Jurnal Kesehatan Andalas
Not a member yet
    1143 research outputs found

    Mixoid Liposarcoma

    Get PDF
    Abstrak                 Sarkoma adalah pertumbuhan maligna jaringan mesodermal (jaringan ikat, otot, tulang). Liposarkoma adalah tumor ganas atau kanker pada jaringan lemak, yang biasanya dicirikan oleh adanya diferensiasi abortif sel – sel menjadi liposit dan merupakan tipe yang paling umum dari sarkoma jaringan lunak, muncul perlahan, membesar, tanpa rasa sakit, massa submukosa nonulserasi pada usia paruh baya. Jika terdeteksi lebih dini maka angka keberhasilan pengobatan menjadi lebih baik. Wide eksisi tumor merupakan modalitas pilihan pada penatalaksanaan Liposarkoma. Diagnosis ditegakkan berdasarkan riwayat perjalanan penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan patologi anatomi. Dilaporkan satu kasus laki-laki berusia 74 tahun dengan diagnosis Miksoid Liposarkoma dilakukan Wide Eksisi Tumor tanpa pemberian Neo Adjuvan Terapi terlebih dahulu menunjukan perbaikan yang cukup signifikan Kata kunci: Sarkoma, Miksoid Liposarkoma, Wide Eksisi Tumor, Neo Adjuvan Terapi AbstractSarcoma is the growth of malignancy mesodermal tissue (connective tissue, muscle, bone). Liposarcoma is malignant tumor or cancer at fatty tissue, characterized by abortif differentiated cells to lipocyte and the common type of soft tissue sarcoma, appearing slowly, enlarged, painless, nonulceratif mass submucosal at the middle age. If the early detected the cure rate can be better. Wide Excision Tumor is the modality for treatment of Liposarcoma. The clinical diagnosis is made based on history of illness, physical examination and anatomical pathology examination. Reported One case, man 74 year old, diagnosed with Mixoid Liposarcoma treated by Wide Excision Tumor without given Neo Adjuvan Theraphy before showed a significant improvement. Keywords:  Sarcoma, Mixoid Liposarcoma, Wide Eksisi Tumor, Neo Adjuvan Theraphy

    Perbedaan Kadar Interferon Gamma dan Interleukin-10 pada Orang Dewasa Terinfeksi Ascaris Lumbricoides dengan Tidak Terinfeksi yang Diinduksi Vaksin Bacille Calmette-Guerin

    Get PDF
    AbstrakKecacingan merupakan penyakit yang masih banyak di negara berkembang. Penyakit ini dapat menimbulkan gangguan gizi, pertumbuhan dan penurunan produktifitas kerja. Infeksi cacing dapat menimbulkan penurunan respon terhadap antigen sebagai akibat modified Th2 response. Vaksin BCG merupakan antigen yang dikenal sebagai penginduksi respon sel Th1. Tujuan penelitian ini adalah menentukan perbedaan kadar IFN-γ dan IL-10 antara orang dewasa terinfeksi Ascaris lumbricoides dan tidak terinfeksi yang diinduksi vaksi BCG. Penelitian dilakukan di Kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru dengan menggunakan rancangan cross sectinal study. Populasi penelitian adalah orang dewasa kelurahan Muara Fajar Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru yang terinfeksi  dan tidak terinfeksi Ascaris lumbricoides. Status kecacingan didapatkan dari pemeriksaan feses dengan metode kato-katz. Kadar IFN-γ dan IL-10 didapatkan dengan pemeriksaan laboratorium dengan metode ELISA. Pengolahan dan analisa data menggunakan uji t. Hasil penelitian didapatkan rerata kadar IFN-γ adalah 16,55±14,13 pg/mg dan kadar IL-10 36,13±8,83 pg/ml. Pada orang dewasa yang tidak terinfeksi Ascaris lumbricoides didapatkan kadar rerata IFN-γ adalah 199,36±121,86 pg/ml dan kadar IL-10 10,57±9,20 pg/ml. Terdapat perbedaan bermakna kadar  IFN-γ dan IL-10 antara orang dewasa yang terinfeksi Ascaris lumbricoides dengan tidak terinfeksi (p<0,05). Kesimpulan ialah infeksi Ascaris lumbricoides dapat menekan produksi IFN-γ terhadap pemberian vaksin BCG.Kata Kunci: ascaris lumbricoides, vaksin BCG, interferon gamma (IFN-γ), interleukin 10 (IL-10) AbstractWorm infestation is a disease that often occur in the develop country. This disease can makes nutrient’s disturbance, growth’s and low work productivity. Worm infection can also make low respond on antigen because of modified Th2 response. BCG vaccine is antigen that can induce Th1 cell respond. The objective of this study was to determine the difference between IFN-γ and IL-10 on adult who infected Ascaris lumbricoides and uninfected who inducted by BCG vaccine. This cross sectinal study conducted in Muara Fajar District in Rumbai Pesisir Pekanbaru. The population were adults in Muara Fajar district Rumbai Pesisir Pekanbaru who infected and uninfected Ascaris lumbricoides. Worm infection was getting checked in fesses by kato-katz method. IFN-y and IL-10 were getting laboratory checked by ELISA method. The data was analyzed by t-test. The result of the adult who infected Ascaris lumbricoides showed the mean IFN-y is 16.55±14.13 pg/mg and IL-10 36.13±8.83 pg/ml. The result on adult who uninfected Ascaris lumbricoides showed the mean IFN-y is 199,36±121,86 pg/ml and IL-10 10.57±9.20 pg/ml. There was significant difference IFN-y and IL-10 between adult who infected Ascaris lumbricoides with uninfected (p<0,05). It can be concluded that infect Ascaris lumbricoides can pressure IFN-y production on given BCG vaccine.  Keywords: Ascaris lumbricoides, BCG vaccine, Interfereon gamma (IFN-γ), Interleukin 10 (IL-10

    Perbedaan Efek Daya Hambat Jus Kulit Buah Manggis dengan Air Rebusan Kulit Buah Manggis sebagai Antibakteri terhadap Bakteri Gram-Positif (Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes) secara In Vitro

    Get PDF
    AbstrakBakteri Gram-positif seperti Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes telah resisten terhadap beberapa antibiotik, sehingga perlu dicari antibakteri alternatif lain. Manggis merupakan salah satu tanaman obat tradisional yang telah lama digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental terhadap kedua bakteri tersebut,  yang diberi enam perlakuan dengan enam kali pengulangan, yaitu kontrol positif (amoksisilin 25 mcg), kontrol negatif (larutan aquades), jus kulit buah manggis dosis I (konsentrasi 58,3% v/v) dan dosis II (konsentrasi 29,15% v/v), serta air rebusan kulit buah manggis dosis I (konsentrasi 30,7% v/v) dan dosis II (konsentrasi 15,35% v/v). Cawan petri dengan kedua isolat bakteri  yang telah ditanami cakram dengan 6 perlakuan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C, kemudian diukur diameter halo yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air rebusan kulit buah manggis memiliki efek daya hambat yang lebih baik daripada jus kulit buah manggis. Efek antibakteri jus dan air rebusan kulit buah manggis lebih sensitif pada bakteri Staphylococcus aureus dibanding bakteri Streptococcus pyogenes.Kata kunci: kulit buah manggis, jus, air rebusan, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes AbstractGram-positive bacteria such as Staphylococcus aureus and Staphylococcus pyogenes have developed resistance to some antibiotic, therefore  need to find another alternative as antibacterial. Mangosteen well known as one of the traditional medicine used as antibacterial. This study was conducted in experimental fashion toward both of those bacteria which was given 6 treatment with 6 times repetition, consist of positive control (25 mcg of amoxicillin), negative control (aquades solution), mangosteen pericarp juice dose I (58% v/v) and dose II (29,15% v/v), and boiled mengosteen pericarp dose I (30,7% v/v) and dose II (15,35% v/v). Six paper disks treated with before mentioned treatment was putted on a petri dish which previously has been isolated with both of those bacteria incubated for 24 hour at temperature of 37º celcius. The halo produced after incubation period was measured. The result showed that boiled mangosteen pericarp has better inhibitory effect compared to mangosteen pericarp juice. Both antibacterial effect were more sensitive on Staphylococcus aureus than Streptococcus pyogenes.Keywords: mangosteen pericarp, juice, boiled, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogene

    Gambaran Perubahan Tekanan Darah Pasca Olahraga Futsal pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

    Get PDF
    AbstrakPada olahraga tertentu seperti futsal,  tekanan darah dapat naik menjadi 150-200 mmHg. Sebuah penelitian menyatakan  60 kematian mendadak pasca olahraga, 58 diantaranya disebabkan oleh kelainan kardiovaskuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perubahan tekanan darah pasca olahraga futsal pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan menggunakan desain cross-sectional study. Subjek yang digunakan adalah 30 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi pada April 2014. Olahraga futsal dilakukan 30 menit lalu dilakukan pengukuran tekanan darah sesaat, 15, 30 dan 60 menit dengan menggunakan sphygmomanometer air raksa dan stetoskop. Hasil penelitian didapatkan peningkatan tekanan darah sistolik sesaat setelah olahraga futsal pada semua sampel dengan peningkatan sebesar 20 mmHg pada 18 orang (60%) dan 25 orang (83,8%) tidak mengalami perubahan tekanan darah diastolik. Pada 15 menit setelah olahraga futsal, 18 orang (60%) terjadi penurunan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg dan 26 orang (86,67%) tidak mengalami perubahan tekanan darah diastolik. Pada 30 menit setelah olahraga, 4 orang (13,3%) mengalami penurunan tekanan darah sistolik. Satu jam setelah olahraga, semua subjek telah mencapai tekanan darah awal.Kata kuncl: tekanan darah, olahraga futsal sesaat, 15 menit, 30 menit, satu jam AbstractIn certain exercise such as futsal, blood pressure can raise around 150-200 mmHg. A study has identified 60 sudden deaths after sports and 58 were caused by cardiovascular disorders. The objective of this study was to describe changes in blood pressure after futsal exercise in students of Medical Faculty of Andalas University. The design is descriptive observational using a cross-sectional study. The 30 subjects were taken base on inclusion and exclusion criteria. This study was conducted on April 2014. Subject played futsal for 30 minutes, then the blood pressure was measured right after doing futsal then 15, 30 and 60 minutes later with a sphygmomanometer and stethoscope. This study found an increase in systolic blood pressure shortly after  futsal in all subjects with an increase of 20 mmHg in 18 people (60%) and 25 people (83.8%) had no change in diastolic blood pressure. Fifteen minutes after doing futsal, 18 people (60%) had 20 mmHg decrease in systolic blood pressure and 26 (86.67%) had no change in diastolic blood pressure. Thirty minutes after doing futsal, 4 (13.3%) experienced a decrease in systolic blood pressure and 100%  returned to the initial blood pressure. One hour after exercise, all of subjects  reached the initial blood pressure again.Keywords: blood pressure, right after doing futsal, 15 minutes, 30 minutes, one hou

    Pengaruh Pemberian Diet Tinggi Minyak Sawit terhadap Kadar Trigliserida Darah pada Tikus Wistar

    Get PDF
    AbstrakMinyak sawit  merupakan  salah  satu  minyak  yang  paling  banyak  dikonsumsi  di Indonesia.  Minyak sawit  diketahui  mengandung  kurang lebih 50% asam lemak jenuh dan 50% asam lemak tidak jenuh.  Penelitian sebelumnya  menemukan  bahwa  mengonsumsi  minyak sawit dengan  dosis  tertentu  dapat  mempengaruhi  kadar  trigliserida  darah.  Tujuan  penelitian  ini  adalah  menentukan pengaruh pemberian diet tinggi minyak sawit terhadap kadar trigliserida darah tikus wistar.  Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan menggunakan post test only control group design. Sampel terdiri dari 12 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok tikus kontrol yang diberi diet standar dan kelompok tikus perlakuan yang diberi tambahan 42,5% minyak sawit ke dalam diet standar. Pemeriksaan kadar trigliserida setelah perlakuan empat minggu. Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  pemberian  diet timggi minyak sawit  berpengaruh  terhadap  peningkatan  kadar  trigliserida darah. Rerata kadar  trigliserida  darah  pada  kelompok  perlakuan  adalah  165.6 ± 19.527 mg/dl dan  kelompok  kontrol  adalah  100.8 ± 18.033 mg/dl. Terdapat  perbedaan bermakna antara kadar trigliserida darah pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0,05). Kesimpulan hasil penelitian ini adalah diet tinggi minyak sawit dapat meningkatkan kadar triliserida darah.Kata kunci: minyak sawit, trigliserida darah AbstractPalm oil is one of the most widely consumed in Indonesia. Palm oil contain of 50% saturated fatty acid and 50 % non saturated fatty acid . Previous  studies  have  found  that  palm oil consumption  in  certain  doses  can  affect to  blood  trygliceride  levels.  The  objective  of  this study  was  to  determine  the effect of dietary high palm oil on tryglicerides level in wistar rat’s blood. This research was an experimental study which applies post test only control group design. The  samples were 12 male wistar rats  that divided in to two groups. Control group which were administrated standard diet and treatment group which were administrated addition of 42,5% palm oil to standar diet. After four weeks treatment, tryglicerides level were observed. The results showed that administration of dietary high palm oil effect  on  the  increase  of  blood  trygliceride  levels.  Blood  trygliceride  levels  in  treatment group was 165.6 ± 19.527 mg/dl and the control group was 100.8 ± 18.033 mg/dl. There are significant  difference  between  blood  trygliceride  levels  treatment  groups and control group (p<0,05). The conclusion of this study is dietary high palm oil increased concentration of blood tryglicerides level.Keywords: palm oil, blood tryglicerid

    Perbandingan Efektivitas Berbagai Media Ovitrap terhadap Jumlah Telur Aedes Spp yang Terperangkap di Kelurahan Jati Kota Padang

    Get PDF
    AbstrakAedes spp adalah vektor pembawa virus dengue yang dapat menimbulkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). DBD merupakan penyakit menular yang cenderung mengalami peningkatan dan penyebarannya semakin luas. Cara mengurangi penyebaran penyakit DBD dengan mengendalikan vektor, salah satunya dengan memutus siklus hidup vektor dengan  menggunakan perangkap telur/pemasangan ovitrap. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas berbagai media ovitrap terhadap jumlah telur Aedes spp yang terperangkap. Jenis penelitian ini adalah eksperimental quasi dengan rancangan post test only design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua telur Aedes spp yang terperangkap pada ovitrap, sampel diambil dari sepuluh rumah dengan ulangan enam kali. Lokasi penelitian adalah RW I, III, V, VII, IX Kelurahan Jati. Variabel bebas adalah berbagai media (air sumur, air jerami, air kolam, air mineral) ovitrap. Variabel terikat adalah jumlah telur Aedes spp yang terperangkap. Uji normalitas data menggunakan uji kolmogorov smirnov, data terdistribusi normal (p>0,05) dan uji varian data tidak homogen (p<0,05), maka dgunakan uji Kruskal Walls dan Mann Withney. Hasil penelitian diperoleh telur nyamuk Aedes spp yang terperangkap selama penelitian adalah 3.090 butir dengan sebaran 1.563 butir di luar rumah dan 1.527 butir di dalam rumah. Berdasarkan media ovitrap, telur yg terperangkap pada media air jerami 1.758 butir, air mineral 576 butir, air kolam 523 butir, air sumur 233 butir. Uji statistik mendapatkan p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah telur Aedes spp yang terdapat pada masing-masing media ovitrap.  Disimpulkan bahwa air jerami lebih efektif sebagai media ovitrap daripada  air mineral air kolam, air sumur.    Kata kunci: telur Aedes spp, ovitrap, media ovitrap AbstractAedes spp are vectors of dengue viruses that can cause Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). Dengue is one of the infectious diseases that the number of sufferers tend to increase and has wider dissemination.The solution to decrease the spread of dengue is by control the vector by using Ovitrap.The objective of this study was to compare the effectiveness of various media ovitrap on the number of Aedes spp eggs trapped.This research was a quasi experimental with post test only design. Population were all Aedes spp eggs trapped in ovitrap , samples were taken from 10 homes with  6 times repeatation. Location of the study were RW I,III,V,VII,IX in Jati .The independent variable is the type of media (wells water, straw water , pool water , mineral water) ovitrap .The dependent variable is the number of Aedes spp eggs trapped. The result of Kolmogorov Smirnov test were normally distributed (p >0.05) , a variant of the test data is not homogeneous (p< 0.05), so analyzed using the Mann Whitney and Kruskal Walls.The  Aedes spp mosquitoes that trapped during the study were 3,090 eggs. The distribution of 1,563 eggs outside the home and 1,527 eggs in the house. According to media ovitra; straw water had 1758 eggs, mineral water had 576 eggs, pools water had 523 eggs, well water  had 233 eggs (p = 0.000). There is a diference from the four ovitrap media on the eggs Aedes spp.The conclution is the straw water media is more effective than water of mineral, pools and well.Keywords: eggs of Aedes spp , ovitrap , ovitrap medi

    Hubungan Jumlah Paritas dengan Usia Menopause

    Get PDF
    AbstrakMenopause merupakan waktu penghentian menstruasi secara permanen yang terjadi setelah hilangnya aktivitas ovarium. Saat ini jumlah wanita usia menopause meningkat seiring dengan peningkatan usia harapan hidup. Studi tentang menopause sangat penting, terutama terkait akibat yang akan terjadi pasca menopause seperti penyakit kardiovaskuler dan osteoporosis. Tujuan penelitian ini adalah menentukan usia menopause alami dan menganalisis hubungannya terhadap jumlah paritas pada wanita di Kelurahan Bandar Buat Padang. Penelitian  ini merupakan  studi analitik cross-sectional terhadap wanita usia 45-60 tahun yang berada di Kelurahan Bandar Buat Padang. Pengumpulan data dilakukan melalui  wawancara dengan  menggunakan kuesioner  di rumah atau di tempat kerja mereka. Hasil penelitian menunjukan 69 wanita yang diteliti didapatkan rata-rata jumlah paritas adalah 3,663 dengan jumlah paritas 1 dan terbanyak memiliki 10 orang anak. Rata-rata usia menopause responden dalam penelitian ini adalah usia 50,65 tahun dengan usia termuda 46 tahun dan tertua 58 tahun. Terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah paritas dan usia menopause di Kelurahan Bandar Buat  dengan hasil p< 0,01.Kata kunci: menopause, jumlah paritas, penyakit kardiovaskuler, osteoporosis AbstractMenopause is the permanent cessation of menstruation period that occurs after the loss of ovarian activity. Currently, the number of women of menopausal age increases as the increase in life expectancy. The study of menopause is very important, especially related to the consequences that will occur after the menopause such as cardiovascular disease and osteoporosis. The objective of this study was to determine the age of natural menopause and analyze its relationship on the amount of parity in the Village Bandar Buat Padang. This study was a cross-sectional analytic study to women aged 45-60 years  in the Village of Bandar Buat Padang. Data collected through interviews using a questionnaire at home or at their workplace. The results showed that from 69 women obtained the average number of parity at the menopausal women is 3.663 with the lowest mumber of parity 1 and the highest had 10 children. The average age of menopause respondents in this study was 50.65 years of age, the youngest is 46 years old and the oldest is 58 years.  There is a significant relationship between the number of parity and the age of menopause in the Village District of Bandar Buat Lubuk Kilangan the result of p =0.00 ( p<0.01).Keywords: menopause, total parity, cardiovascular disease, osteoporosi

    Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Psikomotorik Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Lapai Padang Tahun 2014

    Get PDF
    AbstrakPermasalahan gizi di Indonesia adalah masih banyaknya kejadian balita gizi kurang dan gizi buruk. Asupan gizi menentukan pertumbuhan dan perkembangan. Ranah perkembangan yang paling sering dinilai di layanan primer adalah perkembangan psikomotorik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan status gizi dengan perkembangan psikomotorik balita di wilayah kerja Puskesmas Lapai. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 106 responden yang diambil secara multistage sampling technique. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri tinggi dan berat badan serta penilaian KPSP (kuesioner pra skrining perkembangan). Analisis data dilakukan dengan uji Fisher. Hasil penelitian mendapatkan balita dengan perkembangan psikomotorik sesuai lebih tinggi pada status gizi normal (87,6%) dibandingkan status gizi tidak normal (52,9%). Analisis hubungan antar dua variabel didapatkan nilai p = 0,002. Secara statistik terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan perkembangan psikomotorik balita. Diperlukan perhatian lebih terutama dari orang tua untuk menjaga kebutuhan gizi balita dan untuk tenaga kesehatan agar meningkatkan pelayanan kesehatan gizi.Kata kunci: status gizi, perkembangan psikomotorik AbstractNutritional problems in Indonesia is underweight and severely underweight cases in toddlers. The most frequent developmental domain which is assessed in primary health care is psychomotor development. The objective of this study was to determine the relationship between the nutritional status and psychomotor development of toddlers in Lapai Health Center area. This study used a cross sectional study on 106 respondents by multistage sampling technique. Data were collected through anthropometric measurements of height and weight and (DPSQ) development pre-screening questionnaire. Data were tested by Fisher's exact test. The result is toddlers with appropriate psychomotor development were higher in normal nutritional status (87.6%) compared to abnormal nutritional status (52.9%). Both variables were  p = 0,002. There is a significant relationship between the nutritional status and psychomotor development. More attention especially from parents to keep the nutritional needs of toddlers and health professionals  improve the nutritional health services.Keywords: nutritional status, psychomotor developmen

    Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Daya Tahan Kardiovaskuler pada Pegawai Wanita RS Semen Padang

    Get PDF
    AbstrakWanita rentan memiliki kadar hemoglobin dibawah normal (anemia) karena mengalami pengurangan volume darah yang dikeluarkan secara alamiah, seperti saat menstruasi. Penurunan kadar hemoglobin dapat berdampak pada penurunan daya tahan kardiovaskuler hingga berdampak pada produktivitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan kadar hemoglobin terhadap daya tahan kardiovaskuler pada pegawai wanita RS Semen Padang. Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan desain cross sectional study terhadap subjek sebanyak 85 orang. Data dikumpulkan dari hasil Medical Check Up (MCU) yang kemudian dianalisis melalui uji korelasi Spearman. Hasil  penelitian ini mendapatkan 16,5% pegawai wanita RS  Semen Padang  mengalami anemia. Sebanyak 3,5% pegawai wanita RS  Semen Padang  memiliki daya tahan kardiovaskuler sangat baik, 17,6% baik, 28,2% sedang, 8,2% kurang dan 42,4% kurang sekali. Hasil uji korelasi didapatkan nilai r = + 0,077 dan nilai P > 0,05. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat korelasi searah antara kadar hemoglobin terhadap daya tahan kardiovaskuler, namun kekuatan korelasi sangat lemah sehingga tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dengan daya tahan kardiovaskuler pada pegawai wanita RS Semen Padang.Kata kunci: daya tahan kardiovaskuler, hemoglobin, wanita AbstractWomen are more likely to have lower hemoglobin levels (anemia) due to menstruation. The decrease of hemoglobin levels will cause the decline of cardiovascular endurance. The objective of this study was to determine the correlation of hemoglobin levels and cardiovascular endurance in female employees of Semen Padang Hospital. This research was a observational analytic research using cross sectional design on 85 samples. Data was collected from Medical Check Up (MCU) record of female employees of Semen Padang Hospital and analyzed by Spearman correlation test. The results showed that 16,5% of samples were anemia. There were 3,5 % samples had high cardiovascular endurance, 17,6 % good, 28,2% avarage, 8,2% low dan 42,4% poor. The results of correlation test (r) is +0,007 and the the significance value (p) is >0,05. In conclution, the percentage of anemia in female employees of Semen Padang Hospital was low, but the majority of female employees of Semen Padang Hospital had low and poor cardiovascular endurance. The correlation between hemoglobin levels and cardiovascular endurance was positive. The strength of the correlation was very weak and there was no significant correlation between hemoglobin levels and cardiovascular endurance among female employees of Semen Padang Hospital.Keywords: cardiovascular endurance, hemoglobin levels, wome

    Gambaran Kadar Gula Darah pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang Memiliki Berat Badan Berlebih dan Obesitas

    Get PDF
    AbstrakObesitas dan berat badan berlebih merupakan faktor predisposisi terhadap resistensi insulin yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah sehingga terjadi diabetes mellitus tipe 2. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar gula darah pada dewasa muda yang diwakili oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Andalas yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Sampel penelitian diambil dari total populasi yakni sebanyak 25 orang yang  diperiksa kadar gula darah puasa, TTGO, IMT dan aktivitas fisik. Hasil penelitian ini menggambarkan telah terjadi peningkatan kadar gula darah puasa yakni GDPT sebanyak 32% dan diabetes sebanyak 28%. Pada gula darah TTGO terjadi peningkatan sebanyak 16% yakni TGT. Peningkatan kadar gula darah ini sangat berhubungan dengan aktivitas fisik, yakni 16% responden dengan aktivitas fisik ringan didapatkan interpretasi diabetes pada gula darah puasa sedangkan aktivitas berat hanya 8% dan sedang 4%. Begitu pula dengan kadar gula TTGO yakni sebanyak 8% mengalami TGT pada responden dengan aktivitas fisik ringan. Kesimpulannya sebagian besar sampel yang memiliki berat badan berlebih dan obesitas mengalami peningkatan kadar gula darah pada interpretasi TGT, GDPT dan Diabetes.Kata kunci: kadar gula darah, obesitas, berat badan berlebih, TTGO, TGT, diabetes AbstractObesity and overweight is a predisposing factor insulin resistance which causes an increase in blood sugar levels in type 2 diabetes mellitus. The objective of this study was to reveal the blood sugar levels of medical students in andalas university whom are overweight and obese. This  was a descriptive study with a cross sectional design. This study was conducted in Medicine Faculty of Andalas University Padang. Samples from this study is the total sampling population of 25 people. The variables were fasting blood sugar, glucose tolerance, BMI and Physical Activity. This study illustrate  the increasing in fasting blood sugar level as prediabetes  32% and diabetes  28%. In the oral glucose tolerance, TGT was identified to cause an of blood sugar increased by 16%. Increased blood sugar levels was highly associated with physical activity, which is 16% of respondents with mild physical activity displayed an interpretation of diabetes from the fasting blood sugar, in strenuous activities 8% and moderate activity 4%. Similarly, the glucose tolerance as much as 8% had IGT in respondents with mild physical activity. The conclution of this study is the subjects with overweight and obesity have elevated level of blood sugar in interpretation of IGT, IFG, and diabetes.Keywords: blood glucose levels, obesity, overweight, IGT, IFG, diabete

    1,096

    full texts

    1,143

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Kesehatan Andalas
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇