 7,785 pada pemanfaatan kegiatan pelayanan kesehatan, artinya pelayanan kesehatan berpeluang 7,785 x lebih besar terhadap peningkatan psychological well being Lansia. Disimpulkan bahwa variabel kegiatan pelayanan kesehatan berpengaruh besar terhadap psychological well being Lansia di Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. Disarankan kepada Lansia agar jangan berhenti dalam melaksanakan tugas perkembangan sehingga tercapai kesejahteraan psikologis.Kata kunci: karakteristik keluarga, pemanfaatan posyandu lansia, psychological well beingAbstractThe elderly has been a decline in the physical, psychological, cognitive and social condition integration to each other. The decline of elderly condition need family role to utilization the elderly of health facilities posyandu olderly one. The objective of this analysis was to know the characteristic of family analysis and utilization of elderly posyandu toward psychological well-being elderly in Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. The type of this research is a model of concurrent embedded with combination of quantitative and qualitative research. Respondents were aged more than 60 years old and it was conducted in June 2014. The result of psychological well-being level showed high 78,7% and 21,3% was low and there was connected between family education level of activities community service, sports events and religious activities. On multivariate analysis gets Ekp 7,785 in the utilization of health services, health service means 7,785 times greater than effect elderly psychological well-being.The conclution of this variabel have effect to psychologicall well-being in Kecamatan IV Angkek Kabupaten Agam. The elderly are adviced to not stop the development of the task in older to achieve psychological well-being.Keywords: family characteristics, posyandu utilization, psychological well-bein

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇